Note : hadeeww gua no comment ama ini ff, gila gregetin bangett /biarin alay/ walopun masih TBC tapi bener - bener asdfghjkl !!!
check dis out !!
My
Lovely Fiance | part 1 | by member Initial R
Sunggyu adalah gadis SMA
yang berusia 16 tahun. Dia
mempunyai tunangan yang jauh lebih tua darinya. Usia mereka terpaut 8 tahun,
meski begitu mereka tetap bahagia dengan kenyataan rentang usia yang tidak bisa
dibilang dekat. Sikap sunggyu yang manja dan suka seenaknya jauh berbanding
terbalik dengan sang tunangan yang lebih terkesan dingin,arogan dan cuek.
mempunyai tunangan yang jauh lebih tua darinya. Usia mereka terpaut 8 tahun,
meski begitu mereka tetap bahagia dengan kenyataan rentang usia yang tidak bisa
dibilang dekat. Sikap sunggyu yang manja dan suka seenaknya jauh berbanding
terbalik dengan sang tunangan yang lebih terkesan dingin,arogan dan cuek.
~oOo~
TITLE
:
MY LOVELY FIANCE (CHAP 1)
MY LOVELY FIANCE (CHAP 1)
CAST
:
NAM WOOHYUN (N) KIM SUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y)
JANG DONGWOO (N)
NAM WOOHYUN (N) KIM SUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y)
JANG DONGWOO (N)
RATED
: T+
GENRE
: ROMANCE,SAD,GS
WARNING
:
INI ADALAH REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN
JUDUL YANG SAMA KARYA AUTHOR “CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH
BACA VERSI KYUMINNYA, JANGAN MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH
MEMINTA IJIN KE AUTHORNYA UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK.
SATU LAGI INI MASIH SAH ATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYA
MEMINJAM CERITANYA UNTUK DIGANTI CAST WOOGYU.
INI ADALAH REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN
JUDUL YANG SAMA KARYA AUTHOR “CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH
BACA VERSI KYUMINNYA, JANGAN MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH
MEMINTA IJIN KE AUTHORNYA UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK.
SATU LAGI INI MASIH SAH ATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYA
MEMINJAM CERITANYA UNTUK DIGANTI CAST WOOGYU.
~oOo~
BRAKKKK!!!
Woohyun tetap fokus pada
layar laptop di depannya meski
telinganya sakit saat mendengar pintu
ruangan itu dibuka paksa oleh empunya.
Tanpa menghiraukan siapa pendobrak pintu ruangannya barusan ia tetap
memilih fokus dengan kerjaannya.
telinganya sakit saat mendengar pintu
ruangan itu dibuka paksa oleh empunya.
Tanpa menghiraukan siapa pendobrak pintu ruangannya barusan ia tetap
memilih fokus dengan kerjaannya.
“HYUUUUNNIEE!!!”
sunggyu
berlari menghampiri woohyun, duduk sambil mengalungkan lengannya ke leher woohyun di pangkuan namja
berperawakan sedang tersebut, Seolah tak ambil pusing dengan kerjaan woohyun
yang harus terhenti karena tingkah konyolnya.
sunggyu
berlari menghampiri woohyun, duduk sambil mengalungkan lengannya ke leher woohyun di pangkuan namja
berperawakan sedang tersebut, Seolah tak ambil pusing dengan kerjaan woohyun
yang harus terhenti karena tingkah konyolnya.
Dengan membuang nafasnya
selembut mungkin, woohyun tahu
jika sebentar lagi sunggyu akan menangis dan mengadukan sesuatu hal yang tak
disukai gadis itu padanya.
jika sebentar lagi sunggyu akan menangis dan mengadukan sesuatu hal yang tak
disukai gadis itu padanya.
“Aku kesal!
Sungyeol mengejekku di sekolah karena aku membawa bekal yang kau berikan!
Katanya aku seperti anak TK yang masih saja membawa bekal padahal anak-anak
yang lain justru memilih ke kantin untuk makan! Hyunie! Aku kesal!!!” lihat bukan? Tebakan woohyun
memang tidak pernah salah. Sunggyu memang suka seperti ini, bertingkah semaunya
dan sangat manja bila dengannya. Apapun yang menurutnya tak seperti kemauannya
maka ia akan marah-marah seperti ini.
Sungyeol mengejekku di sekolah karena aku membawa bekal yang kau berikan!
Katanya aku seperti anak TK yang masih saja membawa bekal padahal anak-anak
yang lain justru memilih ke kantin untuk makan! Hyunie! Aku kesal!!!” lihat bukan? Tebakan woohyun
memang tidak pernah salah. Sunggyu memang suka seperti ini, bertingkah semaunya
dan sangat manja bila dengannya. Apapun yang menurutnya tak seperti kemauannya
maka ia akan marah-marah seperti ini.
selain itu ia mempunyai
musuh bebuyutan yang juga
menyumbangkan ‘gen’ yang membuat sunggyu suka marah-marah tak jelas seperti ini
jika sudah bertemu dengan musuhnya itu. Dan satu-satunya cara yang bisa membuat
sunggyu tenang (menurut sunggyu sendiri) adalah mengadukan semua keluh kesah
yang ia miliki kepada woohyun.
menyumbangkan ‘gen’ yang membuat sunggyu suka marah-marah tak jelas seperti ini
jika sudah bertemu dengan musuhnya itu. Dan satu-satunya cara yang bisa membuat
sunggyu tenang (menurut sunggyu sendiri) adalah mengadukan semua keluh kesah
yang ia miliki kepada woohyun.
jika sudah seperti ini
yang woohyun bisa lakukan hanya
mendengarkan semua apa yang dikatakan sunggyu sambil terus membaca
dokumen-dokumennya meski ia kepayahan dengan letak (?) sunggyu yang
mengahalangi pandangnya dengan layar laptopnya. Ia hanya bisa diam dan tak
perlu berkata banyak yang nantinya bisa membuat sunggyu bertambah murka. Jika
ia terpaksa menjawab maka ia akan mengatakan ‘iya, aku mengerti sayang’ maka
sunggyu akan berhenti marah-marah karena menurutnya woohyun ada di pihaknya,
bodoh memang.
mendengarkan semua apa yang dikatakan sunggyu sambil terus membaca
dokumen-dokumennya meski ia kepayahan dengan letak (?) sunggyu yang
mengahalangi pandangnya dengan layar laptopnya. Ia hanya bisa diam dan tak
perlu berkata banyak yang nantinya bisa membuat sunggyu bertambah murka. Jika
ia terpaksa menjawab maka ia akan mengatakan ‘iya, aku mengerti sayang’ maka
sunggyu akan berhenti marah-marah karena menurutnya woohyun ada di pihaknya,
bodoh memang.
Woohyun memang menghindari
permasalahan dengan sunggyu,
karena jika itu sampai terjadi maka merupakan petaka baginya.
karena jika itu sampai terjadi maka merupakan petaka baginya.
“Iya aku
mengerti, sayang”
sunggyu mengangguk dipelukan woohyun.
mengerti, sayang”
sunggyu mengangguk dipelukan woohyun.
“Hyunie, apa
menurutmu aku memang kekanakan? Maksudku, sungyeol berkata seperti itu mungkin
saja dia benar. Aku terlihat kekanakan dengan bekal buatanmu itu!” sunggyu melepaskan pelukannya
dari leher woohyun dan menatap woohyun lirih.
Woohyun sendiri tak tahu apalagi yang bisa ia lakukan untuk membuat
sunggyu tenang selain diam. Ia tak begitu memperhatikan sunggyu, dan hanya diam
sambil terus fokus pada kerjaannya. Sunggyu merengut kecewa.
menurutmu aku memang kekanakan? Maksudku, sungyeol berkata seperti itu mungkin
saja dia benar. Aku terlihat kekanakan dengan bekal buatanmu itu!” sunggyu melepaskan pelukannya
dari leher woohyun dan menatap woohyun lirih.
Woohyun sendiri tak tahu apalagi yang bisa ia lakukan untuk membuat
sunggyu tenang selain diam. Ia tak begitu memperhatikan sunggyu, dan hanya diam
sambil terus fokus pada kerjaannya. Sunggyu merengut kecewa.
“Hyun! Kau tak
mendengarkanku!”
sunggyu memukul dada woohyun dengan mata yang berkaca-kaca.
mendengarkanku!”
sunggyu memukul dada woohyun dengan mata yang berkaca-kaca.
“siapa bilang?
Aku mendengarkanmu sayang, aku hanya sedang banyak pekerjaan” woohyun tersenyum sebentar
lalu membawa tubuh mungil itu untuk tetap bersandar penuh ke dadanya.
Aku mendengarkanmu sayang, aku hanya sedang banyak pekerjaan” woohyun tersenyum sebentar
lalu membawa tubuh mungil itu untuk tetap bersandar penuh ke dadanya.
“diam dulu dan
jangan banyak bergerak, aku sedang memeriksa perkerjaan bawahanku untuk laporan
pemasukan bulan ini”
sunggyu kembali mengangguk meski dengan setengah hati. Pikirannya masih dongkol
dengan perkataan sungyeol di sekolah tadi ditambah lagi dengan woohyun yang
tidak mendengarkannya dengan baik dan
itu sukses membuatnya berada di ambang good mood nya saat ini. sunggyu
menunggu woohyun selesai dengan perkerjaannya sambil memainkan kancing kemeja
woohyun.
jangan banyak bergerak, aku sedang memeriksa perkerjaan bawahanku untuk laporan
pemasukan bulan ini”
sunggyu kembali mengangguk meski dengan setengah hati. Pikirannya masih dongkol
dengan perkataan sungyeol di sekolah tadi ditambah lagi dengan woohyun yang
tidak mendengarkannya dengan baik dan
itu sukses membuatnya berada di ambang good mood nya saat ini. sunggyu
menunggu woohyun selesai dengan perkerjaannya sambil memainkan kancing kemeja
woohyun.
“apa masih lama
Hyun?”
woohyun melirik sunggyu sekilas. Ia tersenyum lalu kembali melanjutkan
perkerjaannya.
Hyun?”
woohyun melirik sunggyu sekilas. Ia tersenyum lalu kembali melanjutkan
perkerjaannya.
“heum” jawabnya singkat tanpa
melihat sunggyu.
melihat sunggyu.
“aku bosaaaan!” sunggyu
menarik-narik kemeja
woohyun dengan gerakan cepat.
woohyun dengan gerakan cepat.
“kau bisa pulang
jika bosan, sayang”
ujar woohyun barusan sukses membuat sunggyu benar-benar berada di zona ‘BAD
MOOD’ nya.
jika bosan, sayang”
ujar woohyun barusan sukses membuat sunggyu benar-benar berada di zona ‘BAD
MOOD’ nya.
“kau
menyebalkan! Kau mengusirku! Kau tak mencintaiku! Aku membencimu!” sunggyu berlari menuju pintu
keluar, membukanya dan membantingnya dengan keras.
menyebalkan! Kau mengusirku! Kau tak mencintaiku! Aku membencimu!” sunggyu berlari menuju pintu
keluar, membukanya dan membantingnya dengan keras.
BRAAAKKK!!
Woohyun memijit pelipisnya
pelan, Sebelum kembali dengan
dokumen-dokumennya. Bukannya ia tak mau mengejar sunggyu, hanya saja
berkas-berkas itu harus ia selesaikan hari ini. lagipula, woohyun sudah
terbiasa dengan hal seperti ini. ia cukup membelikan permen kapas dan boneka
hamster kesukaan sunggyu maka sunggyu akan berhenti merajuk padanya.
dokumen-dokumennya. Bukannya ia tak mau mengejar sunggyu, hanya saja
berkas-berkas itu harus ia selesaikan hari ini. lagipula, woohyun sudah
terbiasa dengan hal seperti ini. ia cukup membelikan permen kapas dan boneka
hamster kesukaan sunggyu maka sunggyu akan berhenti merajuk padanya.
Hidup beberapa tahun
dengan sunggyu membuatnya terbiasa dengan
tingkah kekanakan sunggyu. begitupun
dengan bawahan woohyun di perusahaan. Terkadang mereka juga kasihan melihat
woohyun. yang harus mengurus perusahaan juga mengurus tunangan kecilnya yang
suka merepotkan itu.
tingkah kekanakan sunggyu. begitupun
dengan bawahan woohyun di perusahaan. Terkadang mereka juga kasihan melihat
woohyun. yang harus mengurus perusahaan juga mengurus tunangan kecilnya yang
suka merepotkan itu.
Banyak yang tak suka
dengan sunggyu, selain karena
tingkahnya yang kekanakan juga karena ia merupakan tunangan woohyun yang hampir
terlihat sempurna,tampan dan kaya yang harus disandingkan dengan sunggyu yang
kekanakan,egois dan pemarah.
tingkahnya yang kekanakan juga karena ia merupakan tunangan woohyun yang hampir
terlihat sempurna,tampan dan kaya yang harus disandingkan dengan sunggyu yang
kekanakan,egois dan pemarah.
Namun lagi-lagi karena
cinta, semua yang terlihat
‘immpossible’ akan terlihat sempurna. Begitu juga dengan woohyun dan sunggyu.
meski sunggyu kekanakan dan merepotkan namun woohyun tak pernah berpikir untuk
meninggalkan sunggyu dan mencari wanita lain yang lebih sempurna dan cocok
dengannya. Baginya mempunyai sunggyu yang kekanakan dan pemarah jauh lebih
membahagiakan jika dibandingkan memilih wanita lain yang bisa saja ia dapatkan
dengan mudah.
‘immpossible’ akan terlihat sempurna. Begitu juga dengan woohyun dan sunggyu.
meski sunggyu kekanakan dan merepotkan namun woohyun tak pernah berpikir untuk
meninggalkan sunggyu dan mencari wanita lain yang lebih sempurna dan cocok
dengannya. Baginya mempunyai sunggyu yang kekanakan dan pemarah jauh lebih
membahagiakan jika dibandingkan memilih wanita lain yang bisa saja ia dapatkan
dengan mudah.
~oOo~
Semejak pulang dari kantor
woohyun, sunggyu terus saja
mengurung dirinya di kamar. Ia memeluk boneka ‘mr.hammie’ nya pemberian woohyun
3 hari yang lalu saat ia marah karena woohyun pulang telat. Sunggyu berpikir jika woohyun tak pernah
mengerti perasaannya karena tak bisa memenuhi semua keinginannya.
mengurung dirinya di kamar. Ia memeluk boneka ‘mr.hammie’ nya pemberian woohyun
3 hari yang lalu saat ia marah karena woohyun pulang telat. Sunggyu berpikir jika woohyun tak pernah
mengerti perasaannya karena tak bisa memenuhi semua keinginannya.
Sedikit kesalahan yang
woohyun lakukan maka sunggyu akan
marah-marah, tak sedikit komentar dan cibiran yang diberikan jongie sahabat
sunggyu kepadanya agar tak selalu bersikap kekanakan dan marah-marah kepada
woohyun karena itu bisa saja membuat woohyun bosan dengannya dan meninggalkannya
demi wanita lain. namun jawaban sunggyu selalu sama, ia selalu mengatakan “woohyun terlalu mencintaiku dia tak akan
bisa berpaling dariku” . meski jongie sudah bosan menasehati sunggyu, namun
apalah yang bisa ia lakukan? Ia tak mau sunggyu patah hati lalu semua hal-hal
buruk akan berimbas kepadanya.
marah-marah, tak sedikit komentar dan cibiran yang diberikan jongie sahabat
sunggyu kepadanya agar tak selalu bersikap kekanakan dan marah-marah kepada
woohyun karena itu bisa saja membuat woohyun bosan dengannya dan meninggalkannya
demi wanita lain. namun jawaban sunggyu selalu sama, ia selalu mengatakan “woohyun terlalu mencintaiku dia tak akan
bisa berpaling dariku” . meski jongie sudah bosan menasehati sunggyu, namun
apalah yang bisa ia lakukan? Ia tak mau sunggyu patah hati lalu semua hal-hal
buruk akan berimbas kepadanya.
Entahlah, sunggyu merasa
jika ia marah kepada woohyun
maka woohyun akan semakin memperhatikannya. Dan bukan seperti yang jongie
bilang tadi jika woohyun akan meninggalkannya. Itu mustahil bagi woohyun untuk
meninggalkan sunggyu.
maka woohyun akan semakin memperhatikannya. Dan bukan seperti yang jongie
bilang tadi jika woohyun akan meninggalkannya. Itu mustahil bagi woohyun untuk
meninggalkan sunggyu.
Ia hanya butuh perhatian
dari woohyun, lelaki itu terlalu
sibuk di kantor dan sedikit melupakan dirinya. Jika waktu libur pun woohyun tak
pernah bilang tidak untuk pekerjaannya. Paling hanya 2x dalam sebulan mereka bisa
berlibur ke taman hiburan bersama dan selebihnya full di isi oleh
pekerjaan-pekerjaan woohyun yang tak pernah ada kata selesainya.
sibuk di kantor dan sedikit melupakan dirinya. Jika waktu libur pun woohyun tak
pernah bilang tidak untuk pekerjaannya. Paling hanya 2x dalam sebulan mereka bisa
berlibur ke taman hiburan bersama dan selebihnya full di isi oleh
pekerjaan-pekerjaan woohyun yang tak pernah ada kata selesainya.
Sunggyu merasa dirinya
sendirian karena kesibukan
woohyun. orang tuanya tinggal di china sedangkan orang tua woohyun menetap di
inggris. Itulah mengapa ia memilih tinggal bersama woohyun dibanding harus
mengikuti kedua orang tuanya yang
‘nomaden’ dikarenakan anak perusahaan ayahnya yang lumayan banyak di luar negri
sehingga mereka berdua harus selalu berpindah tempat tinggal.
woohyun. orang tuanya tinggal di china sedangkan orang tua woohyun menetap di
inggris. Itulah mengapa ia memilih tinggal bersama woohyun dibanding harus
mengikuti kedua orang tuanya yang
‘nomaden’ dikarenakan anak perusahaan ayahnya yang lumayan banyak di luar negri
sehingga mereka berdua harus selalu berpindah tempat tinggal.
Bayangan sungmin jika ia
tinggal bersama woohyun adalah
dirinya tak akan kesepian lagi. namun kenyataannya tinggal ataupun tidak dengan
woohyun, kejadiannya sama saja jika ia tinggal dengan kedua orang tuanya.
walaupun baiknya ia tak harus selalu berpindah tempat tinggal jika tinggal
dengan woohyun.
dirinya tak akan kesepian lagi. namun kenyataannya tinggal ataupun tidak dengan
woohyun, kejadiannya sama saja jika ia tinggal dengan kedua orang tuanya.
walaupun baiknya ia tak harus selalu berpindah tempat tinggal jika tinggal
dengan woohyun.
Woohyun yang dianggap
dewasa dan matang oleh kedua orang
tua sunggyu di beri kepercayaan untuk menjaga sunggyu. ia sendiri tak pernah
berbuat macam-macam kepada sunggyu dan hanya berani memberikan kecupan di
kening atau di pipi untuk kecupan pengantar tidur atau ketika sunggyu berangkat
sekolah. Dan untuk selebihnya seperti mencium bibir gadis itu woohyun belum
berani.
tua sunggyu di beri kepercayaan untuk menjaga sunggyu. ia sendiri tak pernah
berbuat macam-macam kepada sunggyu dan hanya berani memberikan kecupan di
kening atau di pipi untuk kecupan pengantar tidur atau ketika sunggyu berangkat
sekolah. Dan untuk selebihnya seperti mencium bibir gadis itu woohyun belum
berani.
Karena baginya kepercayaan
dari kedua orang tua sunggyu
adalah yang paling penting. Sehingga ia tak berani menodai kepercayaan itu
dengan kecerobohannya.
adalah yang paling penting. Sehingga ia tak berani menodai kepercayaan itu
dengan kecerobohannya.
CEKLEEEK!
Woohyun memasuki kamar
sunggyu, ia tersenyum sekilas
sebelum masuk lebih dalam ke ruangan serba putih biru itu. ia melihat sunggyu
yang sempat menoleh karena kehadirannya dan membuang pandangannya kearah lain
saat mengetahu itu dirinya dan tak ingin melihatnya.
sebelum masuk lebih dalam ke ruangan serba putih biru itu. ia melihat sunggyu
yang sempat menoleh karena kehadirannya dan membuang pandangannya kearah lain
saat mengetahu itu dirinya dan tak ingin melihatnya.
Woohyun menghampiri
sunggyu yang duduk bersandar di
pembatas bed nya lalu duduk dihadapannya.
pembatas bed nya lalu duduk dihadapannya.
“Gyuie-ah, lihat
aku membawa Mr.hammie dan permen kapas biru kesukaanmu” woohyun menyodorkan kedua
buah benda bawaannya kearah sunggyu namun ditepis kasar oleh sunggyu.
aku membawa Mr.hammie dan permen kapas biru kesukaanmu” woohyun menyodorkan kedua
buah benda bawaannya kearah sunggyu namun ditepis kasar oleh sunggyu.
“aku bukan anak
kecil! Jangan perlakukan aku seperti itu! aku tak mau menerima boneka dan
permen kapas lagi! aku tak mau di olok-olok sungyeol lagi karena mengataiku
kekanakan! Hiks hiks...” sunggyu
menenggelamkan wajahnya ke boneka ‘hammie’ yang sejak tadi dipeluknya. Woohyun
meletakkan boneka dan permen kapas yang dibawanya lalu memeluk sunggyu.
kecil! Jangan perlakukan aku seperti itu! aku tak mau menerima boneka dan
permen kapas lagi! aku tak mau di olok-olok sungyeol lagi karena mengataiku
kekanakan! Hiks hiks...” sunggyu
menenggelamkan wajahnya ke boneka ‘hammie’ yang sejak tadi dipeluknya. Woohyun
meletakkan boneka dan permen kapas yang dibawanya lalu memeluk sunggyu.
“jangan menangis
lagi kalau tak ingin dibilang kekanakan, eum?” sunggyu meronta dalam pelukan woohyun
dan melempar boneka hammie yang dari tadi ia pegang ke wajah woohyun.
lagi kalau tak ingin dibilang kekanakan, eum?” sunggyu meronta dalam pelukan woohyun
dan melempar boneka hammie yang dari tadi ia pegang ke wajah woohyun.
BUKKK!
“kau sama saja
dengan sungyeol! Tak pernah mengerti kemauanku dan selalu mengeluarkan kata-kata
yang tak ku suka! Kau selalu suka membuatku marah-marah padamu! Dan aku
benar-benar membencimu! Sekarang keluar dari kamarku!”
dengan sungyeol! Tak pernah mengerti kemauanku dan selalu mengeluarkan kata-kata
yang tak ku suka! Kau selalu suka membuatku marah-marah padamu! Dan aku
benar-benar membencimu! Sekarang keluar dari kamarku!”
Sunggyu menarik lengan
woohyun dengan paksa, menyeret
namja itu dengan kasar dan mendorongnya keluar begitu saja sebelum pintu itu di
tutup dengan sangat keras.
namja itu dengan kasar dan mendorongnya keluar begitu saja sebelum pintu itu di
tutup dengan sangat keras.
BRAAKKK!
Woohyun mengusap wajahnya
frustasi. Lagi-lagi ia tak bisa
mengendalikan emosi sunggyu. ia mendesah kesal karena selalu menjadi
pelampiasan kemarahan sunggyu. jika sudah begini woohyun hanya bisa diam dan
membiarkan emosi sunggyu mereda dengan sendirinya.
mengendalikan emosi sunggyu. ia mendesah kesal karena selalu menjadi
pelampiasan kemarahan sunggyu. jika sudah begini woohyun hanya bisa diam dan
membiarkan emosi sunggyu mereda dengan sendirinya.
Lelaki itu membawa
langkahnya memasuki kamarnya yang
terletak di sebelah persis dari kamar sunggyu.
terletak di sebelah persis dari kamar sunggyu.
~oOo~
Suasana sarapan pagi itu
nampak hening, hanya ada bunyi
sendok dan piring yang beradu. Sunggyu memilih bungkam dan terus melahap
sarapannya ketimbang melihat woohyun yang masih saja membaca koran tanpa
menyentuh makanannya.
sendok dan piring yang beradu. Sunggyu memilih bungkam dan terus melahap
sarapannya ketimbang melihat woohyun yang masih saja membaca koran tanpa
menyentuh makanannya.
Sesekali woohyun melirik
kearah sunggyu dan kembali
memfokuskan tatapannya ke koran paginya.
memfokuskan tatapannya ke koran paginya.
“aku selesai” sunggyu segera
mengelap sudut
bibirnya dengan tissue dan mengambil tas sekolahnya yang berada di kursi lain.
woohyun buru-buru menyesap kopinya dan menutup lembaran korannya.
bibirnya dengan tissue dan mengambil tas sekolahnya yang berada di kursi lain.
woohyun buru-buru menyesap kopinya dan menutup lembaran korannya.
“Tunggu! Aku
belum selesai. Kita berangkat bersama, aku akan mengantarkanmu ke sekolah” woohyun menarik tangan sunggyu
bermaksud untuk menahannya sementara dirinya melahap satu lembar roti tawar
kedalam mulutnya. Namun sunggyu menghempaskan tangannya kasar.
belum selesai. Kita berangkat bersama, aku akan mengantarkanmu ke sekolah” woohyun menarik tangan sunggyu
bermaksud untuk menahannya sementara dirinya melahap satu lembar roti tawar
kedalam mulutnya. Namun sunggyu menghempaskan tangannya kasar.
“aku bukan anak
kecil! aku bisa berangkat sendiri”sunggyu berlari begitu saja dan meninggalkan woohyun
ketika lelaki itu hampir saja mengejarnya. Sepertinya kali ini sunggyu
benar-benar marah dan woohyun harus ektra sabar menghadapi sunggyu kali ini.
kecil! aku bisa berangkat sendiri”sunggyu berlari begitu saja dan meninggalkan woohyun
ketika lelaki itu hampir saja mengejarnya. Sepertinya kali ini sunggyu
benar-benar marah dan woohyun harus ektra sabar menghadapi sunggyu kali ini.
Woohyun menyelesaikan
sarapan paginya dengan cepat,
setelah selesai ia segera menyambar tas,jas dan kunci mobilnya di sofa.
setelah selesai ia segera menyambar tas,jas dan kunci mobilnya di sofa.
Ia segera memencet tombol
lift ke lantai dasar untuk
mengambil mobilnya dan segera masuk
berniat untuk memastikan jika sunggyu benar-benar sampai di sekolah
dengan selamat.
mengambil mobilnya dan segera masuk
berniat untuk memastikan jika sunggyu benar-benar sampai di sekolah
dengan selamat.
~oOo~
Sementara itu...
Di kelas sunggyu
mendudukkan tubuhnya disebelah jongie
dengan kasar hingga membuat gadis bertubuh ramping itu terkejut dengan
kedatangan sunggyu.
dengan kasar hingga membuat gadis bertubuh ramping itu terkejut dengan
kedatangan sunggyu.
“Gyu, kau
kenapa?” sungjong
atau jongie melirik sekilas kearah sunggyu untuk memastikan keadaan gadis itu
dan beberapa detik kemudian ia menyimpulkan jika sunggyu sedang marah pagi ini.
“biar kutebak, kau marah lagi dengan
woohyun kan?” sunggyu merengut tak suka.
kenapa?” sungjong
atau jongie melirik sekilas kearah sunggyu untuk memastikan keadaan gadis itu
dan beberapa detik kemudian ia menyimpulkan jika sunggyu sedang marah pagi ini.
“biar kutebak, kau marah lagi dengan
woohyun kan?” sunggyu merengut tak suka.
“dia sangat
menyebalkan Jong!” adunya
sembari menekuk kedua lengannya diatas meja.
menyebalkan Jong!” adunya
sembari menekuk kedua lengannya diatas meja.
“mungkin dia
sudah bosan denganmu, kau kan selalu memarahinya tanpa alasan yang jelas,
makanya dia menjadi menyebalkan” sunggyu mendelik tak suka dan mencibir sungjong karena
tahu sahabatnya itu akan menceramahinya.
sudah bosan denganmu, kau kan selalu memarahinya tanpa alasan yang jelas,
makanya dia menjadi menyebalkan” sunggyu mendelik tak suka dan mencibir sungjong karena
tahu sahabatnya itu akan menceramahinya.
“woohyunie tak
pernah bosan denganku!”
sungut sunggyu membela diri. Sungjong mengedikkan bahunya dan berdiri dari
duduknya.
pernah bosan denganku!”
sungut sunggyu membela diri. Sungjong mengedikkan bahunya dan berdiri dari
duduknya.
“itu hanya
menurutmu, dan bukan menurut woohyun” sunggyu mengerucutkan bibirnya lagi. “ayolah gyu, mau sampai kapan kau kekanakan
seperti ini? jika seperti ini woohyun akan benar-benar meninggalkanmu”
sunggyu makin merengut tak suka, saat lagi-lagi sungjong akan menyalahakannya
dan lebih membela woohyun daripada dirinya.
menurutmu, dan bukan menurut woohyun” sunggyu mengerucutkan bibirnya lagi. “ayolah gyu, mau sampai kapan kau kekanakan
seperti ini? jika seperti ini woohyun akan benar-benar meninggalkanmu”
sunggyu makin merengut tak suka, saat lagi-lagi sungjong akan menyalahakannya
dan lebih membela woohyun daripada dirinya.
“woohyun tak...” dengan cepat
sungjong
memotong omongan sunggyu.
memotong omongan sunggyu.
“tak akan
meninggalkanmu? ... oh ayolah kim sunggyu! mana ada pria dewasa yang tahan
dengan sifat kekanakanmu itu? meskipun aku tahu woohyun sangat mencintaimu,
namun itu tak menutup kemungkinan jika ia akan memilih meninggalkanmu dan
mengencani wanita yang jauh lebih dewasa daripada dirimu anak ingusan yang
kekanakan dan jika sifatmu masih seperti-seperti ini saja, maka akan kupastikan
kau akan kehilangan woohyun” sunggyu
menggigit bibirnya.
meninggalkanmu? ... oh ayolah kim sunggyu! mana ada pria dewasa yang tahan
dengan sifat kekanakanmu itu? meskipun aku tahu woohyun sangat mencintaimu,
namun itu tak menutup kemungkinan jika ia akan memilih meninggalkanmu dan
mengencani wanita yang jauh lebih dewasa daripada dirimu anak ingusan yang
kekanakan dan jika sifatmu masih seperti-seperti ini saja, maka akan kupastikan
kau akan kehilangan woohyun” sunggyu
menggigit bibirnya.
“kau tak
mengenal woohyun, jadi kau tak bisa berkata seenakmu!” sungjong memutar bola matanya
malas dan melipat kedua tangannya didepan dada.
mengenal woohyun, jadi kau tak bisa berkata seenakmu!” sungjong memutar bola matanya
malas dan melipat kedua tangannya didepan dada.
“well,
terserahmu saja. Aku bosan menasehatimu terus” sungjong pergi begitu saja sementara
sunggyu melihat punggung sungjong dengan pandangan cemas. Ia mulai meremas
ujung rok nya dan menggigit bibirnya.
terserahmu saja. Aku bosan menasehatimu terus” sungjong pergi begitu saja sementara
sunggyu melihat punggung sungjong dengan pandangan cemas. Ia mulai meremas
ujung rok nya dan menggigit bibirnya.
“bagaimana jika
yang dikatakan jongie itu benar? Andwae! Woohyunie tak boleh meninggalkanku!” saat sunggyu sedang sibuk
dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya bergetar.
yang dikatakan jongie itu benar? Andwae! Woohyunie tak boleh meninggalkanku!” saat sunggyu sedang sibuk
dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya bergetar.
Sunggyu mengambil
ponselnya yang ia taruh didalam kantong
seragamnya.
seragamnya.
“dari woohyun” sunggyu membaca ID caller
yang
terpampang di layar HP nya.
terpampang di layar HP nya.
“halo” sapanya cuek.
“kau sudah
sampai?”
sampai?”
“ya”
“pulang sekolah
nanti ku jemput ya, aku akan tiba disana sebe-...” kalimat woohyun segera di potong
cepat oleh sunggyu.
nanti ku jemput ya, aku akan tiba disana sebe-...” kalimat woohyun segera di potong
cepat oleh sunggyu.
“tidak perlu”
PIP!
Panggilan itu diputus
sepihak oleh sunggyu, lalu ia
segera menaruh kembali ponselnya kedalam kantongnya.
segera menaruh kembali ponselnya kedalam kantongnya.
“menyebalkan!
Kenapa harus sok peduli seperti itu sih! Bilang saja dia terpaksa!”
Kenapa harus sok peduli seperti itu sih! Bilang saja dia terpaksa!”
Sunggyu segera
meneangkupkan wajahnya dengan kedua
tangannya dan menaruhnya keatas meja.
tangannya dan menaruhnya keatas meja.
~oOo~
Sunggyu dan sungjong
membereskan peralatan sekolah milik
mereka kedalam tas masing-masing saat bel pulang sekolah berbunyi.
mereka kedalam tas masing-masing saat bel pulang sekolah berbunyi.
“Gyu, apa
woohyun menjemputmu?”
sunggyu menghentkan aktivitasnya sebentar lalu melanjukannya lagi tanpa melihat
sungjong yang menatapnya.
woohyun menjemputmu?”
sunggyu menghentkan aktivitasnya sebentar lalu melanjukannya lagi tanpa melihat
sungjong yang menatapnya.
“tidak” jawabnya terlalu
singkat dan
mulai menggendong ransel biru miliknya.
mulai menggendong ransel biru miliknya.
“kenapa? Apa kau
melarangnya?”
sungjong ikut menggendong tas kuning miliknya dan mulai berjalan keluar kelas
begitupun dengan sunggyu.
melarangnya?”
sungjong ikut menggendong tas kuning miliknya dan mulai berjalan keluar kelas
begitupun dengan sunggyu.
“mungkin dia
sedang sibuk dengan pekerjaannya, lagipula ia memang tak pernah memperhatikanku,
untuk apa dia menjemputku kalau pekerjaannya lebih membutuhkannya” sungjong hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya.
sedang sibuk dengan pekerjaannya, lagipula ia memang tak pernah memperhatikanku,
untuk apa dia menjemputku kalau pekerjaannya lebih membutuhkannya” sungjong hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“lalu kau mau
langsung pulang?”
tanya sungjong memegangi pundak sunggyu. sunggyu menggeleng tanpa minat
menjawab pertanyaan sungjong.
langsung pulang?”
tanya sungjong memegangi pundak sunggyu. sunggyu menggeleng tanpa minat
menjawab pertanyaan sungjong.
“lalu kau mau
kemana?”
sunggyu menggeleng lagi. sungjong mendesah frustasi.
kemana?”
sunggyu menggeleng lagi. sungjong mendesah frustasi.
“bagaimana jika
kita ke hard rock cafe saja? Kudengar disana ada menu masakan baru, kupastikan
kau belum mencicipinya kan?”
sunggyu menggeleng untuk ketiga kalinya, sungjong menjetikkan kedua jarinya.
kita ke hard rock cafe saja? Kudengar disana ada menu masakan baru, kupastikan
kau belum mencicipinya kan?”
sunggyu menggeleng untuk ketiga kalinya, sungjong menjetikkan kedua jarinya.
“baiklah kita
pergi kesana!”
ujarnya girang dan segera menarik tangan sunggyu untuk mengikutinya.
pergi kesana!”
ujarnya girang dan segera menarik tangan sunggyu untuk mengikutinya.
Setelah menempuh
perjalanan selama 20 menit, akhirnya
keduanya sampai di cafe yang dituju. Mereka berjalan kedalam cafe yang memang
berada di pusat perbelanjaan seoul itu.
keduanya sampai di cafe yang dituju. Mereka berjalan kedalam cafe yang memang
berada di pusat perbelanjaan seoul itu.
Saat mereka berjalan
tiba-tiba saja sunggyu menghentikan
langkahnya yang otomatis juga menghentikan langkah sungjong yang memang
menggandeng sunggyu sedari tadi.
langkahnya yang otomatis juga menghentikan langkah sungjong yang memang
menggandeng sunggyu sedari tadi.
“kenapa
berhenti?”
sungjong memandang sunggyu yang memperhatikan sebuah mobil yang terparkir di
depan mall tersebut dari balik dinding kaca besar disana.
berhenti?”
sungjong memandang sunggyu yang memperhatikan sebuah mobil yang terparkir di
depan mall tersebut dari balik dinding kaca besar disana.
“wae? Apa
sesuatu yang tertinggal?”
sesuatu yang tertinggal?”
“Jong, bukankah
itu mobil woohyun?” sungjong
mendekati sunggyu yang memandang lekat mobil sedan hitam itu dari jarak dekat.
itu mobil woohyun?” sungjong
mendekati sunggyu yang memandang lekat mobil sedan hitam itu dari jarak dekat.
“aku rasa iya,
tapi untuk apa ia disini?”
tanya sungjong lagi.
tapi untuk apa ia disini?”
tanya sungjong lagi.
“aku juga tak
tahu”
tahu”
“sudahlah kajja,
mungkin dia masih di dalam membeli kebutuhan sehari-hari kalian” sunggyu menurut saja ketika
sungjong menarik tangannya ke lantai 2.
mungkin dia masih di dalam membeli kebutuhan sehari-hari kalian” sunggyu menurut saja ketika
sungjong menarik tangannya ke lantai 2.
Saat mereka akan duduk di
cafe, tanpa sengaja mata
sungjong menemukan sosok woohyun disana dengan beberapa rekan kerjanya yang
berjumlah 3 orang duduk berhadap-hadapan. 2 orang lelaki dan 3 dengan woohyun
dan juga seorang perempuan yang duduk nya membelakanginya untuk melihat wajah
wanita itu.
sungjong menemukan sosok woohyun disana dengan beberapa rekan kerjanya yang
berjumlah 3 orang duduk berhadap-hadapan. 2 orang lelaki dan 3 dengan woohyun
dan juga seorang perempuan yang duduk nya membelakanginya untuk melihat wajah
wanita itu.
“Gyu, apa
woohyun memang suka makan ditempat ini?” sunggyu menolehkan kepalanya dari
buku menu yang ia pegang ke arah sungjong.
woohyun memang suka makan ditempat ini?” sunggyu menolehkan kepalanya dari
buku menu yang ia pegang ke arah sungjong.
“setahuku ia tak
pernah mempunyai waktu luang untuk makan di luar, apalagi sampai mempunyai
tempat makan favorit”
pernah mempunyai waktu luang untuk makan di luar, apalagi sampai mempunyai
tempat makan favorit”
“lalu apa yang
dia lakukan disini sekarang?”
sunggyu memelototkan matanya.
dia lakukan disini sekarang?”
sunggyu memelototkan matanya.
“ne?”
“kau lihatlah
kearah jam sembilan. Bukankah itu woohyun?” sunggyu menurut saja ketika sungjong
menyuruhnya seperti itu. selain penasaran ia juga percaya kepada sahabatnya itu
jika sungjong sudah seserius itu berbicara dengannya. Sunggyu membulatkan
matanya saat melihat woohyun yang duduk berempat dengan rekan kerjanya tak jauh
dari meja mereka.
kearah jam sembilan. Bukankah itu woohyun?” sunggyu menurut saja ketika sungjong
menyuruhnya seperti itu. selain penasaran ia juga percaya kepada sahabatnya itu
jika sungjong sudah seserius itu berbicara dengannya. Sunggyu membulatkan
matanya saat melihat woohyun yang duduk berempat dengan rekan kerjanya tak jauh
dari meja mereka.
“benar, untuk
apa ia kesini? Bukankah ia sibuk?” sungjong menatap prihatin sahabatnya dan mengusap bahu sunggyu
pelan.
apa ia kesini? Bukankah ia sibuk?” sungjong menatap prihatin sahabatnya dan mengusap bahu sunggyu
pelan.
“mungkin dia
sedang makan siang. Bisa saja kan?”
sedang makan siang. Bisa saja kan?”
“tapi disana ada
seorang yeoja jong!”
seorang yeoja jong!”
“lalu?”
“woohyun tak
pernah berbicara mempunyai teman dekat perempuan” sungjong membuang nafasnya kasar.
pernah berbicara mempunyai teman dekat perempuan” sungjong membuang nafasnya kasar.
“kau ini
berpikiran sempit sekali sih, bisa saja itu relasi bisnisnya. Bagaimana apa kau
ingin menemuinya?” sunggyu
mendelik kearah sungjong.
berpikiran sempit sekali sih, bisa saja itu relasi bisnisnya. Bagaimana apa kau
ingin menemuinya?” sunggyu
mendelik kearah sungjong.
“tidak, aku
masih marah dengannya. Tidak lucu jika aku menemuinya dan beramah tamah
dengannya” sungjong
mencibir sebentar sebelum keduanya kembali dikejutkan dengan woohyun yang
tiba-tiba membalikkan badannya hingga bisa menatap mereka berdua.
masih marah dengannya. Tidak lucu jika aku menemuinya dan beramah tamah
dengannya” sungjong
mencibir sebentar sebelum keduanya kembali dikejutkan dengan woohyun yang
tiba-tiba membalikkan badannya hingga bisa menatap mereka berdua.
Sunggyu tersedak ludahnya
sendiri setelah kepergok
memata-matai tunangannya sendiri.
memata-matai tunangannya sendiri.
“Gyu! Gyu!
Woohyun melihat kearah kita!”
sunggyu mulai kelabakan dan pura-pua merapihkan rambutnya.
Woohyun melihat kearah kita!”
sunggyu mulai kelabakan dan pura-pua merapihkan rambutnya.
“ Jong bagaimana
ini?”
ini?”
“aku rasa dia
akan kesini”
dengan cepat sunggyu memutar kepalanya menjadi kearah sungjong.
akan kesini”
dengan cepat sunggyu memutar kepalanya menjadi kearah sungjong.
“tidak boleh!
Lebih baik kita cepat pergi dari sini! Kajja!” namun tangan sunggyu cepat ditepis
oleh sungjong.
Lebih baik kita cepat pergi dari sini! Kajja!” namun tangan sunggyu cepat ditepis
oleh sungjong.
“Woohyun Oppa!
Disini!” ‘sial
kau jong!’ umpat sunggyu dalam hati.
Disini!” ‘sial
kau jong!’ umpat sunggyu dalam hati.
sungjong
melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak
memanggil nama woohyun, woohyun balas melambaikan tangannya dan tersenyum
kearah mereka. sunggyu semakin salah tingkah ketika tatapannya bertemu dengan
woohyun, dia mencari kursi kosong yang tersedia kiranya agar ia bisa
menyembunyikan dirinya dari woohyun. namun rencana itu gagal saat sosok woohyun
sudah sampai di meja mereka.
memanggil nama woohyun, woohyun balas melambaikan tangannya dan tersenyum
kearah mereka. sunggyu semakin salah tingkah ketika tatapannya bertemu dengan
woohyun, dia mencari kursi kosong yang tersedia kiranya agar ia bisa
menyembunyikan dirinya dari woohyun. namun rencana itu gagal saat sosok woohyun
sudah sampai di meja mereka.
“ehem” dengan berdehem
menghilangkan
ke-grogi-an-nya sunggyu bertingkah seolah ia masih marah dan tak memperdulikan
kehadiran woohyun.
ke-grogi-an-nya sunggyu bertingkah seolah ia masih marah dan tak memperdulikan
kehadiran woohyun.
“kalian disini?” tanya suara bariton
itu
ketika sampai di meja mereka. Sungjong hanya tersenyum dan mengangguk.
ketika sampai di meja mereka. Sungjong hanya tersenyum dan mengangguk.
“Oppa, sunggyu
bilang dia lapar. Dan tak bisa makan jika tak ada kau, karena aku tahu kau
sedang bekerja. Maka dari itu aku sengaja membawanya ke tempat favoritnya untuk
makan disini, tidak tahunya kami bertemu oppa di cafe ini. apa yang oppa
lakukan disini?”
sunggyu mendelik kearah sungjong. Namun sungjong mengabaikannya. Dan saat
sunggyu akan melepaskan tatapannya dari sungjong, ia tak sengaja menatap
woohyun yang entah dari kapan juga menatapnya.
bilang dia lapar. Dan tak bisa makan jika tak ada kau, karena aku tahu kau
sedang bekerja. Maka dari itu aku sengaja membawanya ke tempat favoritnya untuk
makan disini, tidak tahunya kami bertemu oppa di cafe ini. apa yang oppa
lakukan disini?”
sunggyu mendelik kearah sungjong. Namun sungjong mengabaikannya. Dan saat
sunggyu akan melepaskan tatapannya dari sungjong, ia tak sengaja menatap
woohyun yang entah dari kapan juga menatapnya.
“aku sedang
makan siang dengan rekanku. Tapi benarkah sunggyu lapar? Itu pasti karena dia
tak membawa bekal. Ah, Kalau begitu kalian bergabung dengan kami saja. Ayo kita
kesana, aku akan memperkanalkan kalian dengan rekan kerjaku, kajja” woohyun melirik sunggyu
sekilas namun sunggyu tak mau melihatnya, pria itu segera membawakan tas
sunggyu dan menarik lengan gadis itu agar bergabung dengan rekannya yang lain.
Sungjong hanya menurut dan berjalan di belakang woohyun dan sunggyu.
makan siang dengan rekanku. Tapi benarkah sunggyu lapar? Itu pasti karena dia
tak membawa bekal. Ah, Kalau begitu kalian bergabung dengan kami saja. Ayo kita
kesana, aku akan memperkanalkan kalian dengan rekan kerjaku, kajja” woohyun melirik sunggyu
sekilas namun sunggyu tak mau melihatnya, pria itu segera membawakan tas
sunggyu dan menarik lengan gadis itu agar bergabung dengan rekannya yang lain.
Sungjong hanya menurut dan berjalan di belakang woohyun dan sunggyu.
“kau masih marah
padaku?”
tanya woohyun memandangi wajah sunggyu namun sunggyu tak mau menjawab dan
terlihat enggan ditarik-tarik oleh woohyun.
padaku?”
tanya woohyun memandangi wajah sunggyu namun sunggyu tak mau menjawab dan
terlihat enggan ditarik-tarik oleh woohyun.
“ani oppa, gyuie
hanya lemas saja karena tak sempat makan siang tadi” woohyun hanya ber-oh ria dan mengelus
surai berponi rata milik tunangannya pelan sebelum mereka benar-benar sampai di
meja woohyun sebelumnya.
hanya lemas saja karena tak sempat makan siang tadi” woohyun hanya ber-oh ria dan mengelus
surai berponi rata milik tunangannya pelan sebelum mereka benar-benar sampai di
meja woohyun sebelumnya.
“nah, dongwoo
hyung, soryeong hyung dan jiae-ah kenalkan ini sunggyu tunanganku dan itu
sungjong teman tunanganku”
hyung, soryeong hyung dan jiae-ah kenalkan ini sunggyu tunanganku dan itu
sungjong teman tunanganku”
“jadi masih anak
SMA” woohyun
hanya tersenyum mendengar komentar tak mengenakkan itu dari jiae, wanita yang duduk disebelah
woohyun sebelumnya. Sunggyu menatap tak suka ke arah perempuan ber-rok mini
itu. ia mengerucutkan bibirnya dan medongak ke arah woohyun.
SMA” woohyun
hanya tersenyum mendengar komentar tak mengenakkan itu dari jiae, wanita yang duduk disebelah
woohyun sebelumnya. Sunggyu menatap tak suka ke arah perempuan ber-rok mini
itu. ia mengerucutkan bibirnya dan medongak ke arah woohyun.
Woohyun melihat sunggyu
sebentar dan tahu jika sunggyu
tak suka dengan perkataan jiae barusan. Maka dengan bijak ia pun mempersilakan
sunggyu dan sungjong untuk duduk berbaur dengan teman-temannya daripada harus
memperpanjang urusan.
tak suka dengan perkataan jiae barusan. Maka dengan bijak ia pun mempersilakan
sunggyu dan sungjong untuk duduk berbaur dengan teman-temannya daripada harus
memperpanjang urusan.
Sunggyu duduk disebelah
woohyun dan jiae, sedangkan
sungjong karena tak ada pilihan lain ia pun segera mendudukkan tubuhnya di
antara dongwoo dan seoryeong. Jadi letak duduk mereka sunggyu-woohyun-jiae dan
dongwoo-sungjong-soeryong.
sungjong karena tak ada pilihan lain ia pun segera mendudukkan tubuhnya di
antara dongwoo dan seoryeong. Jadi letak duduk mereka sunggyu-woohyun-jiae dan
dongwoo-sungjong-soeryong.
“jadi kau tak
berbohong soal tunanganmu itu? aku kira kau berbohong”
berbohong soal tunanganmu itu? aku kira kau berbohong”
“tidak hyung,
selama ini aku hanya bercerita tentang masalah tunangan saja. Dan seperti yang
kalian lihat sendiri sunggyu masih 16 tahun dan anak sekolahan” dongwoo hanya menganggukkan
kepalanya kemudian tersenyum kearah sunggyu.
selama ini aku hanya bercerita tentang masalah tunangan saja. Dan seperti yang
kalian lihat sendiri sunggyu masih 16 tahun dan anak sekolahan” dongwoo hanya menganggukkan
kepalanya kemudian tersenyum kearah sunggyu.
“Gyu, ini
dongwoo hyung yang sering aku ceritakan kepadamu dan yang duduk disebelah
sungjong itu namanya seoryong hyung dia juga rekan se-divisi dongwoo hyung. Dan
yang duduk disebelahku ini namanya jiae, dia kepala divisi di bagian dongwoo
hyung dan soeryong hyung. Mereka lah bawahanku yang sering membuatku sibuk
setiap hari, secara tidak langsung kau bisa menyalahkan mereka karena selalu
membuatku melupakanmu karena pekerjaan-pekerjaan mereka yang tidak tuntas” canda woohyun secara urut
memperkenalkan temannya, sunggyu balas tersenyum ramah kearah kedua teman
lelaki woohyun namun tidak dengan gadis yang duduk disisi kanan woohyun. entah
kenapa sunggyu sangat tidak suka dengan kehadiran gadis itu diantara mereka. Setidaknya
dongwoo dan soryeong saja itu sudah cukup daripada harus ditambah wanita itu.
apalagi sedari tadi sunggyu memperhatikan duduk wanita itu sengaja menempel
pada woohyun.
dongwoo hyung yang sering aku ceritakan kepadamu dan yang duduk disebelah
sungjong itu namanya seoryong hyung dia juga rekan se-divisi dongwoo hyung. Dan
yang duduk disebelahku ini namanya jiae, dia kepala divisi di bagian dongwoo
hyung dan soeryong hyung. Mereka lah bawahanku yang sering membuatku sibuk
setiap hari, secara tidak langsung kau bisa menyalahkan mereka karena selalu
membuatku melupakanmu karena pekerjaan-pekerjaan mereka yang tidak tuntas” canda woohyun secara urut
memperkenalkan temannya, sunggyu balas tersenyum ramah kearah kedua teman
lelaki woohyun namun tidak dengan gadis yang duduk disisi kanan woohyun. entah
kenapa sunggyu sangat tidak suka dengan kehadiran gadis itu diantara mereka. Setidaknya
dongwoo dan soryeong saja itu sudah cukup daripada harus ditambah wanita itu.
apalagi sedari tadi sunggyu memperhatikan duduk wanita itu sengaja menempel
pada woohyun.
Woohyun memperhatikan
mimik sunggyu yang menyiratkan
ketidaksukaan. Dengan pengertian lelaki itu meremas tangan sunggyu di balik
meja yang mereka tempati. Sunggyu menoleh sejenak dan melihat woohyun tersenyum
kearahnya.
ketidaksukaan. Dengan pengertian lelaki itu meremas tangan sunggyu di balik
meja yang mereka tempati. Sunggyu menoleh sejenak dan melihat woohyun tersenyum
kearahnya.
Sunggyu segera mengalihkan
tatapannya ke arah sungjong
ketika kakinya ditendang oleh gadis itu.
ketika kakinya ditendang oleh gadis itu.
Drrrttt Drrrtttt Drrrrt
Woohyun melanjutkan lagi
makannya dan tetap menggenggam
tangan mungil sunggyu di bawah meja mereka. Sunggyu merasakan ponselnya
bergetar dan dengan satu tangan ia membuka pesan masuk yang ternyata dari
sungjong.
tangan mungil sunggyu di bawah meja mereka. Sunggyu merasakan ponselnya
bergetar dan dengan satu tangan ia membuka pesan masuk yang ternyata dari
sungjong.
Sunggyu mengerinyit
sebentar ‘untuk apa sungjong
mengirimiku pesan jika aku dan dia sama-sama ada disini’. Tanpa pikir panjang
lagi Ia segera membuka dan membaca pesan sungjong.
mengirimiku pesan jika aku dan dia sama-sama ada disini’. Tanpa pikir panjang
lagi Ia segera membuka dan membaca pesan sungjong.
From: Jongie
“Waspdalah pada wanita
bernama jiae itu! kuperhatikan dia
selalu menempelkan duduknya kearah woohyun” sunggyu menggeram sebentar dan
mengetikkan balasannya untuk sungjong.
selalu menempelkan duduknya kearah woohyun” sunggyu menggeram sebentar dan
mengetikkan balasannya untuk sungjong.
To: jongie
“aku sudah mengetahuinya
dan kau tak perlu khawatir dari
tadi woohyun terus saja meremas tanganku dibawah sini” sungjong hampir tersedak saat
membaca balasan sunggyu. untuk selanjutnya ia tak membalas balasan sunggyu dan
membiarkan makan siang itu berlalu dengan tenang tanpa ada gangguan suara getar
Hp mereka.
tadi woohyun terus saja meremas tanganku dibawah sini” sungjong hampir tersedak saat
membaca balasan sunggyu. untuk selanjutnya ia tak membalas balasan sunggyu dan
membiarkan makan siang itu berlalu dengan tenang tanpa ada gangguan suara getar
Hp mereka.
TBC
No comments:
Post a Comment