Friday, March 4, 2016

Review – Don’t Be Angry Hyunie


Note : ini ff keyen BigHitss dah menurut gw, suka ma Wuyun nya yang yadong, tegas, memvesona /?/ avalah2 smuanye !! >0<
Sunggyu nya juga COCOK bgt dah asdfghjkl thumbs up !!! (y)


DON'T BE ANGRY HYUNIE ;( | 1s | by Member K4N4M3

Title : don't be angry hyunie ;( Author : K4N4M3 Main cast : Kim sunggyu - Nam woohyun (woogyu) Legth. : romance
Sudah lama gak bikin ff sekarang aku kembali Silahkan dibaca jangan lupa RCL juseyo
####%%%%####
Namja tampan bersurai kelam sedang bergelut di kasur empuk miliknya sambil merabah tempat disampingnya untuk mencari sosok namja manis yang menemaninya tadi malam namun namja manis itu tidak ada dan seketika membuat namja tampan itu membuka matanya sempurna dan tanpa menunggu lama menuju keluar kamarnya untuk mencari sosok namja manis tersebut
Setelah beberapa detik mencari Akhirnya namja tampan yang dikenal bernama Nam woohyun menemukan sosok namja manis yang dicari sedari tadi yang saat ini sedang sibuk berada didapur miliknya dan sedang bergelut dengan peralatan dapur yang woohyun yakini Namja manis itu sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya
Namun bukanya memanggil woohyun malah asik memandangi namja manis itu sambil tersenyum penuh arti bagaiman tidak woohyun sedang asik melihat hasil karya ya semalam pada namja manis tersebut dilihat banyaknya tanda kepemilikan yang dibuatnya di kulit putih susu namja manis yang sudah menjadi kekasihnya 2 bulan yang lalu karena sebuah insiden yang akhirnya membuat seorang Nam woohyun bisa memilikinya seutuhnya
sunggyu kini sedang sibuk dengan peralatan dapur kekasihnya, karena namja manis itu ingin memasakan sarapan untuk kekasihnya tersebut hingga sunggyu pun tidak menyadari kekasihnya yang sudah berada didekatnya dan terus memandanginya hingga sebuah lengan kekar memeluknya dari belakang (back hug) siapa lagi kalau bukan kekasihnya Nam woohyun
" hyunie..kau sudah bangun.. " tanya sunggyu tanpa mengalihkan pandanganya dari pekerjaanya
" ehm... " woohyun hanya berdehem menjawab pertanyaan kekasihnya
" Cepat mandi..aku.." Belum selesai sunggyu bicara woohyun memotong ucapanya
" gyuyie...kau sangat seksi hanya dengan menggunakan kemeja putih ku, Apa kau sengaja ingin menggoda ku pagi ini...?? " tanya woohyun seduktif dan mencium ceruk leher kekasihnya namun bukan sebuah jawaban melainkan pukulan manis mendarat di kepalanya
" Yack...singkirkan pikiran mesum mu tuan Nam, lagi pula ini semua salah mu aku memakai kemeja mu karena aku tak tahu kemana kau melempar pakaian ku tadi malam " kesal sunggyu
" hehehehe...mianhe chagi, itu semua juga karena mu yang sudah mengabaikan ku 3 Minggu ini " rajuk woohyun manja
" aku heran, bagaimana bisa aku terjebak dengan tipuan mu tuan Nam bahkan kau membawa sahabat mu sendiri untuk menipu ku " gerutu sunggyu dan mengingat kejadian kemarin
Flash back
Sunggyu sedang melakukan meeting diluar dengan client yang dikenalnya karena mereka cukup dekat, sunggyu yang bekerja sebagai IO sedang sibuk membicarakan perencanaan untuk acara pernikahan yang diadakan client yang juga merupakan temanya
" hyung bagaimana kalau kita adakan pernikahan di hotel woolim " saran sunggyu
"Terserah kau saja gyu, ku percayakan semuanya Padamu " jawab client tersebut
" arraso, hyung besok jangan lupa..aku sudah membuat janji tentang fitting baju pernikahan mu di butik infinite "
" nde..gyu apa kau sibuk hari ini...jongie menyuruh ku untuk mengajak mu makan malam bersama " ajak temanya tersebut
" ti... " belum sempat sunggyu menjawab ponsel berdering menandakan sebuah panggilan namun sunggyu sedikit mengernyitkan dahinya saat tertera nama Jang dongwoo pada layar ponselnya
" kenapa dongwoo menelpon ku, apa sesuatu terjadi dengan hyunie " tanya sunggyu dalam hati dan langsung saja sunggyu menekan tombol hijau pada ponselnya
" yoboseyo dongwoo ada apa kau menghubungi ku..?? " tanya sunggyu langsung
" gyu hyung...apa kau sedang sibuk..?? " tanya dongwoo
" aniyo..aku baru saja menyelesaikan meeting ku, memangnya ada apa...?? " tanya sunggyu penasaran
" gyu hyung..bisakah kau ke apartement woohyun saat ini... " pinta dongwoo
" memangnya ada apa dengan hyunie, apakah terjadi suatu hal yang buruk denganya " tanya sunggyu khawatir
" aniyo gyu hyung...hanya saja woohyun sedang demam saat ini " jawab dongwoo
" mwo demam...apa kau sudah membawanya ke dokter...?? " sunggyu semakin khawatir
" aku sudah berusaha membawanya kedokter, tapi woohyun menolaknya dia bilang hanya butuh istirahat diapartement miliknya, aku khawatir denganya maka dari itu aku menghubungi mu hyung untuk meminta mu membawanya kedokter " jelas dongwoo
" arraso, aku akan ke apartemennya gomawo sudah memberitahuku dongwoo " sunggyu pun langsung mematikan ponselnya
" hyung mian, aku tidak bisa ikut makan malam dengan mu dan jongie karena aku harus pergi " sunggyu langsung saja memasukkan berkasnya kedalam tas dan mohon pamit pada temanya
" namja itu sangat beruntung mendapatkan mu gyu " jawab teman sunggyu saat melihat kepergian sunggyu yang ternyata mantan namjachinggunya dulu daeryong
Apartement woohyun
Sesampainya di apartement woohyun sunggyu pun langsung menekan tombol password pada apartement tersebut yang sebelum sudah namja manis itu hapal karena password apartement woohyun menggunakan kode tanggal lahirnya, dan tanpa menunggu lama sunggyu langsung mencari sosok kekasihnya
" hyunie oddieso.. " panggil sunggyu saat memasuki apartement tersebut dan tidak menemukan sosok woohyun di manapun
" mungkin hyunie dikamarnya " sunggyu langsung melangkah menuju kamar woohyun
Tok...tok
" hyunie apa kau ada didalam... " tanya sunggyu namun tidak ada jawaban
Sunggyu pun yang mulai semakin khawatir langsung membuka pintu kamar tersebut tanpa menunggu jawaban dari pemiliknya dan langsung mencari sosok yang dicarinya sunggyu mulai mengedarkan pandanganya kesuluruh penjuru kamar tersebut hingga pandanganya terhenti saat pintu kamar mandi terbuka dan keluar sosok yang dicarinya yang hanya bergelut dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya dan sehelai handuk yang diusapkan di kepalanya untuk mengeringkan rambutnya.
sunggyu yang melihat hal itu pun langsung membalikan tubuhnya menutup wajahnya yang sudah memerah karena sempat melihat tubuh six pack kekasihnya yang terekspos sangat jelas tadi
" gyuyie, apa yang sedang kau lakukan dikamar ku " tanya woohyun datar
" ta....tadi...dongwoo menelpon ku dan mengatakan kau sedang demam makanya aku menjenguk mu
" kalau bicara lihatlah kearah ku dan jangan membelakangi ku seperti itu " perintah woohyun
" mi...mi..mianhe hyunie " jawab sunggyu gugup
" kemana saja kau 3 Minggu ini..??..kenapa kau tidak pernah membalas pesan ataupun mengakat telpon dari ku bahkan aku sering mendapati ponsel mu tidak aktif " tanya woohyun dengan wajah dinginnya
" mian hyunie aku sibuk, apa kau marah pada ku..?? " tanya sunggyu
" tentu saja aku marah Padamu, bagaimana bisa kau mengabaikan ku selama ini apa kau tidak merindukan ku, apa kau sibuk dengan kekasih mu yang lain " ejek woohyun dan langsung mendapat pukulan manis dari sunggyu
" Yack..bagaimana bisa kau berfikir seperti itu pada kekasihmu paboo" kesal sunggyu dan tanpa sadar memukul kepala woohyun dengan tanganya
" appoh...habisnya kau selalu mengabaikan ku, apa kau tidak tahu aku sangat merindukan mu " rajuk woohyun dan sunggyu hanya memutar bola matanya malas saat melihat rajukan woohyun yang seperti anak kecil 5 tahun
" arraso mianhe hyunie..oke hari ini aku akan menuruti semua permintaan mu untuk menebus kesalahan ku, jadi apa yang kau inginkan " tanya sunggyu dan tanpa disadarinya woohyun sudah menampilkan smrik yang mencurigakan
" puas kan aku malam ini chagi, karena adik ku sudah merindukan rumahnya yang sempit" bisik woohyun pada namjachinggunya dan langsung mendorong sunggyu keatas tempat tidur miliknya dan sunggyupun yang baru menyadari hal itu langsung menatap ngeri pada namja dihadapanya
" Yack...hyu...hmppptttttt " woohyun langsung membukam mulut sunggyu dengan ciuman panas yang sudah berada dibawah tubuhnya dan dengan lihai tanganya mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan namjachinggunya seakan tak sabar ingin menyentuh tubuh kekasihnya yang sudah 3 Minggu tidak disentuh olehnya
" hmpppttttt.....Chan...hmpt...kaman...hmpptttt...hyunie " sunggyu mendorong pelan tubuh kekasihnya dari atas tubuhnya karena merasa namja manis itu butuh pasokan oksigen pada paru - parunya dan woohyun pun melepaskan ciuman dari bibir namja manis itu dan mulai beralih menuju ceruk leher kekasihnya untuk memberikan tanda kepemilikan dirinya pada kulit putih mulus kekasihnya
" eunghhhhhhh...hyunieeee... " lenguhan keluar dari mulut namja manis tersebut saat woohyun mulai menyentuh titik sensitifnya
" hyu....eunghhhhhhh..nie..Chan..eunghh..kaman... " sunggyu terus mencoba terlepas dari jeratan kekasihnya saat ini dan woohyun yang sedikit kesal akhirnya melepas ciuman ya dan menatap kekasihnya yang berada dibawah tubuhnya
" wae..?? " tanya woohyun sedikit kesal
" bu...bukankah kau sedang sakit " tanya sunggyu saat woohyun melepaskan ciuman panasnya
" aku tidak sakit...aku membohongimu..." Jelas woohyun dan mulai menyerang sunggyu yang semakin menggoda dibawahnya dengan kulit putihnya yang terekspos dan sudah ada beberapa tanda kepemilikan darinya saat woohyun sudah berhasil membuka kemeja kekasihnya dan membuangnya entah kemana
" Yack...Nam woohyun kau membohongiku " sunggyu yang hendak protes pada kekasihnya langsung terdiam saat bibir woohyun sudah mulai menjamah tubuhnya dan hanya suara desahan dari bibirnya yang keluar yang membuat dirinya merutuki kebodohannya karena desahanya tersebut sudah membuat adik kekasihnya bangun karena tergesek dengan miliknya yang berada dibawah kekasihnya
" kau miliku hari ini, jadi kau tidak boleh protes dan teruslah mendesah untuk ku chagi " goda woohyun yang semakin liar menjamah tubuh kekasihnya
Beronde - beronde pun mereka melakukannya semalaman sampai akhirnya sunggyu pun yang mulai kelelahan hanya bisa pasrah pada kekasihnya yang terus saja meminta lebih dan sunggyu hanya bisa menurutinya kemauan woohyun karena ini pun kesalahnya karena sudah mengabaikan kekasihnya selama 3 Minggu dan selama itu pula mereka tidak pernah melakukan kegiatan 'itu'
Flash back off
Sunggyu pun yang mengingat kejadian malam itupun hanya bisa menatap kekasihnya kesal karena keinginan woohyun yang selalu meminta lebih padanya dan berakibat sunggyu sangat sulit berjalan saat ini bahkan butuh waktu 10 menit untuknya berjalan menuju dapur karena rasa perih yang luar biasa pada hoelnya
" hyunie...cepat lepaskan pelukan mu, kau tidak lihat aku semakin sulit bergerak untuk menyiapkan sarapan untuk mu " kesal sunggyu karena namjachinggu yang terus memeluknya dari belakang
" aku tidak butuh sarapan chagi, karena yang aku butuhkan hanya dirimu " jawab woohyun dan terus mencium ceruk leher sunggyu bahkan tangan jailnya sudah mulai menelusup kedalam kemeja yang sunggyu kenakan dan mulai memasuki daerah terlarang
Pluk...
" Yack...menjauh dariku, dan cepat pergi mandi bukankah kau ada meeting pagi ini " kesal sunggyu dan memukul tangan jail kekasihnya yang hampir saja menyentuh daerah sensitif sunggyu
" aku bisa meminta dongwoo hyung untuk menggantikan meeting, jadi aku bisa menemanimu hari ini..otthe..?? "
" tidak baik memanfaatkan seseorang, apa kau ingin dianggap CEO yang melalaikan pekerjaanya " jelas sunggyu
" tapi aku masih merindukan mu chagi " rajuk woohyun
" kita bisa bertemu lagi nanti "
" aku tidak percaya Padamu gyuyie, bagaimana kalau nanti kau mengabaikan ku lagi..?? " sunggyu pun menghentikan acara memasaknya dan membalikan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan kekasihnya dan melingkarkan kedua tanganya ke leher woohyun dan...
CUP
Sunggyu mencium bibir namjachinggunya dengan sedikit lumatan dan woohyun pun langsung membalas ciuman tersebut namun tidak berapa lama sunggyu langsung melepas ciumanya karena takut membuat adik kekasihnya bangun dan menerkamnya saat itu juga
" mianhe...aku janji aku tidak akan mengabaikan mu lagi chagi " jawab sunggyu dan mencium sekilas bibir namjachingunya yg terus menjadi candunya
" Yakso "
" yakso, cepat mandi aku akan menyiapkan sarapan mu " suruh sunggyu dan woohyun pun akhirnya menuruti ucapan kekasihnya
-----
" selesai " sunggyu tersenyum melihat masakannya yang sudah tersaji rapi di meja makan dan tinggal menunggun kekasihnya
" gyuyie, apa kau tahu dimana aku menaruh ponsel ku " teriak woohyun
" di meja kerja mu hyunie " jawab sunggyu
" gyuyie, apa kau lihat kaca mataku " teriak woohyun lagi
" huft...sifat pelupa hyunie kambuh lagi " sunggyu hanya bisa menghela nafasnya dan akhirnya memutuskan menemui woohyun dari pada harus berteriak- teriak
" kau sudah menemukanya hyunie " tanya sunggyu saat melihat woohyun sibuk mencari barang - barang yang di carinya
" ah..ketemu, gyu apa kau.... " belum selesai woohyun bicara sunggu sudah memotong ucapanya
" tas kerjamu sudah aku siapkan di ruang tamu, kunci mobil ada diatas meja dekat ruang TV, dan sekarang cepat turun aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu " jelas sunggyu
" gomawo chagi, kajja kita sarapan " ajak woohyun dan merangkul sunggyu menuju ruang makan
Ruang makan
" gyu, apa kau sibuk malam ini " tanya woohyun setelah selesai menyantap sarapan paginya
Sunggyu tampak berfikir sebentar mengingat skejul apa yang harus namja manis itu lakukan hari ini setelah lama berfikir sunggyu pun menjawab
" sepertinya tidak karena aku butuh istirahat hari ini, waeyo hyunie..?? " tanya sunggyu
" aniyo " jawab woohyun singkat
" gyu, aku berangkat kerja dulu dan ku harap saat aku pulang nanti kau masih ada di apartemen ku dengan pakaian seksi untuk menyambut ku pulang " goda woohyun yang masih terpana melihat sunggyu yang belum juga mengganti kemeja miliknya yang membuat kulit paha putih mulus sunggyu terlihat jelas
Puk..
" Akh..Appooohhh gyu " keluh woohyun saat pukulan manis mendarat tepat di kepalanya dan woohyun hanya bisa merintih sakit saat tangan kecil kekasihnya itu berhasil memukul ya
" jaga pikiran pervert mu tuan Nam dan cepatlah berangkat kerja " suruh sunggyu dan menyesali perbuatannya yang lupa mengganti kemeja milik kekasihnya dengan pakaian yang lebih tertutup
" nde..aku berangkat " woohyun hendak berangkat kerja sebelum sebuah suara menghentikan langkahnya
" tuan Nam apa kau melupakan sesuatu " panggil sunggyu manja sambil menunjukan bibir tipis miliknya dengan jari telunjuknya
" ah..kau benar chagi aku lupa, mungkin efek karena kau memukul kepala ku tadi " jelas woohyun dan...
CUP
Woohyun mencium sekilas bibir tipis kekasihnya tidak ada lumatan hanya ciuman untuk mengungkapkan rasa cintanya pada namja manis yang sudah menjadi kekasihnya
" aku berangkat dulu chagi, dan kau tidak usah mengantar ku sampai depan karena aku takut namja lain melihat mu dan menggoda mu disaat aku tak ada saat melihat pakaian mu seperti itu " jelas woohyun dan sunggyu hanya bisa memutar bola matanya malas
" arraso " jawab sunggyu singkat dan akhirnya woohyun pun pergi meninggalkan apartementya dan menuju tempat kerjanya
" waktunya bersih - bersih " semangat sunggyu dan tiba - tiba saja
" Akh...appoh " keluh sunggyu saat merasa bagian tubuh sensitif area belakangnya merasakan sakit kembali saat namja manis itu mulai melangkah berjalan
" huft......seharusnya aku tidak menuruti keinginan woohyun tadi malam melakukan hal 'itu' beronde - ronde sampai membuat ku sulit berjalan seperti ini " sunggyu hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai melangkah kembali untuk melanjutkan kegiatan bersih - bersihnya walau sedikit kesulitan
Office
Sesampainya di tempat kerja dengan senyum merekah woohyun menyapa semua pegawainya dengan semangat dan membuat pegawai tersebut menatapnya bingung karena tidak seperti biasanya atasan mereka menyapanya karena woohyun terkenal sebagai atasan yang tegas dan berwajah sangat serius namun hari ini sifatnya berubah 180 derajat
" ada apa dengan mu hari ini..kau terlihat aneh woohyun " tanya sahabatnya dan juga merupakan rekan kerjanya
" dongwoo, gomawo kemarin kau sudah membantu ku " ucap woohyun senang
" apa rencana kita berhasil..?? " tanya dongwoo penasaran
" tentu saja, bahkan aku bisa menyentuhnya lagi setelah sekian lama aku menunggunya " jelas woohyun
" dasar namja pervert " ejek dongwoo
" biarkan saja "
" ehm..berapa ronde kalian melakukannya " tanya dongwoo penasaran
" ehm....rahasia "
" Yack woohyun..cepat beritahu aku " tanpa disadari dongwoo sedikit meninggikan suaranya
" kecil kan suara mu " kesal woohyun
" makanya cepat beritahu aku, mungkin saja aku bisa mengalahkan mu dengan hobaby ku nanti "
" bisa - bisanya kau mengatai ku namja pervert, sedangkan kau ingin tahu berapa ronde aku melakukannya dan ingin menyaingi ku, kalau begitu apa bedanya aku dengan mu Jang dongwoo " ejek woohyun
" tentu saja beda, karena aku tak perlu bantuan mu untuk bisa menyentuh hobaby ku " ledek dongwoo dan langsung pergi meninggalkan woohyun yang mulai mengambil ancang - ancang untuk memukulnya
" awas kau namja Dino, aku akan mengasingkan kekasihmu 1 tahun di Jepang lihat saja nanti " teriak woohyun dan tentu saja dongwoo tak mendengarnya karena sudah pergi menjauh
######
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 6 malam dan dengan langkah cepat woohyun meninggalkan tempat yang membuat seharian ya penat dengan tumpukan kertas yang harus ditandai tanganinya dan menuju apartementnya untuk melihat kekasihnya yang mungkin saja masih berada disana
" chagi..oddieso " panggil woohyun sesampainya diapartement
" gyuyie " panggil woohyun kembali namun tak ada jawaban dari sang pemilik nama
" bukankah gyuyie tidak ada skejul untuk hari ini, apa gyuyie sudah pulang " ucap woohyun pada dirinya sendiri dan dengan cepat menghubungi ponselnya namun..
" eish..kenapa tidak aktif " kesal woohyun karena kekasihnya tidak memberinya kabar lagi hingga ponselnya bunyi dan tertera nama sahabatnya dongwoo dan dengan malas woohyun menerima panggilan tersebut
" woohyun, kau dimana ?? "
" aku dirumah wae..?? "
" woohyun apa gyu hyung bersama mu..?? "
" tidak, wae.. ?? "
" ah..berarti yang ku lihat benar "
" memangnya apa yang kau lihat ?? "
" ehmm...sebenarnya tadi aku melihat gyu hyung sedang jalan bersama dengan seorang namja dan mereka menuju hotel woolim..tapi.."
Tut....tut...tut...
Woohyun mematikan ponselnya sepihak dan langsung mengambil kunci mobilnya menuju hotel woolim untuk memastikan benarkah kekasihnya berada disana dengan namja lain dan entahlah ekpresi woohyun saat ini penuh kilatan emosi
Hotel wollim
Sunggyu sedang melakukan reservasi tempat dengan client yang tak lain temanya Lee sungjong yang akan menikah beberapa hari lagi dengan seseorang yang pernah mengisi hatinya lebih tepatnya mantan kekasihnya daeryong
" jongie, apa kau menyukai tempatnya..?? " tanya sunggyu
" ehm..aku menyukainya hyung sangat nyaman " ucap sungjong
" hyung..apa ada yang tidak kau suka, ku lihat kau hanya diam saja..?? " tanya sunggyu
" chagi..apa ada yang kau tidak suka..?? " tanya sungjong manja tak lupa tanganya yang sudah melingkar manis pada pinggang daeryong
" aniyo..aku menyukainya, mungkin aku hanya lelah saja " ucap daeryong dan sunggyu hanya bisa tersenyum melihat pemandangan yang terlihat sangat romantis dihadapanya membuat dirinya merindukan sang kekasih
" baju pengantin sudah..reservasi tempat sudah..tinggal dekorasinya saja " sunggyu sedang mengecek buku miliknya
" untuk..hari ini sudah selesai, tinggal dekorasinya dan aku akan menjelaskan lebih detailnya nanti setelah persiapanya selesai " ucap sunggyu pada pasangan jongyong tersebut
" oke..hyung " ucap sungjong
" kalau begitu, aku pamit dulu " pamit sunggyu
" Andwe..gyu hyung harus menemani kami makan malam dulu setelah itu hyung boleh pergi " ucap sungjong melarang sunggyu untuk pergi
" tapi.. "
" tidak ada penolakan gyu hyung, bukankah kemarin kau tidak bisa menemani kami jadi sekarang kau harus ikut dengan kami " paksa sungjong dan menahan kepergian sunggyu
" ta.. "
" sudah gyu jangan menolaknya "
" baiklah " ucap sunggyu pasrah
" kajja " ajak daeryong
" chagi..gyu hyung..Chankaman aku mau ke toilet dulu, kalian duluan saja ke restoran" ucap sungjong dan meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu jawaban
" kajja " ajak daeryong menuju restoran yang berada di hotel tersebut dan sunggyu hanya mengangguk sebagai jawaban
Sunggyu dan daeryong sedikit canggung saat ini mengingat mereka yang pernah menjalin hubungan cukup lama sebelum insiden yang membuat hubungan mereka berakhir karena daeryong yang mengkhianatinya bahkan menjalin hubungan dengan teman sunggyu yang tak lain Lee sungjong yang kini akan menjadi calon anaenya
" bagaimana hubungan dengan kekasih mu..?? " tanya daeryong mencoba mencairkan suasana
" baik "
" kapan kau akan menikah..?? "
" kami belum memikirkanya " ucap sunggyu tersenyum canggung
" gyu bolehkah aku bertanya padamu "
" tentu saja..apa yang ingin kau tanyakan padaku hyung..?? "
" apa benar - benar tidak ada harapan lagi untuk ku mendapatkan mu kembali " ucap daeryong penuh harap walau dirinya tahu sebentar lagi akan menikah tapi entah mengapa hatinya selalu saja mengharapkan sosok namja manis yang berada dihadapanya menjadi miliknya
Sunggyu yang mendengar pernyataan daeryong membeku seketika, karena tidak menyangka dengan pertanyaan daeryong atau mungkinkah daeryong masih memiliki perasaan denganya padahal sebentar lagi daeryong akan menikah dengan temanya Lee sungjong
" kenapa jongie lama sekali " sunggyu mencoba mengalihkan pembicaraan
" gyu jangan mengalihkan pembicaraan " ucap daeryong namun saat sunggyu ingin menjawab sebuah tangan menarik paksa tangannya dengan erat hingga...
" hyunie.. " ucap sunggyu terkejut saat mengetahui yang menarik tanganya adalah woohyun kekasihnya namun woohyun hanya menatapnya dingin
" Akh..appoh hyunie " ucap sunggyu saat woohyun menarik tanganya sangat erat tanpa berkata apapun dan membawanya pergi dari tempat tersebut
" lepaskan dia " ucap daeryong mencoba menghentikan woohyun dan mencoba menarik sunggyu kearahnya namun tanpa terduga
BUGH
Woohyun memukulnya tepat diwajah daeryong dan membuatnya tersungkur seketika dan sunggyu yang melihat hanya bisa membulatkan matanya dan tak bisa membantunya saat mata woohyun memandangnya dengan kilatan yang terlihat sangat mengerikan
" jangan pernah mendekati kekasih ku lagi, karena aku akan melakukan lebih dari ini kalau kau berani melakukanya " ancam woohyun dan langsung menarik sunggyu tanpa memperdulikan tatapan semua orang terhadapnya
" daeryong hyung..gwencana..?? Kenapa dengan bibir mu..?? Dan dimana gyu hyung..?? " tanya sungjong yang baru saja kembali dari kamar mandi dan langsung membantu daeryong yang tersungkur dibawah
" gwencana, gyu hyung sudah pulang..jadi lebih baik kita pulang " ucap daeryong dengan moodnya yang memburuk dan menghapus darah yang berada disudutkan bibirnya yang terkena pukulan woohyun tadi
" baiklah.." Ucap sungjong pasrah mengikuti langkah daeryong dari belakang
sebenarnya sungjong sangat tahu daeryong masih menyukai sunggyu temanya namun egoisnya tidak mau mengakui hal itu hingga dia melakukan hal apapun untuk mendapatkan daeryong dan berhasil merusak hubungan daeryong dengan sunggyu dengan mengorbankan tubuhnya dan kalian pasti tahu apa itu
" mianhe..aku tidak bisa melepas mu daeryong hyung, dan biarkan aku egois dengan cintaku " ucap sungjong dalam hati
######
Setelah kejadian itu baik woohyun maupun sunggyu hanya diam selama perjalanannya didalam mobil hingga 20 menit berlalu dan mereka sudah berada didepan rumah kediaman keluarga Kim lebih tepatnya rumah sunggyu
" sudah sampai, masuklah " ucap woohyun setelah mematikan mesin mobilnya
" hyunie..aku"
" kita bicarakan besok..sekarang masuk..dan istirahat..mian sudah membuat tangan mu sakit " ucap woohyun dingin walau sedikit merasa bersalah saat melihat pergelangan tangan sunggyu yang sedikit memerah karenanya
" hyunie..kau salah paham..aku " belum selesai sunggyu bicara woohyun keluar dari mobilnya dan menuju pintu tempat sunggyu berada dan membuka pintunya
" sudah malam, masuklah dan istirahat " pinta woohyun
" tapi "
" hyung aku dalam keadaan tidak baik hari ini, jadi lebih baik kita bicarakan besok " ucap woohyun dan membuat sunggyu sedih karena woohyun memanggilnya hyung dan sunggyu sangat tahu woohyun sangat marah padanya
" baiklah.. " ucap sunggyu pasrah
" aku pulang dulu " woohyun hendak pergi melangkahkan kakinya menuju mobil namun sebuah tangan menarik kemejanya dan membuat langkah woohyun terhenti
" kau melupakan ciuman selamat malam untuk ku hyunie " sunggyu menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya
Cup
" selamat malam " ucap woohyun dan berlalu pergi meninggalkan sunggyu yang masih terdiam ditempat karena sikap woohyun yang tidak biasa, karena semarah apapun woohyun padanya pasti woohyun tidak pernah melupakan ciuman malamnya dibibir plum milik sunggyu namun tidak kali ini woohyun hanya menciumnya di kening membuat sunggyu sedih dan berfikir woohyun sangat marah padanya saat ini
" huft..seharusnya dari awal aku menceritakannya dengan hyunie " ucap sunggyu penuh sesal dan hanya bisa melangkah lemah menuju rumahnya
2 hari kemudian
Sunggyu dengan kesal melangkahkan kakinya menuju kantor kekasihnya Nam woohyun, karena woohyun tidak memberinya kabar semenjak insiden itu terjadi bahkan woohyun menonaktifkan ponselnya dan saat sunggyu ke apartement woohyun selalu tidak ada bukankah seharusnya mereka membicarakan permasalahan insiden tersebut tapi woohyun malah menghilang begitu saja membuat sunggyu kesal
" permisi..apakah tuan Nam ada diruanganya..?? " tanya sunggyu sopan pada sekretaris woohyun
" mian tuan Kim..tuan Nam sedang ada rapat diluar " ucap sang sekretaris yang sudah mengenal sunggyu kekasih dari atasanya dengan sopan
" baiklah..aku akan menunggu diruangnya " ucap sunggyu mencoba membuka ruangan woohyun namun sang sekretaris mengahalanginya
" mian..tuan Nam ber.. "
" apa tuan Nam berada didalam, jangan berbohong padaku nona jung " tanya sunggyu menyelidik
" ehm..sebenarnya.. "
" biarkan aku masuk, dan aku janji tidak akan membiarkanya memecat mu karena kau mengizinkan ku untuk masuk.." Ucap sunggyu dan mau tak mau sekretaris itu mempersilahkan sunggyu masuk karena sunggyu sudah berjanji padanya agar woohyun tidak memecatnya kalo dirinya membiarkan sunggyu masuk
" gomawo " ucap sunggyu dan melangkah masuk menuju ruangan woohyun
Woohyun yang sedang sibuk dengan pekerjaanya tidak menyadari sunggyu yang sedang melangkah masuk menuju tempat kerjanya dan berdiri dibelakang woohyun yang masih tidak menyadari kedatanganya
" kau sedang mengerjakan apa " tanya sunggyu mendekatkan wajahnya disamping wajah woohyun sambil menatap dokumen yang berada diatas meja woohyun
" apa yang kau lakukan disini hyung..?? " tanya woohyun saat mengetahui siapa yang berada dibelakangnya
" aku ingin menemui kekasih ku yang sepertinya masih marah padaku "
" apa nona jung tidak berada ditempat..?? " Tanya woohyun dan tetap fokus pada pekerjaanya
" ada..wae..?? Apa kau ingin memecatnya karena mengizinkan aku masuk " tanya sunggyu kesal
" aku sedang bekerja, jadi lebih baik hyung pulang saja " pinta woohyun tanpa berniat menjawab pertanyaan sunggyu
" Shireo..aku akan tetap disini sampai hyunie tidak marah lagi padaku "
" aku tidak marah Padamu hyung "
" gozimal..aku tahu hyunie sedang marah padaku, karena hyunie terus memanggilku dengan panggilan hyung dan itu sangat menyebalkan " sunggyu mempoutkan bibirnya dan biasanya woohyun akan langsung menciumnya namun tidak kali ini
" hyunie..bisakah kau memberikan waktu mu 10 menit untuk aku menjelaskan " mohon sunggyu
" baiklah..apa yang ingin kau jelaskan " akhirnya woohyun mengalihkan pekerjaanya dan menatap kekasihnya
Tanpa menunggu lama sunggyu mengeluarkan benda persegi panjang berwarna putih dengan hiasan pita diatasnya dari dalam tasnya
" lihatlah " pinta sunggyu
" kau tahukan aku bekerja sebagai IO untuk acara pernikahan dan kemarin aku bertemu dengan daeryong hyung dan sungjong untuk membicarakan pernikahannya..sebelumnya aku menolak tapi sungjong yang meminta ku dan alasanku untuk tidak memberitahumu karena aku tak ingin kau marah padaku hanya karena aku bertemu lagi dengan daeryong hyung..mianhe " jelas sunggyu
" kemari.. " ucap hyunie dan meminta sunggyu untuk duduk dipangkuannya
" kau tahu..aku sangat marah saat aku melihat mu bersamanya karena aku takut kau akan kembali lagi padanya mengingat dulu kau sangat mencintai namja brengsek itu dan butuh waktu lama untuk ku membuat mu melupakanya dan saat ku bisa melakukan semua itu aku melihat kau bersamanya dan ku pikir kau akan kembali padanya dan meninggalkan ku, maka dari itu sebelum hal itu terjadi dan menyakitiku lebih jauh lebih baik aku menjauh darimu " jelas woohyun dan membuat sunggyu tersenyum karena dirinya menyadari woohyun sangat takut untuk kehilangan dirinya
Cup
Satu ciuman mendarat manis dibibir tebal sang kekasih dan sedikit lumatan mereka ciptakan hanya sekedar menyampaikan perasaan cinta mereka
" pabo namja..bagaimana kau berfikir aku akan meninggalkan mu, dia hanya masa lalu ku dan aku tak akan mungkin mengingatnya kembali karena sekarang kau ada disisi ku dan akan menjadi masa depan ku..hyunie saranghae " ucap sunggyu dan memeluk kekasihnya
" nadoo saranghae nae gyuyie " balas woohyun dan membalas pelukan kekasihnya
" akhirnya kau memanggil ku dengan panggilan gyuyie aku sangat merindukan panggilan mu dan jangan pernah memanggilku hyung lagi..karena aku bukan hyung mu melainkan namjachinggu mu..arraso " sunggyu menegaskan panggilan untuknya
" arraso..mian " ucap woohyun dan mencium sekilas bibir plum kekasihnya
" hyunie tidak marah lagi kan..?? " tanya sunggyu
" ehm..aku masih marah "
" wae..?? "
" karena aku belum mendapatkan jatah ku 2 hari ini " ucap woohyun dengan senyum smirk dan mulai tanganya yang beraksi memasuki kemeja yang sunggyu pakai
" dasar pervert..kita akan melakukanya nanti, tapi sekarang aku ingin membahas mengenai undangan ini kau akan menemani ku kan..?? " tanya sunggyu penuh harap
" Shireo " tolak woohyun
" wae..?? Kau tega membiarkan aku pergi sendiri " ucap sunggyu memelas
" kau juga tidak boleh pergi gyuyie, aku melarang mu " ucap woohyun
" tidak mungkin aku tidak pergi, aku ini IO kau lupa..jadi temani aku ya " mohon sunggyu tapi woohyun enggan menjawab
" baiklah..aku akan membuat perjanjian denganmu, kalau kau mau menemani aku pergi ke acara pernikahan jongie..aku akan tinggal diapartemen mu selama 2 minggu..otthe..?? " tanya sunggyu dan langsung mendapat perhatian woohyun namun
" 1 bulan tinggal diapartemen ku dan aku akan menemani mu " tawar woohyun
" baiklah..tapi kau tidak boleh melarang ku untuk melakukan apapun disana, bahkan saat aku memeluknya untuk mengucapkan selamat padanya dan jangan lupa kau harus meminta maaf pada daeryong hyung karena kau memukulnya "
" baiklah.. - tapi setelah itu aku akan menghukum mu gyuyie " ucap woohyun namun selebihnya woohyun mengucapkan ya dalam hati
Hari pernikahan jongyong
Sunggyu sudah rapi dengan pakaianya bibirnya terus tersenyum setelah melihat hasil pekerjaanya yang cukup memuaskan begitupun sepasang pengantin yang baru saja mengucapkan janji suci dan mengesahkan hubungan mereka sebagai suami dan istri
" chukae jongie " ucap sunggyu memeluk sungjong
" nde..gomawo hyung, aku sangat senang hari ini kapan kau akan menyusul ku "
" kau tanya saja namja yang berada disamping ku, kapan dia akan melamar ku " ucap sunggyu dan melirik woohyun yang sudah berada di sebelahnya
" kau tunggu saja undangannya sungjong shi " ucap woohyun tersenyum ramah
" chukae hyung, aku senang akhirnya kau menikah "
" nde..gomawo, bolehkah aku memeluk mu untuk terakhir kali " pinta daeryong
" tentu saja " ucap sunggyu memeluk daeryong
" jaga sungjong dengan baik, jangan pernah menyakitinya karena dia sangat mencintai mu hyung, dan lupakan masa lalu kita aku sudah memaafkan mu " ucap sunggyu dalam pelukan daeryong
" ehm..ehm.. " woohyun berdehem dari samping sunggyu dan akhirnya sunggyu pun melepaskan pelukanya
" chukae..dan...mian sudah memukul mu kemarin " ucap woohyun canggung
" kau hampir saja merusak wajah ku di hari pernikahan ku, dan untung saja sunggyu memberikan obat yang mujarab untuk menghilangkan memar ku kalau tidak, aku akan menuntut mu " canda daeryong
" aku percayakan sunggyu Padamu, jangan biarkan dia menangis dan tersakiti aku yakin kau namja yang baik untuknya " ucap daeryong menitipkan cinta masa lalu untuk bahagia bersama woohyun
" tentu saja aku akan membahagiakannya " ucap woohyun
Setelah 5 jam akhirnya pesta pernikahan pun selesai dan waktu sudah menunjukan pukul 8 malam dan waktunya untuk sunggyu mengistirahatkan tubuhnya setelah pekerjaanya sebagai IO selesai dengan baik
" akhirnya selesai juga, aku ingin tidur " ucap sunggyu sesampainya di apartement woohyun dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur King size kekasihnya
" tidur..tidak boleh aku mau menagih jatah ku hari ini kau sudah menundanya 1 minggu " larang woohyun
" aku lelah, aku janji akan melakukanya besok " ucap sunggyu namun woohyun sudah menindihnya
" kau tidak perlu melakukan apapun, biar aku yang bekerja dengan tubuhmu " ucap woohyun yang hasratnya sudah memuncak untuk menyentuh kekasihnya
" ta..eunghh.. " sunggyu tak bisa menolak lagi saat woohyun mulai mencium ceruk leher dan tepat mengenai titik sensitifnya begitupun tangannya yang mulai lihai membuka kemeja sunggyu
" eungh...hyunie...eungh "
Suara desahan sunggyu menutup cerita ini, karena woohyun sudah menutup semua akses agar para reders tidak bisa melihat adegan hot mereka
Fin
Hai para reders sudah lama tidak menyapa apa kabar semuanya..?? Masih kangen sama aku Xixixixi


No comments: