My Lovely Fiance | part 4 | by
member Initial R
“Joongiiiieeee!!!” sunggyu menghampiri
sungjong yang duduk dibangkunyadengan berteriak girang Membuat seisi kelas
melihatnya dengan pandanganbingung.
“Aigoo! Yang barudapat ciuman dari tunangannya. Bahagia sekali
eoh?” sunggyu malu-malu saat sungjongmengatainya demikian. “Jadi
apa pagi inikau mendapatkan ciumannya lagi?” sunggyu menggeleng pelan.
Perlahan iamendudukkan dirinya di sebelah sungjong.
“Kami sangat canggungpagi tadi karena ciuman itu. Saat mengantarku
ke sekolah saja dia mengira aku marah karena dia menciumku tanpa
ijin.Padahal aku penasaran ingin merasakannya lagi” Rengek sunggyu manja.
Sungjongmenggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak.
“Kau ini, manaada yang namanya penasaran kalau kau sudah pernah
merasakannya”
“Aku tidakpeduli, pokoknya aku akan selalu penasaran! Titik!” sunggyu menopangkan
kedua tangannyadiatas meja.
“sifatmu itu takpernah berubah. Aku bosan meladenimu terus”
~oOo~
TITLE
: MY LOVELY FIANCE (CHAP 4)
CAST
: NAM WOOHYUN (N) KIMSUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y)
JANG DONGWOO (N)
RATED
: T+
GENRE
: ROMANCE,SAD,GS
WARNING
: INI ADALAH REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN JUDUL YANG SAMAKARYA AUTHOR
“CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH BACA VERSIKYUMINNYA, JANGAN
MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH MEMINTA IJINKE
AUTHORNYA UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK.SATU LAGI INI MASIH
SAH ATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYAMEMINJAM CERITANYA UNTUK
DIGANTI CAST WOOGYU.
~oOo~
“Oh iya, apaDongwoo oppa sudah menelponmu? Meng-sms mungkin?” sunggyu mengangkat
kepalanya lagisaat mengingat pesan dongwoo semalam dan hanya dibalas gelengan
lesuh darisahabatnya.
“Benarkah?Padahal tadi malam dia bilang ingin menghubungimu
setelah aku memberikan nomorponselmu” sungjonghanya mengedikkan bahunya
dengan perasaan kecewa.
“Mungkin diasibuk” ujarsungjong, sunggyu
menepuk-nepuk bahu sungjong dan tersenyum.
“Gwencana, mungkindia masih canggung untuk menghubungimu. Kau tahu
kemarin dia sangat antusiassaat kami membicarakanmu”
“Benarkah?” ujar sungjong tak percayadengan nada sumringah sunggyu
mengangguk mengiyakan.
“Ne, dia jugakaget saat tahu jika kau juga menyukainya. Apa kau
sekarang senang? Tenanglahaku akan membantu kalian”
Drrrttt
Drrrttt Drrttt
Mereka
harus menghentikan perbincangan mereka saattiba-tiba ponsel sungjong bergetar. “Nugu?”tanya
gadis itu saat menerima panggilan dari nomor tak dikenal.
“Siapa jong?” tanya sunggyu yang ikutpenasaran.
“Molla, aku takmengenal nomornya”
“Cepat angkat!Mungkin itu dari dongwoo oppa! Ayo!” sungjong mengangguk
mengiyakan lalu memencet tomboluntuk menerima telpon yang disinyalir sebagai
dongwoo tersebut.
“Ha-halo...” sapa sungjong dengan ragu.
“...”
“Ne, Nugu?”
“...”
“O-oh. Ada apadongwoo-ssi?”keduanya membulatkan mata mereka,
sunggyu mengguncang-guncang bahu sungjongnamun sungjong tak menggubris. Terlalu
shock dengan telpon dari dongwoo.Sungjong kembali teringat saat seseorang di
sebrang sana memanggil-manggilnamanya.
“Ne?”
“...”
“jam berapa?”
“...”
“Baiklah, akuakan besok”
“...”
“Ne, sampaijumpa”
PIP!
“Bagaimana?Bagaimana??”tanya sunggyu antusias. Tiba-tiba
Semburat merah keluar dari kedua pipisungjong, Maka gadis sipit itu hanya
tersenyum dan menggoda sungjong sambilmenoelkan jarinya ke dagu sahabatnya.
“Waaaah yangdapat kekasih baru. Pasti bahagia sekali” godanya dan
dihadiahi deathglare darisungjong, sunggyu hanya cekikikan sendiri lalu membuka
buku paketnya.
“Dia memintakuuntuk datang ke cafe waktu itu” ungkap sungjong saat
sunggyu sedang membolak-balikkanbuku nya, sejenak ia menghentikan aktivitasnya
dan memandang wajah sungjong.
“Jadi diamengajakmu berkencan?! Wah ini bagus sekali! Lalu?” tanyanya sambil
mengubah posisiduduknya mendekat kesamping kearahsungjong.
“Entahlah, akumalu menemuinya seorang diri” sunggyucemberut lalu
menepuk bahu sungjong kesal.
PLAK!
“Ahh! Kenapamemukulku!” sungutsungjong tak terima.
“Kau ini! kalausuka kenapa harus malu? Kau kan sudah tahu kalau
kalian sama-sama menyukai”
“Aku tidak tahuGyu. Tapi maukah kau menemaniku? Maksudku kita
lakukan double date bagaimana?” sunggyu memicingkan matanya.Ia
nampak ragu dan mulai mendekatkan duduknya ke arah sungjong.
“Maksudmu, kitasama-sama kencan dengan pasangan masing-masing? Kau
dengan dongwoo dan akudengan woohyun?”
“Tentu saja!Memang apalagi?”sunggyu nampak mencibir sebal
sebentar sebelum kembali ke dunia membacanya.
“Bagaimana? Mauya? Kau mau kan? Ya ya ya?”
“Baiklah,baiklah. Aku akan berbicara dengan woohyun nanti, kau
tenang saja. Bukankahtadi sudah kubilang aku akan membantu kalian?”tanpa diperintah sungjong
langsungmemeluk tubuh berisi milik sunggyu dengan sangat erat.
“Kau memangtemanku yang paling baik!”pujinya. Sunggyu nampak
merengut kecewa.
“Tapi kemarinsaat aku sangat membutuhkanmu kau tak mau datang ke
apartemen woohyun. kaumenyebalkan!”
“Hehe, mianhae”
~oOo~
Suasana
riuh kelas sunggyu menjadi hening seketika saat Gurupengampu hadir membawa
setumpuk Buku tugas miliknya.
“Selamat pagianak-anak!” sapaguru Seo menggelegar
disepanjang ruangan.
“Selamat pagiSsaem!” sahutmereka bersamaan.
“Kalian pastisudah tahu bukan, kalau minggu depan kelas 1 dan 2
akan di liburkan untukkepentingan Ujian sunbae-sunbae kalian kelas 3?”ujar guru seo selaku guru
pengampupelajaran matematika. Ada beberapa dari mereka yang menjawab dan
adapula yangsibuk dengan dunianya sendiri.
“Ssaem?! Laluapakah ssaem bermaksud untuk memberi kami Tugas akhir
semester?” tanya ketua kelas Kim. Guruseo tersenyum sebentar sebelum berjalan
pelan kearah celah yang membagi antarasisi bangku kanan dan kiri.
“Benar sekaliKetua kelas Kim! Untuk Tugas kali ini Ibu akan
membagi kalian dalam beberapakelompok yang nantinya akan beranggotakan 2
orang.”
“Haaaa?!! ...apa?!!... Kenapa begini!?!... Ini menyebalkan?!!” kelas menjadi riuh
lagi, sebagiandari mereka berpendapat masing-masing hingga menimbulkan suara
gaduh yang takterelakan.
“Diam! Tolongtenang sebentar!”setelah memastikan bahwa semuanya
kondusif, Guru Seo kembali berujar. “Karena Ibu tahu kalian semua
mempunyairata-rata yang berbeda dari setiap individu, jadi ibu akan
mengelompokkankalian dengan adil. Ibu akan membagi siswa yang pintar dalam
matematika dengansiswa yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja menjadi satu
kelompok. Jaditidak ada yang akan beranggotakan yang pintar semua begitupun
sebaliknya.kalian paham?”
“Pahaaaaam!” ujar mereka menjadi Koor
yangkompak.
“Bagus! Ibu akanmemanggil nama-nama kelompok, jadi tolong
perhatikan. Kim Minjun dan Jungdaewon kalian kelompok satu. Min Hye sun dan Lee
Jihoon kalian kelompok dua.Yang Eun Bi dan Go Seung Ah kalian kelompok
tiga....”
Sunggyu
was-was sedari tadi, ia menengok kearah sungjongnamun gadis itu sudah berkumpul
dengan teman satu kelompoknya. Kalau sungjongbukan dengannya, lalu dirinya akan
sekelompok dengan siapa?
Gadis
sipit itu kembali menengokkan kepalanya ke kiri, iamencari tahu siapa-siapa
saja yang belum mendapatkan kelompok sama sepertinya. Iasibuk dengan dunianya
sendiri sampai tak mengetahui siapa-siapa saja yang sudahmendapat kelompok
Sampai akhirnya,
“Kim sunggyu danLee howon kalian kelompok terakhir”
DEG!
sunggyu
membulatkan matanya.
Mweo? Lee-lee howon? Janganbercanda?! Kenapa harus aku sih yang
satu kelompok dengannya?! Ya Tuhan,bagaimana ini?! Gerutusunggyu dalam hati.
Ia
meremas-remas ujung rok nya dan mencoba melirikkanmatanya ke arah siswa
berandal plus dingin yang duduk di pojok ruangan. Gadisitu menelan ludahnya
berat saat tahu howon juga melihat kearahnya, namunbedanya namja berperawakan
kekar itu tak sedikitpun memberikan kesan ramah saatpandangan mereka bertemu.
“Baiklah, untukhari ini tidak ada pelajaran. Dan segeralah
mendiskusikan tugas kalian untukmerangkum sekaligus memberikan contoh
masing-masing satu untuk rumus-rumus yangsudah ibu berikan 3 minggu ini.
sekian, Ibu akan mengakhiri pertemuan kali ini.selamat pagi”
Sepeninggal
Guru Seo, sunggyu tak berani mendekati howonyang satu kelompok dengannya bahkan
hanya untuk mendiskusikan masalah tugasmereka. Ia justru mengekori sungjong
yang duduk dengan Myungsoo, karena merekasatu kelompok. Beruntung sekali
sungjong dia kan sama pintar nya jika di bidangmatematika hanya saja dia tak
sebanding jika dibandingkan dengan sang rajamatematika kim myungsoo.
sunggyu
ingin sekalibertukar posisi dengan sungjong kalau bisa, sudah satu kelompok
dengan pemenangOlimpiade,ketua kelas yang ramah, tampandan baik pula. Tak
seperti dirinya yang berotak udang jika di bidangmenghitung, dan sudah seperti
itu masih saja dia harus di kelompokkan dengan siraja dingin dan berandal lee
howon. Meskipun begitu, setidaknya sunggyu masihmau mengakui jika howon dan
myungsoo sama-sama pintarnya jika menyangkut hitungmenghitung seperti ini.
“Kenapa guru seosuka sekali sih menyiksaku?!”umpatnya kesal dan tanpa
sadar terdengar oleh sungjong.
“Loh, Gyu!Kenapa kau malah disini? Kau satu kelompok dengan howon
kan? Sana temui rekansekelompokmu dan jangan mengganggu disini”
“Aku takuuuutt” rengek sunggyu
menarik-nariklengan sungjong sementara sungjong hanya memutar bola matanya
malas.
“Takut apa? Diatak akan menyakitimu, meski dia akan berujar kasar
tetapi yang lebih baiknyadia tak akan menggigitmu. Sana temui dia”sunggyu mengerucutkan
bibirnya tanpasadar dan mengundang decak sebal dari sungjong. “Palli!!!”
“Ish kaumenyebalkan!”sunggyu berdiri dari duduknya
dengan perasaan dongkol lalu tanpa sadar iaberjalan menjauhi sungjong, hingga
ia menemukan dirinya sudah duduk disebelahhowon. Sunggyu gelapagapan sendiri
melihat kecerobohannya yang langsung menemuihowon tanpa mengatur strategi (?)
dulu.
“A-annyeong” sapanya gugup. Mati kutu rasanyaberbicara dengan howon dan
sunggyu yakin jika dirinya sudah terlihat pucatsekarang.
Beberapa
menit tak ada tanggapan dari howon. Lelaki ituhanya melirikkan matanya sekilas
lalu kembali memusatkan perhatiannya kecoretan tak jelas yang ia buat di buku
paketnya.
“Langsung saja,aku tahu kau bodoh. Jadi sebisa mungkin aku tak
akan membiarkan kelompok kitakalah poin dengan kelompok lain. tenang saja aku
akan mengajarimu mulai darirumus dasar sampai ke rumus inti. Aku tak mau
melihatmu berleha-leha sedetikpun.Kita mulai kerja kelompok Lusa, jika kau tak
ada tempat kita belajar dirumahku.Kau mengerti?”sunggyu melongoh mendengar
kalimat yang terkesan menyudutkan dirinya dari namjadi sebelahnya itu namun ia
menganggukkan kepalanya tak berapa lama dan selebihnyatak ada kalimat yang
keluar dari mulutnya. ia tahu namja ini begitu dingin dankasar, tapi ia tak
tahu jika rasanya berbicara dengan lee howon akan terasase-menyakitkan ini.
dengan berkaca-kaca sunggyu tak ingin menanggapi ucapanhowon padanya.
“Janganmenangis, aku tak mempunyai sesuatu yang manis untuk
menghentikan tangismu.Dasar cengeng! Sana kembali ke bangkumu”sunggyu tak bergeming dan
hanyamenatap howon dengan matanya yang basah. Howon melirik sekilas dan
menemukansunggyu masih duduk disebelahnya.
“Apa kau tuli?Sana kembali ke bangkumu! Mengganggu saja”
Tes
Tes
Tes
Sunggyu
menangis saat itu juga. Ia tak tahu kenapa howonbisa sekasar ini dengan wanita.
Apa ia tak tahu jika perasaan wanita mudahterluka hanya dengan satu kalimat
kasar darinya saja? Apa harus ia melakukannyaberulang-ulang?
Entah
apa yang akan sunggyu lakukan selama ia masih satukelompok dengan namja ini.
sakit memikirkan kemungkinan terburuk sekelompokdengan howon, sunggyu memilih
untuk pergi dan duduk dibangkunya sendiri.
~oOo~
“Gyuie sayang,bagaimana rasanya satu kelompok dengan Howon
eum?” sunggyu yang masih kesal dengansungjong memilih bungkam dan
menyibukkan dirinya dengan menatap lantai yangentah mengapa menjadi sangat
menarik untuk dilihat.
“Gyu-ah janganmarah lagi jebaaal” dengansengaja sungjong
memeluk sunggyu. ia yakin gadis itu akan luluh jika sudahdipeluk seperti ini.
dan benar saja sunggyu menghentikan aktivitasnya dan mulaimerespon sungjong.
“Dia berlidahtajam! Aku benci dengannya! Selain sungyeol dan
woohyun ternyata masih ada jugayang bisa membuatku menangis. Dia benar-benar
menyebalkan!” sungjong melepaskan pelukannyayang terkejut dengan perkataan
sunggyu.
“Benarkah? Jadidia membuatmu menangis tadi?”sunggyu mengangguk.
“Orang itubenar-benar!”geram sungjong mengepalkan
tangannya.
“Untung saja takada yang melihatku menangis tadi! Lihat saja! Aku
akan mengadukannya padawoohyun nanti!”umpatnya bersungut-sungut
memandang sinis bangku kosong milik howon yang sudahditinggalkan penghuninya
karena sudah pulang beberapa waktu yang lalu. Saatsungjong akan merespon
umpatan sunggyu tiba-tiba ponsel sunggyu bergetar.
“Jongie, aku pulangduluan ne, woohyun sudah menungguku di depan” sungjong hanya
mengangguk. “Annyeong” sunggyu melambaikantangannya dan segera
berlari menemui woohyun yang sudah menjemputnya.
Sesampainya
diluar sunggyu melihat mobil sedan hitammilik woohyun yang ausah terparkir
didepan gerbang sekolahnya.
“Apa sudahmenunggu lama?”tanya sunggyu ketika sudah masuk
ke mobil woohyun.
“Ani, baru saja” sunggyu hanya
menganggukkankepalanya lalu diam menatap kedepan, woohyun tidak menjalankan
mobilnya danterdiam memandangi sunggyu yang terlihat sedih.
“Kenapa sayang?Apa ada yang terjadi di sekolah, eum?” sunggyu menatap woohyun
dengan mataberkaca-kaca membuat woohyun terkejut.
“Kenapamenangis?”woohyun panik saat melihat sunggyu
menangis, lelaki itu tanpa aba-aba langsungmembawa tubuh ringkih sunggyu
kedalam pelukannya mencoba menenangkan tunanganyang sangat di cintainya
tersebut. “Ceritakansemuanya padaku” ujar woohyun, tanpa ragu
sunggyu pun menceritakan perihalkejadian yang ia alami di kelas beberapa waktu
yang lalu. terlihat wajahwoohyun yang mengeras setelah mendengar cerita
sunggyu.
“Jangan menangislagi Nde, buktikan padanya jika kau tak seperti
yang ia katakan tadi. Jangan menangisdidepannya seperti tadi, itu akan
membuatnya bertambah yakin jika kau memangseperti apa yang ia katakan tadi,
eum” woohyun
menghapus sisa air matasunggyu lalu mencium hidung lancip itu sekilas.
“Tapi diamenyebalkan Hiksss! Aku tak bisa matematika bukan berarti
aku boddoooh Hikkkss!Dia menyebalkaaaan!!! Aku benciiii!! Hikss hikkss” tangis sunggyu
semakin kencang, takpelak membuat woohyun bertambah khawatir. Maka dengan sabar
ia mengusappunggung sunggyu dengan halus mencoba menenangkan. Sebenarnya
woohyun sangatmarah mengetahui sunggyu nya dihina seperti itu apalagi sampai
menangis sepertiini, tetapi ini adalah masalah sunggyu dan temannya, meskipun
dia tunangannyatentu saja dia tak berhak ikut campur. Setelah agak lama
akhirnya tangissunggyu pun mereda.
“sudah agaktenang?” sunggyumenganggukkan kepalanya.
“Cha, sebaiknyakita pulang, aku harus segera kembali ke kantor”sunggyu mengeratkan
pelukannya padawoohyun.
“Aku tak maupulaaaanggg, aku mau ikut kau ke kantorrr!” woohyun melepaskan pelukan
sunggyu danmenangkupkan kedua tangannya di kedua pipi sunggyu.
“Kau haruspulang sayang, hari ini aku akan pulang larut. Kau akan
lelah jika menunggukudikantor nanti”
“Pokoknya akumau ikuuuuutt! Aku bosan sendirian di rumah!” woohyun menggeleng
tak setuju.
“Kita pulangsekarang”sunggyu langsung cemberut terduduk
pasrah di Jok nya sementara woohyun segeramelajukan mobilnya mengantar sunggyu
pulang ke rumah.
Sesampainya
di apartemen, sunggyu langsung masuk kedalamkamarnya, mengganti pakaiannya
dengan pakaian santai lalu langsung membaringkandirinya di atas bed.
CKLEK!
Woohyun
masuk dan melihat sunggyu yang tidur terlentangdiatas kasur nya. Namja itu
mengerutkan keningnya dan berjalan mendekat kearah sunggyu.
“Sayang, kenapatidur? Kau harus makan, sebentar lagi aku harus
kembali ke kantor. Ayo kitamakan”sunggyu tak bergeming, dia hanya
membalikkan badannya memunggungi woohyun.
“Kau marah?” sunggyu masih bungkam,woohyun memilih untuk langsung
membaringkan tubuhnya di belakang sunggyu danmemeluk gadis itu dari belakang.
“Aku hanya takingin kau bosan dan lelah, makanya aku tak setuju
kau ikut ke kantor” sunggyu membalikkan badannyamenghadap woohyun.
“Tapi aku bosanjika di rumah sendirian!”rengek sunggyu, woohyun
tersenyum lalu memainkan poni rata yang hampir menutupimata sunggyu dengan jari
telunjuknya.
“Aku mengerti,tapi aku tak bisa terus membawamu ke kantor. Disana
bukan taman bermain sayang,apa kata karyawanku jika kau selalu kesana. Aku
adalah pimpinan perusahaan, danaku juga harus menjaga wibawaku kepada bawahanku
disana. Jadi Kau mengertimaksudku kan?” sunggyumengangguk mengerti.
“Cha! Kita makansekarang”woohyunbangkit dari tidurnya dan
menggendong sunggyu bridal style. Sunggyu mengeratkanpelukannya ke leher
woohyun.
“Hyuuunie,saranghae”ucap sunggyu tiba-tiba membuat
woohyun menghentikan langkahnya, sunggyumelonggarkan pelukannya dari leher
woohyun. mereka menatap satu sama lain kemudianwoohyun tersenyum.
“Nado,saranghae” sunggyutersenyum kemudian memeluk
leher woohyun lagi.
~oOo~
Sudah
4 hari ini, howon terus datang ke apartemen sunggyuuntuk mengajarkan
matematika, meskipun selalu di bumbui dengan kata-kata kasarkhas lee howon
namun dengan penuh kesabaran howon mengajari sunggyu rumusmatematika yang belum
sunggyu kuasai hingga gadis itu bisa mengerti dan pahamsepenuhnya dengan yang
ia ajarkan. Bahkan sunggyu sudah tak merasa takut lagidengan howon dan
terkadang dia merengek jika ia tak diperbolehkan howonistirahat.
“Howooon,istrirahat sebentar neee. Kepalaku pusiiing. Kita sudah
belajar 2 jam tanpahenti” howonmenatap nyalang ke arah
sunggyu.
“Tidak! Waktukita tinggal 3 hari lagi dan kau baru mengerti
seperempat rumus-rumus nya. Jikakau terus seperti ini maka kau tak akan bisa
merangkum apalagi memberikancontoh-contohnya, apa kau mengerti? Melihat otakmu
yang lamban dan sulit diajak berkonsentrasi itu terus saja membuatku khawatir
dengan kelompok kita. Akuini pemenang olimpiade, mau ditaruh dimana muka ku
jika aku kalah poin hanyakarena kau!” sunggyumengerucutkan bibirnya
kesal.
“Tapi kan...” ucapan sunggyu terhentiseketika
saat mendengar kode apartemen yang di pencet dan pintu yang terbuka.
“Hyuuunie kausudah pulang?”sunggyu menghampiri woohyun dan
memeluknya erat. Woohyun balas memeluk sunggyudan mengecup pucuk kepala sunggyu
singkat. Mereka melupakan seseorang yangmemandangi mereka sejak tadi.
“Oh ada tamu...” kaget woohyun
lalumenghampiri howon yang diikuti sunggyu dari belakang.
“Annyeonghaseo,lee howon imnida” howonberdiri lalu
membungkukan badannya sambil memperkenalkan dirinya.
“Annyeong, akuNam Woohyun. Tunangan sunggyu”sunggyu tersenyum
malu-malu saat woohyun memperkenalkan diri pada temannya sebagaitunangannya.
“Kaliansepertinya sedang belajar, aku akan ke kamar dan kalian
bisa melanjutkanbelajarnya”setelah itu woohyun segera pergi ke kamarnya meninggalkan sunggyu
dan howonyang kembali duduk di tempat semula.
“Kau jangansalah paham. Meskipun kami tinggal bersama tapi kami
tidak pernah melakukan halyang macam-macam. Lagipula kami tidur di kamar yang
berbeda dan masihmenggunakan jasa asisten rumah tangga jadi kami tak mungkin
mela-...” bosan
terus mendengar ocehansunggyu membuat howon cepat menyela omongan gadis itu.
“memang akubertanya tentang hubunganmu dengan tunanganmu? Aku tak
peduli bagaimanahubungan kalian. Yang penting sekarang cepat pelajari
rumus-rumus ini!” howon melempar kertas beruparumus-rumus itu kehadapan sunggyu
membuat perempuan itu mengerucutkan bibirnyaseketika.
“Kapan kau akanbersikap baik padaku sih? Kenapa kau selalu jahat
padaku? Aku kan hanyabercerita bukankah kita teman?” howon menatap tajam
kearah sunggyu.
“Cepat pelajaridan jangan banyak bicara!”setelah itu sunggyu hanya
bungkam dan tak berani bicara lagi.
“Galak sekali sih!” batinnya. Dengan tanpa
minatmulai melihat kertas berumus yang diberikan howon padanya.
Setelah
mengajari sunggyu rumus-rumus inti, akhirnyahowon memutuskan untuk pulang.
Howon tak berpamitan kepada woohyun karenaterburu-buru harus pulang. Setelah
mengantar howon keluar, sunggyu langsungmenghampiri woohyun di kamarnya.
“Hyuuuuunie!” sunggyu menghampiri woohyunyang
sedang membongkar isi lemarinya.
“apa temanmusudah pulang?”sunggyu menangguk sebentar, lalu
kembali memperhatikan woohyun.
“apa yang kaulakukan?”woohyun menghentikan aktivitasnya
dan melihat kearah sunggyu.
“Aku sedangmencari jas berwarna abu-abu, tapi tak ada di lemari”
“Oh, itu ada dilemariku. Nanti aku ambilkan, tapi kenapa kau
mencari jas itu? kau mau pergikemana?”woohyun menarik sunggyu untuk
duduk diatas ranjangnya.
“Malam ini adapertemuan dengan seluruh pengusaha korea, kau
bersiap-siap dan berdandan yangcantik nee. Aku akan mengajakmu dan
memperkenalkanmu sebagai tunanganku kepadamereka.”Sunggyu berbinar senang,
pasalnya baru kali ini woohyun mengajaknya kepertemuan seperti itu.
“Benarkah?!! Kyaaaaaku senang sekaliii!!!” sunggyunaik keatas tempat
tidur woohyun lalu melompat-lompat girang sampai ranjangwoohyun berderit keras.
“Awas nanti kaubisa jatuh”sunggyu tak mengindahkan omongan
woohyun dan terus saja melompat-lompat girang.
“Sudah sudah,nanti ranjangku rusak jika kau melompat-lompat
seperti itu terus” sunggyu berhentimelompat-lompat dan turun dari atas bed woohyun.
Ia
menghampiri woohyun lalu mencium pipi namja itusekilas.
“Aku akan kekamar dan mencari gaun princess ku, aku akan menjadi
Princess malam iniKyaaa!!!”ujarnya sebelum berlari girang ke kamarnya, woohyun hanya
tersenyum sebentarsebelum kembali merapihkan lemarinya yang sempat ia acak-acak
beberapa waktulalu.
TBC
No comments:
Post a Comment