Monday, February 29, 2016

One Shot - Mana Woohyunku


Title : Mana Woohyunku (One Shot)
Author : Anggi WK

Main cast :
-          Nam Woohyun
-          Kim Sunggyu
Support cast :
-          Kim Myungsoo
Genre : teen romance, school life, alternate universe, love triangle, memories, darkfic,  songfic, drama, supernatural, yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : One Shot

AN : Annyeong readers !! xD ini ff keduaku, terinspirasi dari lagunya BCL – Sunny. Tapi Sunny disini diganti Woohyun /?/ Woohyun.. Woohyun ~ xD haha
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa ~~ :D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA !! SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu atu2/

Quote : Woohyun’s d’most stupid guy !

Summary : Kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Tiap kali aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku
~ Kim Sunggyu ~

Sound track : BCL - Sunny /read it with music for deepen the story/
==================================================


Happy reading :* :* :*


Cklek..

Pintu bercat putih itu terbuka, menampakkan seorang namja manis bersurai coklat sehabis pulang kerja.
Dengan tas kecil disampingnya, ia berjalan lunglai menuju kamarnya dilantai atas.


“hah.. kapan lemburku selesai, selalu saja pulang malam”, desah namja itu sambil mengelap kerigat didahinya yang mulus.


Kim Sunggyu, namja berumur 28 tahun yang bekerja menjadi CEO di Woollim Corp, akhir – akhir ini selalu sibuk dengan rencana kerjasamanya dengan perusahhan sebelah, SM Corp.
Dengan jadwalnya yang padat membuat ia jarang berada dirumah dan menjadikan istana putih besarnya itu sebagai tempat duduknya sejenak, menghilangkan aura – aura kekelaman yang mungkin akan menenggelamkan dia bersama meja kerja dan segudang dokumen indahnya.


“berantakan sekali kamarku..”, saat melihat tempat tidur dan selimut yang sudah seperti gulungan ombak dilautan luas.


“Aku mandi dulu, baru kubereskan”


Suara shower yang berhenti seiring dengan suara Sunggyu yang sedang bernyanyi. He sings ? Yes. Dia gemar menyanyi sejak jaman kuliah dulu.


Srett..
Ia membuka pintu kamar mandi. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah, ia berkaca dengan senyuman manisnya.

“aku manis”, pujinya sendiri.
“orang manis sepertiku pasti juga harus mempunyai kamar yang bersih dan cantik”, katanya seraya melayangkan pandang kesemua sudut kamarnya.


Mulailah ia beranjak keatas kasur merapikan semua benda – benda empuk disitu. Melipat selimut dan menata bantal guling. Menyisir meja kerja yang sudah seabad tak disentuh.


“laptop rusak ini harusnya kutaruh dikotak itu”, laptop usangnya yang sudah lama rusak harusnya berada disebuah kotak besar didalam lemarinya bagian bawah.


Sunggyu membuka lemari mahalnya dan menemukan benda itu dibawah sana.
“ahh, ini dia”, sambil membawa kotak itu keluar.


Srett..
Ketika ia ingin menaruh laptopnya disana, tiba- tiba ia menagkap sebuah boneka hamster lucu yang tidak terlalu besar.
“boneka ini..”, cengangnya.
Diambilnya hamster lucu itu sambil duduk dikasur empuknya.





“Woohyun..”





/flashback/


Setelah itu kami semua mahasiswa Infinite University masuk kesana untuk melihat – lihat peternakan selanjutnya.

“kajja kesana”, sepertinya Hoya penasaran tentang perkembangbiakan burung murai batu.

Brukk.
“waeyo..”, kaget Sunggyu karena tiba – tiba Woohyun berhenti didepannya membuatnya harus menubruk punggung Nam itu.

“kajja hyung kita kesana saja”, Woohyun menarik tangan Sunggyu menuju ketempat lain.



“ugh ? mwoya ige..”

“hamster hyung, kau tak tau ?”

“bukan begitu, jelas aku tau.. maksudku, kenapa kau mengajakku kesini”

“hamster ini hewan manis hyung”, jawab Woohyun singkat sambil menatap hamster – hamster itu tak berhenti tersenyum.

“iya manis ya”, Sunggyu ikut menyipitkan matanya seraya ikut melihat tingkah hewan itu.

“hamster ini manis, mirip sepertimu. haha”, katanya lagi dan berlalu meninggalkan Sunggyu yang mematung mendengar ucapan Woohyun barusan.

“kajja hyung, kenapa kau tetap disitu ~”, tolehnya sebentar lalu terus berjalan menjauh.


/flashback off/



~~~ Woohyun.. Woohyun..
Jantungku berdebar tiap kuingat pada
Woohyun.. Woohyun.. ~~~



“kau selalu berbicara tentang hamster..”, bisik Sunggyu pelan sambil mengelus – elus boneka hamsternya.
“Hyunie-ya..”, senyumnya miris.

Matanya terasa panas..




/flashback/

“gomawo Hyun”, senyum Sunggyu pada namja didepannya.

“cheonmaneyo hyung, bukan hanya aku saja, tapi aku mengajak mereka, TARAAA !!”

“HAPPY BIRTHDAY SUNGGYU HYUNGGG !!!”
Munculah beberapa kurcaci dibalik food center.

“ahhhh…. Yah, kalian apa – apaan mengagetkanku…”, Sunggyu terharu melihat teman – temannya ikut merayakan ultahnya di mall ini.



‘kukira hanya Woohyun..’



“kajja kita kesanaaa”, semangat Woohyun 45.

“Sunggyu hyung jangan terlalu kaget seperti itu, hahahaa”, canda Hoya sambil merangkul Sunggyu yang berada disamping Dongwoo dan Sungyeol.


“lihat hyung ! boneka hamster !!”, Woohyun mendahului mereka ketempat doll shop.

”imutnyaa”, seru Hoya.

“ne chagiya”, jawab Dongwoo.

“Sunggyu hyung, kau mau ?”, tawar Woohyun sambil tersenyum bodoh kearah Sunggyu.

Sedangkan yang ditanya malah membeku diberi senyuman manis namja didepannya.

“Gyu hyung ??”

“ah iya ?”

“kenapa kau malah diam.. ? hahahaa”, tawa Woohyun sambil menyenggol lengan Sunggyu.
Mereka akhirnya tertawa lepas dengan sendirinya.

“kau tertawa seperti itu, sama seperti hamster, hahahaa.. manis”


DEG


Lagi. Lagi.. kau katakan itu sekali lagi..

Kata yang indah, tetapi kenapa terasa sesak jika terus dalam keadaan seperti ini..

Apakah kau memberiku harapan ?

/flashback off/





~~~ mengapa ada yang kurang saat kau tak ada
Woohyun.. Woohyun..
Melihatmu, menyentuhmu itu yang kumau ~~~





/flashback/


Mahasiswa Infinite University sedang pergi ke Goru Swimming Pool. Mereka selalu mempunyai acara di weekend untuk sekedar bersenang – senang.


Tap tap tap..

Namja bertubuh atletis itu berlari kecil dari kolam renang menuju toilet. Berharap masih bisa menemukan barangnya yang tertinggal.

“ah, aku rasa disebelah sini”, ia menduga – duga sambil berdiri di depan pintu toilet paling pojok dengan tubuhnya yang mengigil.

Tok tok

“permisi, apa ada kacamata renang didalam sana ?”, tanya Woohyun pada seorang dibalik pintu itu.



Cklek..


DEG

Betapa tidak, ini dia ! Kim Sunggyu !

Oh myyy, untung mereka sempat berhenti sejenak walaupun dengan jarak seminim ini, karena setelah pintu terbuka mereka langsung melangkahkan kaki maju.

GLUP

Tak dipungkiri mereka sama – sama menelan salivanya sendiri.
Mata yang sedikit melebar, mulut yang tak dapat menutup rapat, badan yang terasa membeku walau darah mengalir sangat cepat.

Kim Sunggyu dengan kaos pendek tipisnya, boxer yang dengan indah menghiasi kakinya, jangan lupakan rambut coklat halusnya.. wajah polos serta bibir ranumnya.

Nam Woohyun seorang namja bodoh yang mengekspos ke sixpack-an dan tubuh indahnya ditambah hanya sebuah boxer hitam yang menutupi /skip aja :v/



Mata mereka berbinar, namun entah kenapa kaki Woohyun perlahan melangkah maju..

Ia terus menatap bibir Sunggyu, walaupun yang diincar perlahan memundurkan langkahnya.

Sunggyu sudah berada tepat dipojok dengan namja bodoh didepannya.

Jantung namja manis itu berdetak sangat cepat merasakan nafas hangat Woohyun yang mulai menyentuh permukaan kulit wajahnya. Sontak ia menutup mata saat bibir tebal itu menyentuh miliknya yang sudah merekah daritadi.


Sambil bertumpu pada dinding toilet dibelakang Sunggyu, Woohyun melumat dan menikmati objek didepannya. Seiring dengan suara Sunggyu, membuatnya semakin horny dan tak mampu lagi..



“nggghhh…”, Sunggyu terlena dengan mata terpejamnya, sebelum sebuah suara..



PRIIITTT

WooGyu menghentikan kegiatannya sambil cengo menatap satu sama lain.

Mengapa bisa terjadi seperti ini ?



“Mi- mian, aku aku Cuma hanya ingin mengambil kacamataku hy- hyung”, gagap Woohyun yang telah menyicipi sedikit Surga dunia.

“ak- aku ahh”, Sunggyu frustasi mengapa sulit sekali berbicara.

“ngg kau, kau keluar duluan hyung, aku aku menyusul nanti”, cengir Woohyun yang dibuat sesantai mungkin.

“dan satu lagi..”

“mianhae hyung, aku tidak tau apa yang merasukiku tadi. Aku.. terimakasih banyak hyung, terimakasih”

“ah ne, gwaenchana”, Sunggyu langsung cepat berlalu sambil menyentuh bibirnya.





Manis.


Nan joha.. but why, it’s feel hurt inside here ?

Here.. in ma heart..



/flashback off/





“kau memang menyebalkan, menyebalkan !!”, remas Sunggyu pada boneka hamster kado dihari ultahnya tersebut.

“hikk.. kau mempermainkanku Nam Woohyun.. hikss.. pabboya !!”, meneteslah air mata Sunggyu akhirnya.

“PENGECUTT !!”





/flashback/

“Myungsoo-ya, pulanglah. Aku bisa mencari sendiri”, berkali – kali Sunggyu menyuruh Myungsoo untuk tidak ikut mengantarnya ke toko buku.

“gwaenchana hyungie, aku tak tega membiarkan namja semanis dirimu berkeliaran sendiri di malam seperti ini”

“ahh terserah kau, aku hanya tidak ingin merepotkanmu”, jawab Sunggyu datar sambil memasang fake smilenya.

“gwaenchana hyungie”, Myungsoo seraya mengelus rambut Sunggyu yang mulai tidak nyaman berada dengannya.

“Myungs-”

SRETT.

Tidak sengaja dari arah berlawanan lewatlah namja yang sangat familiar, dia terdiam mematung didepan MyungGyu.

“Woo- Woohyun”

Sunggyu terbata.

Lawan bicaranya hanya bisa membeku melihat tangan Myungsoo yang masih berada pada Sunggyu.

“ish !”, Sunggyu menepis tangan nakal Myungsoo.

“aw ! namja ini nuguya hyung ?”, keluh Myungsoo sambil menatap sebal namja bodoh didepannya, karena telah mengganggu keROMANTISan mereka.



“ehem, mm.. aku pergi dulu ya hyung, maaf telah mengganggu kalian”

Singkat Nam Woohyun lalu pergi dari situ secepatnya.



“Woohyun-ah ! Nam Woohyun !!”, Sunggyu berlari mengejar Woohyun yang sudah mendekati pintu keluar.

SRETT.

“mwoya hyung ? aku ingin pulang”, Woohyun berusaha melepas genggaman Sunggyu.

“hh.. hhh.. ini tidak seperti yang kau lihat !!”

“maksudmu ?”

“aniya, aku tidak ada apa – apa dengan Myungsoo, kita hanya teman ! kau.. kau jangan seperti ini..”, suaranya perlahan mengecil..

“lalu, apa hubungannya denganku ? haha”, Woohyun tersenyum garing dan berlalu.




Apa.. apa katamu.. ?

Kau serius Nam Woohyun ?

Begitukah hatimu ? Kau tak memiliki rasa terhadapku ? JUST A LIE !

Selama ini apa maksudmu.. kau manis terhadapku ! kau disampingku, bahkan kau sudah.. akh !


THEN U SAY U HAV NOTHING TO ME ??!!

DAMN IT !!





/flashback off/



“Waeyo Hyunnie wae.. aahh.. hikkss..”

Tubuh sehat Sunggyu tergeletak lemas di kasur rapih nya..

Sambil memeluk boneka kenangan dari Woohyun ia terus memutar kembali masa – masa indah saat kuliah dulu.



~~~ kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Tiap kali aku berlutut, aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku ~~~



“mana Woohyun.. mana Woohyunku..”

Sambil terisak dan mengusap bulir – bulir bening dipipinya..



~~~ tiap kali aku memanggil didalam hati
Mana Woohyun, mana Woohyunku.. ~~~



“baby-ya.. hikksss..”





/flashback/



At Seoul Hospital

“Woohyun-ah, neon gwaenchanayo ?? jawab akuu !!”, Sunggyu mengguncang – guncangkan Woohyun memaksa menjawabnya bahwa dia baik – baik saja.

“heum.. gwaenchana”, senyumnya lembut pada Sunggyu yang mulai menangis.


‘hatiku yang lebih sakit hyung. Melihatmu beberapa kali dengan Myungsoo dimanapun. Kalian berduaan seakan menautkan perasaan kalian..

Aku.. kecelakaan ini terjadi setelah aku melihatmu bersamanya.. aku tak kuasa..

IM FULL OF YOU, YES YOU
KIM SUNGGYU..’



“akhh !!”, Woohyun memegang kepalanya yang terkena pendarahan cukup parah, terasa kembali sakit saat mengingat MyungGyu lagi.

“Woohyun kenapa !! hikksss..”, Sunggyu semakin dramatis dan erat menggenggam tangan dingin Nam.

“uljima Sunggyu hyung.. tak perlu menangisiku..”, hiburnya seraya mengelus pipi Sunggyu.

“bagaimana bisa ! jangan bodoh kau Nam !! hikkhikkss.. kau butuh apa ?? obat ?? kupanggilkan suster ?? dokter ?? kau butuh donor darahku atau apa.. ??”, Sunggyu bersikap seolah – olah jiwa sehatnya sudah hilang, dengan wajah kusut penuh linangan air mata.

“permisi tuan, permisi”, dokter itu melewati Sunggyu untuk menangani Woohyun.

“Woohyun-ah, Woohyunnnnn”

“sudah hyung, sudah ! biarkan dulu dia, jangan seperti ini..”, Hoya menarik dan menahan Sunggyu yang meronta –ronta supaya agak menjauh, walaupun hatinya tak tega juga melihatnya, miris.

Sunggyu terus merasakan sesak pada dadanya sampai seorang datang..


Cklek

“Sunggyu hyung !”

Ia menghampiri Sunggyu dan memeluk berusaha menenangkannya yang tampak gila dengan kecelakaan temannya /’-‘/


“jangan ! jangan peluk aku, MYUNGSOO !!!”, Sunggyu dengan amarahnya mendorong Myungsoo sambil menangis deras.



Tak ingin melukai Woohyun.

Semakin melukai Woohyun.



“AHHH !!!”

“bagaimana bisa !”, ia semakin berusaha untuk Nam, pasiennya.

“Woohyun-ah jeballl”, Sunggyu semakin mengeratkan pelukannya pada Hoya.
Dongwoo yang disampingnya hanya mampu membungkam dan membelai pelan bahu Sunggyu.


‘Myungsoo, tak sadarkah kau.. kau buat aku semakin tak mampu bertahan sakit ini.. kepalaku..’


“Gyu hyung”, suaranya parau.

“ne Hyun ???”, disamping mereka semua berharap cemas keadaan Woohyun.

“hh.. Gomawo hyung”, singkatnya dan memberi senyuman terbaik.

“apa yang kau maksud gomawoo !!!”, tangis Sunggyu semakin menjadi.

“jangan menangis hyung, kau semakin manis..”

“PABBO ! JANGAN MENGGODAKU LAGI.. HIKKSSS..”, tangan Sunggyu bergetar digenggaman Hoya yang menahannya.


‘aku tak bisa hyung..’



“kalian- kalian semua, hiduplah dengan baik.. gomawoyo chingudeul”, terakhir ia tersenyum melihat Sunggyu setelah menatap nanar Myungsoo, lalu beristirahat dengan tenang.


“Woohyun-ah ! PABBO NAM WOOHYUN !! AHHHH”

“Sunggyu hyungg”, Dongwoo merasa sesak dengan semua ini.
Sedangkan Myungsoo hanya mencerna segala macam kejadian disini.

“tak mungkin Hyun, kau masih hidup, kau becanda kan ?? iya kan ?? jawab Nam !! NAM WOOHYUN IREONAAAA !!!!!”, Sunggyu menangis hebat disamping Woohyun sambil menggerakkkan badannya berharap ia akan bangun dan menemaninya lagi.

“Namu-ya.. don’t go..”, ia melemas dan memeluk Woohyun, menenggelamkan wajahnya di leher Woohyun sambil meracau tak jelas.

“hyungie.. sudahlah, Woohyun sudah pergi, sadarlah hyung”, Howon mengelus pelan punggung Sunggyu melihat peristiwa yang miris ini.


“WOOHYUN TAK MUNGKIN MENINGGALKANKUU !!!”



Beberapa waktu kemudian..

“mwoeyo ?”

“aku menemukannya di baju Woohyun, saat pemakamannya sebulan lalu”, jawab Hoya memberikan surat itu untuk Sunggyu.

Sunggyu hyung <3
Begitulah tulisan covernya.


Sunggyu hyung.
KIM SUNGGYU.

Nama yang indah ya ? seindah dan semanis orangnya, haha..
Gyu hyung, aku mengenalnya saat kami memasuki kuliah di Infinite University.
Saat di kantin aku melihat dia membeli makan bersama teman karibnya, Hoya.
Cantik sekali, pikirku. Aku tersenyum melihatnya sambil terus berjalan, sampai kakiku tersandung meja, bodohnya ! xD
Lebih parahnya dia melihat dan menanyakan padaku apakah aku baik – baik saja ^^
Oh Kim Sunggyu, I’ll be okay if just see your smile ^-^
Hatiku berdebar setiap kali melihat senyummu. Pikiranku menjadi liar hanya dengan sedikit sentuhanmu. Dunia ini menjadi Surga jika kau menjadi milikku.

Aku menyayangimu, sangat menyayangimu.
Ku cintaimu, sampai aku tak ingin melukaimu.
Biarkan rasa ini tetap ada sampai nanti, sampai ku mati.

Apakah kau memiliki perasaan yang sama denganku ?

Saranghae Kim Sunggyu <3


“hikkss.. hikss…”

“hyungie.. wae geurae ?”, Hoya khawatir tiba – tiba melihat Sunggyu menahan isakan.

“kenapa kau tak mengatakannya !!”

“katakan apa ??”

“KENAPA KAU TAK MENGATAKAN KALAU WOOHYUN MENYUKAIKU ?????”

“ap-”

“WOOHYUN MENYUKAIKU SEJAK PERTAMA KALI BERTEMU !! KENAPA KAU DIAM SAJA !!”

“ken- aishh.. apa maksudmu hyung ?? bukankah kau berpacaran dengannya ?”

“ANIYA !!”

“jadi selama ini kalian ? aku tak tahu sedikitpun mengenai ini, yang ku pikir kalian memiliki hubungan, ternyata.. kalian- kalian memendam perasaan ???”, Hoya cengo.

“hikkss.. pabbo, PABBO !!”, Sunggyu mengabaikan Hoya dan membanting semua barang yang ada.

PRANGGG

“GYU HYUNG !!!”



/flashback off/



Nado.. nado saranghae Woohyun-ah.. hikss..
Aku bodoh, memang.. bodohnya menyukai namja bodoh sepertimu”, Sunggyu tersenyum getir mengingat semua itu kembali. Airmatanya sudah berhasil lolos membasahi setiap permukaan wajahnya, membanjiri baju dan boneka dipangkuannya.

“katakanlah.. aku pasti akan menerimamu.. akan ku berikan, semua cintaku hikss..
Segala milikku tak lebih dari bersamamu.. Woohyun..”, ia berbicara menatap malam diluar sana melalui jendela seakan benar – benar berbicara pada Woohyun.


~~~ Woohyun.. Woohyun..
Apa kabarmu, kabarku baik - baik saja
Woohyun.. Woohyun..
Begitu banyak cerita tak habis tentang
Woohyun.. Woohyun..
Salamku untukmu dari hati yang terdalam
Kau tak sempat tanyakan aku, cintakah aku padamu ~~~


“ugh ? Woo- Woohyun ?”

Sunggyu mengedipkan matanya berkali – kali sambil terus berfokus.

“kau ? Nam Woohyun ??”

Ia melihat seperti sebuah bayangan atau mungkin arwah seseorang yang tampak diluar sana.
Arwah itu tersenyum..
Sunggyu beranjak dari kasur dan menubruk jendelanya.
Walaupun tak bisa diraih tapi ia tetap dapat melihat bayangan itu yang hanya diam.
Diam merasakan sesak melihat orang yang dicintai menangis karenanya.

‘hyungie bogoshippeo’
Ingin rasanya mengatakan itu.

“Woohyun-ah..”, kesedihan yang membendung membuat suaranya semakin berat bahkan terdengar manja.

“mengapa kau tak mengatakannya ?? kau menyukaiku kan ? IYA KANN !!!”

Rautnya pilu, seiring Sunggyu yang semakin menjadi.

“nado saranghae Woohyun-ah !!!
Kau selalu menemaniku, kau disampingku, kau memperhatikanku bahkan.. bahkan aku masih ingat kejadian di toilet dulu, hikss..
Apa maksudmu.. apa maksudmu Woohyun-ah, kau tak mengatakannya ! aku dipermainkan !
Sesak hyun..”

Tangisnya semakin hebat setelah sebuah tangan tanpa raga itu mengelus pelan rambut caramel Sunggyu yang terurai indah.

“kau pabbo !! PABBO !! hikss..”

Arwah itu tersenyum palsu dan mengusap pelan tangan Sunggyu.
Lalu perlahan menjauh..

“Woohyun-ah eodiga ??”, takutnya yang semakin menjauh.

Bayangan itu hanya tersenyum semanis mungkin untuk yang terakhir kali, dan ia memudar..
Ia hilang, ia pergi.

Sunggyu mendapatkan sebuah gelang ditangan kirinya, terukir ‘Saranghae Kim Sunggyu’ disana.
Lalu ia melihat arwah itu sudah tiada.





“WOOHYUN-AHH !! WOOHYUNNNNNNNN”





Tak perlu ada kata lagi untuk melukiskan perasaannya, hanya memanggil namanya pun tlah dapat mengukir sejuta kenangan indah.



‘Saranghae Nam Woohyun’



END

~mana Woohyunku~

No comments: