Sunday, December 11, 2016

Review - Between True Love and Dream (Chapter 2)

Author : Runi Rahmawati (Woohyunnie)
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho & Key
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.

Happy Reading!.
Chapter 2 ......
>> Keluarga yang harmonis akan memberikan ketenangan meski kau berada dalam kesulitan.

Flashback on ( Author Pov)

.............
Malam saat acara pesta musim panas sunggyu datang bersama woohyun yang statusnya sebagai pacar pura-pura. Sebenarnya itu acara khusus mahasiswa di komunitas teater sunggyu namun karena status palsu itu akhirnya sunggyu mengajak woohyun. Teman-teman sunggyu juga sudah mengenal baik woohyun, mereka juga kadang tak sungkan untuk mangajak woohyun bergabung dengan mereka. Woohyun merupakan type orang yang mudah bergaul dan mudah juga terjerumus, tapi bersama sunggyu woohyun tak pernah salah melangkah karena sunggyu sendiri sangat selektif dalam bergaul dan memilih teman bermain.

Dalam party itu teman-teman sunggyu membeli banyak soju sebagai pelampiasan karena masa kuliah telah berakhir. Semua orang yang hadir dalam acara tersebut berakhir dengan mabuk parah termasuk woohyun dan sunggyu.
Malam mulai larut, beberapa orang sudah meningalkan tempat pesta tinggal woohyun, sunggyu, dongwoo dan beberapa teman yang lain.
“ Kyaaa kalian terlalu banyak minum, palliwa ini sudah malam! apa kalian akan menginap di sini?” Ujar salah seorang teman sunggyu yang tak lain adalah pemilik villa yang dijadikan tempat acara.
“ Ahhh kepalaku pusing sekali! Yaaa hoya-ssi bolehkan aku menginap di villa mu?” Ujar Dongwoo.
“ Tentu saja, lalu bagaimana dengan sunggyu hyung?” Tanya hoya lagi.
“ Ehmm aku akan membawa hyung pulang!” Jawab woohyun pasti.
“ Kau sanggup menyetir dalam keadaan mabuk seperti ini?”
“ Tentu saja tidak, aku akan naik taxi. Hoya-ssi gomawo sudah mengundang kami!.”
“ Ne hyun, cepat sana bawa sunggyu hyung sepertinya dia sudah tertidur.”
“ Aku akan menggendongnya. Hyung kami pulang dulu, annyeong!.”
“ Ne hyun, hati-hati eoh.”
“ Ne.” Woohyun pun menggendong sunggyu meninggalkan villa tersebut. Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 am kst, jalanan sudah mulai sepi dan woohyun hanya berdua dengan namja yang kini tertidur di punggungnya. Untunglah beberapa menit berselang ada taxi yang lewat sehingga woohyun bisa menidurkan sunggyu di kursi mobil.

Sesampainya di depan apartment, woohyun kembali menggendong tubuh sunggyu menuju kamar no. 124 dimana woohyun tinggal. Menelusuri lorong apartment yang sepi sambil menggendong tubuh sunggyu cukup membuat woohyun kewalahan, karena sebenarnya tubuh woohyun lebih kecil dari sunggyu. Setelah sampai di kamar no.124, woohyun langsung menidurkan sunggyu di atas tempat tidurnya.
“ Ahhhhh menyusahkan saja!.” Runtuk woohyun sambil merenggangkan punggungnya yang hampir patah itu. Woohyun kembali melirik sunggyu yang sudah terlelap di atas king bednya.

Tak bisa di pungkiri oleh woohyun bahwa namja yang kini tertidur di hadapannya itu cukup sexy dan menggoda. Perlahan dengan sedikit rasa ragu woohyun duduk di samping tubuh sunggyu yang tengah terlelap itu.
“ Bahkan saat tertidur pun kau mampu membuatku terpesona hyung.” Ujar woohyun sambil menyentuh lembut pipi sunggyu. Namun tiba-tiba sunggyu terbangun karena sentuhan tangan woohyun dan membuat woohyun menjadi kikuk sendiri.
“ Apa yang kau lakukan?” Tanya sunggyu sambil menghempas tangan woohyun.
“ Tadi ada nyamuk di pipimu hyung.” Balas woohyun berdalih padahal nyatanya ia hampir kehilangan alasan untuk menangkis kecurigaan sunggyu.
“ Aku di mana?”
“ Hyung di apartmentku, kau tahu punggungku hampir patah karena harus menggendong tubuhmu hyung.”
“ Kenapa tak biarkan aku menginap di tempat hoya saja?”
“ Eh?...........” Benar juga pertanyaan sunggyu, seharusnya woohyun tak usah repot-repot membawa sunggyu ke apartmentnya. Apa mungkin itu hanya akal bulus woohyun agar bisa tetap bersama kekasih palsunya.
“ Aku kan bisa menginap di tempat hoya bersama dongwoo.”
“ Ehmmm sebenarnya aku masih ingin bersamamu hyung.”
“ Kenapa? Bukannya seharian tadi kau bersamaku, latihan musik, main basket, mengerjakan tugas, apa itu masih kurang?”
“ Aniya, aku hanya ingin malam ini kita berdua hyung.”
“ Nde?” Sunggyu cukup terkejut dengan jawaban woohyun barusan, meski kepalanya masih pusing karena terlalu banyak minum soju tapi nyatanya ia masih mampu mencerna kata-kata woohyun barusan.
“ Kau pasti banyak minum hyun, cepat tidurlah!.”
“ Hyung tak masalah kan kalau aku jatuh cinta padamu!.”
“ Hahahahaha kau pasti mabuk berat, cepat tidurlah!.”
“ Hyung jadilah kekasihku yang sebenarnya!.” Woohyun menarik tangan sunggyu dan menggenggamnya dengan erat. “ Hyung aku mencintaimu, aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu hyung.”

Sunggyu hanya diam mendengar pernyataan yang mengejutkan dari woohyun, beberapa kali ia terus menelan ludahnya yang terasa pahit sampai akhirnya tangannya bergerak mengambil segelas air putih dan menelan habis isinya.
“ Malam ini udaranya panas, apa kau sudah menyalakan ac-nya?” Sunggyu beranjak meninggalkan tempat tidur untuk menggapai remote ac yang ada di atas meja rias.
“ Hyung aku serius!.”
“ Tak apakan kalau aku naikkan suhunya?”
“ Hyung dengarkan aku!.” Seketika woohyun mengunci pergerakan sunggyu dengan menyeretnya ke dinding dan menghimpit tubuh namja yang usianya dua tahun lebih tua darinya itu. “ Hyung aku tak ingin bersikap kasar padamu, aku hanya ingin kau tahu kalau aku sangat mencintaimu.”

Sunggyu menatap lurus mata woohyun dan merasakan detak jantungnya yang berdebar cukup kencang dan tak beraturan . Perlahan ia bisa merasakan nafas woohyun yang berhembus hangat kearah wajahnya. Sunggyu juga tak dapat mempungkiri bahwa ia sebenarnya juga mulai jatuh cinta pada namja yang berada di hadapannya itu.
“ Hyung kenapa diam saja?” Desak woohyun yang sangat mengharapkan jawaban bahwa sunggyu juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.
“ Aku…..” Belum selesai sunggyu mengatakan jawabannya, woohyun sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman panas. Ya ciuman itu juga terbilang sangat kasar karena woohyun melakukannya dengan sangat bernafsu sampai sunggyu dibuat kualahan. Dengan gerakan yang gesit dan lincah, lidah woohyun dengan leluasa menjajah setiap rongga mulut sunggyu sampai sunggyu benar-benar lemas karena hampir kehabisan nafas. Namun ciuman itu akhirnya terlepas setelah sunggyu menggigit lidah woohyun yang berkeliaran di dalam mulutnya.
“ Awwww…….” Pekik woohyun.
“ Kau gila apa? kau hampir membuatku mati kehabisan nafas!.”
“ Mian hyung aku tidak bisa menahannya.” Woohyun kembali menghimpit tubuh sunggyu dan kali ini ia memberikan perlakuan yang sangat lembut kepada sunggyu. Woohyun mencium bibir cherry sunggyu dengan sangat lembut, tangan woohyun mengelus rambut sunggyu dan satunya lagi memegang dagu sunggyu.

Sunggyu sendiri tak bisa membohongi perasaannya, bahwa perlakuan yang ia rasakan saat itu benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Woohyun sudah membuatnya jatuh dalam perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dan pada nyatanya ia mampu untuk membalas ciuman woohyun itu dan kini lidahnya ikut bermain bersama lidah woohyun, tak ketinggalan keduanya saling bertukar saliva.
Ciuman itu semakin intim dan keduanya larut dalam permainan yang jauh lebih menyenangkan dari hanya sekedar berciuman. Woohyun menggiring langkah sunggyu menuju tempat tidur tanpa melepaskan pagutan bibir mereka, puas dengan permainan lidah kini woohyun mulai menjamah setiap inci dari leher jenjang sunggyu dan meninggalkan tanda-tanda kepemilikan di sana ( Kiss mark). Detik menit terus berganti memandu keduanya menghabiskan malam yang tak akan pernah mereka lupakan sampai kapan pun.
Flashback off
…………………………
Woohyun P.o.v
Dua hari yang lalu aku berhasil menghubungi sunggyu hyung dan bicara padanya. Dalam obrolan via telpon itu gyu hyung sangat dingin kepadaku, dia bahkan tak banyak bicara dan pembahasan kami sangat random. Aku tahu pasti ada sesuatu yang sedang gyu hyung sembunyikan dariku, entahlah aku juga tak tahu apa itu. Aku hanya bertanya bagaimana kabarnya, kapan dia akan kembali ke seoul dan kenapa selama ini tak mengankat telponku. Lalu gyu hyung hanya menjawab, dia sangat sibuk dan terlalu banyak masalah sampai tak mau bercerita padaku.

Melihatnya seperti itu membuatku tak berani membahas mengenai insiden malam itu, malam di mana kami tanpa sengaja menghabiskan malam berdua. Malam di mana kami memadu kasih berdua, indah memang tapi aku pikir hyung tak mengharapkannya karena setelah malam itu dia mulai menghindariku dan dia pergi tanpa berpamitan kepadaku.
Entah kenapa saat seperti ini aku enggan untuk minum soju dan menghibur diri di club atau ikut balapan liar seperti kebiasaan lamaku, mungkin karena semenjak mengenal gyu hyung aku mulai merubah semua kebiasaan burukku. Akujuga sudah berjanji pada hyung dan diriku sendiri kalau aku ingin berubah menjadi woohyun yang jauh lebih baik.
Hari ini dongwoo hyung menelponku dan memintaku datang ke kampus untuk berlatih musik. Sebenarnya malas juga untuk beranjak dari tempat tidur, karena aku sudah cukup dibuat pusing dengan sikap gyu hyung akhir-akhir ini. Tapi mungkin dengan menghibur diri aku bisa sedikit melupakan rasa rinduku kepadanya. Tanpa membuang-buang waktu aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
>> Author Pov
Seoul, 15.00 pm kst.
Sunggyu dan Minho sudah sampai di asrama Deakkyung Univ. suasana asrama sore itu cukup sepi hanya ada beberapa mahasiswa yang lalu lalang. Minho pun membawa tas yang berisi pakaian sunggyu menuju kamar asramanya. Tanpa sunggyu duga ternyata woohyun ada di sana bersama dongwoo, keduanya baru selesai berlatih music karena sunggyu bisa melihat woohyun membawa sebuah gitar. Woohyun terdiam melihat sunggyu bersama seorang namja yang terus mengandeng tangannya.
“ Gyu kapan kau sampai?” Tanya dongwoo.
“ Baru saja, kalian habis latihan?”
“ Ne, aku habis berlatih music bersama woohyun.”
“ Chagi-ya main aku harus segera pergi, Dokter Yoo sudah menungguku di Rumah Sakit.” Ujar minho sesaat setelah menbaca pesan masuk dari smartphonenya. Sebelum pergi minho kembali mencium punggung tangan sunggyu lalu masuk ke dalam mobil.

Woohyun yang menyaksikan pemandangan tak menyenangkan seperti itu hanya diam, meski dia merasa cemburu melihat namja yang dicintainya mendapat perlakuan istimewa dari namja lain. Sunggyu kambali mengabaikan woohyun sambil melambaikan tangannya ke arah mobil yang kini bergerak meninggalkan kawasan asrama kampus itu.
“ Hyung apa dia kekasihmu?” Tanya woohyun yang langsung pada inti pembicaraan. Seraya menunggu jawaban pasti dari sunggyu woohyun sudah menyiapkan mentalnya manakala sunggyu membenarkan kecurigaannya itu.
“ Ne.” Benar saja kata-kata sunggyu yang terkesan singkat itu cukup membuat nanar mata woohyun sedikit berkaca-kaca.
“ Jadi alasan hyung menghindariku karena dia?”
“ Untuk apa aku menghindarimu bukankah diantara kita memang tak ada apa-apa, dongwoo-ssi kajja kita masuk! Aku ingin beristirahat!.” Sunggyu menarik tangan dongwoo dan meninggalkan woohyun mematung seorang diri.

Woohyun berbalik kamudian berlari mengejak sunggyu dan dongwoo, dia berdiri menghalangi jalan keduanya.
“ Apa lagi!.” Tanya sunggyu dengan ketus.
“ Ikut aku!.” Woohyun menarik paksa tangan sunggyu dan membawanya pergi ke ruang latihan.

Di dalam ruang latihan musik yang kosong dan kurang pencahayaan itu woohyun melepaskan sunggyu. Sikap sunggyu masih sama dia hanya diam dan tak berani menatap kedua mata woohyun.
“ Hyung kau tahu kan aku mencintaimu?”
“ Ne, aku tahu itu.”
“ Lantas kenapa hyung mengacuhkan aku seperti ini? Hyung asal kau tahu aku di sini tersiksa karenamu.”
“ Mian hyun.”
“ Mian?, SETIDAKNYA BERIKAN PENJELASAN AGAR AKU BISA MENGERTI !.” Teriak woohyun tepat di hadapan Sunggyu.
Sunggyu mengangkat wajahnya dan melihat kedua bola mata woohyun mulai menitihkan air mata.
“ Lupakan perasaanmu hyun, lupakan semua yang pernah terjadi di antara kita. Kita cukup jadi teman baik saja!.” Begitu mudahnya sunggyu mengatakan itu di saat perasaan woohyun benar-benar hancur. Bahkan saat air mata woohyun terus membanjiri pipinya sunggyu tetap diam.
“ Mwo?..... Hyung wae? Apa aku salah mencintaimu?”
“ Aku tak bisa bersamamu Woohyun-a, aku telah bertunangan dengannya!.” Sunggyu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan tersebut namun baru beberapa langkah…..
“ Hyung pasti bohong kan? Aku tahu kau juga mencintaiku KIM SUNGGYU!.”
Sunggyu terdiam mendengar ucapan woohyun, seketika air matanya ikut menetes tapi sekuat tenaga ia menahannya dan tetap meneruskan langkahnya.
“ Hyung dorawa! Hyung jebal jangan tinggalkan aku!..........” Woohyun terus menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


Sunggyu Pov
Suara tangisannya yang terisak sungguh membuatku sesak, begitu jahatnya aku menyakiti perasaan seseorang yang tulus mencintaiku. Ingin sekali aku berbalik dan memeluknya tapi begitu aku mundur maka sama saja aku menghancurkan mimpiku. Ini sudah jalanku, jalan yang akan menuntunku pada Impian Terindahku….. ‘ Mianhae Woohyun-a.’ karena aku tak bisa memilihmu…..


Woohyun Pov
Hari ini benar-benar hari terburuk dalam hidupku, namja yang sangat aku cintai mematahkan hatiku. Dia bahkan mematahkannya tanpa ampun sampai membuatku benar-benar merasa hancur. Meski aku menangis di hadapannya, dia tetap tak peduli dan malah meninggalkanku begitu saja. Begitu mudahnya dia menghancurkan perasaanku, begitu mudahnya dia membuangku tapi kenapa sangat sulit untukku melupakannya.

Jangan salahkan aku kalau aku kembali menjadi woohyun yang dulu, menghabiskan malam bersama belasan botol soju. Dan malam ini pun begitu, botol ke-10 yang aku teguk tetap tak bisa membuatku melupakannya. Bahkan rayuan wanita-wanita jalang itu juga tak bisa mengalahkan pesona Sunggyu terus terbayang dalam pikiranku.

>> Author pov
“ Kyaaa kau sudah menghabiskan berapa botol? Woohyun-ssi sadarlah!”
“ Jangan pedulikan aku! urus saja hidupmu!.” Dalam keadaan mabuk berat woohyun masih bisa membalas ocehan namja itu.
“ Kyaaaa kkeumanhae!, lihat wajahmu juga lebam…. apa kau habis bertengkar?”
“ Hahahahaha, aku tadi memukul beberapa preman di pinggir jalan sana.”
“ Aishh jinja, kau sudah mabuk parah!, kajja aku akan mengantarmu pulang!.”
“ Aniya, aku masih ingin di sini!.”
“ Kyaaaa, kkeumanharago! Sunggyu hyung pasti marah melihatmu seperti ini!.”
“ Jangan sebut nama dia di hadapanku brengsek!.”
“ Brengsek kau bilang!, Ahhh aku ingin sekali menonjokmu!.Sungyeol-a palliwa bantu aku membawanya pulang!.” Namja itu memanggil seorang namja yang datang bersamanya.
“ L-ssi apa dia temanmu?” Tanya namja bernama sungyeol.
“ Dia sepupuku, jebal bantu aku membawanya pulang!.”
“ Ne, Kajja.”
Keduanya membawa woohyun pulang ke apartmentnya, namja yang bernama L itu adalah sepupu woohyun sedang sungyeol adalah namja yang sedang dekat dengan L. Sesampainya di dalam apartment woohyun, L dan sungyeol lalu menidurkannya. Tak lama kemudian sunggyu datang dan terlihat panic melihat keadaan woohyun yang sangat berantakan itu.
“ Ouh hyung sudah datang!.” Tanya L.
“ Ne, setelah menbaca pesanmu aku langsung ke sini. Apa yang terjadi padanya?” Terlihat jelas bahwa sunggyu memang mencintai woohyun dari ekspresi kecemasan di wajahnya. Meski sunggyu terus menyangkal nyatanya melihat woohyun seperti itu membuat sunggyu menangis dan merasa bersalah.
“ Aku menemukannya sedang mabuk parah di bar dan wajahnya juga lebam. Dia sempat mengatakan kalau dia sudah menghajar beberapa preman di pinggir jalan. Hyung apa kalian sedang bertengkar?”
“ Ada kesalahpahaman di antara kami, ini sudah malam kalian pulang saja biar aku yang menjaganya.”
“ Ne hyung, kalau ada apa-apa hubungi aku !.” L dan Sungyeol pun pergi meninggalkan apartment woohyun.

Setelah L dan sungyeol pergi, sunggyu mulai mengompress luka lebam di wajah woohyun dengan air hangat, selain itu sunggyu juga melepas sepatu woohyun dan membenarkan posisi tidur woohyun. Sunggyu dapat melihat dengan jelas kedua mata woohyun yang sembab saat sedang mengobati luka lebam di pipi dan dahinya.
“ Mianhae woohyun-a, karena aku kamu jadi seperti ini. Jongmal mianhada.” Sunggyu menyeka air matanya kemudian menyelimuti tubuh woohyun.

Malam semakin larut, sunggyu pun memutuskan menginap dan memilih tidur di sofa yang ada di ruang tengah.

Keesokan harinya, pukul 07.00 am kst
..............
Woohyun terbangun karena kilauan sinar matahari pagi yang masuk ke celah-celah jendela kamarnya. Ia bisa merasakan kepalanya berat dan pusing karena efek mabuk semalam, woohyun tampak heran karena ia sudah berada di kamar apartmentnya padahal seingatnya ia semalam mabuk parah di sebuah bar.
“ Aaaaahhhhh, kenapa aku bisa ada di sini?” Woohyun beranjak meninggalkan tempat tidurnya dan keluar dari kamar. Pandangannya tertuju pada seorang namja yang sedang tertidur di sofa, awalnya woohyun ingin mambangunkan namja itu tapi kemudian woohyun kembali ke kamar dan mengambil sebuah selimut lalu menyelimutkannya ke tubuh namja itu.
“ Kau pasti kedinginan semalaman tidur di luar.”

Woohyun jongkok tepat di depan tubuh sunggyu yang sedang tertidur, tangannya ingin sekali menyentuh rambut sunggyu dan membelainya dengan lembut tapi ia sadar bahwa sekarang Sunggyu telah menjadi milik orang lain. Dan secepatnya woohyun harus melupakan semua perasaannya kepada sunggyu.
“ Hyung kenapa semua ini terjadi pada kita, untuk apa aku mencintaimu kalau aku tak bisa memilikimu hyung!. Bukankah sia-sia saja perasaanku itu?” Woohyun tertunduk, air matanya perlahan menetes. Jujur saja woohyun benar-benar sangat cengeng.

……………
“ Mencintai tak harus memiliki hyun.” Sunggyu terbangun dan langsung menatap kedua mata woohyun.
“ Tapi itu terlalu sulit untukku hyung!, aku tak sanggup melihatmu dengan namja lain.” Woohyun kembali menitihkan air matanya.
“ Jauh lebih sulit saat kita harus bersama dengan seseorang yang tidak kita cintai.”
“ Apa maksudmu hyung?.”
“ Aku terpaksa menerima pertunangan ini karena appaku ingin membalas budi kepada keluarga minho, appanya minho sudah banyak membantu keluargaku hyun. Dan karena mereka lah, Appaku masih bisa bertahan sejauh ini.”
“ Hyung aku tidak mengerti!”
“ Appa menderita lemah jantung dan selama ini Tuan Park-lah yang membiayai seluruh pengobatan appa dan juga biaya hidup kami. Hidup kami sangat bergantung pada keluarganya minho, itu lah alasan aku menerima perjodohan ini.”

Woohyun terdiam mendengar penjelasan dari sunggyu, kini tak ada lagi jalan keluar dari polemic cinta antara dirinya dan namja yang berada di hadapannya itu.
“ Hyung kau mau kan tetap menjadi hyungku?”
“ Sampai kapan pun aku akan tetap menjadi hyungmu dan aku sangat menyayangimu hyun, biarkan apa yang telah kita lewati selama ini menjadi kenangan yang akan kita ingat di masa tuan nanti.”
“ Gomawo hyung. ( meski aku tak bisa memilikimu tapi aku akan tetap mencintaimu hyung!).”” Woohyun memeluk sunggyu dengan erat begitu pula dengan sunggyu juga membalas pelukan woohyun.


…………………….
Untuk melupakan patah hatinya, woohyun pergi menemui noonanya yang bekerja di sebuah rumah sakit. Woohyun datang tentu tidak dengan tangan kosong, dia membawa sebuah banan cake yang sangat digemari noonanya itu.
Setelah bertemu di rumah sakit, mereka pun mengobrol di restoran sambil makan siang. Hubungan kedua sempat renggang karena Ji hyun sangat sibuk, tapi meskipun begitu mereka tampak tak canggung sama sekali.
“ Bagaimana kuliahmu hyun?”
“ Biasa saja, aku mendapat banyak tugas dan nilai kuliah jelek.”
“ Ehey!.” Ji hyun menjitak kepala woohyun cukup keras. “ Bagaimana kau bisa meneruskan perusahaan kalau kuliahmu berantakan seperti itu.” Meski sikapnya dingin, nyatanya ji hyun merupakan sosok yang menyenangkan dan sangat peduli.
“ Aku tak tertarik, biarkan suamimu saja yang mengelola perusahaan appa.” Woohyun menyeruput minumannya dengan rakut.
“ Aku akan menikah dengan seorang dokter, bukan pengusaha!.”
“ Wae? Bukankah kau suka namja yang memakai jas.”
“ Kau pikir dokter tidak memakai jas. Pabbo!.” Kembali ji hyun melayangkan pukulan ke kepala woohyun tapi kali ini dengan pena yang sedang dimainkannya.
“ Hentikan! Aku bukan anak kecil lagi!.”
“ Kau memang bukan anak kecil, tapi sikapmu masih kekanak-kanakan hyun!.”
“ Terserah kau saja.” Woohyun mengitari padangan para suasanan Restoran yang mulai ramai. “ Noona kapan pulang?”
“ Ke mana? Apartment? Atau rumah?”
“ Ke rumah, apa kau tak merindukan appa dan eomma?”
“ Kau sendiri ?”
“ Kau tahu kan aku kabur!.”
“ Kau kabur tapi appa dan eomma memberimu apartment mewah, aku akan pulang kalau appa dan eomma menelpon!.”
“ Mereka mungkin sudah lupa dengan kita!.”
“ Ya kau benar, appa sibuk dengan perusahaan dan selingkuhannya. Eomma sibuk dengan karir dan ambisinya. Kau sibuk dengan kekasihmu itu!.”
“ Siapa?”
“ Itu namja sipit yang punya gigi hamster!.”
“ Sunggyu hyung? dia bukan kekasihku. Dia sudah bertunangan.”
“ Jinja? ahhh kau pasti datang menemuiku karena patah hati kan?” Ji hyun sedikit mengejek woohyun sambil tertawa kecil.
“ Kau sendiri bagaimana? Kapan kau menikah?” Woohyun balik menyerang noonanya dengan menyinggung masalah pernikahan.
“ Kyaaaa, jangan mengejek. Aku masih muda, urusan menikah nanti aku pikirkan.”
“ Kau sudah 28 tahun, usia yang matang untuk menikah dan berikan appa dan eomma cucu agar mereka bisa berubah.”
“ Aku akan menikah saat aku benar-benar yakin, lantas kau sekarang jomblo?”
“ Ani, aku sedang solo karir.”
“ Itu kata-kataku!.”
“ Aku memang menirunya dari mu.” Woohyun meleparkan senyuman kecil kepada ji hyun sehingga mampu menepis rasa rindu yang mereka rasakan.
“ Pabboya!”
“ Noona lain waktu kita pergi berlibur!.”
“ Kemana?”
“ Kemana saja, kita habiskan waktu bersama appa dan eomma seperti dulu.”
“ Kajja!.” Ji hyun tahu bagaimana perasaan woohyun yang sangat merindukan kehangatan belaian sebuah keluarga, karena sejujurnya ia juga merindukan saat-saat seperti dulu. Saat mereka tinggal dalam satu rumah, makan bersama, tertawa bersama dan menghabiskan waktu bersama.

Woohyun menghabiskan waktunya seharian bersama ji hyun, mereka mengulang kembali moment kebersamaan mereka yang telah lama hilang. Pergi ke taman hiburan, menonton film dan berbelanja dan banyak hal lagi yang mereka lakukan seharian itu. Kedua kakak beradik itu kembali mengulang masa kecil mereka.
…………………
Tahun ajaran baru….
Pagi-pagi sekali woohyun sudah berada di kampus karena ada janji bersama Dongwoo dan hoya untuk latihan musik. Mereka biasanya memanfaatkan ruangan latihan pada pagi hari agar tidak harus berbagi dengan anggota komunitas yang lain juga karena saat pagi suasana kampus masih sepi. Tapi pagi itu dongwoo dan hoya masih belum datang, padahal waktu yang dijanjikan sudah lewat 10 menit. Woohyun akhirnya mengalihkan rasa bosannya dengan bermain piano. Alunan melodi memenuhi ruangan tersebut, tapi hanya sebentar karena suara tepukan tangan menghentikan permainan woohyun.
“ Namu-ya, permainan pianomu semakin indah.” Puji seseorang yang tengah berjalan mendekati woohyun.
“ Kau mau apa ke sini?” Tanya woohyun dengan ketus, menandakan bahwa ia tak suka dengan kahadiran orang itu.
“ Aku hanya lewat, lalu mendengar alunan suara piano. Sudah lama aku tak mendengar permaian pianomu, boleh aku mendengarnya lagi?”
“ Aniya, kehadiranmu membuatku bad mood.”
“ Namu-ya apa kau masih marah padaku? Aku sudah ratusan kali meminta maaf padamu.”
“ Aku sudah memaafkanmu, pergilah!.”
“ Namu-ya jebal, biarkan aku tetap bersamamu.”
“ Kyaaa apa kau tuli? AKU BILANG PERGI !.” Woohyun membentaknya dengan keras.
“ Namu-ya, mianhae!”
“ Key sudahlah, aku sudah memaafkanmu dan sekarang aku minta kau pergi!.”
“ Nam woohyun, aku masih sangat mencintaimu bagaimana mungkin aku bisa pergi dari hidupmu!.” Namja bernama key itu meraih tangan woohyun dan air matanya menetes semakin deras.
“ Ya sudah lupakan aku seperti aku melupakanmu dan buang semua perasaan bodohmu itu.”
“ Namu-ya, apa tak ada kesempatan untuk kita kembali?”
“ Kembali? Kau hanya akan menjadi masa lalu ku! kau dengar itu!.” Woohyun menghempas tangan key dan meninggalkannya yang tengah menangis itu.
Woohyun menutup pintu ruangan musik dengan cukup keras sehingga membuat key tersentak kaget.
“ Kalau aku tak bisa memilikimu maka siapa pun tak boleh memilikimu, termasuk Kim Sunggyu!.” Key mengepus air matanya dan menatap pintu itu dengan mata yang dipenuhi amarah.

To be Continue .............
Untuk chap 3 gak ada spoiler , soalnya spoiler yang kemarin masih belum di ceritain.

No comments: