Sunday, December 11, 2016

Review – Rainy Day


Note :
Pfft, wanjer xD baru aja ngakak udah end wkw. Ihhh, unyu bgt ceritanya, dilanjut boleh ni

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rainy Day | WooGyu’s shortfict
24 November · WooGyu fanfiction...
Title : Longer
Author : Archie a.k.a @deadeadhean
Genre : ?
Rated : M (maybe) ._.
Don’t Like?? Don’t read ‘n don’t bash!!! and also…DON’T COPAS!!!!!

Happy Reading!!!!

Hujan tidak pernah berhenti sejak sore tadi sampai malam ini. Sesekali suara gemuruh dan kilatan cahaya bisa terlihat saat petir kembali menyambar di langit. Bisa dipastikan,sebagian besar orang pasti akan lebih memilih untuk berdiam di rumah sambil menjalin hubungan baik dengan kasur dan bantal. Tidur nyenyak sepanjang hari memang satu-satunya kegiatan yang paling memungkinkan di saat seperti ini.
Sungkyu juga berharap bisa melakukan hal sederhana itu. Pasti akan sangat menyenangkan bermalas-malasan di bawah selimut sepanjang hari.
Dan ya,sekarang pun ia sudah melakukannya. Sudah sejak tadi sore ia membungkus tubuhnya dengan selimut putih tebal dan berada di tempat tidur,
-bersama Nam Woohyun.
“Woohyun-ah,hentikan~”
Untuk kesekian kalinya Sungkyu merengek,tapi sepertinya tidak berguna. Rengekan itu justru semakin memacu adrenalin Woohyun dalam memecahkan rekor bercintanya dengan Sungkyu.
Itu terdengar konyol dan memalukan. Tapi mau bagaimana lagi? Salahkan Kim Myungsoo adiknya. Entah apa yang sudah dikatakan anak bodoh itu kepada Woohyun sampai-sampai kakak iparnya itu berubah menjadi ‘up normal’ seperti ini.
Sungkyu masih ingat persis beberapa hari yang lalu. Saat itu Woohyun baru pulang dari perjalanan bisnisnya dan tiba-tiba saja memeluknya erat sampai Sungkyu hampir tidak bisa bernafas.
“Tenang,sayang. Seperti yang Myungsoo katakan,kita akan melakukannya saat badai datang nanti. Jangan khawatir, aku pasti bisa bertahan jauh lebih dalam dari yang kau harapkan.”
Awalnya Sungkyu mengabaikan pernyataan ambigu itu. Tapi hari ini ia sadar,betapa mengerikannya makna dari teriakan penuh semangat Woohyun hari itu.
“Gyuyie,jebal...hari ini saja.”
“Tidak! Bokongku sudah terlalu sakit,bodoh! Kau tidak berhenti melakukannya dari tadi dan tidak pernah membiarkanku istirahat.”
“Tapi kau menyukainya kan? Aku ingat saat kau meneriakkan namaku tadi. Woohyunnn,,fasteerrhhh...engghhh,ahh....”
Demi seluruh spesies pohon yang ada di dunia ini!! Sungkyu ingin sekali menendang tubuh fullnaked Woohyun yang masih berusaha untuk menggodanya.
“Sampai kapan kau ingin melakukannya,hah? Kurasa ini benar-benar sudah robek,tuan!”
“Eoh,benarkah? Aku tidak tau kalau ‘milikku’ terlalu besar untukmu. Pantas saja itu terasa sangat sempit.”
Tatapan mematikan langsung diberikan oleh Sungkyu.
“Oh ayolah sayang,aku sedang memujimu.”
Sungkyu hanya berdecih. Baiklah,dia tau kalau Woohyun memang seringkali kehilangan kontrol saat mereka sudah beradu kulit di atas tempat tidur. Tapi sekarang?
Suaminya itu bahkan tidak membiarkannya beristirahat sampai 10 menit.
“Jadi,siap untuk lanjut?”
“Tidak!”
“Eoh,kau sudah tidap sabar untuk melanjutkannya?”
“Yakhhh!! Nam Wooh- mmhhh...”
Semua seperti tidak berguna saat bibir tebal Woohyun kembali menempel di bibir cherry Sungkyu. Bagaimana pun kerasnya Sungkyu menolak,toh ia pun tidak akan berdaya jika makhluk seksi di depannya *uhhuukkk* sudah mulai menyerang dan tidak menerima alasan apapun untuk tidak melanjutkan ‘kegiatan’ melelahkan mereka.
Sementara,hujan deras di luar sana tidak kunjung berhenti. Seperti ingin menertawai Sungkyu dan menjadi penyemangat bagi Woohyun saat suaminya itu kembali melakukan gerak konstan nan agresif yang kerap kali membuatnya melenguh meskipun awalnya menolak.
Yuppp....hujan memang tidak akan berhenti sepertinya. Waktu yang tepat untuk berada di tempat tidur sepanjang hari.
Iya kan,Nam Woohyun?


END....
Please leave your coment...^^


No comments: