Note : AUUUTHHHOORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH GW
KEZEL KEZELLLLLLLLLL !!!!!!!!!
YOU PLAY MEEEEEEEE !!!!! XDXD
NI GW JUJUR NI, GA NGUMPET2 KALO GA
SUKA N GA TERIMAA !!! XDXD
GA TERIMAAA XD MANA BISA END TIBA2
EOHH !! /LINDES AUTHORNYA/
IHH NGESELINNN BIGEUTTTT, GW UDAH
MAKAN DARI AWAL ITU SERIUS BINGIT, SEPATAH KATAPUN KAGAK ADA YANG KELEWAT,
SETIAP HURUP /?/ UDAH NANCEP DIHATI GUE THORRR :””””
EH SEKARANG FINALNYA, WAKTU NYA MAMAH
SUNGGYU JAWAB MALAH NGILANGG ???? XDDD
APA INI MWOYA IGEEEEE GW DEMOO THOR
!!! DEMOOOOOOOOO XDXD
/ANCURIN LINDES BAKAR RUMAH AUTHOR/
Speak Now | 1S
Title
: Speak Now
Author
: Archie a.k.a @adhean95
Genre
: ?
Length
: 1S
Rated
: ?
DON'T
LIKE??? DON'T READ AND DON’T COPAS!!!
Happy
Reading!!!! (^o^)
Namanya
Kim Sungkyu,dan dia adalah mahasiswa tingkat akhir dari jurusan hukum. Tidak
terlalu aktif dalam organisasi kampus dan tidak terlalu suka menghadiri
perkumpulan antar mahasiswa.Mempunyai banyak teman yang tidak hanya berasal
dari fakultas hukum,tapi juga dari fakultas lain.Punya hobby menulis dan sangat
menggemari musik.
Hanya
itu yang diketahui.Selebihnya,Woohyun butuh usaha yang lebih keras untuk
mendapatkan informasi lebih jauh tentangnya.
Pemuda
bermarga Nam itu hanya bisa mengerang frustasi menyadari betapa tidak
berbakatnya ia menjadi seorang detektif dadakan yang seminggu belakangan ini
mengintai seseorang.Seorang namja yang berhasil menyita
perhatiannya.Sunbae manis yang beberapa minggu lalu tidak sengaja menabraknya
di toilet (owwhh,tempat pertemuannya saja sama sekali tidak elegan),dan sejak
itu pula Woohyun berubah bak seorang maniak.
Stalker?
Tidak.Lebih
dari itu!
Jika
ingin menggambarkan Woohyun yang sekarang,maka kalian bisa menyamakannya dengan
para sasaeng fans yang seringkali membuat para idol harus selalu waspada,
Mungkin
Sungkyu juga akan begitu jika ia tau akan keberadaan Woohyun yang seringkali
mengintainya.
Hiii......!!!!
“Kenapa
tadi tidak menelfonku?Aku bisa menjemputmu,kan?”
Woohyun
bisa mendengar tawa pelan yang familiar dari pria favoritnya,”Aku bukan anak
kecil lagi,Junhyung.Lagi pula tadi aku berangkat bersama adikku.”
Suara
itu bagai alunan musik merdu yang menggema di telinga Woohyun.Beruntung karena
suasana kantin tempat mereka berada saat ini sedang sepi.Jadi dia bisa
melakukan kegiatan rutinnya sehari-hari (mengikuti dan mendengarkan apa
saja yang dibicarakan Sungkyu dengan teman-temannya).
“Kau
mau pesan apa?”
“…………”
“Bagaimana
kalau cappuccino saja?Atau...jus jeruk?”
“………”
Pemuda
jangkung yang duduk di depan Woohyun mengernyit.Merasa diabaikan,ia lalu
mengikuti arah pandang Woohyun.Detik kemudian,hanya ada senyum paling
meremehkan yang tercetak di bibir bagusnya.
“Namanya
Yong Junhyung.Sunbae dari fakultas seni,sama seperti kita.”
Woohyun
akhirnya mau sedikit memalingkan fokus dari Sungkyu dan manatap tajam temannya.
“Ku
dengar dia sangat dekat dengan Sungkyu sunbae.”
“Diamlah,Lee
Sungyeol!”
“Aku
hanya memberikan informasi yang mungkin saja sangat kau butuhkan.”
“Cih,aku
jauh lebih tertarik melihat Sungkyu-ku dari pada menyimak profil tidak penting
dari orang yang juga tidak penting .”
“Benarkah?Jadi
kau sama sekali tidak berminat untuk mengetahui identitas rivalmu?”
Secara
otomatis leher Woohyun bergerak kembali mengarah ke Sungyeol.
“Aku
dengar,sejak semester awal dia selalu menempel dengan Sungkyu sunbae. Bahkan
paman Kang pemilik kantin pun tau kalau sebenarnya Junhyung sunbae sangat
menyukai Sungkyu sunbae.“
‘Brakk...’
“Jangan
mulutmu!! Dia itu milikku,dan tidak ada satu pun yang boleh menyentuhnya!”
Sungyeol
terhenyak.Tercengang menatap Woohyun yang masih berdiri bertolak pinggang di
depannya setelah tadi sempat menggebrak meja.
Keinginan
untuk memiting kepala Woohyun kian membesar saat menyadari bahwa semua orang
yang ada di kantin tengah menatap mereka berdua,tidak terkecuali Sungkyu.
“Nam
Woohyun...”panggil Sungyeol pelan.
“Waeyo?”
“Aku
akan membunuhmu setelah kelas selesai nanti.”
.
.
.
Woohyun
menaikkan satu alisnya.Meski berusaha berbohong,tapi matanya berbicara lain.Ia
sangat ingin tahu lebih banyak tentang makhluk asing yang selama ini selalu
saja mengekori Sungkyu.
“Aku
benci mengatakan ini,tapi sebagai teman yang baik aku tetap harus
mengingatkanmu.Kabar terakhir yang ku dengar,dia akan menyatakan perasaannya
sebelum mereka lulus.Mungkin dalam dekat ini.”
Woohyun
mendengus.Rupanya ada musuh tak terlihat yang selama ini juga mengincar Sungkyu
dan bahkan sudah terlebih dahulu melakukan pergerakan bawah tanah.
“Yeol,kau
harus membantuku untuk menjauhkan Gyuyie dari makhluk berbahaya itu.”
Sungyeol
menggeleng prihatin.Woohyun sudah semakin keterlaluan sampai mulai mengubah
nama seseorang tanpa ijin.
“Kita
tidak punya waktu,Lee Sungyeol!”
Hanya
kuapan lebar yang lagi-lagi diberikan oleh Sungyeol.Pemuda itu memang tidak
pernah tertarik dengan topik membosankan yang satu ini.Hampir setiap hari ia
harus mendengar ocehan tidak penting Woohyun karena beberapa orang asing yang
terlihat berjalan bersama Sungkyu.Belum lagi kalau teman idiotnya itu tiba-tiba
berteriak,mengucap sumpah untuk segera mendapatkan Sungkyu namun sampai
sekarang belum menunjukkan bukti apapun.
“Kapan
kau bisa sadar?Aku rasa otakmu benar-benar sudah tidak bisa diperbaiki.”
“Aku
hanya sedang jatuh cinta,Yeol.Ayolah,kau juga mengerti kan bagaimana rasanya?”
Sungyeol
tersenyum angkuh,”Untungnya aku tidak semalang dirimu.Sedikit bocoran, Sungjong
baru saja mengirim pesan dan menyatakan kalau dia bersedia untuk menerima
ajakan kencanku malam ini.”
Woohyun
mulai heboh,“Lee Sungjong?Bocah ingusan itu?Ya Tuhan,kau benar-benar tertarik
pada siswa tingkat 2 high school?Aku pikir kau hanya bercanda.”
“Kau
yang ingusan!Aku pergi dulu,ada banyak hal yang harus kusiapkan untuk kencan
pertama kami.Percuma saja berdebat dengan keturunan udang sepertimu.”
“Apa?Keturunan
udang?Maksudnya aku bodoh,begitu?Yakkhh!!Kau lebih bodoh,Lee Sungyeol!!”
Sungyeol
tidak perduli apapun yang dikatakan oleh Woohyun.Ia berlalu dengan cengiran
lebar sambil melambai-lambaikan satu tangannya.Memberikan umpatan kepada orang
yang sedang jatuh cinta sama saja dengan menunggu Woohyun untuk melupakan
Sungkyu.Tidak ada gunanya.
.
.
.
Woohyun
menahan nafas.Ia harus bisa mengendalikan diri agar tidak segera berlari dan
menendang pemuda yang berada di sudut tangga sana.
Bukan
Sungkyu,tapi pemuda yang saat ini berada bersama Sungkyu dan memberikan back
hug pada namja sipit itu.
Woohyun
tidak suka.Woohyun membenci Yong Junhyung.
Dengan
beraninya pengganggu itu menyentuh Sungkyu-nya tanpa memperdulikan tatapan
membunuh dari Woohyun sekali pun.
Woohyun
harap ia bisa membunuh Junhyung saat itu juga.
Tapi
tampaknya Sungkyu kurang mendukung niat kejam Woohyun yang satu ini. Bukannya
menolak,Sungkyu justru tersenyum sambil menepuk-nepuk pipi Junhyung.
Kenapa kau tidak menamparnya saja?
Woohyun
sudah siap untuk berjalan ke arah tangga (mungkin ia bisa berpura-pura untuk
jatuh dan tidak sengaja menimpa tubuh Junghyung) tapi langkahnya langsung
terhenti saat kedua pemuda yang dari tadi menjadi objeknya sudah lebih dulu
berjalan menghampirinya.
Sungkyu
lewat begitu saja (lagi-lagi Woohyun harus menahan nafas) sedangkan Junhyung
berhenti sebentar tepat di sebelahnya.Woohyun melirik sekilas saat pemuda itu
sedikit membungkuk dan membenarkan tali sepatunya.
Woohyun
tidak ambil pusing dengan itu.Tapi sesaat kemudian ia bisa merasakan bisikan
panas dari salah satu kaum iblis yang pernah ia temui.
“Kim
Sungkyu adalah milikku!!”
Woohyun
ketauan sedang mengamati Sungkyu dan tampaknya Junhyung tidak senang. Ia
berbalik.Woohyun tentu tidak akan gentar dengan ancamanitu.Dengan penuh
keberanian ia membalas tatapan menyeramkan dari musuhnya.
“Oke.Apapun itu,Yong Junhyung!”
.
.
.
Lupakan
tentang keberanian Woohyun untuk menghadapi Junhyung tadi.
Nyatanya,saat
ini ia sedang berada di dalam kamar Sungyeol dengan hidung memerah dan cairan
yang tidak henti-hentinya keluar dari sana.
Owwhh...sungguh
kasihan.
Dugaan
kalian benar,dia sedang menangis.
“Nam
Woohyun,ku bunuh kau kalau berani menetesken setitik saja ingus menjijikkanmu
di kasurku!”
Sungyeol
memang bukan sahabat yang baik.Bahkan saat melihat Woohyun berduka(?) seperti
ini pun dia tetap acuh dan lebih tertarik untuk berdiri di depan cermin sambil
menata rambutnya.
“Sudah
ku bilang kan,sebaiknya kau menyerah saja.Sangat tidak mungkin untuk
mengalahkan Junhyung sunbae.Kau tau kan bagaimana tipe idaman Sungkyu sunbae?
Dia itu hanya tertarik pada orang yang cerdas dan pandai berbahasa asing.
Sedangkan kau sendiri?Sadarlah Nam,kau tidak bisa memenuhi satu pun dari syarat
itu.”
“Ya,ya...aku
tau.Tapi bukan berarti Gyu-ku juga hanya akan berpacaran dengan orang
sesempurna itu kan?”
“Hey,kau
tidak melupakan keberadaan Yong Junhyung kan?”
Ucapkan
terimakasih kepada Lee ‘Choding’ yang sudah memporak-porandakan harapannya
dengan singkat.Woohyun mulai berpikir kalau sebenarnya tiang berjalan itu
memilih untuk berada di pihak lawan.
Sangat
tidak setia kawan menurut Woohyun.
“Jadi,”Sungyeol
berbalik dengan penampilan yang sudah sangat rapi,”Sampai kapan kau akan
mengacau di kamarku?”
“Kau
mengusirku?Aku akan tinggal di sini sampai minggu depan.”
“Mwo??Yakkh!!Kau
seperti tidak punya rumah saja.”
Woohyun
mengangkat bahunya.Sepertinya membuat Sungyeol kesal akan menjadi kegiatan baru
untuk melampiaskan kekecewaannya.
“Ya
sudah.Aku harus segera pergi.”
“Ke
mana??”
“Kau
pikir ke mana lagi?Tentu saja bertemu Jongie-ku.Aku sudah janji untuk
mengunjungi rumahnya hari ini.”
Sesuatu
mendadak terlintas di kepala Woohyun.
“Tunggu
sebentar,aku mau ikut!”
Sungyeol
hendak menolak,tapi ada rasa tidak tega mengingat teman anehnya ini sedang
mengalami masalah klasik -patah hati- karena sunbae mereka.Jadi akhirnya ia
mengalah dan mengiyakan permintaan Woohyun.
Sementara
pemuda Nam itu diam-diam menyusun sebuah rencana untuk mengacaukan kencan
Sungyeol.
Bukankah
ini saat yang tepat untuk membalas dendam kepada teman yang tidak setia kawan?
Ohoho.......
.
.
.
Woohyun
rasa dadanya akan segera meledak detik ini juga.
Setelah
beberapa menit berdiri menunggu di depan pintu rumah Sungjong bersama
Sungyeol,akhirnya benda tinggi menjulang itu terbuka dan menampakkan sesosok
namja manis yang sudah membuatnya menangis bak seorang gadis beberapa jam yang
lalu.
Bukan
hanya Woohyun,bahkan Sungyeol pun tampak terkejut sebelum sebuah suara lembut
menginterupsi mereka.
“Kau...Lee
Sungyeol?”
“Nde?”Sungyeol
sedikit merapikan pakaiannya,”Ne,apa kabar?Aku Lee Sungyeol.”
Pemuda
sipit di depan mereka tersenyum,”Masuklah,Sungjong sudah menunggumu dari tadi.”
Dengan
cepat Sungyeol melangkah mengikuti pemuda itu.Hampir saja melupakan temannya
yang masih mematung antara shock dan senang.
“Hey
Nam,kau mau menunggu di sini?”
Masih
tidak ada pergerakan.
“Nam
Woohyun!”
Masa
bodoh dengan Sungyeol yang tampak mulai kesal karena tidak direspon.Detik
berikutnya Woohyun bisa merasakan berjuta bunga-bunga berjatuhan di
sekelilingnya.
“Woohyun-ssi,ayo
kita masuk.”
Dunia
mendadak berubah menjadi surga.
Untuk
pertama kalinya Woohyun bisa mendengar bibir indah itu menyebutkan namanya.
Ahhh...terdengar
sangat merdu.
Tapi Woohyun akan lebih bahagia jika yang keluar dari bibir indah
itu adalah kata-kata cinta yang ditujukan untuknya.
.
.
.
Ini
sangat membosankan,pikir Woohyun.Beberapa menit telah berlalu dan ia hanya bisa
duduk menyaksikan drama romantis murahan dimana Lee Sungyeol
berperan sebagai tokoh utamanya.Sungjong sedang sakit sehingga pasangan baru
itu tidak bisa pergi kemana-mana.Tapi bagi Woohyun ini jauh lebih buruk karena
sikap berlebihan Sungyeol justru terkuar saat mengetahui bahwa Sungjong pujaan
hatinya tidak sedang baik-baik saja.
Apalagi
sosok hyung manis yang tadi menyambut mereka saat baru datang tidak lagi tampak
setelah itu.
Ugghhh,Woohyun
ingin sekali bertanya ke mana perginya namja sipit itu.Tapi setiap kali ia
memanggil nama Sungjong,Sungyeol pasti langsung memberikan tatapan
bengisnya,seolah mengancam agar anak kebanggan Mr.Nam itu diam.
“Aku
keluar dulu.”gumamnya sebelum beranjak dan meninggalkan kamar Sungjong.
Woohyun
mengumpat untuk melampiaskan kekesalannya.Sungyeol memang
pengkhianat.Setidaknya sebagai teman yang baik,dia mungkin bisa meminta
Sungjong untuk memanggil Sungkyu dan menemani Woohyun,bukan?Tapi ini?
“Sudah
mau pulang,ya?”
Woohyun
menengok ke sumber suara.
Darahnya
seperti berhenti mengalir,seluruh sendinya mendadak kaku.
“Su-Sungkyu
sunbae...”
.
.
.
Itu
benar-benar memalukan.Woohyun terlihat bodoh dengan mulut terbuka dan tatapan
penuh takjub pada objek manis di depannya.Di sinilah mereka berada sekarang,di
ruang tengah rumah minimalis milik Sungjong yang ia tinggali bersama
sepupunya,Kim Sungkyu. Yuppp,Sungkyu adalah kakak sepupu Sungjong,dan Woohyun
benar-benar ingin mencekik Sungyeol saat mengetahui hal itu.
Sungyeol
sendiri bahkan tidak tau,padahal hampir tiap hari tiang listrik tanpa tegangan
itu berkunjung ke sana.
“Jadi,kau
dan Sungyeol berada di kelas yang sama?”
Woohyun
menelan salivanya.Sungkyu tengah menatapnya lekat dan itu benar-benar
membuatnya ingin menangis. Terlalu bahagia.
Saking
gugupnya,Woohyun hanya bisa mengangguk bak burung beo peliharaan tanpa
mengeluarkan sepatah kata pun.
“Woohyun-ah,gwaenchana?”
Suara
Sungkyu lagi-lagi menginterupsi,menatap Woohyun dengan khawatir. Fakta bahwa
saat ini Sungkyu memanggilnya tanpa embel-embel –ssi dan
posisi mereka sekarang.Astaga,Woohyun baru sadar kalau ternyata Sungkyu sudah
berpindah tempat duduk tepat di sampingnya.Tanpa jarak.Kulit mereka bersentuhan
–Sungkyu baru saja meletakkan punggung tangannya di dahi Woohyun untuk mengecek
suhu tubuhnya-.
Woohyun
seperti ingin pinsan.Aroma strawberry yang terkuar dari tubuh Sungkyu bagaikan
obat bius yang sanggup membekapnya.
“Kau
sakit?”
“Tidak
apa-apa,sunbae.”
Sungkyu
tersenyum bak malaikat penyembuh,”Panggil hyung saja.”
Tuhan,Woohyun
seperti ingin menjambak rambutnya sendiri.Tapi tunggu,bagaimana pun dia tetap
harus terlihat cool,kan?
Hingga
Sungkyu kembali bersuara,“Aku juga memiliki beberapa teman dari fakultas
seni.Kau kenal Yong Junhyung?”
Sigh~ haruskah Sungkyu kembali mengungkit tentang makhluk itu?
“Eum...mungkin
kami bertemu sesekali.Aku tidak terlalu ingat.”–Woohyun memang tidak ada
niat untuk mengingatnya.
“Junhyung
itu salah satu teman dekatku.Dia juga sering berkunjung ke sini.”
Sebenarnya Woohyun benar-benar tidak mau tau tentang hal itu.Itu
salah satu kenyataan menyakitkan baginya.
“Meskipun
sedikit susah berinteraksi dengan orang lain,dia sebenarnya orang yang baik.”
Tentu Woohyun tidak setuju dengan pernyataan itu.Dia ingat betul bagaimana
sang rival mengklaim Sungkyu sebagai miliknya.
“Kalian
berdua terlihat sangat dekat.”Woohyun harus tetap menjaga agar suaranya tidak
terdengar seperti orang yang sedang cemburu.
“Mungkin
karena kami sudah saling mengenal sejak tahun pertama masuk universitas.”
“Aku
pikir kalian memiliki hubungan khusus.”
Sungkyu
tertawa ringan,”Anak itu memang sedikit manja saat kami bersama.Tapi entah
kenapa dia bisa tiba-tiba menjadi sedikit galak saat bersama orang lain.”
“Ahh....begitu
rupanya.”
Woohyun
pura-pura mengangguk mengerti.Berita baik yang ia dapatkan adalah Sungkyu hanya
menganggap Junhyung sebatas teman dan berita buruknya adalah apa yang dikatakan
Sungyeol benar.Tentang Junhyung yang juga menyukai Sungkyu.
Tiba-tiba
sebuah nada lembut mengalun menginterupsi keduanya.
Ponsel
Sungkyu berbunyi,dan Woohyun bisa menangkap ekspresi khawatir dari paras manis
itu saat melihat nama yang tertera di layar.Hingga ponsel itu berhenti
berdering,Sungkyu tetap tidak menjawabnya.
Itu
terjadi berkali-kali sampai Woohyun pun mulai penasaran dengan identitas si
penelefon.
“Siapa?”
Sungkyu
sedikit terkejut,”Akh,bukan siapa-siapa.”
“Tapi
kenapa hyung tidak menjawabnya?”
“Eum...itu...hanya
telfon iseng.”
Woohyun
berpikir sejenak.Mungkinkah Sungkyu mendapatkan terror dari orang tidak
dikenal?
Sepertinya
itu tidak mungkin.Tapi Woohyun yakin kalau jawaban Sungkyu tadi hanyalah sebuah
kebohongan.Atau jangan-jangan...
“Woohyun,apa
kau pernah menyukai seseorang yang tidak menyukaimu?”
Hehhh??? Sudah ketahuan???
“Maksudku,kau
mencintainya tapi dia hanya menganggapmu sebagai teman.”
Apa-apaan?
Jangan
bilang kalau Sungkyu baru saja menolaknya secara tidak langsung!!
Penolakan
dalam sebuah hubungan memang hal yang biasa,tapi hello..!!! Kalian tau kan, Woohyun
bahkan belum pernah menungkapkannya sama sekali.
“Woohyun,jawab
aku!!”
Justru kau yang harus menjawab tanda tanya besar dari
Woohyun,Sungkyu!!
“Aku
pikir kejujuran itu memang penting,tapi bagaimana pun juga aku tidak ingin
menyakiti hati Junhyung.”
Eoh,jadi ini tentang Junhyung?
“Yong
Junhyung yang tadi hyung katakan?”
Sungkyu
mengangguk,”Dia bilang dia menyukaiku.”
Kau kalah,Nam!! Junhyung sudah memulai start lebih dulu.
“Lalu?”
“Aku
sudah bilang kalau aku hanya menganggapnya sebagai teman.Hanya saja dia tidak
percaya.”
“Jadi
dia tetap memaksamu?? –kenapa kau tidak membunuhnya saja,hyung?-“ tapi
tentu Woohyun tidak akan berani melanjutkan ucapan terakhir tadi.
“Junhyung
bilang dia baru akan menyerah setelah aku menjadi milik orang lain.”
“Kau
harus berkencan dengan seseorang untuk menghindarinya,begitu?”
Woohyun
pura-pura bodoh.Seperti sebuah animasi bergerak,sebuah lampu dengan kekuatan
ribuan volt langsung menyala dengan terang di atas kepalanya.
“Hyung,apa
kau tidak pernah berpikir untuk mencari seorang pasangan?” sebuah
pertanyaan penuh makna.
“Tidak
semudah itu,Woohyun.”
“Benarkah?
Tapi aku sudah menemukan seseorang yang sangat tepat untukmu.”
Sungkyu
refleks menarik lengan Woohyun dengan semangat,sementara pemuda itu mulai tersenyum
tidak jelas.
“Jinjja??
Apa orang itu mau berpura-pura menjadi kekasihku?”
Woohyun
menggeleng cepat,”Kenapa harus berpura-pura? Dia justru berharap bisa menjadi
kekasih sungguhanmu.”
Alis
Sungkyu terangkat,dengan memicingkan mata ia seolah menuntut Woohyun agar
segera mengakhiri permainan teka-teki ini.
Sementara
Woohyun harus berjuang mengatur detak jantungnya yang tidak lagi bisa
terkontrol sambil terus berteriak dalam hati,”Come on,Nam Woohyun!! Sekarang
atau tidak sama sekali!!!”
“Jadi
siapa?”
Woohyun rasa sebentar lagi dia akan mati karena sudah menahan
nafas terlalu lama.
“Woohyun,jangan
bercanda!”
“………………”
“Wooh-“
“Hyung,bagaimana
kalau aku saja?”
END......
SILAKAN BASH DAN KRITIK KALO ADA YG GAK SUKA SAMA STORY DAN AUTHORNYA..!!!!!
NGOMONG LANGSUNG ITU JAUH LEBIH BAIK DARIPADA CM NYINDIR" GAK JELAS ATAU
MALAH DIOMONGIN KE ORANG LAIN. SAYA GAK MAKAN ORANG,OKE?? JADI KALO ADA YG
KURANG BERKENAN TINGGAL BILANG. SIMPLE,KAN????
~Archie~
No comments:
Post a Comment