Sunday, December 11, 2016

Review - Between True Love and Dream (Chapter 4)


Author : Runi Rahmawati (Woohyunnie)
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho, key ( Shinee) & Nam Ji Hyun ( OC)
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Happy Reading!.
Chapter 4
" Maaf.......... "
................
Key tampak serius saat menatap sebuah figura besar terpajang di salah satu dinding rumahnya, tiba-tiba seorang namja datang sambil menyeret sebuah koper besar dengan pakaian casual dan jaket tebalnya.
“ Hyung aku pulang.” Ujar namja yang baru datang itu sambil memberi hormat.
“ Sungjong-ah? Kau kenapa ada di sini?” Tanya key dengan mimic wajah yang menunjukkan ketidak sukaan.
“ Aku sangat mencemaskanmu hyung.”
“ Jangan berpura-pura! kau kembali karena berpikir aku gila kan?”
“ Aniya, aku kembali karena ingin bersama hyung!.”
“ Aku tidak butuh kehadiranmu!.”
“ Meskipun hyung tidak menginginkan kehadiranku, aku tetap akan tinggal!.”
“ Terserah kau saja, tapi jangan usik kehidupan aku!.”
Key pergi meninggalkan ruang tamu, sambil menerima sebuah telpon yang masuk.
“ Yeobssaeyo ahjussi!.”
“ ……………………..”
“ Ne, aku akan segera ke sana!.”
Key mempercepat langkah kakinya kemudian pergi meninggalkan rumah bersama mobil sport mewahnya dengan kecepatan tinggi. Melihat tingkah laku Key yang sedikit mencurigakan, sungjong pun menyusul hyungnya.
.
.
Seoul hospital centre
Sunggyu yang sedang terbaring lemah itu sontak langsung tercengang karena myungsoo datang bersama woohyun. Myungsoo yang tahu dengan situasi seperti ini pun langsung meninggalkan keduanya.
“ Hyun aku pikir kau tidak mau menemuiku?”
“ Hyung mian, jongmal mianhae!.” Woohyun menundukkan kepalanya tanpa berani menatap kedua mata namja yang ada di hadapannya itu.
“ Gwaenchanna, aku tak marah sedikit pun padamu hyun.”
“ Keunde hyung, aku sudah menyakitimu!.”
“ Aniya, aku yang sudah menyakitimu.” Sunggyu menarik woohyun kedalam pelukannya.
“ Mianhae woohyun-a…… aku sudah terlalu banyak menyakiti perasaanmu!.”
“ Na do mianhae hyung! jongmal mianhae!.” Woohyun menumpahkan air matanya di bahu sunggyu.
.
.
……………….
Minho berjalan sedikit cepat kembali menuju ruang UGD, namun langkahnya terhenti saat melihat myungsoo yang sedang duduk menunggu di depan ruang UGD.
“ Myung kenapa kau di luar? Apa sunggyu sudah tidur?” 
“ Hyung?” Myungsoo terkejut melihat minho yang sudah berdiri di hadapannya.
“ Kenapa kau tidak menemani sunggyu?”
“ Hyung kenapa cepat sekali?”
“ Pasien di ruang vip sudah ditangani dokter lain, aku ingin menemui tunanganku!.” Minho sedikit mengintip ke sela jendela yang terbuka, matanya tiba-tiba membulat saat melihat Woohyun dan sunggyu sedang berpelukan.
“ APA-APAAN MEREKA!.” 
“ Hyung aku bisa jelaskan!.” Myungsoo berusaha mencegah minho yang sedang tersulut emosi itu tapi sia-sia karena minho mendorong tubuhnya dengan kasar ke arah kursi tunggu.
.
.
“ Hyung aku sangat mencintaimu!.” Ujar woohyun sambil terus mempererat pelukannya pada namja yang sedang terduduk di atas ranjang rumah sakit itu.
“ Aku juga…………..”
“ JANGAN BERANI KAU MENYENTUH TUNANGANKU BRENGSEK!.” Minho menarik tubuh woohyun yang sedang memeluk sunggyu itu dengan kasat lalu memberikan sebuah tinju keras ke arah perut woohyun.
Bugh….
“ Minho-ya jangan sakit dia!.” Sunggyu mencoba menahan tubuh minho tapi sia-sia.
Bugh….
Satu lagi pukulan melayang ke wajah tampan woohyun, sunggyu yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menangis. Merasa puas menyakiti woohyun kini minho melirik sunggyu yang sedang berdiri mematung sambil menangis.
“ Chagi-ya selamanya aku tidak akan pernah melepaskanmu!.” Minho mencium sunggyu dengan kasar tepat di hadapan woohyun. Minho semakin memperdalam ciumannya meski sunggyu berusaha melepaskan diri. Namun karena kondisi sunggyu yang masih lemah itu membuat tenaganya terkuras habis dengan ciuman ganas yang diberikan minho kepadanya.
Woohyun yang masih terduduk di lantai itu melihat jelas bagaimana namja yang dicintainya dicium oleh namja lain lebih tepatnya oleh tunangannya. Sunggyu yang sedang mendapat perlakuan manis dan kasar itu hanya bisa pasrah sambil melihat ke arah woohyun yang mulai berkaca-kaca. Air mata sunggyu semakin jatuh menetes saat melihat woohyun dengan lemah berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut. 
Minho sangat menikmati ciumannya itu terhadap sunggyu, bibir tipis sunggyu yang semerah cherry itu digigitnya pelan sambil lidahnya masuk menerobos rongga mulut sunggyu. Deretan gigi putih sunggyu tak luput di absennya, meski ciumannya tak mendapat balasan dari sunggyu tapi minho tak menyerah dia terus bermain dengan bibir tunangannya itu sampai merasa cukup puas.
“ Chagi-ya jangan pernah memancingku untuk melakukan hal yang nekat seperti tadi!.” Minho mengelus pipi sunggyu kemudian mengecup kening sunggyu sekali.
Sunggyu hanya bisa memalingkan wajah sambil tak hentinya meneteskan air mata, pikiran dan hatinya masih dipenuhi dengan woohyun.
Lalu bagaimana dengan woohyun?.....
Woohyun pergi meninggalkan rumah sakit dengn perasaan yang sangat hancur, bahkan woohyun hampir dua kali terjatuh dari kendaraan roda duanya. Woohyun terus menambah kecepatan laju motornya dan menyalip satu demi satu kendaraan yang berada di depannya. namun saat melewati tikungan tajam woohyun tidak sempat menarik pedal rem untuk menghindari tabrakan dengan sebuah mobil sport mewah yang melaju dari arah berlawanan. Tabrakan pun tidak dapat dihindari, woohyun terpental dari kendaraannya dan tubuhnya jatuh menghantam aspal jalanan dengan kepala membentur aspal lebih dulu. Darah mengalir keluar dari hidung, telinga dan luka di kepala woohyun, tangan dan kaki woohyun juga ikut terluka terkena gesekan aspal jalan yang kasar.
……………….
Tiga hari kemudian…..
Woohyun sudah tiga hari tak sadarkan diri, kepalanya masih dibalut perban karena luka jahitannya masih belum kering. Sementara itu luka-luka di tangan dan kakinya juga masih terasa perih, kecelakaan motor yang dialami woohyun waktu itu membuat woohyun koma selama dua hari di ruang vip sebuah rumah sakit swasta di Seoul. Seorang yeoja cantik tetap setia menunggu sampai woohyun sadarkan diri. Sebuah keajaiban datang, woohyun akhirnya mulai menggerakkan tangannya dan perlahan membuka kedua matanya.
Yeoja yang tengah asyik membaca buku itu pun segara menekan tombol di sampaing ranjang woohyun agar para dokter dan tim medis segara datang.
“ Kau sudah sadar?” 
Woohyun membuka kedua matanya dengan lebar karena rasa sakit di kepalanya masih terasa. Tak lama berselang dokter dan beberapa perawat masuk ke ruangan dan langsung memeriksa tubuh woohyun.
“ Bagaimana keadaanya dokter?” Tanya yeoja cantik itu.
“ Keadaanya sudah mulai membaik.”
“ Oppa bagaimana keadaanmu?”
“ Aku dimana?” Tanya woohyun.
“ Oppa ada di rumah sakit, tiga hari yang lalu oppa mengalami kecelakaan. Apa oppa tidak ingat?”
Woohyun hanya diam sambil menatap lekat wajah yeoja cantik yang ada dihadapannya itu.
“ Dokter apa terjadi sesuatu pada oppa ini?”
“ Apa kau ingat siapa namamu?” Tanya Dokter pada woohyun, namun woohyun tetap diam dan justru menggelengkan kepalanya.
“ Nona sepertinya oppa anda mengalami amnesia?”
“ Amnesia?” 
“ Ne, mungkin benturan di kepalanya saat kecelakaan waktu itu membuat ingatannya hilang sementara.”
“ Sementara? Lantas kapan oppa akan ingat kembali dokter?”
“ Saya tidak tahu, mungkin kau harus membantunya mengingat ingatannya agar segera pulih.”
“ Ne dokter, saya mengerti.”
“ Saya harus memeriksa pasien lain, permisi.”
“ Ne dokter, gamsahabnida.”
Di ruangan yang lumayan besar itu kini hanya menyisakan yeoja canti yang entah siapa bersama woohyun yang masih terbaring lemah depan perban yang membalut luka di kepala dan jarum infuse yang menancap di tangan kanannya.
“ Oppa apa kau benar tidak ingat siapa namamu?”
Woohyun hanya menggeleng kemudian memegangi kepalanya yang terasa sakit.
“ Oppa sudah jangan diingat kalau itu membuatmu sakit.”
“ Kau siapa? Apa kau mengenalku?”
“ Nan Yoon Ryun hi imnida, aku yang membawa oppa ke rumah sakit saat oppa kecelakaan karena menghindari mobil pick up.”
“ Gomawo.”
“ Ne, aku senang bisa menolong oppa. Untuk sementara waktu boleh aku memanggil oppa dengan nama Yoon Yeong Dae.”
“ Yoo Yeong Dae? Nama siapa itu?”
“ Itu nama mendiang oppa ku, beliau meninggal satu tahun yang lalu karena penyakit jantung.”
“ Kenapa kau memberikan nama itu padaku?”
“ Karena aku melihatmu seperti mendiang oppaku, aku sangat merindukannya.”
“ Ryun hi-ssi kau boleh menganggapku seperti oppamu sendiri. Berapa usiamu?”
“ Aku baru 20 tahun.”
.
.
Dua bulan kemudian……
Segalanya berubah sejak woohyun menghilang….
Kembalinya sungjong dari jepang dan menghilangnya woohyun membuat key semakin tertekan dan kondisinya semakin tidak stabil, akhirnya sungjong rutin membawa key ke rumah sakit untuk check up dan kembali mengonsumsi obat penenang.
Semenjak hilanganya woohyun, ji hyun mulai membenci sunggyu dan mengganggap semua yang terjadi pada woohyun adalah ulah sunggyu.
Begitu pula dengan hubungan sunggyu dan minho yang mulai renggang, karena semenjang ciuman di rumah sakit waktu itu. Sunggyu akhirnya mengambil keputusan dan mengakhiri hubungannya dengan minho. Meski sunggyu harus berpikir ulang akan hutan budi orang tuanya pada keluarga minho, namun minho tetap mengejar sunggyu dan berharap sunggyu mau menjadi tunangannya lagi.
Daekkyung university, 13.00 pm.
Saat tidak ada kelas, sunggyu biasanya menghabiskan waktu di ruang music sendirian sambil memainkan piano yang biasa dimainkan olehnya bersama woohyun. Setiap detik, menit dan jam tak pernah sunggyu lewatkan tanpa merindukan sosok woohyun yang selalu ada di hatinya.
Kemana woohyun pergi?
Dimana woohyun sekarang berada?
Apa yang sedang woohyun lakukan?
Apa woohyun baik-baik saja?
Setidaknya pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu yang selalu terngiang di telinga sunggyu.
“ Woohyun-a apa kau tidak ingin menemuiku lagi? Apa kau tidak merindukan aku?” Rancau sunggyu sambil menekan note piano dengan cukup keras. Perlahan air matanya mulai menetas dan tangisnya mulai terisak.
…………
“ Aku tidak tega melihatnya seperti itu!.” Ujar dongwoo pilu saat melihat sahabat terbaiknya menangis seorang diri.
“ Hyung kemana sebenarnya woohyun pergi?”
“ Aku juga tidak tahu, yang aku tahu woohyun sering mengirim pesan pada myungsoo bahwa dia baik-baik saja tapi selalu melarang siapapun menemuinya dan sekarang woohyun tidak pernah kembali.”
“ Apa dia tidak peduli pada kuliahnya di sini?”
“ Aku juga tidak tahu.”
Di lain tempat, Seoul hospital centre.
Ji hyun sedang duduk bersama namja tampan yang usianya terpaut 6 tahun dengannya. Keduanya sedang duduk berhadapan ditemani secangkir kopi susu hangat dan biscuit coklat.
“ Apa woohyun masih tak ingin pulang?” Tanya ji hyun yang mulai pada inti pembicaraan.
“ Ne noona, bahkan sudah dua minggu ini dia tak mengabari aku.”
“ Apa kau tahu dimana dia?”
“ Kalau aku tahu aku pasti menemuinya, setiap kali aku melacak ponselnya selalu mati. Sepertinya dia memang sengaja membuat kita semua panic.”
“ Tapi itu bukan kebiasaan woohyun, aku kenal dia sejak kecil. Senakal apapun woohyun, dia tidak akan membuat aku khawatir sampai seperti ini. Pergi tanpa pamit! Apa kita coba lapor polisi saja?”
“ Woohyun selalu melarang ku noona, dia mengancam tak akan pernah kembali lagi!.”
Mendengar jawaban dari sepupunya itu ji hyun hanya bisa pasrah menunggu kepastian kapan woohyun akan pulang dan bersamanya lagi seperti dulu.
………………..
Memasuki akhir musim dingin membawa sejuta kebahagiaan dan juga kesedihan, begitu pula yang dirasakan seorang yeoja berumur 20 tahun. Yoon Ryun hi namanya, musim dingin dua tahun lalu ia kehilangan oppa kesayangannya pergi untuk selama-lamanya. Namun akhir musim dingin tahun ini gadis cantik itu mendapatkan kembali senyumannya melalui sosok woohyun yang kini sedang mengalami amnesia karena kecelakaan sepeda motor dua bulan yang lalu. Woohyun tak ingat apapun bahkan dirinya sendiri, namun bersyukurlah woohyun karena saat kecelakaan itu mendapat pertolongan gadis cantik nan baik hati seperti Ryun hi. 
Woohyun yang saat itu terluka parah dengan luka di kepala dan tangannya dibawa Ryun hi dan keluarganya ke rumah sakit, ryun hi juga yang mendonorkan darahnya untuk woohyun karena kondisi woohyun benar-benar sangat kritis. Ryun hi menyayangi woohyun lebih dari apapun, dia menganggap woohyun seperti oppa kandungnya sendiri. Bahkan Ryun hi memberikan nama oppanya ‘ Yoon Young Dae’ kepada woohyun namja yang baru pertama kali ia temui.
Woohyun tersenyum sambil memperhatikan yeoja cantik yang sedang memetik pucuk bunga yanga baru mekar di sebuah taman tak jauh dari rumah mereka.
“ Ryun hi-ya pakai mantelmu!.” Teriak woohyun sambil memegangan erat mantel ryun hi yang ada di pangkuannya.
“ Aniya oppa, udaranya sangat segar.”
“ Kau bisa sakit!.” Woohyun beranjak dari kursi roda namun baru beberapa langkah ia sudah jatuh kembali.
“ Oppa gwaenchanna?.” Ryun hi berlari menghampiri woohyun.
“ Gwaenchannayo, mian oppa selalu merepotkan kamu!.”
“ Aniya, aku sayang oppa. Oppa jangan bicara seperti itu lagi eoh!.”
“ Ne, gomawo.”
“ Apa kaki oppa masih sakit?”
“ Masih sedikit ngilu.”
“ Oppa tetap di kursi roda saja, biar aku kakinya cepat sembuh!.”
“ Tapi aku ingin cepat berjalan dengan normal.”
“ Secepatnya oppa akan berjalan dengan normal, percaya padaku!.”
“ Ne.”
“ Sebelum pulang kita mampir ke restoran dulu bagaimana?”
“ Boleh!.”
“ Kajja!.” Ryun hi membantu woohyun duduk kembali di kursi rodanya kemudian mendorong kursi roda woohyun menuju mobil.
.
.
Sudah hampir satu bulan sunggyu kembali bekerja di sebuah restoran kimchi dan bibimbap yang sangat terkenal di Seoul. Sunggyu bekerja tanpa henti setelah jam kuliahnya berakhir, sunggyu terpaksa melakukannya agar ia punya kesibukan sendiri dan bisa sedikit melupakan rasa rindunya terhadap woohyun yang sudah menghilang sejak dua bulan yang lalu.
“ Gyu tolong beli sayuran dan daging panggang di pasar tradisional!.” Perintah sang pemilik kedai yang merupakan Appa dari teman satu kampus sunggyu.
“ Ne ahjussi.”
“ Setelah itu tolong mampir ke minimarket untuk beli beras dan roti.”
“ Ne.” Setelah mendapat tugas sunggyu langsung pergi sambil mengendarainya sepeda maticnya.
Satu jam setelah sunggyu pergi datang dua orang pengunjung kedai yang tak lain adalah Ryun hi dan woohyun. Woohyun kini tak lagi memakai kursi roda melainkan sebuah tongkat dan dipapah oleh ryun hi saat berjalan.
“ Selamat datang, anda ingin memesan apa?” Ujar pelayan restoran dengan ramah.
“ Aku pesan bibimbap dan teh hangat, oppa ingin pesan apa?”
“ Kimci, bibimbap dan ramyeon.” Ujar woohyun sambil membuka hoddie yang menutup kepalanya.
“ Woohyun?” Si pelayan yang sedari tadi pokus mencatat kini terdiam sambil menatap lekat wajah woohyun.
“ Wooh…..hyun? apa anda mengenalku?” Ujar woohyun bertanya-tanya.
“ Kau kemana saja? kau sudah membuat semua orang cemas apalagi gyu hyung!”
“ Oppa kajja kita pergi dari sini! Mendadak kepalaku pusing.” Ryun hi menarik tangan woohyun dan membantunya berjalan.
“ Tunggu sebentar chagi, biarkan namja ini menjelaskan ucapannya!.”
“ Oppa kajja! Aku benar-benar pusing!.” 
“ Baiklah!,” Woohyun pergi bersama Ryun hi meninggalkan kedai tersebut.
“ Hey kau mau kemana?.” Hoya hanya diam menatap kepergian woohyun bersama seorang yeoja, dia tampak kebingungan dengan sikap woohyun yang seolah-olah tak mengenalnya. “ Apa yang terjadi dengannya? Apa dia bukan woohyun?”
“ Hey jangan melamun!.” Seseorang menepuk pundak hoya dari belakang.
“ Hyung kapan sampai?”
“ Baru saja, kau kenapa melamun?”
“ Hyung aku baru saja bertemu woohyun!.”
“ Woohyun? Eodiga? Sekarang di mana dia?”
“ Hyung tenanglah!. Aku juga belum yakin kalau itu woohyun!. Dia sendiri tak menganaliku.” Ujar hoya putus asa.
“ Wae? Mungkin dia berpura-pura!.” Ujar sunggyu menebak.
“ Dia seperti orang asing bagiku! Jalannya juga pincang. Dia bersama seorang gadis berusia 20 tahunan.”
“ Jinja? Hoya apa mungkin terjadi sesuatu pada woohyun?”
“ Misal?”
“ Tadi kau bilang kakinya pincang, apa mungkin woohyun mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.”
“ Hyung jangan bercanda!.”
“ Aku serius, semarah apapun woohyun kepadaku dia tak akan menghilang sampai berbulan-bulan seperti ini.”
“ Mollayo hyung, mungkin saja.” Hoya berlalu menuju dapur.
“ Benarkah kecurigaanku ini hyun?” 
…………………
“ Chagiya apa kepalamu masih pusing?” Woohyun memegang dahi Ryun hi yang duduk di sampingnya.
“ Ne, Oppa tetaplah bersamaku!.”
“ Tentu saja,memangnya oppa akan pergi kemana?”
“ Oppa jangan pikirkan ucapan pelayan tadi ya! aku pikir dia pasti salah orang!.”
“ Oh soal orang yang bernama woohyun?”
“ Ne, nama woohyun itu terlalu familiar. Mungkin ada banyak orang dengan nama woohyun di korea atau mungkin dia salah menduga.”
“ Ne, Geokcheongma. Tidurlah agar kepalamu tidak pusing!.” Woohyun menyandarkan kepala Ryun hi di pundaknya.
“ Gomawo oppa.”
.
.
Malam harinya woohyun terdiam seorang diri di kamar yang berukuran cukup besar dengan fasilitas lengkap seperti ac, tv yang dilengkapi mp3 dan sound, lemari pendingin kecil juga sofa besar yang ada di depan tempat tidurnya.
“ Woohyun? Siapa dia?” 
Sambil memikirkan nama itu, woohyun menghampiri meja belajar dan menyalakan computer lalu menjelajah google untuk mencari tahu tentang nama ‘ WOOHYUN’ namun sayang yang muncul hanya beberapa orang dengan nama yang berakhiran Hyun seperti Kim Soohyun, dohyun, baekhyun, hyun dong dll.
“ Kenapa tidak ada?” Woohyun mengacak-acak rambutnya frustasi.
.
.
Di luar kamar Woohyun, ryun hi mengintip melalui celah pintu kamar yang terbuka. Sedari tadi ia memperhatikan oppanya itu dari luar.
“ Oppa tidak akan tahu tentang nama itu! Karena semua jawabannya hanya ada di ponsel ini.” Ryun hi tersenyum sinis sambil mengenggam erat smartphone berwarna hitam dengan kaca depan yang sedikit retak.
TBC



Review - Between True Love and Dream (Chapter 3)


Note : WANJEEEEEEEEEER. WAT DE HEEEEELLLLL. NO WORDS NEEDED. JUST NEXT !!!!!!!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Author : Runi Rahmawati (Woohyunnie)
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho, key ( Shinee) & Nam Ji Hyun ( OC)
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Happy Reading!.
" Kadang kejujuran itu bisa menyakitkan.” >> Myungsoo
Chapter 3
Chapter 3
Seoul, 08.00 Am Kst
Seorang namja dengan mata elang dan bibir tipis terlihat sangat bahagia, senyumannya selalu terukir indah dan terus memainkan sebuah kotak kecil berlapiskan kertas kado berwarna merah muda.
“ Sungyeol pasti menyukainya…..” Ujarnya sambil menatap intent kotak yang sudah ia siapkan sebelum sosok bernama sungyeol yang sedang ditunggunya muncul.
Tak lama berselang, namja tinggi putih datang tergesa-gesa. Tangannya tampak kerepotan dengan tas laptop dan beberapa dokumen.
“ Kau sudah lama ya? mian tadi ada banyak pekerjaan di kantor.”
“ Pagi-pagi begini?”
“ Tugasku mengejar deadline, ada apa memintaku datang?”
“ Kau mau pergi lagi?”
“ Ani, aku ingin sarapan dan minum kopi dulu. Kau tak kuliah?”
“ Aku bolos.” Balasnya sambil menyeruput kopi hangat yang sudah dianggurkan sejak tadi, sedang temannya itu hanya memperhatikan. “ Jangan cemas, hari ini tidak ada jadwal. Akhir-akhir ini kau sangat sibuk sungyeol-ah.”
“ Mianhae Myungsoo-ya, pekerjaanku tidak bisa ditunda.”
“ Aku tahu, menjadi seorang jurnalis pasti berat.”
“ Aniya, aku sangat mencintai pekerjaanku. Kau tahu menjadi seorang jurnalis bukan hanya pekerjaanku tapi juga impianku sejak kecil. Aku bisa mengungkap sebuah fakta yang tersembunyi, aku ingin semua orang bersikap jujur.”
“ Apa kau tak takut dapat masalah?..... Kadang kejujuran itu bisa menyakitkan!.”
“ Lebih menyakitkan dari pada dibohongi.” Sungyeol menatap lurus lawan bicaranya dan keduanya saling menatap beberapa saat.
“ Oh iya ada apa kau menelponku ke sini?” Sungyeol pun tak rela membiarkan kopi miliknya menjadi dingin, akhirnya ia teguk sampai habis setengahnya.
“ Sungyeol-a aku………..” Myungsoo tampak ragu untuk mengatakannya, mengatakan bahwa sosok yang ada dihadapannya berhasil membuat jantungnya berdetak tak beraturan.
“ Ahhh aku ingat sesuatu, myungsoo-ya kau harus lihat ini!.” Sungyeol mengeluarkan secarik kertas dari tumpukan dokumennya. “ Kau harus membacanya!.” Menyodorkan kertas itu kepala teman hangoutnya.
“ Artikel apa ini?” Myungsoo dengan cermat mulai membaca tulisan yang tertuang dalam secarik kertas tersebut.
“ Itu artikel yang aku print out dari situs pemberitaan di Jepang.”
“ Key? “ Myungsoo membulatkan matanya dan sedikit menaikkan intonasi suaranya. “ Melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadi dan mengemudi ugal-ugalan.”
“ Dia teman lamamu kan? Di situ juga tercantum nama sekolah lamamu.”
“ Kami dulu sempat dekat!,,,,ani maksudku…. aku, woohyun dan key sangat akrab. Dan woohyun mantan pacarnya.”
“ Woohyun yang waktu itu mabuk di bar?”
“ Iya.” Myungsoo tak mengalihkan padangannya dari artikel tersebut. “ Jadi key sempat di rawat di rumah sakit karena gangguan mental.”
“ Ne, kedua orang tuanya cerai dan ayahnya terlibat skandal korupsi. Dia kembali ke seoul untuk berobat.”
“ Aniya, key di sini tidak berobat tapi dia melanjutkan kuliahnya. Dia satu kampus dengan woohyun.”
“ Sungguh?”
“ Ne, woohyun sering cerita kalau kehadiran key membuatnya tidak nyaman. Key terus mengejar-ngejarnya dan meminta balikan!.”
“ Myungsoo-ya sebaiknya kau beritahu woohyun agar dia lebih hati-hati dengan key.”
“ Apa key berbahaya?” Tanya myungsoo sambil melepaskan pandangannya dari kertas tersebut.
“ Bukan begitu, aku hanya takut key berbuat nekad kepada woohyun.”
“ Kau benar, aku tidak menyangka kehidupan key akan seperti ini.”
“ Ne, kau benar. Perceraian orang tuanya membuat mental key terganggu.”
“ Ini pasti sangat berat untuknya.”
“ Oh iya, tadi kau ingin mengatakan apa?” Tanya sungyeol.
“ Aku…….”
“ Kau kenapa?”
“ Aku lupa.” Balas myungsoo sambil tersenyum.
“ Heyyy, kau aneh!.” Sungyeol kembali meneguk minumannya.
“ Sungyeol-a kau maukan jadi kekasihku?” Ucapan myungsoo sukses membuat namja tinggi itu memuncratkan minumannya tepat di wajah myungsoo.
“ Yaaa kau jorok sekali!.” Myungsoo mengelap wajahnya dengan tangan kosong sambil merasa jijik.
“ Uhuk uhuk omo mianhae myungsoo-ya, aku tidak sengaja!.” Sungyeol sontak mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap paras tampan myungsoo yang terkena muncratannya. “ Jongmal mianhae.”
“ Ahh sudah tak apa!. Ini juga karena aku menembakmu di saat yang tidak tepat.”
“ Aku mau!.”
“ Nde?” Myungsoo pura-pura tak mendengar ucapan sungyeol.
“ Aku mau jadi kekasihmu.”
“ Jinja?” Tanya myungsoo sekali lagi dan sungyeol langsung mengiyakan dengan anggukan beberapa kali.“ Saranghae sungyeol-a.” Myungsoo menggenggam tangan sungyeol dan menciumnya dengan lembut.
“ Na do saranghae myungsoo-ya.”
“ Aku punya sesuatu untukmu.”
“ Apa?”
“ Ta da……” Myungsoo menyodorkan kotak berwrna pink itu pada namja yang sekarang berstatus kekasihnya. “ Bukalah!.”
“ Ne.” Sungyeol mulai membuka kotak tersebut. Sebuah jam berwarna hitan tersembunyi di balik kotak tersebut.
“ Apa kau menyukainya?”
“ Tentu saja.” Sungyeol tak henti mengukir senyuman saat Myungsoo melingkarkan jam tangan tersebut di tangannya.
“ Meski kau sangat sibuk, aku harap kau selalu bisa meluangkan waktumu bersamaku chagi!.”
Sungyeol merasa tersentuh dengan kata-kata kekasihnya itu.
“ Sesibuk apapun, aku akan berusaha ada untukmu chagi.”
( Skip………… biarkan Myungyeol menikmati waktu kebersamaan mereka)
Seoul Hospital Centre
Pagi itu Ji hyun sudah disibukan dengan menangani pasien kecelakaan lalu lintas. Ada beberapa korban dari kecelakaan yang terjadi dini hari itu. Sebagai seorang perawat ji hyun bertugas membantu dokter membantu dokter dalam menangani pasien kapan pun dimana pun dan dalam kondisi apapun. Ji hyun tampak kerepotan ketika harus membersihkan darah yang bercampur dengan pasir pada luka salah seorang pasien.
“ Perawat Nam bersihkan dengan benar! Agar tidak timbul infeksi.”
“ Saya mengert dokter.” Yeoja cantik itu begitu telaten dalam menangani pasiennya, bahkan ia tak memperdulikan ketika seragam kerjanya terkena noda darah.
“ Perawat nam biar saya bantu!.” Entah sejak kapan namja itu berada di ruang UGD yang jelas kehadirannya lumayan membuat jantung ji hyun berdetak kencang.
“ Ahh ne, tolong ambilkan anti septiknya.”
“ Ne, sepertinya lukanya cukup parah.”
“ Kau benar, tapi untungnya pendarahannya bisa segera ditangani.”
“ Setelah kau bersihkan, aku akan menjahit lukanya.”
“ Ne, aku akan membantu pasien yang lain.” Setelah menangani pasien tersebut, ji hyun beralih ke pasien yang lain. Suasana ruang UGD pagi itu cukup sibuk, para pasien berjuang melawan maut dan para dokter beserta perawat berjuang menyelamatkan pasien.
…………………..
Setelah berjuang selama kurang lebih 2 jam di ruang UGD, akhirnya Ji hyun dapat bernafas dengan lega karena para korban kecelakaan lalu lintas itu dapat diselamatkan.Kini ji hyun sedang sarapan bersama rekan kerja dan beberapa dokter di kantin rumah sakit.
“ Perawat nam kau sudah bekerja keras!.” Ujar salah seorang perawat sambil melempar senyumannya.
“ Ne sunbaenim, anda juga sudah bekerja keras.” Balas ji hyun kepada perawat senior yang memujinya.
“ Kalian semua sudah bekerja keras.”
“ Ne Dokter Yoo.”
“ Oh aku lupa mengenalkan dokter baru yang bertugas di ruang UGD kepada kalian.”
“ Dokter yoo, apa dokter itu namja yang tadi membantuku?” Tanya Ji hyun.
“ Ne, namanya Park Minho dia sudah di trainee di Rumah sakit Gangnam dan sekarang dia akan bekerja sebagai tenaga medis di sini.”
“ Ahh kkeraeyo, sepertinya dia masih muda?”
“ Kau benar perawat nam, dia seumuran denganmu.”
“ Jinja?”
“ Eeeeeee…… sepertinya akan ada drama cinta di rumah sakit ini.”
“ Yaaa wae?”
“ Kyaa ji hyun-a bukankah kau sangat mengidamkan suami seorang dokter?”
“ Ne itu benar.”
“ Nahh itu kesempatan untukmu mendapatkan hati Dokter Park.” Goda beberapa rekan kerja Ji hyun.
“ Kyaaaa kkeumanhae….. Dokter Yoo mianhae, mulut mereka tidak bisa dijaga.” Ji hyun ingin sekali menjitak satu persatu teman-temannya itu tapi kehadiran Dokter yoo membuatnya harus menjaga sikap.
“ Kalian ini, Dokter Park kemarilah!.” Dokter Yoo memanggil minho yang baru saja mengambil menu sarapannya.
“ Ahhh dia benar-benar tampan.”
“ Kyaaa Ji hyun-a apa kau akan melepaskannya?” Bisik salah seorang perawat yang duduk di samping Ji hyun.
“ Yaa kkeumanhae, sebelum aku memukul kepalamu!.” Ji hyun mencubit paha temannya itu.
“ Awww……” Pekiknya kesakitan.
“ Perawat kang, kau baik-baik saja??”
“ Ne Dokter yoo, nan gwaenchannayo.”
Minho berjalan menghampiri kumpulan para dokter dan perawat itu, dengan senyum manisnya dia membius para perawat termasuk ji hyun.
“ Aigoo senyumannya membuatku jatuh cinta.”
“ Kyaaa pelankan suaramu.” Ujar Ji hyun sambil menampar halus paha perawat kang.
“ Annyeonghasseyo!.” Ujar minho memberikan salam.
“ Ne annyeonghassaeyo dokter park, duduklah!.”
“ Ne.”
“ Dokter park ….. perkenalkan mereka para perawat yang nanti akan membantumu selama berada di ruang UGD.”
“ Annyeonghassaeyo, Dokter Park Minho imnida.”
“ Ne, annyeong perawat nam jihyun, nan Kang Seo Ah, Im Ji hye, dan aku perawat senior Choi Su bin.” Para perawat itu memeperkenalkan diri mereka masing-masing. Selain itu mereka saling berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.
“ Perawat nam, bukankah anda yang tadi membantuku?”
“ Ne.”
“ Gomawo, kau tadi sudah banyak membantuku.”
“ Ne, anda juga sudah bekerja keras Dokter Park.” Ji hyun tersenyum kepada minho.
Setelah acara perkenalan itu, semua kembali pada aktivitas sarapan yang sempat tertunda. Namun baru beberapa menit, tiba-tiba minho mendapat telpon dan langsung pergi meninggalkan Rumah sakit.
…………………….
Back To Daekkyung University.
