Note : AUTHOR.. AUTHOR.. HIKS XC
LU JAHATT.. DX GUE UDAH BERUSAHA NAHAN NANGIS.. TAPI APA ??
LU KEJEM THORR D””X HIKSS GIMANA PERASAAN LU, WOOGYU BERTEMU TERAKHIR KALI TAPI, TAPI TERUS MATI.. HIKSS D”X
LU NGGA NGERTI THORR.. ENGGAKKK
BENER2 ********.. CUMA MINTA MAAF KARNA GA SESUAI HARAPAN.. :”
MANA AUTHOR SAYANGKU.. PGN GUE BUNGKUS KARUNG LINDES BUANG KE RUMAH GUE..
BUATIN SEQUELLL LAGI !! UBAH CERITANYA !! XD WOOHYUN HARUS AMA SUNGGYU GA BOLEH YANG LAINNNN TITIKKKKKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!
LU KEJEM THORR D””X HIKSS GIMANA PERASAAN LU, WOOGYU BERTEMU TERAKHIR KALI TAPI, TAPI TERUS MATI.. HIKSS D”X
LU NGGA NGERTI THORR.. ENGGAKKK
BENER2 ********.. CUMA MINTA MAAF KARNA GA SESUAI HARAPAN.. :”
MANA AUTHOR SAYANGKU.. PGN GUE BUNGKUS KARUNG LINDES BUANG KE RUMAH GUE..
BUATIN SEQUELLL LAGI !! UBAH CERITANYA !! XD WOOHYUN HARUS AMA SUNGGYU GA BOLEH YANG LAINNNN TITIKKKKKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!
First Snow (Ma Reine sequel) | 1S
| by member Ashley Wu
Cast:
Nam Woohyun
Kim Sunggyu
Kim Kibum (Key)
Kris Wu (Jendral Wu)
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Summary: No Summary
Every man needs a couple when his life is a mess. Because just
like thegame of chess, The Queen protects The King –Ritu Ghatourey
Perlahan
aku membuka mataku ketika aku merasakan sinarmatahari menerpa wajahku.
Kututup
mataku perlahan sambil berusaha menyesuaikan inderapengelihatanku dengan cahaya
yang baru saja diterimanya.
Aku
melihat Kris sedang menatap kearahku sambil tersenyum.Aku teringat semalam kami
bermalam disebuah gubuk ditengah hutan karena harisudah terlalu larut bagi kami
untuk melanjutkan perjalanan entah kemana.
Dan
dini hari sekali Kris sudah mengajakku kembalimelanjutkan perjalanan setelah
kulihat dia sudah terlihat tampan dan bau parfumkhas nya diterima oleh indera
penciumanku.
Setelah
meninggalkan gubuk, aku kembali berkuda bersama Kris–dengan aku masih dalam
pelukannya dank arena mataku yang terlalu berat untukkubuka aku kembali
tertidur di dada hangat Kris.
Jujur
saja, hingga saat ini aku belum mengetahui kemanajenderal Wu akan membawaku,
aku dalam hati bertanya-tanya apakah dia memilikitempat tinggal lain selain di
kerajaan Nam. Tetapi sepertinya dia memilikitujuan dan aku
mempercayainya, JendralWu adalah satu-satunya yang kumiliki saat ini dan aku
mempercayainya.
“Kris,
apakah menurutmu mereka sedang mencariku sekarang?”,tanyaku perlahan sambil
memainkan kancing mantel hitam milik Kris.
“hmm,
entahlah.. Woohyun mencintaimu.. tentu saja dia akanmencarimu”, ujarnya sambil
tersenyum dan menyandarkan dagunya pada puncakkepalaku.
Aku
terdiam mendengar jawaban Kris dan menunduk lagi.
Apakah
benar Woohyun mencintaiku?
“Apakah…
Apakah kau juga mencintaiku?”, kata-kata itu keluarbegitu saja dari bibirku
tanpa aku berani mendongakkan wajahku untuk menatapwajah tampan Kris.
“Kau
akan mengetahuinya”, jawabnya sebelum aku merasakanbibir Kris mengecup puncak
kepalaku perlahan.
Kim
Sunggyu, apakah kau bodoh? Tentu saja Jendral Wu tidakmencintaiku. Dia
melakukan ini semua karena janjinya pada Woohyun. Tentu saja,dia rela
meninggalkan semua jabatan dan hartanya di kerajaan Nam bukan karenaaku, tapi
karena sumpahnya pada Raja.
Perlahan
setetes air mata mengaliri mataku.
Apakah
tidak ada yang mencintaiku di dunia ini?
“percayalah,
yang kau fikirkan tentangku hingga membuatmumenangis itu tidak benar Yang
Mulia”, kurasakan perlahan Kris mendongakkanwajahku dan mengusap air mataku
sambil tersenyum.
“Mwo?”,
tanyaku sambil perlahan mengusap hidungku danmemajukan bibirku.
“aku
melakukan semua ini bukan karena aku adalah JenderalWu, tapi karena aku adalah
Kris Wu”, jawabnya sekali lagi sebelum dia kembalimenghadap ke jalanan di
hadapannya.
Bibirku
menganga mendengar apa yang baru saja dikatakanKris, apakah dia bisa membaca
pikiranku??
Senyum
simpul kemudian berkembang di bibirku sebelum akumengecup pipinya sekilas dan
kembali menyembunyikan wajahku di dada bidangnya.
Kurasakan
Kris terkekeh pelan sebelum satu tangannya memelukerat pinggangku.
Suasana
kembali hening.
Kuda
hitam Kris berjalan dengan pelan tidak seperti kemarinseolah Kris sengaja ingin
menghabiskan waktunya bersamaku.
Kami
melewati sawah dan hamparan gandum yang sangat luas,dan tidak terasa hari sudah
menjelang sore ketika kami mendengar suara derapkuda lain dibelakang kami.
Woohyun?
Pertanyaan
itu yang muncul diotakku.
Suara
kuda itu semakin mendekat dan aku mendongakkankepalaku menatap Kris.
Kris
balik menatapku dan tersenyum.
“tenanglah..
dan jangan bersuara”, ujarnya.
Aku
mengangguk, sambil langsung kembali menyembunyikanwajahku di dada bidang Kris
sebelum kris menangkupkan bagian depan mantelnyauntuk menutupi tubuhku.
Bagaimana
jika itu bukan Woohyun? Bagaimana jika itupenjahat?
Kupejamkan
mataku dengan erat dan kurasakan suara kuda itumemelan dan kini berada di
samping kami.
Aku
salah, tidak hanya satu, ada dua kuda.
“its
okay Gyu, kita aman”, bisik Kris perlahan.
Aman?
Kenapa di berbisik? Sebenarnya siapa mereka? Yah, rasapenasaran mengalahkan
rasa takutku.
Perlahan
aku mendongak dan mendapati dua kuda lain disampingkami.
Satu
kuda dinaiki dua namja. Kuda sebelah kiri kami, adalahSatu namja tinggi dan
namja kecil yang ada dalam dekapannya, dan kuda sebelahkanan kami hanya ada
satu namja yang mengendarainya.
Dan
yang lebih mengesalkan, mereka menggunakan jubah sepertivampire yang
menyembunyikan wajah mereka.
Aku
mendengus perlahan lalu menatap Kris, dan Kris hanyaterkekeh.
“baiklah
buka jubah kalian”, ujar Kris.
Namja
kecil di kuda sebelah kiri kami adalah yang pertamamembuka jubahnya dengan
senyuman lebar di bibirnya.
Aku
ternganga melihat siapa yang ada dihadapanku.
“Selamat
Sore yang Muliaa! Apakah perjalanan andamenyenangkan??”, Byun Baekhyun.
Benar,
pelayan ku yang setiap hari berdiri di samping pintusambil melihatku menangisi
Woohyun dan menemaniku hingga aku merasa lebihtenang.
“Baekhyun!”,
ujarku bersemangat.
Namja
tinggi yang memeluk Baekhyun juga sudah membukajubahnya tetapi aku tidak
mengenalinya, dan aku belum pernah sekalipun bertemudengannya.
Dia
adalah seorang namja tampan dengan mata yang lebar danmemiliki telinga besar.
Tetapi entah kenapa hal itu membuatnya terlihat tampandan menggemaskan di saat
bersamaan.
Sedangkan
di samping kananku, aku mengenalinya sebagaiJongin. Dia adalah salah satu anak
buah kepercayaan Kris.
Kurasakan
jemari Kris menyentuh daguku dan mendongakkanwajahku perlahan.
“kau
pasti sudah tau kan bahwa itu, Baekhyun dan Jongin”,tanyanya.
Kuanggukkan
kepalaku perlahan dan Kris tersenyum.
“dan
itu adalah Chanyeol, dia adik kandungku dan SuamiBaekhyun”, ujar Kris.
“selamat
sore yang mulia, senang bertemu dengan anda”, ujarChanyeol sambil menundukkan
kepalanya. Suara beratnya membuatku merinding.
Aku
hanya terdiam dan menatap kaget kearah Baekhyun danChanyeol.
Baekhyun
sudah menikah, yah itu sangat mengejutkan dan yang lebihmengejutkanku lagi
adalah suaminya, atau yang bernama Chanyeol merupakan adikkandung Kris dan itu
berarti Baekhyun adalah adik ipar Kris.
“kenapa
kau tidak memberitahuku?”, tanyaku sambilmengerucutkan bibirku.
Baekhyun
hanya tersenyum lebar kearahku. “maafkan aku yangmulia”, ujarnya.
“maaf
jika aku memotong Jenderal, tapi kurasa sekarangsaatnya kita mulai memacu kuda
kita. Pasukan berkuda Raja sudah berada sekitar 10mil dari sini” ujar Jongin
yang sedari tadi terdiam.
“P..pasukan
raja?”, tanyaku terbata.
“benar
yang mulia, Raja Woohyun mengirimkan pasukan JenderalMinho untuk mencari anda
dan Jenderal Wu”, ujar Jongin lagi.
“berapa
banyak?”, Tanya Kris perlahan.
“300,
Jenderal”, Jawab Jongin.
Kurasakan
Kris terdiam dan kaku di belakangku.
Kudongakkan
wajahku dan menatap wajah Kris. Perlahankuulurkan tanganku dan mengusap
pipinya.
“bawa
aku pergi dari sini Jenderal Wu, aku tidak inginmereka menemukanku”, ujarku
perlahan.
Kris
menatapku dan mengernyitkan keningnya.
“suami
anda mencari anda yang Mulia, aku tidak seharusnyamelakukan ini”, Ujar Kris.
Kuulurkan
satu lagi tanganku dan memegangi kedua pipi Krissebelum menariknya agar menatap
kearahku.
“bukankah
aku sudah bilang? Aku milikmu Kris Wu, bawa akupergi dari sini.. bawalah aku
bersamamu”, ujarku perlahan.
Keraguan
di mata Kris perlahan menghilang dan digantikanoleh rasa posesif yang bisa
kurasakan terpancar darinya.
Kris
perlahan mendekatkan wajahnya ke arahku dan reflek akumemejamkan mata sebelum
bibir Kris menyentuh bibirku dan melumatnya denganlembut untuk pertama kalinya.
Kulingkarkan
lenganku ke lehernya dan membalasnya.
Hingga
suara dehaman tiga orang disamping kami membuat Krisperlahan melepaskan
ciumannya dan tersenyum kearahku.
“kurasa
kita harus pergi sekarang Jenderal”, Ujar Jongin.
Seringaian
terbentuk di bibir merah Kris, “lets off toChina”, ujarnya sebelum memacu kudanya
dengan kecepatan tinggi dan diikuti olehJongin dan Chanyeol Baekhyun dibelakang
kami.
Aku
menatap kearah langit sore diatasku, dan entah kenapaaku melihat Woohyun
disana.. Dia mencariku, dia ingin menemukanku.
Apakah
dia masih mencintaiku?
Ah
berhentilah berharap Kim Sunggyu, jika dia mencintaimudia tidak akan
meninggalkanmu untuk namja lain. Benar, Nam Woohyun tidakmencintaiku dan dia
hanya ingin memberiku hukuman atas apa yang kulakukan. Akuyakin.
Dan
perlahan, wajah Woohyun yang kulihat tadi tergantikanoleh wajah tampan Kris
yang tersenyum simpul kearahku.
Bibirku
tertarik perlahan dan aku tersenyum sambil reflekmengeratkan pelukanku pada
Kris.
30 October, 1914 Nam Kingdom (author POV)
“pasukan
berkuda sudah berangkat yang mulia”, Ujar seorangnamja gempal yang berdiri di
samping namja lain yang memiliki mahkota diatassurai hitamnya.
“apakah
menurutmu, kita bisa menemukan Sunggyu?”, Tanya sangRaja kepada namja
disampingnya perlahan.
Raut
kesedihan, kekecewaan, perasaan bersalah dan kemarahanterpancar jelas di
wajahnya.
“tentu
saja yang mulia, kita sedang berusaha bukan?”, jawabnamja tersebut.
Raja
tersenyum mendengar ucapan panglima disampingnya.
“aku
tidak menyangka Kris akan melakukan ini padaku”, ujarsang raja.
“Saya
yakin, Jenderal Wu dan Yang Mulia Ratu memiliki alasanuntuk ini semua”, ujar
Panglima tersebut sambil menunjukkan senyum terbaiknyademi menghibur sang Raja.
“karna
kebodohanku Minho ya”, jawab Raja lirih sambilmenundukkan kepalanya perlahan.
Tangannya terulur dan melepaskan mahkota mewahyang ada dikepalanya dan
meletakkan begitu saja diatas meja kerjanya.
“Yang
Mulia…”, Minho berbisik lirih sambil mendekat kearahRaja, terlalu kaget untuk
sekedar mempertanyakan apa yang dilakukan oleh sangRaja.
“Aku bukanlah
Raja tanpa Ratuku Minho-ya.. Antar aku ke ruangan Arsip kerajaan,
Kitaakan menemukan kemana Jenderal Wu membawa Ratuku”, Ujar Woohyun
sebelummelangkah keluar ruangan kerjanya, meninggalkan mahkotanya begitu saja.
2 November, 1914 Wu Kingdom (Sunggyu POV)
Aku
perlahan membuka mataku dan menyesuaikan cahaya yangditerima oleh indera
penglihatku.
Kuusap
mataku dan aku mengedarkan pandanganku.
Aku
berada disebuah ruangan yang luas dengan jendela kacabesar yang terbentang di
hadapanku.
Kududukkan
perlahan tubuhku dan aku dapat melihatpemandangan yang ada diluar jendela.
Kompleks
kerajaan terbentang luas sejauh mataku memandang,langit sangat cerah dan
semuanya terlihat sangat indah.
Sekali
lagi kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.Disamping tempat tidur
King size yang saat ini sedang kududuki ada sebuah mejakecil dengan lampu kecil
juga. Rak buku mahoni yang sangat besar terpasangsempurna disudut ruangan
dengan berbagai macam buku didalamnya. Tepat disampingrak buku, ada sofa berwarna
coklat yang seperti disediakan untuk membaca.
Disisi
lain kamar, terdapat lemari besar yang kutebak berisibaju-baju pemilik kamar
ini. Terdapat sebuah pintu kaca disamping lemari yangdibaliknya adalah sebuah
kamar mandi mewah yang bahkan dindingnya tersusun darimarmer yang harganya
jutaan Won.
Aku
berada dimana? Dikerajaan apa? Apakah Kris membawaku?Apakah.. Ini tempat
tinggal Kris?
Baru
saja aku akan beranjak turun dari ranjang, pintubesar yang ada di sudut
ruanganterbuka. Aku melihat Baekhyun danChanyeol berjalan masuk kedalam
kamar ini.
Senyum
Baekhyun seketika mengembang begitu melihatku, begitujuga dengan Chanyeol yang
membungkukkan badannya dengan sopan kearahku.
Aku
mentap Baekhyun lama. Dia terlihat berbeda.. Sangatberbeda.
Rambut
coklat kemerahaannya tertata rapi membentuk sebuahponi yang menutup keningnya,
matanya terbingkai sempurna dengan eyeliner dandia memakai kemeja rapih, kemeja
para bangsawan kerajaan.
Chanyeol
yang berada disampingnya pun juga sama, rambuthitam nya ditata rapi kebelakang
dan menunjukkan keningnya, dia memakai kemeraputih dengan rompi berwarna hitam
dengan jam tangan mahal yang terpasang ditangannya. Chanyeol tersenyum simpul
sambil menatapku.
“good
morning Sunggyu Hyung!!”, ujar Baekhyun.
“morning
Baekhyun”, ujarku sambil berdiri dan tersenyumkearahnya.
“Kris
hyung sudah menunggu dibawa untuk sarapan hyung”, ujarChanyeol.
“K..Kris?”,
tanyaku terbata.
Kris?
astaga Kris.. Dia menungguku? Siapa dia sebenarnya?Semua pertanyaan ini terus
berkecamuk diotakku dan sepertinya Baekhyunmenyadari kepanikan di wajahku.
“kajja
Hyung, aku akan membantumu membersihkan tubuh danberganti baju”, ujar Baekhyun
sambil terkekeh perlahan dan menarikku menujukamar mandi sedangkan Chanyeol
hanya berdiri disana dengan tegap sepertiseorang pangeran.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
Aku
memandang kearah cermin dihadapanku.
Kemeja
putih yang sama seperti milik Baekhyun terpasangditubuhku, rambut ku ditata
dengan rapi dan berponi. Baekhyun baru sajamemasangkan eyeliner di mataku dan semuanya
terlihat sempurna.
“Kau
sangat cantik Yang Mulia”, ujarnya.
Aku
hanya terkekeh dan menepuk pundaknya, “berhentilahmemanggilku yang mulia..
panggil aku Hyung, aku bukan ratu disini”, ujarku.
Senyum
Baekhyun melebar. “oh, tentu saja kau belum tau”,ujarnya.
Aku
mengernyitkan dahiku, apa maksudnya aku tidak tahu?
“kajja
hyung, semuanya sudah menunggu”, Ujar Baekhyun.
Aku
mengangguk perlahan dan mengikuti Baekhyun yang beradadi sampingku.
Ketika
aku berjalan keluar dari kamar, aku baru sepenuhnyamenyadari bahwa aku memang
berada disebuah istana.
Banyak
pelayan berada di koridor yang berhenti melakukanpekerjaannya begitu aku dan
Baekhyun lewat hanya untuk sekedar membungkukhormat pada kami.
Baekhyun
tersenyum pada mereka dan menuntunku menurunitangga dan menuju sebuah ruangan
yang berada disamping sebuah air terjun miniyang berada di sudut ruangan besar
yang aku yakin adalah ruangan tempatkeluarga kerajaan berkumpul.
“kau
siap?”, Tanya Baekhyun ketika tangannya sudah menyentuhpintu, siap membuka.
“Baekhyun
ah, katakan, aku ada dimana?”, tanyaku padanya.
Lagi,
Baekhyun hanya tersenyum padaku. “kau akan tau hyung”,ujarnya sambil perlahan
mendorong pintu mahoni bersar dihadapan kami dan yangdibaliknya ternyata sebuah
ruangan makan yang sangat luas.
Aku
bersumpah kerjaan ini bahkan lebih besar dari KerjaanWoohyun.
Aish
kenapa aku harus memikirkan Woohyun disaat sepertiini??
Perlahan
aku melangkah mengikuti Baekhyun memasuki ruanganini.
Aku
melihat seorang seorang lelaki yang rambutnya sudahmemutih sempurna dengan
mahkota diatas kepalanya duduk di paling ujung mejamakan panjang ini. Disamping
kanannya adalah seorang wanita cantik yangwajahnya sudah mulai menua tetapi
tetap tidak menghilangkan kecantikan itu dariwajahnya dan mahkota kecil juga
terpasang dikepalanya.
Disamping
kiri sang Raja, aku melihat Kris.
Dengan
kemeja putih dan Rompi yang dihiasi dengan rantaiemas yang menggantung di 2
kancing pertama rompinya. Rambut Blondenya tertatarapi dan dia terlihat sangat
tampan.
Disamping
Kris adalah seorang namja yang belum pernahkulihat sebelumnya, dia memiliki
rambut berwarna kecoklatan dengan baju yangsama dengan Kris dan Chanyeol. Hanya
saja Chanyeol dan namja itu tidak memilikirantai emas di bagian dadanya.
Dihadapan
namja itu ada Chanyeol yang sedang menatapkearahku sambil tersenyum lalu
mengalihkan pandangannya dan menatap kearahistrinya dengan lembut.
Raja
yang sepertinya menyadari kehadiran ku dan Baekhyunlangsung berdiri diikuti
dengan Sang Ratu, Kris , dan Namja disamping Kris yangaku yakin juga memiliki
hubungan darah dengan Kris dan Chanyeol.
Banyak
pertanyaan berkecamuk diotakku saat ini.
Pertama,
aku berada dimana? Aku yakin bahwa aku beradadisebuah kerajaan. Tapi kerjaan
ini bukanlah kerajaan biasa melainkan Kerajaanyang kaya raya.
Kedua,
kenapa mereka membawaku kesini? Dan siapa Kris,Chanyeol, Baekhyun sebenarnya?
Juga,
apa hubungan mereka dengan Raja dan Ratu?
“Ehm”,
dehaman Raja membuatku kembali kedunia nyata danmenatap kearahnya lalu
membungkuk dengan hormat.
“selamat
datang Di Kerajaan Wu, Pangeran Kim”, ujar SangRaja.
K..Kerajaan
Wu? Yatuhan..
Kerajaan
Wu, adalah pemimpin dari semua kerajaan di China.Raja kerajaan Wu adalah Raja
dari semua Raja di China.. Dan kenapa aku disini?
Tunggu..
Kris Wu.. Wu.. Wu Yifan?? Kris berasal darikejaraan Wu? Apakah Mungkin dia
adalah?
“jika
anda bertanya-tanya, Aku adalah Raja Wu Changmin, dandisampingku adalah Soojung
istriku. Lalu Kris Wu, anak pertamaku juga putramahkota, Wu Chanyeol anak
keduaku, Wu Sehun anak bungsu ku dan Wu Baekhyunistri Pangeran Chanyeol”, ujar
Raja Changmin yang seketika membuatku membelalakkaget dan menatap kearah Kris
yang hanya tersenyum lembut kearahku.
“s..senang
bertemu anda Yang Mulia, dan terimakasih sudahmengizinkanku tinggal disini”,
ujarku terbata sambil kembali membungkuk hormatkearah Raja Changmin.
“Ayo
kita makan bersama”, UjarRatu Soojung yang berjalan kearah ku dan menggandengku
untuk dudukdisebelahnya, dihadapan Sehun dan Disamping Chanyeol.
Aku
duduk perlahan dan mencobamenggerakkan tubuhku untuk menyendokkan makanan
kedalam mulutku.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
Aku
sedang berada di balkonruangan music yang berada di lantai tiga gedung Kerajaan
utama.
Kris
berdiri di sampingku dan diahanya terdiam, seperti yang dilakukannya sejak kami
berdua berada disini.
Kuhembuskan
nafasku perlahan dan memutuskanuntuk membuka pembicaraan dengannya.
“jadi,
Jenderal Wu kau adalahpangeran dan calon Kaisar”, ujarku perlahan.
Kris
menolehkan wajahnya kearahkudan mengangguk.
“Baekhyun
adalah pangeran dan diamenjadi pelayan dikerajaan Nam?”, tanyaku lagi.
Dan
anggukan adalah jawaban Kris.
“kenapa?”,
tanyaku.
“Aku
adalah anak pertama dikerajaan ini, aku akan mewarisi semua tahta ini. tetapi
di umurku ke 14 akuadalah anak yang sangat nakal, hingga ayahku memutuskan
untuk mendidikku dengancaranya. Aku dibawa oleh Jenderal Sungmin menuju
kerajaan Nam, dan disana diamengaku bahwa aku adalah anaknya. Dikerajaan Nam,
aku memulai semuanya dariawal. Mulai menjadi prajurit biasa hingga menjadi
orang kepercayaan ayah RajaWoohyun dan menjadi Jenderal disana. Chanyeol, saat
itu berumur 12 tahun ,setiap akhir tahun akan datang mengunjungiku. Sampai
akhirnya dia bertemudengan seorang Pemilik toko roti Cantik yaitu Baekhyun di
umur mereka yang ke17. Chanyeol yang saat itu sudah mulai dewasa terpaksa
menggantikan tempatkuuntuk sementara waktu dan waktu berkunjungnya ke kerajaan
Nam semakinberkurang. Akhirnya Baekhyun masuk dan menjadi salah seorang pelayan
kerajaanuntuk mengawasi dan menemaniku. 2 tahun lalu kau ingat saat Baekhyun
izinpadamu untuk mengunjungi ayahnya yang sakit? Saat itu dia menikah
denganChanyeol”, ujar Kris.
Aku
terdiam dan memejamkan matakusambil meresapi cerita Kris dan mencoba
membayangkannya.
Benar,
saat Baekhyun izin pulangketika itu 2 hari berikutnya Woohyun diundang ke
pernikahan pangeran diKerajaan Wu, tetapi Woohyun tidak bisa hadir karena saat
itu dia jatuh sakit.
Aku
tersenyum dan membuka mataku.
Entah
kenapa, perasaan kagummuncul dan menyergapku. Kris adalah seorang putra mahkota
dan dia menghabiskanmasa remajanya untuk mendapatkan prestasinya saat ini tanpa
bantuan Ayahnya.Aku yakin Kris, akan menjadi kaisar yang hebat.
Aku
mendekatkan tubuhku kearahKris dan menyandarkan kepalaku di dada bidangnya.
Kris yang awalnya kagetkurasakan mulai melingkarkan lengannya di pinggangku.
“lalu,
apakah ini sudah saatnyakau kembali Pangeran Wu?”, tanyaku perlahan.
“aku
akan mewarisi tahta tepatpada ulang tahunku yang ke 24 tahun yaitu 4 hari
lagi.. dengan syarat aku jugamenikah dengan Ratuku di hari yang sama”, ujarnya
perlahan.
R..Ratu?
Apakah Kris sudah dijodohkan dengan seorangputri?
“Kau
akan menikah?”, tanyakuperlahan, berusaha menahan getaran di suaraku.
Bukankah
ini tragis? Baru saja akumemutuskan untuk mencoba semuanya dari awal dengan
Kris, dia akan menikahdengan orang lain.
Apakah
aku memang ditakdirkanuntuk tidak bahagia?
“hmm,
Aku akan menikah danmewarisi tahta.. dan semua kejadian itu berdasarkan
keputusanmu Gyu”, ujarnya.
Aku
membelalakkan mataku danmenatapnya kaget.
“k..keputusanku?”,
tanyaku.
Kris
tersenyum dan mengusap pipikudengan lembut.
“ne..
Jika kau mau menikahdenganku, aku akan mewarisi tahta dan kau akan menjadi
ratuku hingga akhirhayatku Gyu”, ujarnya.
Aku
masih menatap tidak percayakearah Kris.
Semua
ini sangatlah mustahil, danentahlah aku masih belum bisa mempercayainya.
Kris
mengecup keningku denganlembut dan aku memejamkan mata perlahan, berusaha
menahan degub jantungku yangseakan lepas dari tempatnya.
“Gyu,
aku ingin kau menikahdenganku.. Aku bersumpah aku akan membahagiakanmu dan
tidak akanmengkhianatimu.. dan Aku mencintaimu sejak pertama aku melihatmu saat
kaudatang ke kerajaan Nam saat itu..”, bisik Kris ditelingaku.
Kurasakan
pipiku memanas dan akumendongak kearah Kris dan menatap wajahnya.
Kris
tersenyum kearahku danmengusap pipiku lagi.
“aku
tidak akan memaksamu untukmenjawab Gyu, kau bisa memikirkannya”, ujar Kris lagi
dan yang bisa kulakukanhanya memeluk Kris dengan erat dan menyembunyikan
wajahku di dada bidangnya.
Hari
berjalan dengan cepat mulai saat itu, 2 hari lagiadalah hari ulang tahun Kris
dan aku tahu aku harus segera membuat keputusan.
Setiap
malam aku terbangun dan mengahabiskan berjam-jamuntuk menatap wajah calon
kaisar tampan yang tertidur pulas di sampingku sambilsesekali mengusap
rambutnya dan mengagumi wajah tampannya. Dan tiap saat itujuga aku berusaha
memikirkan keputusan yang tepat.
Hingga
saat ini, Woohyun belum datang menjemputku ataubahkan mencariku. Apakah mungkin
mereka gagal menemukan jejak kami?
Tetapi
apakah mungkin?
Kuhembuskan
nafasku perlahan dan seperti malam-malam lainaku kembali menatap wajah Kris
yang tertidur pulas di sampingku.
Kris,
adalah orang yang sangat baik. Dia menyayangiku dan tidakkupungkiri perasaanku
untuknya mulai tumbuh dengan subur.
Tetapi
aku juga tidak dapat berdusta bahwa Woohyun masih adadi hatiku dan tersimpan
rapih disana.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
“hahahaha
Sehun ah! Kau bisa lebih baik dari itu”, ujarBaekhyun yang berada di sampingku.
Aku,
Baekhyun, Kris, Chanyeol, dan Sehun sedang berada ditaman belakang kerajaan
utama dan melihat Kris, Chanyeol, dan Sehun berlatihmemanah.
Sesekali
Kris menatap kearahku dan mengedipkan sebelahmatanya ketika untuk kesekian
kalinya dia dapat memanah tepat di tengah papanuntuk memamerkan dirinya padaku.
Aku
hanya dapat tersenyum lebar dan tertawa bersamaBaekhyun.
Besok
adalah hari ulang tahun Kris, dan semua pelayan sudahsibuk mengatur persiapan
pesta Kris.
Semua
untuk upacara penyerahan tahta dan pernikahansepertinya sudah siap, dan aku
bingung apakah mereka sudah tahu bahwa aku belummember jawaban untuk Kris
hingga saat ini.
“Gyu,
kau melamun lagi?”, suara Kris memecahkan lamunankudan reflek aku langsung
menatap kearahnya.
“Aniyo
pangeran Wu”, ujarku sambil mengedipkan matakearahnya.
Tanganku
mengulurkan botol minum emas milik Kris dan Krislangsung menenggaknya seperti
sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan air.
“permisi
Yang Mulia”, Ujar Kai yang baru saja tiba dihadapan kami.
Kris
memberhentikan acara minumnya dan menatap kearah Kailalu mengangguk, isyarat
untuk melanjutkan.
“ada
tamu untuk Yang Mulia”, ujar Kai.
“tamu?
Siapa?”, Tanya Kris.
Alih-alih
menjawab, Kai hanya berbalik dan menatap kearahpintu kaca yang berada di hadapan
Kris.
Mataku
ikut menatap kearah yang sama dan saat itu aku tidakmempercayai apa yang ada
dihadapanku.
Aku
melihat Woohyun, dengan panglima Minho berjalan masukkedalam taman dan matanya
langsung menatap kearahku.
Aku
hanya bisa membeku melihat mereka, waktu serasa berhentidi sekitarku dan hanya
Woohyun yang berjalan dengan sangat pelan sepertislowmotion dan semakin
mendekat kearahku.
Woohyun..
dia.. dia ada disini..
Aku
harus bagaimana??
Tanpa
kusadari, kakiku seolah membimbingku dan aku berlarimasuk kedalam istana
melalui pintu yang ada di sisi lain taman.
“Sunggyu!”,
suara Woohyun menyadarkanku dan membuatkusemakin berlari dengan cepat menuju
kamarku dan Kris yang berada di lantai 2.
Dengan
tergesa aku menutup pintu kamar dengan keras yangmenimbulkan suara gebrakan
yang menggema di seluruh koridor lantai 2 istanaini.
Kusandarkan
punggungku pada pintu mahoni tersebut danperlahan aku merasakan kakiku mati
rasa hingga aku terduduk di lantai dan airmata mengalir menuruni mataku.
Melihat
wajah Woohyun meskipun hanya sekilas membuat rasasakit itu menjalar lagi
diseluruh tubuhku, mengingatkanku akan semua rasa sakityang hampir terlupakan
selama aku berada disini.
BRAK
BRAK BRAK
Aku
terlonjak kaget mendengar suara keras yang ditimbulkanoleh pintu kaya
dibelakangku.
Kotolehkan
kepalaku perlahan dan beranjak berdiri perlahan.
“GYU!
Jebal aku ingin bicara denganmu”, Nam Woohyun.
Kupejamkan
mataku dan perlahan berjalan mundur hingga akuterjatuh di sofa yang berada
tepat di depan jendela besar.
“Kim
Sunggyu! Aku tidak akan pergi dari sini sampai kaubicara denganku!”, teriaknya
lagi.
Semakin
aku mendengar suara Woohyun air mataku mengalirsemakin deras.
Kubekap
bibirku dan berusaha menahan suara apapun yang ditimbulkanolehnya.
“kau
akan menikah lagi eoh?? Dengan Jenderal Wu? Atau KaisarWu?? Jawab aku Kim
Sunggyu!”, Teriak Woohyun lagi sambil menggedor pintukamarku semakin keras.
“AKU
TIDAK AKAN PERGI SEBELUM KAU KELUAR DARI KAMAR INI! KAUDENGAR AKU? AKU TIDAK
AKAN PERGI SAMPAI KAU MENJAWABKU!”, teriaknya lagi dankemudian suasana kembali
hening.
Aku
menyembunyikan wajahku di bantal di sampingku danmenangis terisak.
Kenapa
Woohyun harus melakukan ini padaku? Kenapa dia harusbertindak seolah dia masih
mencintaiku? Bukankah dia sudah memiliki Kibum?Bukankah dia sudah menemukan
ratunya? Kenapa dia masih ada disini danmemaksaku?
Waktu
berjalan begitu cepat. Matahari yang tadinya bersinarsudah digantikan oleh
awan-awan gelap yang menutupinya. Hujan akan turunsebentar lagi.
Sejah
tadi aku tidak mendengar suara Woohyun tapi hatikumasih mengatakan bahwa dia
ada dibalik pintu itu.
“Gyu..
jebal”, lagi suara Woohyun terdengar, hanya saja kaliini lebih lirih.
“Gyu..
maafkan aku”, ujarnya lagi.
Aku
hanya menatap Kosong ke pintu mahoni di hadapanku.
Aku
tidak bisa membohongi diriku bahwa aku masih sangatmencintai Woohyun..
Tetapi,
Woohyun sudah memiliki Kibum dan bayi mereka.
Wooyun
sudah bahagian, dan aku tidak berhak merusakkebahagiaan mereka.
“Sunggyu..
dengarkan aku”, kali ini bukan suara Woohyun yangkudengar, melainkan suara
Kris.
“aku
tidak menahanmu.. Kau bisa kembali bersama RajaWoohyun, aku akan melepaskanmu..
Kau tidak harus menikahi ku Gyu. Aku yakin akuakan menerima tahta jika memang
sudah saatnya. Dan aku akan menemukan seorangRatu jika memang sudah saatnya..
Jebal, keluarlah dan katakan sesuatu.. Akutidak memaksamu untuk menikahi ku
Gyu, kau bisa kembali dan hidup bahagiabersama Raja Woohyun”, Ujar Kris.
Lagi
air mata menetes menuruni pipiku.
Kris
Wu, aku tidak tahu bahwa di dunia ini tuhan masihmenciptakan seorang manusia
sepertinya.
Dia
tampan, berbakat, pemberani, bijak, dan memiliki hatiyang luar biasa baik.
Dia
sudah mengorbankan semuanya untukku.
Dia
menemaniku ketika aku sendiri.
Dia menghiburku
ketika aku menangis.
Dan
dia menyelamatkanku dari rasa sakit yangmenenggelamkanku dan membawaku kembali
ke permukaan.
Perlahan
tanganku terulur dan aku membuka pintu perlahan.
Aku
melihat Woohyun berdiri tepat di hadapanku dan Kris yangmenyandarkan
punggungnya di dinding koridor depan kamar kami.
“Gyu..”,
ujar Woohyun yang langsung menarikku kembalikedalam pelukannya.
Entah
kenapa aku hanya bisa pasrah dan membiarkan diamemelukku, jujur aku merindukan
kehangatan Woohyun.
“kajja
kita pulang Gyu”, ujar Woohyun sambil mengelus pipikudan menatap kedalam
mataku.
Dibelakang
Woohyun aku bisa melihat Kris menundukkankepalanya dan senyuman simpul terukir
di bibirnya.
“aku..
aku sudah dirumah Woohyun ah”, ujarku perlahan.
Woohyun
membelalak lebar dan menatap kaget kearahku.
Begitu
juga dengan Kris yang langsung mendongakkan kepalanyadan menatap kearahku.
“Apa
maksudmu Gyu?”, Tanya Woohyun lagi.
“aku
sudah berada dirumah Woohyun ah, aku akan menikahdengan Kris dan aku tidak akan
pergi kemanapun bersamamu”, ujarku mantap sambilmenarik diri dari pelukan
Woohyun.
Perlahan
aku berjalan menghampiri Kris dan langsungmelingkarkan tanganku ke pinggang
Kris, wajahku berada di dada hangatnya.
“aku
akan menikah dengan Kris Wu, Woohyun ah..”, ujarkulagi.
“Sunggyu
ah..”, ujar Kris perlahan.
Kudongakkan
kepalaku dan menata kearah Kris dengan mantapsambil tersenyum.
“kau
bisa memulai kembali hidupmu dengan ratu mu dan putramahkotamu Raja Woohyun,
dan aku akan memulai kembali kehidupanku disini bersamadengan Kris”, ujarku
mantap.
“Sunggyu!!”,
teriak Woohyun.
Kris
tersenyum kearahku, dan saat itulah aku yakin bahwa akumemilih keputusan yang
tepat.
Woohyun,
aku akan selamanya mencintainya dan menyimpannya dilubuk hatiku yang terdalam,
tetapi waktu kami bersama sudah habis.
Tuhan
memberiku kesempatan untuk kembali bersamanya, tetapiitu bukanlah kesempatan
yang tepat untuk kuambil.
Selamanya
aku hanya menjadi seorang istri pertama yangditinggalkan oleh Woohyun meskipun
dia berjanji dia tidak akan meninggalkanku,selamanya akan ada Kibum diantara
kami, dan selamanya aku tidak akan bisakembali bersatu dengan adanya penghalang
di antara kami.
Selamat
Tinggal Nam Woohyun..
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
Salju
pertama turun hari ini, tepat ketika aku dan Krismengucapkan janji pernikahan
kami. Kris tersenyum lembut kearahku sebelum diamembawaku kedalam pelukan
hangatnya dan bibir hangat Kris menempel sempurna dibibirku.
Untuk
kesekian kalinya, aku merasa berada benar-benarbahagia sejak Woohyun
meninggalkanku dulu.
Upacara
pernikahan dilanjutkan dengan penyerahan tahta danpemasangan mahkota oleh
Kaisar dan Ratu secara simbolis.
Kutundukkan
kepalaku ketikan ibu Kris, meletakkan mahkotanyadiatas kepalaku dan setelah itu
semua orang yang berada di bawah balkonbersimpuh dan bersujud kepada Kris dan
aku.
Kalimat
selamat dan teriakan serta doa terus terdengar darisemua orang.
Tidak
hanya rakyat jelata, semua Raja dari seluruh penjuruChina saat ini sedang
bersujud pada Kaisar baru mereka dan istrinya (yaituaku).
Aku
tersenyum dan melambaikan tanganku pada semua rakyatyang berada di bawah balkon
tempatku dan Kris berdiri saat ini.
Perlahan
Kris melingkarkan tangannya di pinggangku danmengecup keningku perlahan.
Kupejamkan
mataku dan tersenyum merasakan kehangatan yangmenjalar diseluruh tubuhku.
“aku
bersumpah atas nama bumi langit dan seluruh isinya, akuakan menjagamu,
menemanimu dan membahagiakanmu hingga akhir nafasku nanti Gyu”,Bisiknya.
Mendengar
kata-kata itu dari bibirnya, air mata menggenangdi mataku dan aku memeluk leher
kris dengan erat sebelum menariknya dan menciumbibirnya dengan lembut.
Kris
terkekeh perlahan dan membalas ciumanku, dan saat itujuga sorak sorai dari
seluruh rakyat China terdengar jelas dan teriakan “LONGLIFE THE KING, LONG LIFE
THE QUEEN”, terdengar dengan jelas di telingaku.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
1
tahun berlalu sejak aku menikah dengan Kris, salju pertamakembali turun hari
ini.
Hari-hari
ku semenjak menikah dengan Kris berlalu dengancepat. Kris adalah seorang suami
yang baik, perhatian dan dia sangat lembutterhadapku, sekalipun dia tidak
pernah menaikkan suaranya terhadapku bahkanketika dia meraka kesal padaku.
Setahun
berlalu dan aku masih juga tidak diberi keturunan.
Kris
berkali-kali meyakinkanku di awal pernikahan kami bahwadia tidak masalah dengan
kondisiku dan dia terus memaksaku agar kita segeramengadopsi seorang bayi lucu
bernama Sungjong.
Ketika
pertama melihat Sungjong aku sudah jatuh hati padamata lebarnya, Sungjong
tersenyum lebar dan mengangkat tangan mungilnyakearahku seolah memintaku untuk
mendekapnya dengan erat.
Aku
tersenyum dan mengangkat Sungjong lalu memeluknya denganerat dan tidak lama
setelahnya Sungjong tertidur.
Saat
itulah aku memutuskan untuk mengadopsi Sungjong di usiapernikahan kami yang ke
7 bulan.
Sungjong
adalah hal terindah yang pernah aku dan Krismiliki, tetapi tetap saja aku
berharap aku bisa melahirkan bayiku sendiri danmemberikan Sungjong seorang adik
meskipun Sungjong masih berumur 11 bulan saatini.
Kuhembuskan
nafasku perlahan dan menatap keluar Jendelakamar, Kris sedang sibuk dengan
urusan kekaisarannya dan disinilah aku menungguBaekhyun datang membawa kabar
yang sudah kutunggu sejak kemarin.
Yah
beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan dan Sehun,dengan polosnya
mengatakan bahwa Songjong akan segera memiliki adik.
Entah
kenapa aku mempercayai Sehun dan memutuskan untukmengecek apakah aku hamil atau
tidak pada tabib kerajaan.
Lagi
aku menghembuskan nafasku dan menyandarkan kepalakupada kepala sofa.
Salju..
Salju
selalu menemaniku ditiap momen penting dalam hidupku.
Saat
aku menikah dengan Woohyun, saat dia mengucapkansumpahnya padaku, dan saat dia
meninggalkanku hingga saat ini, First Snowselalu menjadi pertanda akan kejadian
penting yang terjadi dalam hidupku.
Hingga
saat ini, aku masih belum bisa melupakan Woohyun.
Aku
masih mencintainya dan kadang rasa rindu itumenyergapku. Aku seringkali
mendengar kabar tentangnya atau bahkan suratdarinya, tetapi aku hanya akan
menyimpannya tanpa sedikitpun niat untukmembalasnya.
Aku
tidak mau mengkhianati Kris, dan jujur saja perasaancintaku pada Kris sudah
tumbuh dengan subur dalam hatiku.
Meskipun
begitu, Woohyun masih ada disana.. Masih ada disalam lubuk hatiku terdalam dan
menjadi memori terindah yang pernah terjadidalam hidupku.
BRAKK
Suara
pintu yang dibuka dengan keras membuatku melonjak danterbangun dari lamunanku.
Kutolehkan
kepalaku dan menatap kearah sumber suara.
Aku
melihat Baekhyun berdiri di depan pintu dengan nafasterengah sambil menggenggam
sebuah surat berwarna putih di tangannya.
Dibelakang
Baekhyun, aku melihat Chanyeol yang juga terengahdengan Baby Jesper yang ada di
gendongannya.
“HYUNG!!
CHUKKAEEE!!!”, Baekhyun berteriak dengan senanglalu memelukku dengan erat dan
mengangkat surat yang ada di tangannya setinggimungkin seolah berusaha
memamerkan apa yang ada di dalam surat itu.
Baby
Jesper yang berada di gendongan ayahnya tertawa lucudan menunjukkan gusi nya
yang belum ditumbuhi gigi ketika melihat kelakuan lucuibunya.
“Byun
Baekhyun apa maksudmu?”, tanyaku bingung.
“KAU
HAMIL OH MY GOD KAU HAMIL HYUNG!!!!!!!!!!!”, teriakBaekhyun lagi.
Aku
membelalak lebar mendengar kata-katanya dan langsungmeraih surat yang ada di
tangan Baekhyun.
Mataku
bergerak ke kanan dan ke kiri membaca tulisan rapihtabib kerajaan yang
ditujukan padaku.
Aku
langsung memeluk surat itu dengan erat begitu mengetahuibahwa, aku hamil dan
sudah memasuki usia 4 bulan.
Aku
langsung memeluk Baekhyun dengan erat dan air matabahagia menetes dari mata
kami.
“Chukkae
hyung chukka”, ujar Baekhyun berulang kali sambilterisak di pelukanku.
Dari
kejauhan aku bisa melihat Chanyeol tersenyum kearahkami dan Baby Jesper yang
menepuk-nepukkan kedua tangan mungilnya denganbahagia.
Jesper
benar-benar miniature dari Chanyeol dan Baekhyun.
Kulepaskan
perlahan pelukan Baekhyun dan berjalan menuju boxbaby Sungjong dan ternyata
Sungjong sudah terbangun dan duduk di box nya sambilmenatap kearahku.
Aku
meraih tubuh mungil itu dan memeluknya dengan erat.
“Sungjongie,
kau akan memiliki seorang adik setelah ini”,ujarku perlahan.
Sungjong
menepuk pipiku sambil tersenyum dan mengoceh dengankata-kata yang hanya dia dan
bayi lain mengerti artinya. Membuat aku, Baekhyun,dan Chanyeol terkekeh dan
semakin tertawa terbahak ketika Baby Jesper juga ikutmengoceh seolah membalas
ucapan hyung nya.
Tidak
lama kemudian, Kris dengan langkah cepat masuk kedalamkamar kami dan menatapku
penuh arti.
Aku
yang menangkap maksud Kris hanya mengangguk perlahan danKris langsung berjalan
cepat kearahku lalu memeluk aku dan Sungjong dengan erat.
“gomawo
Gyu.. Gomawo”, ujarnya.
Aku
hanya mengangguk sambil mengecup pipinya sebelumakhirnya Kris mengecup bibirku
perlahan, lalu mengecup kening Sungjong dan diaberlutut di hadapanku.
Perlahan
kurasakan tangan hangat Kris mengelus perutku dan tersenyum.
“hello
baby, daddy here”, ujarnya lalu mencium perutkudengan lembut dan mengelusnya.
Lagi,
salju pertama tahun ini menyampaikan sebuah kabargembira kepadaku.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄
Aku
bermimpi, aku melihat darah dan api disekelilingku.
Semua
orang berteriak dan berlari menyelamatkan diri mereka.Aku merasa semuanya
terasa panas di sekelilingku dan aku merasa gelisah,keringat bercucuran di
keningku.
Aku
berlari dan terus berlari, berusaha mencari siapapunyang kukenal hingga aku
mendengar teriakan, teriakan yang sangat kukenali,teriakan Woohyun.
Aku
berlari dengan sekuat tenaga dan mencari suara ituhingga aku tiba di depan
sebuah pintu dan aku yakin Woohyun ada didalam sana,aku mendobrak pintu di
hadapanku dan aku melihat Woohyun..
Dia
terikat di sebuah tiang dan darah mengalir daripelipisnya.
Air
mata menggenang di mataku dan aku berusaha berjalanmendekat, tetapi entah
kenapa aku tidak bisa bergerak dengan cepat.
“gyu”,
lirih Woohyun dan membuat air mataku mengalir semakinderas.
“W..Woohyun”,
belum sempat aku meraihnya, seorang namjabertubuh kekar menusukkan pedangnya
tepat ke jantung Woohyun dan aku berteriakdengan kencang. “WOOHYUNN!!!”.
“GYU!
KIM SUNGGYU BANGUN!”, perlahan kesadaran kembalimenyergapku dan aku membuka
mataku dengan cepat.
Aku
melihat Kris dengan wajah khawatir yang terukir jelas diwajahnya berada sangat
dekat dariku.
Aku
bernafas dengan lega begitu mengetahui semuanya hanyamimpi dan langsung memeluk
Kris dengan erat.
“kau
kenapa My Queen? Mimpi buruk mm?”, tanyanya sambilmengusap rambutku perlahan.
“n..ne
My King.. Aku melihat api dan darah.. dan..”,
“Shhh”,
potong Kris sambil mengelus pipiku.
“Semuanya
hanya mimpi, semuanya akan baik-baik saja”, ujarKris.
“t..tapi
sayang, semuanya terlihat sangat jelas dan..mengerikan”, jawabku.
“Gyu,
kandunganmu sudah memasuki usia 6 bulan, kau tidakboleh berfikir terlalu banyak
hmm? Tenanglah, semuanya hanya mimpi”, ujarnya.
Aku menganggukan
kepalaku dan Kris mencium bibirku denganlembut sebelum kembali membibingku
kedalam pelukan hangatnya dan aku kembalitertidur.
Sejak
mimpi itu, aku terus merasa gelisah. Aku terusmemikirkan Woohyun dan entah
kenapa aku memiliki keinginan yang sangat kuatuntuk bertemu dengannya.
Dan
benar saja, 2 minggu setelah kejadian itu. Baekhyunmember tahuku bahwa kerajaan
Nam diserang oleh pemberontak.
Woohyun
yang dulunya adalah Raja cerdas, loyal, danmementingkan rakyatnya kini berubah
menjadi Raja yang tidak perduli denganrakyatnya dan kerajaan semakin terpuruk.
Hingga
akhirnya muncul orang-orang yang mulai membenci sangRaja dan ingin menyerang
kerajaan.
Mendengar
berita ini aku langsung menangis, dan terusmenangis sambil memohon pada Kris
agar membawaku menuju kerajaan Nam danbertemu dengan Woohyun.
Kris,
tentu saja menolak dengan alasan kehamilan dankesehatanku juga keadaan bahaya
di Kerajaan Nam.
Aku
tentu saja tidak bisa menolak perintah Kris dan hanyaterdiam sambil terus
terisak.
Namun,
ketika malam datang, entah mendapat keberanian darimana aku perlahan menyelinap
keluar dari pelukan Kris dan berlari menujukandang kuda dan memilih kuda
tercepat yang dimiliki Kerajaan Wu, kupacu kudakusecepat mungkin keluar dari
istana dan aku seperti mengalami de javu.
Aku
pernah mengalami semua ini, hanya saja kali ini akusendiri.
Aku
terus saja memacu kudaku, tetapi baru 3 mil aku berjalan, aku melhat kuda
lain dari arahberlawanan yang berpacu kencang kearah kami, hingga aku menyadar
siapa yangmenunggangi kuda itu.
Bahkan
hanya dengan diterangi sinar bulan, aku tahu siapadia.
Nam
Woohyun..
Aku
memberhentikan kudaku dan disaat yang sama Woohyun jugamemberhentikan kudanya
dan melompat turun.
Aku
yang mengingat kondisi perutku perlahan turun dari kudasebelum Woohyun
memelukku dengan erat.
“Gyu..
Kim Sunggyu.. Aku merindukanmu”, ujarnya.
Aku
hanya mengangguk dan balas memeluknya, rasa tenangmenyelimutiku mengetahui
Woohyun baik-baik saja.
“K..Kau
tidak apa? Apakah mereka menyakitimu?”, tanyakusambil mengusap pipi Woohyun
perlahan.
“A..Aku
melarikan diri Gyu.. Aku ingin bertemu denganmusebelum aku mati”, ujarnya.
“Apa
yang kau katakan?! Kau tidak boleh begitu Woohyun ah”,ujarku sambil menahan air
mata yang menggenang di mataku.
“Gyu..
Maafkan aku.. Aku, aku mencintaimu.. Aku bukanlahsiapa-siapa tanpamu, aku tidak
bisa berbuat apapun tanpamu.. Akumembutuhkanmu”, ujarnya, aku melihat air mata
mengalir di pipinya.
“Woohyun
ah.. Aku.. Aku juga mencintaimu”, Bisikku sebelumakhirnya Woohyun mencium
bibirku dengan lembut.
Namun,
sepertinya momen kami tidak berlangsung lama.
Kami
mendengar suara berisik di balik pepohonan di sekitarkami dan tidak lama
kemudian kami sudah dikelilingi 10 lelaki berkuda.
Para
pemberontak itu mengikuti Woohyun.
“well
well, apa yang kita lihat disini? Perselingkuhan? Atauapa?”, ujar salah seorang
dari mereka yang aku yakin adalah sang pemimpin.
“Jangan
dekati kami!”, ujar Woohyun tegas sambilmenyembunyikanku di balik punggungnya.
Kupejamkan
mataku dengan erat dan satu persatu dari parapemberontak itu turun dari kudanya
dan mengepung kami.
“kau
akan mati Raja Woohyun! Juga dengan Mantan Istrimu yangmenyedihkan ini!”, ujar
sang pemimpin pemberontak sambil mengangkat pedangnyadan mengarahkannya kearah
Woohyun.
Kupejamkan
mata ku semakin erat tetapi bukn teriakan Woohyunyang kudengar melainkan
teriakan di pemimpin tersebut.
Kubuka
mataku perlahan dan aku melihat Kris dengan pedangyang bersimbah darah berada
di tangannya dan mayat si pemimpin di bawahkakinya.
Chanyeol,
Sehun, Kai dan 4 namja lain berada di belakangKris dengan pedang ditangan
mereka. Siap menyerang.
“Kau
ingin membunuh Ratuku? Langkahi mayatku terlebihdahulu”, Ujar Kris dengan nada
mematikan dan peperangan terjadi.
Woohyun
mengelus pipiku perlahan sebelum mengambil pedangyang ada di kudanya dan
bergabung dalam peperangan.
Suara
dentingan pedang yang saling bertemu dan teriakanmemenuhi heningnya malam.
Aku
yang tidak dapat berbuat apapun hanya bersembunyi dibalik kuda Kris.
Berdoa
agar semuanya baik-baik saja.
Tetapi
aku lagi-lagi salah, aku mendengar tawa licik dibelakangku dan langsung
menolehkan wajahku.
Aku
melihat salah satu dari pemberontak itu berjalankearahku sambil mengacungkan
pedangnya kearahku dan aku memejamkan matakusambil memegang erat perutku.
Baby..
Baby.. Maafkan mommy yang tidak dapat menjagamu..
Air
mata menetes dari mataku dan aku mendengar sipemberontak itu berteriak dan rasa
sakit itu tidak kunjung menghampiriku.
Kubuka
mataku perlahan dan aku mendapati si pemberontaktergeletak bersimbah darah dan
disampingku aku mendengar suara Kris yangmengerang perlahan.
Kubelalakkan
mataku dengan lebar melihat suamiku tergeletakdengan pedang yang menancap di
perutnya dan darah yang mengotori tubuhnya.
Aku
menangis, dan kali ini air mataku tidak akan berhenti.
“Kris..
Kris..”, Ujarku sambil mengelus pipinya.
“Kris,
jangan tinggalkan aku”, isakku.
Kris
perlahan membuka matanya dan tersenyum sambilmeletakkan tangannya di pipiku.
“Kim
Sunggyu, aku mencintaimu.. Aku sangat mencintaimu..”,lirih.
“Tidak!
Tidak jangan katakan itu padaku sekarang Wu YiFan!Katakan padaku nanti ketika
kita sudah berada di istana eoh?”, aku berusahamenahan air mataku yang terus
mengalir dan mengusap Rambut blonde Kris.
“Tidak
ada waktu lagi Gyu.. Aku sudah tidak bisa menahannya”,ujarnya tersendat dan
isakan semakin kencang lolos dari bibirku.
“Jangan
tinggalkan aku!! Bagaimana dengan anak Kita Kris??Wu YiFan Jawab akuu!!”
teriakku.
“Lari..
Lari Gyu, pergi darisini dan kembalilah ke istana..B..Baek..Baekhyun menunggumu
disana.. Selamatkan anak Kita.. G..Gyu” ujar Kristerbata sebelum dia terbatuk
dan memuntahkan darah dari mulutnya.
“Tidak!
Aku tidak akan meninggalkanmu!”, ujarku.
“A..aku
mencintaimu Kim Sunggyu”, ujar Kris perlahan sebelumkurasakan tangannya melemas
dan dia meninggalkanku.. Untuk selamanya.
Aku
berteriak sekuat tenaga dan menjatuhkan diriku diatasdada bidang Kris sambil
memukulnya, berusaha membangunkannya.
Tetapi
Nihil, dia tidak bangun.
“WU
YIFANN!!”, teriakku lagi sebelum aku merasakan tubuhkuditarik paksa dari Kris
oleh seseorang.
Kutolehkan
wajahku dan aku melihat Woohyun menggelengkankepalanya kearahku.
“tidak!
Lepaskan aku Woohyun jebal!”, teriakku lagi. Masihberusaha melepaskan diri dari
Woohyun.
“Shh
Gyu.. Gyu dengarkan aku.. “, Woohyun menarikku kedalampelukannya dan aku
menyandarkan kepalaku di pundaknya. Air mata masih mengalirmenuruni pipiku.
“Gyu..
aku akan melindungimu.. aku janji, aku tidak akanmeninggalkanmu lagi.. Aku mencintaimu
Gyu”, Ujar Woohyun.
Aku
terdiam, aku tidak tahu harus berkata apa ketika akumelihat seseorang berjalan
mengendap-endap kearah Woohyun dan bersiapmengangkat pedangnya.
Kupejamkan
mataku perlahan dan kulingkarkan tanganku dileher Woohyun.
“aku
Juga mencintaimu Nam Woohyun”, ujarku, dan yang terjadiselanjutnya adalah aku
membalikkan tubuhku dan seketika itu aku merasakansemuanya hening, seolah semua
suara di dunia ini ditarik dari pendengarankuketika aku merasa sebuah benda
tajam menembus perutku.
Tubuhku
seolah mati rasa dan aku semakin melemah, hinggakakiku tidak dapat menompang
berat badanku.
Samar-samar
aku melihat Chanyeol berteriak kearahku danseketika Chanyeol mengayunkan
pedangnya kearah leher namja yang menusukku tadi.
Aku
merasakan tetesan air mata Woohyun yang jatuh di pipiku.
Aku
melihat Woohyun berteriak dan terus meneriakkan namakutetapi aku tidak dapat
mendengarnya.
Aku
merasakan tubuhku ditarik kedalam pelukan Woohyun dandibelakang Woohyun aku
dapat melihat Chanyeol menitikkan air mata sembarimenusuk-nusukkan pedangnya ke
perut namja yang sudah tak bernyawa yangmenusukku tadi seolah meluapkan amarah
dan dendamnya.
Semakin
lama, aku semakin lemah, dan penglihatan bahkansedikit demi sedikit mulai
ditarik dariku.
“a..aku..
M..encintaimu Nam Woohyun”, lirihku di sisatenagaku sebelum semuanya menjadi
gelap.
BREAKING NEWS
Kaisar Wu beserta Istrinya tewasdalam perkelahian dengan
sekelompok pemberontak yang berniat mengepung RajaWoohyun dalam perjalannya.
Raja Woohyun yang sempat hilangsetelah kejadian, ditemukan tewas
sekitar 200 meter dari tempat kejadian.
Kerajaan Nam Tiba pada akhirnyadan Nam Woohyun adalah Raja
terakhir di Kerajaan Legenda itu.
Pangeran Chanyeol dan IstrinyaBaekhyun diangkat menjadi Kaisar dan
Ratu China.
END
YUHUUU
saya sudahmenepati janji bikin sequel.. Maaf kalo aneh dan ga sesuai harapan
kalian ya..Thanks for reading jangan lupa RCL yaa..
As
present, akuspecial bikin teaser mv buat Ma Reine.. Check it out here
Sekali
lagi commentkalian sangat berarti bagi saya, jadi please RCL kay ;) thank you
-Love,
Ashley.
No comments:
Post a Comment