Title : Ajikdo nan (Chapter 1)
Author : Anggi WK
Main cast :
-
Nam
Woohyun [25 th]
-
Kim
Sunggyu [27 th]
-
Kim
Myungsoo [25 th]
Support cast :
-
Lee
Ho Won / Hoya [25 th]
-
Jang
Dongwoo [26 th]
-
Bae
Jae Wook / Benji [25 th]
-
Byun
Baekhyun [24 th]
-
Kim
Ki Bum / Key [24 th]
-
Lee
Jin Ki / Onew [24 th]
-
Min
Yoon Gi / Suga [25 th]
-
Jung
Ho Seok / J-Hope [25 th]
-
Lee
Jeongmin [25 th]
-
Jeon
Jungkook [25 th]
-
Yi
En Tuan / Mark [25 th]
Genre : teen romance, school
life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,
yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : 1 of ?
AN : Annyeong readers !! xD ini ff
pertamaku yang intinya diambil dari real life, tentunya diberi perubahan supaya
bisa menyesuaikan. Sebenernya ga ada niat buat nulis beginian, tapi aku cuma
pengen curahin isi hati yang terpendam xD wkwk kepikiran sejak ultahnya Dongwoo
22 Nov 15 kemaren xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa
~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA
!! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
YANG PENTING NO COPAS !
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu
atu2/
Quote : Beolsseo
geureomyeon andwae, ajigeun
kkeutnange aniya, ajikdo nan..
/You
can’t be already like this, it’s not the end yet, I still../
Summary : Sebuah keegoisan
yang serakah dan sebuah obsesi yang melekat,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku selalu melihat
ke arahmu dengan gelisah,
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Menyedihkan, aku
menginginkanmu..
~ Nam Woohyun ~
Sound track : Infinite – Man In Luv
/read it with music for deepen the story/
==================================================
Happy reading :* :* :*
/Woohyun’s house at morning/
Cklek.. namja itu mengunci rumahnya
dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dengan motor kesayangannya itu ia
berjalan dengan penuh semangat mengingat ia dan Sunggyu baru jadian kemarin
malam.
.
.
/Nam Woohyun’s POV/
Annyeong, perkenalkan aku
Nam Woohyun, aku lahir di Jeolla Utara, 7 February 1991. Aku anak tunggal.
Eomma ku meninggal setelah beberapa jam melahirkanku. Haha.. menyedihkannya..
tapi itu tak seberapa dibanding appa ku yang mencari yeoja lagi untuk
menggantikan eomma setelah kepergiannya. Shit ! kenapa harus dia ? kenapa harus
yeoja seperti itu ?? yeoja dengan penampilan yang minim, yang setiap malam
selalu bersenang – senang dengan appa dan membawa belanjaan yang baru hampir
setiap hari, membawa mobil kami dan sesekali menginap diluar tanpa adanya
ikatan pernikahan ?? diakah yang akan menjadi eomma masa depanku ?? haha.. aku
tak ingin terlambat dan membiarkannya merusak semakin dalam keluarga ku.
Berulang kali ku katakan
pada appa, masih ada banyak yeoja yang lebih baik dari dia. Tapi apa daya
namanya pria yang sudah terlanjur jatuh lebih tepatnya terjebak dalam rancangan
busuk yeoja murahan tak bisa dicegah. Hah.. terserah kau saja. Aku memiliki
hidup dan masa depan sendiri. Aku sudah dewasa. Dan sekarang ku putuskan untuk
pergi dari appa dan yeoja brengsek itu, aku bekerja di sebuah perusahaan
tekstil ternama di Korea untuk dapat tetap meneruskan studiku yang masih
menempuh 3 SMA di Woollim SHS.
.
.
.
.
.
/author’s POV/
“Ahjussii ~~ palli ~~”, teriak
Sunggyu dari halaman rumah megahnya sambil bersandar pada mobil.
“ne sebentarr..”, jawabnya sang sopir
dari dalam rumah.
.
.
“yah.. tumben sekali dia berangkat
sepagi ini”, heran appa Sunggyu pada anaenya.
“molla, mungkin dia ada pr yang belum
dikerjakan chagi”, jawab eommanya asal.
.
.
Brakk.. Badan sehat /?/ Sunggyu
menghantam pintu rumahnya.
“appa ! ahjussi ! palliiii ~~ sudah
jam berapa ini ??”, kata Sunggyu sedikit kesal sambil menghentakkan kakinya.
“yah, apanya yang jam berapa, ini
masih pagi chagi”, jawab appanya seraya melihat jam.
“sudah.. sana berangkat semuanya,
jangan bertengkar disini. Lihat Sunggyu, make up nya sudah mulai luntur”,
perintah eomma nya lalu mendorong dua makhluk itu untuk segera keluar dari
rumah.
“eomma mwoya..”, kesal Sunggyu sambil menahan
tawanya.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah di Seoul
dihiasi oleh lalu lalang orang yang berolah raga dipagi hari membuat suasana
terlihat hidup. Ditambah dengan rindangnya pepohonan dipinggir jalan, mengingat
ini memasuki musim semi. Sinar mentari yang hangat masuk melalui celah – celah
yang kosong. Terlihat senyuman mengembang dari seorang Kim Sunggyu yang ada
didalam mobil itu. Kacanya ia buka, mengijinkan semilir angin menerpa wajah
cantiknya.
.
.
.
“huftt..”, desah Sunggyu melihat
pemandangan luar.
“ahh.. indahnya pagi ini..”,
sambungnya sambil meregangkan tubuhnya dengan tetap tersenyum. Dirogohnya
sebuah benda tipis dari tas dan mengarahkannya pada depan wajahnya.
“aigo !! Gyu – ya ! sejak kapan kau
membawa cermin eoh ??”, appa Sunggyu yang sedari tadi heran dengan kelakuan
aneh anaknya hari ini sekarang bertambah parah.
“…”
“Sunggyu – ya !”, panggil appanya
sekali lagi.
“huh ? memang kenapa kalo aku seperti
ini”, jawabnya tak bersalah sambil menyisir rambutnya.
“aish.. ka -”, kata – katanya
terhenti saat melihat putra kesayangannya juga mengoleskan sesuatu pada bibir
tipisnya. Appanya bengong tak percaya apa yang dilihatnya.
“bagaimana appa ? apa aku sudah keren
?”, tanya Sunggyu dengan kepedean luar biasa dan memberikan senyum termanisnya
pada sang appa. Beruntung yang diajak bicara tidak terkena serangan jantung
saat itu juga.
“…”
“yah appa, gimana penampilanku eoh
?”, sekali lagi ia sambil mengibaskan poni caramelnya.
“Sunggyu.. kau kenapa hari ini eoh
?”, tanya appanya tersenyum canggung dan heran. Sedangkan yang ditanya malah
kembali senyum gaje.
“kau kerasukan jin ?”
“…”
“kau punya pacar kan ?”
“…”
“yah chagi – ya ! appa benar kan ?”,
selidik sang appa sambil tersenyum nakal.
“uh, kata siapa”
“lalu kau berdandan untuk apa ?”
“yah, kan supaya aku keren appa. Appa
tau disekolahku banyak namja – namja kece, seperti.. AKHH WOOHYUN !!”, tiba –
tiba ia berteriak keras dan sibuk menyembunyikan wajah serta badan sehatnya
yang sebenarnya sedikit berisi. Tanpa berpikir panjang Sunggyu langsung
menunduk ke kolong kursi dengan membawa tasnya juga.
“ah wae ? wae geurae Gyu ?”, sang
appa heran. Lalu beliau melihat ada namja yang sedang mengendarai motor pelan
diseberang sana dengan mengenakan seragam yang sama pula dengan putra
kesayangannya itu.
.
.
.
“waa ~~ aigo otoke ~~ ahjusshi palli
jalannya !!”, suaranyanya terdengar menggema karena Sunggyu sedang meringkuk
dibawah sana sambil berdebar tak karuan.
“chagi – ya ! kau.. ada hubungan
dengan namja itu ?”
“…”
“nuguya ? Woohyun namanya ?”
“appa sudahlah ! aku bisa
menjelaskannya nanti !”, jawab Sunggyu sambil memejamkan matanya dan berdoa
supaya Woohyun tak melihatnya.
.
.
.
.
.
Woollim
Senior High School, sekolah keren yang ada di pusat kota itu adalah tempat
idaman para namja dan yeoja untuk bersekolah karena selain prestasi yang
diraihnya, mereka juga cakep – cakep. Sekolah dengan tiga bagian bangunan ini
sungguh megah terlihat dari bangunan dan pemandangannya yang indah. Pohon –
pohon rindang yang bertebaran disudut sekolah membuat siapa saja takkan bosan
memandangnya. Apalagi ditambah dengan OSIS yang selalu berjaga bergantian di
depan pagar membuat para siswa siswi semakin bersemangat karena biasanya
anggota OSIS itu bak artis yang selalu mempesona dan membuat mereka
terhipnotis.
.
.
/at parking area/
Ckitt.. suara rem motor berhenti
disana. Seorang namja melepas helmnya dan segera mengambil kunci lalu berjalan
pergi meninggalkan tempat parkir itu.
“ah, masih sepi rupanya. Baguslah”,
seraya melihat sekeliling yang hanya ada beberapa siswa dan penjaga sekolah
saja. Ia langsung menuju ruang OSIS untuk mengambil seragam tugasnya. All
right, today’s his turn guys ! ;)
.
.
Namja itu berjalan ke kelasnya untuk
menaruh tas dan kembali mengayunkan kakinya keluar menuju gerbang sekolah untuk menjalankan tugasnya. Melewati
lorong – lorong sekolah, kembali terputar kejadian semalam antara ia dan
Sunggyu manisnya. Dia terlarut…
.
.
“Namjaga
saranghal ttaeen kkok hangsang gyeote
meomulmyeonseo
neul haejugo sipeunge cham manha ~
Sarange ppajil ttaen nae sarmui modeungeol da jugoseo dan
Sarange ppajil ttaen nae sarmui modeungeol da jugoseo dan
hana geu mamman
barae,
Sarange ppajil ttaen..
Namjaga saranghal ttaeen, namjaga saranghal ttaeen..”
Sarange ppajil ttaen..
Namjaga saranghal ttaeen, namjaga saranghal ttaeen..”
.
.
/Ketika seorang pria sedang jatuh cinta, ia ingin tetap di sisimu
Selalu ada begitu banyak yang ingin ia lakukan untukmu
Ketika aku sedang jatuh cinta, Aku ingin memberikan segala sesuatu dalam hidup ku untukmu
Dengan hanya satu harapan, hatimu
Ketika aku jatuh cinta
Ketika seorang pria sedang jatuh cinta, ketika seorang pria sedang jatuh cinta/
.
Selalu ada begitu banyak yang ingin ia lakukan untukmu
Ketika aku sedang jatuh cinta, Aku ingin memberikan segala sesuatu dalam hidup ku untukmu
Dengan hanya satu harapan, hatimu
Ketika aku jatuh cinta
Ketika seorang pria sedang jatuh cinta, ketika seorang pria sedang jatuh cinta/
.
.
Tanpa sadar namja itu berdendang dengan suara
merdunya dan tak melupakan senyum bodoh yang terukir pada wajah mempesonanya
itu.
“akh, Kim Sunggyu !”, frustasinya sambil
mengacak – acak rambut hitamnya. Oh lihatlah ! seorang Nam Woohyun tampak
semakin menggoda dengan penampilan seperti ini bukan ?
Dengan cepat ia sedikit berlari menuju gerbang
karena sudah terlihat banyak siswa – siswi yang mulai datang.
.
.
.
/other side/
Blam.. Sunggyu menutup pintu mobilnya.
“bye appa !”, katanya sambil melambaikan
tangan.
“bye juga chagi”, balasnya lalu dengan cepat
kilat mobil itu sudah tak terlihat lagi.
Sunggyu yang masih terbayang oleh pertemuan
Woohyun yang ada di perjalanan tadi kini berdiam termangu.
“hah.. kenapa bisa… Apa tadi dia melihatku ?”,
gumamnya risau sendiri.
“uwaa ~~ padahal kan aku belum siap
memperlihatkan penampilan ku ini..”, kesalnya sambil memanyunkan bibirnya yang
sudah dipoles indah di mobil tadi.
“eh sebentar !”, Sunggyu kembali mengeluarkan
benda tipis yang mulai sekarang menjadi benda keramat yang wajib dibawa
kemanapun ia pergi. Dari ujung rambut sampai leher dan sekitarnya /?/ harus
perfect !! Ia tersenyum puas.
“nah.. kalo gini ka -”
“SUNGGYU – YA !!”, terlihat namja berwajah
imut berlari kearah Sunggyu sambil melambaikan tangannya.
‘aigo, Hoya !’
.
.
Namja yang bernama Hoya itu semakin dekat dan
merangkulnya.
“annyeong hyung, ini apa eoh ?”, tanyanya
heran.
“ah ani !!”, shock Sunggyu lalu segara
memasukkan benda yang bernama cermin itu kedalam kantong celananya.
“HAHAHAA…”, tawa Hoya meledak.
“aigo hyung… kau membawa.. ahahaaa ~~”
“yah ! apa maksudmu !”, jitak Sunggyu sambil
memasang muka kesal yang sudah keberapa kalinya.
“sudah kajja masuk !”, alihnya agar namja itu
tidak semakin lama menertawainya.
.
.
.
.
.
Brum.. brumm.. Suara kendaraan yang mulai
memasuki Woollim Senior High School pun sudah mulai terdengar. Tawa dan senyum
siswa – siswi yang memasuki area itu menghiasi suasana pagi ini. Begitu pun
dengan tawa seorang Lee Ho Won yang belum berhenti sampai sekarang.
.
.
“jhahaa.. aigoo..”, Hoya mengusap air mata nya
yang keluar akibat ulah Sunggyu tadi.
‘ah terserah kau mau apa’, batin Sunggyu dalam
hati sambil memasang wajah cuek.
Mereka sedang berjalan menuju sekolah. Loh,
bukannya tadi Sunggyu sudah diantar ?
Right. Tapi ia meminta ahjusshi untuk tidak
menurunkannya langsung di depan gerbang sekolah, karena ia ingin menunggu
temannya. KATANYA. Padahal sih.. mungkin dia belum puas dengan acara review /?/
penampilan di mobilnya tadi.
.
.
Mereka berjalan pelan sampai akhirnya..
.
.
/Sunggyu’s POV/
.
“selamat pagi”
.
“annyeong..”
.
“pagiii…”
.
“hai pagi”
.
Pelajar Woollim SHS memang ramah – ramah.
Lihatlah mereka yang sibuk menyapa satu sama lain, guru – guru mereka, maupun
OSIS yang bertugas di depan gerbang untuk menyambut warga sekolah dan mengecek
siapa saja siswa yang tidak lengkap memakai atribut. Kerennya sekolahku..
Tapi tunggu ! itu.. itu Woohyun ?
Nah loh, gimana ini ?
Ahh, jantungku !! apa aku harus lewat saja ?
maldo andwaee ~~
Aku tak bisa menahan senyumku didepannya aigo
!!
.
.
“hyung kau kenapa ?”, mungkin Hoya melihat
ekspresiku yang aneh.
“aniya, naneun gwaenchana”, jawabku sambil
menyungginggakan senyum terbaik.
“hari ini kau benar – benar aneh hyung”
“ah begitu. Orangtuaku juga bilang yang sama
denganmu”, dengan ekspresi datarku.
“…”
Mungkin dia sedang mencerna semuanya, biarkan
saja haha..
“kajja palli !!”, seretku.
.
.
See ! Nam Woohyun ku ! dia mempesona sekali
dari sini ahh.. aku bisa pingsan !
Dengan hati berdebar dan senyum yang tak dapat
kutahan, kulangkahkan secepat kilat.
Hajima.. hajima..
“SUNGGYU HYUNG !!”
‘DUARR’
Aigo otoke ?? mana bisa aku bersikap normal
jika seperti ini eoh !
“hai Hyun”, jawabku senormal mungkin.
“dia hari ini aneh sekali Hyun”, tunjuk Hoya
ke arahku.
‘apa – apaan ni anak’
“wae ? Sunggyu hyung baik – baik saja. Dia
terlihat rapi. Bahkan kurasa.. hari ini makin can -”
“kau mau tau apa yang dia bawa ?”
‘HAH !’
“Hoya !!”, bentakku. Ah jantungku serasa mau
copot.
“apa apaa ??”
‘WOOHYUN !!’, jeritku dalam hati. Aku tak mau
terlihat aneh didepannya jebal !! ini hari pertamaku !!
“Gyu
hyung membawa ce -”
“HOYAAAA !!!!!”, aku berlari menyeret nya
pergi menjauh dari situ.
Tak kuasa melihat reaksi para siswa yang
mendengar teriakanku ini !!
.
.
.
/author’s POV/
Teng.. teng.. bel berbunyi. Terlihat semua
siswa memasuki kelasnya masing – masing /tentunya tanpa menyanyikan Indonesia
Raya xD/ dengan tertib. Woollim Senior High School, sekolah ini terdiri dari 3
tingkat yang masing – masingnya memiliki 9 kelas regular. Sedangkan satunya
lagi merupakan kelas akselerasi.
.
.
Disana
para murid akan menempuh pendidikan selama 2 tahun. Oh, super sekali.. yang
mana terdapat nama Nam Woohyun pada absen nomor 17. Baik, pandai, ramah, suka
bersosialisasi, rajin, kece dan mempesona. Ah, itu bukan seberapa. Tak heran
banyak yeoja yang meliriknya. Tapi semua itu tak mengusik ketenangan namja ini.
Ia selalu menjadi diri sendiri dan tak mudah tergoda kecuali, pada seorang
namja manis yang duduk di kelas XII – C.
.
.
.
At 02.00 PM
Kelas XII – C..
/Sunggyu’s POV/
.
.
“selamat siang, jangan lupa kerjakan tugasnya”
“ne seonsaengnimmm !!”
.
Ahh.. akhirnya pulang juga. Matematika jam
terakhir sungguh membuatku kenyang. Jangan lupakan tugas yang selalu ada
disetiap pertemuan. Kubereskan buku – bukuku dan keluar kelas.
“Gyu hyung !”, suara dibelakang sana memanggil
namaku. Siapa lagi kalau bukan Hoya, hoobae yang sekaligus tetanggaku ini.
“hai !”, cepatnya anak itu datang. Cacing
diperutku pasti ikut senang. Kami biasa jalan kaki untuk pulang dari sekolah.
Karena juga sembari jalan – jalan dan menikmati berbagai macam aneka jajaan
yang ada dipinggir jalan. Sedangkan Hoya berangkatnya naik bus.
“kajja,
aku sudah lapar”, ajaknya sambil menarik tanganku.
“stop !”, aku berhenti.
“ah waee ??”
“kau menyebalkan”, ku hempaskan tangannya.
“uh ??”, pasti lupa.
“heol, apa maksudmu memberitahu Woohyun
tentang kejadian tadi pagi huh ?”, aku mulai kesal.
“hah ? yang tentang cer -”
“IYA !”, aku jalan mendahuluinya.
“haha.. mianhae Hyungie sayanggg…”, mohonnya
sambil menyusul disampingku.
‘halah, mau alasan apa dia’
“mian, aku kan hanya bercanda. Memangnya
kenapa ? kau ada masalah dengannya ?”
“…”
“heish.. mengapa harus malu jika kau membawa
benda itu hyung. Btw, kenapa kau bawa itu ?”, tanyanya menyebalkan.
“ah sudahlah. Lee Ho Won dongsaengku,
dongsaeng tercintaku, jebal jangan lagi membicarakan hal – hal absurd tentangku
pada Woohyun ne ?”, aku berhenti dan menatapnya.
“eh ? ada apa dengan kalian ?”
“uh ?”
Ah, pabbo ! harus bagaimana aku menjawabnya ?
kami berpacaran Hoya ! Kami berpacaran !!!
Dan aku harus terlihat perfect 100% didepannya
! aigo..
“hyung ??”
“ah ?”, pasti wajahku cem orang bego sekarang.
“jangan – jangan..”
‘apa yang akan dia katakan’
“KAU ADA HUBUNGAN DENGAN WOOHYUN !!”
“AHH !! KAU BICARA APA EOH !!”, kujitak
kepalanya keras.
.
Aish jinjja, dia tahu !! dan lihatlah, mereka
yang ada sepanjang lorong ini melihat kami semua karna kelakuan Ho Won ! YAK,
LEE HOWON !! KAU MENYEBALKANNN !!!
.
“sakit hyung !”, sambil mengelus kepalanya.
“ah, semuanya maafkan temanku ini ne, dia
memang agak sembarangkan jika berbicara”, akhirnya harus kupertaruhkan harga
diriku demi cecunguk satu ini.
Owh, mereka.. lihatlah mereka.. para FANS Nam
Woohyun yang melemparkan pandangan semanis goresan pedang di kulit mulusku ini.
Mebuatku menelan saliva dengan kasar dan dengan cepat menyeret terong –
terongan kurang asem ini ketempat sampah.
.
.
.
.
.
/author’s POV/
.
.
“hyung lepas !”, rengek Hoya.
“hah !!”, Sunggyu melepas gengamannya dan
menatap Hoya tajam dengan wajahnya yang kusut.
“w.. waeyo..”, namja itu menunduk.
“…”, Sunggyu tetap menatapnya tajam.
“mian hyung, membuatmu malu. Namamu jadi jelek
karenaku”
“huaa ~~ Hoyaaa….”, Sunggyu merengek manja dan
memeluk Hoya seperti anak kecil yang minta mainan.
Lihatlah ekspresi Hoya yang cengo, dia tak
menyangka hyungnya bersikap lemah /?/ setelah ia ditatap tajam dan siap
menerima perlakuan sadis Sunggyu.
“w waeyo hyung..”
“huaa hari ini menyebalkan !”, rengeknya
sambil tetap memeluk Hoya.
“hum.. arra – arra.. mian ini karenaku”
“…”
“…”
“sudah kajja pulang”, Sunggyu sudah mulai
lelah.
.
.
.
/author’s POV/
Halaman Woollim SHS, sudah seperti gerombolan
semut. Para pelajar mulai berhambur keluar kelas. Begitupun Woohyun yang sudah
secepat kilat berada di parkiran yang terletak disamping sekolah. Ia
menancapkan gas dan melaju perlahan karena jalannya dipenuhi siswa – siswi yang
ingin pulang juga. Tapi lihat.. sepertinya ia melihat Sunggyu dan seseorang
berjalan dipinggir jalan sebelah sana. Tak melewati kesempatan ini, Woohyun pun
menghampiri Sunggyu.
.
.
Brum.. motornya melaju pelan disamping si
cantik Gyugyu ini.
“hyungie”, sapanya dengan senyuman bodoh yang
setiap saat selalu menghiasi wajahnya.
“hai Hyun”, aigo.. lihatlah ekspresi canggung
dan senyum malu – malu Sunggyu yang sudah seperti pengantin wanita mau menikah
/?/
Dan juga Hoya, siapa menyangka dia bingung
dengan semua ini. Sunggyu yang bersikap aneh didepan Woohyun tadi pagi, dan ia
juga yang aneh saat Hoya membicarakan tentang Woohyun di lorong tadi.
“kau berjalan kaki juga hari ini hyung ?”,
tanya Woohyun perhatian sekali.
“eh ? uh.. tentu saja, aku tiap hari juga seperti
ini kok”, saltingnya seorang Kim Sunggyu sambil tetap menahan senyumnya.
“apa tak mau kubonceng ?”
‘OMMO ! dia frontal sekali !!’
‘eh ? ada apa dengan mereka ? Gyu hyung
menghindari Woohyun. Tapi.. Woohyun perhatian sekali. Apa mereka bertengkar dan
ini usaha Woohyun meminta maaf ? but wait.. Gyu hyung malah terlihat blushing
dan canggung didepan Nam. WHAT’S WRONG ??’, begitulah kira – kira yang ada
dibenak namja terong itu sekarang.
“ah ? hm.. tidak usah Hyun, Hoya tidak ada
temannya”, alasan Sunggyu.
Hoya berhenti.
“eh waeyo ?”, Woohyun memandang Hoya.
“kalian.. kalau ingin pulang bersama tidak apa
– apa. Aku juga minta maaf soal tadi hyung”, Hoya memberi senyum pada Sunggyu
dan mengalah.
“mwo ? hey tidak apa – apa Hoya, lupakan yang
tadi ne !”, Sunggyu menepuk bahu Hoya sekaligus ingin namja itu supaya tidak
mengatakan hal – hal tadi lebih lama di depan Woohyun kesayangannya itu. Karena
apa ?? bisa – bisa Woohyun akan bertanya seperti..
“minta maaf soal apa ?”
‘DUAGH’
“aniya ! tidak ada apa – apa !”, suara hamster
besar itu melengking. Senyum manisnya melukis wajah imut yang dapat membuat
Woohyun makin klepek – klepek. /ahh aku juga xD/
Terlihat Woohyun semakin tersenyum lebar dan
memandang hangat pacar barunya yang juga tengah tersenyum manis sembari salting
dengan meremas baju seragam bagian bawahnya, kakinya bergerak tak mau diam
seperti ingin kebelakang, dan jangan lupakan tubuhnya yang macam cacing
kepanasan.
Hoya hanya melongo melihatnya.
“aigo.. kau manis sekali hyung”
Woohyun pabbo ! apa kau tak menyadari ada Hoya
disini ??
“ahh.. Woohyunnn ~~~~~~”
DAN SEKARANG SUNGGYU MENUTUP WAJAHNYA SAMBIL
JEJINGKRAKAN /-_-/
Siapa tadi yang berniat merahasiakan hubungan
itu ? dan sekarang siapa juga yang memberikan tanda – tanda jika mereka
berhubungan ? /tolong jangan salvok xD/
.
Tengoklah Hoya yang terlihat dramatis mematung
disana bak polisi lalu lintas.
.
.
/Sunggyu’s POV/
‘aigo !! Woohyun mempesona sekaliiii…… uh
senyuman dan gombalnya !!
Aku bisa gila !!’
Wajahku panas.. badanku berkeringat tiap melihatnya..
ah jebal, aku ga kuat.
Eh ? Aku rasa.. ada keganjilan. Ku tengok
sebelahku.
HOYA !!! AAAAAHHHHH ~~~ DIA TAHU KAH ??
SEE SEEE !! DIA MELIHATKU SEKARANG ? NA OTOKE
??
“Ho Hoya..”
“…”
Heol ! dia tetap mematung, ahh ! ingin
kumasukkan dia kedalam jurang supaya tak melihatku barusan.
“ah, mungkin aku sedang lelah sekarang,
maafkan kelakuanku barusan ne”, keringatku bercucuran. Tak sanggup melihat 2
namja ini.
“oh ok.. gwaenchana hyung, kau mungkin lelah..
pulanglah bersama Woohyun, aku duluan !!”, Hoya terlihat kaget dan sekarang ia
berlari pergi meninggalkan kami. Ahh !
.
“Hyung ?”
“hah ??”, astaga aku kaget sekali. Jantung mau
copot rasanya..
Eh ? Woohyun ngapain kesini segala ?
“Gyu hyung.. sudahlah.. jangan terlalu
dipikirkan…”
‘apanya ? kenapa dia bisa tau ??’
Grab.
Huahuaa ~~ dia memelukkuuu !! auhhhh ~~
“sudah hyung, santai saja..”
Owoo ! Woohyun mengelus – elus punggungkuu..
aaa !!
Omaygad omaygad ~ bisa kurasakan betapa
bahagianya aku dipeluk namja mempesona seperti dia, belaiannya saja sudah
seperti ini apalagi.. HAH ENOUGH !
Tanganku kaku, aku hanya bisa menyembunyikan
senyum yang sedari tadi kuukir diceruk lehernya.
“kajja hyung pulang”
Rasa kaku menjulur diseluruh badanku, mataku
hanya bisa menatapnya.. perlakuan sekecil tadi membuatku semakin jatuh
kedalamnya.. ah Nam Woohyun !
“kau kenapa hyung ?”
“ah aniya, kajja pulang !”
.
.
.
.
.
TBC
~ ajikdo nan ~
No comments:
Post a Comment