Woohyun masih kesal karena kehadiran key yang mengganggu permainan pianonya, kini ia sedang berada di kantin kampus sambil menikmati segelas kopi hangat. Tiba-tiba hoya, dongwoo serta teman-teman yang lain datang namun tanpa kehadiran sunggyu.
“ Woohyun-a annyeong!.” Sapa dongwoo sambil tersenyum ceria.
“ Ne annyeong hyung.” Balas woohyun tak bersemangat.
“ Kyaa waegere? Deo appo?” Tanya hoya.
“ Aniya, aku hanya sedang kesal saja. Kyaa kenapa kalian tak datang, aku tadi menunggu di ruang latihan!.”
“ Ahhh mian hyun, tadi di jalan ada insiden kecil.”
“ Apa yang terjadi?”
“ Tadi Sunggyu keserempet mobil.”
“ Jinja? bagaimana bisa? Sekarang hyung di mana?” Woohyun sontak terkejut dan panik.
“ Hyung sedang istirahat di asrama.”
Setelah mendengar jawaban hoya, woohyun langsung beranjak dari tempat duduk.
“ Kau mau kemana?” Dongwoo menahan tangan woohyun agar tak pergi.
“ Aku ingin melihat keadaannya hyung!.”
“ Tetaplah di sini! Sunggyu baik-baik saja, kakinya hanya terkilir dan lututnya lecet.” Dongwoo tak melepaskan tangan woohyun dan malah menariknya agar duduk kembali.
“ Hyung lepaskan aku ingin melihat sunggyu hyung!.”
“ Di sana sudah ada Minho tunangannya!.” Ujar Dongwoo tanpa ragu, ia sadar kalau woohyun tak dicegah maka woohyun akan melihat pemandangan yang dapat melukai perasaannya lagi. “ Hyun aku tak ingin kau sakit hati karena melihat mereka.”
“ Aku mengerti hyung.” Woohyun kembali duduk dan berusaha tersenyum seolah keadaannya baik-baik saja bukan tepatnya perasaannya BAIK-BAIK SAJA.
“ Kyaa woohyun-ssi apa benar kalian hanya pacaran pura-pura?” Tanya salah seorang teman Dongwoo.
“ Ne hyung, aku dan gyu hyung hanya pacaran pura-pura.”
“ Ahhh benarkah? Lalu kenapa key tadi menyerempet sunggyu?”
“ Apa?..” Mata woohyun sontak membulat sempurna.
“ Kyaaa Kim Minseok!” Ancam dongwoo.
“ Ahhh aniya woohyun-ssi, tadi aku salah bicara.”
“ Hyung apa yang kalian sembunyikan dariku?”
“ Eobseo. Kami tak menyembunyikan apa-apa, Minseok tadi salah bicara!. Benarkan?”
“ Ne Hyun, aku tadi salah bicara.”
“ Sudah jelas aku tadi mendengar kalau key yang menyerempet sunggyu hyung!. apa itu benar?”
“ Woohyun-a kau tadi………….”
“ Sudahlah katakan saja, apa itu benar?”
“ ……………………….” Semua orang diam membisu.
“ Hyung apa itu benar?” Desak woohyun kepada dongwoo.
“ Ne, tapi key pasti tidak sengaja menabrak sunggyu.”
Setelah mendengar jawaban dongwoo, woohyun langsung pergi meninggalkan kantin.
“ Ahhh dia pasti marah pada key.” Ujar Hoya
“ Aisssh kau ini sunggyu bilang tadi jangan mengatakannya pada woohyun!.”Gerutu dongwoo pada Minseok yang tak bisa menjada mulutnya itu.
Woohyu berlari meninggalkan kantin, wajahnya diliputi dengan amarah. Namun langkah kakinya membawa woohyun ke arah asrama bukan ke kelas untuk menemui key. Apa dengan woohyun?
Woohyun Pov
Ada apa denganku? Bukankah aku harus menemui key?
Kenapa malah ke asrama?
Aku terus melangkahkan kakiku menuju kamar sunggyu hyung, mungkin saja minho hyung sudah pergi sehingga aku bisa memastikan keadaan gyu hyung baik-baik saja.
Aku semakin mempercepat langkahku dan senyumanku kembali terukir dibibirku.
“ Hyung pasti senang bertemu denganku.” Aku mempercepat langkah kakiku dan kini aku sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya…… tapi???
……………..
“ Chagiya…. kau sungguh tak menyembunyikan apapun dariku? ”
Aku mendengar ucapan minho hyung dari balik pintu ini.
“ Tentu saja, memangnya aku menyembunyikan apa?”
“ Antara kau dan woohyun? Kalian tidak ada hubungan apa-apa kan?”
Aku terkejut mendengarnya, tapi jujur aku senang karena minho hyung akhirnya mengetahui ini.
“ Minho-ssi kau kenal woohyun?”
“ Ani, aku hanya mendengarnya tadi saat menolongmu. Mereka bilang kalian pacaran?”
“ ………………………..”
“ Kenapa kau diam chagi? Apa benar kalian pacaran?”
“ Aniya, kami hanya pacaran pura-pura. Aku membantu woohyun untuk menghindari mantan kekasihnya tidak lebih.”
Jawaban sunggyu hyung terasa begitu menyakitkan untukku.
“ Apa kau sungguh mengatakannya?”
“ Ne…….”
“ Apa kau mencintai woohyun?”
“ Mwo? Aniya, woohyun hanya juniorku tidak lebih. Aku bersikap baik padanya karena aku kasihan, dia sangat kesepian dan nilai kuliahnya jelek. Aku ingin membantunya memperbaiki hidupnya tidak lebih…..”
Cukup….
Aku sudah tidak kuat mendengar semuanya…..
Kata-katamu sudah keterlaluan hyung, aku pikir kau berbeda dengan key…. Tapi nyatanya kalian sama, kalian memang tak pernah tulus mencintaiku……
>> Author Pov
Bughh………
Woohyun memukul tembok kamar sunggyu dengan sekuat tenaga sampai tangannya lecet dan sedikit berdarah. Setelah itu woohyun pergi meninggalkan kawasan asrama dengan perasaan yang benar-benar hancur.
……………….
“ Gyu aku ingin kau jujur padaku! 5 tahun aku mengenalmu dan aku tahu bagaimana mimik wajahmu saat berbohong gyu! …..Apa kau sungguh mencintai woohyun?”
“ ………………….” Sunggyu terdiam cukup air mata yang menjawab pertanyaan minho.
“ Gyu katakan saja, aku tak akan marah!.”
“ Ne kau benar, aku mencintai woohyun, aku benar-benar sangat mencintainya, aku ingin berada di sampingnya menghabiskan waktu bersamanya. Hanya woohyun yang aku inginkan di dunia ini………..” Air mata sunggyu mengalir deras.
“ ………………………” Minho hanya diam menatap tunangannya yang sedang menangis itu, sebenarnya perasaannya cukup terluka mengetahui namja yang sangat dicintainya ternyata mencintai namja lain.
“ Tapi aku tak bisa memilihnya.”
“ Kenapa?”
“ Karena aku milihmu.” Sunggyu masih memangis.
“ Gyu aku tahu kau tak pernah mencintaiku, kau hanya menganggapku tak lebih dari seorang sahabat dan kakak. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku!.” minho menarik sunggyu kedalam pelukannya dan sunggyu menumpahkan kesedihannya di dada bidang minho.
‘ Woohyun-a mianhae, jongmal mianhae……..’ Batin sunggyu.
‘ Aku tak tahu dan tak ingin mau tahu alasan kau memilihku dari pada woohyun, karena bagiku memiliki ragamu sudah membuatku bahagia. Saranghae Kim sunggyu.’ Minho mencium pucuk kepala sunggyu.
…………………..
Woohyun mengemudikan motor ninja kesayangannya dengan cepat bahkan hampir terjatuh, Key yang melihat tindakan woohyun dari lantai dua pun segera turun dan langsung menuju mobilnya untuk mengejer woohyun.
Aksi kebut-kebutan antara woohyun dan key pun tak terelakan, namun key kalah cepat karena ia terperangkap di lampu merah sedangkan woohyun sudah jauh meninggalkannya.
“ Sial! Kenapa lampunya harus merah sih?.” Key memukul stir mobilnya dengan keras. “ Apa yang sebenarnya terjadi? Namu terlihat sangat marah.” Key pun merogoh hp dari sakunya dan menghubungi salah satu no di kontaknya.
“ Yeobssaeyo?” Suara dari balik telpon.
“ Ahjussi tolong cari woohyun dan beri tahu aku dimana keberadaannya!.”
“ Baik tuan.”
……………….
Daekkyung university, 15.00 Pm kst.
Hoya dan dongwoo sudah kembali dari kampus dan kini sedang membantu sunggyu mengobati lukanya. Sunggyu masih meringis kesakitan karena luka lecet di kakinya cukup parah sedangkan hoya tampak kebingungan karean handphone woohyun tak bisa dihubungi.
“ Kyaa kenapa kau dari tadi mondar-mandir terus?”
“ Aku sedang menghubungi woohyun, dia tadi bolos lagi!.”
“ Bolos? Bukannya tadi dia ada di kampus.”
“ Ne, tadi setelah meninggalkan kantin dia tak masuk kelas dan sekarang handphonenya tidak bisa di hubungi.”
“ Kemana anak itu?” Dongwoo tampak sudah pasrah melihat kelakuan hobaenya itu.
“ Hyung apa tadi woohyun menemuimu?”
“ Ani, tadi aku bersama minho. Apa kalian mengatakannya pada woohyun?”
“ Ehmm sebenarnya minseok tak sengaja memberitahu woohyun.”
“ Mwo? Aku kan sudah bilang jangan mengatakannya pada woohyun!”
“ Mian Gyu, tapi tadi mulut minseok memang tidak bisa dijaga.”
“ Hyun tenang saja, aku akan mencarinya!.”
“ Aku ikut!.” Pinta sunggyu.
“ Andwee, hyung masih sakit. Kalian di sini saja, aku akan mengabari kalian kalau woohyun sudah ketemu!.”
“ Ne hoya kau hati-hati.”
“ Ne.”
Hoya meninggalkan kamar sunggyu untuk mencari woohyun.
‘ Woohyun-a mianhae, karena aku kamu harus mengalami masa sulit seperti ini’. Batin sunggyu.
“ Jangan cemas, aku yakin woohyun pasti baik-baik saja.”
…………………….
Key akhirnya menemukan woohyun di sebuah bar kecil dalam keadaan mabuk parah. Woohyun sudah seperti setengah sadar tapi terus meneguk sojunya. Belasan botol soju kosong sudah berserakan di atas meja. Dan baju woohyun juga sudah basah karena tumpahan soju yang diminumnya.
“ Namu-ya kkeumanhae! Sudah jangan minum lagi.” Key merebut gelas soju yang akan diteguk woohyun.
“ Siapa kau? Jangan ganggu aku!.”
“ Namu-ya, jebal jangan menyiksa dirimu seperti ini!. Aku tidak ingin melihatmu menderita seperti ini!”
“ Urus saja hidupmu, jangan pedulikan aku!.”
“ Namu-ya, jebal!”
“ Ahhh kau namja yang dulu meninggalkan aku kan? Kau mau apa ke sini HAH?”
“ Namu-ya mian, dulu aku meninggalkanmu. Jongmal mianhae!.”
“ Kalian dengan mudah mengucapkan kata maaf, tapi tak tahu bagaimana sakitnya perasaanku!. Aku benci kalian semua, aku membencimu Sunggyu hyung!.”
“ Jadi dia yang sudah membuatmu seperti ini?”
“ Kalian sama saja! Minggir jangan menyentuhku!.” Woohyun berjalan sempoyongan meninggalkan bar itu.
“ Namu-ya kau mau kemana?”
“ Jangan sentuh aku!.”
“ Namu-ya kau sedang mabuk parah, biarkan aku menemanimu!.”
“ Aku tidak membutuhkanmu!.”
“ Nam woohyun jebal… biarkan aku bersamamu malam ini!.”
“ AKU BILANG JANGAN SENTUH AKU!”
“ Kau sedang mabuk, kau bisa terluka kalau pergi sendirian.”
“ Aku mati sekali pun tidak akan ada yang peduli.” Woohyun terjatuh dan tak sadarkan diri, namun dengan sigap key menangkap tubuh woohyun dalam pelukannya.
“ Ahjussi!.” Teriak key pada beberapa bodyguardnya, kemudian mereka membawa tubuh woohyun masuk ke dalam mobil key.
“ Malam ini kau aman bersamaku!.”
.
.
Para bodyguard key membaringkan tubuh woohyun di atas tempat tidur kemudian meninggalkannya bersama key. Key menatap wajah mantan kekasihnya itu dengan lekat dan duduk di samping tubuh woohyun yang sedang tertidur.
“ Bodohnya aku yang dulu menyia-nyiakan namja sesempurna kau Nam Woohyun!.” Key mengusap lembut pipi woohyun lalu bibir tebal woohyun tak luput dari sentuhan tangannya.

……………..
Di sebuah coffee shop, namja bertubuh atletis terlihat sedang risau sambil berusaha menghubungi seseorang. Tak beberapa dua namja lain datang dan wajah mereka tampak cemas.
“ Hoya-sii apa woohyun mengangkat telponnya?”
“ Nomernya tidak aktif, Myungsoo-ssi mian aku sudah merepotkanmu!.”
“ Gwaenchanna, di sini hanya aku sepupunya selian Ji hyun noona..”
“ Apa aku juga harus menghubungi noonanya?”
“ Aniya, noona akan cemas.”
“ Lalu kita harus mencari dia kemana lagi? Semua teman kampus tidak ada yang tahu!.”
“ Chagi-ya, mungkin saja key tahu keberadaan woohyun!.” Ujar sungyeol yang sedari tadi terus mengandeng tangan kekasihnya itu.
“ Apa kau yakin chagi?”
“ Mungkin saja, Key kan selalu mencampuri urusan woohyun. Mungkin dia tahu dimana kebaradaan woohyun sekarang.”
“ Ahhh kau benar, tadi sebelum berpisah di kantin…. Woohyun akan menemui key!.” Ujar Hoya yang ternyata satu pemikiran dengan sungyeol.
“ Masuk akal juga, baiklah aku akan menghubungi key.” Myungsoo akhirnya menghubungi key. “ Hallo key?”
“ Ne myungsoo-ya, ada apa?” Jawab key dari balik telpon.
“ Apa kau tadi bertemu dengan woohyun?”
“ Tidak, memangnya kenapa?”
“ Hemmm tidak apa-apa, berarti aku tadi salah lihat! Sudah ya…. aku tutup telponnya!.” Myungsoo mematikan panggilannya kepada key, Myungsoo sengaja tidak jujur pada Key karena tak ingin key kembali mencampuri hidup sepupunnya itu.
“ Kalau key tidak tahu, lalu woohyun di mana sekarang?” Hoya semakin frustasi.
“ Apa kita lapor polisi saja?” Usul Myungsoo.
“ Andwe chagi, pengaduan orang hilang itu dilakukan setelah 1x24 jam.” Ujar sungyeol.
“ Lalu dimana woohyun sekarang!, arghhh dia benar-benar menyusahkan saja!.” Runtuk Myungsoo kesal.
Saat mereka sedang kebingungan mencari keberadaan woohyun, maka lain hal dengan key yang justru sedang tertawa karena dia berhasil membodohi temannya itu. Key sengaja berbohong pada Myungsoo dengan mengatakan kalau dirinya tak menemui woohyun hari ini. Tapi nyatanya malam ini dia bisa memiliki raga woohyun sepenuhnya. Key lalu tertidur di samping woohyun dan memeluknya dengan erat.
To Be Continue
Spoiler chap tiga..........
1. Ji Hyun noona mulai tertarik pada sosok dokter tampan bernama Park Minho
2. Rencana Key menjauhkan woohyun dari sunggyu
3. Fakta baru tentang Key membuat Myungsoo berusaha menjauhkannya dari woohyun

Review - Between True Love and Dream (Chapter 2)

Author : Runi Rahmawati (Woohyunnie)
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho & Key
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.

Happy Reading!.
Chapter 2 ......
>> Keluarga yang harmonis akan memberikan ketenangan meski kau berada dalam kesulitan.

Flashback on ( Author Pov)

.............
Malam saat acara pesta musim panas sunggyu datang bersama woohyun yang statusnya sebagai pacar pura-pura. Sebenarnya itu acara khusus mahasiswa di komunitas teater sunggyu namun karena status palsu itu akhirnya sunggyu mengajak woohyun. Teman-teman sunggyu juga sudah mengenal baik woohyun, mereka juga kadang tak sungkan untuk mangajak woohyun bergabung dengan mereka. Woohyun merupakan type orang yang mudah bergaul dan mudah juga terjerumus, tapi bersama sunggyu woohyun tak pernah salah melangkah karena sunggyu sendiri sangat selektif dalam bergaul dan memilih teman bermain.

Dalam party itu teman-teman sunggyu membeli banyak soju sebagai pelampiasan karena masa kuliah telah berakhir. Semua orang yang hadir dalam acara tersebut berakhir dengan mabuk parah termasuk woohyun dan sunggyu.
Malam mulai larut, beberapa orang sudah meningalkan tempat pesta tinggal woohyun, sunggyu, dongwoo dan beberapa teman yang lain.
“ Kyaaa kalian terlalu banyak minum, palliwa ini sudah malam! apa kalian akan menginap di sini?” Ujar salah seorang teman sunggyu yang tak lain adalah pemilik villa yang dijadikan tempat acara.
“ Ahhh kepalaku pusing sekali! Yaaa hoya-ssi bolehkan aku menginap di villa mu?” Ujar Dongwoo.
“ Tentu saja, lalu bagaimana dengan sunggyu hyung?” Tanya hoya lagi.
“ Ehmm aku akan membawa hyung pulang!” Jawab woohyun pasti.
“ Kau sanggup menyetir dalam keadaan mabuk seperti ini?”
“ Tentu saja tidak, aku akan naik taxi. Hoya-ssi gomawo sudah mengundang kami!.”
“ Ne hyun, cepat sana bawa sunggyu hyung sepertinya dia sudah tertidur.”
“ Aku akan menggendongnya. Hyung kami pulang dulu, annyeong!.”
“ Ne hyun, hati-hati eoh.”
“ Ne.” Woohyun pun menggendong sunggyu meninggalkan villa tersebut. Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 am kst, jalanan sudah mulai sepi dan woohyun hanya berdua dengan namja yang kini tertidur di punggungnya. Untunglah beberapa menit berselang ada taxi yang lewat sehingga woohyun bisa menidurkan sunggyu di kursi mobil.

Sesampainya di depan apartment, woohyun kembali menggendong tubuh sunggyu menuju kamar no. 124 dimana woohyun tinggal. Menelusuri lorong apartment yang sepi sambil menggendong tubuh sunggyu cukup membuat woohyun kewalahan, karena sebenarnya tubuh woohyun lebih kecil dari sunggyu. Setelah sampai di kamar no.124, woohyun langsung menidurkan sunggyu di atas tempat tidurnya.
“ Ahhhhh menyusahkan saja!.” Runtuk woohyun sambil merenggangkan punggungnya yang hampir patah itu. Woohyun kembali melirik sunggyu yang sudah terlelap di atas king bednya.

Tak bisa di pungkiri oleh woohyun bahwa namja yang kini tertidur di hadapannya itu cukup sexy dan menggoda. Perlahan dengan sedikit rasa ragu woohyun duduk di samping tubuh sunggyu yang tengah terlelap itu.
“ Bahkan saat tertidur pun kau mampu membuatku terpesona hyung.” Ujar woohyun sambil menyentuh lembut pipi sunggyu. Namun tiba-tiba sunggyu terbangun karena sentuhan tangan woohyun dan membuat woohyun menjadi kikuk sendiri.
“ Apa yang kau lakukan?” Tanya sunggyu sambil menghempas tangan woohyun.
“ Tadi ada nyamuk di pipimu hyung.” Balas woohyun berdalih padahal nyatanya ia hampir kehilangan alasan untuk menangkis kecurigaan sunggyu.
“ Aku di mana?”
“ Hyung di apartmentku, kau tahu punggungku hampir patah karena harus menggendong tubuhmu hyung.”
“ Kenapa tak biarkan aku menginap di tempat hoya saja?”
“ Eh?...........” Benar juga pertanyaan sunggyu, seharusnya woohyun tak usah repot-repot membawa sunggyu ke apartmentnya. Apa mungkin itu hanya akal bulus woohyun agar bisa tetap bersama kekasih palsunya.
“ Aku kan bisa menginap di tempat hoya bersama dongwoo.”
“ Ehmmm sebenarnya aku masih ingin bersamamu hyung.”
“ Kenapa? Bukannya seharian tadi kau bersamaku, latihan musik, main basket, mengerjakan tugas, apa itu masih kurang?”
“ Aniya, aku hanya ingin malam ini kita berdua hyung.”
“ Nde?” Sunggyu cukup terkejut dengan jawaban woohyun barusan, meski kepalanya masih pusing karena terlalu banyak minum soju tapi nyatanya ia masih mampu mencerna kata-kata woohyun barusan.
“ Kau pasti banyak minum hyun, cepat tidurlah!.”
“ Hyung tak masalah kan kalau aku jatuh cinta padamu!.”
“ Hahahahaha kau pasti mabuk berat, cepat tidurlah!.”
“ Hyung jadilah kekasihku yang sebenarnya!.” Woohyun menarik tangan sunggyu dan menggenggamnya dengan erat. “ Hyung aku mencintaimu, aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu hyung.”

Sunggyu hanya diam mendengar pernyataan yang mengejutkan dari woohyun, beberapa kali ia terus menelan ludahnya yang terasa pahit sampai akhirnya tangannya bergerak mengambil segelas air putih dan menelan habis isinya.
“ Malam ini udaranya panas, apa kau sudah menyalakan ac-nya?” Sunggyu beranjak meninggalkan tempat tidur untuk menggapai remote ac yang ada di atas meja rias.
“ Hyung aku serius!.”
“ Tak apakan kalau aku naikkan suhunya?”
“ Hyung dengarkan aku!.” Seketika woohyun mengunci pergerakan sunggyu dengan menyeretnya ke dinding dan menghimpit tubuh namja yang usianya dua tahun lebih tua darinya itu. “ Hyung aku tak ingin bersikap kasar padamu, aku hanya ingin kau tahu kalau aku sangat mencintaimu.”

Sunggyu menatap lurus mata woohyun dan merasakan detak jantungnya yang berdebar cukup kencang dan tak beraturan . Perlahan ia bisa merasakan nafas woohyun yang berhembus hangat kearah wajahnya. Sunggyu juga tak dapat mempungkiri bahwa ia sebenarnya juga mulai jatuh cinta pada namja yang berada di hadapannya itu.
“ Hyung kenapa diam saja?” Desak woohyun yang sangat mengharapkan jawaban bahwa sunggyu juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.
“ Aku…..” Belum selesai sunggyu mengatakan jawabannya, woohyun sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman panas. Ya ciuman itu juga terbilang sangat kasar karena woohyun melakukannya dengan sangat bernafsu sampai sunggyu dibuat kualahan. Dengan gerakan yang gesit dan lincah, lidah woohyun dengan leluasa menjajah setiap rongga mulut sunggyu sampai sunggyu benar-benar lemas karena hampir kehabisan nafas. Namun ciuman itu akhirnya terlepas setelah sunggyu menggigit lidah woohyun yang berkeliaran di dalam mulutnya.
“ Awwww…….” Pekik woohyun.
“ Kau gila apa? kau hampir membuatku mati kehabisan nafas!.”
“ Mian hyung aku tidak bisa menahannya.” Woohyun kembali menghimpit tubuh sunggyu dan kali ini ia memberikan perlakuan yang sangat lembut kepada sunggyu. Woohyun mencium bibir cherry sunggyu dengan sangat lembut, tangan woohyun mengelus rambut sunggyu dan satunya lagi memegang dagu sunggyu.

Sunggyu sendiri tak bisa membohongi perasaannya, bahwa perlakuan yang ia rasakan saat itu benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Woohyun sudah membuatnya jatuh dalam perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dan pada nyatanya ia mampu untuk membalas ciuman woohyun itu dan kini lidahnya ikut bermain bersama lidah woohyun, tak ketinggalan keduanya saling bertukar saliva.
Ciuman itu semakin intim dan keduanya larut dalam permainan yang jauh lebih menyenangkan dari hanya sekedar berciuman. Woohyun menggiring langkah sunggyu menuju tempat tidur tanpa melepaskan pagutan bibir mereka, puas dengan permainan lidah kini woohyun mulai menjamah setiap inci dari leher jenjang sunggyu dan meninggalkan tanda-tanda kepemilikan di sana ( Kiss mark). Detik menit terus berganti memandu keduanya menghabiskan malam yang tak akan pernah mereka lupakan sampai kapan pun.
Flashback off
…………………………
Woohyun P.o.v
Dua hari yang lalu aku berhasil menghubungi sunggyu hyung dan bicara padanya. Dalam obrolan via telpon itu gyu hyung sangat dingin kepadaku, dia bahkan tak banyak bicara dan pembahasan kami sangat random. Aku tahu pasti ada sesuatu yang sedang gyu hyung sembunyikan dariku, entahlah aku juga tak tahu apa itu. Aku hanya bertanya bagaimana kabarnya, kapan dia akan kembali ke seoul dan kenapa selama ini tak mengankat telponku. Lalu gyu hyung hanya menjawab, dia sangat sibuk dan terlalu banyak masalah sampai tak mau bercerita padaku.

Melihatnya seperti itu membuatku tak berani membahas mengenai insiden malam itu, malam di mana kami tanpa sengaja menghabiskan malam berdua. Malam di mana kami memadu kasih berdua, indah memang tapi aku pikir hyung tak mengharapkannya karena setelah malam itu dia mulai menghindariku dan dia pergi tanpa berpamitan kepadaku.
Entah kenapa saat seperti ini aku enggan untuk minum soju dan menghibur diri di club atau ikut balapan liar seperti kebiasaan lamaku, mungkin karena semenjak mengenal gyu hyung aku mulai merubah semua kebiasaan burukku. Akujuga sudah berjanji pada hyung dan diriku sendiri kalau aku ingin berubah menjadi woohyun yang jauh lebih baik.
Hari ini dongwoo hyung menelponku dan memintaku datang ke kampus untuk berlatih musik. Sebenarnya malas juga untuk beranjak dari tempat tidur, karena aku sudah cukup dibuat pusing dengan sikap gyu hyung akhir-akhir ini. Tapi mungkin dengan menghibur diri aku bisa sedikit melupakan rasa rinduku kepadanya. Tanpa membuang-buang waktu aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
>> Author Pov
Seoul, 15.00 pm kst.
Sunggyu dan Minho sudah sampai di asrama Deakkyung Univ. suasana asrama sore itu cukup sepi hanya ada beberapa mahasiswa yang lalu lalang. Minho pun membawa tas yang berisi pakaian sunggyu menuju kamar asramanya. Tanpa sunggyu duga ternyata woohyun ada di sana bersama dongwoo, keduanya baru selesai berlatih music karena sunggyu bisa melihat woohyun membawa sebuah gitar. Woohyun terdiam melihat sunggyu bersama seorang namja yang terus mengandeng tangannya.
“ Gyu kapan kau sampai?” Tanya dongwoo.
“ Baru saja, kalian habis latihan?”
“ Ne, aku habis berlatih music bersama woohyun.”
“ Chagi-ya main aku harus segera pergi, Dokter Yoo sudah menungguku di Rumah Sakit.” Ujar minho sesaat setelah menbaca pesan masuk dari smartphonenya. Sebelum pergi minho kembali mencium punggung tangan sunggyu lalu masuk ke dalam mobil.

Woohyun yang menyaksikan pemandangan tak menyenangkan seperti itu hanya diam, meski dia merasa cemburu melihat namja yang dicintainya mendapat perlakuan istimewa dari namja lain. Sunggyu kambali mengabaikan woohyun sambil melambaikan tangannya ke arah mobil yang kini bergerak meninggalkan kawasan asrama kampus itu.
“ Hyung apa dia kekasihmu?” Tanya woohyun yang langsung pada inti pembicaraan. Seraya menunggu jawaban pasti dari sunggyu woohyun sudah menyiapkan mentalnya manakala sunggyu membenarkan kecurigaannya itu.
“ Ne.” Benar saja kata-kata sunggyu yang terkesan singkat itu cukup membuat nanar mata woohyun sedikit berkaca-kaca.
“ Jadi alasan hyung menghindariku karena dia?”
“ Untuk apa aku menghindarimu bukankah diantara kita memang tak ada apa-apa, dongwoo-ssi kajja kita masuk! Aku ingin beristirahat!.” Sunggyu menarik tangan dongwoo dan meninggalkan woohyun mematung seorang diri.

Woohyun berbalik kamudian berlari mengejak sunggyu dan dongwoo, dia berdiri menghalangi jalan keduanya.
“ Apa lagi!.” Tanya sunggyu dengan ketus.
“ Ikut aku!.” Woohyun menarik paksa tangan sunggyu dan membawanya pergi ke ruang latihan.

Di dalam ruang latihan musik yang kosong dan kurang pencahayaan itu woohyun melepaskan sunggyu. Sikap sunggyu masih sama dia hanya diam dan tak berani menatap kedua mata woohyun.
“ Hyung kau tahu kan aku mencintaimu?”
“ Ne, aku tahu itu.”
“ Lantas kenapa hyung mengacuhkan aku seperti ini? Hyung asal kau tahu aku di sini tersiksa karenamu.”
“ Mian hyun.”
“ Mian?, SETIDAKNYA BERIKAN PENJELASAN AGAR AKU BISA MENGERTI !.” Teriak woohyun tepat di hadapan Sunggyu.
Sunggyu mengangkat wajahnya dan melihat kedua bola mata woohyun mulai menitihkan air mata.
“ Lupakan perasaanmu hyun, lupakan semua yang pernah terjadi di antara kita. Kita cukup jadi teman baik saja!.” Begitu mudahnya sunggyu mengatakan itu di saat perasaan woohyun benar-benar hancur. Bahkan saat air mata woohyun terus membanjiri pipinya sunggyu tetap diam.
“ Mwo?..... Hyung wae? Apa aku salah mencintaimu?”
“ Aku tak bisa bersamamu Woohyun-a, aku telah bertunangan dengannya!.” Sunggyu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan tersebut namun baru beberapa langkah…..
“ Hyung pasti bohong kan? Aku tahu kau juga mencintaiku KIM SUNGGYU!.”
Sunggyu terdiam mendengar ucapan woohyun, seketika air matanya ikut menetes tapi sekuat tenaga ia menahannya dan tetap meneruskan langkahnya.
“ Hyung dorawa! Hyung jebal jangan tinggalkan aku!..........” Woohyun terus menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


Sunggyu Pov
Suara tangisannya yang terisak sungguh membuatku sesak, begitu jahatnya aku menyakiti perasaan seseorang yang tulus mencintaiku. Ingin sekali aku berbalik dan memeluknya tapi begitu aku mundur maka sama saja aku menghancurkan mimpiku. Ini sudah jalanku, jalan yang akan menuntunku pada Impian Terindahku….. ‘ Mianhae Woohyun-a.’ karena aku tak bisa memilihmu…..


Woohyun Pov
Hari ini benar-benar hari terburuk dalam hidupku, namja yang sangat aku cintai mematahkan hatiku. Dia bahkan mematahkannya tanpa ampun sampai membuatku benar-benar merasa hancur. Meski aku menangis di hadapannya, dia tetap tak peduli dan malah meninggalkanku begitu saja. Begitu mudahnya dia menghancurkan perasaanku, begitu mudahnya dia membuangku tapi kenapa sangat sulit untukku melupakannya.

Jangan salahkan aku kalau aku kembali menjadi woohyun yang dulu, menghabiskan malam bersama belasan botol soju. Dan malam ini pun begitu, botol ke-10 yang aku teguk tetap tak bisa membuatku melupakannya. Bahkan rayuan wanita-wanita jalang itu juga tak bisa mengalahkan pesona Sunggyu terus terbayang dalam pikiranku.

>> Author pov
“ Kyaaa kau sudah menghabiskan berapa botol? Woohyun-ssi sadarlah!”
“ Jangan pedulikan aku! urus saja hidupmu!.” Dalam keadaan mabuk berat woohyun masih bisa membalas ocehan namja itu.
“ Kyaaaa kkeumanhae!, lihat wajahmu juga lebam…. apa kau habis bertengkar?”
“ Hahahahaha, aku tadi memukul beberapa preman di pinggir jalan sana.”
“ Aishh jinja, kau sudah mabuk parah!, kajja aku akan mengantarmu pulang!.”
“ Aniya, aku masih ingin di sini!.”
“ Kyaaaa, kkeumanharago! Sunggyu hyung pasti marah melihatmu seperti ini!.”
“ Jangan sebut nama dia di hadapanku brengsek!.”
“ Brengsek kau bilang!, Ahhh aku ingin sekali menonjokmu!.Sungyeol-a palliwa bantu aku membawanya pulang!.” Namja itu memanggil seorang namja yang datang bersamanya.
“ L-ssi apa dia temanmu?” Tanya namja bernama sungyeol.
“ Dia sepupuku, jebal bantu aku membawanya pulang!.”
“ Ne, Kajja.”
Keduanya membawa woohyun pulang ke apartmentnya, namja yang bernama L itu adalah sepupu woohyun sedang sungyeol adalah namja yang sedang dekat dengan L. Sesampainya di dalam apartment woohyun, L dan sungyeol lalu menidurkannya. Tak lama kemudian sunggyu datang dan terlihat panic melihat keadaan woohyun yang sangat berantakan itu.
“ Ouh hyung sudah datang!.” Tanya L.
“ Ne, setelah menbaca pesanmu aku langsung ke sini. Apa yang terjadi padanya?” Terlihat jelas bahwa sunggyu memang mencintai woohyun dari ekspresi kecemasan di wajahnya. Meski sunggyu terus menyangkal nyatanya melihat woohyun seperti itu membuat sunggyu menangis dan merasa bersalah.
“ Aku menemukannya sedang mabuk parah di bar dan wajahnya juga lebam. Dia sempat mengatakan kalau dia sudah menghajar beberapa preman di pinggir jalan. Hyung apa kalian sedang bertengkar?”
“ Ada kesalahpahaman di antara kami, ini sudah malam kalian pulang saja biar aku yang menjaganya.”
“ Ne hyung, kalau ada apa-apa hubungi aku !.” L dan Sungyeol pun pergi meninggalkan apartment woohyun.

Setelah L dan sungyeol pergi, sunggyu mulai mengompress luka lebam di wajah woohyun dengan air hangat, selain itu sunggyu juga melepas sepatu woohyun dan membenarkan posisi tidur woohyun. Sunggyu dapat melihat dengan jelas kedua mata woohyun yang sembab saat sedang mengobati luka lebam di pipi dan dahinya.
“ Mianhae woohyun-a, karena aku kamu jadi seperti ini. Jongmal mianhada.” Sunggyu menyeka air matanya kemudian menyelimuti tubuh woohyun.

Malam semakin larut, sunggyu pun memutuskan menginap dan memilih tidur di sofa yang ada di ruang tengah.

Keesokan harinya, pukul 07.00 am kst
..............
Woohyun terbangun karena kilauan sinar matahari pagi yang masuk ke celah-celah jendela kamarnya. Ia bisa merasakan kepalanya berat dan pusing karena efek mabuk semalam, woohyun tampak heran karena ia sudah berada di kamar apartmentnya padahal seingatnya ia semalam mabuk parah di sebuah bar.
“ Aaaaahhhhh, kenapa aku bisa ada di sini?” Woohyun beranjak meninggalkan tempat tidurnya dan keluar dari kamar. Pandangannya tertuju pada seorang namja yang sedang tertidur di sofa, awalnya woohyun ingin mambangunkan namja itu tapi kemudian woohyun kembali ke kamar dan mengambil sebuah selimut lalu menyelimutkannya ke tubuh namja itu.
“ Kau pasti kedinginan semalaman tidur di luar.”

Woohyun jongkok tepat di depan tubuh sunggyu yang sedang tertidur, tangannya ingin sekali menyentuh rambut sunggyu dan membelainya dengan lembut tapi ia sadar bahwa sekarang Sunggyu telah menjadi milik orang lain. Dan secepatnya woohyun harus melupakan semua perasaannya kepada sunggyu.
“ Hyung kenapa semua ini terjadi pada kita, untuk apa aku mencintaimu kalau aku tak bisa memilikimu hyung!. Bukankah sia-sia saja perasaanku itu?” Woohyun tertunduk, air matanya perlahan menetes. Jujur saja woohyun benar-benar sangat cengeng.

……………
“ Mencintai tak harus memiliki hyun.” Sunggyu terbangun dan langsung menatap kedua mata woohyun.
“ Tapi itu terlalu sulit untukku hyung!, aku tak sanggup melihatmu dengan namja lain.” Woohyun kembali menitihkan air matanya.
“ Jauh lebih sulit saat kita harus bersama dengan seseorang yang tidak kita cintai.”
“ Apa maksudmu hyung?.”
“ Aku terpaksa menerima pertunangan ini karena appaku ingin membalas budi kepada keluarga minho, appanya minho sudah banyak membantu keluargaku hyun. Dan karena mereka lah, Appaku masih bisa bertahan sejauh ini.”
“ Hyung aku tidak mengerti!”
“ Appa menderita lemah jantung dan selama ini Tuan Park-lah yang membiayai seluruh pengobatan appa dan juga biaya hidup kami. Hidup kami sangat bergantung pada keluarganya minho, itu lah alasan aku menerima perjodohan ini.”

Woohyun terdiam mendengar penjelasan dari sunggyu, kini tak ada lagi jalan keluar dari polemic cinta antara dirinya dan namja yang berada di hadapannya itu.
“ Hyung kau mau kan tetap menjadi hyungku?”
“ Sampai kapan pun aku akan tetap menjadi hyungmu dan aku sangat menyayangimu hyun, biarkan apa yang telah kita lewati selama ini menjadi kenangan yang akan kita ingat di masa tuan nanti.”
“ Gomawo hyung. ( meski aku tak bisa memilikimu tapi aku akan tetap mencintaimu hyung!).”” Woohyun memeluk sunggyu dengan erat begitu pula dengan sunggyu juga membalas pelukan woohyun.


