Title : Ajikdo nan (Chapter 2)
Author : Anggi WK
Main cast :
-
Nam
Woohyun [25 th]
-
Kim
Sunggyu [27 th]
-
Kim
Myungsoo [25 th]
Support cast :
-
Lee
Ho Won / Hoya [25 th]
-
Jang
Dongwoo [26 th]
-
Bae
Jae Wook / Benji [25 th]
-
Byun
Baekhyun [24 th]
-
Kim
Ki Bum / Key [24 th]
-
Lee
Jin Ki / Onew [24 th]
-
Min
Yoon Gi / Suga [25 th]
-
Jung
Ho Seok / J-Hope [25 th]
-
Lee
Jeongmin [25 th]
-
Jeon
Jungkook [25 th]
-
Yi
En Tuan / Mark [25 th]
Genre : teen romance, school
life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,
yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : 2 of ?
AN : Annyeong readers !! xD ini ff
pertamaku yang intinya diambil dari real life, tentunya diberi perubahan supaya
bisa menyesuaikan. Sebenernya ga ada niat buat nulis beginian, tapi aku cuma
pengen curahin isi hati yang terpendam xD wkwk kepikiran sejak ultahnya Dongwoo
22 Nov 15 kemaren xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa
~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA
!! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
YANG PENTING NO COPAS !
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu
atu2/
Quote : Beolsseo
geureomyeon andwae, ajigeun
kkeutnange aniya, ajikdo nan..
/You
can’t be already like this, it’s not the end yet, I still../
Summary : Sebuah keegoisan
yang serakah dan sebuah obsesi yang melekat,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku selalu melihat
ke arahmu dengan gelisah,
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Menyedihkan, aku
menginginkanmu..
~ Nam Woohyun ~
Sound track : Infinite – Luv letter
/read it with music for deepen the story/
==================================================
Happy reading :* :* :*
/Author’s POV/
Motor yang melaju pelan itu semakin menambah
moment indah mereka. Dua makhluk yang seperti orang bodoh itu terus saja
tersenyum bagai orang gila. Yang depan mengemudi dengan santainya sambil
melihat – lihat kanan kiri. Jangan tanya yang belakang. Dia hanya senyum –
senyum gaje sambil memegang pinggir jaket pengemudinya, membuat mata sipitnya
semakin hilang ditelan asmara /?/
.
.
“hyung, kau tak lapar ?”, modus dari koala itu
keluar.
“ah ? hmm.. iya sih”
“kita cari makan yuk ?”
“umm.. iya iya !”, girangnya hamster besar
ini.
“kau mau apa..”
“uh terserah saja”, jawabnya sambil terus
senyum gaje.
“jangan terus – terusan senyum seperti itu
hyung”
Sunggyu kaget, darimana yayang /?/ nya ini
bisa tau ?
“apa maksudmu Hyun..”
“lihatlah !”, Woohyun menunjuk kaca spion yang
terlihat jelas wajah Sunggyu.
Pipi Sunggyu semakin memerah. Sudah
ketahuanlah ia daritadi tersenyum gaje. /duh malunya emak WGS xD/
“bukan karena kau tersenyum lalu seperti orang
gila, tapi senyumanmu yang membuatku makin gila”
“aaa Woohyunnnn ~~~~~”, Sunggyu reflek menepuk
punggung sang sopir yang hanya terkekeh.
Aigo, lihatlah princess Woollim ini yang
menutup mukanya. Jantungnya berdetak cepat. Darahnya mengalir 10.000 km/jam.
Kukira inilah yang membuat Woohyun makin jatuh padanya. Reaksinya. Sikap
manisnya. Woohyun harus semakin berusaha untuk mendapatkan seutuhnya namja ini.
HARUS.
.
.
.
.
.
/at 04.00 PM/
Cuit cuit ~~
Ratusan burung yang berterbangan ini menghiasi
langit sore yang damai. Sawah hijau terhampar luas menyelimuti alam sekitar.
Para petani masih ada yang bekerja juga. Disebelah sana ada pengembala kerbau
yang sedang menemani ternaknya untuk makan. Tak kalah anak – anak kecil yang
bermain layangan tertawa lepas satu sama lain. Demikian juga WooGyu yang tidak
melepas senyum mereka…
“Hyun, kita mau apa kesini ?”
“kita cari makan”, jawabnya santai sambil terus
mengemudi pelan.
“kita makan disini ??”
“iya, kita cari tempat yang beda.. yang sejuk”
“ooh..”, Sunggyu menganggukkan kepalanya imut.
“sesejuk hatiku bersamamu hyung”
“yah ! jangan gombal terus eoh ! aku sudah
lapar !!”, kembali Sunggyu berblushing ria dan memukul lagi punggung Woohyun
gemas. Sedangkan korbannya hanya kembali cengengesan.
“iyah sayangggg”
“eih jinjja !!”
“jangan ngambek dong chagiii ~~”
“ISH JINJJA ! WOOHYUN MENYEBALKAN !!”, Sunggyu
kembali melayangkan pukulan makin keras pada Woohyun. Bagaimana tidak, dia
berbicara ah maksudku menggoda sambil modus mengelus paha kiri Sunggyu.
“yah, jangan pegang – pegang aku !!”, Sunggyu
tak bisa menahan wajah terbakarnya, jantungnya yang sudah meroket keluar
angkasa. Oh, disore ini apakah Sunggyu baru keluar dari sauna ? baju
belakangnya basah. Keringatnya bercucuran. Begitupun juga tangannya yang tak
kalah banjir keringat. Apa ini semua karena perbuatan Woohyun ??
“kenapa tak boleh ?”
“yah tetap tak boleh !”, ia memasang topeng
jutek dibalik senyum tak tertahankan diwajahnya.
“bukannya enak ?”
“hah !! enak apanya !! yadong !!!”, Kim
menjitak keras kepala Nam. Untung masih tertutup helm.
“aigo.. belum jadi istri saja sudah ada KDRT
seperti ini”
“hiiihh ~~ Woohyun cepat jalannyaaa.. aku
capek”, uh sudah terlihat bagaimana ga kuatnya Sunggyu menghadapi gombalan
Woohyun yang super membuatnya klepek – klepek itu. Lihat Sunggyu yang sudah
terbakar lagi mengetahui pikiran Woohyun tentang KDRT apalah itu. Ditambah
dengan istri. Mwoya ! huff, jangan membuat Sunggyu jadi ikut berfikir yang iya
– iya ya.
.
.
.
Ckitt..
“nah kajja turun”, Woohyun memarkirkan
motornya.
“woah.. kedai apa ini Hyun ?”
“tempat favoritku hyung”, senyumnya pada
Sunggyu sambil melepas helmnya.
.
.
Mereka berjalan masuk kedalam sana. Sebuah kedai
bakmi yang berada di pinggir sawah. Atap, tiang, alas, meja, semuanya bernuansa
kayu yang dipoles dengan licin dan mengkilat sehingga menghasilkan suanana yang
damai namun tetap artistic.
Disudut kanan kedai itu..
“permisi, anda ingin pesan apa ?”
“em.. bakmi nya dua, teh hijau juga dua”,
jawab Woohyun sambil melirik sekilas hyungnya yang pandangannya mengikuti
kepergian pelayan itu dengan memelas.
“ahahaaaa.. ”
“uh ? wae geure Hyun ?”, Sunggyu dengan
polosnya.
“haha.. tenang hyung, mereka cepat datangnya
kok”, Woohyun mengelus bahu Sunggyu yang kebingungan mau menaruh mukanya
dimana.
“ish, iya – iya !”, ia memalingkan wajahnya.
“ahahaa kau ngambek hyung ?”, inilah kebiasaan
Woohyun, suka menggoda orang.
“…”
“eyy.. mian - mian”, Nam merangkul Sunggyu
yang menahan lapar dan menjalankan aksi ngambeknya. Sedang asik – asik Woohyun
membujuknya, tiba – tiba ia disikut.
“tuh dia datang !”, bisik Sunggyu melihat
pelayan yang datang dengan pesanan mereka.
“silahkan !!”, mereka saling memberi senyuman.
.
.
“uh, cepat sekali dia Hyun ??”
“iya, mereka memasak dalam jumlah banyak.
Ketika kita pesan mereka tidak terlalu menghabiskan banyak waktu hyung”, jelas
Woohyun sambil mengaduk bakminya.
“oh..”, kembali ia mengangguk – angguk imut.
“tapi tenang hyung, disini bukan berarti
makanannya sudah lama atau apa, tempat ini ramai pengunjung, bahkan buka 24
jam”
Sunggyu mendengarkan dengan baik.
“seperti aku yang selalu ada untukmu hyung, 24
jam”, gembel Woohyun yang keseribu kalinya.
“makan Hyunnieeeee”, jawab Sunggyu yang
menundukkan kepalanya, tak mampu menunjukkan senyuman mengembang diwajah
manisnya. Kata – kata, suara, gombalan, perhatian, dan pandangan hangat
darinya.. i can’t help myself !
“makan yang mana ? yang dimangkuk atau yang
duduk sebelahku uh ?”, Woohyun dengan wajah begonya.
“di mangkuk lah PABBO !!”, tawa Sunggyu sambil
melayangkan jitakan emasnya.
“ahahaa..”, mereka tertawa bersama.
.
.
.
.
.
/at 05.00 PM/
“kau sudah selesai hyung ?”
“hum. Lanjutkanlah makanmu, gausah terburu –
buru”, santai Sunggyu sambil melonggarkan sabuknya karena kekenyangan.
“aigo, sehatnya hyungku ini.. ahahaa”, Woohyun
bertingkah kurang asem lagi.
‘pletak’
“makan yang benar !! kau mengejekku lagi
KUTINGGAL ! arrasseo huh !!”, ouw bibir manis itu manyun 2 cm. Mata sipitnya menatap
tajam ke Woohyun.
“ommo.. kau mau pergi naik apa hyung ?”, wajah
dan perkataan Woohyun benar – benar mengesalkan saat ini ! Sunggyu yang
mendengar itu dan melihat ekspresi Woohyun yang super duper cem orang bego
membuatnya naik darah.
“AKU NGAMBEK !!!”, jiah seorang Kim Sunggyu
malah bersedekap dan memalingkan wajahnya dari Nam. Siapa yang tak kesal kalau
punya badan sehat lalu selalu diperbincangkan ?
“aigo aku becanda hyung.. hyung manisssssss
jangan marah ne ?”, Woohyun mendekat mencoba melihat wajah Sunggyu yang tetap
tak mau menoleh.
“…”, Sunggyu tak bersuara, namun yang bersuara
itu hatinya. Suasana terasa panas jika Woohyun selalu bersikap seperti ini.
“hyungggg….”, panggil Woohyun manja seraya
membelai mesra rambut caramel Sunggyu dengan penuh perasaan dari atas sampai
bawah /?/
Sunggyu yang tak mampu…
“STOP !!”, hamster menangkis tangan koala dan
dengan sigap dia bangkit berlari keluar kedai.
“eh ? YAH HYUNG ! GYU HYUNGG !!”, Woohyun yang
shock tanpa pikir panjang langsung mengambil tasnya menjauh dari meja.
“hey ! dia melupakan tasnya, aish jinjja !”,
Nam pabbo yang teringat sesuatu kembali lagi ke meja dan mengambil tas
princessnya.
.
.
‘brukk’
Woohyun menubruk meja kasir. Kepanikannya
membuat noona kasir juga ikut gelagapan dan bekerja cepat. Melihat Sunggyunya
yang sudah menghilang membuat jangtungnya berdetak lebih cepat, bagaimana kalau
dia ngambek lalu memutuskannya ? NO !
.
Kaki lincahnya segera menuju tempat parkir.
“hah.. neon eoddie ?”, pandangannya ia
layangkan ke semua sudut tempat itu.
“mungkin, dia kesana ?”, sorotnya kejalan satu
– satunya untuk menuju kesini.
“Gyu hyung mianhae !”, desahnya lalu berlari
cepat mengikuti jalan itu.
.
.
.
Sunngyu berlari menjauh dari kedai. Hamparan
hijau serta arus angin yang kencang membuatnya makin terlena.
.
/Sunggyu’s POV/
“Uhh.. cape..”, kuusap keringat yang mengucur
deras didahiku.
Kakiku berhenti didepan sawah hijau yang
memantulkan silau senja dari langit keoranyean itu.
Terngiang kembali halusnya belaian Woohyun.
Tangan dinginku tergerak perlahan memegang puncak kepalaku sendiri.
“ah Woohyun ! kau menyebalkan. Sangat !”,
nafasku kembali memburu.
“aku biasa saja kau mengataiku gendutlah,
apalah terserah… Semua juga bilang seperti itu… Tapi... kau memegang rambutkuuu
! kau membelai rambutku, kau memelukku, kau mengelus – elus punggungku, kau
menatapku, kau menggombaliku, bahkan menodai pahaku juga ikhh...”
Kusentuh paha kiriku.
“baru sehari.. tapi jantungku ! ah.. so
lucky..”, jantungku kembali berdetak cepat memutar kembali satu persatu peristiwa
BERHARGA yang tak ingin kuakhiri.
“saranghae Woohyun – ah. Jeongmal..”, ku
berbisik pelan pada hamparan sawah yang menyaksikanku, capung – capung yang
beterbangan, dan langit senja yang menemani hatiku. Aku tersenyum pada
semuanya. Semua baik.
.
.
.
/author’s POV/
‘hyunggg ! Gyu Hyungg !’, terdengar suara dari
jauh.
“Woohyun ?”, Sunggyu terdiam dan memiringkan
kepalanya.
“ah, aku harus terlihat marah !”, sempatnya ia
merapikan rambut panjang /remember Sunggyu in BOAF/ juga seragamnya yang
berantakan sebelum Woohyun menemukannya disini.
“oh iya, cerminku ditas ! pabbo !”, Sunggyu
menjitak kepalanya sendiri saat ia menyadari akan memantau riasan wajahnya
tatapi tak membawa cermin bersamanya. Gyu ala kadarnya.
“GYU HYUNG !!!”, Woohyun berlari dan langsung
menubruk hamster besarnya itu.
Sunggyu yang masih memikirkan cerminnya dibuat
kaget dengan datangnya Nam. Woohyun memeluk erat dengan napas memburunya sambil
berusaha..
“hah.. hah mian hyung ! Gyu hyung mianhae, aku
hanya becanda tadi.. mian”, Woohyun mengelus rambut Sunggyu penuh sayang dengan
tangan kanannya. Sedangkan yang diperlakukan manis malah diam membeku merasakan
sentuhan Woohyun yang sudah berhasil meroketkan /?/ hatinya keluar angkasa.
.
.
“jangan marah hyung.. jebal, aku bersumpah
hanya becanda.. aku tak pernah memandang buruk dirimu hyung, I luv u d’way u r”,
perlahan Woohyun melepas pelukan dan menatap mata Sunggyu. Sedangkan Sunggyu
masih belum bisa memberanikan diri menatap balik Woohyun. Ia melihat kearah
lain sambil menelan salivanya sendiri. Semua pasti tahu apa yang dirasakan
Sunggyu sekarang.
.
“hyung.. dengarkan aku..”, Woohyun kembali
berbicara karena Sunggyu tak membalas perkataannya daritadi. Sunggyu tidak
marah, ia hanya ingin mengerjai Woohyun saja. Ia membalas perlakuan mengesalkan
Woohyun yang sadari tadi membuat jantungnya selalu berdetak lebih cepat.
.
.
“Sunggyu, Kim Sunggyu.. ”, Woohyun berhenti
sebentar sambil memegang kedua bahu Sunggyu yang mana korbannya sudah mulai
berkeringat efek debaran dihatinya.
.
“uh.. aku benar – benar minta maaf karena kata – kataku yang mungkin menyakitimu,
membuatmu marah dan kesal padaku.. tapi percayalah ! selama ini aku bersikap
mengesalkan padamu itu aku hanya becanda hyung.. aku ingin melihatmu terus
tersenyum bersamaku.. dan aku tidak akan pernah bisa kesal padamu hyung, apapun
yang kau lakukan.. aku kan berusaha, aku takkan pernah marah padamu juga.. dan
satu lagi, aku tak melihat keburukan denganmu, aku.. aku melihatmu baik hyung..
seberapa orang menilai buruk dirimu, percaya dan lihatlah, aku takkan ada
diantara mereka”, sorotan Woohyun mulai serius, ia terus menatap Sunggyu yang semakin
membatu disitu.
.
.
Dengan segenap kekuatan untuk bergerak,
Sunggyu perlahan menatap Woohyun tak percaya. Apa yang barusan ia katakan ? mengapa
terasa sangat menyentuh disini ? dihati Sunggyu ?
.
“gomawo Hyun”, senyum kaku akhirnya Sunggyu
berikan, membuat hati Woohyun sedikit berdesir setelah sedari tadi Sunggyu tak
menganggapnya sama sekali. Mereka saling memandang dan melempar senyuman hangat
penuh arti. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Sampai akhirnya jantung
Sunggyu semakin berdetak cepat, ia menelan salivanya saat Woohyun mulai
mendekatkan wajahnya, makin menghapus jarak diantara mereka. Nafas yang saling
memburu membuat aliran darah disekujur tubuh mereka mengalir cepat. Dapat
dilihat Sunggyu yang sudah sempurna kaku bak patung bernafas disana.
.
.
.
Slowly but sure..
Mata Sunggyu terbelalak saat Woohyun meraup
seketika bibir tipisnya, menikmati bibir Sunggyu. Tak kuasa menahan itu semua,
pada akhirnya pun Sunggyu ikut memejamkan matanya, merasakan hangatnya dekapan
Woohyun dan belaian pada rambut halusnya. Sunggyu mulai semakin merasakan hawa
panas ditubuhnya seiring panasnya ciuman yang Woohyun lakukan padanya. Ia
meremas seragam Woohyun seolah meminta kekuatan untuk menghadapi aksi koala
mesum ini di malam pertamanya /malam pertama dimana mereka kisseu maksudnya xD/
Aksi itu tentu saja tak membantu Sunggyu untuk
tetap kuat bertahan dalam kegiatan ini, malah semakin merangsang lawannya untuk
lebih ganas. He has no idea, he also can’t breath..
“eunghh”, Sunggyu mendorong Woohyun menjauh.
“hah.. hahh..”, mereka beradu mendapatkan
oksigen sebanyak – banyaknya.
Woohyun dengan rambut dan saragam yang
berantakan, keringat yang membasahi permukaan kulitnya, ditambah tatapan lapar
pada Sunggyu, siapa yang tak ikut tergoda ? siapa yang tak greget melihat
mereka seperti ini ?
.
.
“a apa ?”, Sunggyu yang menyadari dirinya
tengah ditatap daritadi. Mukanya memerah sempurna melihat senyuman puas terukir
diwajah Nam. Jangan tanyakan kondisi jantungnya saat ini.
“yah, kau mau apa, bilang saja… keburuu..
uhh.. ini sudah malam. Mm.. kajja pulang”, Sunggyu berkata gugup sambil
menyembunyikan wajahnya dari Woohyun, ia masih harus berusaha keras berkata
dengan baik dan benar jika berada dekatnya. Sedangkan Woohyun semakin tersenyum
puas melihat sikap salting hamsternya. Hendak menggoda lebih jauh lagi, Woohyun
mendekati Sunggyu dan perlahan mengulurkan tangan kanannya untuk mengelus –
elus pipi Sunggyu yang halus itu.
.
.
“Woo- Woohyun…”, wajahnya terbakar, hanya
dapat menundukkan wajahnya dan berdoa supaya jantungnya tak meroket sekarang.
“Gyu hyung…”, bisiknya pelan sambil memainkan
dan membelai sayang rambut hyungnya.
“Woohyun.. sudah Hyun…”, Sunggyu memang tak
tahan diperlakukan manis seperti ini, bisa – bisa dia pingsan.
“Hyunn… kajja kita pul-”, suara Gyu terhenti
saat..
“HEI !! KALIAN SIAPA BERDUAAN DISITU !!”,
seorang ahjussi dengan membawa senter melihat dua mahluk bermesraan di
pinggiran sawahnya yang remang – remang /saoloh xD/
“KABURRRRRR !!!!!”, WooGyu yang kaget tak
dapat berfikir panjang langsung cepat kilat melarikan diri.
“DASAR ANAK – ANAK MESUM !! bisa – bisanya
sawahku kau jadikan tempat praktek /?/ aku saja masih sendiri”, curhat ahjussi
itu pada akhirnya mengingat dia yang masih single /xD/
.
.
.
.
.
/other side/
Mereka kembali lagi ke tempat parkir kedai
bakmi favorit Woohyun itu.
“hah.. hahh..”
“hufffttt”
“hahh.. kau cape hyung ? hhh..”
“hum”
“ahahaaa… aigo sini hyung..”, Nam tertawa dan
mengulurkan tangannya untuk memeluk Sunggyu.
“shireo ! kau menyebalkan !”, Sunggyu menahan
dan mendorong dada Woohyun menjauh.
“ah wae ??”
“iyalah ! kau bodoh ! mana bisa.. sehabis kita
bertengkar, kau tiba – tiba mengambil firstkiss ku ! lalu kedua, kita
melakukannya di sawah orang ! dan yang ketiga..”, wajah penuh kekesalannya
mulai luntur..
“kita kepergok ahjussi pemilik sawah itu !!”,
Sunggyu berbicara sambil menahan tawa.
Mereka saling pandang dengan sorotan yang
kosong, sampai akhirnya..
.
“AHAHAAA !!”, tawa Nam meledak saat berhasil
mencerna kata – kata Sunggyu.
Sedangkan Kim hanya bingung mengapa Nam malah
tertawa. Ia kesal, bukannya meminta maaf atau apa, malah menertawai kejadian
GAK BANGET nya. Gyu memandang Nam yang masih tertawa dengan penuh kekesalan
sambil memanyunkan mulut hamsternya. Sebenarnya Sunggyu juga ingin ikut tertawa
tapi ia gengsi.
“WOOHYUN PABBO !! AKU INGIN PULANG !! PALLIIIIII
!!!!! HUAA… EOMMAAA”, Sunggyu tertawa juga dengan masih memasang wajah kesalnya
sambil menghentakkan kedua kakinya ke tanah.
“ahhh iya iya iyaa….. iya sayang ayo pulang
yuukk”, Woohyun yang masih tertawa dalam hatinya hendak meraih tangan kiri
Sunggyu yang langsung ia sembunyikan dibalik badan sehatnya.
“DON’T TOUCH ME !”, dapat kita lihat wajah
Mimy Gyu yang menahan senyuman.
“aigoo.. ke-”
“yah ! kenapa tas ku bisa ada denganmu !”,
Sunggyu melihat Woohyun membawa dua tas yang dibawanya.
“kau tadi meninggalkannya di dalam kedai
chagi”
“gausah sok perhatian”, Sunggyu semakin menahan
senyumnya dan menghindari kontak mata Woohyun.
“hahaa.. geure – geure.. kita pulang dulu,
nanti kuberikan tasmu hyung”
“ck, yasudah palli !”
.
.
.
.
.
WooGyu pada akhirnya pulang juga setelah
sekian lama beradu argument, di tempat parkir, di jalan, di traffic light, bahkan
sampai di depan rumah milik calon mertua impian Woohyun dimasa depannya.
.
“nah, sudah sampai princess... silahkan turun”
“ck, bawel”
“ahahaa..”, mereka tertawa bersama.
.
“sini tasku”, Sunggyu yang sudah turun meminta
tasnya.
Sedangkan Woohyun hanya tersenyum bodoh.
“yah, Woohyun-ah palli !”, ia mengulurkan kedua
tangannya.
“kau mau tasmu hyung ?”
“iyalah pabbo”
“ada syaratnya..”
“mwoyaaaaaaaa…”, Sunggyu sudah mulai kesal
dengan semua perlakuan Woohyun.
“aegyo”, jawabnya singkat jelas plus tampang
bodoh.
“…”, anak pemilik rumah hanya manyun 5 meter.
“ehem, aku harus segera pulang hyung”,
jawabnya sok santai memandang sekitar seraya merapikan dasinya.
“geure. Woohyun-ahh ~~”, panggil Sunggyu
dengan manja sambil tersenyum imut hingga matanya hilang.
“eum ??”, jawab Woohyun sok polos sambil
menoleh pada hamsternya.
Sambil memainkan jarinya dan malu – malu hamster,
“Wuyun-ah.. berikan tas ku ne.. hioong –
hioong ~~”
“aaa ~~ kyeopta - kyeoptaaa”, Woohyun yang
menyaksikan aksi ‘hioong – hioong’ nya Sunggyu tersenyum senang sambil tepuk
tangan. Begitupun Mimy yang juga ikut tersenyum, requestnya/?/ terpenuhi.
“once again, once again hyung”, requestnya
memberikan satu jari telunjuk.
“hioong – hioonggg ~~~”, owo manisnya Sunggyu.
“gimme heart hyung !”
Sunggyu memberikan luv sign nya.
“kisseu !!”
“muahhhhh ~~~”, Sunggyu juga melemparkan kiss
nya pada Woohyun.
“sexy dance !”
“YAH TAS KU !!!”, bukannya memenuhi request,
ia malah berkacak pinggang dengan tampang kesal. Sudah diberi aegyo dan service
plus – plus /?/ tapi tetap kurang ?
“ahahaaa.. arra – arra.. ini hyungku yang
manissss… tasmu”, sampai juga tas Sunggyu ke pemiliknya.
“sudah sana pulang”, usirnya jutek.
Yang diusir hanya tersenyum bodoh.
.
“Sunggyu – ya !!”, sebuah suara datang mengagetkan
mereka.
“Woohyun – ah palli pulang sana !”, Sunggyu
berbisik pelan pada Woohyun yang masih diam ditempat.
“eum, annyeong hyung, aku pulang !”
Secepat kilat ia menghilang diujung jalan yang
gelap ini.
.
.
Tap.. tap..
.
.
.
.
.
TBC
~ ajikdo nan ~
No comments:
Post a Comment