Note : WANJEEEEEEEEEER. WAT DE HEEEEELLLLL. NO WORDS NEEDED. JUST NEXT !!!!!!!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Author : Runi Rahmawati (Woohyunnie)
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho, key ( Shinee) & Nam Ji Hyun ( OC)
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho, key ( Shinee) & Nam Ji Hyun ( OC)
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Happy Reading!.
" Kadang kejujuran itu bisa menyakitkan.” >> Myungsoo
Chapter 3
Chapter 3
Seoul, 08.00 Am Kst
Seorang namja dengan mata elang dan bibir tipis terlihat sangat bahagia, senyumannya selalu terukir indah dan terus memainkan sebuah kotak kecil berlapiskan kertas kado berwarna merah muda.
“ Sungyeol pasti menyukainya…..” Ujarnya sambil menatap intent kotak yang sudah ia siapkan sebelum sosok bernama sungyeol yang sedang ditunggunya muncul.
Tak lama berselang, namja tinggi putih datang tergesa-gesa. Tangannya tampak kerepotan dengan tas laptop dan beberapa dokumen.
“ Kau sudah lama ya? mian tadi ada banyak pekerjaan di kantor.”
“ Pagi-pagi begini?”
“ Tugasku mengejar deadline, ada apa memintaku datang?”
“ Kau mau pergi lagi?”
“ Ani, aku ingin sarapan dan minum kopi dulu. Kau tak kuliah?”
“ Aku bolos.” Balasnya sambil menyeruput kopi hangat yang sudah dianggurkan sejak tadi, sedang temannya itu hanya memperhatikan. “ Jangan cemas, hari ini tidak ada jadwal. Akhir-akhir ini kau sangat sibuk sungyeol-ah.”
“ Mianhae Myungsoo-ya, pekerjaanku tidak bisa ditunda.”
“ Aku tahu, menjadi seorang jurnalis pasti berat.”
“ Aniya, aku sangat mencintai pekerjaanku. Kau tahu menjadi seorang jurnalis bukan hanya pekerjaanku tapi juga impianku sejak kecil. Aku bisa mengungkap sebuah fakta yang tersembunyi, aku ingin semua orang bersikap jujur.”
“ Apa kau tak takut dapat masalah?..... Kadang kejujuran itu bisa menyakitkan!.”
“ Lebih menyakitkan dari pada dibohongi.” Sungyeol menatap lurus lawan bicaranya dan keduanya saling menatap beberapa saat.
“ Oh iya ada apa kau menelponku ke sini?” Sungyeol pun tak rela membiarkan kopi miliknya menjadi dingin, akhirnya ia teguk sampai habis setengahnya.
“ Sungyeol-a aku………..” Myungsoo tampak ragu untuk mengatakannya, mengatakan bahwa sosok yang ada dihadapannya berhasil membuat jantungnya berdetak tak beraturan.
“ Ahhh aku ingat sesuatu, myungsoo-ya kau harus lihat ini!.” Sungyeol mengeluarkan secarik kertas dari tumpukan dokumennya. “ Kau harus membacanya!.” Menyodorkan kertas itu kepala teman hangoutnya.
“ Artikel apa ini?” Myungsoo dengan cermat mulai membaca tulisan yang tertuang dalam secarik kertas tersebut.
“ Itu artikel yang aku print out dari situs pemberitaan di Jepang.”
“ Key? “ Myungsoo membulatkan matanya dan sedikit menaikkan intonasi suaranya. “ Melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadi dan mengemudi ugal-ugalan.”
“ Dia teman lamamu kan? Di situ juga tercantum nama sekolah lamamu.”
“ Kami dulu sempat dekat!,,,,ani maksudku…. aku, woohyun dan key sangat akrab. Dan woohyun mantan pacarnya.”
“ Woohyun yang waktu itu mabuk di bar?”
“ Iya.” Myungsoo tak mengalihkan padangannya dari artikel tersebut. “ Jadi key sempat di rawat di rumah sakit karena gangguan mental.”
“ Ne, kedua orang tuanya cerai dan ayahnya terlibat skandal korupsi. Dia kembali ke seoul untuk berobat.”
“ Aniya, key di sini tidak berobat tapi dia melanjutkan kuliahnya. Dia satu kampus dengan woohyun.”
“ Sungguh?”
“ Ne, woohyun sering cerita kalau kehadiran key membuatnya tidak nyaman. Key terus mengejar-ngejarnya dan meminta balikan!.”
“ Myungsoo-ya sebaiknya kau beritahu woohyun agar dia lebih hati-hati dengan key.”
“ Apa key berbahaya?” Tanya myungsoo sambil melepaskan pandangannya dari kertas tersebut.
“ Bukan begitu, aku hanya takut key berbuat nekad kepada woohyun.”
“ Kau benar, aku tidak menyangka kehidupan key akan seperti ini.”
“ Ne, kau benar. Perceraian orang tuanya membuat mental key terganggu.”
“ Ini pasti sangat berat untuknya.”
“ Oh iya, tadi kau ingin mengatakan apa?” Tanya sungyeol.
“ Aku…….”
“ Kau kenapa?”
“ Aku lupa.” Balas myungsoo sambil tersenyum.
“ Heyyy, kau aneh!.” Sungyeol kembali meneguk minumannya.
“ Sungyeol-a kau maukan jadi kekasihku?” Ucapan myungsoo sukses membuat namja tinggi itu memuncratkan minumannya tepat di wajah myungsoo.
“ Yaaa kau jorok sekali!.” Myungsoo mengelap wajahnya dengan tangan kosong sambil merasa jijik.
“ Uhuk uhuk omo mianhae myungsoo-ya, aku tidak sengaja!.” Sungyeol sontak mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap paras tampan myungsoo yang terkena muncratannya. “ Jongmal mianhae.”
“ Ahh sudah tak apa!. Ini juga karena aku menembakmu di saat yang tidak tepat.”
“ Aku mau!.”
“ Nde?” Myungsoo pura-pura tak mendengar ucapan sungyeol.
“ Aku mau jadi kekasihmu.”
“ Jinja?” Tanya myungsoo sekali lagi dan sungyeol langsung mengiyakan dengan anggukan beberapa kali.“ Saranghae sungyeol-a.” Myungsoo menggenggam tangan sungyeol dan menciumnya dengan lembut.
“ Na do saranghae myungsoo-ya.”
“ Aku punya sesuatu untukmu.”
“ Apa?”
“ Ta da……” Myungsoo menyodorkan kotak berwrna pink itu pada namja yang sekarang berstatus kekasihnya. “ Bukalah!.”
“ Ne.” Sungyeol mulai membuka kotak tersebut. Sebuah jam berwarna hitan tersembunyi di balik kotak tersebut.
“ Apa kau menyukainya?”
“ Tentu saja.” Sungyeol tak henti mengukir senyuman saat Myungsoo melingkarkan jam tangan tersebut di tangannya.
“ Meski kau sangat sibuk, aku harap kau selalu bisa meluangkan waktumu bersamaku chagi!.”
Sungyeol merasa tersentuh dengan kata-kata kekasihnya itu.
“ Sesibuk apapun, aku akan berusaha ada untukmu chagi.”
( Skip………… biarkan Myungyeol menikmati waktu kebersamaan mereka)
Seoul, 08.00 Am Kst
Seorang namja dengan mata elang dan bibir tipis terlihat sangat bahagia, senyumannya selalu terukir indah dan terus memainkan sebuah kotak kecil berlapiskan kertas kado berwarna merah muda.
“ Sungyeol pasti menyukainya…..” Ujarnya sambil menatap intent kotak yang sudah ia siapkan sebelum sosok bernama sungyeol yang sedang ditunggunya muncul.
Tak lama berselang, namja tinggi putih datang tergesa-gesa. Tangannya tampak kerepotan dengan tas laptop dan beberapa dokumen.
“ Kau sudah lama ya? mian tadi ada banyak pekerjaan di kantor.”
“ Pagi-pagi begini?”
“ Tugasku mengejar deadline, ada apa memintaku datang?”
“ Kau mau pergi lagi?”
“ Ani, aku ingin sarapan dan minum kopi dulu. Kau tak kuliah?”
“ Aku bolos.” Balasnya sambil menyeruput kopi hangat yang sudah dianggurkan sejak tadi, sedang temannya itu hanya memperhatikan. “ Jangan cemas, hari ini tidak ada jadwal. Akhir-akhir ini kau sangat sibuk sungyeol-ah.”
“ Mianhae Myungsoo-ya, pekerjaanku tidak bisa ditunda.”
“ Aku tahu, menjadi seorang jurnalis pasti berat.”
“ Aniya, aku sangat mencintai pekerjaanku. Kau tahu menjadi seorang jurnalis bukan hanya pekerjaanku tapi juga impianku sejak kecil. Aku bisa mengungkap sebuah fakta yang tersembunyi, aku ingin semua orang bersikap jujur.”
“ Apa kau tak takut dapat masalah?..... Kadang kejujuran itu bisa menyakitkan!.”
“ Lebih menyakitkan dari pada dibohongi.” Sungyeol menatap lurus lawan bicaranya dan keduanya saling menatap beberapa saat.
“ Oh iya ada apa kau menelponku ke sini?” Sungyeol pun tak rela membiarkan kopi miliknya menjadi dingin, akhirnya ia teguk sampai habis setengahnya.
“ Sungyeol-a aku………..” Myungsoo tampak ragu untuk mengatakannya, mengatakan bahwa sosok yang ada dihadapannya berhasil membuat jantungnya berdetak tak beraturan.
“ Ahhh aku ingat sesuatu, myungsoo-ya kau harus lihat ini!.” Sungyeol mengeluarkan secarik kertas dari tumpukan dokumennya. “ Kau harus membacanya!.” Menyodorkan kertas itu kepala teman hangoutnya.
“ Artikel apa ini?” Myungsoo dengan cermat mulai membaca tulisan yang tertuang dalam secarik kertas tersebut.
“ Itu artikel yang aku print out dari situs pemberitaan di Jepang.”
“ Key? “ Myungsoo membulatkan matanya dan sedikit menaikkan intonasi suaranya. “ Melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadi dan mengemudi ugal-ugalan.”
“ Dia teman lamamu kan? Di situ juga tercantum nama sekolah lamamu.”
“ Kami dulu sempat dekat!,,,,ani maksudku…. aku, woohyun dan key sangat akrab. Dan woohyun mantan pacarnya.”
“ Woohyun yang waktu itu mabuk di bar?”
“ Iya.” Myungsoo tak mengalihkan padangannya dari artikel tersebut. “ Jadi key sempat di rawat di rumah sakit karena gangguan mental.”
“ Ne, kedua orang tuanya cerai dan ayahnya terlibat skandal korupsi. Dia kembali ke seoul untuk berobat.”
“ Aniya, key di sini tidak berobat tapi dia melanjutkan kuliahnya. Dia satu kampus dengan woohyun.”
“ Sungguh?”
“ Ne, woohyun sering cerita kalau kehadiran key membuatnya tidak nyaman. Key terus mengejar-ngejarnya dan meminta balikan!.”
“ Myungsoo-ya sebaiknya kau beritahu woohyun agar dia lebih hati-hati dengan key.”
“ Apa key berbahaya?” Tanya myungsoo sambil melepaskan pandangannya dari kertas tersebut.
“ Bukan begitu, aku hanya takut key berbuat nekad kepada woohyun.”
“ Kau benar, aku tidak menyangka kehidupan key akan seperti ini.”
“ Ne, kau benar. Perceraian orang tuanya membuat mental key terganggu.”
“ Ini pasti sangat berat untuknya.”
“ Oh iya, tadi kau ingin mengatakan apa?” Tanya sungyeol.
“ Aku…….”
“ Kau kenapa?”
“ Aku lupa.” Balas myungsoo sambil tersenyum.
“ Heyyy, kau aneh!.” Sungyeol kembali meneguk minumannya.
“ Sungyeol-a kau maukan jadi kekasihku?” Ucapan myungsoo sukses membuat namja tinggi itu memuncratkan minumannya tepat di wajah myungsoo.
“ Yaaa kau jorok sekali!.” Myungsoo mengelap wajahnya dengan tangan kosong sambil merasa jijik.
“ Uhuk uhuk omo mianhae myungsoo-ya, aku tidak sengaja!.” Sungyeol sontak mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap paras tampan myungsoo yang terkena muncratannya. “ Jongmal mianhae.”
“ Ahh sudah tak apa!. Ini juga karena aku menembakmu di saat yang tidak tepat.”
“ Aku mau!.”
“ Nde?” Myungsoo pura-pura tak mendengar ucapan sungyeol.
“ Aku mau jadi kekasihmu.”
“ Jinja?” Tanya myungsoo sekali lagi dan sungyeol langsung mengiyakan dengan anggukan beberapa kali.“ Saranghae sungyeol-a.” Myungsoo menggenggam tangan sungyeol dan menciumnya dengan lembut.
“ Na do saranghae myungsoo-ya.”
“ Aku punya sesuatu untukmu.”
“ Apa?”
“ Ta da……” Myungsoo menyodorkan kotak berwrna pink itu pada namja yang sekarang berstatus kekasihnya. “ Bukalah!.”
“ Ne.” Sungyeol mulai membuka kotak tersebut. Sebuah jam berwarna hitan tersembunyi di balik kotak tersebut.
“ Apa kau menyukainya?”
“ Tentu saja.” Sungyeol tak henti mengukir senyuman saat Myungsoo melingkarkan jam tangan tersebut di tangannya.
“ Meski kau sangat sibuk, aku harap kau selalu bisa meluangkan waktumu bersamaku chagi!.”
Sungyeol merasa tersentuh dengan kata-kata kekasihnya itu.
“ Sesibuk apapun, aku akan berusaha ada untukmu chagi.”
( Skip………… biarkan Myungyeol menikmati waktu kebersamaan mereka)
Seoul Hospital Centre
Pagi itu Ji hyun sudah disibukan dengan menangani pasien kecelakaan lalu lintas. Ada beberapa korban dari kecelakaan yang terjadi dini hari itu. Sebagai seorang perawat ji hyun bertugas membantu dokter membantu dokter dalam menangani pasien kapan pun dimana pun dan dalam kondisi apapun. Ji hyun tampak kerepotan ketika harus membersihkan darah yang bercampur dengan pasir pada luka salah seorang pasien.
“ Perawat Nam bersihkan dengan benar! Agar tidak timbul infeksi.”
“ Saya mengert dokter.” Yeoja cantik itu begitu telaten dalam menangani pasiennya, bahkan ia tak memperdulikan ketika seragam kerjanya terkena noda darah.
“ Perawat nam biar saya bantu!.” Entah sejak kapan namja itu berada di ruang UGD yang jelas kehadirannya lumayan membuat jantung ji hyun berdetak kencang.
“ Ahh ne, tolong ambilkan anti septiknya.”
“ Ne, sepertinya lukanya cukup parah.”
“ Kau benar, tapi untungnya pendarahannya bisa segera ditangani.”
“ Setelah kau bersihkan, aku akan menjahit lukanya.”
“ Ne, aku akan membantu pasien yang lain.” Setelah menangani pasien tersebut, ji hyun beralih ke pasien yang lain. Suasana ruang UGD pagi itu cukup sibuk, para pasien berjuang melawan maut dan para dokter beserta perawat berjuang menyelamatkan pasien.
Pagi itu Ji hyun sudah disibukan dengan menangani pasien kecelakaan lalu lintas. Ada beberapa korban dari kecelakaan yang terjadi dini hari itu. Sebagai seorang perawat ji hyun bertugas membantu dokter membantu dokter dalam menangani pasien kapan pun dimana pun dan dalam kondisi apapun. Ji hyun tampak kerepotan ketika harus membersihkan darah yang bercampur dengan pasir pada luka salah seorang pasien.
“ Perawat Nam bersihkan dengan benar! Agar tidak timbul infeksi.”
“ Saya mengert dokter.” Yeoja cantik itu begitu telaten dalam menangani pasiennya, bahkan ia tak memperdulikan ketika seragam kerjanya terkena noda darah.
“ Perawat nam biar saya bantu!.” Entah sejak kapan namja itu berada di ruang UGD yang jelas kehadirannya lumayan membuat jantung ji hyun berdetak kencang.
“ Ahh ne, tolong ambilkan anti septiknya.”
“ Ne, sepertinya lukanya cukup parah.”
“ Kau benar, tapi untungnya pendarahannya bisa segera ditangani.”
“ Setelah kau bersihkan, aku akan menjahit lukanya.”
“ Ne, aku akan membantu pasien yang lain.” Setelah menangani pasien tersebut, ji hyun beralih ke pasien yang lain. Suasana ruang UGD pagi itu cukup sibuk, para pasien berjuang melawan maut dan para dokter beserta perawat berjuang menyelamatkan pasien.
…………………..
Setelah berjuang selama kurang lebih 2 jam di ruang UGD, akhirnya Ji hyun dapat bernafas dengan lega karena para korban kecelakaan lalu lintas itu dapat diselamatkan.Kini ji hyun sedang sarapan bersama rekan kerja dan beberapa dokter di kantin rumah sakit.
“ Perawat nam kau sudah bekerja keras!.” Ujar salah seorang perawat sambil melempar senyumannya.
“ Ne sunbaenim, anda juga sudah bekerja keras.” Balas ji hyun kepada perawat senior yang memujinya.
“ Kalian semua sudah bekerja keras.”
“ Ne Dokter Yoo.”
“ Oh aku lupa mengenalkan dokter baru yang bertugas di ruang UGD kepada kalian.”
“ Dokter yoo, apa dokter itu namja yang tadi membantuku?” Tanya Ji hyun.
“ Ne, namanya Park Minho dia sudah di trainee di Rumah sakit Gangnam dan sekarang dia akan bekerja sebagai tenaga medis di sini.”
“ Ahh kkeraeyo, sepertinya dia masih muda?”
“ Kau benar perawat nam, dia seumuran denganmu.”
“ Jinja?”
“ Eeeeeee…… sepertinya akan ada drama cinta di rumah sakit ini.”
“ Yaaa wae?”
“ Kyaa ji hyun-a bukankah kau sangat mengidamkan suami seorang dokter?”
“ Ne itu benar.”
“ Nahh itu kesempatan untukmu mendapatkan hati Dokter Park.” Goda beberapa rekan kerja Ji hyun.
“ Kyaaaa kkeumanhae….. Dokter Yoo mianhae, mulut mereka tidak bisa dijaga.” Ji hyun ingin sekali menjitak satu persatu teman-temannya itu tapi kehadiran Dokter yoo membuatnya harus menjaga sikap.
“ Kalian ini, Dokter Park kemarilah!.” Dokter Yoo memanggil minho yang baru saja mengambil menu sarapannya.
“ Ahhh dia benar-benar tampan.”
“ Kyaaa Ji hyun-a apa kau akan melepaskannya?” Bisik salah seorang perawat yang duduk di samping Ji hyun.
“ Yaa kkeumanhae, sebelum aku memukul kepalamu!.” Ji hyun mencubit paha temannya itu.
“ Awww……” Pekiknya kesakitan.
“ Perawat kang, kau baik-baik saja??”
“ Ne Dokter yoo, nan gwaenchannayo.”
Setelah berjuang selama kurang lebih 2 jam di ruang UGD, akhirnya Ji hyun dapat bernafas dengan lega karena para korban kecelakaan lalu lintas itu dapat diselamatkan.Kini ji hyun sedang sarapan bersama rekan kerja dan beberapa dokter di kantin rumah sakit.
“ Perawat nam kau sudah bekerja keras!.” Ujar salah seorang perawat sambil melempar senyumannya.
“ Ne sunbaenim, anda juga sudah bekerja keras.” Balas ji hyun kepada perawat senior yang memujinya.
“ Kalian semua sudah bekerja keras.”
“ Ne Dokter Yoo.”
“ Oh aku lupa mengenalkan dokter baru yang bertugas di ruang UGD kepada kalian.”
“ Dokter yoo, apa dokter itu namja yang tadi membantuku?” Tanya Ji hyun.
“ Ne, namanya Park Minho dia sudah di trainee di Rumah sakit Gangnam dan sekarang dia akan bekerja sebagai tenaga medis di sini.”
“ Ahh kkeraeyo, sepertinya dia masih muda?”
“ Kau benar perawat nam, dia seumuran denganmu.”
“ Jinja?”
“ Eeeeeee…… sepertinya akan ada drama cinta di rumah sakit ini.”
“ Yaaa wae?”
“ Kyaa ji hyun-a bukankah kau sangat mengidamkan suami seorang dokter?”
“ Ne itu benar.”
“ Nahh itu kesempatan untukmu mendapatkan hati Dokter Park.” Goda beberapa rekan kerja Ji hyun.
“ Kyaaaa kkeumanhae….. Dokter Yoo mianhae, mulut mereka tidak bisa dijaga.” Ji hyun ingin sekali menjitak satu persatu teman-temannya itu tapi kehadiran Dokter yoo membuatnya harus menjaga sikap.
“ Kalian ini, Dokter Park kemarilah!.” Dokter Yoo memanggil minho yang baru saja mengambil menu sarapannya.
“ Ahhh dia benar-benar tampan.”
“ Kyaaa Ji hyun-a apa kau akan melepaskannya?” Bisik salah seorang perawat yang duduk di samping Ji hyun.
“ Yaa kkeumanhae, sebelum aku memukul kepalamu!.” Ji hyun mencubit paha temannya itu.
“ Awww……” Pekiknya kesakitan.
“ Perawat kang, kau baik-baik saja??”
“ Ne Dokter yoo, nan gwaenchannayo.”
Minho berjalan menghampiri kumpulan para dokter dan perawat itu,
dengan senyum manisnya dia membius para perawat termasuk ji hyun.
“ Aigoo senyumannya membuatku jatuh cinta.”
“ Kyaaa pelankan suaramu.” Ujar Ji hyun sambil menampar halus paha perawat kang.
“ Annyeonghasseyo!.” Ujar minho memberikan salam.
“ Ne annyeonghassaeyo dokter park, duduklah!.”
“ Ne.”
“ Dokter park ….. perkenalkan mereka para perawat yang nanti akan membantumu selama berada di ruang UGD.”
“ Annyeonghassaeyo, Dokter Park Minho imnida.”
“ Ne, annyeong perawat nam jihyun, nan Kang Seo Ah, Im Ji hye, dan aku perawat senior Choi Su bin.” Para perawat itu memeperkenalkan diri mereka masing-masing. Selain itu mereka saling berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.
“ Perawat nam, bukankah anda yang tadi membantuku?”
“ Ne.”
“ Gomawo, kau tadi sudah banyak membantuku.”
“ Ne, anda juga sudah bekerja keras Dokter Park.” Ji hyun tersenyum kepada minho.
Setelah acara perkenalan itu, semua kembali pada aktivitas sarapan yang sempat tertunda. Namun baru beberapa menit, tiba-tiba minho mendapat telpon dan langsung pergi meninggalkan Rumah sakit.
“ Aigoo senyumannya membuatku jatuh cinta.”
“ Kyaaa pelankan suaramu.” Ujar Ji hyun sambil menampar halus paha perawat kang.
“ Annyeonghasseyo!.” Ujar minho memberikan salam.
“ Ne annyeonghassaeyo dokter park, duduklah!.”
“ Ne.”
“ Dokter park ….. perkenalkan mereka para perawat yang nanti akan membantumu selama berada di ruang UGD.”
“ Annyeonghassaeyo, Dokter Park Minho imnida.”
“ Ne, annyeong perawat nam jihyun, nan Kang Seo Ah, Im Ji hye, dan aku perawat senior Choi Su bin.” Para perawat itu memeperkenalkan diri mereka masing-masing. Selain itu mereka saling berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.
“ Perawat nam, bukankah anda yang tadi membantuku?”
“ Ne.”
“ Gomawo, kau tadi sudah banyak membantuku.”
“ Ne, anda juga sudah bekerja keras Dokter Park.” Ji hyun tersenyum kepada minho.
Setelah acara perkenalan itu, semua kembali pada aktivitas sarapan yang sempat tertunda. Namun baru beberapa menit, tiba-tiba minho mendapat telpon dan langsung pergi meninggalkan Rumah sakit.
…………………….
Back To Daekkyung University.
Back To Daekkyung University.
Woohyun masih kesal karena kehadiran key yang mengganggu permainan
pianonya, kini ia sedang berada di kantin kampus sambil menikmati segelas kopi
hangat. Tiba-tiba hoya, dongwoo serta teman-teman yang lain datang namun tanpa
kehadiran sunggyu.
“ Woohyun-a annyeong!.” Sapa dongwoo sambil tersenyum ceria.
“ Ne annyeong hyung.” Balas woohyun tak bersemangat.
“ Kyaa waegere? Deo appo?” Tanya hoya.
“ Aniya, aku hanya sedang kesal saja. Kyaa kenapa kalian tak datang, aku tadi menunggu di ruang latihan!.”
“ Ahhh mian hyun, tadi di jalan ada insiden kecil.”
“ Apa yang terjadi?”
“ Tadi Sunggyu keserempet mobil.”
“ Jinja? bagaimana bisa? Sekarang hyung di mana?” Woohyun sontak terkejut dan panik.
“ Hyung sedang istirahat di asrama.”
Setelah mendengar jawaban hoya, woohyun langsung beranjak dari tempat duduk.
“ Kau mau kemana?” Dongwoo menahan tangan woohyun agar tak pergi.
“ Aku ingin melihat keadaannya hyung!.”
“ Tetaplah di sini! Sunggyu baik-baik saja, kakinya hanya terkilir dan lututnya lecet.” Dongwoo tak melepaskan tangan woohyun dan malah menariknya agar duduk kembali.
“ Hyung lepaskan aku ingin melihat sunggyu hyung!.”
“ Di sana sudah ada Minho tunangannya!.” Ujar Dongwoo tanpa ragu, ia sadar kalau woohyun tak dicegah maka woohyun akan melihat pemandangan yang dapat melukai perasaannya lagi. “ Hyun aku tak ingin kau sakit hati karena melihat mereka.”
“ Aku mengerti hyung.” Woohyun kembali duduk dan berusaha tersenyum seolah keadaannya baik-baik saja bukan tepatnya perasaannya BAIK-BAIK SAJA.
“ Kyaa woohyun-ssi apa benar kalian hanya pacaran pura-pura?” Tanya salah seorang teman Dongwoo.
“ Ne hyung, aku dan gyu hyung hanya pacaran pura-pura.”
“ Ahhh benarkah? Lalu kenapa key tadi menyerempet sunggyu?”
“ Apa?..” Mata woohyun sontak membulat sempurna.
“ Kyaaa Kim Minseok!” Ancam dongwoo.
“ Ahhh aniya woohyun-ssi, tadi aku salah bicara.”
“ Hyung apa yang kalian sembunyikan dariku?”
“ Eobseo. Kami tak menyembunyikan apa-apa, Minseok tadi salah bicara!. Benarkan?”
“ Ne Hyun, aku tadi salah bicara.”
“ Sudah jelas aku tadi mendengar kalau key yang menyerempet sunggyu hyung!. apa itu benar?”
“ Woohyun-a kau tadi………….”
“ Sudahlah katakan saja, apa itu benar?”
“ ……………………….” Semua orang diam membisu.
“ Hyung apa itu benar?” Desak woohyun kepada dongwoo.
“ Ne, tapi key pasti tidak sengaja menabrak sunggyu.”
Setelah mendengar jawaban dongwoo, woohyun langsung pergi meninggalkan kantin.
“ Ahhh dia pasti marah pada key.” Ujar Hoya
“ Aisssh kau ini sunggyu bilang tadi jangan mengatakannya pada woohyun!.”Gerutu dongwoo pada Minseok yang tak bisa menjada mulutnya itu.
“ Woohyun-a annyeong!.” Sapa dongwoo sambil tersenyum ceria.
“ Ne annyeong hyung.” Balas woohyun tak bersemangat.
“ Kyaa waegere? Deo appo?” Tanya hoya.
“ Aniya, aku hanya sedang kesal saja. Kyaa kenapa kalian tak datang, aku tadi menunggu di ruang latihan!.”
“ Ahhh mian hyun, tadi di jalan ada insiden kecil.”
“ Apa yang terjadi?”
“ Tadi Sunggyu keserempet mobil.”
“ Jinja? bagaimana bisa? Sekarang hyung di mana?” Woohyun sontak terkejut dan panik.
“ Hyung sedang istirahat di asrama.”
Setelah mendengar jawaban hoya, woohyun langsung beranjak dari tempat duduk.
“ Kau mau kemana?” Dongwoo menahan tangan woohyun agar tak pergi.
“ Aku ingin melihat keadaannya hyung!.”
“ Tetaplah di sini! Sunggyu baik-baik saja, kakinya hanya terkilir dan lututnya lecet.” Dongwoo tak melepaskan tangan woohyun dan malah menariknya agar duduk kembali.
“ Hyung lepaskan aku ingin melihat sunggyu hyung!.”
“ Di sana sudah ada Minho tunangannya!.” Ujar Dongwoo tanpa ragu, ia sadar kalau woohyun tak dicegah maka woohyun akan melihat pemandangan yang dapat melukai perasaannya lagi. “ Hyun aku tak ingin kau sakit hati karena melihat mereka.”
“ Aku mengerti hyung.” Woohyun kembali duduk dan berusaha tersenyum seolah keadaannya baik-baik saja bukan tepatnya perasaannya BAIK-BAIK SAJA.
“ Kyaa woohyun-ssi apa benar kalian hanya pacaran pura-pura?” Tanya salah seorang teman Dongwoo.
“ Ne hyung, aku dan gyu hyung hanya pacaran pura-pura.”
“ Ahhh benarkah? Lalu kenapa key tadi menyerempet sunggyu?”
“ Apa?..” Mata woohyun sontak membulat sempurna.
“ Kyaaa Kim Minseok!” Ancam dongwoo.
“ Ahhh aniya woohyun-ssi, tadi aku salah bicara.”
“ Hyung apa yang kalian sembunyikan dariku?”
“ Eobseo. Kami tak menyembunyikan apa-apa, Minseok tadi salah bicara!. Benarkan?”
“ Ne Hyun, aku tadi salah bicara.”
“ Sudah jelas aku tadi mendengar kalau key yang menyerempet sunggyu hyung!. apa itu benar?”
“ Woohyun-a kau tadi………….”
“ Sudahlah katakan saja, apa itu benar?”
“ ……………………….” Semua orang diam membisu.
“ Hyung apa itu benar?” Desak woohyun kepada dongwoo.
“ Ne, tapi key pasti tidak sengaja menabrak sunggyu.”
Setelah mendengar jawaban dongwoo, woohyun langsung pergi meninggalkan kantin.
“ Ahhh dia pasti marah pada key.” Ujar Hoya
“ Aisssh kau ini sunggyu bilang tadi jangan mengatakannya pada woohyun!.”Gerutu dongwoo pada Minseok yang tak bisa menjada mulutnya itu.
Woohyu berlari meninggalkan kantin, wajahnya diliputi dengan
amarah. Namun langkah kakinya membawa woohyun ke arah asrama bukan ke kelas
untuk menemui key. Apa dengan woohyun?
Woohyun Pov
Ada apa denganku? Bukankah aku harus menemui key?
Kenapa malah ke asrama?
Aku terus melangkahkan kakiku menuju kamar sunggyu hyung, mungkin saja minho hyung sudah pergi sehingga aku bisa memastikan keadaan gyu hyung baik-baik saja.
Aku semakin mempercepat langkahku dan senyumanku kembali terukir dibibirku.
“ Hyung pasti senang bertemu denganku.” Aku mempercepat langkah kakiku dan kini aku sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya…… tapi???
Ada apa denganku? Bukankah aku harus menemui key?
Kenapa malah ke asrama?
Aku terus melangkahkan kakiku menuju kamar sunggyu hyung, mungkin saja minho hyung sudah pergi sehingga aku bisa memastikan keadaan gyu hyung baik-baik saja.
Aku semakin mempercepat langkahku dan senyumanku kembali terukir dibibirku.
“ Hyung pasti senang bertemu denganku.” Aku mempercepat langkah kakiku dan kini aku sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya…… tapi???
……………..
“ Chagiya…. kau sungguh tak menyembunyikan apapun dariku? ”
Aku mendengar ucapan minho hyung dari balik pintu ini.
“ Tentu saja, memangnya aku menyembunyikan apa?”
“ Antara kau dan woohyun? Kalian tidak ada hubungan apa-apa kan?”
Aku terkejut mendengarnya, tapi jujur aku senang karena minho hyung akhirnya mengetahui ini.
“ Minho-ssi kau kenal woohyun?”
“ Ani, aku hanya mendengarnya tadi saat menolongmu. Mereka bilang kalian pacaran?”
“ ………………………..”
“ Kenapa kau diam chagi? Apa benar kalian pacaran?”
“ Aniya, kami hanya pacaran pura-pura. Aku membantu woohyun untuk menghindari mantan kekasihnya tidak lebih.”
Jawaban sunggyu hyung terasa begitu menyakitkan untukku.
“ Apa kau sungguh mengatakannya?”
“ Ne…….”
“ Apa kau mencintai woohyun?”
“ Mwo? Aniya, woohyun hanya juniorku tidak lebih. Aku bersikap baik padanya karena aku kasihan, dia sangat kesepian dan nilai kuliahnya jelek. Aku ingin membantunya memperbaiki hidupnya tidak lebih…..”
Cukup….
Aku sudah tidak kuat mendengar semuanya…..
Kata-katamu sudah keterlaluan hyung, aku pikir kau berbeda dengan key…. Tapi nyatanya kalian sama, kalian memang tak pernah tulus mencintaiku……
>> Author Pov
Bughh………
Woohyun memukul tembok kamar sunggyu dengan sekuat tenaga sampai tangannya lecet dan sedikit berdarah. Setelah itu woohyun pergi meninggalkan kawasan asrama dengan perasaan yang benar-benar hancur.
……………….
“ Gyu aku ingin kau jujur padaku! 5 tahun aku mengenalmu dan aku tahu bagaimana mimik wajahmu saat berbohong gyu! …..Apa kau sungguh mencintai woohyun?”
“ ………………….” Sunggyu terdiam cukup air mata yang menjawab pertanyaan minho.
“ Gyu katakan saja, aku tak akan marah!.”
“ Ne kau benar, aku mencintai woohyun, aku benar-benar sangat mencintainya, aku ingin berada di sampingnya menghabiskan waktu bersamanya. Hanya woohyun yang aku inginkan di dunia ini………..” Air mata sunggyu mengalir deras.
“ ………………………” Minho hanya diam menatap tunangannya yang sedang menangis itu, sebenarnya perasaannya cukup terluka mengetahui namja yang sangat dicintainya ternyata mencintai namja lain.
“ Tapi aku tak bisa memilihnya.”
“ Kenapa?”
“ Karena aku milihmu.” Sunggyu masih memangis.
“ Gyu aku tahu kau tak pernah mencintaiku, kau hanya menganggapku tak lebih dari seorang sahabat dan kakak. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku!.” minho menarik sunggyu kedalam pelukannya dan sunggyu menumpahkan kesedihannya di dada bidang minho.
‘ Woohyun-a mianhae, jongmal mianhae……..’ Batin sunggyu.
‘ Aku tak tahu dan tak ingin mau tahu alasan kau memilihku dari pada woohyun, karena bagiku memiliki ragamu sudah membuatku bahagia. Saranghae Kim sunggyu.’ Minho mencium pucuk kepala sunggyu.
“ Chagiya…. kau sungguh tak menyembunyikan apapun dariku? ”
Aku mendengar ucapan minho hyung dari balik pintu ini.
“ Tentu saja, memangnya aku menyembunyikan apa?”
“ Antara kau dan woohyun? Kalian tidak ada hubungan apa-apa kan?”
Aku terkejut mendengarnya, tapi jujur aku senang karena minho hyung akhirnya mengetahui ini.
“ Minho-ssi kau kenal woohyun?”
“ Ani, aku hanya mendengarnya tadi saat menolongmu. Mereka bilang kalian pacaran?”
“ ………………………..”
“ Kenapa kau diam chagi? Apa benar kalian pacaran?”
“ Aniya, kami hanya pacaran pura-pura. Aku membantu woohyun untuk menghindari mantan kekasihnya tidak lebih.”
Jawaban sunggyu hyung terasa begitu menyakitkan untukku.
“ Apa kau sungguh mengatakannya?”
“ Ne…….”
“ Apa kau mencintai woohyun?”
“ Mwo? Aniya, woohyun hanya juniorku tidak lebih. Aku bersikap baik padanya karena aku kasihan, dia sangat kesepian dan nilai kuliahnya jelek. Aku ingin membantunya memperbaiki hidupnya tidak lebih…..”
Cukup….
Aku sudah tidak kuat mendengar semuanya…..
Kata-katamu sudah keterlaluan hyung, aku pikir kau berbeda dengan key…. Tapi nyatanya kalian sama, kalian memang tak pernah tulus mencintaiku……
>> Author Pov
Bughh………
Woohyun memukul tembok kamar sunggyu dengan sekuat tenaga sampai tangannya lecet dan sedikit berdarah. Setelah itu woohyun pergi meninggalkan kawasan asrama dengan perasaan yang benar-benar hancur.
……………….
“ Gyu aku ingin kau jujur padaku! 5 tahun aku mengenalmu dan aku tahu bagaimana mimik wajahmu saat berbohong gyu! …..Apa kau sungguh mencintai woohyun?”
“ ………………….” Sunggyu terdiam cukup air mata yang menjawab pertanyaan minho.
“ Gyu katakan saja, aku tak akan marah!.”
“ Ne kau benar, aku mencintai woohyun, aku benar-benar sangat mencintainya, aku ingin berada di sampingnya menghabiskan waktu bersamanya. Hanya woohyun yang aku inginkan di dunia ini………..” Air mata sunggyu mengalir deras.
“ ………………………” Minho hanya diam menatap tunangannya yang sedang menangis itu, sebenarnya perasaannya cukup terluka mengetahui namja yang sangat dicintainya ternyata mencintai namja lain.
“ Tapi aku tak bisa memilihnya.”
“ Kenapa?”
“ Karena aku milihmu.” Sunggyu masih memangis.
“ Gyu aku tahu kau tak pernah mencintaiku, kau hanya menganggapku tak lebih dari seorang sahabat dan kakak. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku!.” minho menarik sunggyu kedalam pelukannya dan sunggyu menumpahkan kesedihannya di dada bidang minho.
‘ Woohyun-a mianhae, jongmal mianhae……..’ Batin sunggyu.
‘ Aku tak tahu dan tak ingin mau tahu alasan kau memilihku dari pada woohyun, karena bagiku memiliki ragamu sudah membuatku bahagia. Saranghae Kim sunggyu.’ Minho mencium pucuk kepala sunggyu.
…………………..
Woohyun mengemudikan motor ninja kesayangannya dengan cepat bahkan hampir terjatuh, Key yang melihat tindakan woohyun dari lantai dua pun segera turun dan langsung menuju mobilnya untuk mengejer woohyun.
Aksi kebut-kebutan antara woohyun dan key pun tak terelakan, namun key kalah cepat karena ia terperangkap di lampu merah sedangkan woohyun sudah jauh meninggalkannya.
“ Sial! Kenapa lampunya harus merah sih?.” Key memukul stir mobilnya dengan keras. “ Apa yang sebenarnya terjadi? Namu terlihat sangat marah.” Key pun merogoh hp dari sakunya dan menghubungi salah satu no di kontaknya.
“ Yeobssaeyo?” Suara dari balik telpon.
“ Ahjussi tolong cari woohyun dan beri tahu aku dimana keberadaannya!.”
“ Baik tuan.”
Woohyun mengemudikan motor ninja kesayangannya dengan cepat bahkan hampir terjatuh, Key yang melihat tindakan woohyun dari lantai dua pun segera turun dan langsung menuju mobilnya untuk mengejer woohyun.
Aksi kebut-kebutan antara woohyun dan key pun tak terelakan, namun key kalah cepat karena ia terperangkap di lampu merah sedangkan woohyun sudah jauh meninggalkannya.
“ Sial! Kenapa lampunya harus merah sih?.” Key memukul stir mobilnya dengan keras. “ Apa yang sebenarnya terjadi? Namu terlihat sangat marah.” Key pun merogoh hp dari sakunya dan menghubungi salah satu no di kontaknya.
“ Yeobssaeyo?” Suara dari balik telpon.
“ Ahjussi tolong cari woohyun dan beri tahu aku dimana keberadaannya!.”
“ Baik tuan.”
……………….
Daekkyung university, 15.00 Pm kst.
Hoya dan dongwoo sudah kembali dari kampus dan kini sedang membantu sunggyu mengobati lukanya. Sunggyu masih meringis kesakitan karena luka lecet di kakinya cukup parah sedangkan hoya tampak kebingungan karean handphone woohyun tak bisa dihubungi.
“ Kyaa kenapa kau dari tadi mondar-mandir terus?”
“ Aku sedang menghubungi woohyun, dia tadi bolos lagi!.”
“ Bolos? Bukannya tadi dia ada di kampus.”
“ Ne, tadi setelah meninggalkan kantin dia tak masuk kelas dan sekarang handphonenya tidak bisa di hubungi.”
“ Kemana anak itu?” Dongwoo tampak sudah pasrah melihat kelakuan hobaenya itu.
“ Hyung apa tadi woohyun menemuimu?”
“ Ani, tadi aku bersama minho. Apa kalian mengatakannya pada woohyun?”
“ Ehmm sebenarnya minseok tak sengaja memberitahu woohyun.”
“ Mwo? Aku kan sudah bilang jangan mengatakannya pada woohyun!”
“ Mian Gyu, tapi tadi mulut minseok memang tidak bisa dijaga.”
“ Hyun tenang saja, aku akan mencarinya!.”
“ Aku ikut!.” Pinta sunggyu.
“ Andwee, hyung masih sakit. Kalian di sini saja, aku akan mengabari kalian kalau woohyun sudah ketemu!.”
“ Ne hoya kau hati-hati.”
“ Ne.”
Hoya meninggalkan kamar sunggyu untuk mencari woohyun.
‘ Woohyun-a mianhae, karena aku kamu harus mengalami masa sulit seperti ini’. Batin sunggyu.
“ Jangan cemas, aku yakin woohyun pasti baik-baik saja.”
Daekkyung university, 15.00 Pm kst.
Hoya dan dongwoo sudah kembali dari kampus dan kini sedang membantu sunggyu mengobati lukanya. Sunggyu masih meringis kesakitan karena luka lecet di kakinya cukup parah sedangkan hoya tampak kebingungan karean handphone woohyun tak bisa dihubungi.
“ Kyaa kenapa kau dari tadi mondar-mandir terus?”
“ Aku sedang menghubungi woohyun, dia tadi bolos lagi!.”
“ Bolos? Bukannya tadi dia ada di kampus.”
“ Ne, tadi setelah meninggalkan kantin dia tak masuk kelas dan sekarang handphonenya tidak bisa di hubungi.”
“ Kemana anak itu?” Dongwoo tampak sudah pasrah melihat kelakuan hobaenya itu.
“ Hyung apa tadi woohyun menemuimu?”
“ Ani, tadi aku bersama minho. Apa kalian mengatakannya pada woohyun?”
“ Ehmm sebenarnya minseok tak sengaja memberitahu woohyun.”
“ Mwo? Aku kan sudah bilang jangan mengatakannya pada woohyun!”
“ Mian Gyu, tapi tadi mulut minseok memang tidak bisa dijaga.”
“ Hyun tenang saja, aku akan mencarinya!.”
“ Aku ikut!.” Pinta sunggyu.
“ Andwee, hyung masih sakit. Kalian di sini saja, aku akan mengabari kalian kalau woohyun sudah ketemu!.”
“ Ne hoya kau hati-hati.”
“ Ne.”
Hoya meninggalkan kamar sunggyu untuk mencari woohyun.
‘ Woohyun-a mianhae, karena aku kamu harus mengalami masa sulit seperti ini’. Batin sunggyu.
“ Jangan cemas, aku yakin woohyun pasti baik-baik saja.”
…………………….
Key akhirnya menemukan woohyun di sebuah bar kecil dalam keadaan mabuk parah. Woohyun sudah seperti setengah sadar tapi terus meneguk sojunya. Belasan botol soju kosong sudah berserakan di atas meja. Dan baju woohyun juga sudah basah karena tumpahan soju yang diminumnya.
“ Namu-ya kkeumanhae! Sudah jangan minum lagi.” Key merebut gelas soju yang akan diteguk woohyun.
“ Siapa kau? Jangan ganggu aku!.”
“ Namu-ya, jebal jangan menyiksa dirimu seperti ini!. Aku tidak ingin melihatmu menderita seperti ini!”
“ Urus saja hidupmu, jangan pedulikan aku!.”
“ Namu-ya, jebal!”
“ Ahhh kau namja yang dulu meninggalkan aku kan? Kau mau apa ke sini HAH?”
“ Namu-ya mian, dulu aku meninggalkanmu. Jongmal mianhae!.”
“ Kalian dengan mudah mengucapkan kata maaf, tapi tak tahu bagaimana sakitnya perasaanku!. Aku benci kalian semua, aku membencimu Sunggyu hyung!.”
“ Jadi dia yang sudah membuatmu seperti ini?”
“ Kalian sama saja! Minggir jangan menyentuhku!.” Woohyun berjalan sempoyongan meninggalkan bar itu.
“ Namu-ya kau mau kemana?”
“ Jangan sentuh aku!.”
“ Namu-ya kau sedang mabuk parah, biarkan aku menemanimu!.”
“ Aku tidak membutuhkanmu!.”
“ Nam woohyun jebal… biarkan aku bersamamu malam ini!.”
“ AKU BILANG JANGAN SENTUH AKU!”
“ Kau sedang mabuk, kau bisa terluka kalau pergi sendirian.”
“ Aku mati sekali pun tidak akan ada yang peduli.” Woohyun terjatuh dan tak sadarkan diri, namun dengan sigap key menangkap tubuh woohyun dalam pelukannya.
“ Ahjussi!.” Teriak key pada beberapa bodyguardnya, kemudian mereka membawa tubuh woohyun masuk ke dalam mobil key.
“ Malam ini kau aman bersamaku!.”
.
.
Para bodyguard key membaringkan tubuh woohyun di atas tempat tidur kemudian meninggalkannya bersama key. Key menatap wajah mantan kekasihnya itu dengan lekat dan duduk di samping tubuh woohyun yang sedang tertidur.
“ Bodohnya aku yang dulu menyia-nyiakan namja sesempurna kau Nam Woohyun!.” Key mengusap lembut pipi woohyun lalu bibir tebal woohyun tak luput dari sentuhan tangannya.
Key akhirnya menemukan woohyun di sebuah bar kecil dalam keadaan mabuk parah. Woohyun sudah seperti setengah sadar tapi terus meneguk sojunya. Belasan botol soju kosong sudah berserakan di atas meja. Dan baju woohyun juga sudah basah karena tumpahan soju yang diminumnya.
“ Namu-ya kkeumanhae! Sudah jangan minum lagi.” Key merebut gelas soju yang akan diteguk woohyun.
“ Siapa kau? Jangan ganggu aku!.”
“ Namu-ya, jebal jangan menyiksa dirimu seperti ini!. Aku tidak ingin melihatmu menderita seperti ini!”
“ Urus saja hidupmu, jangan pedulikan aku!.”
“ Namu-ya, jebal!”
“ Ahhh kau namja yang dulu meninggalkan aku kan? Kau mau apa ke sini HAH?”
“ Namu-ya mian, dulu aku meninggalkanmu. Jongmal mianhae!.”
“ Kalian dengan mudah mengucapkan kata maaf, tapi tak tahu bagaimana sakitnya perasaanku!. Aku benci kalian semua, aku membencimu Sunggyu hyung!.”
“ Jadi dia yang sudah membuatmu seperti ini?”
“ Kalian sama saja! Minggir jangan menyentuhku!.” Woohyun berjalan sempoyongan meninggalkan bar itu.
“ Namu-ya kau mau kemana?”
“ Jangan sentuh aku!.”
“ Namu-ya kau sedang mabuk parah, biarkan aku menemanimu!.”
“ Aku tidak membutuhkanmu!.”
“ Nam woohyun jebal… biarkan aku bersamamu malam ini!.”
“ AKU BILANG JANGAN SENTUH AKU!”
“ Kau sedang mabuk, kau bisa terluka kalau pergi sendirian.”
“ Aku mati sekali pun tidak akan ada yang peduli.” Woohyun terjatuh dan tak sadarkan diri, namun dengan sigap key menangkap tubuh woohyun dalam pelukannya.
“ Ahjussi!.” Teriak key pada beberapa bodyguardnya, kemudian mereka membawa tubuh woohyun masuk ke dalam mobil key.
“ Malam ini kau aman bersamaku!.”
.
.
Para bodyguard key membaringkan tubuh woohyun di atas tempat tidur kemudian meninggalkannya bersama key. Key menatap wajah mantan kekasihnya itu dengan lekat dan duduk di samping tubuh woohyun yang sedang tertidur.
“ Bodohnya aku yang dulu menyia-nyiakan namja sesempurna kau Nam Woohyun!.” Key mengusap lembut pipi woohyun lalu bibir tebal woohyun tak luput dari sentuhan tangannya.
……………..
Di sebuah coffee shop, namja bertubuh atletis terlihat sedang risau sambil berusaha menghubungi seseorang. Tak beberapa dua namja lain datang dan wajah mereka tampak cemas.
“ Hoya-sii apa woohyun mengangkat telponnya?”
“ Nomernya tidak aktif, Myungsoo-ssi mian aku sudah merepotkanmu!.”
“ Gwaenchanna, di sini hanya aku sepupunya selian Ji hyun noona..”
“ Apa aku juga harus menghubungi noonanya?”
“ Aniya, noona akan cemas.”
“ Lalu kita harus mencari dia kemana lagi? Semua teman kampus tidak ada yang tahu!.”
“ Chagi-ya, mungkin saja key tahu keberadaan woohyun!.” Ujar sungyeol yang sedari tadi terus mengandeng tangan kekasihnya itu.
“ Apa kau yakin chagi?”
“ Mungkin saja, Key kan selalu mencampuri urusan woohyun. Mungkin dia tahu dimana kebaradaan woohyun sekarang.”
“ Ahhh kau benar, tadi sebelum berpisah di kantin…. Woohyun akan menemui key!.” Ujar Hoya yang ternyata satu pemikiran dengan sungyeol.
“ Masuk akal juga, baiklah aku akan menghubungi key.” Myungsoo akhirnya menghubungi key. “ Hallo key?”
“ Ne myungsoo-ya, ada apa?” Jawab key dari balik telpon.
“ Apa kau tadi bertemu dengan woohyun?”
“ Tidak, memangnya kenapa?”
“ Hemmm tidak apa-apa, berarti aku tadi salah lihat! Sudah ya…. aku tutup telponnya!.” Myungsoo mematikan panggilannya kepada key, Myungsoo sengaja tidak jujur pada Key karena tak ingin key kembali mencampuri hidup sepupunnya itu.
“ Kalau key tidak tahu, lalu woohyun di mana sekarang?” Hoya semakin frustasi.
“ Apa kita lapor polisi saja?” Usul Myungsoo.
“ Andwe chagi, pengaduan orang hilang itu dilakukan setelah 1x24 jam.” Ujar sungyeol.
“ Lalu dimana woohyun sekarang!, arghhh dia benar-benar menyusahkan saja!.” Runtuk Myungsoo kesal.
Saat mereka sedang kebingungan mencari keberadaan woohyun, maka
lain hal dengan key yang justru sedang tertawa karena dia berhasil membodohi
temannya itu. Key sengaja berbohong pada Myungsoo dengan mengatakan kalau dirinya
tak menemui woohyun hari ini. Tapi nyatanya malam ini dia bisa memiliki raga
woohyun sepenuhnya. Key lalu tertidur di samping woohyun dan memeluknya dengan
erat.
To Be Continue
Spoiler chap tiga..........
1. Ji Hyun noona mulai tertarik pada sosok dokter tampan bernama Park Minho
2. Rencana Key menjauhkan woohyun dari sunggyu
3. Fakta baru tentang Key membuat Myungsoo berusaha menjauhkannya dari woohyun
1. Ji Hyun noona mulai tertarik pada sosok dokter tampan bernama Park Minho
2. Rencana Key menjauhkan woohyun dari sunggyu
3. Fakta baru tentang Key membuat Myungsoo berusaha menjauhkannya dari woohyun
No comments:
Post a Comment