Wednesday, March 23, 2016

Review - First Snow (Ma Reine sequel)


Note : AUTHOR.. AUTHOR.. HIKS XC
LU JAHATT.. DX GUE UDAH BERUSAHA NAHAN NANGIS.. TAPI APA ??
LU KEJEM THORR D””X HIKSS GIMANA PERASAAN LU, WOOGYU BERTEMU TERAKHIR KALI TAPI, TAPI TERUS MATI.. HIKSS D”X
LU NGGA NGERTI THORR.. ENGGAKKK
BENER2 ********.. CUMA MINTA MAAF KARNA GA SESUAI HARAPAN.. :”
MANA AUTHOR SAYANGKU.. PGN GUE BUNGKUS KARUNG LINDES BUANG KE RUMAH GUE..
BUATIN SEQUELLL LAGI !! UBAH CERITANYA !! XD WOOHYUN HARUS AMA SUNGGYU GA BOLEH YANG LAINNNN TITIKKKKKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!


First Snow (Ma Reine sequel) | 1S | by member Ashley Wu

Cast:
Nam Woohyun
Kim Sunggyu
Kim Kibum (Key)
Kris Wu (Jendral Wu)
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Summary: No Summary



Every man needs a couple when his life is a mess. Because just like thegame of chess, The Queen protects The King –Ritu Ghatourey

Perlahan aku membuka mataku ketika aku merasakan sinarmatahari menerpa wajahku.

Kututup mataku perlahan sambil berusaha menyesuaikan inderapengelihatanku dengan cahaya yang baru saja diterimanya.

Aku melihat Kris sedang menatap kearahku sambil tersenyum.Aku teringat semalam kami bermalam disebuah gubuk ditengah hutan karena harisudah terlalu larut bagi kami untuk melanjutkan perjalanan entah kemana.

Dan dini hari sekali Kris sudah mengajakku kembalimelanjutkan perjalanan setelah kulihat dia sudah terlihat tampan dan bau parfumkhas nya diterima oleh indera penciumanku.

Setelah meninggalkan gubuk, aku kembali berkuda bersama Kris–dengan aku masih dalam pelukannya dank arena mataku yang terlalu berat untukkubuka aku kembali tertidur di dada hangat Kris.

Jujur saja, hingga saat ini aku belum mengetahui kemanajenderal Wu akan membawaku, aku dalam hati bertanya-tanya apakah dia memilikitempat tinggal lain selain di kerajaan Nam. Tetapi sepertinya dia memilikitujuan dan aku  mempercayainya, JendralWu adalah satu-satunya yang kumiliki saat ini dan aku mempercayainya.

“Kris, apakah menurutmu mereka sedang mencariku sekarang?”,tanyaku perlahan sambil memainkan kancing mantel hitam milik Kris.

“hmm, entahlah.. Woohyun mencintaimu.. tentu saja dia akanmencarimu”, ujarnya sambil tersenyum dan menyandarkan dagunya pada puncakkepalaku.

Aku terdiam mendengar jawaban Kris dan menunduk lagi.

Apakah benar Woohyun mencintaiku?

“Apakah… Apakah kau juga mencintaiku?”, kata-kata itu keluarbegitu saja dari bibirku tanpa aku berani mendongakkan wajahku untuk menatapwajah tampan Kris.

“Kau akan mengetahuinya”, jawabnya sebelum aku merasakanbibir Kris mengecup puncak kepalaku perlahan.

Kim Sunggyu, apakah kau bodoh? Tentu saja Jendral Wu tidakmencintaiku. Dia melakukan ini semua karena janjinya pada Woohyun. Tentu saja,dia rela meninggalkan semua jabatan dan hartanya di kerajaan Nam bukan karenaaku, tapi karena sumpahnya pada Raja.

Perlahan setetes air mata mengaliri mataku.

Apakah tidak ada yang mencintaiku di dunia ini?

“percayalah, yang kau fikirkan tentangku hingga membuatmumenangis itu tidak benar Yang Mulia”, kurasakan perlahan Kris mendongakkanwajahku dan mengusap air mataku sambil tersenyum.

“Mwo?”, tanyaku sambil perlahan mengusap hidungku danmemajukan bibirku.

“aku melakukan semua ini bukan karena aku adalah JenderalWu, tapi karena aku adalah Kris Wu”, jawabnya sekali lagi sebelum dia kembalimenghadap ke jalanan di hadapannya.

Bibirku menganga mendengar apa yang baru saja dikatakanKris, apakah dia bisa membaca pikiranku??

Senyum simpul kemudian berkembang di bibirku sebelum akumengecup pipinya sekilas dan kembali menyembunyikan wajahku di dada bidangnya.

Kurasakan Kris terkekeh pelan sebelum satu tangannya memelukerat pinggangku.

Suasana kembali hening.

Kuda hitam Kris berjalan dengan pelan tidak seperti kemarinseolah Kris sengaja ingin menghabiskan waktunya bersamaku.

Kami melewati sawah dan hamparan gandum yang sangat luas,dan tidak terasa hari sudah menjelang sore ketika kami mendengar suara derapkuda lain dibelakang kami.

Woohyun?

Pertanyaan itu yang muncul diotakku.

Suara kuda itu semakin mendekat dan aku mendongakkankepalaku menatap Kris.

Kris balik menatapku dan tersenyum.

“tenanglah.. dan jangan bersuara”, ujarnya.

Aku mengangguk, sambil langsung kembali menyembunyikanwajahku di dada bidang Kris sebelum kris menangkupkan bagian depan mantelnyauntuk menutupi tubuhku.

Bagaimana jika itu bukan Woohyun? Bagaimana jika itupenjahat?

Kupejamkan mataku dengan erat dan kurasakan suara kuda itumemelan dan kini berada di samping kami.

Aku salah, tidak hanya satu, ada dua kuda.

“its okay Gyu, kita aman”, bisik Kris perlahan.

Aman? Kenapa di berbisik? Sebenarnya siapa mereka? Yah, rasapenasaran mengalahkan rasa takutku.

Perlahan aku mendongak dan mendapati dua kuda lain disampingkami.

Satu kuda dinaiki dua namja. Kuda sebelah kiri kami, adalahSatu namja tinggi dan namja kecil yang ada dalam dekapannya, dan kuda sebelahkanan kami hanya ada satu namja yang mengendarainya.

Dan yang lebih mengesalkan, mereka menggunakan jubah sepertivampire yang menyembunyikan wajah mereka.

Aku mendengus perlahan lalu menatap Kris, dan Kris hanyaterkekeh.

“baiklah buka jubah kalian”, ujar Kris.

Namja kecil di kuda sebelah kiri kami adalah yang pertamamembuka jubahnya dengan senyuman lebar di bibirnya.

Aku ternganga melihat siapa yang ada dihadapanku.

“Selamat Sore yang Muliaa! Apakah perjalanan andamenyenangkan??”, Byun Baekhyun.

Benar, pelayan ku yang setiap hari berdiri di samping pintusambil melihatku menangisi Woohyun dan menemaniku hingga aku merasa lebihtenang.

“Baekhyun!”, ujarku bersemangat.

Namja tinggi yang memeluk Baekhyun juga sudah membukajubahnya tetapi aku tidak mengenalinya, dan aku belum pernah sekalipun bertemudengannya.

Dia adalah seorang namja tampan dengan mata yang lebar danmemiliki telinga besar. Tetapi entah kenapa hal itu membuatnya terlihat tampandan menggemaskan di saat bersamaan.

Sedangkan di samping kananku, aku mengenalinya sebagaiJongin. Dia adalah salah satu anak buah kepercayaan Kris.

Kurasakan jemari Kris menyentuh daguku dan mendongakkanwajahku perlahan.

“kau pasti sudah tau kan bahwa itu, Baekhyun dan Jongin”,tanyanya.

Kuanggukkan kepalaku perlahan dan Kris tersenyum.

“dan itu adalah Chanyeol, dia adik kandungku dan SuamiBaekhyun”, ujar Kris.

“selamat sore yang mulia, senang bertemu dengan anda”, ujarChanyeol sambil menundukkan kepalanya. Suara beratnya membuatku merinding.

Aku hanya terdiam dan menatap kaget kearah Baekhyun danChanyeol.

Baekhyun sudah menikah, yah itu sangat mengejutkan dan yang lebihmengejutkanku lagi adalah suaminya, atau yang bernama Chanyeol merupakan adikkandung Kris dan itu berarti Baekhyun adalah adik ipar Kris.

“kenapa kau tidak memberitahuku?”, tanyaku sambilmengerucutkan bibirku.

Baekhyun hanya tersenyum lebar kearahku. “maafkan aku yangmulia”, ujarnya.

“maaf jika aku memotong Jenderal, tapi kurasa sekarangsaatnya kita mulai memacu kuda kita. Pasukan berkuda Raja sudah berada sekitar 10mil dari sini” ujar Jongin yang sedari tadi terdiam.

“P..pasukan raja?”, tanyaku terbata.

“benar yang mulia, Raja Woohyun mengirimkan pasukan JenderalMinho untuk mencari anda dan Jenderal Wu”, ujar Jongin lagi.

“berapa banyak?”, Tanya Kris perlahan.

“300, Jenderal”, Jawab Jongin.

Kurasakan Kris terdiam dan kaku di belakangku.

Kudongakkan wajahku dan menatap wajah Kris. Perlahankuulurkan tanganku dan mengusap pipinya.

“bawa aku pergi dari sini Jenderal Wu, aku tidak inginmereka menemukanku”, ujarku perlahan.

Kris menatapku dan mengernyitkan keningnya.

“suami anda mencari anda yang Mulia, aku tidak seharusnyamelakukan ini”, Ujar Kris.

Kuulurkan satu lagi tanganku dan memegangi kedua pipi Krissebelum menariknya agar menatap kearahku.

“bukankah aku sudah bilang? Aku milikmu Kris Wu, bawa akupergi dari sini.. bawalah aku bersamamu”, ujarku perlahan.

Keraguan di mata Kris perlahan menghilang dan digantikanoleh rasa posesif yang bisa kurasakan terpancar darinya.

Kris perlahan mendekatkan wajahnya ke arahku dan reflek akumemejamkan mata sebelum bibir Kris menyentuh bibirku dan melumatnya denganlembut untuk pertama kalinya.

Kulingkarkan lenganku ke lehernya dan membalasnya.

Hingga suara dehaman tiga orang disamping kami membuat Krisperlahan melepaskan ciumannya dan tersenyum kearahku.

“kurasa kita harus pergi sekarang Jenderal”, Ujar Jongin.

Seringaian terbentuk di bibir merah Kris, “lets off toChina”, ujarnya sebelum memacu kudanya dengan kecepatan tinggi dan diikuti olehJongin dan Chanyeol Baekhyun dibelakang kami.

Aku menatap kearah langit sore diatasku, dan entah kenapaaku melihat Woohyun disana.. Dia mencariku, dia ingin menemukanku.

Apakah dia masih mencintaiku?

Ah berhentilah berharap Kim Sunggyu, jika dia mencintaimudia tidak akan meninggalkanmu untuk namja lain. Benar, Nam Woohyun tidakmencintaiku dan dia hanya ingin memberiku hukuman atas apa yang kulakukan. Akuyakin.

Dan perlahan, wajah Woohyun yang kulihat tadi tergantikanoleh wajah tampan Kris yang tersenyum simpul kearahku.

Bibirku tertarik perlahan dan aku tersenyum sambil reflekmengeratkan pelukanku pada Kris.

30 October, 1914 Nam Kingdom (author POV)


“pasukan berkuda sudah berangkat yang mulia”, Ujar seorangnamja gempal yang berdiri di samping namja lain yang memiliki mahkota diatassurai hitamnya.

“apakah menurutmu, kita bisa menemukan Sunggyu?”, Tanya sangRaja kepada namja disampingnya perlahan.

Raut kesedihan, kekecewaan, perasaan bersalah dan kemarahanterpancar jelas di wajahnya.

“tentu saja yang mulia, kita sedang berusaha bukan?”, jawabnamja tersebut.

Raja tersenyum mendengar ucapan panglima disampingnya.

“aku tidak menyangka Kris akan melakukan ini padaku”, ujarsang raja.

“Saya yakin, Jenderal Wu dan Yang Mulia Ratu memiliki alasanuntuk ini semua”, ujar Panglima tersebut sambil menunjukkan senyum terbaiknyademi menghibur sang Raja.

“karna kebodohanku Minho ya”, jawab Raja lirih sambilmenundukkan kepalanya perlahan. Tangannya terulur dan melepaskan mahkota mewahyang ada dikepalanya dan meletakkan begitu saja diatas meja kerjanya.

“Yang Mulia…”, Minho berbisik lirih sambil mendekat kearahRaja, terlalu kaget untuk sekedar mempertanyakan apa yang dilakukan oleh sangRaja.

“Aku bukanlah Raja tanpa Ratuku Minho-ya..  Antar aku ke ruangan Arsip kerajaan, Kitaakan menemukan kemana Jenderal Wu membawa Ratuku”, Ujar Woohyun sebelummelangkah keluar ruangan kerjanya, meninggalkan mahkotanya begitu saja.

2 November, 1914 Wu Kingdom (Sunggyu POV)

Aku perlahan membuka mataku dan menyesuaikan cahaya yangditerima oleh indera penglihatku.

Kuusap mataku dan aku mengedarkan pandanganku.

Aku berada disebuah ruangan yang luas dengan jendela kacabesar yang terbentang di hadapanku.

Kududukkan perlahan tubuhku dan aku dapat melihatpemandangan yang ada diluar jendela.

Kompleks kerajaan terbentang luas sejauh mataku memandang,langit sangat cerah dan semuanya terlihat sangat indah.

Sekali lagi kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.Disamping tempat tidur King size yang saat ini sedang kududuki ada sebuah mejakecil dengan lampu kecil juga. Rak buku mahoni yang sangat besar terpasangsempurna disudut ruangan dengan berbagai macam buku didalamnya. Tepat disampingrak buku, ada sofa berwarna coklat yang seperti disediakan untuk membaca.

Disisi lain kamar, terdapat lemari besar yang kutebak berisibaju-baju pemilik kamar ini. Terdapat sebuah pintu kaca disamping lemari yangdibaliknya adalah sebuah kamar mandi mewah yang bahkan dindingnya tersusun darimarmer yang harganya jutaan Won.

Aku berada dimana? Dikerajaan apa? Apakah Kris membawaku?Apakah.. Ini tempat tinggal Kris?

Baru saja aku akan beranjak turun dari ranjang, pintubesar  yang ada di sudut ruanganterbuka.  Aku melihat Baekhyun danChanyeol berjalan masuk kedalam kamar ini.

Senyum Baekhyun seketika mengembang begitu melihatku, begitujuga dengan Chanyeol yang membungkukkan badannya dengan sopan kearahku.

Aku mentap Baekhyun lama. Dia terlihat berbeda.. Sangatberbeda.

Rambut coklat kemerahaannya tertata rapi membentuk sebuahponi yang menutup keningnya, matanya terbingkai sempurna dengan eyeliner dandia memakai kemeja rapih, kemeja para bangsawan kerajaan.

Chanyeol yang berada disampingnya pun juga sama, rambuthitam nya ditata rapi kebelakang dan menunjukkan keningnya, dia memakai kemeraputih dengan rompi berwarna hitam dengan jam tangan mahal yang terpasang ditangannya. Chanyeol tersenyum simpul sambil menatapku.

“good morning Sunggyu Hyung!!”, ujar Baekhyun.

“morning Baekhyun”, ujarku sambil berdiri dan tersenyumkearahnya.

“Kris hyung sudah menunggu dibawa untuk sarapan hyung”, ujarChanyeol.

“K..Kris?”, tanyaku terbata.

Kris? astaga Kris.. Dia menungguku? Siapa dia sebenarnya?Semua pertanyaan ini terus berkecamuk diotakku dan sepertinya Baekhyunmenyadari kepanikan di wajahku.

“kajja Hyung, aku akan membantumu membersihkan tubuh danberganti baju”, ujar Baekhyun sambil terkekeh perlahan dan menarikku menujukamar mandi sedangkan Chanyeol hanya berdiri disana dengan tegap sepertiseorang pangeran.

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

Aku memandang kearah cermin dihadapanku.

Kemeja putih yang sama seperti milik Baekhyun terpasangditubuhku, rambut ku ditata dengan rapi dan berponi. Baekhyun baru sajamemasangkan eyeliner di mataku dan semuanya terlihat sempurna.

“Kau sangat cantik Yang Mulia”, ujarnya.

Aku hanya terkekeh dan menepuk pundaknya, “berhentilahmemanggilku yang mulia.. panggil aku Hyung, aku bukan ratu disini”, ujarku.

Senyum Baekhyun melebar. “oh, tentu saja kau belum tau”,ujarnya.

Aku mengernyitkan dahiku, apa maksudnya aku tidak tahu?

“kajja hyung, semuanya sudah menunggu”, Ujar Baekhyun.

Aku mengangguk perlahan dan mengikuti Baekhyun yang beradadi sampingku.

Ketika aku berjalan keluar dari kamar, aku baru sepenuhnyamenyadari bahwa aku memang berada disebuah istana.

Banyak pelayan berada di koridor yang berhenti melakukanpekerjaannya begitu aku dan Baekhyun lewat hanya untuk sekedar membungkukhormat pada kami.

Baekhyun tersenyum pada mereka dan menuntunku menurunitangga dan menuju sebuah ruangan yang berada disamping sebuah air terjun miniyang berada di sudut ruangan besar yang aku yakin adalah ruangan tempatkeluarga kerajaan berkumpul.

“kau siap?”, Tanya Baekhyun ketika tangannya sudah menyentuhpintu, siap membuka.

“Baekhyun ah, katakan, aku ada dimana?”, tanyaku padanya.

Lagi, Baekhyun hanya tersenyum padaku. “kau akan tau hyung”,ujarnya sambil perlahan mendorong pintu mahoni bersar dihadapan kami dan yangdibaliknya ternyata sebuah ruangan makan yang sangat luas.

Aku bersumpah kerjaan ini bahkan lebih besar dari KerjaanWoohyun.

Aish kenapa aku harus memikirkan Woohyun disaat sepertiini??

Perlahan aku melangkah mengikuti Baekhyun memasuki ruanganini.

Aku melihat seorang seorang lelaki yang rambutnya sudahmemutih sempurna dengan mahkota diatas kepalanya duduk di paling ujung mejamakan panjang ini. Disamping kanannya adalah seorang wanita cantik yangwajahnya sudah mulai menua tetapi tetap tidak menghilangkan kecantikan itu dariwajahnya dan mahkota kecil juga terpasang dikepalanya.

Disamping kiri sang Raja, aku melihat Kris.

Dengan kemeja putih dan Rompi yang dihiasi dengan rantaiemas yang menggantung di 2 kancing pertama rompinya. Rambut Blondenya tertatarapi dan dia terlihat sangat tampan. 
Disamping Kris adalah seorang namja yang belum pernahkulihat sebelumnya, dia memiliki rambut berwarna kecoklatan dengan baju yangsama dengan Kris dan Chanyeol. Hanya saja Chanyeol dan namja itu tidak memilikirantai emas di bagian dadanya.

Dihadapan namja itu ada Chanyeol yang sedang menatapkearahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya dan menatap kearahistrinya dengan lembut.

Raja yang sepertinya menyadari kehadiran ku dan Baekhyunlangsung berdiri diikuti dengan Sang Ratu, Kris , dan Namja disamping Kris yangaku yakin juga memiliki hubungan darah dengan Kris dan Chanyeol.

Banyak pertanyaan berkecamuk diotakku saat ini.

Pertama, aku berada dimana? Aku yakin bahwa aku beradadisebuah kerajaan. Tapi kerjaan ini bukanlah kerajaan biasa melainkan Kerajaanyang kaya raya.

Kedua, kenapa mereka membawaku kesini? Dan siapa Kris,Chanyeol, Baekhyun sebenarnya?

Juga, apa hubungan mereka dengan Raja dan Ratu?

“Ehm”, dehaman Raja membuatku kembali kedunia nyata danmenatap kearahnya lalu membungkuk dengan hormat.

“selamat datang Di Kerajaan Wu, Pangeran Kim”, ujar SangRaja.

K..Kerajaan Wu? Yatuhan..

Kerajaan Wu, adalah pemimpin dari semua kerajaan di China.Raja kerajaan Wu adalah Raja dari semua Raja di China.. Dan kenapa aku disini?

Tunggu.. Kris Wu.. Wu.. Wu Yifan?? Kris berasal darikejaraan Wu? Apakah Mungkin dia adalah?

“jika anda bertanya-tanya, Aku adalah Raja Wu Changmin, dandisampingku adalah Soojung istriku. Lalu Kris Wu, anak pertamaku juga putramahkota, Wu Chanyeol anak keduaku, Wu Sehun anak bungsu ku dan Wu Baekhyunistri Pangeran Chanyeol”, ujar Raja Changmin yang seketika membuatku membelalakkaget dan menatap kearah Kris yang hanya tersenyum lembut kearahku.
“s..senang bertemu anda Yang Mulia, dan terimakasih sudahmengizinkanku tinggal disini”, ujarku terbata sambil kembali membungkuk hormatkearah Raja Changmin.

“Ayo kita makan bersama”, UjarRatu Soojung yang berjalan kearah ku dan menggandengku untuk dudukdisebelahnya, dihadapan Sehun dan Disamping Chanyeol.

Aku duduk perlahan dan mencobamenggerakkan tubuhku untuk menyendokkan makanan kedalam mulutku.

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

Aku sedang berada di balkonruangan music yang berada di lantai tiga gedung Kerajaan utama.

Kris berdiri di sampingku dan diahanya terdiam, seperti yang dilakukannya sejak kami berdua berada disini.

Kuhembuskan nafasku perlahan dan memutuskanuntuk membuka pembicaraan dengannya.

“jadi, Jenderal Wu kau adalahpangeran dan calon Kaisar”, ujarku perlahan.

Kris menolehkan wajahnya kearahkudan mengangguk.

“Baekhyun adalah pangeran dan diamenjadi pelayan dikerajaan Nam?”, tanyaku lagi.

Dan anggukan adalah jawaban Kris.

“kenapa?”, tanyaku.

“Aku adalah anak pertama dikerajaan ini, aku akan mewarisi semua tahta ini. tetapi di umurku ke 14 akuadalah anak yang sangat nakal, hingga ayahku memutuskan untuk mendidikku dengancaranya. Aku dibawa oleh Jenderal Sungmin menuju kerajaan Nam, dan disana diamengaku bahwa aku adalah anaknya. Dikerajaan Nam, aku memulai semuanya dariawal. Mulai menjadi prajurit biasa hingga menjadi orang kepercayaan ayah RajaWoohyun dan menjadi Jenderal disana. Chanyeol, saat itu berumur 12 tahun ,setiap akhir tahun akan datang mengunjungiku. Sampai akhirnya dia bertemudengan seorang Pemilik toko roti Cantik yaitu Baekhyun di umur mereka yang ke17. Chanyeol yang saat itu sudah mulai dewasa terpaksa menggantikan tempatkuuntuk sementara waktu dan waktu berkunjungnya ke kerajaan Nam semakinberkurang. Akhirnya Baekhyun masuk dan menjadi salah seorang pelayan kerajaanuntuk mengawasi dan menemaniku. 2 tahun lalu kau ingat saat Baekhyun izinpadamu untuk mengunjungi ayahnya yang sakit? Saat itu dia menikah denganChanyeol”, ujar Kris.

Aku terdiam dan memejamkan matakusambil meresapi cerita Kris dan mencoba membayangkannya.

Benar, saat Baekhyun izin pulangketika itu 2 hari berikutnya Woohyun diundang ke pernikahan pangeran diKerajaan Wu, tetapi Woohyun tidak bisa hadir karena saat itu dia jatuh sakit.

Aku tersenyum dan membuka mataku.

Entah kenapa, perasaan kagummuncul dan menyergapku. Kris adalah seorang putra mahkota dan dia menghabiskanmasa remajanya untuk mendapatkan prestasinya saat ini tanpa bantuan Ayahnya.Aku yakin Kris, akan menjadi kaisar yang hebat.

Aku mendekatkan tubuhku kearahKris dan menyandarkan kepalaku di dada bidangnya. Kris yang awalnya kagetkurasakan mulai melingkarkan lengannya di pinggangku.

“lalu, apakah ini sudah saatnyakau kembali Pangeran Wu?”, tanyaku perlahan.

“aku akan mewarisi tahta tepatpada ulang tahunku yang ke 24 tahun yaitu 4 hari lagi.. dengan syarat aku jugamenikah dengan Ratuku di hari yang sama”, ujarnya perlahan.

R..Ratu?  Apakah Kris sudah dijodohkan dengan seorangputri?

“Kau akan menikah?”, tanyakuperlahan, berusaha menahan getaran di suaraku.

Bukankah ini tragis? Baru saja akumemutuskan untuk mencoba semuanya dari awal dengan Kris, dia akan menikahdengan orang lain.

Apakah aku memang ditakdirkanuntuk tidak bahagia?

“hmm, Aku akan menikah danmewarisi tahta.. dan semua kejadian itu berdasarkan keputusanmu Gyu”, ujarnya.

Aku membelalakkan mataku danmenatapnya kaget.

“k..keputusanku?”, tanyaku.

Kris tersenyum dan mengusap pipikudengan lembut.

“ne.. Jika kau mau menikahdenganku, aku akan mewarisi tahta dan kau akan menjadi ratuku hingga akhirhayatku Gyu”, ujarnya.

Aku masih menatap tidak percayakearah Kris.

Semua ini sangatlah mustahil, danentahlah aku masih belum bisa mempercayainya.

Kris mengecup keningku denganlembut dan aku memejamkan mata perlahan, berusaha menahan degub jantungku yangseakan lepas dari tempatnya.

“Gyu, aku ingin kau menikahdenganku.. Aku bersumpah aku akan membahagiakanmu dan tidak akanmengkhianatimu.. dan Aku mencintaimu sejak pertama aku melihatmu saat kaudatang ke kerajaan Nam saat itu..”, bisik Kris ditelingaku.

Kurasakan pipiku memanas dan akumendongak kearah Kris dan menatap wajahnya.

Kris tersenyum kearahku danmengusap pipiku lagi.

“aku tidak akan memaksamu untukmenjawab Gyu, kau bisa memikirkannya”, ujar Kris lagi dan yang bisa kulakukanhanya memeluk Kris dengan erat dan menyembunyikan wajahku di dada bidangnya.

Hari berjalan dengan cepat mulai saat itu, 2 hari lagiadalah hari ulang tahun Kris dan aku tahu aku harus segera membuat keputusan.

Setiap malam aku terbangun dan mengahabiskan berjam-jamuntuk menatap wajah calon kaisar tampan yang tertidur pulas di sampingku sambilsesekali mengusap rambutnya dan mengagumi wajah tampannya. Dan tiap saat itujuga aku berusaha memikirkan keputusan yang tepat.

Hingga saat ini, Woohyun belum datang menjemputku ataubahkan mencariku. Apakah mungkin mereka gagal menemukan jejak kami?

Tetapi apakah mungkin?

Kuhembuskan nafasku perlahan dan seperti malam-malam lainaku kembali menatap wajah Kris yang tertidur pulas di sampingku.

Kris, adalah orang yang sangat baik. Dia menyayangiku dan tidakkupungkiri perasaanku untuknya mulai tumbuh dengan subur.

Tetapi aku juga tidak dapat berdusta bahwa Woohyun masih adadi hatiku dan tersimpan rapih disana.

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

“hahahaha Sehun ah! Kau bisa lebih baik dari itu”, ujarBaekhyun yang berada di sampingku.

Aku, Baekhyun, Kris, Chanyeol, dan Sehun sedang berada ditaman belakang kerajaan utama dan melihat Kris, Chanyeol, dan Sehun berlatihmemanah.

Sesekali Kris menatap kearahku dan mengedipkan sebelahmatanya ketika untuk kesekian kalinya dia dapat memanah tepat di tengah papanuntuk memamerkan dirinya padaku.

Aku hanya dapat tersenyum lebar dan tertawa bersamaBaekhyun.

Besok adalah hari ulang tahun Kris, dan semua pelayan sudahsibuk mengatur persiapan pesta Kris.

Semua untuk upacara penyerahan tahta dan pernikahansepertinya sudah siap, dan aku bingung apakah mereka sudah tahu bahwa aku belummember jawaban untuk Kris hingga saat ini.

“Gyu, kau melamun lagi?”, suara Kris memecahkan lamunankudan reflek aku langsung menatap kearahnya.

“Aniyo pangeran Wu”, ujarku sambil mengedipkan matakearahnya.

Tanganku mengulurkan botol minum emas milik Kris dan Krislangsung menenggaknya seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan air.

“permisi Yang Mulia”, Ujar Kai yang baru saja tiba dihadapan kami.

Kris memberhentikan acara minumnya dan menatap kearah Kailalu mengangguk, isyarat untuk melanjutkan.

“ada tamu untuk Yang Mulia”, ujar Kai.

“tamu? Siapa?”, Tanya Kris.

Alih-alih menjawab, Kai hanya berbalik dan menatap kearahpintu kaca yang berada di hadapan Kris.

Mataku ikut menatap kearah yang sama dan saat itu aku tidakmempercayai apa yang ada dihadapanku.

Aku melihat Woohyun, dengan panglima Minho berjalan masukkedalam taman dan matanya langsung menatap kearahku.

Aku hanya bisa membeku melihat mereka, waktu serasa berhentidi sekitarku dan hanya Woohyun yang berjalan dengan sangat pelan sepertislowmotion dan semakin mendekat kearahku.

Woohyun.. dia.. dia ada disini..

Aku harus bagaimana??

Tanpa kusadari, kakiku seolah membimbingku dan aku berlarimasuk kedalam istana melalui pintu yang ada di sisi lain taman.

“Sunggyu!”, suara Woohyun menyadarkanku dan membuatkusemakin berlari dengan cepat menuju kamarku dan Kris yang berada di lantai 2.

Dengan tergesa aku menutup pintu kamar dengan keras yangmenimbulkan suara gebrakan yang menggema di seluruh koridor lantai 2 istanaini.

Kusandarkan punggungku pada pintu mahoni tersebut danperlahan aku merasakan kakiku mati rasa hingga aku terduduk di lantai dan airmata mengalir menuruni mataku.

Melihat wajah Woohyun meskipun hanya sekilas membuat rasasakit itu menjalar lagi diseluruh tubuhku, mengingatkanku akan semua rasa sakityang hampir terlupakan selama aku berada disini.

BRAK BRAK BRAK

Aku terlonjak kaget mendengar suara keras yang ditimbulkanoleh pintu kaya dibelakangku.

Kotolehkan kepalaku perlahan dan beranjak berdiri perlahan.

“GYU! Jebal aku ingin bicara denganmu”, Nam Woohyun.

Kupejamkan mataku dan perlahan berjalan mundur hingga akuterjatuh di sofa yang berada tepat di depan jendela besar.

“Kim Sunggyu! Aku tidak akan pergi dari sini sampai kaubicara denganku!”, teriaknya lagi.

Semakin aku mendengar suara Woohyun air mataku mengalirsemakin deras.

Kubekap bibirku dan berusaha menahan suara apapun yang ditimbulkanolehnya.

“kau akan menikah lagi eoh?? Dengan Jenderal Wu? Atau KaisarWu?? Jawab aku Kim Sunggyu!”, Teriak Woohyun lagi sambil menggedor pintukamarku semakin keras.

“AKU TIDAK AKAN PERGI SEBELUM KAU KELUAR DARI KAMAR INI! KAUDENGAR AKU? AKU TIDAK AKAN PERGI SAMPAI KAU MENJAWABKU!”, teriaknya lagi dankemudian suasana kembali hening.

Aku menyembunyikan wajahku di bantal di sampingku danmenangis terisak.

Kenapa Woohyun harus melakukan ini padaku? Kenapa dia harusbertindak seolah dia masih mencintaiku? Bukankah dia sudah memiliki Kibum?Bukankah dia sudah menemukan ratunya? Kenapa dia masih ada disini danmemaksaku?

Waktu berjalan begitu cepat. Matahari yang tadinya bersinarsudah digantikan oleh awan-awan gelap yang menutupinya. Hujan akan turunsebentar lagi.

Sejah tadi aku tidak mendengar suara Woohyun tapi hatikumasih mengatakan bahwa dia ada dibalik pintu itu.

“Gyu.. jebal”, lagi suara Woohyun terdengar, hanya saja kaliini lebih lirih.

“Gyu.. maafkan aku”, ujarnya lagi.

Aku hanya menatap Kosong ke pintu mahoni di hadapanku.

Aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku masih sangatmencintai Woohyun..

Tetapi, Woohyun sudah memiliki Kibum dan bayi mereka.

Wooyun sudah bahagian, dan aku tidak berhak merusakkebahagiaan mereka.

“Sunggyu.. dengarkan aku”, kali ini bukan suara Woohyun yangkudengar, melainkan suara Kris.

“aku tidak menahanmu.. Kau bisa kembali bersama RajaWoohyun, aku akan melepaskanmu.. Kau tidak harus menikahi ku Gyu. Aku yakin akuakan menerima tahta jika memang sudah saatnya. Dan aku akan menemukan seorangRatu jika memang sudah saatnya.. Jebal, keluarlah dan katakan sesuatu.. Akutidak memaksamu untuk menikahi ku Gyu, kau bisa kembali dan hidup bahagiabersama Raja Woohyun”, Ujar Kris.

Lagi air mata menetes menuruni pipiku.

Kris Wu, aku tidak tahu bahwa di dunia ini tuhan masihmenciptakan seorang manusia sepertinya.

Dia tampan, berbakat, pemberani, bijak, dan memiliki hatiyang luar biasa baik.

Dia sudah mengorbankan semuanya untukku.

Dia menemaniku ketika aku sendiri.

Dia menghiburku ketika aku menangis.

Dan dia menyelamatkanku dari rasa sakit yangmenenggelamkanku dan membawaku kembali ke permukaan.

Perlahan tanganku terulur dan aku membuka pintu perlahan.

Aku melihat Woohyun berdiri tepat di hadapanku dan Kris yangmenyandarkan punggungnya di dinding koridor depan kamar kami.

“Gyu..”, ujar Woohyun yang langsung menarikku kembalikedalam pelukannya.

Entah kenapa aku hanya bisa pasrah dan membiarkan diamemelukku, jujur aku merindukan kehangatan Woohyun.

“kajja kita pulang Gyu”, ujar Woohyun sambil mengelus pipikudan menatap kedalam mataku.

Dibelakang Woohyun aku bisa melihat Kris menundukkankepalanya dan senyuman simpul terukir di bibirnya.

“aku.. aku sudah dirumah Woohyun ah”, ujarku perlahan.

Woohyun membelalak lebar dan menatap kaget kearahku.

Begitu juga dengan Kris yang langsung mendongakkan kepalanyadan menatap kearahku.

“Apa maksudmu Gyu?”, Tanya Woohyun lagi.

“aku sudah berada dirumah Woohyun ah, aku akan menikahdengan Kris dan aku tidak akan pergi kemanapun bersamamu”, ujarku mantap sambilmenarik diri dari pelukan Woohyun.

Perlahan aku berjalan menghampiri Kris dan langsungmelingkarkan tanganku ke pinggang Kris, wajahku berada di dada hangatnya.

“aku akan menikah dengan Kris Wu, Woohyun ah..”, ujarkulagi.

“Sunggyu ah..”, ujar Kris perlahan.

Kudongakkan kepalaku dan menata kearah Kris dengan mantapsambil tersenyum.

“kau bisa memulai kembali hidupmu dengan ratu mu dan putramahkotamu Raja Woohyun, dan aku akan memulai kembali kehidupanku disini bersamadengan Kris”, ujarku mantap.

“Sunggyu!!”, teriak Woohyun.

Kris tersenyum kearahku, dan saat itulah aku yakin bahwa akumemilih keputusan yang tepat.

Woohyun, aku akan selamanya mencintainya dan menyimpannya dilubuk hatiku yang terdalam, tetapi waktu kami bersama sudah habis.

Tuhan memberiku kesempatan untuk kembali bersamanya, tetapiitu bukanlah kesempatan yang tepat untuk kuambil.

Selamanya aku hanya menjadi seorang istri pertama yangditinggalkan oleh Woohyun meskipun dia berjanji dia tidak akan meninggalkanku,selamanya akan ada Kibum diantara kami, dan selamanya aku tidak akan bisakembali bersatu dengan adanya penghalang di antara kami.

Selamat Tinggal Nam Woohyun..

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

Salju pertama turun hari ini, tepat ketika aku dan Krismengucapkan janji pernikahan kami. Kris tersenyum lembut kearahku sebelum diamembawaku kedalam pelukan hangatnya dan bibir hangat Kris menempel sempurna dibibirku.

Untuk kesekian kalinya, aku merasa berada benar-benarbahagia sejak Woohyun meninggalkanku dulu.

Upacara pernikahan dilanjutkan dengan penyerahan tahta danpemasangan mahkota oleh Kaisar dan Ratu secara simbolis.

Kutundukkan kepalaku ketikan ibu Kris, meletakkan mahkotanyadiatas kepalaku dan setelah itu semua orang yang berada di bawah balkonbersimpuh dan bersujud kepada Kris dan aku.

Kalimat selamat dan teriakan serta doa terus terdengar darisemua orang.

Tidak hanya rakyat jelata, semua Raja dari seluruh penjuruChina saat ini sedang bersujud pada Kaisar baru mereka dan istrinya (yaituaku).

Aku tersenyum dan melambaikan tanganku pada semua rakyatyang berada di bawah balkon tempatku dan Kris berdiri saat ini.

Perlahan Kris melingkarkan tangannya di pinggangku danmengecup keningku perlahan.

Kupejamkan mataku dan tersenyum merasakan kehangatan yangmenjalar diseluruh tubuhku.

“aku bersumpah atas nama bumi langit dan seluruh isinya, akuakan menjagamu, menemanimu dan membahagiakanmu hingga akhir nafasku nanti Gyu”,Bisiknya.

Mendengar kata-kata itu dari bibirnya, air mata menggenangdi mataku dan aku memeluk leher kris dengan erat sebelum menariknya dan menciumbibirnya dengan lembut.

Kris terkekeh perlahan dan membalas ciumanku, dan saat itujuga sorak sorai dari seluruh rakyat China terdengar jelas dan teriakan “LONGLIFE THE KING, LONG LIFE THE QUEEN”, terdengar dengan jelas di telingaku.

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

1 tahun berlalu sejak aku menikah dengan Kris, salju pertamakembali turun hari ini.

Hari-hari ku semenjak menikah dengan Kris berlalu dengancepat. Kris adalah seorang suami yang baik, perhatian dan dia sangat lembutterhadapku, sekalipun dia tidak pernah menaikkan suaranya terhadapku bahkanketika dia meraka kesal padaku.

Setahun berlalu dan aku masih juga tidak diberi keturunan.

Kris berkali-kali meyakinkanku di awal pernikahan kami bahwadia tidak masalah dengan kondisiku dan dia terus memaksaku agar kita segeramengadopsi seorang bayi lucu bernama Sungjong.

Ketika pertama melihat Sungjong aku sudah jatuh hati padamata lebarnya, Sungjong tersenyum lebar dan mengangkat tangan mungilnyakearahku seolah memintaku untuk mendekapnya dengan erat.

Aku tersenyum dan mengangkat Sungjong lalu memeluknya denganerat dan tidak lama setelahnya Sungjong tertidur.

Saat itulah aku memutuskan untuk mengadopsi Sungjong di usiapernikahan kami yang ke 7 bulan.

Sungjong adalah hal terindah yang pernah aku dan Krismiliki, tetapi tetap saja aku berharap aku bisa melahirkan bayiku sendiri danmemberikan Sungjong seorang adik meskipun Sungjong masih berumur 11 bulan saatini.

Kuhembuskan nafasku perlahan dan menatap keluar Jendelakamar, Kris sedang sibuk dengan urusan kekaisarannya dan disinilah aku menungguBaekhyun datang membawa kabar yang sudah kutunggu sejak kemarin.

Yah beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan dan Sehun,dengan polosnya mengatakan bahwa Songjong akan segera memiliki adik.

Entah kenapa aku mempercayai Sehun dan memutuskan untukmengecek apakah aku hamil atau tidak pada tabib kerajaan.

Lagi aku menghembuskan nafasku dan menyandarkan kepalakupada kepala sofa.

Salju..

Salju selalu menemaniku ditiap momen penting dalam hidupku.

Saat aku menikah dengan Woohyun, saat dia mengucapkansumpahnya padaku, dan saat dia meninggalkanku hingga saat ini, First Snowselalu menjadi pertanda akan kejadian penting yang terjadi dalam hidupku.

Hingga saat ini, aku masih belum bisa melupakan Woohyun.

Aku masih mencintainya dan kadang rasa rindu itumenyergapku. Aku seringkali mendengar kabar tentangnya atau bahkan suratdarinya, tetapi aku hanya akan menyimpannya tanpa sedikitpun niat untukmembalasnya.

Aku tidak mau mengkhianati Kris, dan jujur saja perasaancintaku pada Kris sudah tumbuh dengan subur dalam hatiku.

Meskipun begitu, Woohyun masih ada disana.. Masih ada disalam lubuk hatiku terdalam dan menjadi memori terindah yang pernah terjadidalam hidupku.

BRAKK

Suara pintu yang dibuka dengan keras membuatku melonjak danterbangun dari lamunanku.

Kutolehkan kepalaku dan menatap kearah sumber suara.

Aku melihat Baekhyun berdiri di depan pintu dengan nafasterengah sambil menggenggam sebuah surat berwarna putih di tangannya.

Dibelakang Baekhyun, aku melihat Chanyeol yang juga terengahdengan Baby Jesper yang ada di gendongannya.

“HYUNG!! CHUKKAEEE!!!”, Baekhyun berteriak dengan senanglalu memelukku dengan erat dan mengangkat surat yang ada di tangannya setinggimungkin seolah berusaha memamerkan apa yang ada di dalam surat itu.

Baby Jesper yang berada di gendongan ayahnya tertawa lucudan menunjukkan gusi nya yang belum ditumbuhi gigi ketika melihat kelakuan lucuibunya.

“Byun Baekhyun apa maksudmu?”, tanyaku bingung.

“KAU HAMIL OH MY GOD KAU HAMIL HYUNG!!!!!!!!!!!”, teriakBaekhyun lagi.

Aku membelalak lebar mendengar kata-katanya dan langsungmeraih surat yang ada di tangan Baekhyun.

Mataku bergerak ke kanan dan ke kiri membaca tulisan rapihtabib kerajaan yang ditujukan padaku.

Aku langsung memeluk surat itu dengan erat begitu mengetahuibahwa, aku hamil dan sudah memasuki usia 4 bulan.

Aku langsung memeluk Baekhyun dengan erat dan air matabahagia menetes dari mata kami.

“Chukkae hyung chukka”, ujar Baekhyun berulang kali sambilterisak di pelukanku.

Dari kejauhan aku bisa melihat Chanyeol tersenyum kearahkami dan Baby Jesper yang menepuk-nepukkan kedua tangan mungilnya denganbahagia.

Jesper benar-benar miniature dari Chanyeol dan Baekhyun.

Kulepaskan perlahan pelukan Baekhyun dan berjalan menuju boxbaby Sungjong dan ternyata Sungjong sudah terbangun dan duduk di box nya sambilmenatap kearahku.

Aku meraih tubuh mungil itu dan memeluknya dengan erat.

“Sungjongie, kau akan memiliki seorang adik setelah ini”,ujarku perlahan.

Sungjong menepuk pipiku sambil tersenyum dan mengoceh dengankata-kata yang hanya dia dan bayi lain mengerti artinya. Membuat aku, Baekhyun,dan Chanyeol terkekeh dan semakin tertawa terbahak ketika Baby Jesper juga ikutmengoceh seolah membalas ucapan hyung nya.

Tidak lama kemudian, Kris dengan langkah cepat masuk kedalamkamar kami dan menatapku penuh arti.

Aku yang menangkap maksud Kris hanya mengangguk perlahan danKris langsung berjalan cepat kearahku lalu memeluk aku dan Sungjong dengan erat.

“gomawo Gyu.. Gomawo”, ujarnya.

Aku hanya mengangguk sambil mengecup pipinya sebelumakhirnya Kris mengecup bibirku perlahan, lalu mengecup kening Sungjong dan diaberlutut di hadapanku.

Perlahan kurasakan tangan hangat Kris mengelus perutku dan tersenyum.

“hello baby, daddy here”, ujarnya lalu mencium perutkudengan lembut dan mengelusnya.

Lagi, salju pertama tahun ini menyampaikan sebuah kabargembira kepadaku.

⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄⛄

Aku bermimpi, aku melihat darah dan api disekelilingku.

Semua orang berteriak dan berlari menyelamatkan diri mereka.Aku merasa semuanya terasa panas di sekelilingku dan aku merasa gelisah,keringat bercucuran di keningku.

Aku berlari dan terus berlari, berusaha mencari siapapunyang kukenal hingga aku mendengar teriakan, teriakan yang sangat kukenali,teriakan Woohyun.

Aku berlari dengan sekuat tenaga dan mencari suara ituhingga aku tiba di depan sebuah pintu dan aku yakin Woohyun ada didalam sana,aku mendobrak pintu di hadapanku dan aku melihat Woohyun..

Dia terikat di sebuah tiang dan darah mengalir daripelipisnya.

Air mata menggenang di mataku dan aku berusaha berjalanmendekat, tetapi entah kenapa aku tidak bisa bergerak dengan cepat.

“gyu”, lirih Woohyun dan membuat air mataku mengalir semakinderas.

“W..Woohyun”, belum sempat aku meraihnya, seorang namjabertubuh kekar menusukkan pedangnya tepat ke jantung Woohyun dan aku berteriakdengan kencang. “WOOHYUNN!!!”.

“GYU! KIM SUNGGYU BANGUN!”, perlahan kesadaran kembalimenyergapku dan aku membuka mataku dengan cepat.

Aku melihat Kris dengan wajah khawatir yang terukir jelas diwajahnya berada sangat dekat dariku.

Aku bernafas dengan lega begitu mengetahui semuanya hanyamimpi dan langsung memeluk Kris dengan erat.

“kau kenapa My Queen? Mimpi buruk mm?”, tanyanya sambilmengusap rambutku perlahan.

“n..ne My King.. Aku melihat api dan darah.. dan..”,

“Shhh”, potong Kris sambil mengelus pipiku.

“Semuanya hanya mimpi, semuanya akan baik-baik saja”, ujarKris.

“t..tapi sayang, semuanya terlihat sangat jelas dan..mengerikan”, jawabku.

“Gyu, kandunganmu sudah memasuki usia 6 bulan, kau tidakboleh berfikir terlalu banyak hmm? Tenanglah, semuanya hanya mimpi”, ujarnya.

Aku menganggukan kepalaku dan Kris mencium bibirku denganlembut sebelum kembali membibingku kedalam pelukan hangatnya dan aku kembalitertidur.


Sejak mimpi itu, aku terus merasa gelisah. Aku terusmemikirkan Woohyun dan entah kenapa aku memiliki keinginan yang sangat kuatuntuk bertemu dengannya.

Dan benar saja, 2 minggu setelah kejadian itu. Baekhyunmember tahuku bahwa kerajaan Nam diserang oleh pemberontak.

Woohyun yang dulunya adalah Raja cerdas, loyal, danmementingkan rakyatnya kini berubah menjadi Raja yang tidak perduli denganrakyatnya dan kerajaan semakin terpuruk.

Hingga akhirnya muncul orang-orang yang mulai membenci sangRaja dan ingin menyerang kerajaan.

Mendengar berita ini aku langsung menangis, dan terusmenangis sambil memohon pada Kris agar membawaku menuju kerajaan Nam danbertemu dengan Woohyun.

Kris, tentu saja menolak dengan alasan kehamilan dankesehatanku juga keadaan bahaya di Kerajaan Nam.

Aku tentu saja tidak bisa menolak perintah Kris dan hanyaterdiam sambil terus terisak.

Namun, ketika malam datang, entah mendapat keberanian darimana aku perlahan menyelinap keluar dari pelukan Kris dan berlari menujukandang kuda dan memilih kuda tercepat yang dimiliki Kerajaan Wu, kupacu kudakusecepat mungkin keluar dari istana dan aku seperti mengalami de javu.

Aku pernah mengalami semua ini, hanya saja kali ini akusendiri.

Aku terus saja memacu kudaku, tetapi baru 3 mil aku  berjalan, aku melhat kuda lain dari arahberlawanan yang berpacu kencang kearah kami, hingga aku menyadar siapa yangmenunggangi kuda itu.

Bahkan hanya dengan diterangi sinar bulan, aku tahu siapadia.

Nam Woohyun..

Aku memberhentikan kudaku dan disaat yang sama Woohyun jugamemberhentikan kudanya dan melompat turun.

Aku yang mengingat kondisi perutku perlahan turun dari kudasebelum Woohyun memelukku dengan erat.

“Gyu.. Kim Sunggyu.. Aku merindukanmu”, ujarnya.

Aku hanya mengangguk dan balas memeluknya, rasa tenangmenyelimutiku mengetahui Woohyun baik-baik saja.

“K..Kau tidak apa? Apakah mereka menyakitimu?”, tanyakusambil mengusap pipi Woohyun perlahan.

“A..Aku melarikan diri Gyu.. Aku ingin bertemu denganmusebelum aku mati”, ujarnya.

“Apa yang kau katakan?! Kau tidak boleh begitu Woohyun ah”,ujarku sambil menahan air mata yang menggenang di mataku.

“Gyu.. Maafkan aku.. Aku, aku mencintaimu.. Aku bukanlahsiapa-siapa tanpamu, aku tidak bisa berbuat apapun tanpamu.. Akumembutuhkanmu”, ujarnya, aku melihat air mata mengalir di pipinya.

“Woohyun ah.. Aku.. Aku juga mencintaimu”, Bisikku sebelumakhirnya Woohyun mencium bibirku dengan lembut.

Namun, sepertinya momen kami tidak berlangsung lama.

Kami mendengar suara berisik di balik pepohonan di sekitarkami dan tidak lama kemudian kami sudah dikelilingi 10 lelaki berkuda.

Para pemberontak itu mengikuti Woohyun.

“well well, apa yang kita lihat disini? Perselingkuhan? Atauapa?”, ujar salah seorang dari mereka yang aku yakin adalah sang pemimpin.

“Jangan dekati kami!”, ujar Woohyun tegas sambilmenyembunyikanku di balik punggungnya.

Kupejamkan mataku dengan erat dan satu persatu dari parapemberontak itu turun dari kudanya dan mengepung kami.

“kau akan mati Raja Woohyun! Juga dengan Mantan Istrimu yangmenyedihkan ini!”, ujar sang pemimpin pemberontak sambil mengangkat pedangnyadan mengarahkannya kearah Woohyun.

Kupejamkan mata ku semakin erat tetapi bukn teriakan Woohyunyang kudengar melainkan teriakan di pemimpin tersebut.

Kubuka mataku perlahan dan aku melihat Kris dengan pedangyang bersimbah darah berada di tangannya dan mayat si pemimpin di bawahkakinya.

Chanyeol, Sehun, Kai dan 4 namja lain berada di belakangKris dengan pedang ditangan mereka. Siap menyerang.

“Kau ingin membunuh Ratuku? Langkahi mayatku terlebihdahulu”, Ujar Kris dengan nada mematikan dan peperangan terjadi.

Woohyun mengelus pipiku perlahan sebelum mengambil pedangyang ada di kudanya dan bergabung dalam peperangan.

Suara dentingan pedang yang saling bertemu dan teriakanmemenuhi heningnya malam.

Aku yang tidak dapat berbuat apapun hanya bersembunyi dibalik kuda Kris.

Berdoa agar semuanya baik-baik saja.

Tetapi aku lagi-lagi salah, aku mendengar tawa licik dibelakangku dan langsung menolehkan wajahku.

Aku melihat salah satu dari pemberontak itu berjalankearahku sambil mengacungkan pedangnya kearahku dan aku memejamkan matakusambil memegang erat perutku.

Baby.. Baby.. Maafkan mommy yang tidak dapat menjagamu..

Air mata menetes dari mataku dan aku mendengar sipemberontak itu berteriak dan rasa sakit itu tidak kunjung menghampiriku.

Kubuka mataku perlahan dan aku mendapati si pemberontaktergeletak bersimbah darah dan disampingku aku mendengar suara Kris yangmengerang perlahan.

Kubelalakkan mataku dengan lebar melihat suamiku tergeletakdengan pedang yang menancap di perutnya dan darah yang mengotori tubuhnya.

Aku menangis, dan kali ini air mataku tidak akan berhenti.

“Kris.. Kris..”, Ujarku sambil mengelus pipinya.

“Kris, jangan tinggalkan aku”, isakku.

Kris perlahan membuka matanya dan tersenyum sambilmeletakkan tangannya di pipiku.

“Kim Sunggyu, aku mencintaimu.. Aku sangat mencintaimu..”,lirih.

“Tidak! Tidak jangan katakan itu padaku sekarang Wu YiFan!Katakan padaku nanti ketika kita sudah berada di istana eoh?”, aku berusahamenahan air mataku yang terus mengalir dan mengusap Rambut blonde Kris.

“Tidak ada waktu lagi Gyu.. Aku sudah tidak bisa menahannya”,ujarnya tersendat dan isakan semakin kencang lolos dari bibirku.

“Jangan tinggalkan aku!! Bagaimana dengan anak Kita Kris??Wu YiFan Jawab akuu!!” teriakku.

“Lari.. Lari Gyu, pergi darisini dan kembalilah ke istana..B..Baek..Baekhyun menunggumu disana.. Selamatkan anak Kita.. G..Gyu” ujar Kristerbata sebelum dia terbatuk dan memuntahkan darah dari mulutnya.

“Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu!”, ujarku.

“A..aku mencintaimu Kim Sunggyu”, ujar Kris perlahan sebelumkurasakan tangannya melemas dan dia meninggalkanku.. Untuk selamanya.

Aku berteriak sekuat tenaga dan menjatuhkan diriku diatasdada bidang Kris sambil memukulnya, berusaha membangunkannya.

Tetapi Nihil, dia tidak bangun.

“WU YIFANN!!”, teriakku lagi sebelum aku merasakan tubuhkuditarik paksa dari Kris oleh seseorang.

Kutolehkan wajahku dan aku melihat Woohyun menggelengkankepalanya kearahku.

“tidak! Lepaskan aku Woohyun jebal!”, teriakku lagi. Masihberusaha melepaskan diri dari Woohyun.

“Shh Gyu.. Gyu dengarkan aku.. “, Woohyun menarikku kedalampelukannya dan aku menyandarkan kepalaku di pundaknya. Air mata masih mengalirmenuruni pipiku.

“Gyu.. aku akan melindungimu.. aku janji, aku tidak akanmeninggalkanmu lagi.. Aku mencintaimu Gyu”, Ujar Woohyun.

Aku terdiam, aku tidak tahu harus berkata apa ketika akumelihat seseorang berjalan mengendap-endap kearah Woohyun dan bersiapmengangkat pedangnya.

Kupejamkan mataku perlahan dan kulingkarkan tanganku dileher Woohyun.

“aku Juga mencintaimu Nam Woohyun”, ujarku, dan yang terjadiselanjutnya adalah aku membalikkan tubuhku dan seketika itu aku merasakansemuanya hening, seolah semua suara di dunia ini ditarik dari pendengarankuketika aku merasa sebuah benda tajam menembus perutku.

Tubuhku seolah mati rasa dan aku semakin melemah, hinggakakiku tidak dapat menompang berat badanku.

Samar-samar aku melihat Chanyeol berteriak kearahku danseketika Chanyeol mengayunkan pedangnya kearah leher namja yang menusukku tadi.

Aku merasakan tetesan air mata Woohyun yang jatuh di pipiku.

Aku melihat Woohyun berteriak dan terus meneriakkan namakutetapi aku tidak dapat mendengarnya.

Aku merasakan tubuhku ditarik kedalam pelukan Woohyun dandibelakang Woohyun aku dapat melihat Chanyeol menitikkan air mata sembarimenusuk-nusukkan pedangnya ke perut namja yang sudah tak bernyawa yangmenusukku tadi seolah meluapkan amarah dan dendamnya.

Semakin lama, aku semakin lemah, dan penglihatan bahkansedikit demi sedikit mulai ditarik dariku.

“a..aku.. M..encintaimu Nam Woohyun”, lirihku di sisatenagaku sebelum semuanya menjadi gelap.



BREAKING NEWS

Kaisar Wu beserta Istrinya tewasdalam perkelahian dengan sekelompok pemberontak yang berniat mengepung RajaWoohyun dalam perjalannya.

Raja Woohyun yang sempat hilangsetelah kejadian, ditemukan tewas sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Kerajaan Nam Tiba pada akhirnyadan Nam Woohyun adalah Raja terakhir di Kerajaan Legenda itu.

Pangeran Chanyeol dan IstrinyaBaekhyun diangkat menjadi Kaisar dan Ratu China.




END

YUHUUU saya sudahmenepati janji bikin sequel.. Maaf kalo aneh dan ga sesuai harapan kalian ya..Thanks for reading jangan lupa RCL yaa..
As present, akuspecial bikin teaser mv buat Ma Reine.. Check it out here
Sekali lagi commentkalian sangat berarti bagi saya, jadi please RCL kay ;) thank you
-Love, Ashley.



No comments: