Friday, February 26, 2016

Review - Congratulation For Your Wedding


Dis is ma luv FF ^_^


Congratulation for Your Wedding | IS | by member Kezia Carmelia


Author    :INSPIRIT-KYUramel
Cast(m)   :Kim Sunggyu, Nam Woohyun
Cast(o)   :Kim Myungsoo,Lee Sungyeol
Genre     :Bromance, Sad,Angst 

Terinspirasi dari lagu ballad milik ChoEun yang berjudul Sad Love Song. Direkomendasikan untuk membaca FF ini sambilmendengar lagunya agar lebih ngefeel xD
Disiniceritanya semua tokoh umurnya sama. Jadi tidak ada pemanggilan hyung dandongsaeng disini. Btw, kalau kalian nemu paragraf yang pakai tulisan miringsemua, itu artinya klise, ne? :D

Happy reading!

.

.

Kim Sunggyu menatap datar pantulandirinya yang sudah berbalut dengan jas putih pengantinnya. Dia terlihat sangatmanis dengan rambut orange berponi rata sealis. Tak lupa mata sipitnya, hidung mancungnya,pipi tembamnya, serta bibir cherry mungilnya menambah kesempurnaan wajahnya yang sangat manis dan cantik meski dia adalah namja.

“Sunggyu-yah, apa kau sudah siap, nak?” tanya wanita paruh baya yang baru sajamemasuki kamar Sunggyu.

Sunggyumengangguk pelan. “Ne, eomma. Aku sudah siap.” sahut Sunggyu dengan senyummanisnya yang dipaksakan.

“Sunggyu-yah..”eomma Sunggyu membelai lembut surai orange putranya yang hari ini akan menikah.

“Eomma..”Sunggyu memeluk eommanya sangat erat, seakan tidak mau melepas eommanya daripelukannya. Hari ini adalah hari pernikahan Sunggyu. Dan Sunggyu sangat tahujika mulai saat ini, Sunggyu akan memiliki sebuah keluarga baru dan dia akanhidup terpisah dari kedua orang tuanya.

“Tidakterasa kau sudah menemani hidup eomma dan appa selama 26 tahun. Rasanya, barukemarin kau hadir dalam hidup kami dan sekarang kami harus melepasmu untukmembangun keluargamu sendiri.” ucap eomma Sunggyu dengan mata yang berkaca-kaca.

Sunggyutidak merespon apa pun. Dia terus memeluk eommanya, benar-benar tidak maumelepas wanita paruh baya itu dari pelukannya. Sunggyu sangat sedih. Dia sedihkarena harus berpisah dari kedua orang tuanya yang selalu menemaninya dalamsuka maupun duka selama 26 tahun hidupnya itu.

“Eommabogoshipeo..” lirih Sunggyu dalam pelukannya.

EommaSunggyu mengangkat wajah anaknya, lalu memberikan sebuah kecupan lembut dikening namja manis itu. “Nado, Sunggyu-yah. Eomma juga akan merindukanmu.” ucapnyadengan senyum manis di wajah cantiknya.

Pintukamar terbuka. Appa Sunggyu memasukki kamar. “Gyu-ah.” ucapnya sambil tersenyumpada anak semata wayangnya yang akan pergi meninggalkan mereka berdua setelahmenikah itu.

“Appa!”seru Sunggyu dengan mata berkaca-kaca. “Appa bogoshipeo!”

Priaparuh baya itu tersenyum, lalu menghampiri putranya. “Appa juga akanmerindukanmu, Gyu-ah. Appa akan merindukan semua yang kita lalui bersama. Saat-saatketika kau menangis setelah baru dilahirkan, saat-saat ketika kau menangisingin digantikan popok oleh eommamu, saat-saat ketika kau tertawa bahagiasetelah berhasil menaikki sepeda pertamamu, dan.. d-dann..” appa Sunggyumeneteskan air matanya saat mengingat-ingat masa kecil Sunggyu bersamanya.

Sunggyusegera memeluk appanya erat. Sama seperti eommanya, dia memeluk appanya seakantidak mau melepasnya. Dia sangat sayang pada kedua orang tuanya. Pernikahanini, tentunya membuat dia senang. Namun juga membuatnya sedih karena dia harustinggal berpisah dengan kedua orang tuanya.

EommaSunggyu ikut memeluk suami dan juga putranya itu. Mereka bertiga menangis dalamharu, mengingat sebentar lagi mereka harus melepas anak semata wayang merekauntuk tinggal berdua dan membangun sebuah keluarga yang harmonis bersamamenantu mereka.

AppaSunggyu melepas pelukannya. “Geurae, Gyu-ah. Berhentilah menangis dan segeralahturun. Myungsoo dan kedua orang tuanya sudah menunggumu dibawah.” ucap appaSunggyu lembut pada putranya.

“Ne,appa. Aku akan turun sebentar lagi.” angguk Sunggyu sambil menunjukkan senyummanisnya.

“Geurae,kalau begitu appa dan eomma turun dulu ne?” ucap appa Sunggyu sambil mengusaprambut orange putranya.

“Ne,appa.” angguk Sunggyu mengerti.

EommaSunggyu mengambil tissue, lalu dengan lembut dia menyeka air mata putranya. “Kauharus bahagia hari ini, nak. Kau tidak boleh menunjukkan air matamu itu. Kautidak mau membuat kami semua bersedih, ne?”

“Ne,eomma. Aku mengerti.” angguk Sunggyu mengerti sambil terkekeh kecil. Setelahitu appa dan eommanya meninggalkan kamarnya untuk menemui orang tua menantunya.

Sunggyumenarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Dia duduk di depan mejarias, dan menatap pantulan dirinya yang terlihat manis meski dia baru sajamenangis.

Tes.Tes. Tes.

Airmata Sunggyu kembali menetes. Bukan, kali ini dia bukan menangis karena sedihharus berpisah dengan kedua orang tuanya. Namun, dia sedih karena dia akanmenikah dengan namja yang tidak sepenuhnya dia cintai.

‘W-Woohyunie, kau dimana? Akumerindukanmu..’ lirihnya dalam hati bersamaan dengan bulir-bulir air matanya yangmengalir.

‘Aku tidak mencintai Myungsoo, Hyunie. Akuhanya mencintaimu..’ isaknya sambil menyeka pelan air matanya agar tidak merusak riasannya.

‘Geunde, kenapa kau meninggalkanku, Hyunie?Kau meninggalkanku tanpa sebab! Apa kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku ini?Hiks..’

Sunggyumenatap pantulannya lagi di cermin. Wajahnya masih terlihat manis meski dia sedangmenangis. Sunggyu tersenyum tipis dengan tatapannya yang sendu dan menyakitkan.“Sampai kapan pun aku tidak akan bisa memberikan posisimu pada siapa pun,Hyunie. Kau akan tetap selalu berada di hatiku. Meski aku harus menikah dengan namjalain, meski aku harus membangun sebuah keluarga dengan namja yang tidakkucintai.. Dan meski aku tahu jika kau pasti senang mendengar pernikahanku..Tapi tetap, Hyunie. Hatiku tidak akan berubah. Kau akan terus berada di dalamhatiku, meski aku harus menahan sakit karena berpura-pura bahagia dengan namjayang tidak kucintai.”

Tes.Tes. Tes.

Airmata Sunggyu mengalir semakin deras. Sunggyu memejamkan kedua matanya,merasakan sakit yang sangat menyakitkan di dalam hati kecilnya.‘Hyunie saranghae.. Neomu neomu saranghae!’

‘Aku akan tetap menjadi seorang KimSunggyu yang mencintai Nam Woohyun, tidak peduli apa pun yang terjadi. Bukankahini janjiku padamu, Nam Woohyun? Bukanakah aku berjanji akan mencintaimuselamanya? Dan, ne.. Ini aku. Kim Sunggyu. Aku mencintaimu, Nam Woohyun. Danseandainya kau datang ke pernikahanku.. Aku akan..’

Sunggyumenelan salivanya. Terasa berat baginya untuk mengatakan hal ini. Tapi,Sunggyu..

‘Aku akan berbohong dan berkata jika akusudah bahagia dengan namja yang kunikahi.. Seperti apa yang kau inginkanpadaku.’

Deg!

***

/Woohyun’sPOV/

Akumenatap gereja megah berwarna putih yang sudah ramai didatangi para kerabatmaupun sahabat dari namja yang akan menikah hari ini. Namja itu adalah KimSunggyu, mantanku.

Akutersenyum tipis mengetahui jika namja manis itu akan segera membangun keluargabaru. Aku sangat senang mendengarnya, sekaligus sangat sedih karena aku harusmerelakan orang yang sangat kucintai bersama orang lain.

‘Aku senang mendengar kabar pernikahanmu.Kau akan membangun sebuah keluarga kecil yang harmonis bersama suamimu itu. Kaupasti bahagia, ne?’batinku lirih dalam hati sambil mengerjap-ngerjapkan kedua mataku, menahanair mata yang akan tumpah sewaktu-waktu jika aku tetap menatap lurus gerejaitu.

Akumulai berjalan memasuki gereja itu sambil mengingat-ingat kenangan-kenanganmanisku bersama Kim Sunggyu, namja yang kutinggalkan secara dingin dan sepihakitu. Aku terpaksa melakukannya. Aku tidak ingin merepotkan Sunggyu. Aku tidak maunamja itu terus bersedih karenaku. Aku ingin Sunggyu menikah dengan seseorangyang normal. Aku ingin Sunggyu bahagia. Aku ingin melihat senyumnya yang manisdan juga tawanya yang lucu itu. Aku ingin Sunggyu yang ceria. Aku tidak sukamelihat Sunggyu menangis. Melihatnya menangis, hanya akan membuatku semakinsakit dan juga tidak berdaya. Karena itu.. Aku.. Aku terpaksa meninggalkannya. Akumeninggalkannya dengan dingin. Aku ingin Sunggyu membenciku dan melupakanku.Aku ingin dia bahagia. Ya, hanya itu. Aku hanya ingin Sunggyu bahagia, meskiaku harus mendapat rasa sakit ini sebagai bayaran untuk kebahagiaan Sunggyu.

“Woohyun!”seru seseorang padaku.

Akumenoleh ke arahnya. ‘Sungyeol-ah!’

/Endof Woohyun’s POV/

***

“Woohyun!”Sungyeol, namja jangkung itu berseru memanggil Woohyun saat namja tampan dengankemeja hitam yang dibalut dengan jas hitamnya, membuat namja tampan berkulitpucat itu semakin terlihat tampan dan mempesona.

‘Sungyeol-ah!’ seru Woohyun dalam hati dengan tatapanmembulatnya pada Sungyeol. Sungyeol adalah sahabat Woohyun. Tapi semenjak putusdengan Sunggyu, Woohyun memilih untuk pergi dan meninggalkan sahabatnyasendiri.

Sungyeolberlari menghampiri Woohyun, lalu memeluknya erat. “Akhirnya kau kembali!”serunya bahagia.

Woohyundiam mematung. Dia tidak menyangka jika sahabatnya yang sejak lama diatinggalkan ternyata masih mau menganggapnya sahabat. Woohyun pikir dia sudahdilupakan oleh sahabatnya sendiri.

“Woohyungwaenchanha? Kau terlihat semakin pucat sekarang!” tanya Sungyeol khawatirsambil memperhatikan Woohyun dari kepala hingga kakinya.

Woohyunmengerjap-ngerjapkan matanya, lalu tersenyum simpul pada namja jangkung itu. “Nangwaenchanha..” ucapnya meyakinkan Sungyeol.

“Jinjja???Jangan bohong, Woohyun. Kau tidak seperti dulu saat kau masih berpacaran denganSunggyu. Wae? Apa ada masalah?” Sungyeol menatap Woohyun dengan tatapankhawatirnya. Dia meringis melihat betapa mirisnya namja tampan yang berada didepannya ini. Woohyun terlihat pucat, dan tubuhnya juga terlihat lemah sepertiorang yang terkena penyakit parah.

“Ani,aku tidak bohong. Aku memang tidak apa-apa kok, hehe.” kekeh Woohyun agarSungyeol tidak terus-terusan melontarkan pertanyaan-pertanyaannya.

“Geurae,kalau begitu..” Sungyeol mengangguk mengerti. “Hyung, apa kau ingin bertemuSunggyu? Dia ada disana, di ruang ganti.” ucap Sungyeol sambil menunju ruangantempat Sunggyu berada.

Woohyunmenggeleng pelan. “Ani, tidak usah.” tolaknya datar. Kedua manik coklatnyamenatap sendu ke dalam ruangan itu. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jikadirinya menemui mantan kekasihnya itu lagi. Woohyun sangat merindukan Sunggyu.Sangat merindukannya namun Woohyun tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. Diatidak mau mengacaukan hari bahagia Sunggyu. Dia tidak mau melihat Sunggyumenangis lagi karena dirinya.

“Hyung..”Sungyeol menepuk bahu Woohyun, membuyarkan lamunan namja tampan itu.

“Eum?Ne?” tanya Woohyun setelah sadar dari lamunannya.

“Neogwaenchanha?” Sungyeol memberikan tatapan khawatirnya.

“Eung.”angguk Woohyun mengiyakan pertanyaan Sungyeol.

Sungyeolmenarik nafas panjang, lalu menghembusnya perlahan. “Hyung, ayo dudukbersamaku. Aku sangat merindukanmu.” ucap Sungyeol sambil menarik pelan tanganWoohyun, membawanya ke tempat duduknya yang masih ada 1 tempat kosong.

***

Dentinganpiano yang melantukan instrumen pernikahan mulai terdengar. Kedua pengantinsudah bersiap-siap di belakang pintu gereja untuk berjalan berdampinganmemasuki altar gereja.

“Marikita sambut kedua mempelai kita! Berikan tepuk tangan untuk mereka!” serupastur dari atas altar. Suara riuh tepuk tangan dari para kerabat serta parasahabat kedua mempelai,  menyambut bahagiamasuknya kedua pengantin itu ke dalam gereja.

KimMyungsoo, namja yang sebentar lagi akan resmi menjadi suami Kim Sunggyumengembangkan senyum bahagianya saat para sahabat, rekan, kerabat, dan orangtua kedua mempelai menyambut mereka dengan gembira. Sama dengan Myungsoo,Sunggyu juga mengembangkan senyum bahagianya yang sangat manis. Namun sayang,senyum manisnya itu bukanlah senyum yang tulus. Dia memaksakan senyumannya.Bagaimana bisa dia tersenyum dengan tulus, jika dia tidak menikah dengan orangyang benar-benar dicintainya?

“Gyuyie, kumohon jangan menangis, ne?”tanya Woohyun sambil meletakkan coklat panas di mejanya. Sunggyu sedangmeringkuk di tempat tidur Woohyun. Namja manis itu kabur dari rumahnya karenatidak tahan dengan kedua orang tuanya yang bertengkar.

Malam itu sedang hujan. Dan Sunggyu pergi menujuapartemen Woohyun di tengah derasnya hujan tanpa perlindungan apa pun hinggamembuat tubuhnya basah kuyup.

“Namu..” lirih Sunggyu, dan langsungmendapat pelukan hangat dari Woohyun.

“Ara..” Woohyun mengangguk sambil mengecuppucuk kepala Sunggyu, membuat namja manis itu semakin mengeratkan pelukannyapada Woohyun.

“Aku takut..” ucap Sunggyu dengan suaranyayang bergetar.

“Jangan takut, Gyuyie.. Aku akanmelindungimu.” Woohyun membelai lembut surai orange Sunggyu, hingga membuatnamja itu tersenyum kecil mendapat belaian-belaian lembut dari kekasihnya.

“Yaksok?”

“Ne, yaksok.”

Sunggyumenatap sendu altar yang menjadi tujuan perjalanannya dengan calon suaminya. Senyummanisnya masih terpatri di wajahnya, namun dengan ekspresi datar dan tatapanyang memilukan hati.

“Sunggyuneomu yeppeuda!”

“Sunggyusangat manis! Myungsoo sangat tampan! Benar-benar pasangan yang serasi!”

“Akuharap mereka cepat-cepat punya anak!”

“Merekaberdua membuatku cemburu! Mereka sangat sempurna!”

“Benar-benarpasangan yang disatukan Tuhan!”

Woohyunmenarik ujung kemejanya kuat-kuat. Dia sangat sakit dan sesak mendengarpujian-pujian yang dilontarkan orang-orang itu pada Sunggyu dan juga Myungsoo. Woohyunsangat sakit mendengar orang-orang itu memuji kedua pasangan itu sangat serasidan sempurna. Namun, Woohyun juga bahagia karena pada akhirnya Sunggyu bisahidup bahagia dengan suami yang sangat tampan dan juga sempurna sepertiMyungsoo.

Takkalah sakit dan tak kalah sesaknya dengan Woohyun, Sunggyu menarik nafasnyadalam-dalam, menahan semua emosi, amarah, serta tangisnya yang akan pecah mendengarpujian-pujian itu. Sunggyu ingin sekali berteriak dan mengatakannya pada semuaorang di dalam gereja itu jika dirinya sebenarnya tidak mencintai Myungsoo. Diahanya mencintai Nam Woohyun, meski Woohyun meninggalkannya dengan dingin dansepihak.

‘Sempurna?’ Sunggyu tersenyum miris. ‘Dulu kami juga adalah pasangan yangsempurna.’

“Wah! WooGyu couple! Itu WooGyu couple!”teriak para siswa saat Woohyun dan Sunggyu datang ke sekolah bersama-sama.

Woohyun hanya tersenyum mendengar pujianpara siswa itu. Dia menoleh menatap kekasihnya, lalu mengeratkan genggamantangannya pada namja itu. “Kau lihat? Mereka menyambut kita!” seru Woohyunsenang pada Sunggyu.

Sunggyu tersipu malu mendengar ucapanWoohyun. Dia tersenyum, lalu melemparkan pandangannya pada para siswa yang menyambutmereka dengan tawa lebar mereka yang sangat lucu itu.

“Mereka melihat kita! WooGyu couplemenatap ke arah kita!! Whoaaa!!” seru siswi-siswi histeris.

“Mereka sangat manis! Aku iri denganmereka! Kapan ya aku punya pasangan yang romantis dan manis seperti mereka?”

“Aku ingin mereka menikah!”

“Aku juga! Aku ingin mereka membangunkeluarga kecil mereka yang harmonis! Aku juga ingin melihat bayi mungil yang lucudan manis seperti kedua orang tua mereka!”

Sunggyu tersipu malu lagi mendengar parasiswa itu membicarakan pernikahan mereka. Sunggyu terkekeh kecil sambilmenunduk malu, membuat Woohyun mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.

“Kita akan menikah nanti!” ucap Woohyun senangsambil menatap Sunggyu penuh cinta. Mereka berdua sudah berada di kelas merekadan duduk di bangku mereka yang bersebelahan.

“Eum, arayo!” Sunggyu mengangguk cepat,tanda dia menyetujui ucapan Woohyun.

“Kita akan membangun keluarga kecil kitabersama buah hati kita, darah daging kita sendiri. Aku tidak sabar menungguhadirnya bayi mungil di dalam hidup kita nanti!” seru Woohyun dengan senyumtulusnya sambil menggenggam erat tangan Sunggyu.

“Hehe, nado Hyunie. Aku yakin bayi kitananti pasti akan tampan seperti appanya!” Sunggyu terkekeh lucu, membuatWoohyun gemas dan mencubit pelan pipi chubby Sunggyu yang memerah. “Akh! Apo!”ringis Sunggyu saat pipi chubbynya dicubit oleh kekasihnya sendiri.

“Haha, mian mian.” Woohyun kini mengeluslembut pipi chubby Sunggyu yang memerah karena cubitannya. “Bayi kita nantijuga pasti akan manis dan lucu seperti eommanya.” puji Woohyun sambil mengecuppunggung tangan Sunggyu dengan lembut, membuat semburat merah di pipi chubby Sunggyusemakin memerah.

“Hyunie~~ Kekeke.” kekeh Sunggyu lagidengan kedua pipi yang masih merona merah.

Woohyun mendongakan kepalanya, menatapkekasihnya yang semakin manis dengan rona merah di pipinya. Woohyun tersenyumlalu mengecup pipi Sunggyu lembut di depan teman-temannya, membuatteman-temannya bersorak penuh godaan pada mereka berdua.

“Cieee cieeeeee!~” sorak teman-temanSunggyu dan Woohyun dengan nada menggoda mereka.

Woohyun tersenyum lebar, sementara Sunggyumenundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang merah padam. “Akumencintainya!” seru Woohyun lantang pada seisi kelas. “Aku sangaaaat mencintaiSunggyu!”

“Cieeee!!! Kirrr kirrr~~”

Woohyun terkekeh melihat teman-temannyabersorak lagi untuk mereka berdua. Woohyun kembali menatap Sunggyu yang masihmenunduk. Dia mengangkat dagu Sunggyu hingga mereka berdua bertatapan, laluWoohyun mendekatkan wajahnya pada Sunggyu, mengikis jarak diantara merekaberdua, lalu mendaratkan sebuah ciuman kecil yang lembut dan penuh cinta.

Chu~

Woohyunmenatap Sunggyu dengan tatapan sedihnya saat namja manis itu melewati barisantempat duduknya bersama calon suaminya. Woohyun tersenyum miris, merasakansakit yang amat sangat di dalam dadanya.

‘Sunggyu-ah.. Kau sangat manis.’ puji Woohyun dalam hati sambil memejamkankedua matanya, menahan rasa sesak yang memenuhi dadanya.

‘Aku sangat senang melihatmu bahagia. Kumohon,tetaplah seperti ini. Bahkan ketika aku sudah tidak ada di dunia ini lagi.’ lirihnya lagi sambil memegang dadakirinya, tempat dimana benda kecil yang menjadi alasan Woohyun untukmeninggalkan Sunggyu itu berada.

“Woohyun?Gwaenchanha?” tanya Sungyeol khawatir saat melihat sahabatnya meremas dadakirinya dengan ekspresi menahan kesakitan.

Woohyunmenggeleng pelan, berusaha tersenyum meski dadanya masih terasa sangat sakit. Sungyeolmenatap pedih sahabatnya yang akan membuat siapa pun yang melihatnya akanmeringis perih. Sungyeol sangat tahu jika Woohyun masih sangat mencintaiSunggyu. Dia tahu jika kedua sahabatnya ini masih sama-sama saling mencintai.Dia hanya tidak tahu kenapa Woohyun tega meninggalkan Sunggyu dengan dingin dansepihak.

Woohyunmenatap kedua mempelai yang sekarang sudah berdiri di atas altar. Keduamempelai itu saling berhadapan, dengan pastur yang berdiri di tengah-tengahmereka dengan memegang alkitab di tangannya.

Dentinganpiano sudah berhenti melantukan lagu pernikahan itu. Kini hanya tepukan riuhpara tamu yang menjadi backsound di hari pernikahan itu.

Setelahsuara tepuk tangan itu reda, barulah pastur mulai menikahkan kedua pasanganitu.

“Demikianlahmereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang sudah dipersatukanTuhan, tidak boleh diceraikan manusia.” ucap sang pastur, membacakan ayatalkitab sebagai dasar dalam pernikahan mereka.

Sunggyuhanya tersenyum kecil, menatap calon suaminya dengan tatapan lembutnya yangdipaksakan. Myungsoo membalas senyum manis Sunggyu. Dia sangat senang karenaakhirnya dapat menikahi Sunggyu, namja yang sangat dicintainya setelah namjamanis itu ditinggalkan sepihak oleh Woohyun.

Sunggyumenarik nafas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah para tamunya, mencarikeberadaan kedua orang tuanya. Namun, dia sangat terkejut bukan main saat keduamata sipitnya yang indah menangkap sosok Woohyun, namja yang masih sangatdicintainya meski dia ditinggalkan sepihak olehnya.

Sunggyumembelalakan kedua mata kecilnya dengan mulut yang membulat dan bergetar. Begitupun Woohyun. Dia membelalakan kedua matanya, dengan mulut yang sedikit terbuka.Mereka berdua saling bertatapan, dan mengingat-ingat kembali kenangan-kenanganmasa lalu mereka yang sangat indah dan manis.

“Hyunie!” Sunggyu berlari-lari kecilsambil membawa sekeranjang strawberry di tangannya.

Woohyun yang sedang bersantai di bawahpohon sambil membaca komiknya, mengangkat kepalanya menyambut kekasihnya yangberlari ke arahnya dengan sekeranjang strawberry.

“Hyunie!” seru Sunggyu lagi dengan senyumlebarnya sambil memamerkan sekeranjang penuh berisi strawberry-strawberry merahgendut yang baru saja dipetiknya dari kebun milik kakeknya.

“Wow, little Sunggyu!” seru Woohyun senangsaat melihat strawberry-strawberry merah gendut yang sangat mirip sepertiSunggyu baginya.

“Yah! Aku bukan strawberry!” sebal Sunggyusambil mengerucutkan bibir cherrynya dengan imut.

“Hahaha. Tapi kau mirip dengan strawberry,sayang! Lihatlah pipi bulatmu yang merah ini. Benar-benar sangat mirip denganstrawberry!” ucap Woohyun usil sambil membandingkan strawberry gendut denganpipi Sunggyu itu.

“Hyunie! Kau menyebalkan! Uhh..!” Sunggyumeletakkan keranjang strawberry itu dengan kesal di hadapan Woohyun, lalumenyilangkan kedua tangan di depan dadanya dengan bibir cherrynya yang masihdikerucutkan.

“Hahaha!” Woohyun terkekeh kecil sambilmengacak lembut surai orange Sunggyu. “Kau sangat menggemaskan saat kesal. Jadijangan salahkan aku jika aku hobi membuatmu kesal, ne? Kekeke~” kekeh Woohyungemas.

“Huuuuh, menyebalkan!!” sentak Sunggyuyang masih kesal dengan Woohyun.

“Aigo, jangan marah sayang..” pintaWoohyun memelas sambil membawa Sunggyu dalam pelukannya yang hangat.

Sunggyu masih mengerucutkan bibirnya. Diamasih kesal dengan kekasihnya yang selalu menggodanya. Woohyun mengecup pucukkepala Sunggyu, dan mengusap-usap punggungnya lembut agar Sunggyu tidak kesallagi padanya karena Sunggyu sangat suka jika kepalanya dikecup dan punggungnyadiusap lembut olehnya.

Sunggyu tersenyum kembali, membuat ronamerah di pipi bulatnya yang lucu. Sunggyu melonggarkan pelukannya, lalu menatapWoohyun penuh sayang. “Hyunieeee~” panggil Sunggyu manja sambil melingkarkantangannya di leher Woohyun.

Woohyun membalas pelukan Sunggyu. Diamelingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping Sunggyu. “Wae, Gyuyie?” tanyaWoohyun dengan senyum manis di bibir sexy dan tebalnya.

“Kapan kita menikah, Hyunie? Kita sudah 4tahun pacaran!” tanya Sunggyu manja.

Woohyun tersenyum kecil mendengarpertanyaan Sunggyu. Disibaknya poni Sunggyu yang menutupi kening putihnya, laludikecupnya kening putih Sunggyu dengan sayang. “Secepatnya, sayang.” jawabWoohyun lembut.

“Jinjja? Kapan itu?” tanya Sunggyuantusias.

“Setelah kita lulus, ne? Kita harusmenyelesaikan pendidikan kita dulu sebelum kita menikah.” jawab Woohyun sambilmembelai setiap detail bagian-bagian wajah Sunggyu.

“Ah! Kau benar!” angguk Sunggyu setuju. “Kitaharus belajar lebih giat agar kita bisa lulus dengan baik! Dan kita bisamemamerkan ijazah lulus kita pada anak kita nanti, hehehe.” kekeh Sunggyu lucumembuat pipi chubbynya terangkat dan bergerak naik turun mengikuti iramakekehannya.

“Haha, kau benar!” sahut Woohyun sambilmengecup lembut bibir cherry Sunggyu, membuat Sunggyu terkekeh senang danberbalik mengecup bibir tebal Woohyun.

“Hyunie saranghae!~~”

“Nado saranghae, Gyuyie.” ucap Woohyun dansegera memasukkan strawberry gendut itu ke dalam mulut kecil Sunggyu,membuatnya terkejut saat buah merah itu memasukki mulutnya.

“Ya! Nappeun!”

“Haha! Mian mian sayangggg!~~”

Keduamata sipit Sunggyu mulai berkaca-kaca saat mengingat kenangannya denganWoohyun. Kenangan saat mereka berdua berjanji akan menikah setelah kuliah.Mereka berdua sangat antusias. Mereka belajar dengan rajin hingga mereka berduamendapat nilai tertinggi di universitas mereka. Namun, semua impiannya kandassaat Woohyun meninggalkannya tanpa sebab.

“W-Woohyun-ah..”gumam Sunggyu pelan dengan suaranya yang bergetar.

Woohyunmenatap Sunggyu yang berada di altar dengan tatapan perih dan sesak. Dia tidaktahan melihat Sunggyu seperti itu. Dia tidak mau melihat Sunggyu menangis. Sunggyuhanya akan membuatnya merasa sakit. Sunggyu juga akan membuatnya merasa inginkembali ke masa-masa dimana mereka berdua masih menjadi sepasang kekasih yangsaling mencintai. Melihat Sunggyu seperti itu, benar-benar membuat Woohyuningin berlari ke altar dan segera mendekap Sunggyu dalam pelukannya yanghangat, melampiaskan semua kerinduan dan rasa sakitnya yang dia pendam demikebahagiaan Sunggyu.

‘Gyu.. Kumohon tersenyumlah! Tolong janganmenangis! Tolong jangan membuatku ingin kembali ke masa lalu kita. Aku tidakkuat, Gyu. Aku tidak kuat lagi!’ batin Woohyun pedih dengan kedua manik coklatnya yangjuga ikut berkaca-kaca.

“Apakahanda, saudara Kim Sunggyu mau menemani suami anda saudara Kim Myungsoo dalamsuka maupun dukanya?” tanya pastur pada Sunggyu yang masih diam mematungmenatap mantan kekasihnya dengan tatapan yang pilu dan menyakitkannya.

Sunggyumenarik nafas panjang lalu menghelanya perlahan dengan kedua mata terpejam. ‘Hyunie..’ ucapnya dalam hati. ‘Bogoshipeo. Neomu bogoshipeo..’lanjutnya bersamaan dengan air matanya yang mulai mengalir.

“Sunggyu, ada yang ingin kubicarakanpadamu.. Tentang hubungan kita.” ucap Woohyun datar pada Sunggyu yang saat initerdiam di hadapannya dengan ekspresi bingungnya.

“Apa itu Hyunie??” tanya Sunggyu penasarandengan senyum manisnya yang membuatnya terlihat seperti hamster.

“Sunggyu. Kita..” Woohyun terdiam sejenaksebelum melanjutkan kata-katanya.

“Ne??” sahut Sunggyu menanti Woohyun untukmelanjutkan kata-katanya.

Woohyun menatap Sunggyu dengan tatapandatarnya, lalu berbalik membelakangi Sunggyu. “Kita putus.”

Deg!

Seperti dihujam ribuan pisau di dadanya,hati Sunggyu sontak berhenti berdetak untuk beberapa detik. Sunggyumengerjap-ngerjapkan kedua mata kecilnya, tidak mengerti dengan maksud Woohyunyang secara tiba-tiba memutuskan hubungan mereka berdua. ‘Wae? Ada apa? Apayang terjadi? Kenapa tiba-tiba Woohyun memutuskan hubungan kami?’ ya, kira-kiraseperti itulah yang berada di pikiran Sunggyu saat itu.

Sunggyu menatap punggung Woohyun yangmasih berdiri tegap di hadapannya. Sunggyu mendekati Woohyun, hendak memeluknyadari belakang namun dengan cepat ditepis oleh Woohyun.

“Kita sudah bukan apa-apa lagi. Kumohonpergilah. Kau akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dan sempurnadariku.” ucap Woohyun datar lalu beranjak pergi dari tempatnya tanpa menoleh kearah Sunggyu.

Sunggyu kembali mematung di tempatnya.Kedua matanya tanpa sadar mengeluarkan air mata. Air mata yang sama sekalitidak disuruhnya untuk keluar dari tempatnya. Sunggyu mengerjap-ngerjapkankedua matanya lagi, lalu berlari mengejar Woohyun yang berjalan tenang sepertitidak melakukan sesuatu yang salah.

“Hyunie! Hyunie jamkkanman!!” seru Sunggyuyang berlari mengejar Woohyun, namun namja tampan itu tidak menghiraukanSunggyu. Dia terus berjalan tanpa peduli dengan Sunggyu yangmemanggil-manggilnya dengan suaranya yang nyaring dan pecah karena menangis.

“Hyunie kenapa kau meninggalkanku????Bukankah kita akan menikah, Hyunie???!!” teriak Sunggyu yang berhenti saatnamja tampan itu menghentikan langkahnya.

Woohyun terdiam. Dia tidak berencana untukmenjawab pertanyaan Sunggyu. Setelah terdiam cukup lama, Woohyun kembali berjalanmeninggalkan Sunggyu yang menatapnya dengan air mata yang membasahi matakecilnya dan juga wajahnya yang manis.

“Hyunie!!” Sunggyu berlari lagi, namundengan cepat Woohyun melarangnya untuk mengejarnya.

“BERHENTI MENGEJARKU NAMJA BODOH!!!! PERGIJAUH-JAUH DARIKU!!! AKU TIDAK MEMBUTUHKANMU LAGI!!! AKU TIDAK MAU LAGI MENANGISKARENA DIRIMU!! ARASSEO???!!!!!!!!!!!!!” sentak Woohyun dengan suaranya yangparau dan wajahnya yang memerah karena menahan marah, membuat Sunggyu mematungdengan kedua matanya yang membulat sempurna dan mulutnya yang terbuka lebar.

“H-Hyunie..” lirih Sunggyu dengan air matayang mengalir lebih deras. Sunggyu menunduk dan melipat erat kedua tangannya. “Hyunie..Apakah aku sebegitu menyakitkannya bagimu? Apa aku selalu menyakitimu? Mianhae,Hyunie.. Aku tidak akan melakukannya lagi. Tolong jangan tinggalkan aku.Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain? Bukankahkita sudah berjanji untuk menikah? Apa kau akan mengingkari janji kita, Hyunie?”tanya Sunggyu dengan kepala tertunduk dan air mata yang jatuh membasahi rumputtempatnya berpijak.

Woohyun terdiam lagi. Beberapa saatkemudian dia menarik nafas panjang lalu menghelanya pelan. “Jangan mengganggukulagi, Kim Sunggyu. Jangan pernah mencariku lagi. Aku sudah cukup denganpenderitaan ini. Dan aku tidak mau lagi bertemu denganmu.” ucap Woohyun yangkembali berjalan meninggalkan Sunggyu yang masih mematung di tempatnya.

“Hyunie..” Sunggyu semakin mengeratkanlipatan tangannya. Dia tidak mengerti, sangat tidak mengerti dengan keputusanWoohyun yang tidak masuk akal baginya itu. Sunggyu bahkan tidak tahu apa yangdibuatnya hingga membuat Woohyun menangis dan merasa sakit. Selama merekaberpacaran, tidak pernah sekali pun Sunggyu berselingkuh, atau membuat Woohyunmerasa sakit hati dan menangis.

“Jangan pernah memanggilku dengan sebutanitu lagi. Aku bukan kekasihmu lagi.” ucap Woohyun dingin dengan air mata yangperlahan mengalir dari manik coklatnya. “Dan satu lagi. Carilah namja lain danberhentilah menangis. Aku ingin kau bahagia, arasseo?” tambahnya sambil menariknafas panjang, menyembunyikan suara isak tangisnya lalu berjalan meninggalkantempat itu dengan dingin. Dia sama sekali tidak menoleh ke belakang dan terusmeninggalkan Sunggyu hingga akhirnya dia menghilang dari tempat itu.

Sunggyu mengangkat wajahnya, menatapkosong jauh ke depan dengan air mata yang masih mengalir. “H-Hyunie..” isakSunggyu perih. “Aku tidak tahu apa kesalahanku. Dan aku tidak tahu apa alasansebenarnya kau memutuskan hubungan kita. Tapi, aku akan tetap memegang janjiku.Aku akan tetap mencintaimu dan tidak akan meninggalkanmu.” ucap Sunggyu datarsambil menyunggingkan senyum tipisnya yang terlihat menyakitkan.

“Meski..” Sunggyu menelan salivanya.Terasa sangat berat bagi Sunggyu untuk melanjutkan kata-katanya, terlebihsetelah apa yang baru saja terjadi padanya.

“Meski aku harus menikah dengan oranglain.”

“Sunggyu-ssi?Sunggyu-ssi?” pastur itu memanggil nama Sunggyu. Tapi, namja manis itu tidakbereaksi apa pun. Sunggyu tetap menatap perih Woohyun yang meninggalkannyatanpa sebab.

Myungsooyang melihat keanehan pada calon istrinya, ikut menatap ke arah yang dilihatSunggyu. Myungsoo terhenyak saat dia melihat sosok Woohyun yang mengenaskandengan kulitnya yang sangat pucat dan tubuhnya yang lemah. Myungsoo dengansegera menggenggam tangan Sunggyu. Dia tahu Sunggyu masih sangat mencintaiWoohyun. Namun, Myungsoo juga sangat mencintai Sunggyu. Dia tidak inginmelepaskan Sunggyu dan dia juga tidak rela jika Sunggyu memilih untuk kembalipada Woohyun.

Woohyunmenatap Sunggyu dengan tatapan pedihnya. Dia tersenyum manis. Woohyun inginSunggyu ikut tersenyum bersamanya. Dia ingin melihat senyum manis Sunggyu. Diarindu dengan senyumannya. Dia sangat rindu bagaimana Sunggyu hanya memberikansenyum manisnya yang lucu itu padanya. Dia ingin melihat senyum manis itu untukyang terakhir kalinya sebelum dia benar-benar pergi dari dunia itu dan tidakdapat melihat mantan kekasihnya itu lagi. Namun, senyum manis yangdikembangkannya itu perlahan-lahan mulai memudar, diganti dengan tatapanmirisnya yang memilukan.

‘Gyu-ah, mianhae..’ lirih Woohyun dalam hatinya. ‘Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Akuhanya ingin kau bahagia, Gyu-ah. Aku ingin kau bahagia dengan namja yang tidakpenyakitan sepertiku. Aku tidak kuat melihatmu menangis. Bahkan, hanya denganmembayangkannya saja aku tidak sanggup.’lanjutnya dengan air mata yangmulai mengalir dari kedua manik coklatnya, air mata yang sama dengan yang diakeluarkan saat dia dengan kasarnya meninggalkan Sunggyu yang tidak tahu apa-apasaat itu.

‘Uhh..’ Woohyun meremas dada kirinya, merasakan sesakbercampur sakit di jantungnya. ‘J-jangansekarang, kumohon.. Masih banyak yang harus kukatakan pada Sunggyu sebelum akupergi. Tolong, jangan sekarang..’ ringisnya saat jantungnya mulai bedetaksangat kencang disertai rasa sakit yang luar biasa.

‘H-Hyunie..’ Sunggyu menatap penuh kekhawatiran padaWoohyun. Tubuhnya mulai bergetar, dan air matanya mengalir semakin deras.

“Gyuyie!Sadarlah!” seru Myungsoo sambil mengguncang-guncangkan tubuh Sunggyu. Namun,namja manis itu tetap tidak bereaksi padanya.

‘Uhh.’ Woohyun memejamkan kedua matanya dengan tangan yangsemakin keras meremas dada kirinya. Woohyun menggigit bibir bawahnya kuat-kuat,menahan rasa sakit di jantungnya yang semakin menjadi. ‘G-Gyu, kumohon.. Tersenyumlah! Tertawalah! Dan bergembiralah! Bukankahhari ini adalah hari pernikahanmu? Biarkan aku melihat senyumanmu, tawamu, dankegembiraanmu untuk terakhir kalinya sebelum aku benar-benar, ukhh!’Woohyunsemakin kuat meremas jantungnya dan menggigit bibir bawahnya hingga bibirnyamengeluarkan darah.

“Woohyun!!”Sungyeol membawa Woohyun ke dalam pelukannya. Dia sangat khawatir dengansahabatnya yang meremas dadanya kesakitan dengan darah yang keluar dari bibirbawahnya. “SESEORANG TOLONG PANGGILKAN DOKTER!!!!” pekiknya panik pada paratamu di pernikahan itu.

Hirukpikuk sontak terdengar di pernikahan itu. Para tamu mulai panik dan segeramenoleh satu sama lain untuk menyuruh sesamanya memanggil dokter.

“Biaraku saja!” seru appa Sunggyu sambil mendial nomor dokter kepercayaannya.

“H-hhhah..Hh-hhaaah.. Hhhaahhhhh!!” nafas Woohyun terdengar kacau dan tak beraturan.Melihat Woohyun seperti itu, Sunggyu dengan cepat melepas kasar genggamanMyungsoo dan segera berlari menghampiri Woohyun. Tapi, Myungsoo dengan cepatmenarik tangan Sunggyu lagi.

“GYU!”seru Myungsoo yang menarik Sunggyu ke dalam pelukannya. “Gwaenchanha! Woohyunakan baik-baik saja!” seru Myungsoo yang tidak mau calon istrinya menghampiriWoohyun.

“MianhaeMyungsoo, aku tidak bisa!” tepis Sunggyu sambil menghempas tangan Myungsoopaksa. “Aku harus kembali pada Woohyun!” lanjutnya dan berlari lagi. Namun,lagi-lagi Myungsoo menahannya.

“ANDWAE!!”

Woohyunmenatap Sunggyu dengan tatapan nanar sambil menahan sakit di jantungnya yangsemakin menjadi. Sungyeol memeluknya erat, dan berharap jika tidak akan terjadiapa-apa dengan sahabatnya.

‘Gyu-ah.. Jebal, jangan kemari! Cepatselesaikan pernikahanmu agar aku bisa tenang setelah aku mati nanti!’ pekik Woohyun dalam hatinya. Woohyunmeringis kesakitan. Air matanya mengalir semakin deras, tak lupa darah dibibirnya yang juga mengalir semakin banyak.

“MYUNGSOOLEPASKAN AKU!!!” bentak Sunggyu sambil menghempas kasar tangan Myungsoo lagi. “MianhaeMyungsoo! Aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini!” serunya dengan wajahnyayang memerah ketakutan dengan keadaan mantannya. “Aku mencintai Woohyun!” lanjutnyadan segera berlari menghampiri tempat Woohyun.

Myungsoohendak menggenggam tangan Sunggyu lagi. Namun, pastur itu menahannya. Myungsoomenoleh menatap pastur itu dengan tatapan heran sekaligus tidak sukanya. “!!!!”

“Biarkandia.” ucap pastur itu.

Myungsoomengernyitkan keningnya tanda dia tidak suka dengan ucapan pastur itu. Myungsoomenarik paksa tangannya yang digenggam pastur itu, tapi pastur itu semakinmempererat genggamannya.

“BiarkanSunggyu-ssi memilih siapa yang dicintainya. Cinta tidak dapat dipaksakan,Myungsoo-ssi.”

Myungsoosemakin mengerutkan keningnya. Namun, perlahan-lahan kerutannya memudar, sadardengan ucapan pastur itu. Myungsoo mengerjap-ngerjapkan matanya 2 kali, lalumenatap Sunggyu yang saat ini sudah memeluk erat Woohyun dalam pelukannya yanghangat.

“HYUNIE?!!!GWAENCHANHA??? APA KAU TAK APA???!!” tanya Sunggyu panik sambil mengangkatwajah Woohyun yang berada di pelukannya.

“Gyuyie..”gumam Woohyun lirih. “N-nan gwaenchanha..” jawabnya sambil tersenyum.

“BOHONG!!!”tepis Sunggyu yang semakin erat memeluk Woohyun.

Woohyunmenangis semakin deras. Dipeluknya erat tubuh Sunggyu dengan perasaan sayangdan cintanya yang selama ini dipendamnya, lalu dihirupnya aroma tubuh Sunggyuyang sangat dirindukannya. “Haahhh.. Hahhhh.. U-ukkhh!!!” ringisnya saatjantungnya semakin sakit.

“HYUNIEKUMOHON BERTAHANLAH!!!! SEBENTAR LAGI DOKTER AKAN DATANG!!!” pekik Sunggyu emosisambil mempererat pelukannya.

Woohyuntersenyum senang dalam kesakitannya. “G-Gyu-ah.. Ukhh..” ringis Woohyun.

“JANGANBICARA LAGI, HYUNIE!!” pekik Sunggyu dengan air mata yang tidak akan pernahberhenti mengalir untuk Woohyun.

Woohyunterdiam sejenak, merasakan hangatnya pelukan Sunggyu yang sudah lama tidakdirasakannya lagi. Woohyun menangis penuh rindu, dan semakin mempereratpelukannya hingga tidak ada lagi ruang bagi mereka berdua untuk dapat bernafasdengan lega.

“Gyu-ah..C-C-Cchukae!!” seru Woohyun dengan suaranya yang parau dan juga berat.Terdengar sangat dipaksakan ucapan Woohyun itu.

“Hyuniehentikan!! Aku hanya mencintaimu Hyunie!!!” pekik Sunggyu lirih. “Aku hanyamencintaimu.. Bahkan meski kau meninggalkanku tanpa sebab!”

Deg!

“Ukkhh!!”

Woohyunmerasa dadanya semakin sakit, sangat sakit hingga membuatnya sangat susah untukbernafas. Woohyun mendongak untuk menatap Sunggyu yang keterakhir kalinya. Diatersenyum manis sambil menahan sakit, lalu mengusap pipi chubbynya dengantangan kanannya. “G-Gyu-ah..” ucap Woohyun disela-sela tangisannya.

Sunggyumenggenggam tangan kekar Woohyun, dan mengarahkannya agar membelai pipinyalebih lama lagi. “Hyunie, saranghae.. Bertahanlah Hyunie, jebal!” pinta Sunggyuyang masih menangis, hingga tetes-tetes air matanya mengalir membasahi wajahtampan Woohyun.

“G-Gyu-ah..Aku.. A-aku.. Akhhh a-aku..!!!!!!!” Woohyun menarik nafas panjang denganterengah-engah, seperti orang yang kehabisan nafas. Woohyun mencengkeram kuatkerah jas Sunggyu, membuat Sunggyu tersentak kaget dan mendorong tengkuk Woohyunhingga membuat keduanya kini berciuman dengan air mata mereka yang sama-samaterus mengalir.

“HYUNIEBERTAHANLAH!!! TOLONG JANGAN TINGGALKAN AKU!! BUKANKAH KAU SUDAH BERJANJI UNTUKTIDAK MENINGGALKANKU?!!!!!” pekik Sunggyu frustasi dan kembali melumat bibirtebal Woohyun.

Woohyunhanya diam saat Sunggyu melumat bibirnya. Dia tidak meronta. Dia membiarkanbibir tipis Sunggyu yang sangat dia rindukan itu kembali menyentuh bibirnya.

‘Gyu-ah.. Kumohon.. B-b-berbahagialah!’ pekik Woohyun dalam hati sambilmenyunggingkan senyum tipisnya yang tulus dia berikan pada Sunggyu.

‘Ini pesan terakhirku untukmu, Gyu-ah.Kumohon berbahagialah agar aku juga bahagia di alam sana. Aku sangatmencintaimu, Gyu-ah. Aku sangat mencintaimu walau kita sudah berpisah. Mianhaeaku menyakitimu. Mianhae aku mengingkari janji kita. Mianhae kita tidak bisamenikah. Dan mianhae.. Karena aku.. Karena aku harus meninggalka——!!!!’

“HYUNNNIEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Sunggyu histeris saat tiba-tiba tubuh Woohyun menjadi kaku dengan nafasyang terhenti. Sunggyu segera mendekatkan telinganya pada dada Woohyun, namun,tidak ada bunyi detak jantung disana.

Sunggyumenatap wajah Woohyun dengan tatapan tak percaya dan tubuh bergetar. Woohyunsudah memejamkan matanya. Woohyun sudah beristirahat. Woohyun sudah pergi!!Woohyun sudah pergi.. Dalam tenang dan kebahagiaan karena dia bisa bertemudengan orang yang sangat dicintainya lagi.

“ARRRGHHHH!!!!!ANDWAEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!! KENAPA KAU PERGI HYUNIE???!!! KENAPA KAU PERGI?!!!KENAPA KAU MENINGGALKANKU SENDIRI HAH?!!!! KENAPA HYUNIE???!! KENAPA?!!!!!!!” jeritSunggyu histeris dan memilukan, membuat seluruh tamu menatapnya dengan tatapan pedih.

“AKUTAKUT HYUNIE!!!! TOLONG JANGAN TINGGALKAN AKU!!!” air mata Sunggyu terusmengalir, seperti tidak akan pernah berhenti untuk keluar dari kedua matakecilnya yang indah itu.

“HYUNIEBANGUNLAH!!! JANGAN BERCANDA????!!!!!!!! AKU SEDANG TIDAK INGIN MAIN-MAINHYUNIE!!!!!! BANGUNLAH!!!!!! KUMOHON BANGUNLAH!!!!!!!!!”

Sunggyumenelan salivanya. Tubuhnya bergetar semakin hebat. Sunggyu mengusap airmatanya, lalu mempererat pelukannya pada tubuh kaku Woohyun yang dingin dan takbernyawa itu. “H-Hyunie ireona.. Jebal, ireona!!!” serunya pelan sambilmenenggelamkan kepalanya pada cerucuk leher Woohyun.

Seluruhtamu di pernikahan itu menangis. Mereka sangat terpukul dengan kejadian yangsaat ini terjadi pada Sunggyu dan juga Woohyun. Mereka tidak menyangka di hariyang seharusnya bahagia ini, berubah menjadi hari yang paling menyedihkan baikbagi Sunggyu, Myungsoo, kedua orang tua mereka, serta para tamu di pernikahanitu.

“S-Sunggyu..Hajima—!!”

“DIAM!!!!WOOHYUN TIDAK MATI!!!! DIA PASTI HIDUP!!!!!” poton Sunggyu saat Sungyeol hendakmenenangkannya.

“TapiSunggyu, Woohyun suda—!!”

“ANDWAE!!!!!”pekik Sunggyu histeris, membuat Sungyeol menyerah dan tidak mau mengatakan apapun padanya.

“Hiks..Hiks..” Sunggyu menyeka air matanya. “Bersabarlah, Hyunie.. Sebentar lagidokter Jang akan datang. Kau bertahanlah sebentar lagi, ne? Setelah dokter Jangmengobatimu, kau pasti akan bangun lagi dan kita akan menikah. Arasseo?” Sunggyutersenyum lirih sambil membelai setiap detail wajah Woohyun, membuat siapa punpasti akan tersayat hatinya melihat pemandangan itu.

“Gyuyie..”Myungsoo mengusap bahu Sunggyu sambil menatapnya dengan tatapan pedih. Diasangat sedih sekaligus perih melihat calon istrinya menangis histeris dengankeadaan kacau seperti itu.

Sunggyumenoleh ke arah Myungsoo, lalu tersenyum kecil. “Myungsoo mianhae, ne? Kitabatalkan pernikahan ini. Aku akan menikah dengan Hyunie!” serunya senang namundengan ekspresi wajah yang pilu.

Myungsoomenatap Sunggyu dengan tatapan sayang bercampur perih. Dia berjongkokmenyetarakan tingginya dengan posisi Sunggyu, lalu dia memeluk namja manis ituke dalam pelukannya yang hangat.

“Myungsoojangan memelukku! Nanti Hyunie marah!” pekik Sunggyu sambil mendorong Myungsoodari tubuhnya.

“Gyu..”lirih Myungsoo dengan hatinya yang tersayat.

“Sunggyu-ah..”appa Sunggyu menatap sedih putranya yang dalam keadaan memilukan itu.

“Appa!”seru Sunggyu senang. “Appa aku akan menikah dengan Hyunie!” lanjutnya sambilmenunjukkan kekehan lucunya yang membuat siapa pun akan menangis melihatnya.

“Sunggyu-ah..Hentikan, Sunggyu-ah.. Woohyun sudah—”

“EOMMA!”pekik Sunggyu dengan tatapan tak suka. “Hyunie tidak mati! Dia hanya tertidur!”tepis Sunggyu sambil mempererat pelukannya pada Woohyun yang sudah tak bernyawalagi itu.

“Nde,Gyu-ah.. Woohyun memang sedang tidur.” ucap Myungsoo, membuat Sunggyu tersenyumsenang mendengarnya. “Tidur selamanya. Dalam damai..” lanjut Myungsoo dan sontakmembuat Sunggyu membulatkan kedua matanya kaget.

“ANDWAE!!!A-ANDWAE!!!” pekik Sunggyu yang masih tidak terima jika Woohyun-nya sudahmeninggal.

“Sunggyu-ssi,kau harus merelakan kepergian Woohyun. Woohyun sudah meninggal!” ucap pasturyang baru saja menghampiri Sunggyu.

“Andwae!!Hyunie belum meninggal! Kenapa semuanya mengatakan Hyunie meninggal?! Apakalian tidak mau jika kami menikah hah?!!” bentak Sunggyu dengan tatapan tidaksukanya.

“Sunggyu-ssi..”ucap pastur itu lembut agar Sunggyu mau mendengarnya. “Apakah orang yang sedangtertidur bisa bernafas?”

Sunggyumengerjap-ngerjapkan mata kecilnya, lalu mengangguk cepat. “Tentu bisa!”sahutnya mantap.

“Lalu,apakah Woohyun bisa bernafas?”

Deg!

Sunggyuterdiam sejenak. Dia kembali menatap wajah Woohyun yang tertidur dalam damai. Airmatanya kembali mengalir deras. Sunggyu menggeleng lalu menunduk dan mempereratpelukannya pada Woohyun. “Andwae.. A-andwae!!”

“Sunggyu-ssi..”

“Andwae..Andwae..”

“Hyunie..Apa kau meninggalkanku? Kenapa? Apa aku membuatmu menangis lagi? Apa akumenyakitimu? Kenapa kau pergi? Dan kenapa kau tidak mengajakku?”

“Hiks..Hikss..”

“Akutidak bisa menerimanya.. Aku tidak bisa merelakannya pergi..

“Akuingin dia kembali padaku. Aku ingin kami menikah!”

“Hikss..”

“Sunggyu-ah..”eomma Sunggyu memeluk putranya.

“Eomma..”lirih Sunggyu sambil menatap eommanya. “Apa aku boleh menyusul Hyunie? Aku sangatmencintainya, eomma..” ucap Sunggyu sambil menatap datar wajah tenang Woohyundi pelukannya.

Sunggyumenarik nafas panjang dan dalam. Dia memejamkan kedua matanya, lalu meringismerasakan sesak dan sakit di dalam hati kecilnya. ‘Saranghae..’ucap Sunggyu dalam hati. ‘Saranghae, Nam Woohyun. Neomu neomu saranghae!’ ucapnya lagibersamaan dengan air mata yang kembali mengalir dari mata kecil Sunggyu.

‘Saranghae..’

‘Saranghae..’

‘Saranghae..’

“Saranghae,Nam Woohyun. Neomu neomu saranghae..” gumam Sunggyu yang perlahan-lahanmemejamkan kedua matanya, merasa lelah dan kehabisan tenaga karena kejadianini. Eomma Sunggyu segera memeluk putranya, membiarkan tubuhnya menjadisandaran yang nyaman untuk putranya yang sedang sangat terpukul itu.

‘Saranghae Nam Woohyun... Suatu saat akuakan menyusulmu! Kita akan bertemu! Dan kita akan menikah!’

‘Aku janji!’

‘Saranghae..’

‘S-ssaranghae...’


-END-

HueeeT^T
MohonRCL reader.. gomawo~ ♡
UntukFF yinyangnya masih author rencanakan untuk buat remake. Selama menungguceritanya selesai author akan buat ff one shot atau ff yang chapternya sedikituntuk meramaikan page. Annyeong~~~ kkkk ^^

No comments: