Wednesday, March 23, 2016

Review - Speak Now


Note : AUUUTHHHOORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH GW KEZEL KEZELLLLLLLLLL !!!!!!!!!
YOU PLAY MEEEEEEEE !!!!! XDXD
NI GW JUJUR NI, GA NGUMPET2 KALO GA SUKA N GA TERIMAA !!! XDXD
GA TERIMAAA XD MANA BISA END TIBA2 EOHH !! /LINDES AUTHORNYA/
IHH NGESELINNN BIGEUTTTT, GW UDAH MAKAN DARI AWAL ITU SERIUS BINGIT, SEPATAH KATAPUN KAGAK ADA YANG KELEWAT, SETIAP HURUP /?/ UDAH NANCEP DIHATI GUE THORRR :””””
EH SEKARANG FINALNYA, WAKTU NYA MAMAH SUNGGYU JAWAB MALAH NGILANGG ???? XDDD
APA INI MWOYA IGEEEEE GW DEMOO THOR !!! DEMOOOOOOOOO XDXD
/ANCURIN LINDES BAKAR RUMAH AUTHOR/



Speak Now | 1S

Title : Speak Now

Author : Archie a.k.a @adhean95

Genre : ?

Length : 1S

Rated : ?


DON'T LIKE??? DON'T READ AND DON’T COPAS!!!



Happy Reading!!!! (^o^)



Namanya Kim Sungkyu,dan dia adalah mahasiswa tingkat akhir dari jurusan hukum. Tidak terlalu aktif dalam organisasi kampus dan tidak terlalu suka menghadiri perkumpulan antar mahasiswa.Mempunyai banyak teman yang tidak hanya berasal dari fakultas hukum,tapi juga dari fakultas lain.Punya hobby menulis dan sangat menggemari musik.

Hanya itu yang diketahui.Selebihnya,Woohyun butuh usaha yang lebih keras untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentangnya.

Pemuda bermarga Nam itu hanya bisa mengerang frustasi menyadari betapa tidak berbakatnya ia menjadi seorang detektif dadakan yang seminggu belakangan ini mengintai seseorang.Seorang namja  yang berhasil menyita perhatiannya.Sunbae manis yang beberapa minggu lalu tidak sengaja menabraknya di toilet (owwhh,tempat pertemuannya saja sama sekali tidak elegan),dan sejak itu pula Woohyun berubah bak seorang maniak.

Stalker?

Tidak.Lebih dari itu!

Jika ingin menggambarkan Woohyun yang sekarang,maka kalian bisa menyamakannya dengan para sasaeng fans yang seringkali membuat para idol harus selalu waspada,

Mungkin Sungkyu juga akan begitu jika ia tau akan keberadaan Woohyun yang seringkali mengintainya.

Hiii......!!!!

“Kenapa tadi tidak menelfonku?Aku bisa menjemputmu,kan?”

Woohyun bisa mendengar tawa pelan yang familiar dari pria favoritnya,”Aku bukan anak kecil lagi,Junhyung.Lagi pula tadi aku berangkat bersama adikku.”

Suara itu bagai alunan musik merdu yang menggema di telinga Woohyun.Beruntung karena suasana kantin tempat mereka berada saat ini sedang sepi.Jadi dia bisa melakukan kegiatan rutinnya sehari-hari (mengikuti dan mendengarkan apa saja yang dibicarakan Sungkyu dengan teman-temannya).

“Kau mau pesan apa?”

“…………”

“Bagaimana kalau cappuccino saja?Atau...jus jeruk?”

“………”

Pemuda jangkung yang duduk di depan Woohyun mengernyit.Merasa diabaikan,ia lalu mengikuti arah pandang Woohyun.Detik kemudian,hanya ada senyum paling meremehkan yang tercetak di bibir bagusnya.

“Namanya Yong Junhyung.Sunbae dari fakultas seni,sama seperti kita.”

Woohyun akhirnya mau sedikit memalingkan fokus dari Sungkyu dan manatap tajam temannya.

“Ku dengar dia sangat dekat dengan Sungkyu sunbae.”

“Diamlah,Lee Sungyeol!”