…………………….
Untuk melupakan patah hatinya, woohyun pergi menemui noonanya yang bekerja di sebuah rumah sakit. Woohyun datang tentu tidak dengan tangan kosong, dia membawa sebuah banan cake yang sangat digemari noonanya itu.
Setelah bertemu di rumah sakit, mereka pun mengobrol di restoran sambil makan siang. Hubungan kedua sempat renggang karena Ji hyun sangat sibuk, tapi meskipun begitu mereka tampak tak canggung sama sekali.
“ Bagaimana kuliahmu hyun?”
“ Biasa saja, aku mendapat banyak tugas dan nilai kuliah jelek.”
“ Ehey!.” Ji hyun menjitak kepala woohyun cukup keras. “ Bagaimana kau bisa meneruskan perusahaan kalau kuliahmu berantakan seperti itu.” Meski sikapnya dingin, nyatanya ji hyun merupakan sosok yang menyenangkan dan sangat peduli.
“ Aku tak tertarik, biarkan suamimu saja yang mengelola perusahaan appa.” Woohyun menyeruput minumannya dengan rakut.
“ Aku akan menikah dengan seorang dokter, bukan pengusaha!.”
“ Wae? Bukankah kau suka namja yang memakai jas.”
“ Kau pikir dokter tidak memakai jas. Pabbo!.” Kembali ji hyun melayangkan pukulan ke kepala woohyun tapi kali ini dengan pena yang sedang dimainkannya.
“ Hentikan! Aku bukan anak kecil lagi!.”
“ Kau memang bukan anak kecil, tapi sikapmu masih kekanak-kanakan hyun!.”
“ Terserah kau saja.” Woohyun mengitari padangan para suasanan Restoran yang mulai ramai. “ Noona kapan pulang?”
“ Ke mana? Apartment? Atau rumah?”
“ Ke rumah, apa kau tak merindukan appa dan eomma?”
“ Kau sendiri ?”
“ Kau tahu kan aku kabur!.”
“ Kau kabur tapi appa dan eomma memberimu apartment mewah, aku akan pulang kalau appa dan eomma menelpon!.”
“ Mereka mungkin sudah lupa dengan kita!.”
“ Ya kau benar, appa sibuk dengan perusahaan dan selingkuhannya. Eomma sibuk dengan karir dan ambisinya. Kau sibuk dengan kekasihmu itu!.”
“ Siapa?”
“ Itu namja sipit yang punya gigi hamster!.”
“ Sunggyu hyung? dia bukan kekasihku. Dia sudah bertunangan.”
“ Jinja? ahhh kau pasti datang menemuiku karena patah hati kan?” Ji hyun sedikit mengejek woohyun sambil tertawa kecil.
“ Kau sendiri bagaimana? Kapan kau menikah?” Woohyun balik menyerang noonanya dengan menyinggung masalah pernikahan.
“ Kyaaaa, jangan mengejek. Aku masih muda, urusan menikah nanti aku pikirkan.”
“ Kau sudah 28 tahun, usia yang matang untuk menikah dan berikan appa dan eomma cucu agar mereka bisa berubah.”
“ Aku akan menikah saat aku benar-benar yakin, lantas kau sekarang jomblo?”
“ Ani, aku sedang solo karir.”
“ Itu kata-kataku!.”
“ Aku memang menirunya dari mu.” Woohyun meleparkan senyuman kecil kepada ji hyun sehingga mampu menepis rasa rindu yang mereka rasakan.
“ Pabboya!”
“ Noona lain waktu kita pergi berlibur!.”
“ Kemana?”
“ Kemana saja, kita habiskan waktu bersama appa dan eomma seperti dulu.”
“ Kajja!.” Ji hyun tahu bagaimana perasaan woohyun yang sangat merindukan kehangatan belaian sebuah keluarga, karena sejujurnya ia juga merindukan saat-saat seperti dulu. Saat mereka tinggal dalam satu rumah, makan bersama, tertawa bersama dan menghabiskan waktu bersama.

Woohyun menghabiskan waktunya seharian bersama ji hyun, mereka mengulang kembali moment kebersamaan mereka yang telah lama hilang. Pergi ke taman hiburan, menonton film dan berbelanja dan banyak hal lagi yang mereka lakukan seharian itu. Kedua kakak beradik itu kembali mengulang masa kecil mereka.
…………………
Tahun ajaran baru….
Pagi-pagi sekali woohyun sudah berada di kampus karena ada janji bersama Dongwoo dan hoya untuk latihan musik. Mereka biasanya memanfaatkan ruangan latihan pada pagi hari agar tidak harus berbagi dengan anggota komunitas yang lain juga karena saat pagi suasana kampus masih sepi. Tapi pagi itu dongwoo dan hoya masih belum datang, padahal waktu yang dijanjikan sudah lewat 10 menit. Woohyun akhirnya mengalihkan rasa bosannya dengan bermain piano. Alunan melodi memenuhi ruangan tersebut, tapi hanya sebentar karena suara tepukan tangan menghentikan permainan woohyun.
“ Namu-ya, permainan pianomu semakin indah.” Puji seseorang yang tengah berjalan mendekati woohyun.
“ Kau mau apa ke sini?” Tanya woohyun dengan ketus, menandakan bahwa ia tak suka dengan kahadiran orang itu.
“ Aku hanya lewat, lalu mendengar alunan suara piano. Sudah lama aku tak mendengar permaian pianomu, boleh aku mendengarnya lagi?”
“ Aniya, kehadiranmu membuatku bad mood.”
“ Namu-ya apa kau masih marah padaku? Aku sudah ratusan kali meminta maaf padamu.”
“ Aku sudah memaafkanmu, pergilah!.”
“ Namu-ya jebal, biarkan aku tetap bersamamu.”
“ Kyaaa apa kau tuli? AKU BILANG PERGI !.” Woohyun membentaknya dengan keras.
“ Namu-ya, mianhae!”
“ Key sudahlah, aku sudah memaafkanmu dan sekarang aku minta kau pergi!.”
“ Nam woohyun, aku masih sangat mencintaimu bagaimana mungkin aku bisa pergi dari hidupmu!.” Namja bernama key itu meraih tangan woohyun dan air matanya menetes semakin deras.
“ Ya sudah lupakan aku seperti aku melupakanmu dan buang semua perasaan bodohmu itu.”
“ Namu-ya, apa tak ada kesempatan untuk kita kembali?”
“ Kembali? Kau hanya akan menjadi masa lalu ku! kau dengar itu!.” Woohyun menghempas tangan key dan meninggalkannya yang tengah menangis itu.
Woohyun menutup pintu ruangan musik dengan cukup keras sehingga membuat key tersentak kaget.
“ Kalau aku tak bisa memilikimu maka siapa pun tak boleh memilikimu, termasuk Kim Sunggyu!.” Key mengepus air matanya dan menatap pintu itu dengan mata yang dipenuhi amarah.

To be Continue .............
Untuk chap 3 gak ada spoiler , soalnya spoiler yang kemarin masih belum di ceritain.

Review - Between True Love and Dream (Chapter 1)


Note : Waaaaaaaw. Omg omg omg. Demi apa ini cerita greget banget yawlaa. Woohyun suka Sunggyu. Sunggyu suka Minho. Minho cinta Sunggyu tapi Sunggyu lebih milih impiannya. Key pengen balikan ma Woohyun. Anjay, harus gimana gue bacanya ini ?? xD
Wat de hell !!!!!
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Annyeong penghuni group!
Aku comeback bawa ff woogyu edisi klimak dengan kisah cinta yang lumayan rumit menurutku. Biar gak penasaran baca aja sampe beres terus jangan lupa komennya ya!!.
Author : Runi Woohyunnie
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho & Key
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Happy Reading!.
Prolog : >> Saat kamu berpikir cinta adalah segalanya, maka tidak denganku karena untuk saat ini Mimpi jauh lebih penting !! ( Sunggyu)
>> Aku memang tak pernah serius akan segala hal, tapi untuk mencintaimu aku 1.000 kali lebih serius. ( Woohyun)

.......................
Seoul, 21.00 pm kst >> Apartment Woohyun.
“ Hyung jebal angkat telponnya!, jebal hyung!” Sudah puluhan kali woohyun menghubungi nomer yang sama dengan nama panggilan ‘ Gyu Hyung
♥♥ ’ tapi untuk kesekian kalinya telpon itu tak ada jawaban. Woohyun sudah benar-benar dibuat frustasi karena ini sudah hari ke-4 seseorang bernama gyu hyung itu hilang tanpa kabar.
…………………..
Woohyun adalah mahasiswa semester dua di Daekkyung Univ. tinggal di sebuah apartment mewah milik kedua orang tuanya. Woohyun memutuskan tinggal seorang diri di apartmentnya karena kedua orang tuanya sangat sibuk dan sering bepergian ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Tetapi di Seoul woohyun tak sendiri karena noona-nya bekerja sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit swasta, namun keduanya tidak tinggal satu atap karena Nam Ji Hyun memilih tinggal di apartment lain yang jaraknya tak jauh dari Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Kurangnya perhatian dan kasih sayang kedua orang tua membuat woohyun tumbuh menjadi namja yang susah diatur, boros dan hobby berpoya-poya. Begitu pula dengan kuliahnya, hampir seluruh nilai mata kuliahnya anjlok karena woohyun sering membolos dan jarang mengerjakan tugas. Anak bungsu dari dua bersaudara itu juga sering terlibat masalah seperti balapan liar dan perkelahian.
Namun semua mulai berubah sejak Woohyun mengenal Kim Sunggyu, salah satu seniornya di Daekkyung Univ. Keduanya saling mengenal saat tanpa sengaja motor yang kemudikan oleh woohyun menabrak tubuh sunggyu, untungnya saat itu Sunggyu hanya mengalami luka ringan. Tapi berkat kejadian itu woohyun dan Sunggyu menjadi akrab dan kedekatan keduanya berjalan sampai beberapa bulan berikutnya.
Sunggyu merupakan mahasiswa berprestasi di Daekkyung Univ. hampir seluruh nilai mata kuliahnya mendapat nilai IP 3.8 atau 4 ( Sempurna). Beruntungnya woohyun bisa mengenal sunggyu, karena berkat sunggyu-lah woohyun bisa sedikit merubah kebiasaan buruknya dan mulai memperbaiki nilai mata kuliahnya.
Dalam hubungan asmara, sebenarnya woohyun sudah pernah mempunyai seorang namja chingu bernama Key, dia adalah namja cantik dan manis yang sudah dikencani woohyun selama 1 tahun lebih di bangku SMA. Keduanya putus karena Key mengkhianati cinta woohyun kemudian pergi melanjutkan sekolah ke Jepang. Namun setelah satu tahun berlalu Key kembali ke Seoul dan meminta balikan dengan woohyun, Key terus memaksa woohyun agar mau kembali menjalin cinta dengannya.
Melihat sikap key yang seperti itu woohyun akhirnya meminta bantuan Sunggyu agar mau menjadi pacar pura-puranya. Awalnya sunggyu menolak karena tidak ingin terlibat dalam permasalahan antara key dan woohyun tapi akhirnya sunggyu menyanggupi permintaan woohyun tersebut. Alasan yang membuat sunggyu menerima permintaan konyol woohyun itu karena sunggyu ingin menunjukkan kepada teman-temannya bahwa dia bukan Jones yang terlalu sibuk dengan buku pelajaran.
Layaknya orang berpacaran, sunggyu dan woohyun kadang bersikap mesra di depan semua orang dan membuat iri key dan teman-teman sunggyu. Tapi keduanya kembali menjadi canggung saat sudah berduaan di apartment woohyun. Sunggyu memang sering menghabiskan waktu di apartment woohyun sambil mengajari woohyun beberapa mata kuliah. Sunggyu sebenarnya mahasisa rantau dari kampung kelahirannya di Jeonju dan tinggal di asrama kampus. Di luar jam kuliah sunggyu bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan dan kadang menyumbang suara untuk menghibur para pengunjung.
……………………………
Liburan semester ini sunggyu berada Jeonju karena Appanya menyuruh sunggyu pulang, namun sebelum pergi sunggyu tak sempat berpamitan dengan woohyun sehingga membuat woohyun cemas. Sementara sunggyu berada di Jeonju, woohyun hanya menghabiskan masa liburannya di Seoul karena dia malas jika harus pulang ke gangnam untuk menemui noona dan orang tuanya yang sibuk bekerja.
Malam ini sudah malam ke-empat woohyun termenung di dalam apartmentnya sambil menatap jutaan bintang dilangit tanpa sunggyu di sampingnya. Nampaknya pacaran pura-pura itu memberikan perasaan cinta di hati woohyun untuk sunggyu. Ya diam-diam rupanya woohyun mulai menaruh hati kepada sunggyu karena satu malam sebelum sunggyu menghilang keduanya sempat menghabiskan malam berdua dalam keadaan mabuk berat setelah pesta musim panas.
Woohyun tak menyerah untuk terus menghubungi sunggyu dan berharap namja yang sedang ia rindukan itu menjawab telponnya.
“ The number your calling………..”
“ Argghhhh kau sebenarnya kemana hyung!. Kenapa tak pernah mengangkat telponku!.” Woohyun masih penasaran dengan keberadaan sunggyu akhirnya ia kembali menghubungi salah seorang teman sunggyu yaitu dongwoo.
“ Yeobsaeyo!” Suara di balik telpon yang tak lain adalah Dongwoo.
“ Ne Hyung, ini aku Woohyun. Apa sunggyu hyung sudah menjawab telponnya?”
“ Ne hyun, tapi gyu menjawab telponku! Sunggyu tak banyak cerita hanya dia mengatakan kalau dia baik-baik saja dan akan segera kembali!.”
“ Lalu hyung mengatakan apa lagi?”
“ Dia mengatakan kau jangan cemas dan berhenti menghubunginya!.”
“ Bagaimana aku tidak cemas! Sunggyu hyung pergi tanpa berpamitan kepadaku dia juga tak menjawab telponku!.”
“ Aku tahu hyun, mungkin sunggyu sedang ada masalah keluarga. Mengertilah hyun!.”
“ Tapi kenapa sunggyu hyung tak mengangkat telponku?”
“ Aku tidak tahu hyun, lain kali kalau aku bicara lagi dengannya aku akan menyuruhnya mengangkat telponmu.”
“ Ne gomawo hyung, mian aku sudah menganggu waktumu!.”
“ Gwaenchanna, kau tenang saja sunggyu pasti juga sangat merindukanmu!.”
“ Ne, Annyeong hyung!.”
“ Ne.”
Setelah menutup telponnya woohyun beranjak ke tempat tidur untuk merebahkan punggungnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan sosok sunggyu yang sekarang entah di mana keberadaannya.
“ Hyung apa kau marah karena malam itu aku sudah menidurimu!.” Pikiran woohyun mulai kacau bahkan ia terus mengingat malam itu, dimana mereka saling bercinta di bawah pengaruh soju yang memabukkan.
…………………………..
Di tempat lain di sebuah kota kecil bernama Jeonju.
Sunggyu juga sedang termenung di kamarnya sambil memutar-mutar sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya. Sebuah cincin yang melingkar dijari manis bukankah sebagai tanda bahwa orang yang memakainya telah diikat, tapi apa yang mengikatnya? Pertunangan atau pernikahan? Kalau sebuah pernikahan tidak mungkin karena itu terlalu cepat, berarti yang melingkar dijari manis sunggyu adalah sebuah cincin tunangan, tapi dengan siapa sunggyu bertunangan? Tidak mungkin dengan woohyun karena woohyun sedang berada di Seoul.
“ Oppa kajja kita makan malam!.” Ajak seorang gadis yang sudah pasti itu adiknya sunggyu.
“ Aniya sulli, oppa sedang tidak selera!”
“ Waeyo? Oppa dari tadi siang tak keluar kamar, apa oppa sakit?”
“ Ani, oppa hanya sedang memikirkan seseorang saja.”
“ Apa karena pertunangan kemarin?”
“ Aniya, wae?”
“ Aku tahu oppa tidak mencintai Minho oppa kan?”
“ Kau salah, oppa sudah lama bersahabat dengan minho tentu saja oppa menyukainya.”
“ Oppa hanya menyukainya tidak mencintainya!.”
“ Perlahan rasa cinta itu akan tumbuh, yang terpenting oppa bisa melanjutkan sekolah ke Paris.”
“ Apa oppa sungguh ingin kuliah di sana?”
“ Tentu saja, itu adalah mimpi besar oppa.”
“ Meski harus mengorbankan cinta oppa?”
“ Kenapa tidak? Bagi oppa Mimpi itu jauh lebih penting dari pada cinta, Kalau kita punya mimpi cinta akan datang, sedangkan kalau kita punya cinta belum tentu mimpi itu akan datang. Sudah sana appa dan eomma pasti menunggumu!. Katakan oppa sudah tidur ne!.”
“ Ne, Oppa kalau ada masalah lain cerita saja padaku!.”
“ Ne gomawo sulli-ya.”
“ Ne oppa.” Sulli pergi meninggalkan kamar sunggyu.
Tak lama setelah sulli pergi, sunggyu mendapat panggilan masuk dari sahabatnya Dongwoo. Sunggyu awalnya ragu untuk menjawab telpon dongwoo tapi akhirnya sunggyu mau menerimanya.
“ Yeobssaeyo! Ne dongwoo-ssi, waeyo?”
“ Yaaaaa kenapa kau tetap tidak menjawab telponnya!. Kau tahu aku harus berbohong lagi pada woohyun demi kau!.”
“ Mianhae!, untuk saat ini aku belum siap mengatakan yang sebenarnya pada woohyun.”
“ Kau belum siap mengatakan kalau kau juga diam-diam mencintainya hah?”
“ Bukan itu!.”
“ Lantas!.”
“ Aku …….”
“ Kau kenapa sunggyu-ssi? Apa kau sakit?”
“ Ani, aku sudah bertunangan!.”
“ Mwo? Jangan bercanda!.”
“ Aku serius, aku sudah bertunangan dengan minho.”
“ Minho? Sahabat lamamu itu!.”
“ Ne, orang tuaku dan orang tua minho ternyata sudah lama menjodohkan kami.”
“ Jinja? lantas kau menerimanya?”
“ Ne, aku tidak bisa menolaknya.”
“ Kenapa? Bukannya kau mencintai woohyun?”
“ Aku memang mencintai woohyun tapi aku lebih mencintai mimpiku!.”
“ Apa maksudmu gyu?”
“ Setelah lulus nanti aku akan menikah dan melanjutkan gelar masterku di Paris Kota impianku.”
“ Lalu bagaimana dengan perasaanmu kepada woohyun.”
“ Aku yakin seiring berjaannya waktu aku akan melupakan woohyun.”
“ Dan kau akan belajar mencintai minho?”
“ Entahlah, meski seandainya rasa cinta itu tak tumbuh. Aku tetap akan bersamanya karena bersamanya aku bisa meraih mimpiku!.”
“ Apa hanya mimpi yang penting untukmu gyu?”
“ Tentu saja, Aku akan mengorbankan apapun demi mimpiku!.”
“ Termasuk cinta sejatimu!.”
“ Siapa cinta sejatiku? Woohyun? Hahahahaha woohyun hanya anak kecil labil yang suka main-main. Lagi pula aku tidak suka dengan seseorang yang tak pernah serius seperti woohyun.”
“ Gyu aku harap kau benar-benar mengatakannya, jangan pernah menyiksa perasaanmu hanya karena obsesimu itu!.”
“ Nde?..... Dongwoo-ssi jangan cemas, minho baik padaku dan aku menyukainya.”
“ Aku senang jika kau bahagia gyu, lakukan berdasarkan kata hatimu gyu!.”
“ Ne, gomawo.”
“ Cheonma, cepat kembali gyu aku sangat merindukanmu!.”
“ Ne besok lusa aku akan kembali ke seoul!.”
“ Ehmm gyu angkatlah telpon dari woohyun, aku kasihan padanya!.”
“ Baiklah aku akan mengankatnya nanti.”
“ Ne, aku tutup ya ini sudah malam……. aku ingin istirahat.”
“ Ne, jaljayo, Annyeong!.”
“ Ne.” Dongwoo mematikan telponnya.

Sunggyu pov……
Meski hanya obrolan singkat antara aku dan dongwoo tapi aku merasa semua yang aku katakan padanya begitu mengiris hatiku. Aku berusaha menutupi semuanya dengan mengatakan bahwa aku sama sekali tak peduli dengan woohyun, Aku tak merindukannya! Aku tak mencintainya! Aku akan segera melupakannya! Tapi nyatanya semua yang aku ucapkan itu bener-benar mengiris hati, sungguh sebuah dilemma yang besar antara aku harus memilih cinta atau mimpiku.
“Sadarlah gyu! woohyun bukan pilihan yang tepat untukmu! Dia masih labil bahkan dia tak pernah serius dalam melakukan apapun. Minho jauh lebih baik dari woohyun, dia pintar, pekerja keras, dewasa dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang Dokter. Sedangkan woohyun, jangankan mempunyai mimpi mendapatkan Ip 3.75 saja tidak mungkin untuknya. Kau harus yakin bahwa namja yang sekarang menjadi tunanganmu adalah masa depanmu gyu, lupakan woohyun! Lupakan cinta sesaat antara kau dan woohyun!.”………… ya aku harus melupakan woohyun.
…………………..
>> Sunggyu Pov
Hari ini aku kembali ke Seoul bersama seseorang dengan status baru sebagai tunanganku, dialah Minho namja tampan, baik dan sangat perhatian itu kini berada di sampingku dalam sebuah mobil menuju ke Seoul. Dia tak pernah melepaskan genggaman tangannya dan sesekali terus mencium tanganku, meski aku merasa risih karena supirnya terus memperhatikan kami. Selama diperjalanan aku terus memperhatikan pemandangan yang kami lalui dengan tetap setia mendengar ucapannya. Minho terus meracau membicarakan masa depan kami nanti, dan sesekali aku mengangguk saat dia meminta persetujaan padaku.
“ Gyu nanti kau ingin pesta pernikahan seperti apa?”
“ Aku saja belum lulus kenapa bicara soal pernikahan!.”
“ Aku hanya membayangkan saja, aku masih tidak menyangka kau akan jadi tunanganku gyu.”
Aku hanya tersenyum dan kembali dia memcium tanganku. Aku ingin sekali melepaskannya tapi cengkramannya terlalu kuat.
“ Bagaimana kuliahmu di Seoul chagi?”
“ Kuliahku berjalan lancar, tahun depan aku juga sarjana.”
“ Aku senang mendengarnya, kau masih berteman akrab dengan dongwoo?”
“ Ne, dia sudah seperti saudaraku. Minho-ya sebenarnya kau ada urusan apa di seoul?”
“ Oh itu, sebenarnya aku ada panggilan sebagai tenaga medis di Rumah Sakit di Seoul.”
“ Jinja? wahh chukkae.”
“ Gomawo dan tentunya aku bisa sering bertemu denganmu gyu!.”
Aku kembali hanya tersenyum, entahlah setelah mendengar itu aku merasa ada yang mengganjal di hatiku. Mungkin nanti hubunganku dengan woohyun akan semakin renggang karena kehadiran minho, aku telah banyak berpura-pura tentang perasaanku tapi sejujurnya aku lebih berharap minho di jeonju dan aku bisa bersama woohyun sebelum statusku berubah menjadi pengantinnya minho.
“ Ahhhhhhh………” Tiba-tiba rasa kantuk menyerangku dan minho menjatuhkan kepalaku di pundaknya. Dia benar-benar membuatku merasa nyaman sampai akhirnya aku tertidur.
>> Author Pov.
Sunggyu sudah tidur terlelap sampai dia benar-benar tidak bergerak sama sekali saat minho membelai dan mengelus lembut pipi sunggyu.
“ Ahjussi fokuslah menyetir jangan terus memperhatikan kami!.” Perintah minho kepada supirnya itu.
“ Ahh mian tuan muda.”
“ Ne, Gyu kau sangat cantik dan hanya pesonamu saja yang mampu menaklukan hatiku. Saranghae Kim sunggyu …..Chu**” Minho mencium lembut bibir sunggyu saat sunggyu sedang terlelap dalam tidurnya.
TBC ( Tos baca coment !!!)
Spoiler chap 2
>> Reaksi woohyun setelah mengetahui sunggyu dan minho bertunangan.
>> Usaha key untuk kembali mendapatkan hati woohyun
>> Pacaran pura-pura antara woohyun dan sunggyu mulai tercium oleh minho dan key.