Monday, February 22, 2016

FF - Ajikdo nan (Chapter 1)

Title : Ajikdo nan (Chapter 1)
Author : Anggi WK

Main cast :
-          Nam Woohyun [25 th]
-          Kim Sunggyu [27 th]
-          Kim Myungsoo [25 th]
Support cast :
-          Lee Ho Won / Hoya [25 th]
-          Jang Dongwoo [26 th]
-          Bae Jae Wook / Benji [25 th]
-          Byun Baekhyun [24 th]
-          Kim Ki Bum / Key [24 th]
-          Lee Jin Ki / Onew [24 th]
-          Min Yoon Gi / Suga [25 th]
-          Jung Ho Seok / J-Hope [25 th]
-          Lee Jeongmin [25 th]
-          Jeon Jungkook [25 th]
-          Yi En Tuan / Mark [25 th]
Genre : teen romance, school life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,  yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : 1 of ?

AN : Annyeong readers !! xD ini ff pertamaku yang intinya diambil dari real life, tentunya diberi perubahan supaya bisa menyesuaikan. Sebenernya ga ada niat buat nulis beginian, tapi aku cuma pengen curahin isi hati yang terpendam xD wkwk kepikiran sejak ultahnya Dongwoo 22 Nov 15 kemaren xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa ~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA !! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
YANG PENTING NO COPAS !
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu atu2/

Quote : Beolsseo geureomyeon andwae, ajigeun kkeutnange aniya, ajikdo nan..
/You can’t be already like this, it’s not the end yet, I still../

Summary : Sebuah keegoisan yang serakah dan sebuah obsesi yang melekat,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku selalu melihat ke arahmu dengan gelisah,
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Menyedihkan, aku menginginkanmu..
~ Nam Woohyun ~

Sound track : Infinite – Man In Luv /read it with music for deepen the story/
==================================================


Happy reading :* :* :*

/Woohyun’s house at morning/
Cklek.. namja itu mengunci rumahnya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dengan motor kesayangannya itu ia berjalan dengan penuh semangat mengingat ia dan Sunggyu baru jadian kemarin malam.
.
.
/Nam Woohyun’s POV/
Annyeong, perkenalkan aku Nam Woohyun, aku lahir di Jeolla Utara, 7 February 1991. Aku anak tunggal. Eomma ku meninggal setelah beberapa jam melahirkanku. Haha.. menyedihkannya.. tapi itu tak seberapa dibanding appa ku yang mencari yeoja lagi untuk menggantikan eomma setelah kepergiannya. Shit ! kenapa harus dia ? kenapa harus yeoja seperti itu ?? yeoja dengan penampilan yang minim, yang setiap malam selalu bersenang – senang dengan appa dan membawa belanjaan yang baru hampir setiap hari, membawa mobil kami dan sesekali menginap diluar tanpa adanya ikatan pernikahan ?? diakah yang akan menjadi eomma masa depanku ?? haha.. aku tak ingin terlambat dan membiarkannya merusak semakin dalam keluarga ku.
Berulang kali ku katakan pada appa, masih ada banyak yeoja yang lebih baik dari dia. Tapi apa daya namanya pria yang sudah terlanjur jatuh lebih tepatnya terjebak dalam rancangan busuk yeoja murahan tak bisa dicegah. Hah.. terserah kau saja. Aku memiliki hidup dan masa depan sendiri. Aku sudah dewasa. Dan sekarang ku putuskan untuk pergi dari appa dan yeoja brengsek itu, aku bekerja di sebuah perusahaan tekstil ternama di Korea untuk dapat tetap meneruskan studiku yang masih menempuh 3 SMA di Woollim SHS.
.
.
.
.
.
/author’s POV/
“Ahjussii ~~ palli ~~”, teriak Sunggyu dari halaman rumah megahnya sambil bersandar pada mobil.
“ne sebentarr..”, jawabnya sang sopir dari dalam rumah.
.
.
“yah.. tumben sekali dia berangkat sepagi ini”, heran appa Sunggyu pada anaenya.
