Intimidation Part 4
Cast :
1. Kim Sunggyu
2. Nam Woohyun
3. Cho Kyuhyun
4. Other Infinite member
Genre : School life, drama, angst.
Rated : 17+
Berharap Sunggyu tidak akan terusik, ia memberanikan diri
mendekatkan wajahnya ke arah Sunggyu. Jantungnya berdetak lebih cepat sekarang,
semakin dekat dengan Sunggyu membuatnya dadanya sesak. Ia takut, tapi ia ingin
melakukannya.
Woohyun menahan nafasnya, takut membangunkan Sunggyu. Dia bisa
merasakan terpaan nafas halus milik Sunggyu. Ia sudah terkuasai oleh Sunggyu
sekarang.
Chuup~
Bibir Woohyun benar-benar menyentuh bibir Sunggyu sekarang. Ia terdiam cukup lama.
Woohyun benar-benar diluar batas sadar.
Mungkin Woohyun benar-benar gila sekarang.
Bibir Woohyun benar-benar menyentuh bibir Sunggyu sekarang. Ia terdiam cukup lama.
Woohyun benar-benar diluar batas sadar.
Mungkin Woohyun benar-benar gila sekarang.
Ia menggerakkan bibirnya dan melumat pelan bibir Sunggyu, lidahnya
bergerak untuk merasakan bagaimana bibir tipis dan lembut itu.
‘Manis’
‘Manis’
#INTIMIDATION#
Woohyun bangun, ia duduk sejenak untuk menyadarkan dirinya. Sekelebat kejadian semalam terlintas di pikirannya. Ia pun melihat space di sebelahnya, kosong. Ia memegang dadanya yang berdetak keras. Setelah ia nekat mencoba mencium Sunggyu, lalu Sunggyu bergerak memunggungi Woohyun. Tak bangun, hanya terusik.
Woohyun bangun, ia duduk sejenak untuk menyadarkan dirinya. Sekelebat kejadian semalam terlintas di pikirannya. Ia pun melihat space di sebelahnya, kosong. Ia memegang dadanya yang berdetak keras. Setelah ia nekat mencoba mencium Sunggyu, lalu Sunggyu bergerak memunggungi Woohyun. Tak bangun, hanya terusik.
Dan bodohnya Woohyun baru khawatir bagaimana jika Sunggyu tahu
kejadian malam itu. Beruntung Sunggyu tak terbangun malam itu dan hanya terusik
saja.
Pemuda itu bergerak menuju kamar mandi, lalu segera mandi dan memakai
baju SMA miliknya. Baru saja ia hendak membuka pintu menuju ruang tamu, ia
melihat sosok Sunggyu di hadapannya. Sunggyu melihatnya, namun ia segera
mengalihkan ke arah yang lain.Tangannya tampak bergerak-gerak memainkan jari
satu sama lain.
“Pagi, Gyu”, ujar Woohyun menyapa.
“Ne”, jawab Sunggyu singkat dan segera pergi dari sana.
“Ne”, jawab Sunggyu singkat dan segera pergi dari sana.
Woohyun menaikkan sebelah alisnya, bingung. Ada apa dengan Sunggyu?
Woohyun memakan sarapannya, sendirian. Biasanya ia bersama
Sunggyu, tapi tadi Sunggyu mengatakan sudah sarapan dulu dan menghilang begitu
saja.
“Gyu... aku berangkat”, pamit Woohyun
“Oh, ne...”, ujar Sunggyu singkat.
“...”
Biasanya Sunggyu akan mengomelinya karena bajunya yang tidak dimasukkan, rambutnya yang berantakan, maupun kancing bajunya terbuka. Kali ini Woohyun sengaja tidak memakai dasi agar Sunggyu mengomelinya.
“A-aku berangkat”, Woohyun kembali mengulang kalimatnya.
“Hm...” , hanya deheman yang dilontarkan Sunggyu.
“Oh, ne...”, ujar Sunggyu singkat.
“...”
Biasanya Sunggyu akan mengomelinya karena bajunya yang tidak dimasukkan, rambutnya yang berantakan, maupun kancing bajunya terbuka. Kali ini Woohyun sengaja tidak memakai dasi agar Sunggyu mengomelinya.
“A-aku berangkat”, Woohyun kembali mengulang kalimatnya.
“Hm...” , hanya deheman yang dilontarkan Sunggyu.
Woohyun tidak mau dihukum lari memutari lapangan karena tidak
memakai dasi, ia pun akhirnya kembali ke kamarnya dan mengambil dasi.
“Seharusnya kau mengingatkanku untuk memakai dasi”, gerutu Woohyun saat melihat dasi miliknya. Setelah mendapat dasinya, ia segera pergi. Kali ini ia tak perlu menyapa Sunggyu dan melewatinya begitu saja.
“Seharusnya kau mengingatkanku untuk memakai dasi”, gerutu Woohyun saat melihat dasi miliknya. Setelah mendapat dasinya, ia segera pergi. Kali ini ia tak perlu menyapa Sunggyu dan melewatinya begitu saja.
Suara pintu tertutup berbunyi.
“Huuffft....”, Sunggyu bersandar pada tembok putih di dekatnya. Ia memegang dadanya yang bergemuruh.
“Pasti semalam itu hanya mimpi”
“Huuffft....”, Sunggyu bersandar pada tembok putih di dekatnya. Ia memegang dadanya yang bergemuruh.
“Pasti semalam itu hanya mimpi”
#INTIMIDATION#
Hoya cukup buruk hari ini, ia sudah mendatangi rumah Sunggyu namun nihil. Tak ada Sunggyu disana, dia telah diusir beberapa hari yang lalu. Lalu dimana ia sekarang?
Hoya cukup buruk hari ini, ia sudah mendatangi rumah Sunggyu namun nihil. Tak ada Sunggyu disana, dia telah diusir beberapa hari yang lalu. Lalu dimana ia sekarang?
“Dongwoo.... Bagaimana ini~?”, suara Hoya tampak bergetar. Ia
benar-benar cemas pada Sunggyu.
“Aku juga tak tahu Hoya, aku sudah menghubunginya namun tidak pernah dia angkat”, jelas Myungsoo.
“Mungkin dia tak membawa handphonenya”,
“Bagaimana ini... Apakah dia baik-baik saja?”
“Tenang saja, dia tak bakal mati, orang gemuk sepertinya memiliki banyak cadangan makanan di lemaknya”
“YAK!”
“Aku juga tak tahu Hoya, aku sudah menghubunginya namun tidak pernah dia angkat”, jelas Myungsoo.
“Mungkin dia tak membawa handphonenya”,
“Bagaimana ini... Apakah dia baik-baik saja?”
“Tenang saja, dia tak bakal mati, orang gemuk sepertinya memiliki banyak cadangan makanan di lemaknya”
“YAK!”
Woohyun menghentikan makannya, dia menatap horor Hoya.
“Wae?”
“Diantara kita, kau yang tidak khawatir sama sekali mengenai Sunggyu, sebegitu bencikah kau dengan Sunggyu??”, ujar Hoya mendramatisir.
“Wae?”
“Diantara kita, kau yang tidak khawatir sama sekali mengenai Sunggyu, sebegitu bencikah kau dengan Sunggyu??”, ujar Hoya mendramatisir.
Woohyun meletakkan sendok miliknya, ia tak nafsu makan
sekarang.
“Kau mau bertemu dengannya?”
“Iya”
“....”, Woohyun terdiam. Mereka cukup diam dalam beberapa detik.
“Kau mau bertemu dengannya?”
“Iya”
“....”, Woohyun terdiam. Mereka cukup diam dalam beberapa detik.
“Yak! Maumu apa tuan Nam!!”, ujar Hoya kesal. Tak ada gunanya ia
berbicara dengan Woohyun.
“Kau benar-benar ingin bertemu dengannya?”, Woohyun kembali bertanya.
“TENTU SAJA! KAU PIKIR TEMAN MACAM APA YANG TIDAK KHAWATIR KALAU TEMANNYA HILANG”
“Heol... semangatmu bagus sekali Hoya. Apa kau tidak lupa apa yang pernah kau lakukan pada Sunggyu? Dia sangat membutuhkanmu saat itu? Kau kemana saja?”, sindir Woohyun.
“...”
“Kau benar-benar ingin bertemu dengannya?”, Woohyun kembali bertanya.
“TENTU SAJA! KAU PIKIR TEMAN MACAM APA YANG TIDAK KHAWATIR KALAU TEMANNYA HILANG”
“Heol... semangatmu bagus sekali Hoya. Apa kau tidak lupa apa yang pernah kau lakukan pada Sunggyu? Dia sangat membutuhkanmu saat itu? Kau kemana saja?”, sindir Woohyun.
“...”
Hoya terdiam, ia menunduk dan menyesal. Dongwoo menepuk-nepuk
punggungnya, dan Myungsoo memegang pundaknya. Memberi semangat pada Hoya.
“Pulang sekolah ayo ke rumahku, kupertemukan dengan Sunggyu”
“MWOOOO?!!”, baiklah. Mereka cukup terkejut dengan ajakan Woohyun.
“Pulang sekolah ayo ke rumahku, kupertemukan dengan Sunggyu”
“MWOOOO?!!”, baiklah. Mereka cukup terkejut dengan ajakan Woohyun.
#INTIMIDATION#
“Sunggyu yaaa~ Mianhaeee~”, dalam 10 menit ini Sunggyu harus bertahan berada diposisinya. Dimana Hoya memeluknya cukup erat, tak lupa ia harus menahan jijik saat lendir darinya menempel banyak di bajunya.
“Sunggyu yaaa~ Mianhaeee~”, dalam 10 menit ini Sunggyu harus bertahan berada diposisinya. Dimana Hoya memeluknya cukup erat, tak lupa ia harus menahan jijik saat lendir darinya menempel banyak di bajunya.
“Sudah sejak kapan Sunggyu menginap di rumahmu, hyun?”, tanya
Myungsoo
“Lima hari yang lalu, tepat saat Sunggyu pulang lebih awal”, jelas Woohyun.
“Seharusnya kau menceritakannya pada kami, dasar kau itu...”, kini Dongwoo yang berbicara.
“Kurasa aku paham kenapa Woohyun menolak kita main ke rumahnya kemarin”, Myungsoo tertawa mengejek, Woohyun berdehem sejenak. Lalu ia melihat ke arah Sunggyu. Ia melihat bagaimana Sunggyu kini sedang melihatnya, tapi seperkian detik ia sudah melihat ke arah lain.
“Lima hari yang lalu, tepat saat Sunggyu pulang lebih awal”, jelas Woohyun.
“Seharusnya kau menceritakannya pada kami, dasar kau itu...”, kini Dongwoo yang berbicara.
“Kurasa aku paham kenapa Woohyun menolak kita main ke rumahnya kemarin”, Myungsoo tertawa mengejek, Woohyun berdehem sejenak. Lalu ia melihat ke arah Sunggyu. Ia melihat bagaimana Sunggyu kini sedang melihatnya, tapi seperkian detik ia sudah melihat ke arah lain.
Baiklah... sepertinya ini yang ke 9 kalinya Woohyun diabaikan. Ia
berhak mendapat piring cantik jika Sunggyu kembali mengabaikannya saat ke
sepuluh nanti. -_-‘
Woohyun sedikit kesal, seharusnya ia tak mengajak Hoya, Myungsoo,
dan Dongwoo ke rumahnya. Kini mereka tampak sibuk bermain game di rumahnya,
bersama Sunggyu.
Seharian ini Woohyun diabaikan Sunggyu, sungguh ia tak mengerti
apa yang terjadi pada Sunggyu. Lebih baik jika ia mengomel dan marah-marah
daripada diam dan mengabaikannya seperti ini.
Woohyun berjalan meninggalkan mereka. Entah mengapa ia tak
bersemangat untuk ikut bermain bersama mereka. Ia berpikir lebih baik tidur
saja. Nanti juga mereka pulang sendiri jika sudah bosan.
#INTIMIDATION#
“Woohyun, teman-teman sudah pulang....”, Suara Sunggyu semakin kecil dan menghilang, saat orang yang ia ajak bicara ternyata sedang tertidur masih dengan seragam sekolah. Padahal Sunggyu tadi sudah mengumpulkan keberaniannya untuk mengajak Woohyun bicara, namun orangnya sedang tertidur.
“Woohyun, teman-teman sudah pulang....”, Suara Sunggyu semakin kecil dan menghilang, saat orang yang ia ajak bicara ternyata sedang tertidur masih dengan seragam sekolah. Padahal Sunggyu tadi sudah mengumpulkan keberaniannya untuk mengajak Woohyun bicara, namun orangnya sedang tertidur.
Ia melihat kakinya yang menggantung di atas tempat tidur, bahkan
sepatu sekolahnya belum ia lepas.
“Dasar! Bagaimana bisa ia tertidur dengan memakai sepatu”, ujar Sunggyu dan melepaskan sepatu dan kaos kaki Woohyun. Hanya terusik sebentar, Woohyun bergerak meraih guling dan memeluknya.
“Dasar! Bagaimana bisa ia tertidur dengan memakai sepatu”, ujar Sunggyu dan melepaskan sepatu dan kaos kaki Woohyun. Hanya terusik sebentar, Woohyun bergerak meraih guling dan memeluknya.
“Apa kejadian semalam itu benar-benar ada? Aku merasakannya dan
itu nyata”, lagi... di dalam dada Sunggyu berdetak dengan sangat keras.
Flashback
‘Kau beruntung Sunggyu bisa tinggal di rumah Woohyun’, ujar Hoya
‘Woohyun langsung pulang semenjak kau tidak masuk sekolah, kupikir ada apa. Ternyata karena ia ingin segera menemuimu’, Dongwoo
‘Kau tahu, mungkin kau perlu tahu apa yang ada di pikiran Woohyun tentangmu’
‘Apa maksudmu’
‘Aku hanya berprasangka, kau harus mencari tahu sendiri’
Sunggyu tak begitu paham apa yang dikatakan Myungsoo. Myungsoo irit bicara, dan saat ia bicara ia mengatakan hal yang menurutnya penting.
Flashback end
‘Kau beruntung Sunggyu bisa tinggal di rumah Woohyun’, ujar Hoya
‘Woohyun langsung pulang semenjak kau tidak masuk sekolah, kupikir ada apa. Ternyata karena ia ingin segera menemuimu’, Dongwoo
‘Kau tahu, mungkin kau perlu tahu apa yang ada di pikiran Woohyun tentangmu’
‘Apa maksudmu’
‘Aku hanya berprasangka, kau harus mencari tahu sendiri’
Sunggyu tak begitu paham apa yang dikatakan Myungsoo. Myungsoo irit bicara, dan saat ia bicara ia mengatakan hal yang menurutnya penting.
Flashback end
Saat Sunggyu melamun, saat itu juga Woohyun terbangun. Ia melihat
Sunggyu cukup lama, ada perasaan kecewa bergejolak di dalam hatinya. Rasa sesak
karena diabaikan olehnya seharian ini.
“W-woohyun, kau sudah bangun??”, Sunggyu sedikit kaget dengan Woohyun yang kini melihatnya. Ia menjadi sangat gugup, jantungnya berdetak abnormal.
“Hm... ada apa gyu?”, Woohyun berusaha tenang, sebenarnya ia ingin membentaknya karena mengabaikannya hari ini.
“Hoya dan yang lain sudah pulang, aku tadi mau memberitahukan kepadamu tapi kau tertidur”
“Aaa... begitu”
“W-woohyun, kau sudah bangun??”, Sunggyu sedikit kaget dengan Woohyun yang kini melihatnya. Ia menjadi sangat gugup, jantungnya berdetak abnormal.
“Hm... ada apa gyu?”, Woohyun berusaha tenang, sebenarnya ia ingin membentaknya karena mengabaikannya hari ini.
“Hoya dan yang lain sudah pulang, aku tadi mau memberitahukan kepadamu tapi kau tertidur”
“Aaa... begitu”
HENING...
“Ya sudah kalau begitu, aku keluar”, Sunggyu merasa aura canggung
menyelimuti mereka. Lebih baik ia keluar.
“Gyu...”
“Apa?”, Sunggyu menahan langkahnya. Ia melihat Woohyun hanya diam dan melihatnya.
“Aku merasa kau menghindariku”
“B-benarkah, ahahahaha... mungkin hanya perasaanmu saja”, bagus Kim Sunggyu. Kau memasang ekspresi bodoh sekarang.
“Apa aku telah melakukan sesuatu? Apa karena malam itu...”
“Jadi kau benar melakukannya??”, Sunggyu tampak tak tenang.
“Melakukan apa?”
“Itu... hmmm... saat aku tertidur, aku merasakan sesuatu yang asing”., ujar Sunggyu.
“Gyu...”
“Apa?”, Sunggyu menahan langkahnya. Ia melihat Woohyun hanya diam dan melihatnya.
“Aku merasa kau menghindariku”
“B-benarkah, ahahahaha... mungkin hanya perasaanmu saja”, bagus Kim Sunggyu. Kau memasang ekspresi bodoh sekarang.
“Apa aku telah melakukan sesuatu? Apa karena malam itu...”
“Jadi kau benar melakukannya??”, Sunggyu tampak tak tenang.
“Melakukan apa?”
“Itu... hmmm... saat aku tertidur, aku merasakan sesuatu yang asing”., ujar Sunggyu.
Raut wajah Woohyun tampak berubah, sekarang ia menjadi terlihat
sedikit cemas.
Haruskah ku katakan sekarang?
Haruskah ku katakan sekarang?
“Gyu...”
“Hyun, besok aku akan kembali ke rumah”
DEG!
“Hyun, besok aku akan kembali ke rumah”
DEG!
“K-kenapa?”
“Tadi Hoya cerita, orangtuaku mengkhawatirkanku di rumah. Mungkin aku perlu kembali dan menjelaskan pada mereka tentang masalah itu”.
“Aaaah... begitu, baguslah! Aku ada mendukungmu”
“Terimakasih, sebaiknya aku beres-beres malam ini”. Sunggyu hendak beranjak untuk mengambil baju miliknya. Namun dia terhenti sejenak.
“Hyun, kau barusan mau mengatakan apa?”
“... Tidak ada, gyu”,
“Aaaah... begitu, baiklah kalau begitu.”
“Tadi Hoya cerita, orangtuaku mengkhawatirkanku di rumah. Mungkin aku perlu kembali dan menjelaskan pada mereka tentang masalah itu”.
“Aaaah... begitu, baguslah! Aku ada mendukungmu”
“Terimakasih, sebaiknya aku beres-beres malam ini”. Sunggyu hendak beranjak untuk mengambil baju miliknya. Namun dia terhenti sejenak.
“Hyun, kau barusan mau mengatakan apa?”
“... Tidak ada, gyu”,
“Aaaah... begitu, baiklah kalau begitu.”
Kau masih menjadi pengecut tuan Nam.
Padahal bisa saja tadi adalah timing yang tepat.
Woohyun melihat ke lantai kamarnya, ia melihat sepatunya sudah tersusun rapi di bawah kasurnya. Ia baru menyadari bahwa ia tak melepas sepatunya saat tidur, dan ia sangat tahu bahwa Sunggyu yang melepaskan sepatu untuknya.
Woohyun melihat ke lantai kamarnya, ia melihat sepatunya sudah tersusun rapi di bawah kasurnya. Ia baru menyadari bahwa ia tak melepas sepatunya saat tidur, dan ia sangat tahu bahwa Sunggyu yang melepaskan sepatu untuknya.
Ia menghela napas kasar, ia sudah tidak sanggup lagi menahan
perasaan ini.
#INTIMIDATION#
Woohyun tampak malas bangun dari tempat tidurnya. Ia ingin membolos hari ini. Tahu bahwa Sunggyu akan kembali ke rumahnya, membuatnya tidak semangat.
Woohyun tampak malas bangun dari tempat tidurnya. Ia ingin membolos hari ini. Tahu bahwa Sunggyu akan kembali ke rumahnya, membuatnya tidak semangat.
Ia tidak mengantuk, bahkan semalam ia tidak tidur nyenyak. Ia
terus gelisah memutar badannya ke kanan dan ke kiri untuk mencari kenyamanan.
Tapi nihil.
Dan anehnya, sampai pagi ia tak bisa tidur, ia hanya memejamkan matanya saja.
Dan anehnya, sampai pagi ia tak bisa tidur, ia hanya memejamkan matanya saja.
Disisi lain, Sunggyu tampak ragu membangunkan Woohyun. Tak
biasanya Woohyun bangun terlambat seperti ini. Dengan perlahan ia duduk di tepi
kasur. Melihat wajah Woohyun yang tertidur dan mulai memberanikan diri untuk
membangunkannya.
Dengan pelan, ia menggoyangkan tubuh Woohyun.
“Hyun, bangun... nanti kau terlambat sekolah”
“Hyun, aku juga mau pamit”
“Hyun...”
“Hyun, bangun... nanti kau terlambat sekolah”
“Hyun, aku juga mau pamit”
“Hyun...”
Sreet~
Woohyun menarik tangan Sunggyu. Kini mereka tertidur dengan Sunggyu berada di posisi atas Woohyun, tentu dengan mata mereka yang terjaga. Sunggyu menelan salivanya berat, Ini sungguh aneh melihat Woohyun menatapnya intens. Lagi-lagi Sunggyu tidak dapat berkutik dengan perlakuan Woohyun.
Woohyun menarik tangan Sunggyu. Kini mereka tertidur dengan Sunggyu berada di posisi atas Woohyun, tentu dengan mata mereka yang terjaga. Sunggyu menelan salivanya berat, Ini sungguh aneh melihat Woohyun menatapnya intens. Lagi-lagi Sunggyu tidak dapat berkutik dengan perlakuan Woohyun.
“A-ada apa, Hyun?”
“Malam itu...”
“...”
Woohyun menggantungkan kalimatnya, ia ragu untuk mengatakannya.
“Malam itu...”
“...”
Woohyun menggantungkan kalimatnya, ia ragu untuk mengatakannya.
Ia terdiam sejenak, meyakinkan diri. Ia harus mengatakannya.
“Kemarin malam, saat kau tidur. Apa kau mengetahui sesuatu?”, tanya Woohyun perlahan.
“N-nde...”, Sunggyu tampak ragu, dan ia sedikit takut.
“Bagaimana menurutmu?”
“A-apa maksudmu?”
“Apa kau memahami bagaimana perasaanku?”
“Huh?”
“Kemarin malam, saat kau tidur. Apa kau mengetahui sesuatu?”, tanya Woohyun perlahan.
“N-nde...”, Sunggyu tampak ragu, dan ia sedikit takut.
“Bagaimana menurutmu?”
“A-apa maksudmu?”
“Apa kau memahami bagaimana perasaanku?”
“Huh?”
Ayolah Sunggyu, jangan berpura-pura bodoh. Semua orang pasti
mengerti apa yang sedang terjadi.
“I am crush to you”
“...”
“Sudah sejak lama aku menyimpan perasaan ini. A-aku ingin tahu b-bagaimana perasaanmu”, baiklah. Untuk pertama kalinya Woohyun merasa sangat gugup. Jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Genggaman tangannya melemas seiring bergetar di lengannya.
“...”
“...”
“Sudah sejak lama aku menyimpan perasaan ini. A-aku ingin tahu b-bagaimana perasaanmu”, baiklah. Untuk pertama kalinya Woohyun merasa sangat gugup. Jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Genggaman tangannya melemas seiring bergetar di lengannya.
“...”
Menunggu jawaban Sunggyu adalah hal yang paling mendebarkan yang
pernah Woohyun alami.
Tangannya yang menggenggam tangan Sunggyu bergerak untuk menyentuh
pipi milik Sunggyu. Tangan itu masih bergetar, takut-takut untuk menyentuh
makhluk indah di hadapannya ini.
Sunggyu seakan terhipnotis, ia tak bergerak sedikitpun. Bahkan
saat Woohyun menarik wajahnya untuk mendekat kepadanya.
Dengan kasar dan penuh tenaga. Sunggyu mendorong Woohyun. Ia
segera berdiri dan mengambil tas miliknya.
“Kau pasti bercanda kan? Hahahahaha... itu sangat lucu tuan nam. Aku tidak akan tertipu dengan candaanmu.”
“...”
“Sebaiknya aku segera pulang, nanti aku akan mengabarimu kembali. Terimakasih atas tumpangan rumahnya”
“Kau pasti bercanda kan? Hahahahaha... itu sangat lucu tuan nam. Aku tidak akan tertipu dengan candaanmu.”
“...”
“Sebaiknya aku segera pulang, nanti aku akan mengabarimu kembali. Terimakasih atas tumpangan rumahnya”
Dan dalam beberapa detik, sosok Sunggyu benar-benar menghilang
dari pandangannya.
Woohyun yakin, ia adalah manusia yang sehat yang tidak memiliki riwayat penyakit maupun penyakit keturunan. Tetapi dadanya sangat sesak, hingga ia rasa tak bisa bernafas.
Woohyun yakin, ia adalah manusia yang sehat yang tidak memiliki riwayat penyakit maupun penyakit keturunan. Tetapi dadanya sangat sesak, hingga ia rasa tak bisa bernafas.
TBC
No comments:
Post a Comment