Monday, February 22, 2016

FF - Ajikdo nan (Chapter 2)

Title : Ajikdo nan (Chapter 2)
Author : Anggi WK

Main cast :
-          Nam Woohyun [25 th]
-          Kim Sunggyu [27 th]
-          Kim Myungsoo [25 th]
Support cast :
-          Lee Ho Won / Hoya [25 th]
-          Jang Dongwoo [26 th]
-          Bae Jae Wook / Benji [25 th]
-          Byun Baekhyun [24 th]
-          Kim Ki Bum / Key [24 th]
-          Lee Jin Ki / Onew [24 th]
-          Min Yoon Gi / Suga [25 th]
-          Jung Ho Seok / J-Hope [25 th]
-          Lee Jeongmin [25 th]
-          Jeon Jungkook [25 th]
-          Yi En Tuan / Mark [25 th]
Genre : teen romance, school life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,  yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : 2 of ?

AN : Annyeong readers !! xD ini ff pertamaku yang intinya diambil dari real life, tentunya diberi perubahan supaya bisa menyesuaikan. Sebenernya ga ada niat buat nulis beginian, tapi aku cuma pengen curahin isi hati yang terpendam xD wkwk kepikiran sejak ultahnya Dongwoo 22 Nov 15 kemaren xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa ~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA !! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
YANG PENTING NO COPAS !
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu atu2/

Quote : Beolsseo geureomyeon andwae, ajigeun kkeutnange aniya, ajikdo nan..
/You can’t be already like this, it’s not the end yet, I still../

Summary : Sebuah keegoisan yang serakah dan sebuah obsesi yang melekat,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku selalu melihat ke arahmu dengan gelisah,
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Menyedihkan, aku menginginkanmu..
~ Nam Woohyun ~

Sound track : Infinite – Luv letter /read it with music for deepen the story/
==================================================


Happy reading :* :* :*

/Author’s POV/
Motor yang melaju pelan itu semakin menambah moment indah mereka. Dua makhluk yang seperti orang bodoh itu terus saja tersenyum bagai orang gila. Yang depan mengemudi dengan santainya sambil melihat – lihat kanan kiri. Jangan tanya yang belakang. Dia hanya senyum – senyum gaje sambil memegang pinggir jaket pengemudinya, membuat mata sipitnya semakin hilang ditelan asmara /?/
.
.
“hyung, kau tak lapar ?”, modus dari koala itu keluar.
“ah ? hmm.. iya sih”
“kita cari makan yuk ?”
“umm.. iya iya !”, girangnya hamster besar ini.
“kau mau apa..”
“uh terserah saja”, jawabnya sambil terus senyum gaje.
“jangan terus – terusan senyum seperti itu hyung”
Sunggyu kaget, darimana yayang /?/ nya ini bisa tau ?
“apa maksudmu Hyun..”
“lihatlah !”, Woohyun menunjuk kaca spion yang terlihat jelas wajah Sunggyu.
Pipi Sunggyu semakin memerah. Sudah ketahuanlah ia daritadi tersenyum gaje. /duh malunya emak WGS xD/
“bukan karena kau tersenyum lalu seperti orang gila, tapi senyumanmu yang membuatku makin gila”
“aaa Woohyunnnn ~~~~~”, Sunggyu reflek menepuk punggung sang sopir yang hanya terkekeh.
Aigo, lihatlah princess Woollim ini yang menutup mukanya. Jantungnya berdetak cepat. Darahnya mengalir 10.000 km/jam. Kukira inilah yang membuat Woohyun makin jatuh padanya. Reaksinya. Sikap manisnya. Woohyun harus semakin berusaha untuk mendapatkan seutuhnya namja ini. HARUS.
.
.
.
.
.
/at 04.00 PM/
Cuit cuit ~~
Ratusan burung yang berterbangan ini menghiasi langit sore yang damai. Sawah hijau terhampar luas menyelimuti alam sekitar. Para petani masih ada yang bekerja juga. Disebelah sana ada pengembala kerbau yang sedang menemani ternaknya untuk makan. Tak kalah anak – anak kecil yang bermain layangan tertawa lepas satu sama lain. Demikian juga WooGyu yang tidak melepas senyum mereka…
“Hyun, kita mau apa kesini ?”
“kita cari makan”, jawabnya santai sambil terus mengemudi pelan.
“kita makan disini ??”
“iya, kita cari tempat yang beda.. yang sejuk”
“ooh..”, Sunggyu menganggukkan kepalanya imut.
“sesejuk hatiku bersamamu hyung”
“yah ! jangan gombal terus eoh ! aku sudah lapar !!”, kembali Sunggyu berblushing ria dan memukul lagi punggung Woohyun gemas. Sedangkan korbannya hanya kembali cengengesan.
“iyah sayangggg”
“eih jinjja !!”
“jangan ngambek dong chagiii ~~”
“ISH JINJJA ! WOOHYUN MENYEBALKAN !!”, Sunggyu kembali melayangkan pukulan makin keras pada Woohyun. Bagaimana tidak, dia berbicara ah maksudku menggoda sambil modus mengelus paha kiri Sunggyu.
“yah, jangan pegang – pegang aku !!”, Sunggyu tak bisa menahan wajah terbakarnya, jantungnya yang sudah meroket keluar angkasa. Oh, disore ini apakah Sunggyu baru keluar dari sauna ? baju belakangnya basah. Keringatnya bercucuran. Begitupun juga tangannya yang tak kalah banjir keringat. Apa ini semua karena perbuatan Woohyun ??
“kenapa tak boleh ?”
“yah tetap tak boleh !”, ia memasang topeng jutek dibalik senyum tak tertahankan diwajahnya.
“bukannya enak ?”
“hah !! enak apanya !! yadong !!!”, Kim menjitak keras kepala Nam. Untung masih tertutup helm.
“aigo.. belum jadi istri saja sudah ada KDRT seperti ini”
“hiiihh ~~ Woohyun cepat jalannyaaa.. aku capek”, uh sudah terlihat bagaimana ga kuatnya Sunggyu menghadapi gombalan Woohyun yang super membuatnya klepek – klepek itu. Lihat Sunggyu yang sudah terbakar lagi mengetahui pikiran Woohyun tentang KDRT apalah itu. Ditambah dengan istri. Mwoya ! huff, jangan membuat Sunggyu jadi ikut berfikir yang iya – iya ya.
.
.
.
Ckitt..
“nah kajja turun”, Woohyun memarkirkan motornya.
“woah.. kedai apa ini Hyun ?”
“tempat favoritku hyung”, senyumnya pada Sunggyu sambil melepas helmnya.
.
.
Mereka berjalan masuk kedalam sana. Sebuah kedai bakmi yang berada di pinggir sawah. Atap, tiang, alas, meja, semuanya bernuansa kayu yang dipoles dengan licin dan mengkilat sehingga menghasilkan suanana yang damai namun tetap artistic.
Disudut kanan kedai itu..
“permisi, anda ingin pesan apa ?”
“em.. bakmi nya dua, teh hijau juga dua”, jawab Woohyun sambil melirik sekilas hyungnya yang pandangannya mengikuti kepergian pelayan itu dengan memelas.
“ahahaaaa.. ”
“uh ? wae geure Hyun ?”, Sunggyu dengan polosnya.
“haha.. tenang hyung, mereka cepat datangnya kok”, Woohyun mengelus bahu Sunggyu yang kebingungan mau menaruh mukanya dimana.
“ish, iya – iya !”, ia memalingkan wajahnya.
“ahahaa kau ngambek hyung ?”, inilah kebiasaan Woohyun, suka menggoda orang.
“…”
“eyy.. mian - mian”, Nam merangkul Sunggyu yang menahan lapar dan menjalankan aksi ngambeknya. Sedang asik – asik Woohyun membujuknya, tiba – tiba ia disikut.
“tuh dia datang !”, bisik Sunggyu melihat pelayan yang datang dengan pesanan mereka.
“silahkan !!”, mereka saling memberi senyuman.
.
.
“uh, cepat sekali dia Hyun ??”
“iya, mereka memasak dalam jumlah banyak. Ketika kita pesan mereka tidak terlalu menghabiskan banyak waktu hyung”, jelas Woohyun sambil mengaduk bakminya.
“oh..”, kembali ia mengangguk – angguk imut.
“tapi tenang hyung, disini bukan berarti makanannya sudah lama atau apa, tempat ini ramai pengunjung, bahkan buka 24 jam”
Sunggyu mendengarkan dengan baik.
“seperti aku yang selalu ada untukmu hyung, 24 jam”, gembel Woohyun yang keseribu kalinya.
“makan Hyunnieeeee”, jawab Sunggyu yang menundukkan kepalanya, tak mampu menunjukkan senyuman mengembang diwajah manisnya. Kata – kata, suara, gombalan, perhatian, dan pandangan hangat darinya.. i can’t help myself !
“makan yang mana ? yang dimangkuk atau yang duduk sebelahku uh ?”, Woohyun dengan wajah begonya.
“di mangkuk lah PABBO !!”, tawa Sunggyu sambil melayangkan jitakan emasnya.
“ahahaa..”, mereka tertawa bersama.
.
.
.
.
.
/at 05.00 PM/
“kau sudah selesai hyung ?”
“hum. Lanjutkanlah makanmu, gausah terburu – buru”, santai Sunggyu sambil melonggarkan sabuknya karena kekenyangan.
“aigo, sehatnya hyungku ini.. ahahaa”, Woohyun bertingkah kurang asem lagi.
‘pletak’
“makan yang benar !! kau mengejekku lagi KUTINGGAL ! arrasseo huh !!”, ouw bibir manis itu manyun 2 cm. Mata sipitnya menatap tajam ke Woohyun.
“ommo.. kau mau pergi naik apa hyung ?”, wajah dan perkataan Woohyun benar – benar mengesalkan saat ini ! Sunggyu yang mendengar itu dan melihat ekspresi Woohyun yang super duper cem orang bego membuatnya naik darah.
“AKU NGAMBEK !!!”, jiah seorang Kim Sunggyu malah bersedekap dan memalingkan wajahnya dari Nam. Siapa yang tak kesal kalau punya badan sehat lalu selalu diperbincangkan ?
“aigo aku becanda hyung.. hyung manisssssss jangan marah ne ?”, Woohyun mendekat mencoba melihat wajah Sunggyu yang tetap tak mau menoleh.
“…”, Sunggyu tak bersuara, namun yang bersuara itu hatinya. Suasana terasa panas jika Woohyun selalu bersikap seperti ini.
“hyungggg….”, panggil Woohyun manja seraya membelai mesra rambut caramel Sunggyu dengan penuh perasaan dari atas sampai bawah /?/
Sunggyu yang tak mampu…
“STOP !!”, hamster menangkis tangan koala dan dengan sigap dia bangkit berlari keluar kedai.
“eh ? YAH HYUNG ! GYU HYUNGG !!”, Woohyun yang shock tanpa pikir panjang langsung mengambil tasnya menjauh dari meja.
“hey ! dia melupakan tasnya, aish jinjja !”, Nam pabbo yang teringat sesuatu kembali lagi ke meja dan mengambil tas princessnya.
.
.
‘brukk’
Woohyun menubruk meja kasir. Kepanikannya membuat noona kasir juga ikut gelagapan dan bekerja cepat. Melihat Sunggyunya yang sudah menghilang membuat jangtungnya berdetak lebih cepat, bagaimana kalau dia ngambek lalu memutuskannya ? NO !
.
Kaki lincahnya segera menuju tempat parkir.
“hah.. neon eoddie ?”, pandangannya ia layangkan ke semua sudut tempat itu.
“mungkin, dia kesana ?”, sorotnya kejalan satu – satunya untuk menuju kesini.
“Gyu hyung mianhae !”, desahnya lalu berlari cepat mengikuti jalan itu.
.
.
.
Sunngyu berlari menjauh dari kedai. Hamparan hijau serta arus angin yang kencang membuatnya makin terlena.
.
/Sunggyu’s POV/
“Uhh.. cape..”, kuusap keringat yang mengucur deras didahiku.
Kakiku berhenti didepan sawah hijau yang memantulkan silau senja dari langit keoranyean itu.
Terngiang kembali halusnya belaian Woohyun. Tangan dinginku tergerak perlahan memegang puncak kepalaku sendiri.
“ah Woohyun ! kau menyebalkan. Sangat !”, nafasku kembali memburu.
“aku biasa saja kau mengataiku gendutlah, apalah terserah… Semua juga bilang seperti itu… Tapi... kau memegang rambutkuuu ! kau membelai rambutku, kau memelukku, kau mengelus – elus punggungku, kau menatapku, kau menggombaliku, bahkan menodai pahaku juga ikhh...”
Kusentuh paha kiriku.
“baru sehari.. tapi jantungku ! ah.. so lucky..”, jantungku kembali berdetak cepat memutar kembali satu persatu peristiwa BERHARGA yang tak ingin kuakhiri.
“saranghae Woohyun – ah. Jeongmal..”, ku berbisik pelan pada hamparan sawah yang menyaksikanku, capung – capung yang beterbangan, dan langit senja yang menemani hatiku. Aku tersenyum pada semuanya. Semua baik.
.
.
.
/author’s POV/
‘hyunggg ! Gyu Hyungg !’, terdengar suara dari jauh.
“Woohyun ?”, Sunggyu terdiam dan memiringkan kepalanya.
“ah, aku harus terlihat marah !”, sempatnya ia merapikan rambut panjang /remember Sunggyu in BOAF/ juga seragamnya yang berantakan sebelum Woohyun menemukannya disini.
“oh iya, cerminku ditas ! pabbo !”, Sunggyu menjitak kepalanya sendiri saat ia menyadari akan memantau riasan wajahnya tatapi tak membawa cermin bersamanya. Gyu ala kadarnya.
“GYU HYUNG !!!”, Woohyun berlari dan langsung menubruk hamster besarnya itu.
Sunggyu yang masih memikirkan cerminnya dibuat kaget dengan datangnya Nam. Woohyun memeluk erat dengan napas memburunya sambil berusaha..
“hah.. hah mian hyung ! Gyu hyung mianhae, aku hanya becanda tadi.. mian”, Woohyun mengelus rambut Sunggyu penuh sayang dengan tangan kanannya. Sedangkan yang diperlakukan manis malah diam membeku merasakan sentuhan Woohyun yang sudah berhasil meroketkan /?/ hatinya keluar angkasa.
.
.
“jangan marah hyung.. jebal, aku bersumpah hanya becanda.. aku tak pernah memandang buruk dirimu hyung, I luv u d’way u r”, perlahan Woohyun melepas pelukan dan menatap mata Sunggyu. Sedangkan Sunggyu masih belum bisa memberanikan diri menatap balik Woohyun. Ia melihat kearah lain sambil menelan salivanya sendiri. Semua pasti tahu apa yang dirasakan Sunggyu sekarang.
.
“hyung.. dengarkan aku..”, Woohyun kembali berbicara karena Sunggyu tak membalas perkataannya daritadi. Sunggyu tidak marah, ia hanya ingin mengerjai Woohyun saja. Ia membalas perlakuan mengesalkan Woohyun yang sadari tadi membuat jantungnya selalu berdetak lebih cepat.
.
.
“Sunggyu, Kim Sunggyu.. ”, Woohyun berhenti sebentar sambil memegang kedua bahu Sunggyu yang mana korbannya sudah mulai berkeringat efek debaran dihatinya.
.
“uh.. aku benar – benar  minta maaf karena kata – kataku yang mungkin menyakitimu, membuatmu marah dan kesal padaku.. tapi percayalah ! selama ini aku bersikap mengesalkan padamu itu aku hanya becanda hyung.. aku ingin melihatmu terus tersenyum bersamaku.. dan aku tidak akan pernah bisa kesal padamu hyung, apapun yang kau lakukan.. aku kan berusaha, aku takkan pernah marah padamu juga.. dan satu lagi, aku tak melihat keburukan denganmu, aku.. aku melihatmu baik hyung.. seberapa orang menilai buruk dirimu, percaya dan lihatlah, aku takkan ada diantara mereka”, sorotan Woohyun mulai serius, ia terus menatap Sunggyu yang semakin membatu disitu.
.
.
Dengan segenap kekuatan untuk bergerak, Sunggyu perlahan menatap Woohyun tak percaya. Apa yang barusan ia katakan ? mengapa terasa sangat menyentuh disini ? dihati Sunggyu ?
.
“gomawo Hyun”, senyum kaku akhirnya Sunggyu berikan, membuat hati Woohyun sedikit berdesir setelah sedari tadi Sunggyu tak menganggapnya sama sekali. Mereka saling memandang dan melempar senyuman hangat penuh arti. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Sampai akhirnya jantung Sunggyu semakin berdetak cepat, ia menelan salivanya saat Woohyun mulai mendekatkan wajahnya, makin menghapus jarak diantara mereka. Nafas yang saling memburu membuat aliran darah disekujur tubuh mereka mengalir cepat. Dapat dilihat Sunggyu yang sudah sempurna kaku bak patung bernafas disana.
.
.
.
Slowly but sure..
Mata Sunggyu terbelalak saat Woohyun meraup seketika bibir tipisnya, menikmati bibir Sunggyu. Tak kuasa menahan itu semua, pada akhirnya pun Sunggyu ikut memejamkan matanya, merasakan hangatnya dekapan Woohyun dan belaian pada rambut halusnya. Sunggyu mulai semakin merasakan hawa panas ditubuhnya seiring panasnya ciuman yang Woohyun lakukan padanya. Ia meremas seragam Woohyun seolah meminta kekuatan untuk menghadapi aksi koala mesum ini di malam pertamanya /malam pertama dimana mereka kisseu maksudnya xD/
Aksi itu tentu saja tak membantu Sunggyu untuk tetap kuat bertahan dalam kegiatan ini, malah semakin merangsang lawannya untuk lebih ganas. He has no idea, he also can’t breath..
“eunghh”, Sunggyu mendorong Woohyun menjauh.
“hah.. hahh..”, mereka beradu mendapatkan oksigen sebanyak – banyaknya.
Woohyun dengan rambut dan saragam yang berantakan, keringat yang membasahi permukaan kulitnya, ditambah tatapan lapar pada Sunggyu, siapa yang tak ikut tergoda ? siapa yang tak greget melihat mereka seperti ini ?
.
.
“a apa ?”, Sunggyu yang menyadari dirinya tengah ditatap daritadi. Mukanya memerah sempurna melihat senyuman puas terukir diwajah Nam. Jangan tanyakan kondisi jantungnya saat ini.
“yah, kau mau apa, bilang saja… keburuu.. uhh.. ini sudah malam. Mm.. kajja pulang”, Sunggyu berkata gugup sambil menyembunyikan wajahnya dari Woohyun, ia masih harus berusaha keras berkata dengan baik dan benar jika berada dekatnya. Sedangkan Woohyun semakin tersenyum puas melihat sikap salting hamsternya. Hendak menggoda lebih jauh lagi, Woohyun mendekati Sunggyu dan perlahan mengulurkan tangan kanannya untuk mengelus – elus pipi Sunggyu yang halus itu.
.
.
“Woo- Woohyun…”, wajahnya terbakar, hanya dapat menundukkan wajahnya dan berdoa supaya jantungnya tak meroket sekarang.
“Gyu hyung…”, bisiknya pelan sambil memainkan dan membelai sayang rambut hyungnya.
“Woohyun.. sudah Hyun…”, Sunggyu memang tak tahan diperlakukan manis seperti ini, bisa – bisa dia pingsan.
“Hyunn… kajja kita pul-”, suara Gyu terhenti saat..
“HEI !! KALIAN SIAPA BERDUAAN DISITU !!”, seorang ahjussi dengan membawa senter melihat dua mahluk bermesraan di pinggiran sawahnya yang remang – remang /saoloh xD/
“KABURRRRRR !!!!!”, WooGyu yang kaget tak dapat berfikir panjang langsung cepat kilat melarikan diri.
“DASAR ANAK – ANAK MESUM !! bisa – bisanya sawahku kau jadikan tempat praktek /?/ aku saja masih sendiri”, curhat ahjussi itu pada akhirnya mengingat dia yang masih single /xD/
.
.
.
.
.
/other side/
Mereka kembali lagi ke tempat parkir kedai bakmi favorit Woohyun itu.
“hah.. hahh..”
“hufffttt”
“hahh.. kau cape hyung ? hhh..”
“hum”
“ahahaaa… aigo sini hyung..”, Nam tertawa dan mengulurkan tangannya untuk memeluk Sunggyu.
“shireo ! kau menyebalkan !”, Sunggyu menahan dan mendorong dada Woohyun menjauh.
“ah wae ??”
“iyalah ! kau bodoh ! mana bisa.. sehabis kita bertengkar, kau tiba – tiba mengambil firstkiss ku ! lalu kedua, kita melakukannya di sawah orang ! dan yang ketiga..”, wajah penuh kekesalannya mulai luntur..
“kita kepergok ahjussi pemilik sawah itu !!”, Sunggyu berbicara sambil menahan tawa.
Mereka saling pandang dengan sorotan yang kosong, sampai akhirnya..
.
“AHAHAAA !!”, tawa Nam meledak saat berhasil mencerna kata – kata Sunggyu.
Sedangkan Kim hanya bingung mengapa Nam malah tertawa. Ia kesal, bukannya meminta maaf atau apa, malah menertawai kejadian GAK BANGET nya. Gyu memandang Nam yang masih tertawa dengan penuh kekesalan sambil memanyunkan mulut hamsternya. Sebenarnya Sunggyu juga ingin ikut tertawa tapi ia gengsi.
“WOOHYUN PABBO !! AKU INGIN PULANG !! PALLIIIIII !!!!! HUAA… EOMMAAA”, Sunggyu tertawa juga dengan masih memasang wajah kesalnya sambil menghentakkan kedua kakinya ke tanah.
“ahhh iya iya iyaa….. iya sayang ayo pulang yuukk”, Woohyun yang masih tertawa dalam hatinya hendak meraih tangan kiri Sunggyu yang langsung ia sembunyikan dibalik badan sehatnya.
“DON’T TOUCH ME !”, dapat kita lihat wajah Mimy Gyu yang menahan senyuman.
“aigoo.. ke-”
“yah ! kenapa tas ku bisa ada denganmu !”, Sunggyu melihat Woohyun membawa dua tas yang dibawanya.
“kau tadi meninggalkannya di dalam kedai chagi”
“gausah sok perhatian”, Sunggyu semakin menahan senyumnya dan menghindari kontak mata Woohyun.
“hahaa.. geure – geure.. kita pulang dulu, nanti kuberikan tasmu hyung”
“ck, yasudah palli !”
.
.
.
.
.
WooGyu pada akhirnya pulang juga setelah sekian lama beradu argument, di tempat parkir, di jalan, di traffic light, bahkan sampai di depan rumah milik calon mertua impian Woohyun dimasa depannya.
.
“nah, sudah sampai princess... silahkan turun”
“ck, bawel”
“ahahaa..”, mereka tertawa bersama.
.
“sini tasku”, Sunggyu yang sudah turun meminta tasnya.
Sedangkan Woohyun hanya tersenyum bodoh.
“yah, Woohyun-ah palli !”, ia mengulurkan kedua tangannya.
“kau mau tasmu hyung ?”
“iyalah pabbo”
“ada syaratnya..”
“mwoyaaaaaaaa…”, Sunggyu sudah mulai kesal dengan semua perlakuan Woohyun.
“aegyo”, jawabnya singkat jelas plus tampang bodoh.
“…”, anak pemilik rumah hanya manyun 5 meter.
“ehem, aku harus segera pulang hyung”, jawabnya sok santai memandang sekitar seraya merapikan dasinya.
“geure. Woohyun-ahh ~~”, panggil Sunggyu dengan manja sambil tersenyum imut hingga matanya hilang.
“eum ??”, jawab Woohyun sok polos sambil menoleh pada hamsternya.
Sambil memainkan jarinya dan malu – malu hamster,
“Wuyun-ah.. berikan tas ku ne.. hioong – hioong ~~”
“aaa ~~ kyeopta - kyeoptaaa”, Woohyun yang menyaksikan aksi ‘hioong – hioong’ nya Sunggyu tersenyum senang sambil tepuk tangan. Begitupun Mimy yang juga ikut tersenyum, requestnya/?/ terpenuhi.
“once again, once again hyung”, requestnya memberikan satu jari telunjuk.
“hioong – hioonggg ~~~”, owo manisnya Sunggyu.
“gimme heart hyung !”
Sunggyu memberikan luv sign nya.
“kisseu !!”
“muahhhhh ~~~”, Sunggyu juga melemparkan kiss nya pada Woohyun.
“sexy dance !”
“YAH TAS KU !!!”, bukannya memenuhi request, ia malah berkacak pinggang dengan tampang kesal. Sudah diberi aegyo dan service plus – plus /?/ tapi tetap kurang ?
“ahahaaa.. arra – arra.. ini hyungku yang manissss… tasmu”, sampai juga tas Sunggyu ke pemiliknya.
“sudah sana pulang”, usirnya jutek.
Yang diusir hanya tersenyum bodoh.
.
“Sunggyu – ya !!”, sebuah suara datang mengagetkan mereka.
“Woohyun – ah palli pulang sana !”, Sunggyu berbisik pelan pada Woohyun yang masih diam ditempat.
“eum, annyeong hyung, aku pulang !”
Secepat kilat ia menghilang diujung jalan yang gelap ini.
.
.
Tap.. tap..
.
.
.
.
.
TBC
~ ajikdo nan ~



No comments: