Title : Ajikdo nan (Chapter 3)
Author : Anggi WK
Main cast :
-
Nam Woohyun [25
th]
-
Kim Sunggyu [27
th]
-
Kim Myungsoo [25
th]
Support cast :
-
Lee Ho Won / Hoya
[25 th]
-
Jang Dongwoo [26
th]
-
Bae Jae Wook /
Benji [25 th]
-
Byun Baekhyun [24
th]
-
Kim Ki Bum / Key [24
th]
-
Lee Jin Ki / Onew
[24 th]
-
Min Yoon Gi /
Suga [25 th]
-
Jung Ho Seok /
J-Hope [25 th]
-
Lee Jeongmin [25
th]
-
Jeon Jungkook [25
th]
-
Yi En Tuan / Mark
[25 th]
Genre : teen romance, school life, alternate universe, love
triangle, memories, darkfic, yaoi
Rating : NC ~ eh maksudku T xD
Length : 3 of ?
AN : Annyeong readers !! xD ini ff
pertamaku yang intinya diambil dari real life, tentunya diberi perubahan supaya
bisa menyesuaikan. Sebenernya ga ada niat buat nulis beginian, tapi aku cuma
pengen curahin isi hati yang terpendam xD wkwk kepikiran sejak ultahnya Dongwoo
22 Nov 15 kemaren xD
Dengan rendah hati mohon RCL nya yaa ~~
:D
SILAHKAN COMMENT SEKEJAM – KEJAMNYA !!
SEMERDEKA KALIAN !! /kasih jalan flamers/
YANG PENTING NO COPAS !
SARANGHAEE READERS ~~ :* :* /kisseu
atu2/
Quote : Beolsseo geureomyeon andwae,
ajigeun
kkeutnange aniya, ajikdo nan..
/You
can’t be already like this, it’s not the end yet, I still../
Summary : Sebuah keegoisan yang serakah dan sebuah
obsesi yang melekat,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku berteriak atas cinta yang terkutuk ini,
Aku selalu melihat
ke arahmu dengan gelisah,
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Tapi sekarang kau terlarang, aku sedih !
Menyedihkan, aku
menginginkanmu..
~ Nam Woohyun ~
Sound track : Infinite – As good as
/read it with music for deepen the story/
==================================================
Happy reading :* :* :*
“heu-lleo-onda
nun-chi eop-seot-deon nae ma-eume
ni-ga
jo-geumsshik seumyeodeu-reo
janjanhadeon
nae sesangeul tto heundeunda
.
cha-ga-un
shiseon ttokgateun il-sang neoye ttaseuhan neukgime byeonhae-ga-go
harumankeum
eoreuni dweheo neo-ye-ge da-gaka
.
sarangeun
neomaneul bomyeonseo haengbo-geun neowah majchumyeonseo
nun-mu-riran
apeumeun sarajyeo keu mu-eot-do iboda choheul sun eop-seo
shwiib-ge
kaja hangsang sol-jik hal-ke midko kaja neul gyeote isseul-ke
hamkkeramyeon
sesange iboda deo choheul sun eopt-da
.
over
and over.. meomchuji anheul ma-eum sokye u-llim
over
and over.. kkeunnaji anheul ttatteuthan geu neukgim
over
and over.. over and over.. over and over…”
.
.
.
‘Kau mengalir ke
hatiku begitu saja
Kau perlahan menyerap
ke dalam hatiku
Duniaku yang
tenang terguncang sekali lagi
.
Pandangan yang
dingin dan rutinitas keseharian yang sama semua berubah pada kehangatanmu
Aku akan menjadi
dewasa dalam sehari dan mendekatimu
.
Cinta datang
dengan hanya melihatmu, kebahagiaan datang dengan bersamamu
Air mata
kesedihan pergi dan ini sebaik yang didapatkan
Mari kita seperti
ini, jujur dan percaya satu sama lain, aku akan selalu berada disampingmu
Jika kita
bersama, dunia tak dapat lebih baik dari ini
.
Berulang kali..
suara hatiku yang takkan berhenti
Berulang kali..
perasaan ini takkan berakhir
Berulang kali.. Berulang
kali.. Berulang kali …’
.
.
.
Sambil berjalan
masuk dan melepas jaketnya, Woohyun tersenyum dan menyanyikan nada indah.
Setelah seharian berkencan dengan Sunggyu membuatnya sangat bahagia. Ia
bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya mengingat ini sudah malam.
.
.
.
/Sunggyu’s house/
/Sunggyu’s POV/
Tap.. tap..
.
‘ommo otoke.. harus alasan apa aku…’
.
“Sunggyu – ya, kau baru pulang ?”
“ah, ne appa”, jawabku singkat.
“habis darimana ? dengan siapa ?”
“umm.. aku tadi baru saja.. hm.. jalan – jalan dengan temanku”,
kusunggingkan senyum manisku walaupun gugup.
“ah, kita masuk dulu, bicara didalam”
.
‘mati aku !’
.
Appa merangkulku masuk kedalam rumah, sudah pasti akan
mengintrogasiku dengan eomma. Eish, aku harus tenang supaya bisa melewati
moment indah ini.
.
.
Cklek..
Appa membuka pintu. Sial, ngapain eomma ikut bersiap segala sih ?
“aigo.. Sunggyu ! sini”
“duduk Gyu”, kata appa.
Aku menelan saliva kasar.
“Sunggyu pulang main tanpa ijin bersama temannya”, appa membuka
pembicaraan sambil memandang eomma. Sontak eomma melihatku seolah meminta
penjelasan.
“appa, eomma.. mianhaeyo, aku tadi pulang sekolah langsung main
dengan teman tanpa ijin kalian dahulu.. aku lupa, jeongmal ! besok aku akan
ijin”, aku berusaha men-clear-kan semua ini.
Eomma menangguk – angguk mengerti, tapi tidak dengan appa..
“kau main kemana ? bersama siapa ? ngapain saja kalian ?”
.
‘ish’
.
“aku.. aku diajak Woohyun makan di suatu tempat appa”, berusaha
kujawab SEJUJUR dan SESINGKAT mungkin karna aku tak suka berbohong dan aku
ingin aman disini. Ku juga berusaha menahan senyuman, karena bagaimanapun aku
selalu ingin tersenyum mengingat Woohyunku.. auh, jantungku..
“Woohyun ?”
“ne ??”
.
‘appa bilang apah ? aku tak salah bicara kan ?’
.
“bukannya tadi pagi kau bertemu Woohyun ?”
“hah ?”
.
‘aigo, keringatku.. AC please..’
.
Mulutku sedikit terbuka mendengar kata – kata appa yang membuatku
shock dan bingung.
“kau kenapa Gyu ?”, eomma mengelus pundakku dan menatap khawatir.
“a-aniya. Ah, yang tadi pagi iya benar itu Woohyun appa”, aku
tersenyum masam.
“kau berkencan dengannya ?”
“hah ??”
.
‘WHAT ? APPA, WHAT ?? AIGO !’
.
Tatapan tajam appa padaku.. God help ! bagaimana jika mereka…
“haha.. appa jangan menduga yang tidak – tidak..”, with my fake
smile.
“hahaha.. Sunggyu Sunggyu..”
.
‘kenapa appa ikut tertawa ?’
.
“itu alasan kau berdandan tadi pagi um ?”
.
Duarr..
.
‘APPAAA !!! KENAPA JACKPOT SEKALI EOH !!’
.
.
“kau berangkat pagi, berdandan di mobil, bertemu dengannya kau tak
berani lalu bersembunyi, dan sekarang berkencan sampai malam dengannya ?”
.
‘HUAAA APPAAAAAA… harus otoke aku otoke ???’
.
.
“an-aniya appa.. itu tidak ada hubungannya sama sekali…”, kubuat
wajah seolah hal itu adalah ketidakmungkinan yang tak pernah terjadi.
“jangan bohong Gyu !”, appa membentakku dan menatap tajam.
.
‘huaa.. Woohyun otokee.. eommaa…’
.
Appa yang duduk bersebrangan denganku kini beralih ke sebelah
kiriku. Eomma yang berada disamping kananku hanya diam dan mendengar semua.
.
.
“apa yang sudah kalian lakukan”, dengan suara yang rendah dan
dalam appa berkata pelan sambil merangkulku dengan tatapan tajamnya. Hiks.. aku
ingin menangis saja..
“an-iya appa…”
“APA YANG DIA PERBUAT PADAMU GYU !!”
.
.
‘EOMMAAAAAA HUAAA ~~~ JEBALL BANTU AKUUU !!!’
.
.
“hiks.. aniya appa.. kami hanya jalan – jalan lalu makan itu
saja..”, mataku panas, bagaimana jika appa mengetahui aku dengan Woohyun sudah
sampai berciuman ? ANDWAEEE !!
“jeongmal Gyu ?”, suara appa mulai mengecil.
“Sunggyu-ya, jujur saja dengan appa.. kami hanya tak ingin kau
berhubungan dengan orang yang salah Gyu”, eomma kembali mengelus – elus
pundakku.
“ne”, kutundukkan wajahku dengan pikiran yang sudah kusut.
“masuklah Gyu, mandi dan istirahat”, eomma memang pengertian.
Ku bangkit berdiri dengan tetap diikuti tatapan dalam appa padaku.
.
.
.
.
.
/author’s POV/
Setelah membersihkan dirinya Sunggyu
berkaca sambil mengeringkan rambutnya. Celana pendek dan kaos oblong adalah
favoritnya. Ia memandang tubuhnya dari atas sampai bawah lalu perlahan
menyentuh bibirnya.
“mian appa”, gumamnya pelan.
Ia menghirup nafas dalam – dalam dan
menghembuskannya seraya mengelus kedua lengannya.. kedua telapak tangannya..
lalu turun ke kedua paha mulusnya. Ia kembali menatap cerminnya yang berukuran
full body.
“joha”, bisiknya sambil tersenyum
kecil. Entah apa maksud dari itu.
“mungkin.. aku cocok kalau mem-”
‘KLING’
Hape nya berbunyi. Sambil memanyunkan
bibirnya penasaran, ia menoleh ke benda persegi panjang kesayangannya itu
diatas bed. Perlahan ia naik merangkak, mengambil hapenya.
“Woohyun !”, girangnya.
.
.
‘annyeong hyung, kau aman disana ?
appa eomma tidak memarahimu kah ? xD’
“ish, siapa yang kau sebut appa eomma
Nam Woohyunnnn”, gumamnya sok kesal sambil senyum gaje dan membalas BBm Namu
nya.
‘aku di kamar sekarang, lagi santai..
^_^ dan.. sejak kapan kau akrab dengan appa eomma ku eoh -.-‘
‘KLING’
‘sejak aku menyukaimu hyung :D
saranghae hyung :* ’
“ish, dia selalu gombal”, matanya
seketika hilang dan gigi hamsternya Nampak. Dia membanting hapenya diatas
kasur. Loh ? perlu diketahui cara lain saltingnya seorang Kim Sunggyu itu
seperti ini.
.
.
.
‘KLING’
Sunggyu langsung menyambit hapenya.
.
‘hyung, mau kunyanyikan lagu ? xD’
‘hm.. boleh xD’, katanya sambil senyum
gaje.
‘tapi balas dulu yang tadi.. xD’
“apa emangnya… ah, arrasseo !”, Gyu
mengingat PM Nam tadi.
‘iyaa.. luv yu too Namu-yaaa ~~~ xD’
‘kau bilang apa hyung ? tak jelas..’
‘<3 U too Woohyun-ahh.. xD’
.
.
Mungkin gigi Sunggyu sudah kering
sekarang. Tapi dia mengetikkan sesuatu lagi..
‘kau pabbo ya ! mana bisa tulisan tak
jelas eoh :O kau saja yang cari kesempatan xD’
“ih, dia emang selalu seperti itu..
ingin mendapatkan kata cinta dariku berulang - ulang”, songongnya seraya
mengibaskan poni caramel mahkotanya.
.
.
‘KLING’
‘hahaa xD udah hyung jangan
dipikirkan, ini special for you hyung ~’
Woohyun mengirim file mp3 yang
pasalnya adalah rekaman suara dirinya menyanyikan Iagu Infinite – As Good As.
Dengan segera Sunggyu mendengarkannya.
.
.
.
~ heu-lleo-onda nun-chi eop-seot-deon nae
ma-eume
ni-ga
jo-geumsshik seumyeodeu-reo
janjanhadeon
nae sesangeul tto heundeunda
.
cha-ga-un
shiseon ttokgateun il-sang neoye ttaseuhan neukgime byeonhae-ga-go
harumankeum
eoreuni dweheo neo-ye-ge da-gaka
.
sarangeun
neomaneul bomyeonseo haengbo-geun neowah majchumyeonseo
nun-mu-riran
apeumeun sarajyeo keu mu-eot-do iboda choheul sun eop-seo
shwiib-ge
kaja hangsang sol-jik hal-ke midko kaja neul gyeote isseul-ke
hamkkeramyeon
sesange iboda deo choheul sun eopt-da
.
over and over.. meomchuji anheul
ma-eum sokye u-llim
over and over.. kkeunnaji anheul
ttatteuthan geu neukgim
over and over.. over and over.. over
and over…~
.
.
“so
suitt…”, bisiknya disela senyuman memandang langit – langit kamar.
“aku
mau selfie dulu ah”, dengan headset putih yang ada ditelinganya, Sunggyu cekrak
cekrek untuk DP baru.
“nah
upload.. status juga.. nice melody, like it ~ SIP !”, girangnya emak.
Ia
mengetik untuk Woohyun, tapi..
‘KLING’
‘hyungie
kau mempesona sekali !’, seorang bernickname Benji berkata demikian setelah
melihat pic baru Sunggyu. Selalu dengan sombong Sunggyu meladeni namja – namja
yang memuji pesonanya.
.
.
.
.
.
Sembari
contact dengan Woohyun, Sunggyu juga mempunyai hubungan erat dengan Benji,
teman sekolah lain yang selalu menjadi mood boosternya. Mereka dekat sejak
dulu, sangattt lama. Main keluar, makan diluar, pergi jalan – jalan, dan masih
banyak yang telah mereka lalui bersama. Sisi manly dan cool dari Benji lah yang
membuat Sunggyu dekat dengannya. Tak jarang Benji mengagumi kecantikan Sunggyu
dan memujinya secara langsung. Tentunya tanpa sepengetahuan Sang Protective Nam
! tapi yang namanya Kim, dia selalu bisa menggoda siapa saja, tak cukup dengan
penampilan, tapi sikap dan kata – kata manisnya !
.
.
.
Semua
tahu Sunggyu jutek. Tapi entah kenapa soal namja dia selalu dikejar. Namja baik
dan brengsek seperti Bae Jae Wook pun mengerumuninya. Memang.. Benji sialan.
Playboy. Dia berteman dengan Sunggyu dan namja – namja cantik lainnya, selalu
menggoda, memuji, mendekati tanpa memberi kepastian perasaannya. Makin sialnya,
Sunggyu baik – baik saja dengan itu semua !! Kim semakin memamerkan pesonanya
didepan Benji ‘Shit’ itu. Ia bangga dengan semua pujian diatas namanya. Oh
God.. Don’t let Nam Woohyun knows, or he won’t be saved.. hahaa ~ kalian bisa
tenang karena saat ini hanya Woohyun yang mempunyai ikatan pasti dengan
Sunggyu. SAAT INI.
.
.
.
.
.
10
Agustus 2015..
Ini
sudah beberapa bulan sejak WooGyu menjalin hubungan. Mereka selalu penuh canda
dan tawa di sekolah. Mulai dari pagi, saat istrirahat, jamkos, pulang sekolah
bahkan disaat yang tak semestinya..
.
.
Tap..
tap..
Woohyun
berjalan santai di lorong sekolah. Ia tersenyum kecil saat tak sengaja melihat
kelas XII-C yang berada jauh disana.
“hm..
liat bentar ah”, gumamnya pelan sambil berlari kecil.
Sesampainya
dekat kelas itu ia menengok dan menemukan Sunggyu sedang menulis.
.
.
‘conditional
sentence itu terbagi menjadi 3.. type 1, type 2 dan type 3.. semunya memiliki
blablaa ~~~’
.
“ah
Mike Seonsaengnim”, Woohyun sambil melihat guru bahasa Inggris yang sedang
mengajar kelas Sunggyu.
“ah
!”, Woohyun berjalan perlahan sambil melambaikan tangannya pada Sunggyu, melihat
dia sudah selesai menulis.
“Gyu,
temanmu ?”, senggol Sungyeol, teman sebangku Kim.
“dasar
pabbo”, Sunggyu berbisik sambil tersenyum melihat kealayan Namu nya.
“wow..”,
komentar Sungyeol melihat Woohyun melakukan aksi ‘throwing heart’ nya pada
Mimy.
‘cih,
apa – apaan sih dia’, mungkin itu yang ada dipikiran Sunggyu, matanya hilang.
“Nam
Woohyun ??”, Mike Seonsaengim menyadari makhluk bodoh itu dari jendela kelas.
.
‘CIH,
APA KUBILANG DIA PABBO KAN !’, suara hati Kim.
.
“apa
dia akan kena marah Seonsaengnim ?”, Sungyeol berbicara sendiri.
“ah
molla !”, Sunggyu meringis melihat Seonsaengnim membuka pintu dan..
.
.
“annyeonghaseyo
Seonsaengnim”, pintarnya dia.
“ah
ne.. Woohyun.. apa yang kau lakukan disini ?”, wajah guru itu terlihat bingung.
“em..
aniya Seonsaengnim, aku hanya ingin melihat siswa – siswa yang belajar dengan
baik dan tidak”, dengan senyuman pasti Woohyun berkata bijak.
.
“geureyo
? bukannya tadi dia hanya melihatmu Gyu ? dia bohong ?”, Sungyeol dengan mukvol
nya.
.
‘PLETAK’
“jangan
menuduh orang ! dia OSIS, wajar seperti itu.. dia ingin memantau semua siswa,
biar menjadi anak baik Yeol..”, melihat WooGyu author pun tak tau siapa yang
berbohong sebenarnya.
.
.
“uhm.. mereka belajar dengan baik”,
Mike Seonsaengnim mengangguk – angguk dengan membalas senyuman Nam.
“baik Seonsaengnim, saya pergi dulu”
“iya - iya”, senyumnya memandang pergi
murid teladan Woollim SHS itu.
.
.
“hh.. beruntungnya toilet disini
melewati kelas Sunggyu”, girang Woohyun sambil tersenyum dan melanjutkan
langkahnya yang sebenarnya ia ingin ke TOILET.
.
.
.
.
.
At 02.15 PM
Pelajar Woollim SHS sudah berhamburan
keluar kelas, lelah dan penat yang mereka rasakan setiap siang hari seperti
ini. Sunggyu pun keluar dengan wajah seperti benang kusut. Tired, hanya itu.
Berjalan pelan – pelan berharap kakinya segera menginjak kasur empuk kamarnya.
Sampai sebuah suara..
.
.
“Gyu hyung ! Sunggyu hyung !”
Tap.. tap..
.
‘GRAB’
.
“hyung !”
“hah, ada apa cabe ?”, dengan malas
Sunggyu melihat si ‘cabe’ memeluk dirinya dari belakang.
.
.
Let me introduce ! ^_^
‘cabe’ adalah nickname untuk hoobae
kesayangan Sunggyu dan Woohyun. Woohyun ? Yes.
Anak bernama asli Byun Baekhyun ini
sebenarnya dipanggil Baekhyun, tapi karena kecentilannya menggoda Sunggyu untuk
menyebutnya ‘cabe’. Baekhyun duduk dikelas 1, berbeda dengan Hoya yang duduk
dikelas 2. Tetapi mereka semua tetap dongsang kesayangan calon istri Woohyun
ini.
.
.
“hyung.. ayo kita jalan – jalan
seperti kemarin lagi..”, manjanya sembari tetap memeluk Sunggyu penuh sayang.
“makan, beli baju, bermain, beli buku,
sepatu, blablabla sudah. Kau mau apa lagi ?”, wajah hamster datar banget.
“emm.. aku mauu… WOOHYUN HYUNG !”
“APAH !! MAU KUCINCANG ?”, mata
Sunggyu melebar menatap tajam ‘cabe’ yang membuatnya makin gila siang ini.
“itu Woohyun hyung !!”, girangnya
sambil berlari ke arah Woohyun yang berjalan santai pada Sunggyu.
“huh asem ! menyebalkan ! dasar cabe
kiloan ! gausah mengagetkanku bisa ga sih.. kukira dia mau anu Woohyun lagi..”,
umpat Sunggyu dengan mulut manyun yang ditinggal sendirian oleh Baekhyun.
.
.
Mereka berdua pun menghampiri Mimy Gyu
yang super kusut ini.
“gausah pegang – pegang Woohyun kau”,
sewot Sunggyu melihat Baekhyun yang menggandeng Woohyun. Kim menarik tangan
Nam.
“aigo.. kau kenapa hyung..”, Woohyun
tersenyum melihat hamster unyunya galak.
“Sunggyu hyungie PMS”
“heishh jinjja !”, sungut emak WGS
yang siap melayangkan jitakan supernova dikepala Byun Baekhyun yang puas
cengengesan mengerjai hyungnya.
“ya ya ! hyung !!”, Woohyun menahan
banteng yang siap menyeruduk ini.
“kau menyebalkannnn….. aku kesel
Hyunnnn”, rengeknya menghentakkan kedua kaki ditambah wajah merah terbakarnya
menahan emosi yang meluap.
“eiy, iya iya.. dia memang menyebalkan
hyung.. iya udah ya biarkan ya..”, Woohyun memeluk dan menenangkan Sunggyu
sambil mengelus – elus punggungnya. Kebiasaan Woohyun.
.
.
Kalian pasti tahu bagaimana reaksi
Sunggyu setelah ini.. setelah mendapat sentuhan lembut appa kita.
.
.
“sudah hyung pulang ya ? atau mau
kemana dulu ?”, perhatian Didy Nam sambil mengelus – elus rambut Sunggyu.
“hm…”, bingungnya imut sambil
tersenyum kecil.
.
Baekhyun sudah seperti kacang goreng
gosong disitu.
.
“tadi Baekhyun mau ngajak kita Hyun”,
polos Sunggyu sambil memandang kearah Byun.
“eoh ? kemana ?”, Woohyun pada Byun
juga.
.
‘ish, giliran sudah dapat service dia
memanggilku Baekhyun.. tadinya cabe. Hamster sipit !’, suara hati Baekhyun.
.
“Baekhyun-ah ?”
“ah ne, kita.. kerumah hantu yuk ?”
“mm.. boleh !”, Woohyun mengangguk
setuju. Mereka memandang Sunggyu.
“terserah”, Woohyun hanya senyum melihatnya
pasrah dan lelah.
.
.
.
.
.
03.00 PM
/in front of Sunggyu’s house/
/Sunggyu’s POV/
“kau serius ikut pergi hyung ?”
“hum”
“Gyu hyung.. kau sakit ?”, tangan
Woohyun memegang bahuku. Aih, aku jadi senyum dalam hati.
“aniya”
“nah, kalau senyum seperti ini kan
manis hyung”, gombal !
Tapi aku tak dapat menahan senyumku !
“jaga kesehatan hyung, kalau ada apa –
apa cerita padaku..”
.
‘Iya Hyun iyaa’
.
“kau terus - terusan tersenyum hyung”
“oh wae ? tak boleh ?”
“aku bisa terkena diabetes,
tersangkanya senyuman manismu hyung”
.
‘aaa Woohyunnn pabbo ! dia pabbo !
mana bisa dia berkata seperti itu dengan senyuman bodohnya ! hah, aku rasa aku
ikut berfikir bodoh dalam gombalan asdfghjkl nya itu’
.
“pipimu memerah hyung”, Woohyun
menyentuh pipiku.
Perlahan dia mengelusnya.
.
‘STOP IT’
.
“yah ! jangan pegang sembarangan !”,
ku tangkis tangannya. Tak lupa wajah jutekku.
Ommo, aku bisa sehat kalau jantungku
berolahraga terus setiap hari seperti ini.
“oww.. bahkan sikap seperti ini pun
kau tetap menggoda hyung”
.
‘SHIT’
.
“menggoda apanya !!! sudah pulang sana
!”, kudorong dia menjauh ke motornya supaya cepat meninggalkan rumahku. Tak
dipungkiri kami sama – sama tertawa tanpa alasan. Aku membuka pintu pagar, siap
untuk menutupnya dan masuk, menunggu pohonku pergi.
.
“EOMMONIM ABEONIM AKU PULANG DULU NEEE
!”
“yah apa – apaan kau Nam !”
Bisa – bisanya dia teriak seperti itu,
aku kan malu ! Nam Woohyun menyebalkan ! aku belum siap ! /gubrak xD/
“EOMMONIM AKU MENYUKAI ANAK ANDA !”
“Nam Woohyun pulangggggg !!!!!”, aku kembali
keluar pagar dan memukul mengusirnya.
“ahahahahaa..”, kami tertawa bersama.
“aku capek Hyun.. pulang !”,
kumanyunkan mulutku.
“jeoseonghamnida eomma appa, aku
pulang dulu”, seolah – olah dia berbicara dengan orangtuaku.
“ck”
“aku pulang hyung, nanti yang cantik
ya”
.
.
.
Huh, capek setiap kali meladeni
Woohyun, rasanya mulutku berbusa. Selalu darahku mengalir cepat. Iya aku akan
dandan yang cantik nanti.. Baekhyun, Woohyun dan rumah hantu, tunggu aku yaa…
.
.
.
.
.
TBC
~ ajikdo nan ~
No comments:
Post a Comment