“Aku hanya memberikan informasi yang mungkin saja sangat kau butuhkan.”

“Cih,aku jauh lebih tertarik melihat Sungkyu-ku dari pada menyimak profil tidak penting dari orang yang juga tidak penting .”

“Benarkah?Jadi kau sama sekali tidak berminat untuk mengetahui identitas rivalmu?”

Secara otomatis leher Woohyun bergerak kembali mengarah ke Sungyeol.

“Aku dengar,sejak semester awal dia selalu menempel dengan Sungkyu sunbae. Bahkan paman Kang pemilik kantin pun tau kalau sebenarnya Junhyung sunbae sangat menyukai Sungkyu sunbae.“

‘Brakk...’

“Jangan mulutmu!! Dia itu milikku,dan tidak ada satu pun yang boleh menyentuhnya!”

Sungyeol terhenyak.Tercengang menatap Woohyun yang masih berdiri bertolak pinggang di depannya setelah tadi sempat menggebrak meja.

Keinginan untuk memiting kepala Woohyun kian membesar saat menyadari bahwa semua orang yang ada di kantin tengah menatap mereka berdua,tidak terkecuali Sungkyu.

“Nam Woohyun...”panggil Sungyeol pelan.

“Waeyo?”

“Aku akan membunuhmu setelah kelas selesai nanti.”

.

.

.

Woohyun menaikkan satu alisnya.Meski berusaha berbohong,tapi matanya berbicara lain.Ia sangat ingin tahu lebih banyak tentang makhluk asing yang selama ini selalu saja mengekori Sungkyu.

“Aku benci mengatakan ini,tapi sebagai teman yang baik aku tetap harus mengingatkanmu.Kabar terakhir yang ku dengar,dia akan menyatakan perasaannya sebelum mereka lulus.Mungkin dalam dekat ini.”

Woohyun mendengus.Rupanya ada musuh tak terlihat yang selama ini juga mengincar Sungkyu dan bahkan sudah terlebih dahulu melakukan pergerakan bawah tanah.

“Yeol,kau harus membantuku untuk menjauhkan Gyuyie dari makhluk berbahaya itu.”

Sungyeol menggeleng prihatin.Woohyun sudah semakin keterlaluan sampai mulai mengubah nama seseorang tanpa ijin.

“Kita tidak punya waktu,Lee Sungyeol!”

Hanya kuapan lebar yang lagi-lagi diberikan oleh Sungyeol.Pemuda itu memang tidak pernah tertarik dengan topik membosankan yang satu ini.Hampir setiap hari ia harus mendengar ocehan tidak penting Woohyun karena beberapa orang asing yang terlihat berjalan bersama Sungkyu.Belum lagi kalau teman idiotnya itu tiba-tiba berteriak,mengucap sumpah untuk segera mendapatkan Sungkyu namun sampai sekarang belum menunjukkan bukti apapun.

“Kapan kau bisa sadar?Aku rasa otakmu benar-benar sudah tidak bisa diperbaiki.”

“Aku hanya sedang jatuh cinta,Yeol.Ayolah,kau juga mengerti kan bagaimana rasanya?”

Sungyeol tersenyum angkuh,”Untungnya aku tidak semalang dirimu.Sedikit bocoran, Sungjong baru saja mengirim pesan dan menyatakan kalau dia bersedia untuk menerima ajakan kencanku malam ini.”

Woohyun mulai heboh,“Lee Sungjong?Bocah ingusan itu?Ya Tuhan,kau benar-benar tertarik pada siswa tingkat 2 high school?Aku pikir kau hanya bercanda.”

“Kau yang ingusan!Aku pergi dulu,ada banyak hal yang harus kusiapkan untuk kencan pertama kami.Percuma saja berdebat dengan keturunan udang sepertimu.”

“Apa?Keturunan udang?Maksudnya aku bodoh,begitu?Yakkhh!!Kau lebih bodoh,Lee Sungyeol!!”

Sungyeol tidak perduli apapun yang dikatakan oleh Woohyun.Ia berlalu dengan cengiran lebar sambil melambai-lambaikan satu tangannya.Memberikan umpatan kepada orang yang sedang jatuh cinta sama saja dengan menunggu Woohyun untuk melupakan Sungkyu.Tidak ada gunanya.

.

.

.

Woohyun menahan nafas.Ia harus bisa mengendalikan diri agar tidak segera berlari dan menendang pemuda yang berada di sudut tangga sana.

Bukan Sungkyu,tapi pemuda yang saat ini berada bersama Sungkyu dan memberikan back hug pada namja sipit itu.

Woohyun tidak suka.Woohyun membenci Yong Junhyung.

Dengan beraninya pengganggu itu menyentuh Sungkyu-nya tanpa memperdulikan tatapan membunuh dari Woohyun sekali pun.

Woohyun harap ia bisa membunuh Junhyung saat itu juga.

Tapi tampaknya Sungkyu kurang mendukung niat kejam Woohyun yang satu ini. Bukannya menolak,Sungkyu justru tersenyum sambil menepuk-nepuk pipi Junhyung.

Kenapa kau tidak menamparnya saja?

Woohyun sudah siap untuk berjalan ke arah tangga (mungkin ia bisa berpura-pura untuk jatuh dan tidak sengaja menimpa tubuh Junghyung) tapi langkahnya langsung terhenti saat kedua pemuda yang dari tadi menjadi objeknya sudah lebih dulu berjalan menghampirinya.

Sungkyu lewat begitu saja (lagi-lagi Woohyun harus menahan nafas) sedangkan Junhyung berhenti sebentar tepat di sebelahnya.Woohyun melirik sekilas saat pemuda itu sedikit membungkuk dan membenarkan tali sepatunya.

Woohyun tidak ambil pusing dengan itu.Tapi sesaat kemudian ia bisa merasakan bisikan panas dari salah satu kaum iblis yang pernah ia temui.

“Kim Sungkyu adalah milikku!!”

Woohyun ketauan sedang mengamati Sungkyu dan tampaknya Junhyung tidak senang. Ia berbalik.Woohyun tentu tidak akan gentar dengan ancamanitu.Dengan penuh keberanian ia membalas tatapan menyeramkan dari musuhnya.

“Oke.Apapun itu,Yong Junhyung!”

.

.

.

Lupakan tentang keberanian Woohyun untuk menghadapi Junhyung tadi.

Nyatanya,saat ini ia sedang berada di dalam kamar Sungyeol dengan hidung memerah dan cairan yang tidak henti-hentinya keluar dari sana.

Owwhh...sungguh kasihan.

Dugaan kalian benar,dia sedang menangis.

“Nam Woohyun,ku bunuh kau kalau berani menetesken setitik saja ingus menjijikkanmu di kasurku!”

Sungyeol memang bukan sahabat yang baik.Bahkan saat melihat Woohyun berduka(?) seperti ini pun dia tetap acuh dan lebih tertarik untuk berdiri di depan cermin sambil menata rambutnya.

“Sudah ku bilang kan,sebaiknya kau menyerah saja.Sangat tidak mungkin untuk mengalahkan Junhyung sunbae.Kau tau kan bagaimana tipe idaman Sungkyu sunbae? Dia itu hanya tertarik pada orang yang cerdas dan pandai berbahasa asing. Sedangkan kau sendiri?Sadarlah Nam,kau tidak bisa memenuhi satu pun dari syarat itu.”

“Ya,ya...aku tau.Tapi bukan berarti Gyu-ku juga hanya akan berpacaran dengan orang sesempurna itu kan?”

“Hey,kau tidak melupakan keberadaan Yong Junhyung kan?”

Ucapkan terimakasih kepada Lee ‘Choding’ yang sudah memporak-porandakan harapannya dengan singkat.Woohyun mulai berpikir kalau sebenarnya tiang berjalan itu memilih untuk berada di pihak lawan.

Sangat tidak setia kawan menurut Woohyun.

“Jadi,”Sungyeol berbalik dengan penampilan yang sudah sangat rapi,”Sampai kapan kau akan mengacau di kamarku?”

“Kau mengusirku?Aku akan tinggal di sini sampai minggu depan.”

“Mwo??Yakkh!!Kau seperti tidak punya rumah saja.”

Woohyun mengangkat bahunya.Sepertinya membuat Sungyeol kesal akan menjadi kegiatan baru untuk melampiaskan kekecewaannya.

“Ya sudah.Aku harus segera pergi.”

“Ke mana??”

“Kau pikir ke mana lagi?Tentu saja bertemu Jongie-ku.Aku sudah janji untuk mengunjungi rumahnya hari ini.”

Sesuatu mendadak terlintas di kepala  Woohyun.

“Tunggu sebentar,aku mau ikut!”

Sungyeol hendak menolak,tapi ada rasa tidak tega mengingat teman anehnya ini sedang mengalami masalah klasik -patah hati- karena sunbae mereka.Jadi akhirnya ia mengalah dan mengiyakan permintaan Woohyun.

Sementara pemuda Nam itu diam-diam menyusun sebuah rencana untuk mengacaukan kencan Sungyeol.

Bukankah ini saat yang tepat untuk membalas dendam kepada teman yang tidak setia kawan?

Ohoho.......

.

.

.

Woohyun rasa dadanya akan segera meledak detik ini juga.

Setelah beberapa menit berdiri menunggu di depan pintu rumah Sungjong bersama Sungyeol,akhirnya benda tinggi menjulang itu terbuka dan menampakkan sesosok namja manis yang sudah membuatnya menangis bak seorang gadis beberapa jam yang lalu.

Bukan hanya Woohyun,bahkan Sungyeol pun tampak terkejut sebelum sebuah suara lembut menginterupsi mereka.

“Kau...Lee Sungyeol?”

“Nde?”Sungyeol sedikit merapikan pakaiannya,”Ne,apa kabar?Aku Lee Sungyeol.”

Pemuda sipit di depan mereka tersenyum,”Masuklah,Sungjong sudah menunggumu dari tadi.”

Dengan cepat Sungyeol melangkah mengikuti pemuda itu.Hampir saja melupakan temannya yang masih mematung antara shock dan senang.

“Hey Nam,kau mau menunggu di sini?”

Masih tidak ada pergerakan.

“Nam Woohyun!”

Masa bodoh dengan Sungyeol yang tampak mulai kesal karena tidak direspon.Detik berikutnya Woohyun bisa merasakan berjuta bunga-bunga berjatuhan di sekelilingnya.

“Woohyun-ssi,ayo kita masuk.”

Dunia mendadak berubah menjadi surga.

Untuk pertama kalinya Woohyun bisa mendengar bibir indah itu menyebutkan namanya.

Ahhh...terdengar sangat merdu.

Tapi Woohyun akan lebih bahagia jika yang keluar dari bibir indah itu adalah kata-kata cinta yang ditujukan untuknya.

.

.

.

Ini sangat membosankan,pikir Woohyun.Beberapa menit telah berlalu dan ia hanya bisa duduk menyaksikan drama romantis murahan dimana Lee Sungyeol berperan sebagai tokoh utamanya.Sungjong sedang sakit sehingga pasangan baru itu tidak bisa pergi kemana-mana.Tapi bagi Woohyun ini jauh lebih buruk karena sikap berlebihan Sungyeol justru terkuar saat mengetahui bahwa Sungjong pujaan hatinya tidak sedang baik-baik saja.

Apalagi sosok hyung manis yang tadi menyambut mereka saat baru datang tidak lagi tampak setelah itu.

Ugghhh,Woohyun ingin sekali bertanya ke mana perginya namja sipit itu.Tapi setiap kali ia memanggil nama Sungjong,Sungyeol pasti langsung memberikan tatapan bengisnya,seolah mengancam agar anak kebanggan Mr.Nam itu diam.

“Aku keluar dulu.”gumamnya sebelum beranjak dan meninggalkan kamar Sungjong.

Woohyun mengumpat untuk melampiaskan kekesalannya.Sungyeol memang pengkhianat.Setidaknya sebagai teman yang baik,dia mungkin bisa meminta Sungjong untuk memanggil Sungkyu dan menemani Woohyun,bukan?Tapi ini?

“Sudah mau pulang,ya?”

Woohyun menengok ke sumber suara.

Darahnya seperti berhenti mengalir,seluruh sendinya mendadak kaku.

“Su-Sungkyu sunbae...”

.

.

.

Itu benar-benar memalukan.Woohyun terlihat bodoh dengan mulut terbuka dan tatapan penuh takjub pada objek manis di depannya.Di sinilah mereka berada sekarang,di ruang tengah rumah minimalis milik Sungjong yang ia tinggali bersama sepupunya,Kim Sungkyu. Yuppp,Sungkyu adalah kakak sepupu Sungjong,dan Woohyun benar-benar ingin mencekik Sungyeol saat mengetahui hal itu.

Sungyeol sendiri bahkan tidak tau,padahal hampir tiap hari tiang listrik tanpa tegangan itu berkunjung ke sana.

“Jadi,kau dan Sungyeol berada di kelas yang sama?”

Woohyun menelan salivanya.Sungkyu tengah menatapnya lekat dan itu benar-benar membuatnya ingin menangis. Terlalu bahagia.

Saking gugupnya,Woohyun hanya bisa mengangguk bak burung beo peliharaan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Woohyun-ah,gwaenchana?”

Suara Sungkyu lagi-lagi menginterupsi,menatap Woohyun dengan khawatir. Fakta bahwa saat ini Sungkyu memanggilnya tanpa embel-embel –ssi dan posisi mereka sekarang.Astaga,Woohyun baru sadar kalau ternyata Sungkyu sudah berpindah tempat duduk tepat di sampingnya.Tanpa jarak.Kulit mereka bersentuhan –Sungkyu baru saja meletakkan punggung tangannya di dahi Woohyun untuk mengecek suhu tubuhnya-.

Woohyun seperti ingin pinsan.Aroma strawberry yang terkuar dari tubuh Sungkyu bagaikan obat bius yang sanggup membekapnya.

“Kau sakit?”

“Tidak apa-apa,sunbae.”

Sungkyu tersenyum bak malaikat penyembuh,”Panggil hyung saja.”

Tuhan,Woohyun seperti ingin menjambak rambutnya sendiri.Tapi tunggu,bagaimana pun dia tetap harus terlihat cool,kan?

Hingga Sungkyu kembali bersuara,“Aku juga memiliki beberapa teman dari fakultas seni.Kau kenal Yong Junhyung?”

Sigh~ haruskah Sungkyu kembali mengungkit tentang makhluk itu?

“Eum...mungkin kami bertemu sesekali.Aku tidak terlalu ingat.”–Woohyun memang tidak ada niat untuk mengingatnya.

“Junhyung itu salah satu teman dekatku.Dia juga sering berkunjung ke sini.”

Sebenarnya Woohyun benar-benar tidak mau tau tentang hal itu.Itu salah satu kenyataan menyakitkan baginya.

“Meskipun sedikit susah berinteraksi dengan orang lain,dia sebenarnya orang yang baik.”

Tentu Woohyun tidak setuju dengan pernyataan itu.Dia ingat betul bagaimana sang rival mengklaim Sungkyu sebagai miliknya.

“Kalian berdua terlihat sangat dekat.”Woohyun harus tetap menjaga agar suaranya tidak terdengar seperti orang yang sedang cemburu.

“Mungkin karena kami sudah saling mengenal sejak tahun pertama masuk universitas.”

“Aku pikir kalian memiliki hubungan khusus.”

Sungkyu tertawa ringan,”Anak itu memang sedikit manja saat kami bersama.Tapi entah kenapa dia bisa tiba-tiba menjadi sedikit galak saat bersama orang lain.”

“Ahh....begitu rupanya.”

Woohyun pura-pura mengangguk mengerti.Berita baik yang ia dapatkan adalah Sungkyu hanya menganggap Junhyung sebatas teman dan berita buruknya adalah apa yang dikatakan Sungyeol benar.Tentang Junhyung yang juga menyukai Sungkyu.

Tiba-tiba sebuah nada lembut mengalun menginterupsi keduanya.

Ponsel Sungkyu berbunyi,dan Woohyun bisa menangkap ekspresi khawatir dari paras manis itu saat melihat nama yang tertera di layar.Hingga ponsel itu berhenti berdering,Sungkyu tetap tidak menjawabnya.

Itu terjadi berkali-kali sampai Woohyun pun mulai penasaran dengan identitas si penelefon.

“Siapa?”

Sungkyu sedikit terkejut,”Akh,bukan siapa-siapa.”

“Tapi kenapa hyung tidak menjawabnya?”

“Eum...itu...hanya telfon iseng.”

Woohyun berpikir sejenak.Mungkinkah Sungkyu mendapatkan terror dari orang tidak dikenal?

Sepertinya itu tidak mungkin.Tapi Woohyun yakin kalau jawaban Sungkyu tadi hanyalah sebuah kebohongan.Atau jangan-jangan...

“Woohyun,apa kau pernah menyukai seseorang yang tidak menyukaimu?”

Hehhh??? Sudah ketahuan???

“Maksudku,kau mencintainya tapi dia hanya menganggapmu sebagai teman.”

Apa-apaan?

Jangan bilang kalau Sungkyu baru saja menolaknya secara tidak langsung!!

Penolakan dalam sebuah hubungan memang hal yang biasa,tapi hello..!!! Kalian tau kan, Woohyun bahkan belum pernah menungkapkannya sama sekali.

“Woohyun,jawab aku!!”

Justru kau yang harus menjawab tanda tanya besar dari Woohyun,Sungkyu!!

“Aku pikir kejujuran itu memang penting,tapi bagaimana pun juga aku tidak ingin menyakiti hati Junhyung.”

Eoh,jadi ini tentang Junhyung?

“Yong Junhyung yang tadi hyung katakan?”

Sungkyu mengangguk,”Dia bilang dia menyukaiku.”

Kau kalah,Nam!! Junhyung sudah memulai start lebih dulu.

“Lalu?”

“Aku sudah bilang kalau aku hanya menganggapnya sebagai teman.Hanya saja dia tidak percaya.”

“Jadi dia tetap memaksamu?? –kenapa kau tidak membunuhnya saja,hyung?-“ tapi tentu Woohyun tidak akan berani melanjutkan ucapan terakhir tadi.

“Junhyung bilang dia baru akan menyerah setelah aku menjadi milik orang lain.”

“Kau harus berkencan dengan seseorang untuk menghindarinya,begitu?”

Woohyun pura-pura bodoh.Seperti sebuah animasi bergerak,sebuah lampu dengan kekuatan ribuan volt langsung menyala dengan terang di atas kepalanya.

“Hyung,apa kau tidak pernah berpikir untuk mencari seorang pasangan?” sebuah pertanyaan penuh makna.

“Tidak semudah itu,Woohyun.”

“Benarkah? Tapi aku sudah menemukan seseorang yang sangat tepat untukmu.”

Sungkyu refleks menarik lengan Woohyun dengan semangat,sementara pemuda itu mulai tersenyum tidak jelas.

“Jinjja?? Apa orang itu mau berpura-pura menjadi kekasihku?”

Woohyun menggeleng cepat,”Kenapa harus berpura-pura? Dia justru berharap bisa menjadi kekasih sungguhanmu.”

Alis Sungkyu terangkat,dengan memicingkan mata ia seolah menuntut Woohyun agar segera mengakhiri permainan teka-teki ini.

Sementara Woohyun harus berjuang mengatur detak jantungnya yang tidak lagi bisa terkontrol sambil terus berteriak dalam hati,”Come on,Nam Woohyun!! Sekarang atau tidak sama sekali!!!”

“Jadi siapa?”

Woohyun rasa sebentar lagi dia akan mati karena sudah menahan nafas terlalu lama.

“Woohyun,jangan bercanda!”

“………………”

“Wooh-“

“Hyung,bagaimana kalau aku saja?”





END......


SILAKAN BASH DAN KRITIK KALO ADA YG GAK SUKA SAMA STORY DAN AUTHORNYA..!!!!! NGOMONG LANGSUNG ITU JAUH LEBIH BAIK DARIPADA CM NYINDIR" GAK JELAS ATAU MALAH DIOMONGIN KE ORANG LAIN. SAYA GAK MAKAN ORANG,OKE?? JADI KALO ADA YG KURANG BERKENAN TINGGAL BILANG. SIMPLE,KAN????


~Archie~



No comments: