Sunday, December 11, 2016

Review – Marry Me, Please..!


Note : WAT DE HEEEEEEEEEEEEL. WAT DID Y MAKE AUTHORNIM ??? GUE EMANG ALAY DEH. GUE NYESEK. BAPER BGT. SO DAMN ANJAY.. JJANG POKOKNYA JJANGGG !!!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mau nitip fanfic oneshoot yah. Sebenarnya ini niat mau aku post di ig,tapi nggak jdi. Tapi teasernya udh dluan ke-post di ig https://www.instagram.com/p/BJ2KNcIDG5w/. Semoga suka yah....
Title : Marry Me, please..!
Author : NamYoohyun
Genre : Romance , Married life
Main Cast : Nam Woohyun and Kim Sunggyu
WARNING! : Y.A.O.I , bagi yang HOMOPHOBIC diharap menjauh saja , TYPO EVERYWHERE , GAJE STORY.
Semoga kalian suka sama cerita aneh ini yah,yaudah langsung aja yah...
Happy Reading
**
Kegundahan yang ada di hati Woohyun kini terasa lega. Sidang ujian meja untuk skripsi terakhirnya akhirnya selesai dan tentu nilai nya yang cukup memuaskan. Nam Woohyun berjalan pelan setelah ia menutup pintu ruangan dosennya. Kegundahan hati nya yang satu telah selesai,kini kegundahan hatinya yang lain kembali menyapa. Perlahan tangan Woohyun terangkat memegangi pipi kirinya. Pipi nya terlihat sedikit memerah.
"Ck,sial. Dia yang selingkuh,aku yang ditampar. Dasar jalang" gumam Woohyun sambil terus mengelus pipi nya yang masih terasa sakit nya sampai sekarang.
Tadi pagi,saat hendak menuju ke kampus Woohyun memergoki kekasih nya sedang bermesraan dengan namja lain. Woohyun yang melihat itu langsung mendatangi mereka dan menghajar namja selingkuhan kekasihnya. Alhasil,dia malah ditampar oleh kekasihnya itu. Setelah menampar Woohyun,kekasihnya langsung saja meminta putus dan meninggalkan Woohyun dengan bekas tangan di pipi Woohyun.
Woohyun tentu tidak terima dengan itu sebab harga dirinya sebagai playboy sejati terjatuh setelah permintaan putus dilayangkan untuknya oleh kekasihnya entah yang ke berapa. Apalagi ditambah aksi penamparan untuknya,benar-benar membuat Woohyun kesal. Untung nya saat itu ia tidak bersama temannya,jika iya maka Woohyun akan menjadi bulan-bulanan ejekan temannya.
"Apa harus aku kembali ke Jinyeong lagi? Ah tidak tidak! Masih banyak namja dan yeoja lainnya diluar sana. Daripada harga diriku jatuh di depannya,lebih baik aku cari yang lain saja. Benar-benar!" gumam nya sambil terus berjalan menyusuri koridor kampus yang cukup luas itu.
BRUUKK...
Langkah Woohyun yang tadinya pelan kini terhenti dan membuatnya terjungkal jatuh ke belakang. Penyebab nya karena dia menabrak eh ralat,dia ditabrak seseorang dengan cukup keras. Alhasil,pantat Woohyun dengan mulus berhasil mendarat di lantai. Woohyun menggerutu kesal dan hendak memarahi orang yang menabraknya. Namun,seketika Woohyun merasa mulutnya penuh dengan lem sehingga mulutnya yang tadi ingin mengomel,tidak jadi.
"Woohyun?" ucap orang yang tadi menabrak Woohyun. Raut wajah namja cantik itu yang tadi nya kesakitan sama seperti Woohyun,kini berubah menjadi sedikit terkaget.
Dengan cepat,Woohyun bangkit dari acara duduk-duduknya dilantai dan berdiri menatap namja cantik yang masih betah terduduk di lantai.
Namja cantik itu mengulurkan tangannya ke arah Woohyun dengan wajah sedikit cemberut. Woohyun yang melihat itu mengerutkan dahi nya.
"Kau tak berniat menolongku? Bantu aku,Woohyun-ah" ujar namja cantik itu. Dengan perlahan Woohyun memegang tangan namja cantik itu lalu menariknya perlahan.
"Terima kasih" ucap namja cantik itu sambil tersenyum pada Woohyun.
'Oh God! His smile damn still beautiful' batin Woohyun.
"Heyy tuan! Jangan larii" terdengar suara orang berteriak tak jauh dari tempat Woohyun dan namja cantik itu. Mereka menoleh melihatnya dan dengan cepat tangan Woohyun diseret oleh namja cantik itu.
"Woohyun,tolong aku. Cepat bawa aku ke tempat yang tersembunyi di kampus mu" ujar namja cantik itu sabil terus menarik tangan Woohyun. Woohyun yang sedikit bingung hanya menuruti kata namja cantik itu.
"Lewat sini" ucap Woohyun lalu kini giliran dia yang menarik tangan namja cantik itu menuju ke sebuah ruangan yang tersembunyi.
Setelah mereka sampai,Woohyun menutup pintu ruangan itu dan disinilah mereka sekarang. Di gudang penyimpanan buku bekas.
"Hosshh...hosshh..." Terdengar nafas yang terengah-engah dari kedua nya. Woohyun dan namja cantik itu berusaha menormalkan atur nafas mereka.
"Terima kasih telah menolongku" ujar namja cantik itu sambil menghapus keringat di dahi nya.
"Baiklah. Sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi padamu dan mereka kenapa mengejarmu. Lalu,apa...apa yang kau lakukan di kampusku? Bagaimana bisa kau sampai ada disini,hm?" pertanyaan bertubi-tubi yang dilontarkan Woohyun membuat namja cantik itu kebingunan menjawab pertanyaan Woohyun mulai dari mana.
"Bisakah kau bertanya satu persatu,aku bingung menjawab pertanyaanmu"
"Baiklah-baiklah. Pertama,apa yang kau lakukan di kampusku?"
"Aku kesini karena aku dikejar-kejar oleh segerombolan manusia jelek tadi. Aku tak tahu mau lari kemana,jadi aku kesini saja"
"Kenapa mereka mengejarmu?"
"Karena eomma yang menyuruh mereka untuk membawaku"
"Kenapa?"
"Karena aku tidak mau dinikahkan dengan namja pilihan eomma-ku" ujar namja cantik itu pelan. Woohyun mengerutkan dahi nya mendengar penuturan mantan pacarnya itu. Mantan pacar? Hey,itu benar.
"Maksudnya?" bingung Woohyun.
