Title : Mana Woohyunku (One Shot)
Author : Anggi WK
Main cast :
-
Nam
Woohyun
-
Kim
Sunggyu
Support cast :
-
Kim
Myungsoo
Genre : teen romance,
school life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,
songfic, drama, supernatural, yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : One Shot
AN : Annyeong readers !! xD ini ff
keduaku, terinspirasi dari lagunya BCL – Sunny. Tapi Sunny disini diganti
Woohyun /?/ Woohyun.. Woohyun ~ xD haha
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa
~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA
!! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu
atu2/
Quote : Woohyun’s d’most
stupid guy !
Summary : Kau tak sempat
tanyakan aku
Cintakah aku
padamu
Tiap kali aku
berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau
bisa cinta padaku
~ Kim Sunggyu ~
Sound track : BCL - Sunny /read it
with music for deepen the story/
==================================================
Happy reading :* :* :*
Cklek..
Pintu bercat putih itu terbuka,
menampakkan seorang namja manis bersurai coklat sehabis pulang kerja.
Dengan tas kecil disampingnya, ia
berjalan lunglai menuju kamarnya dilantai atas.
“hah.. kapan lemburku selesai, selalu
saja pulang malam”, desah namja itu sambil mengelap kerigat didahinya yang
mulus.
Kim Sunggyu, namja berumur 28 tahun
yang bekerja menjadi CEO di Woollim Corp, akhir – akhir ini selalu sibuk dengan
rencana kerjasamanya dengan perusahhan sebelah, SM Corp.
Dengan jadwalnya yang padat membuat ia
jarang berada dirumah dan menjadikan istana putih besarnya itu sebagai tempat
duduknya sejenak, menghilangkan aura – aura kekelaman yang mungkin akan
menenggelamkan dia bersama meja kerja dan segudang dokumen indahnya.
“berantakan sekali kamarku..”, saat
melihat tempat tidur dan selimut yang sudah seperti gulungan ombak dilautan
luas.
“Aku mandi dulu, baru kubereskan”
Suara shower yang berhenti seiring
dengan suara Sunggyu yang sedang bernyanyi. He sings ? Yes. Dia gemar menyanyi
sejak jaman kuliah dulu.
Srett..
Ia membuka pintu kamar mandi. Sambil
mengeringkan rambutnya yang basah, ia berkaca dengan senyuman manisnya.
“aku manis”, pujinya sendiri.
“orang manis sepertiku pasti juga
harus mempunyai kamar yang bersih dan cantik”, katanya seraya melayangkan pandang
kesemua sudut kamarnya.
Mulailah ia beranjak keatas kasur
merapikan semua benda – benda empuk disitu. Melipat selimut dan menata bantal
guling. Menyisir meja kerja yang sudah seabad tak disentuh.
“laptop rusak ini harusnya kutaruh
dikotak itu”, laptop usangnya yang sudah lama rusak harusnya berada disebuah
kotak besar didalam lemarinya bagian bawah.
Sunggyu membuka lemari mahalnya dan
menemukan benda itu dibawah sana.
“ahh, ini dia”, sambil membawa kotak
itu keluar.
Srett..
Ketika ia ingin menaruh laptopnya
disana, tiba- tiba ia menagkap sebuah boneka hamster lucu yang tidak terlalu
besar.
“boneka ini..”, cengangnya.
Diambilnya hamster lucu itu sambil
duduk dikasur empuknya.
“Woohyun..”
/flashback/
Setelah itu kami semua mahasiswa
Infinite University masuk kesana untuk melihat – lihat peternakan selanjutnya.
“kajja kesana”, sepertinya Hoya
penasaran tentang perkembangbiakan burung murai batu.
Brukk.
“waeyo..”, kaget Sunggyu karena tiba
– tiba Woohyun berhenti didepannya membuatnya harus menubruk punggung Nam itu.
“kajja hyung kita kesana saja”,
Woohyun menarik tangan Sunggyu menuju ketempat lain.
“ugh ? mwoya ige..”
“hamster hyung, kau tak tau ?”
“bukan begitu, jelas aku tau..
maksudku, kenapa kau mengajakku kesini”
“hamster ini hewan manis hyung”,
jawab Woohyun singkat sambil menatap hamster – hamster itu tak berhenti
tersenyum.
“iya manis ya”, Sunggyu ikut
menyipitkan matanya seraya ikut melihat tingkah hewan itu.
“hamster ini manis, mirip sepertimu.
haha”, katanya lagi dan berlalu meninggalkan Sunggyu yang mematung mendengar
ucapan Woohyun barusan.
“kajja hyung, kenapa kau tetap disitu
~”, tolehnya sebentar lalu terus berjalan menjauh.
/flashback off/
~~~ Woohyun.. Woohyun..
Jantungku berdebar tiap kuingat pada
Woohyun.. Woohyun.. ~~~
“kau selalu berbicara tentang
hamster..”, bisik Sunggyu pelan sambil mengelus – elus boneka hamsternya.
“Hyunie-ya..”, senyumnya miris.
Matanya terasa panas..
/flashback/
“gomawo Hyun”, senyum Sunggyu pada
namja didepannya.
“cheonmaneyo hyung, bukan hanya aku
saja, tapi aku mengajak mereka, TARAAA !!”
“HAPPY BIRTHDAY SUNGGYU HYUNGGG !!!”
Munculah beberapa kurcaci dibalik
food center.
“ahhhh…. Yah, kalian apa – apaan
mengagetkanku…”, Sunggyu terharu melihat teman – temannya ikut merayakan
ultahnya di mall ini.
‘kukira hanya Woohyun..’
“kajja kita kesanaaa”, semangat
Woohyun 45.
“Sunggyu hyung jangan terlalu kaget
seperti itu, hahahaa”, canda Hoya sambil merangkul Sunggyu yang berada
disamping Dongwoo dan Sungyeol.
“lihat hyung ! boneka hamster !!”,
Woohyun mendahului mereka ketempat doll shop.
”imutnyaa”, seru Hoya.
“ne chagiya”, jawab Dongwoo.
“Sunggyu hyung, kau mau ?”, tawar
Woohyun sambil tersenyum bodoh kearah Sunggyu.
Sedangkan yang ditanya malah membeku
diberi senyuman manis namja didepannya.
“Gyu hyung ??”
“ah iya ?”
“kenapa kau malah diam.. ? hahahaa”,
tawa Woohyun sambil menyenggol lengan Sunggyu.
Mereka akhirnya tertawa lepas dengan
sendirinya.
“kau tertawa seperti itu, sama
seperti hamster, hahahaa.. manis”
DEG
Lagi. Lagi.. kau katakan itu sekali
lagi..
Kata yang indah, tetapi kenapa terasa
sesak jika terus dalam keadaan seperti ini..
Apakah kau memberiku harapan ?
/flashback off/
~~~ mengapa ada yang kurang saat kau
tak ada
Woohyun.. Woohyun..
Melihatmu, menyentuhmu itu yang kumau
~~~
/flashback/
Mahasiswa Infinite University sedang
pergi ke Goru Swimming Pool. Mereka selalu mempunyai acara di weekend untuk
sekedar bersenang – senang.
Tap tap tap..
Namja bertubuh atletis itu berlari
kecil dari kolam renang menuju toilet. Berharap masih bisa menemukan barangnya
yang tertinggal.
“ah, aku rasa disebelah sini”, ia
menduga – duga sambil berdiri di depan pintu toilet paling pojok dengan
tubuhnya yang mengigil.
Tok tok
“permisi, apa ada kacamata renang
didalam sana ?”, tanya Woohyun pada seorang dibalik pintu itu.
Cklek..
DEG
Betapa tidak, ini dia ! Kim Sunggyu !
Oh myyy, untung mereka sempat
berhenti sejenak walaupun dengan jarak seminim ini, karena setelah pintu
terbuka mereka langsung melangkahkan kaki maju.
GLUP
Tak dipungkiri mereka sama – sama
menelan salivanya sendiri.
Mata yang sedikit melebar, mulut yang
tak dapat menutup rapat, badan yang terasa membeku walau darah mengalir sangat
cepat.
Kim Sunggyu dengan kaos pendek
tipisnya, boxer yang dengan indah menghiasi kakinya, jangan lupakan rambut
coklat halusnya.. wajah polos serta bibir ranumnya.
Nam Woohyun seorang namja bodoh yang
mengekspos ke sixpack-an dan tubuh indahnya ditambah hanya sebuah boxer hitam
yang menutupi /skip aja :v/
Mata mereka berbinar, namun entah
kenapa kaki Woohyun perlahan melangkah maju..
Ia terus menatap bibir Sunggyu,
walaupun yang diincar perlahan memundurkan langkahnya.
Sunggyu sudah berada tepat dipojok
dengan namja bodoh didepannya.
Jantung namja manis itu berdetak
sangat cepat merasakan nafas hangat Woohyun yang mulai menyentuh permukaan
kulit wajahnya. Sontak ia menutup mata saat bibir tebal itu menyentuh miliknya
yang sudah merekah daritadi.
Sambil bertumpu pada dinding toilet
dibelakang Sunggyu, Woohyun melumat dan menikmati objek didepannya. Seiring
dengan suara Sunggyu, membuatnya semakin horny dan tak mampu lagi..
“nggghhh…”, Sunggyu terlena dengan
mata terpejamnya, sebelum sebuah suara..
PRIIITTT
WooGyu menghentikan kegiatannya
sambil cengo menatap satu sama lain.
Mengapa bisa terjadi seperti ini ?
“Mi- mian, aku aku Cuma hanya ingin
mengambil kacamataku hy- hyung”, gagap Woohyun yang telah menyicipi sedikit
Surga dunia.
“ak- aku ahh”, Sunggyu frustasi
mengapa sulit sekali berbicara.
“ngg kau, kau keluar duluan hyung,
aku aku menyusul nanti”, cengir Woohyun yang dibuat sesantai mungkin.
“dan satu lagi..”
“mianhae hyung, aku tidak tau apa
yang merasukiku tadi. Aku.. terimakasih banyak hyung, terimakasih”
“ah ne, gwaenchana”, Sunggyu langsung
cepat berlalu sambil menyentuh bibirnya.
Manis.
Nan joha.. but why, it’s feel hurt
inside here ?
Here.. in ma heart..
/flashback off/
“kau memang menyebalkan, menyebalkan
!!”, remas Sunggyu pada boneka hamster kado dihari ultahnya tersebut.
“hikk.. kau mempermainkanku Nam
Woohyun.. hikss.. pabboya !!”, meneteslah air mata Sunggyu akhirnya.
“PENGECUTT !!”
/flashback/
“Myungsoo-ya, pulanglah. Aku bisa
mencari sendiri”, berkali – kali Sunggyu menyuruh Myungsoo untuk tidak ikut
mengantarnya ke toko buku.
“gwaenchana hyungie, aku tak tega
membiarkan namja semanis dirimu berkeliaran sendiri di malam seperti ini”
“ahh terserah kau, aku hanya tidak
ingin merepotkanmu”, jawab Sunggyu datar sambil memasang fake smilenya.
“gwaenchana hyungie”, Myungsoo seraya
mengelus rambut Sunggyu yang mulai tidak nyaman berada dengannya.
“Myungs-”
SRETT.
Tidak sengaja dari arah berlawanan
lewatlah namja yang sangat familiar, dia terdiam mematung didepan MyungGyu.
“Woo- Woohyun”
Sunggyu terbata.
Lawan bicaranya hanya bisa membeku
melihat tangan Myungsoo yang masih berada pada Sunggyu.
“ish !”, Sunggyu menepis tangan nakal
Myungsoo.
“aw ! namja ini nuguya hyung ?”,
keluh Myungsoo sambil menatap sebal namja bodoh didepannya, karena telah
mengganggu keROMANTISan mereka.
“ehem, mm.. aku pergi dulu ya hyung,
maaf telah mengganggu kalian”
Singkat Nam Woohyun lalu pergi dari
situ secepatnya.
“Woohyun-ah ! Nam Woohyun !!”,
Sunggyu berlari mengejar Woohyun yang sudah mendekati pintu keluar.
SRETT.
“mwoya hyung ? aku ingin pulang”,
Woohyun berusaha melepas genggaman Sunggyu.
“hh.. hhh.. ini tidak seperti yang
kau lihat !!”
“maksudmu ?”
“aniya, aku tidak ada apa – apa
dengan Myungsoo, kita hanya teman ! kau.. kau jangan seperti ini..”, suaranya
perlahan mengecil..
“lalu, apa hubungannya denganku ?
haha”, Woohyun tersenyum garing dan berlalu.
Apa.. apa katamu.. ?
Kau serius Nam Woohyun ?
Begitukah hatimu ? Kau tak memiliki
rasa terhadapku ? JUST A LIE !
Selama ini apa maksudmu.. kau manis
terhadapku ! kau disampingku, bahkan kau sudah.. akh !
THEN U SAY U HAV NOTHING TO ME ??!!
DAMN IT !!
/flashback off/
“Waeyo Hyunnie wae.. aahh.. hikkss..”
Tubuh sehat Sunggyu tergeletak lemas
di kasur rapih nya..
Sambil memeluk boneka kenangan dari
Woohyun ia terus memutar kembali masa – masa indah saat kuliah dulu.
~~~ kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Tiap kali aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku ~~~
“mana Woohyun.. mana Woohyunku..”
Sambil terisak dan mengusap bulir –
bulir bening dipipinya..
~~~ tiap kali aku memanggil didalam
hati
Mana Woohyun, mana Woohyunku.. ~~~
“baby-ya.. hikksss..”
/flashback/
At Seoul Hospital
“Woohyun-ah, neon gwaenchanayo ??
jawab akuu !!”, Sunggyu mengguncang – guncangkan Woohyun memaksa menjawabnya
bahwa dia baik – baik saja.
“heum.. gwaenchana”, senyumnya lembut
pada Sunggyu yang mulai menangis.
‘hatiku yang lebih sakit hyung.
Melihatmu beberapa kali dengan Myungsoo dimanapun. Kalian berduaan seakan
menautkan perasaan kalian..
Aku.. kecelakaan ini terjadi setelah
aku melihatmu bersamanya.. aku tak kuasa..
IM FULL OF YOU, YES YOU
KIM SUNGGYU..’
“akhh !!”, Woohyun memegang kepalanya
yang terkena pendarahan cukup parah, terasa kembali sakit saat mengingat
MyungGyu lagi.
“Woohyun kenapa !! hikksss..”,
Sunggyu semakin dramatis dan erat menggenggam tangan dingin Nam.
“uljima Sunggyu hyung.. tak perlu
menangisiku..”, hiburnya seraya mengelus pipi Sunggyu.
“bagaimana bisa ! jangan bodoh kau
Nam !! hikkhikkss.. kau butuh apa ?? obat ?? kupanggilkan suster ?? dokter ?? kau
butuh donor darahku atau apa.. ??”, Sunggyu bersikap seolah – olah jiwa
sehatnya sudah hilang, dengan wajah kusut penuh linangan air mata.
“permisi tuan, permisi”, dokter itu
melewati Sunggyu untuk menangani Woohyun.
“Woohyun-ah, Woohyunnnnn”
“sudah hyung, sudah ! biarkan dulu
dia, jangan seperti ini..”, Hoya menarik dan menahan Sunggyu yang meronta
–ronta supaya agak menjauh, walaupun hatinya tak tega juga melihatnya, miris.
Sunggyu terus merasakan sesak pada
dadanya sampai seorang datang..
Cklek
“Sunggyu hyung !”
Ia menghampiri Sunggyu dan memeluk
berusaha menenangkannya yang tampak gila dengan kecelakaan temannya /’-‘/
“jangan ! jangan peluk aku, MYUNGSOO
!!!”, Sunggyu dengan amarahnya mendorong Myungsoo sambil menangis deras.
Tak ingin melukai Woohyun.
Semakin melukai Woohyun.
“AHHH !!!”
“bagaimana bisa !”, ia semakin
berusaha untuk Nam, pasiennya.
“Woohyun-ah jeballl”, Sunggyu semakin
mengeratkan pelukannya pada Hoya.
Dongwoo yang disampingnya hanya mampu
membungkam dan membelai pelan bahu Sunggyu.
‘Myungsoo, tak sadarkah kau.. kau
buat aku semakin tak mampu bertahan sakit ini.. kepalaku..’
“Gyu hyung”, suaranya parau.
“ne Hyun ???”, disamping mereka semua
berharap cemas keadaan Woohyun.
“hh.. Gomawo hyung”, singkatnya dan
memberi senyuman terbaik.
“apa yang kau maksud gomawoo !!!”,
tangis Sunggyu semakin menjadi.
“jangan menangis hyung, kau semakin
manis..”
“PABBO ! JANGAN MENGGODAKU LAGI..
HIKKSSS..”, tangan Sunggyu bergetar digenggaman Hoya yang menahannya.
‘aku tak bisa hyung..’
“kalian- kalian semua, hiduplah
dengan baik.. gomawoyo chingudeul”, terakhir ia tersenyum melihat Sunggyu setelah
menatap nanar Myungsoo, lalu beristirahat dengan tenang.
“Woohyun-ah ! PABBO NAM WOOHYUN !!
AHHHH”
“Sunggyu hyungg”, Dongwoo merasa
sesak dengan semua ini.
Sedangkan Myungsoo hanya mencerna
segala macam kejadian disini.
“tak mungkin Hyun, kau masih hidup, kau
becanda kan ?? iya kan ?? jawab Nam !! NAM WOOHYUN IREONAAAA !!!!!”, Sunggyu
menangis hebat disamping Woohyun sambil menggerakkkan badannya berharap ia akan
bangun dan menemaninya lagi.
“Namu-ya.. don’t go..”, ia melemas
dan memeluk Woohyun, menenggelamkan wajahnya di leher Woohyun sambil meracau
tak jelas.
“hyungie.. sudahlah, Woohyun sudah
pergi, sadarlah hyung”, Howon mengelus pelan punggung Sunggyu melihat peristiwa
yang miris ini.
“WOOHYUN TAK MUNGKIN MENINGGALKANKUU
!!!”
Beberapa waktu kemudian..
“mwoeyo ?”
“aku menemukannya di baju Woohyun,
saat pemakamannya sebulan lalu”, jawab Hoya memberikan surat itu untuk Sunggyu.
Sunggyu hyung <3
Begitulah tulisan covernya.
…
Sunggyu hyung.
KIM SUNGGYU.
Nama yang indah ya ? seindah dan
semanis orangnya, haha..
Gyu hyung, aku mengenalnya saat kami memasuki
kuliah di Infinite University.
Saat di kantin aku melihat dia
membeli makan bersama teman karibnya, Hoya.
Cantik sekali, pikirku. Aku tersenyum
melihatnya sambil terus berjalan, sampai kakiku tersandung meja, bodohnya ! xD
Lebih parahnya dia melihat dan
menanyakan padaku apakah aku baik – baik saja ^^
Oh Kim Sunggyu, I’ll be okay if just
see your smile ^-^
Hatiku berdebar setiap kali melihat
senyummu. Pikiranku menjadi liar hanya dengan sedikit sentuhanmu. Dunia ini
menjadi Surga jika kau menjadi milikku.
Aku menyayangimu, sangat
menyayangimu.
Ku cintaimu, sampai aku tak ingin
melukaimu.
Biarkan rasa ini tetap ada sampai
nanti, sampai ku mati.
Apakah kau memiliki perasaan yang
sama denganku ?
Saranghae Kim Sunggyu <3
…
“hikkss.. hikss…”
“hyungie.. wae geurae ?”, Hoya
khawatir tiba – tiba melihat Sunggyu menahan isakan.
“kenapa kau tak mengatakannya !!”
“katakan apa ??”
“KENAPA KAU TAK MENGATAKAN KALAU
WOOHYUN MENYUKAIKU ?????”
“ap-”
“WOOHYUN MENYUKAIKU SEJAK PERTAMA
KALI BERTEMU !! KENAPA KAU DIAM SAJA !!”
“ken- aishh.. apa maksudmu hyung ??
bukankah kau berpacaran dengannya ?”
“ANIYA !!”
“jadi selama ini kalian ? aku tak
tahu sedikitpun mengenai ini, yang ku pikir kalian memiliki hubungan,
ternyata.. kalian- kalian memendam perasaan ???”, Hoya cengo.
“hikkss.. pabbo, PABBO !!”, Sunggyu
mengabaikan Hoya dan membanting semua barang yang ada.
PRANGGG
“GYU HYUNG !!!”
/flashback off/
“Nado..
nado saranghae Woohyun-ah.. hikss..
Aku bodoh, memang.. bodohnya menyukai namja
bodoh sepertimu”, Sunggyu tersenyum getir mengingat semua itu kembali.
Airmatanya sudah berhasil lolos membasahi setiap permukaan wajahnya, membanjiri
baju dan boneka dipangkuannya.
“katakanlah.. aku pasti akan menerimamu.. akan
ku berikan, semua cintaku hikss..
Segala milikku tak lebih dari bersamamu..
Woohyun..”, ia berbicara menatap malam diluar sana melalui jendela seakan benar
– benar berbicara pada Woohyun.
~~~ Woohyun..
Woohyun..
Apa kabarmu,
kabarku baik - baik saja
Woohyun..
Woohyun..
Begitu banyak
cerita tak habis tentang
Woohyun..
Woohyun..
Salamku untukmu
dari hati yang terdalam
Kau tak sempat tanyakan aku, cintakah aku
padamu ~~~
“ugh ? Woo- Woohyun ?”
Sunggyu mengedipkan matanya berkali – kali
sambil terus berfokus.
“kau ? Nam Woohyun ??”
Ia melihat seperti sebuah bayangan atau
mungkin arwah seseorang yang tampak diluar sana.
Arwah itu tersenyum..
Sunggyu beranjak dari kasur dan menubruk
jendelanya.
Walaupun tak bisa diraih tapi ia tetap dapat
melihat bayangan itu yang hanya diam.
Diam merasakan sesak melihat orang yang
dicintai menangis karenanya.
‘hyungie bogoshippeo’
Ingin rasanya mengatakan itu.
“Woohyun-ah..”, kesedihan yang membendung
membuat suaranya semakin berat bahkan terdengar manja.
“mengapa kau tak mengatakannya ?? kau
menyukaiku kan ? IYA KANN !!!”
Rautnya pilu, seiring Sunggyu yang semakin
menjadi.
“nado saranghae Woohyun-ah !!!
Kau selalu menemaniku, kau disampingku, kau
memperhatikanku bahkan.. bahkan aku masih ingat kejadian di toilet dulu,
hikss..
Apa maksudmu.. apa maksudmu Woohyun-ah, kau
tak mengatakannya ! aku dipermainkan !
Sesak hyun..”
Tangisnya semakin hebat setelah sebuah tangan
tanpa raga itu mengelus pelan rambut caramel Sunggyu yang terurai indah.
“kau pabbo !! PABBO !! hikss..”
Arwah itu tersenyum palsu dan mengusap pelan
tangan Sunggyu.
Lalu perlahan menjauh..
“Woohyun-ah eodiga ??”, takutnya yang semakin
menjauh.
Bayangan itu hanya tersenyum semanis mungkin
untuk yang terakhir kali, dan ia memudar..
Ia hilang, ia pergi.
Sunggyu mendapatkan sebuah gelang ditangan
kirinya, terukir ‘Saranghae Kim Sunggyu’ disana.
Lalu ia melihat arwah itu sudah tiada.
“WOOHYUN-AHH !! WOOHYUNNNNNNNN”
Tak perlu ada kata lagi untuk melukiskan
perasaannya, hanya memanggil namanya pun tlah dapat mengukir sejuta kenangan indah.
‘Saranghae Nam Woohyun’
END
~mana Woohyunku~
No comments:
Post a Comment