Monday, March 28, 2016

Review - My Lovely Fiance (Chapter 4)

My Lovely Fiance | part 4 | by member Initial R

 “Joongiiiieeee!!!” sunggyu menghampiri sungjong yang duduk dibangkunyadengan berteriak girang Membuat seisi kelas melihatnya dengan pandanganbingung.
“Aigoo! Yang barudapat ciuman dari tunangannya. Bahagia sekali eoh?” sunggyu malu-malu saat sungjongmengatainya demikian. “Jadi apa pagi inikau mendapatkan ciumannya lagi?” sunggyu menggeleng pelan. Perlahan iamendudukkan dirinya di sebelah sungjong.
“Kami sangat canggungpagi tadi karena ciuman itu. Saat mengantarku ke sekolah  saja dia mengira  aku marah karena dia menciumku tanpa ijin.Padahal aku penasaran ingin merasakannya lagi” Rengek sunggyu manja. Sungjongmenggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak.
“Kau ini, manaada yang namanya penasaran kalau kau sudah pernah merasakannya”
“Aku tidakpeduli, pokoknya aku akan selalu penasaran! Titik!” sunggyu menopangkan kedua tangannyadiatas meja.
“sifatmu itu takpernah berubah. Aku bosan meladenimu terus”

~oOo~
TITLE                         : MY LOVELY FIANCE  (CHAP 4)
CAST                          : NAM WOOHYUN (N) KIMSUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y) JANG DONGWOO (N)
RATED                       : T+
GENRE                       : ROMANCE,SAD,GS
WARNING                  : INI ADALAH  REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN JUDUL YANG SAMAKARYA AUTHOR “CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH BACA VERSIKYUMINNYA, JANGAN MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH MEMINTA IJINKE  AUTHORNYA  UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK.SATU LAGI INI MASIH SAH ATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYAMEMINJAM CERITANYA UNTUK DIGANTI CAST WOOGYU.

~oOo~

“Oh iya, apaDongwoo oppa sudah menelponmu? Meng-sms mungkin?” sunggyu mengangkat kepalanya lagisaat mengingat pesan dongwoo semalam dan hanya dibalas gelengan lesuh darisahabatnya.
“Benarkah?Padahal tadi malam dia bilang ingin menghubungimu setelah aku memberikan nomorponselmu” sungjonghanya mengedikkan bahunya dengan perasaan kecewa.
“Mungkin diasibuk” ujarsungjong, sunggyu menepuk-nepuk bahu sungjong dan tersenyum.
“Gwencana, mungkindia masih canggung untuk menghubungimu. Kau tahu kemarin dia sangat antusiassaat kami membicarakanmu”
“Benarkah?” ujar sungjong tak percayadengan nada sumringah sunggyu mengangguk mengiyakan.
“Ne, dia jugakaget saat tahu jika kau juga menyukainya. Apa kau sekarang senang? Tenanglahaku akan membantu kalian”
Drrrttt Drrrttt Drrttt
Mereka harus menghentikan perbincangan mereka saattiba-tiba ponsel sungjong bergetar. “Nugu?”tanya gadis itu saat menerima panggilan dari nomor tak dikenal.
“Siapa jong?” tanya sunggyu yang ikutpenasaran.
“Molla, aku takmengenal nomornya”
“Cepat angkat!Mungkin itu dari dongwoo oppa! Ayo!” sungjong mengangguk mengiyakan lalu memencet tomboluntuk menerima telpon yang disinyalir sebagai dongwoo tersebut.
“Ha-halo...” sapa sungjong dengan ragu.
“...”
“Ne, Nugu?”
“...”
“O-oh. Ada apadongwoo-ssi?”keduanya membulatkan mata mereka, sunggyu mengguncang-guncang bahu sungjongnamun sungjong tak menggubris. Terlalu shock dengan telpon dari dongwoo.Sungjong kembali teringat saat seseorang di sebrang sana memanggil-manggilnamanya.
“Ne?”
“...”
“jam berapa?”
“...”
“Baiklah, akuakan besok”
“...”
“Ne, sampaijumpa”
PIP!
“Bagaimana?Bagaimana??”tanya sunggyu antusias. Tiba-tiba Semburat merah keluar dari kedua pipisungjong, Maka gadis sipit itu hanya tersenyum dan menggoda sungjong sambilmenoelkan jarinya ke dagu sahabatnya.
“Waaaah yangdapat kekasih baru. Pasti bahagia sekali” godanya dan dihadiahi deathglare darisungjong, sunggyu hanya cekikikan sendiri lalu membuka buku paketnya.
“Dia memintakuuntuk datang ke cafe waktu itu” ungkap sungjong saat sunggyu sedang membolak-balikkanbuku nya, sejenak ia menghentikan aktivitasnya dan memandang wajah sungjong.
“Jadi diamengajakmu berkencan?! Wah ini bagus sekali! Lalu?” tanyanya sambil mengubah posisiduduknya mendekat  kesamping kearahsungjong.
“Entahlah, akumalu menemuinya seorang diri” sunggyucemberut lalu menepuk bahu sungjong kesal.
PLAK!
“Ahh! Kenapamemukulku!” sungutsungjong tak terima.
“Kau ini! kalausuka kenapa harus malu? Kau kan sudah tahu kalau kalian sama-sama menyukai”
“Aku tidak tahuGyu. Tapi maukah kau menemaniku? Maksudku kita lakukan double date bagaimana?” sunggyu memicingkan matanya.Ia nampak ragu dan mulai mendekatkan duduknya ke arah sungjong.
“Maksudmu, kitasama-sama kencan dengan pasangan masing-masing? Kau dengan dongwoo dan akudengan woohyun?”
“Tentu saja!Memang apalagi?”sunggyu nampak mencibir sebal sebentar sebelum kembali ke dunia membacanya.
“Bagaimana? Mauya? Kau mau kan? Ya ya ya?”
“Baiklah,baiklah. Aku akan berbicara dengan woohyun nanti, kau tenang saja. Bukankahtadi sudah kubilang aku akan membantu kalian?”tanpa diperintah sungjong langsungmemeluk tubuh berisi milik sunggyu dengan sangat erat.
“Kau memangtemanku yang paling baik!”pujinya. Sunggyu nampak merengut kecewa.
“Tapi kemarinsaat aku sangat membutuhkanmu kau tak mau datang ke apartemen woohyun. kaumenyebalkan!”
“Hehe, mianhae”
~oOo~
Suasana riuh kelas sunggyu menjadi hening seketika saat Gurupengampu hadir membawa setumpuk Buku tugas miliknya.
“Selamat pagianak-anak!” sapaguru Seo menggelegar disepanjang ruangan.
“Selamat pagiSsaem!” sahutmereka bersamaan.
“Kalian pastisudah tahu bukan, kalau minggu depan kelas 1 dan 2 akan di liburkan untukkepentingan Ujian sunbae-sunbae kalian kelas 3?”ujar guru seo selaku guru pengampupelajaran matematika. Ada beberapa dari mereka yang menjawab dan adapula yangsibuk dengan dunianya sendiri.
“Ssaem?! Laluapakah ssaem bermaksud untuk memberi kami Tugas akhir semester?” tanya ketua kelas Kim. Guruseo tersenyum sebentar sebelum berjalan pelan kearah celah yang membagi antarasisi bangku kanan dan kiri.
“Benar sekaliKetua kelas Kim! Untuk Tugas kali ini Ibu akan membagi kalian dalam beberapakelompok yang nantinya akan beranggotakan 2 orang.”
“Haaaa?!! ...apa?!!... Kenapa begini!?!... Ini menyebalkan?!!” kelas menjadi riuh lagi, sebagiandari mereka berpendapat masing-masing hingga menimbulkan suara gaduh yang takterelakan.
“Diam! Tolongtenang sebentar!”setelah memastikan bahwa semuanya kondusif, Guru Seo kembali berujar. “Karena Ibu tahu kalian semua mempunyairata-rata yang berbeda dari setiap individu, jadi ibu akan mengelompokkankalian dengan adil. Ibu akan membagi siswa yang pintar dalam matematika dengansiswa yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja menjadi satu kelompok. Jaditidak ada yang akan beranggotakan yang pintar semua begitupun sebaliknya.kalian paham?”
“Pahaaaaam!” ujar mereka menjadi Koor yangkompak.
“Bagus! Ibu akanmemanggil nama-nama kelompok, jadi tolong perhatikan. Kim Minjun dan Jungdaewon kalian kelompok satu. Min Hye sun dan Lee Jihoon kalian kelompok dua.Yang Eun Bi dan Go Seung Ah kalian kelompok tiga....”
Sunggyu was-was sedari tadi, ia menengok kearah sungjongnamun gadis itu sudah berkumpul dengan teman satu kelompoknya. Kalau sungjongbukan dengannya, lalu dirinya akan sekelompok dengan siapa?
Gadis sipit itu kembali menengokkan kepalanya ke kiri, iamencari tahu siapa-siapa saja yang belum mendapatkan kelompok sama sepertinya. Iasibuk dengan dunianya sendiri sampai tak mengetahui siapa-siapa saja yang sudahmendapat kelompok Sampai akhirnya,
“Kim sunggyu danLee howon kalian kelompok terakhir”
DEG!
sunggyu membulatkan matanya.
Mweo? Lee-lee howon? Janganbercanda?! Kenapa harus aku sih yang satu kelompok dengannya?! Ya Tuhan,bagaimana ini?! Gerutusunggyu dalam hati.
Ia meremas-remas ujung rok nya dan mencoba melirikkanmatanya ke arah siswa berandal plus dingin yang duduk di pojok ruangan. Gadisitu menelan ludahnya berat saat tahu howon juga melihat kearahnya, namunbedanya namja berperawakan kekar itu tak sedikitpun memberikan kesan ramah saatpandangan mereka bertemu.
“Baiklah, untukhari ini tidak ada pelajaran. Dan segeralah mendiskusikan tugas kalian untukmerangkum sekaligus memberikan contoh masing-masing satu untuk rumus-rumus yangsudah ibu berikan 3 minggu ini. sekian, Ibu akan mengakhiri pertemuan kali ini.selamat pagi”
Sepeninggal Guru Seo, sunggyu tak berani mendekati howonyang satu kelompok dengannya bahkan hanya untuk mendiskusikan masalah tugasmereka. Ia justru mengekori sungjong yang duduk dengan Myungsoo, karena merekasatu kelompok. Beruntung sekali sungjong dia kan sama pintar nya jika di bidangmatematika hanya saja dia tak sebanding jika dibandingkan dengan sang rajamatematika kim myungsoo.
 sunggyu ingin sekalibertukar posisi dengan sungjong kalau bisa, sudah satu kelompok dengan pemenangOlimpiade,ketua kelas yang  ramah, tampandan baik pula. Tak seperti dirinya yang berotak udang jika di bidangmenghitung, dan sudah seperti itu masih saja dia harus di kelompokkan dengan siraja dingin dan berandal lee howon. Meskipun begitu, setidaknya sunggyu masihmau mengakui jika howon dan myungsoo sama-sama pintarnya jika menyangkut hitungmenghitung seperti ini.
“Kenapa guru seosuka sekali sih menyiksaku?!”umpatnya kesal dan tanpa sadar terdengar oleh sungjong.
“Loh, Gyu!Kenapa kau malah disini? Kau satu kelompok dengan howon kan? Sana temui rekansekelompokmu dan jangan mengganggu disini”
“Aku takuuuutt” rengek sunggyu menarik-nariklengan sungjong sementara sungjong hanya memutar bola matanya malas.
“Takut apa? Diatak akan menyakitimu, meski dia akan berujar kasar tetapi yang lebih baiknyadia tak akan menggigitmu. Sana temui dia”sunggyu mengerucutkan bibirnya tanpasadar dan mengundang decak sebal dari sungjong. “Palli!!!”
“Ish kaumenyebalkan!”sunggyu berdiri dari duduknya dengan perasaan dongkol lalu tanpa sadar iaberjalan menjauhi sungjong, hingga ia menemukan dirinya sudah duduk disebelahhowon. Sunggyu gelapagapan sendiri melihat kecerobohannya yang langsung menemuihowon tanpa mengatur strategi (?) dulu.
“A-annyeong” sapanya gugup. Mati kutu rasanyaberbicara dengan howon dan sunggyu yakin jika dirinya sudah terlihat pucatsekarang.
Beberapa menit tak ada tanggapan dari howon. Lelaki ituhanya melirikkan matanya sekilas lalu kembali memusatkan perhatiannya kecoretan tak jelas yang ia buat di buku paketnya.
“Langsung saja,aku tahu kau bodoh. Jadi sebisa mungkin aku tak akan membiarkan kelompok kitakalah poin dengan kelompok lain. tenang saja aku akan mengajarimu mulai darirumus dasar sampai ke rumus inti. Aku tak mau melihatmu berleha-leha sedetikpun.Kita mulai kerja kelompok Lusa, jika kau tak ada tempat kita belajar dirumahku.Kau mengerti?”sunggyu melongoh mendengar kalimat yang terkesan menyudutkan dirinya dari namjadi sebelahnya itu namun ia menganggukkan kepalanya tak berapa lama dan selebihnyatak ada kalimat yang keluar dari mulutnya. ia tahu namja ini begitu dingin dankasar, tapi ia tak tahu jika rasanya berbicara dengan lee howon akan terasase-menyakitkan ini. dengan berkaca-kaca sunggyu tak ingin menanggapi ucapanhowon padanya.
“Janganmenangis, aku tak mempunyai sesuatu yang manis untuk menghentikan tangismu.Dasar cengeng! Sana kembali ke bangkumu”sunggyu tak bergeming dan hanyamenatap howon dengan matanya yang basah. Howon melirik sekilas dan menemukansunggyu masih duduk disebelahnya.
“Apa kau tuli?Sana kembali ke bangkumu! Mengganggu saja”
Tes
Tes
Tes
Sunggyu menangis saat itu juga. Ia tak tahu kenapa howonbisa sekasar ini dengan wanita. Apa ia tak tahu jika perasaan wanita mudahterluka hanya dengan satu kalimat kasar darinya saja? Apa harus ia melakukannyaberulang-ulang?
Entah apa yang akan sunggyu lakukan selama ia masih satukelompok dengan namja ini. sakit memikirkan kemungkinan terburuk sekelompokdengan howon, sunggyu memilih untuk pergi dan duduk dibangkunya sendiri.
~oOo~
“Gyuie sayang,bagaimana rasanya satu kelompok dengan Howon eum?” sunggyu yang masih kesal dengansungjong memilih bungkam dan menyibukkan dirinya dengan menatap lantai yangentah mengapa menjadi sangat menarik untuk dilihat.
“Gyu-ah janganmarah lagi jebaaal” dengansengaja sungjong memeluk sunggyu. ia yakin gadis itu akan luluh jika sudahdipeluk seperti ini. dan benar saja sunggyu menghentikan aktivitasnya dan mulaimerespon sungjong.
“Dia berlidahtajam! Aku benci dengannya! Selain sungyeol dan woohyun ternyata masih ada jugayang bisa membuatku menangis. Dia benar-benar menyebalkan!” sungjong melepaskan pelukannyayang terkejut dengan perkataan sunggyu.
“Benarkah? Jadidia membuatmu menangis tadi?”sunggyu mengangguk.
“Orang itubenar-benar!”geram sungjong mengepalkan tangannya.
“Untung saja takada yang melihatku menangis tadi! Lihat saja! Aku akan mengadukannya padawoohyun nanti!”umpatnya bersungut-sungut memandang sinis bangku kosong milik howon yang sudahditinggalkan penghuninya karena sudah pulang beberapa waktu yang lalu. Saatsungjong akan merespon umpatan sunggyu tiba-tiba ponsel sunggyu bergetar.
“Jongie, aku pulangduluan ne, woohyun sudah menungguku di depan” sungjong hanya mengangguk. “Annyeong” sunggyu melambaikantangannya dan segera berlari menemui woohyun yang sudah menjemputnya.
Sesampainya diluar sunggyu melihat mobil sedan hitammilik woohyun yang ausah terparkir didepan gerbang sekolahnya.
“Apa sudahmenunggu lama?”tanya sunggyu ketika sudah masuk ke mobil woohyun.
“Ani, baru saja” sunggyu hanya menganggukkankepalanya lalu diam menatap kedepan, woohyun tidak menjalankan mobilnya danterdiam memandangi sunggyu yang terlihat sedih.
“Kenapa sayang?Apa ada yang terjadi di sekolah, eum?” sunggyu menatap woohyun dengan mataberkaca-kaca membuat woohyun terkejut.
“Kenapamenangis?”woohyun panik saat melihat sunggyu menangis, lelaki itu tanpa aba-aba langsungmembawa tubuh ringkih sunggyu kedalam pelukannya mencoba menenangkan tunanganyang sangat di cintainya tersebut. “Ceritakansemuanya padaku” ujar woohyun, tanpa ragu sunggyu pun menceritakan perihalkejadian yang ia alami di kelas beberapa waktu yang lalu. terlihat wajahwoohyun yang mengeras setelah mendengar cerita sunggyu.
“Jangan menangislagi Nde, buktikan padanya jika kau tak  seperti yang ia katakan tadi. Jangan menangisdidepannya seperti tadi, itu akan membuatnya bertambah yakin jika kau memangseperti apa yang ia katakan tadi, eum” woohyun menghapus sisa air matasunggyu lalu mencium hidung lancip itu sekilas.
“Tapi diamenyebalkan Hiksss! Aku tak bisa matematika bukan berarti aku boddoooh Hikkkss!Dia menyebalkaaaan!!! Aku benciiii!! Hikss hikkss” tangis sunggyu semakin kencang, takpelak membuat woohyun bertambah khawatir. Maka dengan sabar ia mengusappunggung sunggyu dengan halus mencoba menenangkan. Sebenarnya woohyun sangatmarah mengetahui sunggyu nya dihina seperti itu apalagi sampai menangis sepertiini, tetapi ini adalah masalah sunggyu dan temannya, meskipun dia tunangannyatentu saja dia tak berhak ikut campur. Setelah agak lama akhirnya tangissunggyu pun mereda.
“sudah agaktenang?” sunggyumenganggukkan kepalanya.
“Cha, sebaiknyakita pulang, aku harus segera kembali ke kantor”sunggyu mengeratkan pelukannya padawoohyun.
“Aku tak maupulaaaanggg, aku mau ikut kau ke kantorrr!” woohyun melepaskan pelukan sunggyu danmenangkupkan kedua tangannya di kedua pipi sunggyu.
“Kau haruspulang sayang, hari ini aku akan pulang larut. Kau akan lelah jika menunggukudikantor nanti”
“Pokoknya akumau ikuuuuutt! Aku bosan sendirian di rumah!” woohyun menggeleng tak setuju.
“Kita pulangsekarang”sunggyu langsung cemberut terduduk pasrah di Jok nya sementara woohyun segeramelajukan mobilnya mengantar sunggyu pulang ke rumah.
Sesampainya di apartemen, sunggyu langsung masuk kedalamkamarnya, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai lalu langsung membaringkandirinya di atas bed.
CKLEK!
Woohyun masuk dan melihat sunggyu yang tidur terlentangdiatas kasur nya. Namja itu mengerutkan keningnya dan berjalan  mendekat kearah sunggyu.
“Sayang, kenapatidur? Kau harus makan, sebentar lagi aku harus kembali ke kantor. Ayo kitamakan”sunggyu tak bergeming, dia hanya membalikkan badannya memunggungi woohyun.
“Kau marah?” sunggyu masih bungkam,woohyun memilih untuk langsung membaringkan tubuhnya di belakang sunggyu danmemeluk gadis itu dari belakang.
“Aku hanya takingin kau bosan dan lelah, makanya aku tak setuju kau ikut ke kantor” sunggyu membalikkan badannyamenghadap woohyun.
“Tapi aku bosanjika di rumah sendirian!”rengek sunggyu, woohyun tersenyum lalu memainkan poni rata yang hampir menutupimata sunggyu dengan jari telunjuknya.
“Aku mengerti,tapi aku tak bisa terus membawamu ke kantor. Disana bukan taman bermain sayang,apa kata karyawanku jika kau selalu kesana. Aku adalah pimpinan perusahaan, danaku juga harus menjaga wibawaku kepada bawahanku disana. Jadi Kau mengertimaksudku kan?” sunggyumengangguk mengerti.
“Cha! Kita makansekarang”woohyunbangkit dari tidurnya dan menggendong sunggyu bridal style. Sunggyu mengeratkanpelukannya ke leher woohyun.
“Hyuuunie,saranghae”ucap sunggyu tiba-tiba membuat woohyun menghentikan langkahnya, sunggyumelonggarkan pelukannya dari leher woohyun. mereka menatap satu sama lain kemudianwoohyun tersenyum.
“Nado,saranghae” sunggyutersenyum kemudian memeluk leher woohyun lagi.
~oOo~
Sudah 4 hari ini, howon terus datang ke apartemen sunggyuuntuk mengajarkan matematika, meskipun selalu di bumbui dengan kata-kata kasarkhas lee howon namun dengan penuh kesabaran howon mengajari sunggyu rumusmatematika yang belum sunggyu kuasai hingga gadis itu bisa mengerti dan pahamsepenuhnya dengan yang ia ajarkan. Bahkan sunggyu sudah tak merasa takut lagidengan howon dan terkadang dia merengek jika ia tak diperbolehkan howonistirahat.
“Howooon,istrirahat sebentar neee. Kepalaku pusiiing. Kita sudah belajar 2 jam tanpahenti” howonmenatap nyalang ke arah sunggyu.
“Tidak! Waktukita tinggal 3 hari lagi dan kau baru mengerti seperempat rumus-rumus nya. Jikakau terus seperti ini maka kau tak akan bisa merangkum apalagi memberikancontoh-contohnya, apa kau mengerti? Melihat otakmu yang lamban dan sulit diajak berkonsentrasi itu terus saja membuatku khawatir dengan kelompok kita. Akuini pemenang olimpiade, mau ditaruh dimana muka ku jika aku kalah poin hanyakarena kau!” sunggyumengerucutkan bibirnya kesal.
“Tapi kan...” ucapan sunggyu terhentiseketika saat mendengar kode apartemen yang di pencet dan pintu yang terbuka.
“Hyuuunie kausudah pulang?”sunggyu menghampiri woohyun dan memeluknya erat. Woohyun balas memeluk sunggyudan mengecup pucuk kepala sunggyu singkat. Mereka melupakan seseorang yangmemandangi mereka sejak tadi.
“Oh ada tamu...” kaget woohyun lalumenghampiri howon yang diikuti sunggyu dari belakang.
“Annyeonghaseo,lee howon imnida” howonberdiri lalu membungkukan badannya sambil memperkenalkan dirinya.
“Annyeong, akuNam Woohyun. Tunangan sunggyu”sunggyu tersenyum malu-malu saat woohyun memperkenalkan diri pada temannya sebagaitunangannya.
“Kaliansepertinya sedang belajar, aku akan ke kamar dan kalian bisa melanjutkanbelajarnya”setelah itu woohyun segera pergi ke kamarnya meninggalkan sunggyu dan howonyang kembali duduk di tempat semula.
“Kau jangansalah paham. Meskipun kami tinggal bersama tapi kami tidak pernah melakukan halyang macam-macam. Lagipula kami tidur di kamar yang berbeda dan masihmenggunakan jasa asisten rumah tangga jadi kami tak mungkin mela-...” bosan terus mendengar ocehansunggyu membuat howon cepat menyela omongan gadis itu.
“memang akubertanya tentang hubunganmu dengan tunanganmu? Aku tak peduli bagaimanahubungan kalian. Yang penting sekarang cepat pelajari rumus-rumus ini!” howon melempar kertas beruparumus-rumus itu kehadapan sunggyu membuat perempuan itu mengerucutkan bibirnyaseketika.
“Kapan kau akanbersikap baik padaku sih? Kenapa kau selalu jahat padaku? Aku kan hanyabercerita bukankah kita teman?” howon menatap tajam kearah sunggyu.
“Cepat pelajaridan jangan banyak bicara!”setelah itu sunggyu hanya bungkam dan tak berani bicara lagi.
“Galak sekali sih!” batinnya. Dengan tanpa minatmulai melihat kertas berumus yang diberikan howon padanya.
Setelah mengajari sunggyu rumus-rumus inti, akhirnyahowon memutuskan untuk pulang. Howon tak berpamitan kepada woohyun karenaterburu-buru harus pulang. Setelah mengantar howon keluar, sunggyu langsungmenghampiri woohyun di kamarnya.
“Hyuuuuunie!” sunggyu menghampiri woohyunyang sedang membongkar isi lemarinya.
“apa temanmusudah pulang?”sunggyu menangguk sebentar, lalu kembali memperhatikan woohyun.
“apa yang kaulakukan?”woohyun menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah sunggyu.
“Aku sedangmencari jas berwarna abu-abu, tapi tak ada di lemari”
“Oh, itu ada dilemariku. Nanti aku ambilkan, tapi kenapa kau mencari jas itu? kau mau pergikemana?”woohyun menarik sunggyu untuk duduk diatas ranjangnya.
“Malam ini adapertemuan dengan seluruh pengusaha korea, kau bersiap-siap dan berdandan yangcantik nee. Aku akan mengajakmu dan memperkenalkanmu sebagai tunanganku kepadamereka.”Sunggyu berbinar senang, pasalnya baru kali ini woohyun mengajaknya kepertemuan seperti itu.
“Benarkah?!! Kyaaaaaku senang sekaliii!!!” sunggyunaik keatas tempat tidur woohyun lalu melompat-lompat girang sampai ranjangwoohyun berderit keras.
“Awas nanti kaubisa jatuh”sunggyu tak mengindahkan omongan woohyun dan terus saja melompat-lompat girang.
“Sudah sudah,nanti ranjangku rusak jika kau melompat-lompat seperti itu terus” sunggyu berhentimelompat-lompat dan turun dari atas bed woohyun.
Ia menghampiri woohyun lalu mencium pipi namja itusekilas.
“Aku akan kekamar dan mencari gaun princess ku, aku akan menjadi Princess malam iniKyaaa!!!”ujarnya sebelum berlari girang ke kamarnya, woohyun hanya tersenyum sebentarsebelum kembali merapihkan lemarinya yang sempat ia acak-acak beberapa waktulalu.





TBC





No comments: