Thursday, April 28, 2016

One Shot - Kecanduan Cinta Si Abang Tukang Service

Title : Kecanduan Cinta Si Abang Tukang Service (One Shot)
Author : Anggi WK

Main cast :
-          Nam Woohyun
-          Kim Sunggyu
Support cast :
-          Jang Dongwoo
-          Lee Howon
-          Lee Sungyeol
-          Lee Sungjong
-          Kim Kibum (Key)
-          Lee Jungyeop
Genre : alternate universe, comedy, romance, yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku G xD
Length : One Shot

AN : Annyeong readers !! xD ini ff kedelapanku, terinspirasi dari aku yang udah 4 jam nunggu motor diservice :v bosen banget, eh si mas – mas tukang service nya ngeliatin sambil senyum – senyum -_- /?/ mana ditinggal jumat’an lagi xD ihh. Ini ff genre comedyku yang kedua, aku suka humor ! Cx dan jangan lupakan lagu Indonesia yang sering diputer di ftv ne !! xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA !! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
DON’T COVAS, SARANGHAE READERS ~~ :* :* /kisseu atu2/
#Happy28thSunggyuDay

Summary : aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu ~
Kecanduan cinta, kecanduan cinta ~
Aku kecanduan cintamu..
~ Nam Woohyun ~

Sound track : Kecanduan Cinta /read it with music for more gaje/ :v
==================================================



Happy reading :* :* :*





Jumat, 29 April 2016



Sunggyu, namja cantik berumur 28 tahun sedang ‘free’ bekerja di perusahaan bank ternama di Seoul /btw hatinya juga free loh :v ciaa xD kkk/ Bank yang memberi libur pada hari Jumat, Sabtu & Minggu itu memang terkenal dengan karyawan – karyawannya yang kece – kece /iyalah, kalo libur tiap hari mah namanya pengangguran xD wkw/



“aigo.. pakai tas yang mana ya ? Hello Kitty atau Barbie ??”, monolog Sunggyu didepan tumpukan tas – tas ‘branded’ nya. Telunjuk cantiknya diketuk – ketukan pada bibir merah tipisnya sambil berfikir keras.





For your information, Kim Sunggyu (nama lengkap dari namja itu) akan berangkat untuk aerobic rutinnya sekali setiap minggunya guna menjaga tubuh indahnya /oww ‘0’/ Malu jika ia tak sempurna, karena Sunggyu bergabung dalam komunitas “KRETA MALAM” atau biasa disebut perKumpulan REmaja canTik mAnis idaMAn LelAki Mapan /bujukk ampun dah xD/ yang konon dulu tak sengaja diseret teman sekomunitasnya, Lee Sungjong saat mereka nyalon /?/ bareng :v wkw





08.00 AM


Brum.. brum..

Motor matic H*nda Sunggyu sedang dipanaskan didepan rumah oleh pemiliknya /lah hati Sunggyu sendiri pemiliknya siapa ? xD ciye wkwk/


Motor ini memang sudah lama sekali dibeli oleh namja Kim itu. Ia memang menyukai motor matic karena beberapa alasan. Pertama yaitu tidak perlu memakai gigi – gigi yang menurutnya rumit, kedua ia tak perlu mengantre di pom bensin hanya untuk mendapat BBM (notabene Sunggyu membeli bensin di warung sebelah rumahnya xD astagah !! jan emosi yak readers :’v wkw) dan terakhir ia dapat men’charge’ semartpon nya saat melakukan perjalanan menggunakan motor ini. Daebak ya.. ^_^ (Sunggyu menyediakan power bank di jok maticnya :”V ohokk)



Tak lupa stiker keramatnya yang sudah ia temvel di bagian belakang motornya, bertuliskan ‘DOA BUNDA’ yang konon dapat menghalau segala kejahatan dan criminal selama perjalanan /asem jimatnya mak Gyu :v wkwk/



Saat Sunggyu akan menjalankan motornya tiba – tiba seseorang berteriak sambil berlari kearahnya.


“GYU !! Sunggyu-ya !! hosh hoshh.. bolehkah aku menumpang sampai perempatan sanahh ??”, pinta Jungyeop, juragan mie ayam & soto babat desa sebelah.


“oh tentu”, balasnya seraya tersenyum manis sempurna /kau begitu sempurna ~ dimataku kau begitu indah ~~ :v ciyee/



Jungyeop duduk dibelakang Sunggyu dan melaju, tapi beberapa meter kemudian..


‘cklak cklakk..’


‘cklakkk’


‘KLAKK’



“mwo ? suara apa itu ??”



CKITTT

Mereka pun berhenti.


“ini suara motormu Gyu”


“oh jinjja ? kemarin tidak seperti ini kok.. kenapa saat dibuat boncengan jadi bunyi”


“ahh geuraeyo.. ya sudah, kalau begitu aku jalan kaki saja kesananya”, pasrah Lee Jungyeop dengan wajah sedihnya.


“eum mianhae ne ahjussi”, sungkannya tak enak.





Ia menjalankan motornya lagi.. dan SEE ! maticnya baik – baik saja :D tak ada bunyi – bunyi aneh lagi yang terdengar, ia pun dapat sedikit bernafas lega dan tersenyum membuat mata sipitnya menutup 99,999% hingga..


Ia telat menyadari..


Bahwa..


“ehh ?? kok tak bisa ???”


‘klek klek’


“yah, eottheokkae !!”


‘klek klek’



“YAHHH EOTTHEOKKAEEEEHHHHH !!!!!!!!! AAAAAAAAAAHHHHH”



BRUKKKK



“OMMOO !!!”


Semua pembeli yang ada disitu tercengang kaget. Bagaimana tidak ?? Kim Sunggyu [28] seorang karyawan manis bank ‘Jono’ eh kamsud gue bank ‘Seoul International’ telah tercatat MENABRAK GEROBAK SAYUR MPOK HOYA DENGAN ISI – ISINYA YANG TERHAMBUR SELUAS LAUTAN SAMPAI KEUJUNG DUNIA /sampai keujung dunia ~ pasti akan ku nanti ~ xD ciaciaa/



“KIM SUNG-”


“ahh ! mian mpokk, gue nggak sengaja miann ! rem gue blong mpokk !”, mohonnya sambil mengatupkan kedua tangan didepan dan membungkuk 91,22 derajat berkali – kali.


“LU PIKIR ENAK, LIAT SAYURAN GUE PADA TUMPAH SEMUA, TANGGUNG JAW-”



BRUMMMM !!!



“KIM SUNGGYUUUUU !!!!!!!!!!!!!”





“hah hahh.. waa mpok Hoya ngejar guee !!” />0</ gelisahnya ia melihat Hoya yang terpantul dari kaca spion sedang berusaha mengejarnya membuat Sunggyu berbelok arah ke kanan untuk melewati jalan tikus.


Ia mengarahkan motornya kekanan namun..



TIN TINNN..


Dari lawan arah terlihat Lurah Dongwoo yang sedang melaju terus dilajur kirinya dan meng-klakson /?/ perjalanan emejing Sunggyu yang tiba – tiba menyebrang tanpa tanda dan mengebut pula ._. /ckck mimy/



TIN TINNNN !!


SRETT


“WAHHH !!!”


BRUKK


DOMBRANGGG



Mobil syedan /?/ Yth. Bapak Ketua Lurah Jang Dongwoo terbelok ke lajur kanan dan menabrak tong sampah besar dipinggir jalan itu. Ini ia lakukan supaya tidak menabrak pengendara Sunggyu yang seenak dengkulnya Woohyun /ciee xD nampyeon dibawa2 :v ekhem/ menyebrang ke kanan tanpa lampu ‘0’


“yah anak muda ! nyalakan lampumu !!!”, teriaknya mengacungkan tangan dari dalam mobil.


“JEOSONGHAMNIDAA !!”, lengkingnya melaju secepat mungkin tanpa berani melihat kebelakang kondisi bapak Lurah kita ‘-‘










‘aigo.. ada apa dengan motorku ini’





Batinnya bingung dalam hati.


/ada apa denganmu ~~ xD ciaa wkw/










/Other side/



“mengapa begini mengapa begitu ~~ sungguh kamu cinta matiku ~~”, nyanyinya asik berdendang memanyunkan bibir sambil menggoyangkan bokongnya dan mengelap bersih meja ‘receptionist’.


“ck, yah ! hentikan sikap menjijikanmu itu Nam Woohyun ! kau bisa menakuti semua pelanggan disini !”, dengus Sungyeol, teman seperjalanan /?/ maksudnya teman sepekerjaan Woohyun, NAMJA PABBO ALAY & RADA GILA ITU :v /hahah mian babeh xD wkwk/


“justru kau yang menakutkan, sampai sekarang tetap belum mempunyai pacar”


GLEK


“yah !! memang kau sudah punya pacar hah !! kau juga belum kan, dasar orang gila !”, oceh Sungyeol dibelakang Woohyun yang tentu saja tak ditanggapi namja kehabisan obat ini :v





/Other side/



‘INFINITE SERVICE’


Dari jauh ia melihat samar – samar tulisan besar itu.


‘apa aku harus kesana ?’, tanyanya dalam hati melupakan tujuan utamanya pergi ke aerobic :v /secara personil KRETA MALAM gitu lawhh :* /










/Back to Woohyun’s side/



CKITT

Seorang pengendara cantik turun dari motor H*nda pink nya dan..


SRET


‘WOW’


Namja bodoh inisial Nam Woohyun /?/ xD itu terbengong dengan mulut membulat sempurna melihat seseorang cantik yang turun dari motor pink nya dan menyibakkan rambut halus coklat caramel seolah ia sedang iklan shampoo di tipi – tipi :v /ciye/



~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu ~~



Perlahan Sunggyu berjalan ala model di catwalk mendekat kearah meja receptionist yang diduga penjaganya sedang kecanduan cinta ~ xD ciaaa



~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu.. Kecanduan cinta, kecanduan cinta.. Aku kecanduan cintamu ~~



Tap tap..

SLASH ~


‘aigo.. wangi sekali orang ini’, batin Woohyun saat Sunggyu sudah berada didepannya.

‘berapa botol palpum yang dia pakai ya ? merk apa ya ? Gajah Duduk kah ?? xD’
/busett :v Mimy Duduk kali xD pftt wkwk/



“ehem, selamat pagi, silahkan apa saja keluhan pada motornya noona ?”


“itu tad- mwo ? noona ?? yak, aku ini namja !!”, sewotnya sambil mengepalkan tangan bersiap meninju Woohyun.



SRETT


‘akhh !!’, suara hati Woohyun yang tiba – tiba kaki kirinya diinjak oleh Sungyeol. Dirinya masih kaget jika ternyata Sunggyu itu namja.


“ah mianhae, temanku memang suka bercanda hehe”, bungkuk Sungyeol lalu men-deathglare Woohyun si pabbo yang akreditasinya A tersebut -_-


“haha mianhamnida, aku tak sengaja.. Nama anda ?”, lanjutnya kembali untuk mendata pelanggan.


“Kim Sunggyu”



“ada STNK ?”

“nomor KTP ?”

“keluhannya ?”

“ada yang ingin diganti ?”

“servis pembersihan sekalian atau tidak ?”

“bisa tanda tangan disini..”


Bla bla bla.
Itulah yang ditanyakan Woohyun selaku pegawai ‘INFINITE SERVICE’ yang merangkap receptionist ini /maklum gajinya didy kurang :v wkwk/





Yahh.. beginilah operasional bengkel ini.
Dengan bangunan yang sedikit megah dan tinggi ini dapat meraup puluhan pelanggan per harinya. Entah itu pengajuan keluhan, penggantian sparepart maupun hanya servis saja :v /duh kaya promosi aja gue xD wkwk/

Belasan pegawai dikerahkan untuk memperbaiki motor – motor mereka, tentu saja yang professional B) uu ~ tak kalah disediakan juga televise 4 inci dengan memory internal 8GB, RAM 2GB, camera depan 100MP /weh :v/ dan jellybean xD /YAH INIMAH HAPEH :”/ sehingga sambil menunggu service kendaraan, mereka dapat menonton televise ^_^ Sunggyu pun juga berada disana.





30 minutes later.. /tiga puluh menit.. aku disini.. tanpa suara ~~ :v/


Hingga jam dinding pun tertawa melihat kejenuhan Sunggyu.. /jam dinding pun tertawa.. karna ku hanya diam dan membisu ~ >0< ingin ku maki dirik- :v wkwk/


Sampai suara hatinya membawa ia menoleh kearah Woohyun yang sedang ingin mencoba rem dan lampu motor Sunggyu apakah sudah bisa atau belum. Namun tak disangka, ternyata Woohyun juga sedang memandang Sunggyu /ciaaa xD/
Woohyun pun tersunyam /tersenyum/ hangat padanya.. /oww :v/



~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu.. Kecanduan cinta, kecanduan cinta.. Aku kecanduan cintamu ~~



~~ mengapa begini mengapa begitu.. sungguh kamu cinta matiku ~~ xD





‘dih, ada apa sih dengan orang itu’, batin Sunggyu bergidik.










Beberapa saat setelah pengecekan rem dan lampu motor Sunggyu telah diperbaiki, Woohyun berjalan pelan kearah pelanggan baru kesayangannya :v


“ehem, Sunggyu-sshi bisa minta bantuannya sebentar ?”


“eoh ? apa ?”, tanyanya seraya berdiri dari duduk manisnya depan tv.


“bisa ikut aku untuk..”


“untuk apa ?”, kali ini ia serius /untuk pergi ke pelaminan sama kamuu xD iya kamuu xD wkwkwk/


“aku akan memboncengmu untuk mencoba apakah motormu masih bunyi saat digunakan boncengan atau tidak”



GUBRAK



“yah, apa tak ada pegawai lainnya ? kenapa kau tak minta temanmu yang tinggi itu saja hah ?”, protes Sunggyu mengapa harus dirinya yang revot membantu orang ini padahal ia kan pelanggan.


“ngg.. mianhae, semua sedang sibuk dan temanku yang satunya itu.. hmm.. sedangg.. siap – siap untuk jumat’an, hehe”, cengirnya gaje /ASEM, SUNGYEOL JUMAT’AN VROHH :”V WKWKW/


‘ha ? orang ini tak berbohong kan ? bukan orang jahat kan ? kalau orang bodoh mungkin iya’ /glodakk xD hahahh true noh mi :v/


“baiklah”, akhirnya pasrah.










Kemesraan ini.. janganlah cepat berlalu ~
Itulah yang akan kita ucapkan dalam hati saat melihat seorang abang tukang service yang membonceng namja ‘cantex’ personil KRETA MALAM ini :v



~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu.. Kecanduan cinta, kecanduan cinta.. Aku kecanduan cintamu ~~



“bagaimana ? sudah tak berbunyi lagi kan ? lampu dan rem nya juga sudah bisa digunakan”, ujar Woohyun lembut.


“eum, baguslah kalau begitu”, Sunggyu tersenyum lega diboncengan Woohyun yang melajukan motornya perlahan ditengah angin sepoi – sepoi yang seolah menggetarkan hati mereka ~ xD /ciaa/





Woohyun senyum – senyum sampai ia melihat..


“Key ahjumma !!! annyeong ~~”, sapanya dari jauh pada tukang jamu tok cer /?/ yang sedang menjamu /?/ pembelinya xD wkw


“Woohyun ??? beh, ora ngiro aku, bocah ingusan koyo ngono iso duwe pacar uayuu !! Subahanallah..”
(Woohyun ??? ya ampun, aku tak menyangka, anak ingusan seperti dia dapat memiliki pacar yang sangat cantik !! Subahanallah..)

/HAHAHH xD ASTAJEEMM :””V Sunggyu khilap xD wkwkwk/



PLETAK


“yakk !! katakan jika aku bukan pacarmu !!!”, bentak Sunggyu satelah menge-plak /?/ helm Woohyun.


“tidak apa – apa Sunggyu-sshi, aku tak keberatan, mungkin kita memang jodoh” /ASEM xD gembelan mautnya/


“ANDWAEE !!!”





~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu.. Kecanduan cinta, kecanduan cinta.. Aku kecanduan cintamu ~~










Dimeja receptionist, Sunggyu sudah selesai membayar dan bersiap pergi, namun..


“chakkaman ne, karena ‘INFINITE SERVICE’ menyediakan garansi satu minggu untuk servis ringan seperti anda, bisakah aku meminta nomor hp anda untuk bertanya tentang kondisi kendaraannya jika saja bermasalah lagi”, author rasa Cuma Sunggyu aja pelanggan yang diminta nomor hp :v wkwk


“hm.. baiklah”, setelah berfikir sejanak.


“silahkan”


“085 234 567 890.. hey, kenapa kau tulis di hpmu ?? apa tak ada telephone kantor disini eoh ??”, herannya melihat Woohyun yang mencatat nomor ponselnya di hp pribadi Nam itu.


“hm supaya.. supaya kau dapat cepat mengatakannya padaku jika motormu bermasalah lagi”, cengirnya.


‘kau tak modus kan ?’, pikiran Sunggyu terbang melayang.


“baiklah, awas jika kau salah gunakan !”


“aigo.. kenapa kau pelanggan tapi galak sekali eoh..”


“memangnya masalah untukmu !” , angkuhnya sinis.


“gwaenchanayo, semakin galak semakin terlihat manis kok” /whattt xD/



DEG



Ciaciaa ~~ xD

~~ aku kecanduan cintamu, aku kecanduan cintamu.. Kecanduan cinta, kecanduan cinta.. Aku kecanduan cintamu ~~


Matanya terbelalak dan wajahnya terlihat menggosong /memerah kamsudnya/


“ha ? apa maksudmu ! sudah jangan berkata bodoh, aku pergi ne, terimakasih”, ucapnya sambil sedikit membungkuk.


“iyaa.. sama – sama Sunggyu-sshi yang manis ~”, balasnya lembut sambil tersenyum bodoh dengan aegyonya.


“jangan panggil aku lagi, aishhh”, kesalnya menahan tawa dan malu dengan gembelan – gembelan Woohyun. Ia langsung beranjak menjauh dari situ.


“hehe, sampai jumpa Kim Sunggyu ! aku akan menghubungimu !”



GLEK



‘dasar orang gila, emaknya ngidam apa dulu..’, batinnya sambil tersenyum kecil dengan hati yang sedikit berdebar mendengarnya /ciaa xD/





‘boncengan dengannya sudah, nomor hape nya juga sudah, tinggal PDKT yang harus kulakukan’, angguk – angguk Nam dengan senyum simpulnya sambil memandangi Sunggyu yang sudah melaju jauh.



~~ mengapa begini mengapa begitu, sungguh kamu cinta matiku ~~










END


~ kecanduan cinta si abang tukang service ~

Gaje xD


Note : Tangan ngetik ‘kenapa laptop berbunyi kreteg - kreteg’ malah nemu cerita ini xD duhh
Btw nice loh story nya serius ! xD
CIO ^0^


Pada Suatu Malam


Malam itu saya uring-uringan. Deadline tinggal dua hari lagi sementara pekerjaan yang harus diselesaikan masih banyak. Saya paling tidak suka perasaan yang muncul ketika pekerjaan belum selesai. Dan ini malam Minggu. Setelah tadi pagi terpaksa datang ke kantor, sekarang harus membawa pekerjaan kantor ke rumah pula karena hari Senin sudah harus dikirimkan ke Head Office.

Sebetulnya saya paling anti membawa pekerjaan kantor ke rumah, tapi mau bagaimana lagi. Saya lebih tidak suka kalau hari Minggu harus ke kantor. Hari Minggu itu waktu untuk bermalas-malasan. Maka, malam ini semua harus selesai. Terjaga sampai subuh pun saya tidak peduli asal besok bisa goler-goler di tempat tidur.

Selesai makan malam, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di depan laptop dan mematikan tivi. Saya bahkan tidak membuka aplikasi pemutar musik. Harus khusyuk dan fokus. Jangan buang-buang waktu biar besok bisa santai seharian tanpa gangguan.

Tiga jam berlalu. Saya berhenti sebentar untuk mengistirahatkan mata dan otak. Tinggal menunggu email dari seorang coworker, merapikan data dari dia, dan selesai. Semangat!, kata diri saya sendiri malam itu.

Saya pandangi jam dinding. Jam sebelas. Saya ingat belum sholat Isya. Kemudian saya bangkit dari kursi dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

Belum juga membuka pintu kamar mandi, saya terpaku, kemudian menajamkan telinga.

Suara apa barusan? Siapa? Dari mana? Cicak kah? Duh, jangan-jangan maling. Kamar saya ada di lantai dua dan paling pojok, menempel dengan bangunan sebelah.

Duh, baru ingat. Kemarin itu kan tetangga sebelah ada yang baru meninggal.

Mampus.

Saya memutuskan untuk tidak menghiraukan suara itu dan cepat-cepat mengambil air wudhu lalu sholat. Selesai sholat, saya mengintip keluar dari jendela. Tidak ada apa-apa. Tidak ada siapa-siapa. Langsung saja pintu kamar saya kunci dan saya kembali menghadap laptop.

Kretek kretek kretek kretek kretek, kretek kretek kretek.

Lagi. Kali ini irama bunyinya agak panjang dari sebelumnya. Duh, gusti.

“ADA BUNYI ANEH DI KAMARKUUUU. HELP!” Saya mengetik dengan membabi buta di kotak percakapan saya dengan seorang teman.

Saya menunggu balasan dari teman saya dengan cemas, deg-degan. Bales, please. Bales, please. Keringat dingin mulai mengalir membasahi muka saya. Tangan saya juga. Kepala saya mulai dipenuhi bayangan-bayangan mengerikan.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

Irama bunyi tersebut kembali ke irama di awal tadi. Saya memandang kamar saya berkeliling dengan takut-takut. Tidak ada apa-apa. Kamar saya masih seperti yang saya lihat waktu pulang dari kantor tadi.

Duh, merinding beneran ini. Mana kamar sebelah lagi pulang kampung. Yang lain pasti sudah pada tidur, sebagian lagi belum kembali dari aktivitas bermalam minggu dengan pacarnya.

Kotak percakapan saya dengan teman tadi berkedip tanda ada balasan.

“HAYO LOOOHH. Awas tuh, di belakang kamu, Ti.”

Kampret!

“Asem kowe! WEDI TENANAN IKIIII. DOOOHHH.”

Kretek kretek kretek kretek kretek, kretek kretek kretek.

Nah kan! Irama bunyinya mirip dengan bunyi yang kedua tadi, yang agak panjang. Aneh ini aneh. Kenapa bunyinya berpola begini.

Angin dingin tiba-tiba saja menyapu tengkuk saya. Berkali-kali. Asem, makin merinding. Sumpah, saya tidak berani menengok-nengok ke belakang saya. Meja saya menghadap dinding sih. Plus, ada cermin besar di sana. Duh, feng shui kamar saya ini emang agak aneh. Padahal saya arsitek (Iya, saya arsitek yang malas menata kamar sendiri).

Takutnya, sudah ada perempuan berambut panjang dengan rambut putih berdiri di sana, sedang bercermin dan menyeringai seram kepada saya.

Atau anak kecil dan ibunya dengan wajah menyeramkan duduk di lantai di belakang kursi yang sedang saya duduki.

Atau tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak saya (Saya ini lagi sendirian loh).

Atau tiba-tiba saja di kasur saya, guling saya berubah jadi… ADUH GA BERANI NGOMONGNYA.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

Saya mengetik pelan-pelan di kotak percakapan saya lagi. “MAMPUS AKU. Makin kenceng aja itu suaranya.”

Saya menyambar gelas berisi air putih di dekat laptop dan meneguknya dalam-dalam, hampir tanpa suara.

“Suaranya kayak apa sih?” tanya teman saya.
“Kretek kretek kretek gitu. Kadang panjang, kadang pendek. Kayak berirama teratur gitu. Aduh, gimana iniiiii.”
“Udah tidur aja, gih. Besok juga ilang.” Kata dia lagi.
“Mbahmu turu! Aku malah ra iso turu nek ngene iki. Gimana kalo guling yang lagi kupeluk itu berubah jadi… GYAAA”

Si teman malah mengirimkan emoticon tertawa terbahak-bahak. “Lah kowe nggawe medeni dewe ngunu.” tambahnya. Sialan, malah diketawain.

Kretek kretek kretek kretek kretek, kretek kretek kretek.

DEG. Saya merinding lagi, mendelik kanan-kiri. Memberanikan diri berdiri dari kursi dan mencari-cari benda yang bisa dipakai untuk melindungi diri.

Siapa tau maling. Siapa tau penjahat. Siapa tau pemerkosa. Tapi bisa jadi juga tetangga sebelah yang kemarin… Lagi-lagi bayangan-bayang makhluk halus yang menyeramkan memenuhi kepala saya.

Saya teringat saran teman saya tadi untuk segera tidur. Bodo amat dengan deadline lah.

Bunyi ‘kretek-kretek-kretek’ itu masih berlanjut ketika saya memutuskan untuk mematikan laptop dan menerjang kasur. Lampu sengaja saya nyalakan. Padahal biasanya saya tidur dengan lampu dimatikan. Saya pun memeluk guling kencang-kencang, berharap dia ga berubah bentuk menjadi… you know.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

TUH KAN. Saya memejamkan mata erat-erat dan merapatkan badan ke dinding. Lagi-lagi bayangan-bayangan mengerikan muncul di kepala saya.

Kretek kretek kretek kretek kretek, kretek kretek kretek.

*****
Saya terbangun saat adzan Subuh berkumandang. Saya memandangi kamar. Tidak ada yang berubah dari semalam.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

Ugh, MASIH AJA! Saya kali ini memberanikan diri mendekati pintu kamar. Siapa tau memang benar ada sesuatu di baliknya. Saya berjalan pelan-pelan, berjingkat-jingkat mendekat.

Belum sampai di pintu depan, saya dikejutkan oleh suara itu lagi. Irama yang lebih panjang. Dan sangat dekat. Saya berhenti, menajamkan telinga.

Terasa ada hembusan angin dingin di dekat kaki saya. Saya menoleh ke samping kiri saya, kemudian ke bawah.

Kipas angin tua itu berputar pelan dan mengeluarkan suara berderit-derit.

Kretek kretek kretek kretek kretek.

Saya mungkin harus beli kipas angin baru. Tapi gajian masih lima belas hari lagi.

—–

Saya sempat kaget waktu liat file cerita ini ada di laptop. Hampir lupa pernah bikin beginian hahaha. Cerita ini dibikin untuk sebuah proyek kumpulan cerita horor yang diadakan salah satu selebtwit bekerjasama dengan sebuah layanan self-publishing. Pada akhirnya cerita ini ga saya kirim, lupa juga kenapanya. Apa karena kurang mencekam (padahal pas saya baca ulang kemarin itu saya merinding bahahahak) atau tenggat waktunya sudah lewat. Yang saya post di sini juga udah saya edit ulang di beberapa bagian.


Anyway, ini kisah nyata, meskipun latar tempatnya ga nyata. Kejadian aslinya di ruang tengah rumah di Jogja, malam Minggu atau bukan saya juga ga ingat sih. Tapi waktu itu saya benar-benar ketakutan, biasanya tidur sendirian di depan tivi ga masalah, malam itu langsung nyari ibu dan nduseli ketek beliau. Padahal di kamar ibu udah kebanyakan orang, ga muat lagi. :)))