Note : Waaaaaaaw.
Omg omg omg. Demi apa ini cerita greget banget yawlaa. Woohyun suka Sunggyu.
Sunggyu suka Minho. Minho cinta Sunggyu tapi Sunggyu lebih milih impiannya. Key
pengen balikan ma Woohyun. Anjay, harus gimana gue bacanya ini ?? xD
Wat de hell !!!!!
Wat de hell !!!!!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Annyeong penghuni group!
Aku comeback bawa ff woogyu edisi klimak dengan kisah cinta yang lumayan rumit menurutku. Biar gak penasaran baca aja sampe beres terus jangan lupa komennya ya!!.
Aku comeback bawa ff woogyu edisi klimak dengan kisah cinta yang lumayan rumit menurutku. Biar gak penasaran baca aja sampe beres terus jangan lupa komennya ya!!.
Author : Runi Woohyunnie
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho & Key
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Title : Between True Love and Dream
Main Cast : Nam Woohyun & Kim Sunggyu
Other Cast : Infinite Member, Minho & Key
Genre : Sad, Romance, Bl, konflik klimaks.
Disclaimer : Infinite, Shinee, Woollim ent, Daekkyung University
Rate : Nc-20
Leght : Chaptered
Note : FF ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan alur/cerita based title pasti unsur tidak disengaja coz author juga masih banyak belajar. You will find more typo when you read this fanfiction.
Happy Reading!.
Prolog : >> Saat kamu berpikir cinta adalah segalanya, maka
tidak denganku karena untuk saat ini Mimpi jauh lebih penting !! ( Sunggyu)
>> Aku memang tak pernah serius akan segala hal, tapi untuk mencintaimu aku 1.000 kali lebih serius. ( Woohyun)
>> Aku memang tak pernah serius akan segala hal, tapi untuk mencintaimu aku 1.000 kali lebih serius. ( Woohyun)
.......................
Seoul, 21.00 pm kst >> Apartment Woohyun.
“ Hyung jebal angkat telponnya!, jebal hyung!” Sudah puluhan kali woohyun menghubungi nomer yang sama dengan nama panggilan ‘ Gyu Hyung ♥♥ ♥’ tapi untuk kesekian kalinya telpon itu tak ada jawaban. Woohyun sudah benar-benar dibuat frustasi karena ini sudah hari ke-4 seseorang bernama gyu hyung itu hilang tanpa kabar.
…………………..
Woohyun adalah mahasiswa semester dua di Daekkyung Univ. tinggal di sebuah apartment mewah milik kedua orang tuanya. Woohyun memutuskan tinggal seorang diri di apartmentnya karena kedua orang tuanya sangat sibuk dan sering bepergian ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Tetapi di Seoul woohyun tak sendiri karena noona-nya bekerja sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit swasta, namun keduanya tidak tinggal satu atap karena Nam Ji Hyun memilih tinggal di apartment lain yang jaraknya tak jauh dari Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Woohyun adalah mahasiswa semester dua di Daekkyung Univ. tinggal di sebuah apartment mewah milik kedua orang tuanya. Woohyun memutuskan tinggal seorang diri di apartmentnya karena kedua orang tuanya sangat sibuk dan sering bepergian ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Tetapi di Seoul woohyun tak sendiri karena noona-nya bekerja sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit swasta, namun keduanya tidak tinggal satu atap karena Nam Ji Hyun memilih tinggal di apartment lain yang jaraknya tak jauh dari Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Kurangnya perhatian dan kasih sayang kedua orang tua membuat
woohyun tumbuh menjadi namja yang susah diatur, boros dan hobby berpoya-poya.
Begitu pula dengan kuliahnya, hampir seluruh nilai mata kuliahnya anjlok karena
woohyun sering membolos dan jarang mengerjakan tugas. Anak bungsu dari dua
bersaudara itu juga sering terlibat masalah seperti balapan liar dan
perkelahian.
Namun semua mulai berubah sejak Woohyun mengenal Kim Sunggyu,
salah satu seniornya di Daekkyung Univ. Keduanya saling mengenal saat tanpa
sengaja motor yang kemudikan oleh woohyun menabrak tubuh sunggyu, untungnya
saat itu Sunggyu hanya mengalami luka ringan. Tapi berkat kejadian itu woohyun
dan Sunggyu menjadi akrab dan kedekatan keduanya berjalan sampai beberapa bulan
berikutnya.
Sunggyu merupakan mahasiswa berprestasi di Daekkyung Univ. hampir
seluruh nilai mata kuliahnya mendapat nilai IP 3.8 atau 4 ( Sempurna).
Beruntungnya woohyun bisa mengenal sunggyu, karena berkat sunggyu-lah woohyun
bisa sedikit merubah kebiasaan buruknya dan mulai memperbaiki nilai mata kuliahnya.
Dalam hubungan asmara, sebenarnya woohyun sudah pernah mempunyai
seorang namja chingu bernama Key, dia adalah namja cantik dan manis yang sudah
dikencani woohyun selama 1 tahun lebih di bangku SMA. Keduanya putus karena Key
mengkhianati cinta woohyun kemudian pergi melanjutkan sekolah ke Jepang. Namun
setelah satu tahun berlalu Key kembali ke Seoul dan meminta balikan dengan
woohyun, Key terus memaksa woohyun agar mau kembali menjalin cinta dengannya.
Melihat sikap key yang seperti itu woohyun akhirnya meminta
bantuan Sunggyu agar mau menjadi pacar pura-puranya. Awalnya sunggyu menolak
karena tidak ingin terlibat dalam permasalahan antara key dan woohyun tapi
akhirnya sunggyu menyanggupi permintaan woohyun tersebut. Alasan yang membuat
sunggyu menerima permintaan konyol woohyun itu karena sunggyu ingin menunjukkan
kepada teman-temannya bahwa dia bukan Jones yang terlalu sibuk dengan buku
pelajaran.
Layaknya orang berpacaran, sunggyu dan woohyun kadang bersikap
mesra di depan semua orang dan membuat iri key dan teman-teman sunggyu. Tapi
keduanya kembali menjadi canggung saat sudah berduaan di apartment woohyun.
Sunggyu memang sering menghabiskan waktu di apartment woohyun sambil mengajari
woohyun beberapa mata kuliah. Sunggyu sebenarnya mahasisa rantau dari kampung
kelahirannya di Jeonju dan tinggal di asrama kampus. Di luar jam kuliah sunggyu
bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan dan kadang menyumbang suara untuk
menghibur para pengunjung.
……………………………
Liburan semester ini sunggyu berada Jeonju karena Appanya menyuruh sunggyu pulang, namun sebelum pergi sunggyu tak sempat berpamitan dengan woohyun sehingga membuat woohyun cemas. Sementara sunggyu berada di Jeonju, woohyun hanya menghabiskan masa liburannya di Seoul karena dia malas jika harus pulang ke gangnam untuk menemui noona dan orang tuanya yang sibuk bekerja.
Liburan semester ini sunggyu berada Jeonju karena Appanya menyuruh sunggyu pulang, namun sebelum pergi sunggyu tak sempat berpamitan dengan woohyun sehingga membuat woohyun cemas. Sementara sunggyu berada di Jeonju, woohyun hanya menghabiskan masa liburannya di Seoul karena dia malas jika harus pulang ke gangnam untuk menemui noona dan orang tuanya yang sibuk bekerja.
Malam ini sudah malam ke-empat woohyun termenung di dalam
apartmentnya sambil menatap jutaan bintang dilangit tanpa sunggyu di
sampingnya. Nampaknya pacaran pura-pura itu memberikan perasaan cinta di hati
woohyun untuk sunggyu. Ya diam-diam rupanya woohyun mulai menaruh hati kepada
sunggyu karena satu malam sebelum sunggyu menghilang keduanya sempat
menghabiskan malam berdua dalam keadaan mabuk berat setelah pesta musim panas.
Woohyun tak menyerah untuk terus menghubungi sunggyu dan berharap
namja yang sedang ia rindukan itu menjawab telponnya.
“ The number your calling………..”
“ Argghhhh kau sebenarnya kemana hyung!. Kenapa tak pernah mengangkat telponku!.” Woohyun masih penasaran dengan keberadaan sunggyu akhirnya ia kembali menghubungi salah seorang teman sunggyu yaitu dongwoo.
“ Yeobsaeyo!” Suara di balik telpon yang tak lain adalah Dongwoo.
“ Ne Hyung, ini aku Woohyun. Apa sunggyu hyung sudah menjawab telponnya?”
“ Ne hyun, tapi gyu menjawab telponku! Sunggyu tak banyak cerita hanya dia mengatakan kalau dia baik-baik saja dan akan segera kembali!.”
“ Lalu hyung mengatakan apa lagi?”
“ Dia mengatakan kau jangan cemas dan berhenti menghubunginya!.”
“ Bagaimana aku tidak cemas! Sunggyu hyung pergi tanpa berpamitan kepadaku dia juga tak menjawab telponku!.”
“ Aku tahu hyun, mungkin sunggyu sedang ada masalah keluarga. Mengertilah hyun!.”
“ Tapi kenapa sunggyu hyung tak mengangkat telponku?”
“ Aku tidak tahu hyun, lain kali kalau aku bicara lagi dengannya aku akan menyuruhnya mengangkat telponmu.”
“ Ne gomawo hyung, mian aku sudah menganggu waktumu!.”
“ Gwaenchanna, kau tenang saja sunggyu pasti juga sangat merindukanmu!.”
“ Ne, Annyeong hyung!.”
“ Ne.”
“ The number your calling………..”
“ Argghhhh kau sebenarnya kemana hyung!. Kenapa tak pernah mengangkat telponku!.” Woohyun masih penasaran dengan keberadaan sunggyu akhirnya ia kembali menghubungi salah seorang teman sunggyu yaitu dongwoo.
“ Yeobsaeyo!” Suara di balik telpon yang tak lain adalah Dongwoo.
“ Ne Hyung, ini aku Woohyun. Apa sunggyu hyung sudah menjawab telponnya?”
“ Ne hyun, tapi gyu menjawab telponku! Sunggyu tak banyak cerita hanya dia mengatakan kalau dia baik-baik saja dan akan segera kembali!.”
“ Lalu hyung mengatakan apa lagi?”
“ Dia mengatakan kau jangan cemas dan berhenti menghubunginya!.”
“ Bagaimana aku tidak cemas! Sunggyu hyung pergi tanpa berpamitan kepadaku dia juga tak menjawab telponku!.”
“ Aku tahu hyun, mungkin sunggyu sedang ada masalah keluarga. Mengertilah hyun!.”
“ Tapi kenapa sunggyu hyung tak mengangkat telponku?”
“ Aku tidak tahu hyun, lain kali kalau aku bicara lagi dengannya aku akan menyuruhnya mengangkat telponmu.”
“ Ne gomawo hyung, mian aku sudah menganggu waktumu!.”
“ Gwaenchanna, kau tenang saja sunggyu pasti juga sangat merindukanmu!.”
“ Ne, Annyeong hyung!.”
“ Ne.”
Setelah menutup telponnya woohyun beranjak ke tempat tidur untuk
merebahkan punggungnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan sosok sunggyu yang
sekarang entah di mana keberadaannya.
“ Hyung apa kau marah karena malam itu aku sudah menidurimu!.” Pikiran woohyun mulai kacau bahkan ia terus mengingat malam itu, dimana mereka saling bercinta di bawah pengaruh soju yang memabukkan.
“ Hyung apa kau marah karena malam itu aku sudah menidurimu!.” Pikiran woohyun mulai kacau bahkan ia terus mengingat malam itu, dimana mereka saling bercinta di bawah pengaruh soju yang memabukkan.
…………………………..
Di tempat lain di sebuah kota kecil bernama Jeonju.
Sunggyu juga sedang termenung di kamarnya sambil memutar-mutar
sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya. Sebuah cincin yang melingkar
dijari manis bukankah sebagai tanda bahwa orang yang memakainya telah diikat,
tapi apa yang mengikatnya? Pertunangan atau pernikahan? Kalau sebuah pernikahan
tidak mungkin karena itu terlalu cepat, berarti yang melingkar dijari manis
sunggyu adalah sebuah cincin tunangan, tapi dengan siapa sunggyu bertunangan?
Tidak mungkin dengan woohyun karena woohyun sedang berada di Seoul.
“ Oppa kajja kita makan malam!.” Ajak seorang gadis yang sudah pasti itu adiknya sunggyu.
“ Aniya sulli, oppa sedang tidak selera!”
“ Waeyo? Oppa dari tadi siang tak keluar kamar, apa oppa sakit?”
“ Ani, oppa hanya sedang memikirkan seseorang saja.”
“ Apa karena pertunangan kemarin?”
“ Aniya, wae?”
“ Aku tahu oppa tidak mencintai Minho oppa kan?”
“ Kau salah, oppa sudah lama bersahabat dengan minho tentu saja oppa menyukainya.”
“ Oppa hanya menyukainya tidak mencintainya!.”
“ Perlahan rasa cinta itu akan tumbuh, yang terpenting oppa bisa melanjutkan sekolah ke Paris.”
“ Apa oppa sungguh ingin kuliah di sana?”
“ Tentu saja, itu adalah mimpi besar oppa.”
“ Meski harus mengorbankan cinta oppa?”
“ Kenapa tidak? Bagi oppa Mimpi itu jauh lebih penting dari pada cinta, Kalau kita punya mimpi cinta akan datang, sedangkan kalau kita punya cinta belum tentu mimpi itu akan datang. Sudah sana appa dan eomma pasti menunggumu!. Katakan oppa sudah tidur ne!.”
“ Ne, Oppa kalau ada masalah lain cerita saja padaku!.”
“ Ne gomawo sulli-ya.”
“ Ne oppa.” Sulli pergi meninggalkan kamar sunggyu.
“ Oppa kajja kita makan malam!.” Ajak seorang gadis yang sudah pasti itu adiknya sunggyu.
“ Aniya sulli, oppa sedang tidak selera!”
“ Waeyo? Oppa dari tadi siang tak keluar kamar, apa oppa sakit?”
“ Ani, oppa hanya sedang memikirkan seseorang saja.”
“ Apa karena pertunangan kemarin?”
“ Aniya, wae?”
“ Aku tahu oppa tidak mencintai Minho oppa kan?”
“ Kau salah, oppa sudah lama bersahabat dengan minho tentu saja oppa menyukainya.”
“ Oppa hanya menyukainya tidak mencintainya!.”
“ Perlahan rasa cinta itu akan tumbuh, yang terpenting oppa bisa melanjutkan sekolah ke Paris.”
“ Apa oppa sungguh ingin kuliah di sana?”
“ Tentu saja, itu adalah mimpi besar oppa.”
“ Meski harus mengorbankan cinta oppa?”
“ Kenapa tidak? Bagi oppa Mimpi itu jauh lebih penting dari pada cinta, Kalau kita punya mimpi cinta akan datang, sedangkan kalau kita punya cinta belum tentu mimpi itu akan datang. Sudah sana appa dan eomma pasti menunggumu!. Katakan oppa sudah tidur ne!.”
“ Ne, Oppa kalau ada masalah lain cerita saja padaku!.”
“ Ne gomawo sulli-ya.”
“ Ne oppa.” Sulli pergi meninggalkan kamar sunggyu.
Tak lama setelah sulli pergi, sunggyu mendapat panggilan masuk
dari sahabatnya Dongwoo. Sunggyu awalnya ragu untuk menjawab telpon dongwoo
tapi akhirnya sunggyu mau menerimanya.
“ Yeobssaeyo! Ne dongwoo-ssi, waeyo?”
“ Yaaaaa kenapa kau tetap tidak menjawab telponnya!. Kau tahu aku harus berbohong lagi pada woohyun demi kau!.”
“ Mianhae!, untuk saat ini aku belum siap mengatakan yang sebenarnya pada woohyun.”
“ Kau belum siap mengatakan kalau kau juga diam-diam mencintainya hah?”
“ Bukan itu!.”
“ Lantas!.”
“ Aku …….”
“ Kau kenapa sunggyu-ssi? Apa kau sakit?”
“ Ani, aku sudah bertunangan!.”
“ Mwo? Jangan bercanda!.”
“ Aku serius, aku sudah bertunangan dengan minho.”
“ Minho? Sahabat lamamu itu!.”
“ Ne, orang tuaku dan orang tua minho ternyata sudah lama menjodohkan kami.”
“ Jinja? lantas kau menerimanya?”
“ Ne, aku tidak bisa menolaknya.”
“ Kenapa? Bukannya kau mencintai woohyun?”
“ Aku memang mencintai woohyun tapi aku lebih mencintai mimpiku!.”
“ Apa maksudmu gyu?”
“ Setelah lulus nanti aku akan menikah dan melanjutkan gelar masterku di Paris Kota impianku.”
“ Lalu bagaimana dengan perasaanmu kepada woohyun.”
“ Aku yakin seiring berjaannya waktu aku akan melupakan woohyun.”
“ Dan kau akan belajar mencintai minho?”
“ Entahlah, meski seandainya rasa cinta itu tak tumbuh. Aku tetap akan bersamanya karena bersamanya aku bisa meraih mimpiku!.”
“ Apa hanya mimpi yang penting untukmu gyu?”
“ Tentu saja, Aku akan mengorbankan apapun demi mimpiku!.”
“ Termasuk cinta sejatimu!.”
“ Siapa cinta sejatiku? Woohyun? Hahahahaha woohyun hanya anak kecil labil yang suka main-main. Lagi pula aku tidak suka dengan seseorang yang tak pernah serius seperti woohyun.”
“ Gyu aku harap kau benar-benar mengatakannya, jangan pernah menyiksa perasaanmu hanya karena obsesimu itu!.”
“ Nde?..... Dongwoo-ssi jangan cemas, minho baik padaku dan aku menyukainya.”
“ Aku senang jika kau bahagia gyu, lakukan berdasarkan kata hatimu gyu!.”
“ Ne, gomawo.”
“ Cheonma, cepat kembali gyu aku sangat merindukanmu!.”
“ Ne besok lusa aku akan kembali ke seoul!.”
“ Ehmm gyu angkatlah telpon dari woohyun, aku kasihan padanya!.”
“ Baiklah aku akan mengankatnya nanti.”
“ Ne, aku tutup ya ini sudah malam……. aku ingin istirahat.”
“ Ne, jaljayo, Annyeong!.”
“ Ne.” Dongwoo mematikan telponnya.
“ Yeobssaeyo! Ne dongwoo-ssi, waeyo?”
“ Yaaaaa kenapa kau tetap tidak menjawab telponnya!. Kau tahu aku harus berbohong lagi pada woohyun demi kau!.”
“ Mianhae!, untuk saat ini aku belum siap mengatakan yang sebenarnya pada woohyun.”
“ Kau belum siap mengatakan kalau kau juga diam-diam mencintainya hah?”
“ Bukan itu!.”
“ Lantas!.”
“ Aku …….”
“ Kau kenapa sunggyu-ssi? Apa kau sakit?”
“ Ani, aku sudah bertunangan!.”
“ Mwo? Jangan bercanda!.”
“ Aku serius, aku sudah bertunangan dengan minho.”
“ Minho? Sahabat lamamu itu!.”
“ Ne, orang tuaku dan orang tua minho ternyata sudah lama menjodohkan kami.”
“ Jinja? lantas kau menerimanya?”
“ Ne, aku tidak bisa menolaknya.”
“ Kenapa? Bukannya kau mencintai woohyun?”
“ Aku memang mencintai woohyun tapi aku lebih mencintai mimpiku!.”
“ Apa maksudmu gyu?”
“ Setelah lulus nanti aku akan menikah dan melanjutkan gelar masterku di Paris Kota impianku.”
“ Lalu bagaimana dengan perasaanmu kepada woohyun.”
“ Aku yakin seiring berjaannya waktu aku akan melupakan woohyun.”
“ Dan kau akan belajar mencintai minho?”
“ Entahlah, meski seandainya rasa cinta itu tak tumbuh. Aku tetap akan bersamanya karena bersamanya aku bisa meraih mimpiku!.”
“ Apa hanya mimpi yang penting untukmu gyu?”
“ Tentu saja, Aku akan mengorbankan apapun demi mimpiku!.”
“ Termasuk cinta sejatimu!.”
“ Siapa cinta sejatiku? Woohyun? Hahahahaha woohyun hanya anak kecil labil yang suka main-main. Lagi pula aku tidak suka dengan seseorang yang tak pernah serius seperti woohyun.”
“ Gyu aku harap kau benar-benar mengatakannya, jangan pernah menyiksa perasaanmu hanya karena obsesimu itu!.”
“ Nde?..... Dongwoo-ssi jangan cemas, minho baik padaku dan aku menyukainya.”
“ Aku senang jika kau bahagia gyu, lakukan berdasarkan kata hatimu gyu!.”
“ Ne, gomawo.”
“ Cheonma, cepat kembali gyu aku sangat merindukanmu!.”
“ Ne besok lusa aku akan kembali ke seoul!.”
“ Ehmm gyu angkatlah telpon dari woohyun, aku kasihan padanya!.”
“ Baiklah aku akan mengankatnya nanti.”
“ Ne, aku tutup ya ini sudah malam……. aku ingin istirahat.”
“ Ne, jaljayo, Annyeong!.”
“ Ne.” Dongwoo mematikan telponnya.
Sunggyu pov……
Meski hanya obrolan singkat antara aku dan dongwoo tapi aku merasa semua yang aku katakan padanya begitu mengiris hatiku. Aku berusaha menutupi semuanya dengan mengatakan bahwa aku sama sekali tak peduli dengan woohyun, Aku tak merindukannya! Aku tak mencintainya! Aku akan segera melupakannya! Tapi nyatanya semua yang aku ucapkan itu bener-benar mengiris hati, sungguh sebuah dilemma yang besar antara aku harus memilih cinta atau mimpiku.
“Sadarlah gyu! woohyun bukan pilihan yang tepat untukmu! Dia masih
labil bahkan dia tak pernah serius dalam melakukan apapun. Minho jauh lebih
baik dari woohyun, dia pintar, pekerja keras, dewasa dan sebentar lagi dia akan
menjadi seorang Dokter. Sedangkan woohyun, jangankan mempunyai mimpi
mendapatkan Ip 3.75 saja tidak mungkin untuknya. Kau harus yakin bahwa namja
yang sekarang menjadi tunanganmu adalah masa depanmu gyu, lupakan woohyun!
Lupakan cinta sesaat antara kau dan woohyun!.”………… ya aku harus melupakan
woohyun.
…………………..
>> Sunggyu Pov
Hari ini aku kembali ke Seoul bersama seseorang dengan status baru
sebagai tunanganku, dialah Minho namja tampan, baik dan sangat perhatian itu
kini berada di sampingku dalam sebuah mobil menuju ke Seoul. Dia tak pernah
melepaskan genggaman tangannya dan sesekali terus mencium tanganku, meski aku
merasa risih karena supirnya terus memperhatikan kami. Selama diperjalanan aku
terus memperhatikan pemandangan yang kami lalui dengan tetap setia mendengar
ucapannya. Minho terus meracau membicarakan masa depan kami nanti, dan sesekali
aku mengangguk saat dia meminta persetujaan padaku.
“ Gyu nanti kau ingin pesta pernikahan seperti apa?”
“ Aku saja belum lulus kenapa bicara soal pernikahan!.”
“ Aku hanya membayangkan saja, aku masih tidak menyangka kau akan jadi tunanganku gyu.”
Aku hanya tersenyum dan kembali dia memcium tanganku. Aku ingin sekali melepaskannya tapi cengkramannya terlalu kuat.
“ Bagaimana kuliahmu di Seoul chagi?”
“ Kuliahku berjalan lancar, tahun depan aku juga sarjana.”
“ Aku senang mendengarnya, kau masih berteman akrab dengan dongwoo?”
“ Ne, dia sudah seperti saudaraku. Minho-ya sebenarnya kau ada urusan apa di seoul?”
“ Oh itu, sebenarnya aku ada panggilan sebagai tenaga medis di Rumah Sakit di Seoul.”
“ Jinja? wahh chukkae.”
“ Gomawo dan tentunya aku bisa sering bertemu denganmu gyu!.”
Aku kembali hanya tersenyum, entahlah setelah mendengar itu aku merasa ada yang mengganjal di hatiku. Mungkin nanti hubunganku dengan woohyun akan semakin renggang karena kehadiran minho, aku telah banyak berpura-pura tentang perasaanku tapi sejujurnya aku lebih berharap minho di jeonju dan aku bisa bersama woohyun sebelum statusku berubah menjadi pengantinnya minho.
“ Ahhhhhhh………” Tiba-tiba rasa kantuk menyerangku dan minho menjatuhkan kepalaku di pundaknya. Dia benar-benar membuatku merasa nyaman sampai akhirnya aku tertidur.
“ Gyu nanti kau ingin pesta pernikahan seperti apa?”
“ Aku saja belum lulus kenapa bicara soal pernikahan!.”
“ Aku hanya membayangkan saja, aku masih tidak menyangka kau akan jadi tunanganku gyu.”
Aku hanya tersenyum dan kembali dia memcium tanganku. Aku ingin sekali melepaskannya tapi cengkramannya terlalu kuat.
“ Bagaimana kuliahmu di Seoul chagi?”
“ Kuliahku berjalan lancar, tahun depan aku juga sarjana.”
“ Aku senang mendengarnya, kau masih berteman akrab dengan dongwoo?”
“ Ne, dia sudah seperti saudaraku. Minho-ya sebenarnya kau ada urusan apa di seoul?”
“ Oh itu, sebenarnya aku ada panggilan sebagai tenaga medis di Rumah Sakit di Seoul.”
“ Jinja? wahh chukkae.”
“ Gomawo dan tentunya aku bisa sering bertemu denganmu gyu!.”
Aku kembali hanya tersenyum, entahlah setelah mendengar itu aku merasa ada yang mengganjal di hatiku. Mungkin nanti hubunganku dengan woohyun akan semakin renggang karena kehadiran minho, aku telah banyak berpura-pura tentang perasaanku tapi sejujurnya aku lebih berharap minho di jeonju dan aku bisa bersama woohyun sebelum statusku berubah menjadi pengantinnya minho.
“ Ahhhhhhh………” Tiba-tiba rasa kantuk menyerangku dan minho menjatuhkan kepalaku di pundaknya. Dia benar-benar membuatku merasa nyaman sampai akhirnya aku tertidur.
>> Author Pov.
Sunggyu sudah tidur terlelap sampai dia benar-benar tidak bergerak sama sekali saat minho membelai dan mengelus lembut pipi sunggyu.
“ Ahjussi fokuslah menyetir jangan terus memperhatikan kami!.” Perintah minho kepada supirnya itu.
“ Ahh mian tuan muda.”
“ Ne, Gyu kau sangat cantik dan hanya pesonamu saja yang mampu menaklukan hatiku. Saranghae Kim sunggyu …..Chu**” Minho mencium lembut bibir sunggyu saat sunggyu sedang terlelap dalam tidurnya.
Sunggyu sudah tidur terlelap sampai dia benar-benar tidak bergerak sama sekali saat minho membelai dan mengelus lembut pipi sunggyu.
“ Ahjussi fokuslah menyetir jangan terus memperhatikan kami!.” Perintah minho kepada supirnya itu.
“ Ahh mian tuan muda.”
“ Ne, Gyu kau sangat cantik dan hanya pesonamu saja yang mampu menaklukan hatiku. Saranghae Kim sunggyu …..Chu**” Minho mencium lembut bibir sunggyu saat sunggyu sedang terlelap dalam tidurnya.
TBC ( Tos baca coment !!!)
Spoiler chap 2
>> Reaksi woohyun setelah mengetahui sunggyu dan minho bertunangan.
>> Usaha key untuk kembali mendapatkan hati woohyun
>> Pacaran pura-pura antara woohyun dan sunggyu mulai tercium oleh minho dan key.
>> Reaksi woohyun setelah mengetahui sunggyu dan minho bertunangan.
>> Usaha key untuk kembali mendapatkan hati woohyun
>> Pacaran pura-pura antara woohyun dan sunggyu mulai tercium oleh minho dan key.
No comments:
Post a Comment