“molla, mungkin dia ada pr yang belum dikerjakan chagi”, jawab eommanya asal.
.
.
Brakk.. Badan sehat /?/ Sunggyu menghantam pintu rumahnya.
“appa ! ahjussi ! palliiii ~~ sudah jam berapa ini ??”, kata Sunggyu sedikit kesal sambil menghentakkan kakinya.
“yah, apanya yang jam berapa, ini masih pagi chagi”, jawab appanya seraya melihat jam.
“sudah.. sana berangkat semuanya, jangan bertengkar disini. Lihat Sunggyu, make up nya sudah mulai luntur”, perintah eomma nya lalu mendorong dua makhluk itu untuk segera keluar dari rumah.
 “eomma mwoya..”, kesal Sunggyu sambil menahan tawanya.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah di Seoul dihiasi oleh lalu lalang orang yang berolah raga dipagi hari membuat suasana terlihat hidup. Ditambah dengan rindangnya pepohonan dipinggir jalan, mengingat ini memasuki musim semi. Sinar mentari yang hangat masuk melalui celah – celah yang kosong. Terlihat senyuman mengembang dari seorang Kim Sunggyu yang ada didalam mobil itu. Kacanya ia buka, mengijinkan semilir angin menerpa wajah cantiknya.
.
.
.
“huftt..”, desah Sunggyu melihat pemandangan luar.
“ahh.. indahnya pagi ini..”, sambungnya sambil meregangkan tubuhnya dengan tetap tersenyum. Dirogohnya sebuah benda tipis dari tas dan mengarahkannya pada depan wajahnya.
“aigo !! Gyu – ya ! sejak kapan kau membawa cermin eoh ??”, appa Sunggyu yang sedari tadi heran dengan kelakuan aneh anaknya hari ini sekarang bertambah parah.
“…”
“Sunggyu – ya !”, panggil appanya sekali lagi.
“huh ? memang kenapa kalo aku seperti ini”, jawabnya tak bersalah sambil menyisir rambutnya.
“aish.. ka -”, kata – katanya terhenti saat melihat putra kesayangannya juga mengoleskan sesuatu pada bibir tipisnya. Appanya bengong tak percaya apa yang dilihatnya.
“bagaimana appa ? apa aku sudah keren ?”, tanya Sunggyu dengan kepedean luar biasa dan memberikan senyum termanisnya pada sang appa. Beruntung yang diajak bicara tidak terkena serangan jantung saat itu juga.
“…”
“yah appa, gimana penampilanku eoh ?”, sekali lagi ia sambil mengibaskan poni caramelnya.
“Sunggyu.. kau kenapa hari ini eoh ?”, tanya appanya tersenyum canggung dan heran. Sedangkan yang ditanya malah kembali senyum gaje.
“kau kerasukan jin ?”
“…”
“kau punya pacar kan ?”
“…”
“yah chagi – ya ! appa benar kan ?”, selidik sang appa sambil tersenyum nakal.
“uh, kata siapa”
“lalu kau berdandan untuk apa ?”
“yah, kan supaya aku keren appa. Appa tau disekolahku banyak namja – namja kece, seperti.. AKHH WOOHYUN !!”, tiba – tiba ia berteriak keras dan sibuk menyembunyikan wajah serta badan sehatnya yang sebenarnya sedikit berisi. Tanpa berpikir panjang Sunggyu langsung menunduk ke kolong kursi dengan membawa tasnya juga.
“ah wae ? wae geurae Gyu ?”, sang appa heran. Lalu beliau melihat ada namja yang sedang mengendarai motor pelan diseberang sana dengan mengenakan seragam yang sama pula dengan putra kesayangannya itu.
.
.
.
“waa ~~ aigo otoke ~~ ahjusshi palli jalannya !!”, suaranyanya terdengar menggema karena Sunggyu sedang meringkuk dibawah sana sambil berdebar tak karuan.
“chagi – ya ! kau.. ada hubungan dengan namja itu ?”
“…”
“nuguya ? Woohyun namanya ?”
“appa sudahlah ! aku bisa menjelaskannya nanti !”, jawab Sunggyu sambil memejamkan matanya dan berdoa supaya Woohyun tak melihatnya.
.
.
.
.
.
            Woollim Senior High School, sekolah keren yang ada di pusat kota itu adalah tempat idaman para namja dan yeoja untuk bersekolah karena selain prestasi yang diraihnya, mereka juga cakep – cakep. Sekolah dengan tiga bagian bangunan ini sungguh megah terlihat dari bangunan dan pemandangannya yang indah. Pohon – pohon rindang yang bertebaran disudut sekolah membuat siapa saja takkan bosan memandangnya. Apalagi ditambah dengan OSIS yang selalu berjaga bergantian di depan pagar membuat para siswa siswi semakin bersemangat karena biasanya anggota OSIS itu bak artis yang selalu mempesona dan membuat mereka terhipnotis.
.
.
/at parking area/
Ckitt.. suara rem motor berhenti disana. Seorang namja melepas helmnya dan segera mengambil kunci lalu berjalan pergi meninggalkan tempat parkir itu.
“ah, masih sepi rupanya. Baguslah”, seraya melihat sekeliling yang hanya ada beberapa siswa dan penjaga sekolah saja. Ia langsung menuju ruang OSIS untuk mengambil seragam tugasnya. All right, today’s his turn guys ! ;)
.
.
Namja itu berjalan ke kelasnya untuk menaruh tas dan kembali mengayunkan kakinya keluar menuju gerbang sekolah untuk menjalankan tugasnya. Melewati lorong – lorong sekolah, kembali terputar kejadian semalam antara ia dan Sunggyu manisnya. Dia terlarut…
.
.
“Namjaga saranghal ttaeen kkok hangsang gyeote
meomulmyeonseo neul haejugo sipeunge cham manha ~
Sarange ppajil ttaen nae sarmui modeungeol da jugoseo dan
hana geu mamman barae,
Sarange ppajil ttaen..
Namjaga saranghal ttaeen, namjaga saranghal ttaeen..”
.
.
/Ketika seorang pria sedang jatuh cinta, ia ingin tetap di sisimu
Selalu ada begitu banyak yang ingin ia lakukan untukmu
Ketika aku sedang jatuh cinta, Aku ingin memberikan segala sesuatu dalam hidup ku untukmu
Dengan hanya satu harapan, hatimu
Ketika aku jatuh cinta
Ketika seorang pria sedang jatuh cinta, ketika seorang pria sedang jatuh cinta
/
.
.
Tanpa sadar namja itu berdendang dengan suara merdunya dan tak melupakan senyum bodoh yang terukir pada wajah mempesonanya itu.
“akh, Kim Sunggyu !”, frustasinya sambil mengacak – acak rambut hitamnya. Oh lihatlah ! seorang Nam Woohyun tampak semakin menggoda dengan penampilan seperti ini bukan ?
Dengan cepat ia sedikit berlari menuju gerbang karena sudah terlihat banyak siswa – siswi yang mulai datang.
.
.
.
/other side/
Blam.. Sunggyu menutup pintu mobilnya.
“bye appa !”, katanya sambil melambaikan tangan.
“bye juga chagi”, balasnya lalu dengan cepat kilat mobil itu sudah tak terlihat lagi.
Sunggyu yang masih terbayang oleh pertemuan Woohyun yang ada di perjalanan tadi kini berdiam termangu.
“hah.. kenapa bisa… Apa tadi dia melihatku ?”, gumamnya risau sendiri.
“uwaa ~~ padahal kan aku belum siap memperlihatkan penampilan ku ini..”, kesalnya sambil memanyunkan bibirnya yang sudah dipoles indah di mobil tadi.
“eh sebentar !”, Sunggyu kembali mengeluarkan benda tipis yang mulai sekarang menjadi benda keramat yang wajib dibawa kemanapun ia pergi. Dari ujung rambut sampai leher dan sekitarnya /?/ harus perfect !! Ia tersenyum puas.
“nah.. kalo gini ka -”
“SUNGGYU – YA !!”, terlihat namja berwajah imut berlari kearah Sunggyu sambil melambaikan tangannya.
‘aigo, Hoya !’
.
.
Namja yang bernama Hoya itu semakin dekat dan merangkulnya.
“annyeong hyung, ini apa eoh ?”, tanyanya heran.
“ah ani !!”, shock Sunggyu lalu segara memasukkan benda yang bernama cermin itu kedalam kantong celananya.
“HAHAHAA…”, tawa Hoya meledak.
“aigo hyung… kau membawa.. ahahaaa ~~”
“yah ! apa maksudmu !”, jitak Sunggyu sambil memasang muka kesal yang sudah keberapa kalinya.
“sudah kajja masuk !”, alihnya agar namja itu tidak semakin lama menertawainya.
.
.
.
.
.
Brum.. brumm.. Suara kendaraan yang mulai memasuki Woollim Senior High School pun sudah mulai terdengar. Tawa dan senyum siswa – siswi yang memasuki area itu menghiasi suasana pagi ini. Begitu pun dengan tawa seorang Lee Ho Won yang belum berhenti sampai sekarang.
.
.
“jhahaa.. aigoo..”, Hoya mengusap air mata nya yang keluar akibat ulah Sunggyu tadi.
‘ah terserah kau mau apa’, batin Sunggyu dalam hati sambil memasang wajah cuek.
Mereka sedang berjalan menuju sekolah. Loh, bukannya tadi Sunggyu sudah diantar ?
Right. Tapi ia meminta ahjusshi untuk tidak menurunkannya langsung di depan gerbang sekolah, karena ia ingin menunggu temannya. KATANYA. Padahal sih.. mungkin dia belum puas dengan acara review /?/ penampilan di mobilnya tadi.
.
.
Mereka berjalan pelan sampai akhirnya..
.
.
/Sunggyu’s POV/
.
“selamat pagi”
.
“annyeong..”
.
“pagiii…”
.
“hai pagi”
.
Pelajar Woollim SHS memang ramah – ramah. Lihatlah mereka yang sibuk menyapa satu sama lain, guru – guru mereka, maupun OSIS yang bertugas di depan gerbang untuk menyambut warga sekolah dan mengecek siapa saja siswa yang tidak lengkap memakai atribut. Kerennya sekolahku..
Tapi tunggu ! itu.. itu Woohyun ?
Nah loh, gimana ini ?
Ahh, jantungku !! apa aku harus lewat saja ? maldo andwaee ~~
Aku tak bisa menahan senyumku didepannya aigo !!
.
.
“hyung kau kenapa ?”, mungkin Hoya melihat ekspresiku yang aneh.
“aniya, naneun gwaenchana”, jawabku sambil menyungginggakan senyum terbaik.
“hari ini kau benar – benar aneh hyung”
“ah begitu. Orangtuaku juga bilang yang sama denganmu”, dengan ekspresi datarku.
“…”
Mungkin dia sedang mencerna semuanya, biarkan saja haha..
“kajja palli !!”, seretku.
.
.
See ! Nam Woohyun ku ! dia mempesona sekali dari sini ahh.. aku bisa pingsan !
Dengan hati berdebar dan senyum yang tak dapat kutahan, kulangkahkan secepat kilat.
Hajima.. hajima..
“SUNGGYU HYUNG !!”
‘DUARR’
Aigo otoke ?? mana bisa aku bersikap normal jika seperti ini eoh !
“hai Hyun”, jawabku senormal mungkin.
“dia hari ini aneh sekali Hyun”, tunjuk Hoya ke arahku.
‘apa – apaan ni anak’
“wae ? Sunggyu hyung baik – baik saja. Dia terlihat rapi. Bahkan kurasa.. hari ini makin can -”
“kau mau tau apa yang dia bawa ?”
‘HAH !’
“Hoya !!”, bentakku. Ah jantungku serasa mau copot.
“apa apaa ??”
‘WOOHYUN !!’, jeritku dalam hati. Aku tak mau terlihat aneh didepannya jebal !! ini hari pertamaku !!
 “Gyu hyung membawa ce -”
“HOYAAAA !!!!!”, aku berlari menyeret nya pergi menjauh dari situ.
Tak kuasa melihat reaksi para siswa yang mendengar teriakanku ini !!
.
.
.
/author’s POV/
Teng.. teng.. bel berbunyi. Terlihat semua siswa memasuki kelasnya masing – masing /tentunya tanpa menyanyikan Indonesia Raya xD/ dengan tertib. Woollim Senior High School, sekolah ini terdiri dari 3 tingkat yang masing – masingnya memiliki 9 kelas regular. Sedangkan satunya lagi merupakan kelas akselerasi.
.
.
            Disana para murid akan menempuh pendidikan selama 2 tahun. Oh, super sekali.. yang mana terdapat nama Nam Woohyun pada absen nomor 17. Baik, pandai, ramah, suka bersosialisasi, rajin, kece dan mempesona. Ah, itu bukan seberapa. Tak heran banyak yeoja yang meliriknya. Tapi semua itu tak mengusik ketenangan namja ini. Ia selalu menjadi diri sendiri dan tak mudah tergoda kecuali, pada seorang namja manis yang duduk di kelas XII – C.
.
.
.
At 02.00 PM
Kelas XII – C..
/Sunggyu’s POV/
.
.
“selamat siang, jangan lupa kerjakan tugasnya”
“ne seonsaengnimmm !!”
.
Ahh.. akhirnya pulang juga. Matematika jam terakhir sungguh membuatku kenyang. Jangan lupakan tugas yang selalu ada disetiap pertemuan. Kubereskan buku – bukuku dan keluar kelas.
“Gyu hyung !”, suara dibelakang sana memanggil namaku. Siapa lagi kalau bukan Hoya, hoobae yang sekaligus tetanggaku ini.
“hai !”, cepatnya anak itu datang. Cacing diperutku pasti ikut senang. Kami biasa jalan kaki untuk pulang dari sekolah. Karena juga sembari jalan – jalan dan menikmati berbagai macam aneka jajaan yang ada dipinggir jalan. Sedangkan Hoya berangkatnya naik bus.
 “kajja, aku sudah lapar”, ajaknya sambil menarik tanganku.
“stop !”, aku berhenti.
“ah waee ??”
“kau menyebalkan”, ku hempaskan tangannya.
“uh ??”, pasti lupa.
“heol, apa maksudmu memberitahu Woohyun tentang kejadian tadi pagi huh ?”, aku mulai kesal.
“hah ? yang tentang cer -”
“IYA !”, aku jalan mendahuluinya.
“haha.. mianhae Hyungie sayanggg…”, mohonnya sambil menyusul disampingku.
‘halah, mau alasan apa dia’
“mian, aku kan hanya bercanda. Memangnya kenapa ? kau ada masalah dengannya ?”
“…”
“heish.. mengapa harus malu jika kau membawa benda itu hyung. Btw, kenapa kau bawa itu ?”, tanyanya menyebalkan.
“ah sudahlah. Lee Ho Won dongsaengku, dongsaeng tercintaku, jebal jangan lagi membicarakan hal – hal absurd tentangku pada Woohyun ne ?”, aku berhenti dan menatapnya.
“eh ? ada apa dengan kalian ?”
“uh ?”
Ah, pabbo ! harus bagaimana aku menjawabnya ? kami berpacaran Hoya ! Kami berpacaran !!!
Dan aku harus terlihat perfect 100% didepannya ! aigo..
“hyung ??”
“ah ?”, pasti wajahku cem orang bego sekarang.
“jangan – jangan..”
‘apa yang akan dia katakan’
“KAU ADA HUBUNGAN DENGAN WOOHYUN !!”
“AHH !! KAU BICARA APA EOH !!”, kujitak kepalanya keras.
.
Aish jinjja, dia tahu !! dan lihatlah, mereka yang ada sepanjang lorong ini melihat kami semua karna kelakuan Ho Won ! YAK, LEE HOWON !! KAU MENYEBALKANNN !!!
.
“sakit hyung !”, sambil mengelus kepalanya.
“ah, semuanya maafkan temanku ini ne, dia memang agak sembarangkan jika berbicara”, akhirnya harus kupertaruhkan harga diriku demi cecunguk satu ini.
Owh, mereka.. lihatlah mereka.. para FANS Nam Woohyun yang melemparkan pandangan semanis goresan pedang di kulit mulusku ini. Mebuatku menelan saliva dengan kasar dan dengan cepat menyeret terong – terongan kurang asem ini ketempat sampah.
.
.
.
.
.
/author’s POV/
.
.
“hyung lepas !”, rengek Hoya.
“hah !!”, Sunggyu melepas gengamannya dan menatap Hoya tajam dengan wajahnya yang kusut.
“w.. waeyo..”, namja itu menunduk.
“…”, Sunggyu tetap menatapnya tajam.
“mian hyung, membuatmu malu. Namamu jadi jelek karenaku”
“huaa ~~ Hoyaaa….”, Sunggyu merengek manja dan memeluk Hoya seperti anak kecil yang minta mainan.
Lihatlah ekspresi Hoya yang cengo, dia tak menyangka hyungnya bersikap lemah /?/ setelah ia ditatap tajam dan siap menerima perlakuan sadis Sunggyu.
“w waeyo hyung..”
“huaa hari ini menyebalkan !”, rengeknya sambil tetap memeluk Hoya.
“hum.. arra – arra.. mian ini karenaku”
“…”
“…”
“sudah kajja pulang”, Sunggyu sudah mulai lelah.
.
.
.
/author’s POV/
Halaman Woollim SHS, sudah seperti gerombolan semut. Para pelajar mulai berhambur keluar kelas. Begitupun Woohyun yang sudah secepat kilat berada di parkiran yang terletak disamping sekolah. Ia menancapkan gas dan melaju perlahan karena jalannya dipenuhi siswa – siswi yang ingin pulang juga. Tapi lihat.. sepertinya ia melihat Sunggyu dan seseorang berjalan dipinggir jalan sebelah sana. Tak melewati kesempatan ini, Woohyun pun menghampiri Sunggyu.
.
.
Brum.. motornya melaju pelan disamping si cantik Gyugyu ini.
“hyungie”, sapanya dengan senyuman bodoh yang setiap saat selalu menghiasi wajahnya.
“hai Hyun”, aigo.. lihatlah ekspresi canggung dan senyum malu – malu Sunggyu yang sudah seperti pengantin wanita mau menikah /?/
Dan juga Hoya, siapa menyangka dia bingung dengan semua ini. Sunggyu yang bersikap aneh didepan Woohyun tadi pagi, dan ia juga yang aneh saat Hoya membicarakan tentang Woohyun di lorong tadi.
“kau berjalan kaki juga hari ini hyung ?”, tanya Woohyun perhatian sekali.
“eh ? uh.. tentu saja, aku tiap hari juga seperti ini kok”, saltingnya seorang Kim Sunggyu sambil tetap menahan senyumnya.
“apa tak mau kubonceng ?”
‘OMMO ! dia frontal sekali !!’
‘eh ? ada apa dengan mereka ? Gyu hyung menghindari Woohyun. Tapi.. Woohyun perhatian sekali. Apa mereka bertengkar dan ini usaha Woohyun meminta maaf ? but wait.. Gyu hyung malah terlihat blushing dan canggung didepan Nam. WHAT’S WRONG ??’, begitulah kira – kira yang ada dibenak namja terong itu sekarang.
“ah ? hm.. tidak usah Hyun, Hoya tidak ada temannya”, alasan Sunggyu.
Hoya berhenti.
“eh waeyo ?”, Woohyun memandang Hoya.
“kalian.. kalau ingin pulang bersama tidak apa – apa. Aku juga minta maaf soal tadi hyung”, Hoya memberi senyum pada Sunggyu dan mengalah.
“mwo ? hey tidak apa – apa Hoya, lupakan yang tadi ne !”, Sunggyu menepuk bahu Hoya sekaligus ingin namja itu supaya tidak mengatakan hal – hal tadi lebih lama di depan Woohyun kesayangannya itu. Karena apa ?? bisa – bisa Woohyun akan bertanya seperti..
“minta maaf soal apa ?”
‘DUAGH’
“aniya ! tidak ada apa – apa !”, suara hamster besar itu melengking. Senyum manisnya melukis wajah imut yang dapat membuat Woohyun makin klepek – klepek. /ahh aku juga xD/
Terlihat Woohyun semakin tersenyum lebar dan memandang hangat pacar barunya yang juga tengah tersenyum manis sembari salting dengan meremas baju seragam bagian bawahnya, kakinya bergerak tak mau diam seperti ingin kebelakang, dan jangan lupakan tubuhnya yang macam cacing kepanasan.
Hoya hanya melongo melihatnya.
“aigo.. kau manis sekali hyung”
Woohyun pabbo ! apa kau tak menyadari ada Hoya disini ??
“ahh.. Woohyunnn ~~~~~~”
DAN SEKARANG SUNGGYU MENUTUP WAJAHNYA SAMBIL JEJINGKRAKAN /-_-/
Siapa tadi yang berniat merahasiakan hubungan itu ? dan sekarang siapa juga yang memberikan tanda – tanda jika mereka berhubungan ? /tolong jangan salvok xD/
.
Tengoklah Hoya yang terlihat dramatis mematung disana bak polisi lalu lintas.
.
.
/Sunggyu’s POV/
‘aigo !! Woohyun mempesona sekaliiii…… uh senyuman dan gombalnya !!
Aku bisa gila !!’
Wajahku panas.. badanku berkeringat tiap melihatnya.. ah jebal, aku ga kuat.
Eh ? Aku rasa.. ada keganjilan. Ku tengok sebelahku.
HOYA !!! AAAAAHHHHH ~~~ DIA TAHU KAH ??
SEE SEEE !! DIA MELIHATKU SEKARANG ? NA OTOKE ??
“Ho Hoya..”
“…”
Heol ! dia tetap mematung, ahh ! ingin kumasukkan dia kedalam jurang supaya tak melihatku barusan.
“ah, mungkin aku sedang lelah sekarang, maafkan kelakuanku barusan ne”, keringatku bercucuran. Tak sanggup melihat 2 namja ini.
“oh ok.. gwaenchana hyung, kau mungkin lelah.. pulanglah bersama Woohyun, aku duluan !!”, Hoya terlihat kaget dan sekarang ia berlari pergi meninggalkan kami. Ahh !
.
“Hyung ?”
“hah ??”, astaga aku kaget sekali. Jantung mau copot rasanya..
Eh ? Woohyun ngapain kesini segala ?
“Gyu hyung.. sudahlah.. jangan terlalu dipikirkan…”
‘apanya ? kenapa dia bisa tau ??’
Grab.
Huahuaa ~~ dia memelukkuuu !! auhhhh ~~
“sudah hyung, santai saja..”
Owoo ! Woohyun mengelus – elus punggungkuu.. aaa !!
Omaygad omaygad ~ bisa kurasakan betapa bahagianya aku dipeluk namja mempesona seperti dia, belaiannya saja sudah seperti ini apalagi.. HAH ENOUGH !
Tanganku kaku, aku hanya bisa menyembunyikan senyum yang sedari tadi kuukir diceruk lehernya.
“kajja hyung pulang”
Rasa kaku menjulur diseluruh badanku, mataku hanya bisa menatapnya.. perlakuan sekecil tadi membuatku semakin jatuh kedalamnya.. ah Nam Woohyun !
“kau kenapa hyung ?”
“ah aniya, kajja pulang !”
.
.
.
.
.
TBC
~ ajikdo nan ~



No comments: