Note
: ini ff keyen BigHitss dah menurut gw, suka ma Wuyun nya yang yadong, tegas,
memvesona /?/ avalah2 smuanye !! >0<
Sunggyu
nya juga COCOK bgt dah asdfghjkl thumbs up !!! (y)
DON'T
BE ANGRY HYUNIE ;( | 1s | by Member K4N4M3
Title
: don't be angry hyunie ;( Author : K4N4M3 Main cast : Kim sunggyu - Nam
woohyun (woogyu) Legth. : romance
Sudah
lama gak bikin ff sekarang aku kembali Silahkan dibaca jangan lupa RCL juseyo
####%%%%####
Namja
tampan bersurai kelam sedang bergelut di kasur empuk miliknya sambil merabah
tempat disampingnya untuk mencari sosok namja manis yang menemaninya tadi malam
namun namja manis itu tidak ada dan seketika membuat namja tampan itu membuka
matanya sempurna dan tanpa menunggu lama menuju keluar kamarnya untuk mencari
sosok namja manis tersebut
Setelah
beberapa detik mencari Akhirnya namja tampan yang dikenal bernama Nam woohyun
menemukan sosok namja manis yang dicari sedari tadi yang saat ini sedang sibuk
berada didapur miliknya dan sedang bergelut dengan peralatan dapur yang woohyun
yakini Namja manis itu sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya
Namun
bukanya memanggil woohyun malah asik memandangi namja manis itu sambil
tersenyum penuh arti bagaiman tidak woohyun sedang asik melihat hasil karya ya
semalam pada namja manis tersebut dilihat banyaknya tanda kepemilikan yang
dibuatnya di kulit putih susu namja manis yang sudah menjadi kekasihnya 2 bulan
yang lalu karena sebuah insiden yang akhirnya membuat seorang Nam woohyun bisa
memilikinya seutuhnya
sunggyu
kini sedang sibuk dengan peralatan dapur kekasihnya, karena namja manis itu
ingin memasakan sarapan untuk kekasihnya tersebut hingga sunggyu pun tidak
menyadari kekasihnya yang sudah berada didekatnya dan terus memandanginya
hingga sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang (back hug) siapa lagi kalau
bukan kekasihnya Nam woohyun
"
hyunie..kau sudah bangun.. " tanya sunggyu tanpa mengalihkan pandanganya
dari pekerjaanya
"
ehm... " woohyun hanya berdehem menjawab pertanyaan kekasihnya
"
Cepat mandi..aku.." Belum selesai sunggyu bicara woohyun memotong ucapanya
"
gyuyie...kau sangat seksi hanya dengan menggunakan kemeja putih ku, Apa kau
sengaja ingin menggoda ku pagi ini...?? " tanya woohyun seduktif dan
mencium ceruk leher kekasihnya namun bukan sebuah jawaban melainkan pukulan
manis mendarat di kepalanya
"
Yack...singkirkan pikiran mesum mu tuan Nam, lagi pula ini semua salah mu aku
memakai kemeja mu karena aku tak tahu kemana kau melempar pakaian ku tadi malam
" kesal sunggyu
"
hehehehe...mianhe chagi, itu semua juga karena mu yang sudah mengabaikan ku 3
Minggu ini " rajuk woohyun manja
"
aku heran, bagaimana bisa aku terjebak dengan tipuan mu tuan Nam bahkan kau
membawa sahabat mu sendiri untuk menipu ku " gerutu sunggyu dan mengingat
kejadian kemarin
Flash
back
Sunggyu
sedang melakukan meeting diluar dengan client yang dikenalnya karena mereka
cukup dekat, sunggyu yang bekerja sebagai IO sedang sibuk membicarakan
perencanaan untuk acara pernikahan yang diadakan client yang juga merupakan
temanya
"
hyung bagaimana kalau kita adakan pernikahan di hotel woolim " saran
sunggyu
"Terserah
kau saja gyu, ku percayakan semuanya Padamu " jawab client tersebut
"
arraso, hyung besok jangan lupa..aku sudah membuat janji tentang fitting baju
pernikahan mu di butik infinite "
"
nde..gyu apa kau sibuk hari ini...jongie menyuruh ku untuk mengajak mu makan
malam bersama " ajak temanya tersebut
"
ti... " belum sempat sunggyu menjawab ponsel berdering menandakan sebuah
panggilan namun sunggyu sedikit mengernyitkan dahinya saat tertera nama Jang
dongwoo pada layar ponselnya
"
kenapa dongwoo menelpon ku, apa sesuatu terjadi dengan hyunie " tanya
sunggyu dalam hati dan langsung saja sunggyu menekan tombol hijau pada
ponselnya
"
yoboseyo dongwoo ada apa kau menghubungi ku..?? " tanya sunggyu langsung
"
gyu hyung...apa kau sedang sibuk..?? " tanya dongwoo
"
aniyo..aku baru saja menyelesaikan meeting ku, memangnya ada apa...?? "
tanya sunggyu penasaran
"
gyu hyung..bisakah kau ke apartement woohyun saat ini... " pinta dongwoo
"
memangnya ada apa dengan hyunie, apakah terjadi suatu hal yang buruk denganya
" tanya sunggyu khawatir
"
aniyo gyu hyung...hanya saja woohyun sedang demam saat ini " jawab dongwoo
"
mwo demam...apa kau sudah membawanya ke dokter...?? " sunggyu semakin
khawatir
"
aku sudah berusaha membawanya kedokter, tapi woohyun menolaknya dia bilang
hanya butuh istirahat diapartement miliknya, aku khawatir denganya maka dari
itu aku menghubungi mu hyung untuk meminta mu membawanya kedokter " jelas
dongwoo
"
arraso, aku akan ke apartemennya gomawo sudah memberitahuku dongwoo "
sunggyu pun langsung mematikan ponselnya
"
hyung mian, aku tidak bisa ikut makan malam dengan mu dan jongie karena aku
harus pergi " sunggyu langsung saja memasukkan berkasnya kedalam tas dan
mohon pamit pada temanya
"
namja itu sangat beruntung mendapatkan mu gyu " jawab teman sunggyu saat
melihat kepergian sunggyu yang ternyata mantan namjachinggunya dulu daeryong
Apartement
woohyun
Sesampainya
di apartement woohyun sunggyu pun langsung menekan tombol password pada
apartement tersebut yang sebelum sudah namja manis itu hapal karena password
apartement woohyun menggunakan kode tanggal lahirnya, dan tanpa menunggu lama
sunggyu langsung mencari sosok kekasihnya
"
hyunie oddieso.. " panggil sunggyu saat memasuki apartement tersebut dan
tidak menemukan sosok woohyun di manapun
"
mungkin hyunie dikamarnya " sunggyu langsung melangkah menuju kamar woohyun
Tok...tok
"
hyunie apa kau ada didalam... " tanya sunggyu namun tidak ada jawaban
Sunggyu
pun yang mulai semakin khawatir langsung membuka pintu kamar tersebut tanpa
menunggu jawaban dari pemiliknya dan langsung mencari sosok yang dicarinya
sunggyu mulai mengedarkan pandanganya kesuluruh penjuru kamar tersebut hingga
pandanganya terhenti saat pintu kamar mandi terbuka dan keluar sosok yang
dicarinya yang hanya bergelut dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya dan
sehelai handuk yang diusapkan di kepalanya untuk mengeringkan rambutnya.
sunggyu
yang melihat hal itu pun langsung membalikan tubuhnya menutup wajahnya yang
sudah memerah karena sempat melihat tubuh six pack kekasihnya yang terekspos
sangat jelas tadi
"
gyuyie, apa yang sedang kau lakukan dikamar ku " tanya woohyun datar
"
ta....tadi...dongwoo menelpon ku dan mengatakan kau sedang demam makanya aku
menjenguk mu
"
kalau bicara lihatlah kearah ku dan jangan membelakangi ku seperti itu "
perintah woohyun
"
mi...mi..mianhe hyunie " jawab sunggyu gugup
"
kemana saja kau 3 Minggu ini..??..kenapa kau tidak pernah membalas pesan
ataupun mengakat telpon dari ku bahkan aku sering mendapati ponsel mu tidak
aktif " tanya woohyun dengan wajah dinginnya
"
mian hyunie aku sibuk, apa kau marah pada ku..?? " tanya sunggyu
"
tentu saja aku marah Padamu, bagaimana bisa kau mengabaikan ku selama ini apa
kau tidak merindukan ku, apa kau sibuk dengan kekasih mu yang lain " ejek
woohyun dan langsung mendapat pukulan manis dari sunggyu
"
Yack..bagaimana bisa kau berfikir seperti itu pada kekasihmu paboo" kesal
sunggyu dan tanpa sadar memukul kepala woohyun dengan tanganya
"
appoh...habisnya kau selalu mengabaikan ku, apa kau tidak tahu aku sangat
merindukan mu " rajuk woohyun dan sunggyu hanya memutar bola matanya malas
saat melihat rajukan woohyun yang seperti anak kecil 5 tahun
"
arraso mianhe hyunie..oke hari ini aku akan menuruti semua permintaan mu untuk
menebus kesalahan ku, jadi apa yang kau inginkan " tanya sunggyu dan tanpa
disadarinya woohyun sudah menampilkan smrik yang mencurigakan
"
puas kan aku malam ini chagi, karena adik ku sudah merindukan rumahnya yang
sempit" bisik woohyun pada namjachinggunya dan langsung mendorong sunggyu
keatas tempat tidur miliknya dan sunggyupun yang baru menyadari hal itu
langsung menatap ngeri pada namja dihadapanya
"
Yack...hyu...hmppptttttt " woohyun langsung membukam mulut sunggyu dengan
ciuman panas yang sudah berada dibawah tubuhnya dan dengan lihai tanganya mulai
membuka kancing kemeja yang dikenakan namjachinggunya seakan tak sabar ingin
menyentuh tubuh kekasihnya yang sudah 3 Minggu tidak disentuh olehnya
"
hmpppttttt.....Chan...hmpt...kaman...hmpptttt...hyunie " sunggyu mendorong
pelan tubuh kekasihnya dari atas tubuhnya karena merasa namja manis itu butuh pasokan
oksigen pada paru - parunya dan woohyun pun melepaskan ciuman dari bibir namja
manis itu dan mulai beralih menuju ceruk leher kekasihnya untuk memberikan
tanda kepemilikan dirinya pada kulit putih mulus kekasihnya
"
eunghhhhhhh...hyunieeee... " lenguhan keluar dari mulut namja manis
tersebut saat woohyun mulai menyentuh titik sensitifnya
"
hyu....eunghhhhhhh..nie..Chan..eunghh..kaman... " sunggyu terus mencoba
terlepas dari jeratan kekasihnya saat ini dan woohyun yang sedikit kesal
akhirnya melepas ciuman ya dan menatap kekasihnya yang berada dibawah tubuhnya
"
wae..?? " tanya woohyun sedikit kesal
"
bu...bukankah kau sedang sakit " tanya sunggyu saat woohyun melepaskan
ciuman panasnya
"
aku tidak sakit...aku membohongimu..." Jelas woohyun dan mulai menyerang
sunggyu yang semakin menggoda dibawahnya dengan kulit putihnya yang terekspos
dan sudah ada beberapa tanda kepemilikan darinya saat woohyun sudah berhasil
membuka kemeja kekasihnya dan membuangnya entah kemana
"
Yack...Nam woohyun kau membohongiku " sunggyu yang hendak protes pada
kekasihnya langsung terdiam saat bibir woohyun sudah mulai menjamah tubuhnya
dan hanya suara desahan dari bibirnya yang keluar yang membuat dirinya merutuki
kebodohannya karena desahanya tersebut sudah membuat adik kekasihnya bangun
karena tergesek dengan miliknya yang berada dibawah kekasihnya
"
kau miliku hari ini, jadi kau tidak boleh protes dan teruslah mendesah untuk ku
chagi " goda woohyun yang semakin liar menjamah tubuh kekasihnya
Beronde
- beronde pun mereka melakukannya semalaman sampai akhirnya sunggyu pun yang
mulai kelelahan hanya bisa pasrah pada kekasihnya yang terus saja meminta lebih
dan sunggyu hanya bisa menurutinya kemauan woohyun karena ini pun kesalahnya
karena sudah mengabaikan kekasihnya selama 3 Minggu dan selama itu pula mereka
tidak pernah melakukan kegiatan 'itu'
Flash
back off
Sunggyu
pun yang mengingat kejadian malam itupun hanya bisa menatap kekasihnya kesal
karena keinginan woohyun yang selalu meminta lebih padanya dan berakibat
sunggyu sangat sulit berjalan saat ini bahkan butuh waktu 10 menit untuknya
berjalan menuju dapur karena rasa perih yang luar biasa pada hoelnya
"
hyunie...cepat lepaskan pelukan mu, kau tidak lihat aku semakin sulit bergerak
untuk menyiapkan sarapan untuk mu " kesal sunggyu karena namjachinggu yang
terus memeluknya dari belakang
"
aku tidak butuh sarapan chagi, karena yang aku butuhkan hanya dirimu "
jawab woohyun dan terus mencium ceruk leher sunggyu bahkan tangan jailnya sudah
mulai menelusup kedalam kemeja yang sunggyu kenakan dan mulai memasuki daerah
terlarang
Pluk...
"
Yack...menjauh dariku, dan cepat pergi mandi bukankah kau ada meeting pagi ini
" kesal sunggyu dan memukul tangan jail kekasihnya yang hampir saja
menyentuh daerah sensitif sunggyu
"
aku bisa meminta dongwoo hyung untuk menggantikan meeting, jadi aku bisa
menemanimu hari ini..otthe..?? "
"
tidak baik memanfaatkan seseorang, apa kau ingin dianggap CEO yang melalaikan
pekerjaanya " jelas sunggyu
"
tapi aku masih merindukan mu chagi " rajuk woohyun
"
kita bisa bertemu lagi nanti "
"
aku tidak percaya Padamu gyuyie, bagaimana kalau nanti kau mengabaikan ku
lagi..?? " sunggyu pun menghentikan acara memasaknya dan membalikan
tubuhnya agar bisa berhadapan dengan kekasihnya dan melingkarkan kedua tanganya
ke leher woohyun dan...
CUP
Sunggyu
mencium bibir namjachinggunya dengan sedikit lumatan dan woohyun pun langsung
membalas ciuman tersebut namun tidak berapa lama sunggyu langsung melepas
ciumanya karena takut membuat adik kekasihnya bangun dan menerkamnya saat itu
juga
"
mianhe...aku janji aku tidak akan mengabaikan mu lagi chagi " jawab
sunggyu dan mencium sekilas bibir namjachingunya yg terus menjadi candunya
"
Yakso "
"
yakso, cepat mandi aku akan menyiapkan sarapan mu " suruh sunggyu dan
woohyun pun akhirnya menuruti ucapan kekasihnya
-----
"
selesai " sunggyu tersenyum melihat masakannya yang sudah tersaji rapi di
meja makan dan tinggal menunggun kekasihnya
"
gyuyie, apa kau tahu dimana aku menaruh ponsel ku " teriak woohyun
"
di meja kerja mu hyunie " jawab sunggyu
"
gyuyie, apa kau lihat kaca mataku " teriak woohyun lagi
"
huft...sifat pelupa hyunie kambuh lagi " sunggyu hanya bisa menghela
nafasnya dan akhirnya memutuskan menemui woohyun dari pada harus berteriak-
teriak
"
kau sudah menemukanya hyunie " tanya sunggyu saat melihat woohyun sibuk
mencari barang - barang yang di carinya
"
ah..ketemu, gyu apa kau.... " belum selesai woohyun bicara sunggu sudah
memotong ucapanya
"
tas kerjamu sudah aku siapkan di ruang tamu, kunci mobil ada diatas meja dekat
ruang TV, dan sekarang cepat turun aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu "
jelas sunggyu
"
gomawo chagi, kajja kita sarapan " ajak woohyun dan merangkul sunggyu
menuju ruang makan
Ruang
makan
"
gyu, apa kau sibuk malam ini " tanya woohyun setelah selesai menyantap
sarapan paginya
Sunggyu
tampak berfikir sebentar mengingat skejul apa yang harus namja manis itu
lakukan hari ini setelah lama berfikir sunggyu pun menjawab
"
sepertinya tidak karena aku butuh istirahat hari ini, waeyo hyunie..?? "
tanya sunggyu
"
aniyo " jawab woohyun singkat
"
gyu, aku berangkat kerja dulu dan ku harap saat aku pulang nanti kau masih ada
di apartemen ku dengan pakaian seksi untuk menyambut ku pulang " goda
woohyun yang masih terpana melihat sunggyu yang belum juga mengganti kemeja
miliknya yang membuat kulit paha putih mulus sunggyu terlihat jelas
Puk..
"
Akh..Appooohhh gyu " keluh woohyun saat pukulan manis mendarat tepat di
kepalanya dan woohyun hanya bisa merintih sakit saat tangan kecil kekasihnya
itu berhasil memukul ya
"
jaga pikiran pervert mu tuan Nam dan cepatlah berangkat kerja " suruh
sunggyu dan menyesali perbuatannya yang lupa mengganti kemeja milik kekasihnya
dengan pakaian yang lebih tertutup
"
nde..aku berangkat " woohyun hendak berangkat kerja sebelum sebuah suara
menghentikan langkahnya
"
tuan Nam apa kau melupakan sesuatu " panggil sunggyu manja sambil
menunjukan bibir tipis miliknya dengan jari telunjuknya
"
ah..kau benar chagi aku lupa, mungkin efek karena kau memukul kepala ku tadi
" jelas woohyun dan...
CUP
Woohyun
mencium sekilas bibir tipis kekasihnya tidak ada lumatan hanya ciuman untuk
mengungkapkan rasa cintanya pada namja manis yang sudah menjadi kekasihnya
"
aku berangkat dulu chagi, dan kau tidak usah mengantar ku sampai depan karena
aku takut namja lain melihat mu dan menggoda mu disaat aku tak ada saat melihat
pakaian mu seperti itu " jelas woohyun dan sunggyu hanya bisa memutar bola
matanya malas
"
arraso " jawab sunggyu singkat dan akhirnya woohyun pun pergi meninggalkan
apartementya dan menuju tempat kerjanya
"
waktunya bersih - bersih " semangat sunggyu dan tiba - tiba saja
"
Akh...appoh " keluh sunggyu saat merasa bagian tubuh sensitif area
belakangnya merasakan sakit kembali saat namja manis itu mulai melangkah
berjalan
"
huft......seharusnya aku tidak menuruti keinginan woohyun tadi malam melakukan
hal 'itu' beronde - ronde sampai membuat ku sulit berjalan seperti ini "
sunggyu hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai melangkah kembali untuk
melanjutkan kegiatan bersih - bersihnya walau sedikit kesulitan
Office
Sesampainya
di tempat kerja dengan senyum merekah woohyun menyapa semua pegawainya dengan
semangat dan membuat pegawai tersebut menatapnya bingung karena tidak seperti
biasanya atasan mereka menyapanya karena woohyun terkenal sebagai atasan yang
tegas dan berwajah sangat serius namun hari ini sifatnya berubah 180 derajat
"
ada apa dengan mu hari ini..kau terlihat aneh woohyun " tanya sahabatnya
dan juga merupakan rekan kerjanya
"
dongwoo, gomawo kemarin kau sudah membantu ku " ucap woohyun senang
"
apa rencana kita berhasil..?? " tanya dongwoo penasaran
"
tentu saja, bahkan aku bisa menyentuhnya lagi setelah sekian lama aku
menunggunya " jelas woohyun
"
dasar namja pervert " ejek dongwoo
"
biarkan saja "
"
ehm..berapa ronde kalian melakukannya " tanya dongwoo penasaran
"
ehm....rahasia "
"
Yack woohyun..cepat beritahu aku " tanpa disadari dongwoo sedikit
meninggikan suaranya
"
kecil kan suara mu " kesal woohyun
"
makanya cepat beritahu aku, mungkin saja aku bisa mengalahkan mu dengan hobaby
ku nanti "
"
bisa - bisanya kau mengatai ku namja pervert, sedangkan kau ingin tahu berapa
ronde aku melakukannya dan ingin menyaingi ku, kalau begitu apa bedanya aku
dengan mu Jang dongwoo " ejek woohyun
"
tentu saja beda, karena aku tak perlu bantuan mu untuk bisa menyentuh hobaby ku
" ledek dongwoo dan langsung pergi meninggalkan woohyun yang mulai
mengambil ancang - ancang untuk memukulnya
"
awas kau namja Dino, aku akan mengasingkan kekasihmu 1 tahun di Jepang lihat
saja nanti " teriak woohyun dan tentu saja dongwoo tak mendengarnya karena
sudah pergi menjauh
######
Tak
terasa waktu sudah menunjukan pukul 6 malam dan dengan langkah cepat woohyun
meninggalkan tempat yang membuat seharian ya penat dengan tumpukan kertas yang
harus ditandai tanganinya dan menuju apartementnya untuk melihat kekasihnya
yang mungkin saja masih berada disana
"
chagi..oddieso " panggil woohyun sesampainya diapartement
"
gyuyie " panggil woohyun kembali namun tak ada jawaban dari sang pemilik
nama
"
bukankah gyuyie tidak ada skejul untuk hari ini, apa gyuyie sudah pulang "
ucap woohyun pada dirinya sendiri dan dengan cepat menghubungi ponselnya
namun..
"
eish..kenapa tidak aktif " kesal woohyun karena kekasihnya tidak
memberinya kabar lagi hingga ponselnya bunyi dan tertera nama sahabatnya
dongwoo dan dengan malas woohyun menerima panggilan tersebut
"
woohyun, kau dimana ?? "
"
aku dirumah wae..?? "
"
woohyun apa gyu hyung bersama mu..?? "
"
tidak, wae.. ?? "
"
ah..berarti yang ku lihat benar "
"
memangnya apa yang kau lihat ?? "
"
ehmm...sebenarnya tadi aku melihat gyu hyung sedang jalan bersama dengan
seorang namja dan mereka menuju hotel woolim..tapi.."
Tut....tut...tut...
Woohyun
mematikan ponselnya sepihak dan langsung mengambil kunci mobilnya menuju hotel
woolim untuk memastikan benarkah kekasihnya berada disana dengan namja lain dan
entahlah ekpresi woohyun saat ini penuh kilatan emosi
Hotel
wollim
Sunggyu
sedang melakukan reservasi tempat dengan client yang tak lain temanya Lee
sungjong yang akan menikah beberapa hari lagi dengan seseorang yang pernah
mengisi hatinya lebih tepatnya mantan kekasihnya daeryong
"
jongie, apa kau menyukai tempatnya..?? " tanya sunggyu
"
ehm..aku menyukainya hyung sangat nyaman " ucap sungjong
"
hyung..apa ada yang tidak kau suka, ku lihat kau hanya diam saja..?? "
tanya sunggyu
"
chagi..apa ada yang kau tidak suka..?? " tanya sungjong manja tak lupa
tanganya yang sudah melingkar manis pada pinggang daeryong
"
aniyo..aku menyukainya, mungkin aku hanya lelah saja " ucap daeryong dan
sunggyu hanya bisa tersenyum melihat pemandangan yang terlihat sangat romantis
dihadapanya membuat dirinya merindukan sang kekasih
"
baju pengantin sudah..reservasi tempat sudah..tinggal dekorasinya saja "
sunggyu sedang mengecek buku miliknya
"
untuk..hari ini sudah selesai, tinggal dekorasinya dan aku akan menjelaskan
lebih detailnya nanti setelah persiapanya selesai " ucap sunggyu pada
pasangan jongyong tersebut
"
oke..hyung " ucap sungjong
"
kalau begitu, aku pamit dulu " pamit sunggyu
"
Andwe..gyu hyung harus menemani kami makan malam dulu setelah itu hyung boleh
pergi " ucap sungjong melarang sunggyu untuk pergi
"
tapi.. "
"
tidak ada penolakan gyu hyung, bukankah kemarin kau tidak bisa menemani kami
jadi sekarang kau harus ikut dengan kami " paksa sungjong dan menahan
kepergian sunggyu
"
ta.. "
"
sudah gyu jangan menolaknya "
"
baiklah " ucap sunggyu pasrah
"
kajja " ajak daeryong
"
chagi..gyu hyung..Chankaman aku mau ke toilet dulu, kalian duluan saja ke
restoran" ucap sungjong dan meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu
jawaban
"
kajja " ajak daeryong menuju restoran yang berada di hotel tersebut dan
sunggyu hanya mengangguk sebagai jawaban
Sunggyu
dan daeryong sedikit canggung saat ini mengingat mereka yang pernah menjalin
hubungan cukup lama sebelum insiden yang membuat hubungan mereka berakhir
karena daeryong yang mengkhianatinya bahkan menjalin hubungan dengan teman
sunggyu yang tak lain Lee sungjong yang kini akan menjadi calon anaenya
"
bagaimana hubungan dengan kekasih mu..?? " tanya daeryong mencoba
mencairkan suasana
"
baik "
"
kapan kau akan menikah..?? "
"
kami belum memikirkanya " ucap sunggyu tersenyum canggung
"
gyu bolehkah aku bertanya padamu "
"
tentu saja..apa yang ingin kau tanyakan padaku hyung..?? "
"
apa benar - benar tidak ada harapan lagi untuk ku mendapatkan mu kembali "
ucap daeryong penuh harap walau dirinya tahu sebentar lagi akan menikah tapi
entah mengapa hatinya selalu saja mengharapkan sosok namja manis yang berada
dihadapanya menjadi miliknya
Sunggyu
yang mendengar pernyataan daeryong membeku seketika, karena tidak menyangka
dengan pertanyaan daeryong atau mungkinkah daeryong masih memiliki perasaan
denganya padahal sebentar lagi daeryong akan menikah dengan temanya Lee
sungjong
"
kenapa jongie lama sekali " sunggyu mencoba mengalihkan pembicaraan
"
gyu jangan mengalihkan pembicaraan " ucap daeryong namun saat sunggyu
ingin menjawab sebuah tangan menarik paksa tangannya dengan erat hingga...
"
hyunie.. " ucap sunggyu terkejut saat mengetahui yang menarik tanganya
adalah woohyun kekasihnya namun woohyun hanya menatapnya dingin
"
Akh..appoh hyunie " ucap sunggyu saat woohyun menarik tanganya sangat erat
tanpa berkata apapun dan membawanya pergi dari tempat tersebut
"
lepaskan dia " ucap daeryong mencoba menghentikan woohyun dan mencoba
menarik sunggyu kearahnya namun tanpa terduga
BUGH
Woohyun
memukulnya tepat diwajah daeryong dan membuatnya tersungkur seketika dan
sunggyu yang melihat hanya bisa membulatkan matanya dan tak bisa membantunya
saat mata woohyun memandangnya dengan kilatan yang terlihat sangat mengerikan
"
jangan pernah mendekati kekasih ku lagi, karena aku akan melakukan lebih dari
ini kalau kau berani melakukanya " ancam woohyun dan langsung menarik
sunggyu tanpa memperdulikan tatapan semua orang terhadapnya
"
daeryong hyung..gwencana..?? Kenapa dengan bibir mu..?? Dan dimana gyu
hyung..?? " tanya sungjong yang baru saja kembali dari kamar mandi dan
langsung membantu daeryong yang tersungkur dibawah
"
gwencana, gyu hyung sudah pulang..jadi lebih baik kita pulang " ucap
daeryong dengan moodnya yang memburuk dan menghapus darah yang berada
disudutkan bibirnya yang terkena pukulan woohyun tadi
"
baiklah.." Ucap sungjong pasrah mengikuti langkah daeryong dari belakang
sebenarnya
sungjong sangat tahu daeryong masih menyukai sunggyu temanya namun egoisnya
tidak mau mengakui hal itu hingga dia melakukan hal apapun untuk mendapatkan
daeryong dan berhasil merusak hubungan daeryong dengan sunggyu dengan
mengorbankan tubuhnya dan kalian pasti tahu apa itu
"
mianhe..aku tidak bisa melepas mu daeryong hyung, dan biarkan aku egois dengan
cintaku " ucap sungjong dalam hati
######
Setelah
kejadian itu baik woohyun maupun sunggyu hanya diam selama perjalanannya
didalam mobil hingga 20 menit berlalu dan mereka sudah berada didepan rumah
kediaman keluarga Kim lebih tepatnya rumah sunggyu
"
sudah sampai, masuklah " ucap woohyun setelah mematikan mesin mobilnya
"
hyunie..aku"
"
kita bicarakan besok..sekarang masuk..dan istirahat..mian sudah membuat tangan
mu sakit " ucap woohyun dingin walau sedikit merasa bersalah saat melihat
pergelangan tangan sunggyu yang sedikit memerah karenanya
"
hyunie..kau salah paham..aku " belum selesai sunggyu bicara woohyun keluar
dari mobilnya dan menuju pintu tempat sunggyu berada dan membuka pintunya
"
sudah malam, masuklah dan istirahat " pinta woohyun
"
tapi "
"
hyung aku dalam keadaan tidak baik hari ini, jadi lebih baik kita bicarakan
besok " ucap woohyun dan membuat sunggyu sedih karena woohyun memanggilnya
hyung dan sunggyu sangat tahu woohyun sangat marah padanya
"
baiklah.. " ucap sunggyu pasrah
"
aku pulang dulu " woohyun hendak pergi melangkahkan kakinya menuju mobil
namun sebuah tangan menarik kemejanya dan membuat langkah woohyun terhenti
"
kau melupakan ciuman selamat malam untuk ku hyunie " sunggyu menunjuk
bibirnya dengan jari telunjuknya
Cup
"
selamat malam " ucap woohyun dan berlalu pergi meninggalkan sunggyu yang
masih terdiam ditempat karena sikap woohyun yang tidak biasa, karena semarah
apapun woohyun padanya pasti woohyun tidak pernah melupakan ciuman malamnya
dibibir plum milik sunggyu namun tidak kali ini woohyun hanya menciumnya di
kening membuat sunggyu sedih dan berfikir woohyun sangat marah padanya saat ini
"
huft..seharusnya dari awal aku menceritakannya dengan hyunie " ucap
sunggyu penuh sesal dan hanya bisa melangkah lemah menuju rumahnya
2 hari
kemudian
Sunggyu
dengan kesal melangkahkan kakinya menuju kantor kekasihnya Nam woohyun, karena
woohyun tidak memberinya kabar semenjak insiden itu terjadi bahkan woohyun
menonaktifkan ponselnya dan saat sunggyu ke apartement woohyun selalu tidak ada
bukankah seharusnya mereka membicarakan permasalahan insiden tersebut tapi
woohyun malah menghilang begitu saja membuat sunggyu kesal
"
permisi..apakah tuan Nam ada diruanganya..?? " tanya sunggyu sopan pada
sekretaris woohyun
"
mian tuan Kim..tuan Nam sedang ada rapat diluar " ucap sang sekretaris
yang sudah mengenal sunggyu kekasih dari atasanya dengan sopan
"
baiklah..aku akan menunggu diruangnya " ucap sunggyu mencoba membuka
ruangan woohyun namun sang sekretaris mengahalanginya
"
mian..tuan Nam ber.. "
"
apa tuan Nam berada didalam, jangan berbohong padaku nona jung " tanya
sunggyu menyelidik
"
ehm..sebenarnya.. "
"
biarkan aku masuk, dan aku janji tidak akan membiarkanya memecat mu karena kau
mengizinkan ku untuk masuk.." Ucap sunggyu dan mau tak mau sekretaris itu
mempersilahkan sunggyu masuk karena sunggyu sudah berjanji padanya agar woohyun
tidak memecatnya kalo dirinya membiarkan sunggyu masuk
"
gomawo " ucap sunggyu dan melangkah masuk menuju ruangan woohyun
Woohyun
yang sedang sibuk dengan pekerjaanya tidak menyadari sunggyu yang sedang
melangkah masuk menuju tempat kerjanya dan berdiri dibelakang woohyun yang
masih tidak menyadari kedatanganya
"
kau sedang mengerjakan apa " tanya sunggyu mendekatkan wajahnya disamping
wajah woohyun sambil menatap dokumen yang berada diatas meja woohyun
"
apa yang kau lakukan disini hyung..?? " tanya woohyun saat mengetahui
siapa yang berada dibelakangnya
"
aku ingin menemui kekasih ku yang sepertinya masih marah padaku "
"
apa nona jung tidak berada ditempat..?? " Tanya woohyun dan tetap fokus
pada pekerjaanya
"
ada..wae..?? Apa kau ingin memecatnya karena mengizinkan aku masuk " tanya
sunggyu kesal
"
aku sedang bekerja, jadi lebih baik hyung pulang saja " pinta woohyun
tanpa berniat menjawab pertanyaan sunggyu
"
Shireo..aku akan tetap disini sampai hyunie tidak marah lagi padaku "
"
aku tidak marah Padamu hyung "
"
gozimal..aku tahu hyunie sedang marah padaku, karena hyunie terus memanggilku
dengan panggilan hyung dan itu sangat menyebalkan " sunggyu mempoutkan
bibirnya dan biasanya woohyun akan langsung menciumnya namun tidak kali ini
"
hyunie..bisakah kau memberikan waktu mu 10 menit untuk aku menjelaskan "
mohon sunggyu
"
baiklah..apa yang ingin kau jelaskan " akhirnya woohyun mengalihkan
pekerjaanya dan menatap kekasihnya
Tanpa
menunggu lama sunggyu mengeluarkan benda persegi panjang berwarna putih dengan
hiasan pita diatasnya dari dalam tasnya
"
lihatlah " pinta sunggyu
"
kau tahukan aku bekerja sebagai IO untuk acara pernikahan dan kemarin aku
bertemu dengan daeryong hyung dan sungjong untuk membicarakan
pernikahannya..sebelumnya aku menolak tapi sungjong yang meminta ku dan
alasanku untuk tidak memberitahumu karena aku tak ingin kau marah padaku hanya
karena aku bertemu lagi dengan daeryong hyung..mianhe " jelas sunggyu
"
kemari.. " ucap hyunie dan meminta sunggyu untuk duduk dipangkuannya
"
kau tahu..aku sangat marah saat aku melihat mu bersamanya karena aku takut kau
akan kembali lagi padanya mengingat dulu kau sangat mencintai namja brengsek
itu dan butuh waktu lama untuk ku membuat mu melupakanya dan saat ku bisa
melakukan semua itu aku melihat kau bersamanya dan ku pikir kau akan kembali
padanya dan meninggalkan ku, maka dari itu sebelum hal itu terjadi dan
menyakitiku lebih jauh lebih baik aku menjauh darimu " jelas woohyun dan
membuat sunggyu tersenyum karena dirinya menyadari woohyun sangat takut untuk
kehilangan dirinya
Cup
Satu
ciuman mendarat manis dibibir tebal sang kekasih dan sedikit lumatan mereka
ciptakan hanya sekedar menyampaikan perasaan cinta mereka
"
pabo namja..bagaimana kau berfikir aku akan meninggalkan mu, dia hanya masa
lalu ku dan aku tak akan mungkin mengingatnya kembali karena sekarang kau ada
disisi ku dan akan menjadi masa depan ku..hyunie saranghae " ucap sunggyu
dan memeluk kekasihnya
"
nadoo saranghae nae gyuyie " balas woohyun dan membalas pelukan kekasihnya
"
akhirnya kau memanggil ku dengan panggilan gyuyie aku sangat merindukan
panggilan mu dan jangan pernah memanggilku hyung lagi..karena aku bukan hyung
mu melainkan namjachinggu mu..arraso " sunggyu menegaskan panggilan
untuknya
"
arraso..mian " ucap woohyun dan mencium sekilas bibir plum kekasihnya
"
hyunie tidak marah lagi kan..?? " tanya sunggyu
"
ehm..aku masih marah "
"
wae..?? "
"
karena aku belum mendapatkan jatah ku 2 hari ini " ucap woohyun dengan
senyum smirk dan mulai tanganya yang beraksi memasuki kemeja yang sunggyu pakai
"
dasar pervert..kita akan melakukanya nanti, tapi sekarang aku ingin membahas
mengenai undangan ini kau akan menemani ku kan..?? " tanya sunggyu penuh
harap
"
Shireo " tolak woohyun
"
wae..?? Kau tega membiarkan aku pergi sendiri " ucap sunggyu memelas
"
kau juga tidak boleh pergi gyuyie, aku melarang mu " ucap woohyun
"
tidak mungkin aku tidak pergi, aku ini IO kau lupa..jadi temani aku ya "
mohon sunggyu tapi woohyun enggan menjawab
"
baiklah..aku akan membuat perjanjian denganmu, kalau kau mau menemani aku pergi
ke acara pernikahan jongie..aku akan tinggal diapartemen mu selama 2
minggu..otthe..?? " tanya sunggyu dan langsung mendapat perhatian woohyun
namun
"
1 bulan tinggal diapartemen ku dan aku akan menemani mu " tawar woohyun
"
baiklah..tapi kau tidak boleh melarang ku untuk melakukan apapun disana, bahkan
saat aku memeluknya untuk mengucapkan selamat padanya dan jangan lupa kau harus
meminta maaf pada daeryong hyung karena kau memukulnya "
"
baiklah.. - tapi setelah itu aku akan menghukum mu gyuyie " ucap woohyun
namun selebihnya woohyun mengucapkan ya dalam hati
Hari
pernikahan jongyong
Sunggyu
sudah rapi dengan pakaianya bibirnya terus tersenyum setelah melihat hasil
pekerjaanya yang cukup memuaskan begitupun sepasang pengantin yang baru saja
mengucapkan janji suci dan mengesahkan hubungan mereka sebagai suami dan istri
"
chukae jongie " ucap sunggyu memeluk sungjong
"
nde..gomawo hyung, aku sangat senang hari ini kapan kau akan menyusul ku "
"
kau tanya saja namja yang berada disamping ku, kapan dia akan melamar ku "
ucap sunggyu dan melirik woohyun yang sudah berada di sebelahnya
"
kau tunggu saja undangannya sungjong shi " ucap woohyun tersenyum ramah
"
chukae hyung, aku senang akhirnya kau menikah "
"
nde..gomawo, bolehkah aku memeluk mu untuk terakhir kali " pinta daeryong
"
tentu saja " ucap sunggyu memeluk daeryong
"
jaga sungjong dengan baik, jangan pernah menyakitinya karena dia sangat
mencintai mu hyung, dan lupakan masa lalu kita aku sudah memaafkan mu "
ucap sunggyu dalam pelukan daeryong
"
ehm..ehm.. " woohyun berdehem dari samping sunggyu dan akhirnya sunggyu
pun melepaskan pelukanya
"
chukae..dan...mian sudah memukul mu kemarin " ucap woohyun canggung
"
kau hampir saja merusak wajah ku di hari pernikahan ku, dan untung saja sunggyu
memberikan obat yang mujarab untuk menghilangkan memar ku kalau tidak, aku akan
menuntut mu " canda daeryong
"
aku percayakan sunggyu Padamu, jangan biarkan dia menangis dan tersakiti aku
yakin kau namja yang baik untuknya " ucap daeryong menitipkan cinta masa
lalu untuk bahagia bersama woohyun
"
tentu saja aku akan membahagiakannya " ucap woohyun
Setelah
5 jam akhirnya pesta pernikahan pun selesai dan waktu sudah menunjukan pukul 8
malam dan waktunya untuk sunggyu mengistirahatkan tubuhnya setelah pekerjaanya
sebagai IO selesai dengan baik
"
akhirnya selesai juga, aku ingin tidur " ucap sunggyu sesampainya di
apartement woohyun dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur King size
kekasihnya
"
tidur..tidak boleh aku mau menagih jatah ku hari ini kau sudah menundanya 1
minggu " larang woohyun
"
aku lelah, aku janji akan melakukanya besok " ucap sunggyu namun woohyun
sudah menindihnya
"
kau tidak perlu melakukan apapun, biar aku yang bekerja dengan tubuhmu " ucap
woohyun yang hasratnya sudah memuncak untuk menyentuh kekasihnya
"
ta..eunghh.. " sunggyu tak bisa menolak lagi saat woohyun mulai mencium
ceruk leher dan tepat mengenai titik sensitifnya begitupun tangannya yang mulai
lihai membuka kemeja sunggyu
"
eungh...hyunie...eungh "
Suara
desahan sunggyu menutup cerita ini, karena woohyun sudah menutup semua akses
agar para reders tidak bisa melihat adegan hot mereka
Fin
Hai
para reders sudah lama tidak menyapa apa kabar semuanya..?? Masih kangen sama
aku Xixixixi
No comments:
Post a Comment