"Begini,aku diberitahu oleh eomma-ku seminggu lalu jika aku ini dijodohkan dengan namja anak sahabat eomma-ku. Tentu aku tak mau karena namja itu adalah playboy kampret di kampusku,seantero kampus ku tahu kebajingannya dia. Selalu bergonta ganti pacar hampir setiap hari. Mana mungkin aku mau memiliki suami yang playboy seperti dia"
Mendengar penuturan itu,Woohyun sedikit merasa senang dan juga tersinggung.
Senang? Baiklah,Woohyun senang karena mantan pacarnya yang bernama Kim Sunggyu itu menolak perjodohan itu. Kenapa senang? Haruskah aku memberitahu kalian jika Woohyun masih menyimpan rapi sepetak tanah cinta di hatinya untuk namja di depannya ini. Woohyun masih memiliki rasa yang sama seperti 5 tahun lalu pada Kim Sunggyu.
Tersinggung. Karena,Sunggyu bilang jika calon suami nya itu adalah playboy. Sama seperti dirinya yang juga playboy. Tapi,belum tahukah kalian penyebab Woohyun menjadi seorang playboy sejati sepertu sekarang ini? Penyebab nya adalah namja cantik yang kini di depan Woohyun.
"Aku menolak keras perjodohan itu sampai-sampai aku kabur dari rumah. Dan aku yakin,yang tadi mengejarku itu adalah orang suruhan eomma untuk membawaku pulang. Aku tidak mau menikah dengan namja playboy seperti dia. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi" ujar Sunggyu sambil menundukkan kepala nya sedih. Woohyun benar-benar kasihan melihat keadaan Sunggyu sekarang. Perlahan,dia mendekat ke Sunggyu lalu mengusap pelan punggung Sunggyu.
"Aku tidak bermaksud ikut campur dalam urusanmu,tapi menurutku caramu menolak dengan kabur dari rumah itu salah. Apa tidak ada cara lain menolak perjodohan itu selain kabur dari rumah? Pasti eomma-mu benar-benar khawatir sekarang" ujar Woohyun lembut. Seketika Sunggyu mengangkat wajah dan menatap ke Woohyun sebentar lalu kembali ia memandang lurus ke depan.
"Eomma bilang,perjodohan ini akan dibatalkan jika aku membawa calon suami pilihanku alias kekasihku untuk menikahiku" jawab Sunggyu.
"Kenapa kau tidak membawa kekasihmu saja?" tanya Woohyun.
"Itu dia masalahnya....ak" ucapan Sunggyu tiba-tiba terhenti oleh Woohyun.
"Jangan bilang kamu jomblo? Pfftt bwahahaha" tawa Woohyun terdengar menggema di penjuru ruangan itu dan membuat Sunggyu menutup telinga nya karena suara tawa Woohyun.
"Ishh Woohyun! Berhenti tertawa! Apa nya yang lucu sih hah?" kesal Sunggyu.
"Hahaha tentu lucu lah. Hari gini,kamu masih jomblo? Bwahahaha"
"Memangnya kamu tidak jomblo?"
JLEBB...
Seketika tawa Woohyun terhenti mendengar pertanyaan Sunggyu. Benar,Woohyun jomblo sekarang. Dia baru saja putus kan?
"Aku...aku tentu tidak jomblo. Sudah banyak namja dan yeoja diluar sana yang sudah kupacari. Hari ini aku memang putus dengan kekasihku lagi,karena aku bosan dengannya. Aku mau mencari yang baru lagi" ujar Woohyun sombong.
"Kamu tidak berubah yah. Sama seperti dulu,selalu mempermainkan hati orang lain." ucap Sunggyu menyindir.
Seketika Woohyun merubah raut wajahnya mendengar penuturan Sunggyu untuknya. Itu ada benarnya juga,Woohyun selalu berganti-ganti pasangan setelah ia putus dengan Sunggyu. Tapi,Woohyun melakukan itu karena sebagai pelampiasan saja. Dia terlalu kesepian setelah hubungannya berakhir dengan Sunggyu,jadilah ia memilih untuk bersama orang lain sebagai penghibur hari nya. Tentu,cinta nya masih tertuju pada namja di depannya ini. Jika saja ia tidak menuruti kata-kata temannya waktu dulu,mungkin Woohyun sudah melamar Sunggyu saat ini. Tapi sudahlah,jika Woohyun memang berjodoh dengan Sunggyu pasti akan ada jalan untuk mereka bersatu.
"Aku jadi takut menjalin hubungan dengan orang lain setelah kejadian 5 tahun lalu. Makanya aku jadi jomblo seperti ini. Itu semua karena dirimu" ucap Sunggyu yang kembali membahas kejadian itu.
"Berarti selama ini akulah satu-satunya orang yang menjadi kekasihmu seumur hidupmu?"
"Jangan berbangga seperti itu. Itu memang benar tapi itu dulu."
"Ya ya ya,baiklah. Aku merasa sangat beruntung mendengarnya. Oh yah kamu...kamu apa kabar"
"Kita bertemu daritadi dan kau baru menanyakan kabarku sekarang? Dasar!"
"Bukannya menjawabku,kau malah mengomel. Dasar cerewet!"
"Biarin"
"Lalu,kita sampai kapan berada disini terus?" tanya Woohyun.
"Iya juga yah. Hm,mungkin sampai orang suruhan eomma-ku pergi dari sini" jawab Sunggyu.
Woohyun pun menghela nafas nya mendengar jawaban Sunggyu.
Hening.
Tak ada yang bersuara dan mereka masih berada di posisi masing-masing. Sunggyu sangat kebingungan saat ini. Pikirannya kembali tertuju pada perjodohan yang dilakukan eomma-nya. Sunggyu benar-benar tak ingin menikah dengan namja yang tidak ia cintai sama sekali. Dan satu lagi,dari tadi jantung Sunggyu berdetak kencang setelah ia dibawa Woohyun ke ruangan ini. Bukan berdetak karena habis berlari-larian,tapi karena mantan pacarnya itu. Yah,Nam Woohyun. Keberadaan Woohyun membuat hati Sunggyu kembali terasa sakit,namun disisi lain dia sangat senang karena akhirnya ia bisa melihat wajah namja yang selama ini beberapa kali hadir dalam mimpi Sunggyu.
Sunggyu selalu merasa gugup jika ia bersama namja tampan itu,sama seperti dulu. Dan sialnya perasaan itu masih sama seperti dulu. Meskipun dia sudah dilukai oleh Woohyun,entah kenapa rasanya sulit sekali melepas perasaan itu. Dan jadilah perasaan cinta Sunggyu untuk Woohyun masih bersarang di hatinya hingga saat ini.
Baiklah,kembali ke masalah utama Sunggyu. Perjodohan gila itu. Andai saja Sunggyu bisa membawa kekasihnya ke depan eomma-nya,agar perjodohan itu dibatalkan. Namun,siapa yang akan dia bawa. Karena selama ini,Sunggyu menutup hati nya untuk siapapun karena ia masih merasa trauma berhubungan dengan orang lain. Ia takut hatinya disakiti seperti dulu. Cukup Woohyun yang melukai hatinya. Maka jadilah ia menjomblo selama ini. Hingga akhirnya dia harus dijodohkan dengan namja playboy sekampusnya. Sunggyu benar-benar yakin jika namja itu hanya akan melukai hatinya nanti. Kemudian,Sunggyu menoleh ke arah Woohyun yang sepertinya terlihat sibuk dengan pikirannya. Tiba-tiba,sebuah lampu menyala di atas kepala Sunggyu dan membuat Sunggyu menganggukkan kepalanya.
Saat akan mengeluarkan suaranya,Sunggyu kembali berpikir. Takut jika keputusannya ini salah.
'Apakah harus aku melakukan ini? Tapi,dia juga playboy. Ck,setidaknya aku mengenal Woohyun lebih jauh daripada namja playboy kampret itu' batin Sunggyu dan ia menganggukkan kepalanya.
Sunggyu menatap Woohyun dengan wajah berharapnya. Sunggyu tak melepaskan pandangannya dari wajah Woohyun. Sunggyu merasa kadar kagantengan Woohyun seperti meningkat. Merasa ada yang memperhatikannya,Woohyun menoleh melihat ke arah Sunggyu.
Sunggyu masih menatap Woohyun dengan penuh arti dan harapan. Woohyun yang melihat itu,perlahan mengerti dengan arti tatapan dan maksud Sunggyu. Dengan segera Woohyun menggelengkan kepalanya cepat.
"Woohyun.." panggil Sunggyu.
"What? Gyu, tidak tidak. Jangan menatapku seperti itu"
"Hyuniee.." panggil Sunggyu dengan panggilan sayangnya ke Woohyun sewaktu mereka masih pacaran.
"Jangan aku Gyu. Jangan" ucap Woohyun sambil menggelengkan kepalanya isyarat ia tak mau. Bukannya tak mau,hanya saja dia masih....
"Woohyun,hanya kamu yang bisa menolongku agar aku tidak bersama namja bodoh itu. Aku sama sekali tidak suka dengan dia" ucap Sunggyu dengan wajah memelasnya.
"Gyu,kau tahu pernikahan itu bukan permainan dan kita sama sekali tidak punya hubungan apapun" ucap Woohyun pelan.
"Kalau begitu kita buat simple saja. Mulai sekarang,kita kembali berpacaran. Nam Woohyun kekasih Kim Sunggyu,Kim Sunggyu kekasih Nam Woohyun. Titik" ujar Sunggyu tegas. Woohyun masih mengingat kata-kata itu,kata mesra mereka dulu.
"Hey! Kau bahkan tidak meminta persetujuanku untuk kembali berpacaran. Berarti kita pacaran sepihak" ucap Woohyun tak mau kalah.
"Aku tidak menerima penolakan darimu dan kita adalah pasangan kekasih mulai sekarang. Oke?" kata Sunggyu dengan penuh penekanan.
"Kita membicarakan ini lagi besok. Aku menunggumu di taman biasa,taman itu. Datanglah" lanjut Sunggyu.
"Tapi aku ti..."
CHUP
Perkataan Woohyun tiba-tiba terhenti saat Sunggyu mencium pipi kanannya.
"Dadaah Hyunie" ucap Sunggyu cepat dan segera ia berlari keluar dari ruangan itu,meninggalkan Woohyun yang masih menganga.
Woohyun memegang pipi kanannya dan masih tak percaya dengan perlakuan Sunggyu barusan.
"Inikah yang nama nya plus minus? Habis ditampar,setelah itu dicium. Diciumnya sama orang yang tak terduga lagi. Inikah jawaban dari pertanyaanku selama ini?" gumam Woohyun dan detik selanjutnya ia tersenyum tipis mengingat kejadian tadi. Ini pertama kalinya Sunggyu menciumnya lebih dulu karena dulu dialah yang selalu mencium pipi Sunggyu terlebih dulu. Ingat! Semasa mereka pacaran waktu SMA dulu,tak ada ciuman selain di pipi dan di kening saja. Jadi,bisa dibilang bibir tipis Sunggyu itu masih perawan(?) oleh bibir-bibir lain. Sedangkan Woohyun pastinya sudah tidak perjaka lagi,bibirnya. Mengingat dialah playboy kampret di kampus nya. Hampir sederajat dengan namja yang akan dijodohkan dengan Sunggyu.
Jujur,Woohyun sangat senang saat ini karena akhirnya dia bisa bertemu dan malah kembali berpacaran dengan mantan kekasih terindahnya itu. Namun,disisi lain ia masih merasa takut. Ia takut menyakiti hati Sunggyu lagi. Apalagi saat ini pasti dia akan dibawa bertemu dengan ibu Sunggyu yang super duper galak. Woohyun masih ingat pertemuan pertama dan terakhirnya dengan ibu Sunggyu saat mereka SMA dulu. Hampir saja Woohyun pingsan di tempat melihat kegalakan ibu Sunggyu. Semenjak itu,Woohyun hanya bisa bertemu Sunggyu di sekolah dan di beberapa kesempatan kerja kelompok saja,mengingat ibu Sunggyu yang galak itu. Dan Woohyun akan bertemu lagi dengan ibu Sunggyu,kita lihat saja apa kabar Woohyun setelah mereka berhadapan nantinya.
.
Keesokan harinya....
Woohyun sudah terduduk di sebuah bangku panjang yang ada di taman kota. Bisa dibilang,taman ini menjadi saksi kisah cinta nya dulu dengan Sunggyu. Woohyun dan Sunggyu sering menghabiskan waktu disini bersama-sama. Woohyun mengikuti perkataan Sunggyu kemarin,dia sudah datang ke taman ini dan menunggu kemunculan namja sipit itu. Sudah hampir setengah jam ia terduduk disana. Woohyun kembali memainkan ponsel nya sebagai pengusir rasa bosannya. Bosan menunggu. Bahkan playboy ini rela dibuat menunggu hanya oleh Sunggyu seorang. Tak pernah ia menunggu selama ini saat ia bersama pacar-pacarnya yang kemarin.
"Woohyun.." terdengar suara dari belakang Woohyun. Woohyun segera berbalik dan melihat Sunggyu berdiri disana.
"Apa yang kau lakukan disitu? Kemarilah" ujar Woohyun saat Sunggyu masih betah berdiri disana,tak bergerak sama sekali.
"Ada apa denganmu,kau ingin berdiri terus disana?" ujar Woohyun lagi. Lalu ia bangkit dari duduknya dan menarik tangan Sunggyu. Disuruhnya Sunggyu untuk duduk di bangku itu.
"Kau benar-benar playboy yah" Sunggyu bersuara. Tatapannya memandang lurus ke depan,raut wajah datarnya membuat Woohyun bingung.
'Aku yang menunggu lama,seharusnya aku yang kesal. Kenapa sekarang dia yang kesal padaku lalu mengatakan aku benar-benar playboy' batin Woohyun.
Woohyun masih menatap Sunggyu bingung.
"Ck,begini. Kemarin,saat aku keluar dari gudang kampusmu dan hendak keluar dari kampusmu. Tiba-tiba ada segerombolan manusia aneh yang menghadangku lalu dia mengata-ngataiku. Mereka bilang kalau aku namja penggoda yang menggoda mantan mereka yaitu KAMU." ucap Sunggyu kesal.
"Kenapa mereka mengataimu?"
"Karena mereka melihat kita masuk ke dalam ruangan itu. Lalu,berpikir yang tidak-tidak tentang apa yang dilakukan disana. Mereka terus menghujatku sampai akhirnya security kampusmu datang menyelamatkanku. Akhirnya aku pun bisa bebas dari manusia-manusia penggilamu itu" ujar Sunggyu.
"Kau masih cerewet seperti dulu yah. Sepertinya malah bertambah cerewetmu" ucap Woohyun.
"Ih Woohyun! Aku sedang kesal saat ini karena mantan-mantanmu itu dan kau berhenti menggodaku!" kesal Sunggyu.
"Hehe iya,baiklah. Maafkan kelakuan mereka kepadamu,aku benar-benar tak tahu jika mereka melakukan itu padamu. Oh yah, bisakah kita membicarakan yang harus dibicarakan sekarang? Aku menunggumu disini hampir setengah jam dan aku masih harus mengurus beberapa hal di kampusku"
"Maaf membuatmu menunggu"
"It's okay. Sekarang,katakan tentang rencanamu menggagalkan perjodohan itu"
"Begini,aku mau kita datang ke eomma-ku besok. Aku akan mengenalkanmu sebagai calon suamiku. La.."
"Aku benar-benar akan menikahimu?" kaget Woohyun memotong perkataan Sunggyu.
"Jangan potong ucapanku,Woohyun. Begini,jika aku sudah mengenalkanmu pada eomma-ku dan dia percaya,maka eomma pasti akan membatalkan perjodohan itu. Jadi,aku bebas deh dari namja bodoh itu" lanjut Sunggyu.
"Tapi,bagaimana jika eomma-mu tidak percaya jika aku ini calon suami mu?"
"Ah iya juga yah. Aku sampai tidak memikirkan hal itu. Hm,bagaimana yah. Atau..."
"Atau apa?" penasaran Woohyun.
"Atau aku mengaku saja. Aku bilang padanya jika aku sedang hamil anakmu"
"WHATT?" kaget Woohyun.
"Ish! Jangan berteriak begitu! Lihatlah orang-orang menatap aneh ke arah kita"
"Iya maaf. Habisnya kamu benar- benar membuatku kaget."
"Ya terus mau bagaimana lagi,Woohyun?"
"Lalu,bagaimana jika eomma-mu masih tidak percaya. Eomma-mu kan super super ehem. Bagaimana jika dia benar membawamu ke dokter kandungan,lalu setelah ia tahu kita berbohong maka masalahnya akan semakin rumit"
"Kau benar. Jadi,bagaimana dong? Aku bingung."
"Yaah,...kita buat simple saja"
"Caranya?" penasaran Sunggyu.
"Yah aku membuatmu hamil sungguhan saja bagaimana? Jadi,kita tak perlu lagi ber...." PLETAK. Belum selesai Woohyun berbicara,ucapannya terhenti karena mendapat jitakan jurus plus-plus dari Sunggyu.
"Awwh...sakit Gyu" ringis Woohyun sambil mengusap kepalanya.
"Makanya kalau bicara itu yang benar. Bagaimana sih! Mana mungkin aku mau hamil diluar nikah" kesal Sunggyu.
"Kan aku hanya mengusulkannya sayang,jangan cemberut begitu" goda Woohyun sambil mencolek dagu Sunggyu. Sunggyu menepis tangan Woohyun yang bertengger di dagu nya.
"Kita kembali ke rencana awal saja,besok pokoknya kita harus bertemu dengan eomma-ku. Kita harus berakting semesra mungkin di depannya agar ia percaya." ujar Sunggyu.
"Kalau tidak percaya? Bagaimana?"
"Aku akan memikirkannya nanti. Pokoknya besok kita harus menemuinya."
"Hm,baiklah. Aku harus menyiapkan mental yang kuat untuk bertemu eomma-mu besok,mengingat dulu waktu pertama aku bertemu dengannya" ujar Woohyun dengan wajah takutnya. Sunggyu terkekeh kecil melihat wajah Woohyun.
"Hm,terima kasih telah menolongku dan maaf merepotkanmu begini. Kamu harus terlibat dalam masalah hidupku yang sama sekali tidak ada sangkut pSementara ngan mu" ucap Sunggyu.
"Tidak masalah. I'm your boyfriend right now?"
Sunggyu mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Woohyun. Dia adalah kekasih Woohyun sekarang bukan?
"Pergilah sekarang,kau masih ada urusan kan? Sekali lagi maaf telah membuatmu repot,Hyun" ujar Sunggyu.
"Berhentilah minta maaf. Kau selalu saja begitu. Baiklah aku pergi tapi...maukah kau memberiku sesuatu?"
"Apa?"
"A hug very I miss" jawab Woohyun. Sunggyu sedikit malu dengan ini,tapi dengan ragu ia mendekat ke Woohyun dan langsung memeluk Woohyun. Pelukan yang juga ia rindukan,bahkan sangat ia rindukan.
"Miss you" gumam Sunggyu dengan suara kecil hingga Woohyun tak bisa mendengar lirihan Sunggyu.
"Baiklah,aku pergi sekarang. See you tomorrow" ujar Woohyun setelah Sunggyu melepas pelukannya,lalu ia berlalu meninggalkan Sunggyu yang masih berperang disana. Perang? Yah,perang melawan detak jantung dan kegugupannya yang terlampau tinggi. Selalu saja begini saat ia bersama Woohyun.
Sedangkan Woohyun yang sudah menancapkan gas mobilnya,terlihat tersenyum sendiri. Dan seketika itu juga Woohyun merasa seperti kembali di masa SMA. Masa dimana dia saling berbagi kasih sayang dengan Sunggyu. Woohyun juga merasa dirinya tiba-tiba mencabut nametag PLAYBOY yang selama ini ada di dirinya. Woohyun merasa lebih bahagia sekarang,dibandingkan dulu. Bahkan,sifat Woohyun yang dulu sepertinya kembali. Buktinya,dia kembali meminta izin hanya untuk mendapatkan pelukan yang dirindukannya oleh Sunggyu. Hanya pelukan dengan Sunggyu saja,ia meminta izin. Jika bersama kekasih-kekasihnya dulu,Woohyun langsung saja menyosor. Jangankan pelukan,ciuman saja Woohyun main nyosor-nyosor(?). Benar-benar playboy kampret bukan?
"Aku akan siap mengikuti permainanmu Gyu,selama aku bisa bersamamu terus itu tak jadi masalah. Meskipun aku akan dimutilasi oleh eomma-mu,aku akan siap demi bersama dirimu" gumam Woohyun dengan nada yang yakin. Mobil itu melaju kencang membelah jalan menuju ke salah satu universitas ternama di Korea Selatan.
.
.
.
Woohyun menelan ludahnya susah saat ia sudah berada di hadapan sebuah bangunan megah. Terlihat keringat membanjiri pelipis nya juga ditangannya yang dingin. Sunggyu yang melihat itu tahu betul apa yang dirasakan Woohyun sekarang. Perlahan,tangan lentik Sunggyu meraih tangan besar Woohyun lalu digenggamnya erat tangan itu dan sontak membuat Woohyun menoleh melihat tangannya.
"Aku tahu kamu takut tapi aku ada disampingmu,jadi tenanglah." ujar Sunggyu lembut dan tentu membuat Woohyun seketika terpanah oleh suara lembut Sunggyu.
"Aku yakin sandiwara ini akan berjalan lancar. Tenanglah,jika perjodohan itu batal maka kau akan terbebas dari masalah ini,kau bisa bersama dengan siapapun yang kau sukai diluar sana" lanjut Sunggyu.
'Ternyata kau benar-benar hanya memanfaatkanku. Aku harap kamu masih menyimpan rasa itu padaku tapi aku salah. Bodohnya aku yang terlalu berharap padamu' batin Woohyun kecewa. Tentu dia sangat kecewa mendengar itu karena dia sangat berharap bisa bersama dengan namja cantik itu,namun namja cantik itu malah menyuruhnya pergi setelah semua nya selesai.
"Kita masuk sekarang yah,eomma-ku sudah menunggu di dalam" ucap Sunggyu dan Woohyun hanya mengangguk datar. Mereka pun melangkahkan kaki nya masuk ke rumah Sunggyu.
Woohyun menyapu pandangan nya menatap sekeliling halaman rumah Sunggyu. Menurutnya,tak ada yang berubah sejak terakhir kali ia berkunjung kesini. Woohyun benar-benar tidak menyangka jika ia kembali datang ke rumah ini dengan status yang sama. Sebagai kekasih Sunggyu. Yah,meskipun kali ini mereka bersandiwara.
Sunggyu masih setia menggenggam tangan Woohyun dan perlahan mendorong pintu rumah nya yang tinggi itu dengan tangan nya yang satu. Woohyun semakin gugup dan takut begitu memasuki ruang tengah Woohyun. Jantung nya tak henti-henti nya berdetak tak karuan bahkan serasa jantung nya hampir copot. Dan jantung nya makin terasa ingin keluar begitu ia melihat wanita paruh baya terlihat berdiri disana dengan melipat kedua tangannya di depan dada nya. Jangan lupakan tatapan sinis nya begitu Woohyun dan Sunggyu mendekat padanya.
"Siapa dia?" tanya ibu Sunggyu.
"Seperti kata eomma, sekarang aku membawa calon suami-ku eomma" jawab Sunggyu to the point, dan kini tangannya mengapit mesra tangan Woohyun. Dan reaksi ibu Sunggyu sedikit kaget mendengar jawaban anaknya.
Mata ibu Sunggyu pun menetap lekat Woohyun dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Lalu ia menatap tajam kearah Woohyun dan yang ditatap pun langsung sedikit salah tingkah dan ada perasaan ingin menghilang dari tempat itu saat melihat wanita paruh baya itu.
'Sepertinya dia namja 5 tahun lalu itu? Iya,aku yakin. Iya,aku yakin dia namja brengsek itu' batin ibu Sunggyu dengan pandangan membunuhnya pada Woohyun.
"Kau!" tunjuk ibu Sunggyu pada Woohyun dan membuat Woohyun juga Sunggyu terkaget bukan main.
"Berani-berani nya kau muncul dihadapanku setelah menyakiti anakku hah? Dimana malu-mu?" ujar ibu Sunggyu dengan lantang dan membuat Woohyun menundukkan kepalanya,menghindari mata tajam ibu Sunggyu.
PLAAKKK...
"Eommaa..!!" teriak Sunggyu saat ibu Sunggyu melayangkan sebuah tamparan di pipi Woohyun.
"Ada apa dengan eomma? Kenapa eomma menampar Woohyun? Dia datang kesini berniat baik,memperkenalkan dirinya sebagai calon suamiku. Dan eomma memperlakukannya seperti ini? Aku kecewa sama eomma" ujar Sunggyu sambil memegangi pipi Woohyun yang kemerahan itu.
"Kenapa kau tiba-tiba bersamanya hah? Setelah kau disakiti oleh dia,setelah kau menangis 7 hari 7 malam hanya karena namja ini,sekarang kau masih saja bersamanya? Dimana otakmu hah? Cinta memang sangat bodoh. Cih" kata ibu Sunggyu masih dengan tatapan tajamnya pada Woohyun.
"Terserah eomma saja! Pokoknya aku tidak akan menerima perjodohan itu dan akan bersama Woohyun. Titik" ujar Sunggyu tegas.
"Baiklah jika itu mau mu. Perjodohan itu akan dibatalkan. Dan kau!" tunjuk ibu Sunggyu pada Woohyun.
"Kau harus menikahi anakku minggu depan jika memang kau calon suami nya dan mencintainya. Pernikahan kalian akan dilaksanakan dengan cepat" lanjut ibu Sunggyu. Woohyun dan Sunggyu tentu dibuat kaget mendengar penuturan ibu Sunggyu.
"Eomma,aku masih kuliah. Bukankah ini terlalu cepat?" ucap Sunggyu.
"Bukankah sebentar lagi kamu akan selesai,dan pasti namja brengsek ini juga sudah mau selesai,jadi apa salahnya jika kalian menikah minggu depan hm?"
"Tapi eomma,aku dan Woohyun ingin mendapat pekerjaan dulu eomma" elak Sunggyu agar pernikahan itu benar-benar tidak terjadi. Meskipun hati kecilnya melompat senang mendengar itu.
"Itulah tujuanku menikahkanmu cepat Sunggyu sayang. Eomma ini sudah tua sayang. Dan disaat aku sudah tidak ada nanti,siapa yang akan menjagamu? Lalu,siapa yang akan meneruskan perusahaan appamu jika bukan suami mu kelak? Karena aku tahu kau tidak bisa menjalankan perusahaan appa mu itu. Eomma saja dibuat pusing,apalagi jika kamu. Kamu mengerti?" jelas ibu Woohyun dengan nada suara yang tidak lagi menyeramkan seperti tadi. Sunggyu yang mendengar penjelasan ibu-nya tak sadar meneteskan air matanya. Begitupun Woohyun yang merasa tersentuh mendengar ibu Sunggyu. Woohyun mengerti betapa beratnya tanggung jawab ibu Sunggyu yang harus menjaga anaknya yang satu-satu itu ditambah lagi pekerjaan kantor di perusahaan ayah Sunggyu sebagai CEO utama. Belum lagi,pekerjaan rumah tangga yang harus ia kerjakan di rumah. Sungguh berat pasti menjadi single parent seperti ibu Sunggyu. Melakukan pekerjaan itu semua sendiri tanpa ada seseorang yang mendampingi mengingat ayah Sunggyu telah meninggal saat Sunggyu berusia 10 tahun. Woohyun tahu itu pasti sangat berat.
"Eomma...hikks...eomma jangan bilang begitu. Eomma memang sudah tak muda lagi,tapi eomma harus selalu ada disamping Sunggyu eomma. Aku tak tahu apa jadinya aku jika tak ada eomma disampingku. Jangan berpikir aneh-aneh eomma. Hikks..." ujar Sunggyu terisak sambil berhambur ke pelukan ibu-nya. Woohyun terharu melihat pemandangan itu. Ada juga perasaan senang yang dirasakannya karena ia akan dinikahkan dengan Sunggyu,orang yang masih ia cintai.
"Jadi,aku berharap padamu kamu bisa menjalankan perusahaan itu dengan baik. Dan jangan sakiti anakku lagi. MENGERTI?!" tegas ibu Sunggyu pada Woohyun. Sunggyu menatap Woohyun dengan tatapan 'jawablah saja agar tidak menyulitkanmu' .
"Ba-baiklah ahjumma." ucap Woohyun pelan.
.
"Bagaimana ini?" tanya Sunggyu pada Woohyun yang saat ini mereka berada di taman belakang rumah Sunggyu.
"Bagaimana apanya?" tanya balik Woohyun.
"Soal keputusan eomma-ku tadi,tentang menikahkan kita"
"Ya mau bagaimana lagi. Tidak ada pilihan lain bukan?"
"Tapi,ba.."
"Kau mau menikah dengan namja pilihan eomma-mu itu? Lebih baik mana menurutmu."
"Iya,aku sih tidak mau menikah dengannya dan tentu menurutku lebih baik kamu. Tapi,itu artinya kita akan menikah sungguhan?"
"Kenapa? Kau tidak ingin menikah denganku?"
"Ah? Iya,eh tidak tidak. Eh,maksud ak.."
"Aku mengerti kok. Kamu pasti masih sangat kesal padaku setelah kejadian itu. Aku minta maaf. Tapi tunggu.."
"Kenapa?" tanya Sunggyu bingung.
"Apa benar yang dikatakan eomma-mu tadi? Tentang...kau menangis 7 hari 7 malam karenaku?"
Sunggyu sedikit malu menjawab pertanyaan Woohyun,haruskah ia jujur. Itu seperti menandakan betapa cengeng dan lemah nya Sunggyu di hadapan Woohyun.
"Ehm,.." Sunggyu hanya berdehem dan kemudian menganggukkan kepalanya pelan.
"Sungguh? Ak-aku benar-benar tak tahu soal itu. Aku...minta maaf telah menyakitimu dulu" ujar Woohyun sambil menundukkan kepala menyesal.
"Perlakuan eomma-mu padaku tadi sangat benar. Sebuah tamparan untuk namja brengsek sepertiku,namja brengsek yang menyakiti hati orang yang dia cintai dulu" lanjut Woohyun.
"Berhenti meminta maaf. Aku..aku sudah memaafkanmu meskipun aku masih kesal padamu. Itu juga sudah berlalu jadi biarkanlah itu menjadi cerita masa lalu. Sekarang yang terpenting adalah apa yang harus dilakukan kedepannya"
"Kau benar. Jadi,?"
"Jadi? Jadi apa?"
"Kita benar menikah?"
"Mau bagaimana lagi? Eomma sudah terlanjur percaya padamu. Jadi,yah kita harus menikah" ujar Sunggyu pasrah. Sunggyu masih memandang ke depan,meratapi nasibnya kedepan.
Sementara itu Woohyun sibuk mengamati wajah Sunggyu. Wajah yang menurutnya sangat sempurna. Woohyun seperti masih tak percaya dengan ini semua. Pertemuan tak sengaja nya dengan Sunggyu membuatnya berakhir akan menikah dengan Sunggyu. Woohyun merasa sangat beruntung.
Karena merasa ditatap sedaritadi,Sunggyu menoleh ke arah Woohyun dan benar saja Woohyun masih memandangi Sunggyu lekat.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Sunggyu.
"Aku hanya merasa bahwa kau telah berubah" jawab Woohyun.
"Berubah? Aku? Apanya?"
"Wajahmu. Wajahmu berubah"
"Really? Sepertinya tidak tuh"
"Sungguh,wajahmu berubah. Wajahmu lebih cantik sekarang dari waktu dulu. Kadar kecantikanmu sepertinya bertambah" ucap Woohyun lembut sambil mengelus pipi Sunggyu. Kini Sunggyu harus menahan jantung nya yang berdetak tak karuan karena perlakuan Woohyun. Jangan lupakan semburat rona merah yang menghiasi pipi Sunggyu dan membuat Woohyun semakin gemas. Lalu,Woohyun pun tertawa melihat tingkah Sunggyu yang kini sedang malu. Sifat Sunggyu ternyata tidak berubah,masih menjadi Sunggyu yang pemalu.
**
5 days later...
Woohyun dan Sunggyu berjalan memasuki sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat elegan. Pasangan suami istri ini terlihat sangat kelelahan. Tunggu? Suami istri? Yah,mereka baru saja melakukan resepsi pernikahan dan acaranya telah selesai sejam lalu hingga barulah mereka berada di rumah baru ini.
Setelah hari dimana Sunggyu mengenalkan Woohyun pada eomma-nya,ibu Sunggyu meminta untuk bertemu dengan orangtua Woohyun. Hingga keesokan harinya orangtua Woohyun pun bertemu dengan Sunggyu dan juga ibu-nya. Sedikit terkejut saat mengetahui anaknya akan segera menikah. Namun setelah melihat calon menantunya,kedua orangtua Woohyun sangat senang dan mereka ingin pernikahan itu dilakukan dengan cepat apapun alasannya. Para orangtua setuju dengan itu dan mulai melakukan persiapan pernikahan hingga selesai pada empat hari setelahnya dan pada akhirnya pernikahan mendadak itu dilaksanakan hari ini.
"Aku sangat lelah" keluh Sunggyu sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah.
"Sekarang jam berapa?" tanya Woohyun. Sunggyu mengedarkan pandangan sekeliling ruangan mencari jam dinding namun nihil ia tak menemukannya.
"Aku juga tak tahu. Mungkin sekarang sudah sore menjelang malam" jawab Sunggyu.
"Kau mau makan sesuatu?" tanya Woohyun lagi.
"Hm,tidak. Aku masih kenyang saat makan di hotel sebelum berangkat kesini" jawab Sunggyu.
"Baiklah,aku mau ke kamar. Aku ingin membersihkan badanku dulu"
"Eits tunggu" tahan Sunggyu. Woohyun menghentikan langkahnya dan menatap Sunggyu.
"Bisakah aku yang mandi lebih dulu,badanku sudah sangat lengket saat ini. Yah yah?" ujar Sunggyu sambil menunjukkan puppy eyes nya.
"Ya sudah,sana pergi mandi."
"Ahh baiknyaa. Aku masuk dulu" ujar Sunggyu lalu ia bangkit dan berjalan menuju ke kamar nya juga kamar Woohyun tentunya. Sedangkan Woohyun merebahkan tubuhnya sebentar di sofa itu.
Tak lama kemudian,Woohyun pun menyusul masuk ke kamarnya. Saat ia membuka pintu,ia belum menemukan Sunggyu selesai dari acara membersihkan dirinya.
"Cih,masih saja mandi nya harus berjam-jam. Tak pernah berubah" gumam Woohyun lalu ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kamar yang dominan berwarna biru dan putih itu terlihat elegan ditambah pernak-pernik mewah di dalamnya.
Sudah setengah jam Woohyun menunggu sang istri keluar dari kamar mandi,namun istri nya belum menandakan tanda-tanda akan selesai. Woohyun kembali memejamkan matanya,menunggu Sunggyu selesai membersihkan badannya.
Ceklekk...
Pintu kamar mandi terbuka 10 menit kemudian dan keluarlah Sunggyu yang sudah lengkap dengan piyama nya. Ia sedikit terkejut melihat Woohyun yang sepertinya tertidur pulas di atas kasur. Ia pun mendekati Woohyun dan mengguncang pelan tubuh Woohyun.
"Woohyun-ah,bangun. Katanya kau akan mandi. Bangun" ucap Sunggyu.
Woohyun membuka matanya perlahan saat merasa ada yang mengusik tidurnya.
"Kau sudah selesai?" tanya Woohyun dan Sunggyu menganggukkan kepalanya menjawab.
"Apa yang kau lakukan di dalam sana hah? Sungguh lama,sampai-sampai aku tertidur bosan menunggumu. Mirip yeoja saja" ucap Woohyun sambil bangkit berjalan menuju ke kamar mandi.
"Maaf membuatmu menunggu dan aku peringatkan jika aku mandi memang tak akan sebentar. Lagipula kenapa kau menunggu,kan kamu bisa mandi di kamar mandi lain"
"Aku tidak bisa mandi di sembarang tempat. Aku akan mandi dengan nyaman jika itu di kamarku saja." ucap Woohyun lalu ia pun menghilang di balik pintu kamar mandi.
Sunggyu mengangkat bahu nya menanggapi pernyataan Woohyun,lalu ia mengeringkan rambutnya yang masih basah menggunakan handuk kecil yang ada di pundaknya. Setelah acara mengeringkan rambutnya selesai,ia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur berniat untuk tidur. Waktu yang sudah malam ditambah tubuh nya yang sangat lelah karena acara pernikahannya tadi,membuat Sunggyu ingin segera memasuki alam mimpi. Bersamaan dengan itu,pintu kamar mandi telah terbuka. Woohyun keluar dengan keadaan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana rumahan selutut.
Mendengar suara pintu itu terbuka,Sunggyu menoleh dan mendapati Woohyun sudah selesai dengan acara mandi nya. Dan betapa kagetnya ia melihat tubuh atas Woohyun yang terpampang nyata,memperlihatkan eightpack yang dimiliki Woohyun. Sunggyu terkagum seketika begitu melihat keindahan tubuh Woohyun yang dihiasi dengan otot-otot mengagumkan disana.
Sunggyu mengalihkan pandangannya dari Woohyun dan menatap langit-langit kamarnya. Namun,dari ekor matanya ia bisa melihat pergerakan Woohyun yang bergerak mendekat ke arahnya. Mungkin Woohyun ingin segera tidur juga,pikir Sunggyu. Betapa bingung plus kagetnya Sunggyu saat Woohyun sudah berdiri tepat disamping Sunggyu. Woohyun mendudukkan badannya di tepi kasur tempat Sunggyu terbaring,maksudnya duduk tepat disamping Sunggyu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sunggyu.
"Ini malam pertama kita. Jadi aku ingin melakukannya" jawab Woohyun santai. Seketika mata Sunggyu membulat mendengar itu.
"Ta-tapi aku ti..."
"Kenapa? Kau belum siap?" tanya Woohyun memotong ucapan Sunggyu. Sunggyu menunduk sebentar lalu ia kembali menatap Woohyun dengan tatapan yang membuat Woohyun paham.
"Baiklah,aku mengerti. Aku tidak akan melakukannya ataupun menyentuhmu sampai kau sendiri yang meminta. Aku cukup tahu diri kok. Tidurlah,kau pasti lelah bukan" ucap Woohyun dengan nada kecewa nya lalu segera bangkit dari duduknya namun tangannya ditahan oleh tangan Sunggyu.
"Maaf" ucap Sunggyu pelan masih menahan tangan Woohyun. Woohyun tersenyum lalu ia mengacak gemas rambut Sunggyu.
"Tidak apa. Aku mengerti kok. Tidurlah" ucapnya yang hendak bangkit namun lagi-lagi tangannya di cegat oleh Sunggyu.
"Ada apa?" tanya Woohyun.
Perlahan,Sunggyu bangkit dari tidurnya dan mendudukkan tubuhnya menghadap Woohyun,masih dengan tangannya memegang tangan Woohyun.
"Apakah...apakah kau masih mencintaiku?" tanya Sunggyu dengan sedikit gugup. Pertanyaan yang ia simpan semenjak ia bertemu dengan Woohyun beberapa waktu lalu.
"Apa perlu aku menjawab?" tanya Woohyun balik.
"Woohyun! Aku bertanya dan kau malah bertanya balik. Menyebalkan" kesal Sunggyu.
"Hehehe kau sangat lucu jika cemberut begitu. Kondisikan bibirmu itu sebelum aku memakannya" ucapnya menggoda Sunggyu.
"Baiklah. Sekarang jawab pertanyaanku yang tadi" ujar Sunggyu dan ia menatap dalam mata Woohyun.
"Aku akan menjawabnya setelah kau menjawab pertanyaanku juga. Apakah kau juga masih mencintaiku?"
"Kenapa kau bertanya lagi Woohyun!?! Kau benar-be..."
"Jawab aku dulu. Lalu aku akan menjawab mu juga" ucap Woohyun cepat sambil mendekat ke wajah Sunggyu. Kini jarak mereka tak cukup 1 cm,karena saking dekatnya. Sunggyu terkaget atas kelakuan Woohyun.
"Sekarang,jawab aku. Apakah kau masih mencintaiku?" tanya Woohyun lembut. Sunggyu yang ditanya masih belum membuka mulutnya,ia sedang sibuk menormalkan detak jantung nya yang berdangdut di dalam tubuhnya. Tapi,dengan berdiam saja begini akan menambah suasana aneh saja,pikir Sunggyu.
"Aku tak mengerti dengan perasaanku saat ini. Karena disaat aku melihatmu,aku selalu merasa gugup dan jantung ini selalu berdetak kencang. Sama seperti dulu. Bahkan,wajahmu terkadang hadir di berbagai mimpiku saat malam hari." jawab Sunggyu.
"Sungguh? Itu tandanya kau masih mencintaiku. Karena aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Perasaanku masih sama seperti dulu. Aku mencintaimu Nam Sunggyu,dulu,sekarang,dan selamanya"
"Lalu? Kenapa kau menjadi seorang playboy sekarang? Itu artinya kau tak setia padaku jika kau masih mencintaiku,lihatlah aku yang masih menutup hatiku pada siapapun"
"Itu karena aku kesepian karena kamu tak ada disampingku. Mereka hanya sebagai penghiburku saja disaat aku rindu padamu. Aku tak tahu harus melakukan apa untuk bertemu denganmu setelah kejadian itu. Kau tahu,aku sangat menyesal mendengarkan kata Dongwoo waktu itu. Seandainya aku tidak mendengarnya,mungkin kita tidak akan berpisah waktu itu"
"Maksudnya?"
"Dongwoo mengajakku untuk pergi ke club malam itu,katanya untuk menghadiri pesta ulangtahun sepupunya jadi aku pun ikut saja,karena itu hanya acara ulang tahun bukan? Namun ternyata aku salah. Disana bukanlah pesta ulang tahun,melainkan pesta-pesta minum. Aku pun memutuskan untuk pulang,namun Dongwoo mengatakan padaku jika kau akan datang juga. Jadi,aku tidak jadi pulang dan memutuskan menunggumu disana. Tapi,pada akhirnya aku dipengaruhi untuk meminum minuman alkohol itu,tentu mereka memaksaku. Hingga akhirnya aku mabuk dan mereka menjebakku." jelas Woohyun pada Sunggyu.
"Jadi maksudmu,foto kau berciuman dengan yeoja-yeoja itu karena kau dijebak oleh Dongwoo?" tanya Sunggyu. Woohyun pun menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah mencoba menjelaskannya padamu tapi kau malah tak percaya padaku"
"Maaf,karena aku benar-benar kecewa melihat foto mu waktu itu. Tapi,kenapa Dongwoo tega melakukan ini? Bukankah dia teman baikmu?"
"Itu karena dia suka padamu selama ini. Dia ingin menghancurkan hubungan kita waktu itu,makanya dia melakukan itu agar membuatmu berakhir denganku"
Sunggyu hanya mengangguk paham mendengar jawaban Woohyun.
"Maaf karena aku tidak percaya padamu waktu itu" ujar Sunggyu pelan.
"Tak apa,anggap saja itu hukuman untuk namja bodoh sepertiku. Yang penting sekarang kita akhirnya bersama" ucap Woohyun lembut,tangannya terangkat menyentuh wajah Sunggyu. Dan tanpa aba-aba,Woohyun langsung mendaratkan bibirnya di permukaan bibir Sunggyu. Sunggyu sedikit terkejut atas perbuatan Woohyun. Itu ciuman pertamanya,dan beruntung yang mencuri nya adalah suami nya sendiri.
"Aku mengambil ciuman pertamamu. Bibirmu sangat manis Gyu" ucap Woohyun setelah tautan mereka terlepas.
"Terima kasih telah menjaga bibir ini dari orang lain,terima kasih telah menjaga hatimu untukku,terima kasih telah mencintaiku. Maaf jika dulu aku menyakitimu,tak bisa menjaga bibir ini untukmu" lanjut Woohyun.
"Sama-sama dan berhentilah minta maaf. Semua itu telah berlalu dan yang perlu kita lakukan adalah memikirkan hidup kita untuk ke depannya"
"Yang aku pikirkan ke depan adalah keturunanku. Jadi,bisakah kita membuatnya sekarang?" ucap Woohyun membuat Sunggyu tertunduk malu. Sunggyu memukul pelan dada Woohyun karena saking malu nya. Woohyun menahan tangan Sunggyu yang memukul dadanya,lalu ditatapnya lekat mata sipit istrinya.
"Can you please do the right as a wife tonight?" tanya Woohyun lembut. Sunggyu ragu akan ini,namun ini hak Woohyun sebagai suami bukan? Apa salahnya ia melakukan hak nya sebagai istri,melayani suami nya sendiri.
Sunggyu menganggukkan kepalanya pelan,tanda ia setuju. Seketika senyum terukir indah di bibir Woohyun melihat respon Sunggyu. Perlahan,didorongnya pelan tubuh sang istri berbaring lalu ditindihnya tubuh Sunggyu. Hingga akhirnya,terjadi juga apa yang seharusnya terjadi di malam pertama pasangan pengantin baru.
Destiny. Tak ada yang bisa menebak takdir seseorang kedepannya akan seperti apa. Begitu juga dengan jodoh kita,tak ada yang tahu dengan siapa kita akan berjodoh. Kadang,yang kita anggap sebagai jodoh kita belum berarti akan menjadi jodoh kita nantinya. Namun,takdir memang tak bisa selalu ditebak. Kisah cinta yang terdengar aneh mungkin,bisa membuatmu bertemu dengan jodohmu yang sesungguhnya.
..............................FINISH...............................
Ditengah2 kesibukan sekolah,akhirnya ff ini bisa slesai dalam wktu yg tdk sebentar. Heehehhe.
Thanks so much for reading this fanfic. Hope u like this fanfic. Please give me RCL in below.
See u later in the next fanfic. Bye
😘

No comments: