My
Lovely Fiance | part 3 | by member Initial R
Setelah makan, sunggyu dan
dongwoo ikut berkumpul diruang TV bersama woohyun,soeryong dan juga jiae.
Sunggyu duduk disebelahdongwoo, sedangkan woohyun duduk dengan jiae dan
soeryong yang duduk di sofatunggal. Jiae sengaja duduk disebelah woohyun agar
sunggyu tidak bisa dudukdisebelah namja itu. dengan sesekali menempelkan badan
mereka yang takberjarak, jiae membuat seolah-olah mereka memang tak bisa
membuat sedikit spacekarena sofa nya terlalu kecil. Ia ingin membuat sunggyu
cemburu karenakedekatan duduknya dengan woohyun, akan tetapi yang dia lihat
justru sunggyuyang biasa saja dan dapat ia lihat tatapan membunuh woohyun
kearah dongwoo yangsejak tadi memperhatikan sunggyu dan dongwoo yang bercanda bersama.
Soeryong sedari tadi
memperhatikan woohyun yang melihattak suka kearah dongwoo namun ia hanya diam
dan terus memperhatikan. dia sendiri menyadari tatapan cemburu
yangdilayangkan woohyun kearah dongwoo dan sunggyu, tapi ia bukan type orang
yangsuka ikut campur urusan orang lain kecuali ia dimintai bantuan dari orang
itu.soeryong juga memperhatikan jiae yang terus saja menempel pada woohyun,
diatahu jika selama ini jiae menyukai woohyun. bahkan dari jaman-jaman
mereka kuliah dulu, namunsepertinya woohyun tak terlalu menanggapi apa yang
dilakukan jiae untuknyameski itu karena cinta sekalipun. Karena bagi namja nam
itu, dirinya sudah dikutuk untuk terus menempel dan mencintai sunggyu seorang.
Soeryong menilai sunggyu
sebagai gadis yang baik danpolos. Namun kadang juga menjengkelkan karena sifat
manja dan kekanankannya.Tetapi ia rasa itu semua wajar di usianya yang masih
belia, apalagi ia hidupjauh dari orang tuanya dan hanya bergantung pada
woohyun. jadi pantas saja,jika sunggyu bersikap lebih manja dan kekanakan pada
sahabatnya itu.
Menurutnya sikap sunggyu
yang kekanakan dan manja inilahyang justru akan menghambat kelangsungan
hubungannya dengan woohyun. jika iaboleh memberi saran, sunggyu seharusnya bisa
menempatkan sifatnya yang manjahanya dihadapan woohyun saja dan selain itu ia
harus bisa menyembunyikan ketidaksukaannyadengan apapun itu jika dihadapan
orang banyak.
~oOo~
TITLE
: MY LOVELY FIANCE (CHAP 3)
CAST
: NAM WOOHYUN (N) KIMSUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y)
JANG DONGWOO (N)
RATED
: T+
GENRE
: ROMANCE,SAD,GS
WARNING
: INI ADALAH REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN JUDUL YANG SAMAKARYA AUTHOR
“CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH BACA VERSIKYUMINNYA, JANGAN
MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH MEMINTA IJIN KE
AUTHORNYA UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK. SATU LAGI INI MASIH
SAHATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYA MEMINJAM CERITANYA
UNTUKDIGANTI CAST WOOGYU.
~oOo~
“Oppa apa kausudah punya
pacar?”sunggyu
bertanya pada dongwoo yang membuat ketiga orang disana–woohyun,soeryong dan
jiae- menatap kearahnya dengan tatapan bertanya.
“Belum” jawab dongwoo.
“Benarkah?” tanya sunggyu antusias.
“Ne, wae?” sunggyu mendekatkan
duduknyakearah dongwoo dan membisikkan sesuatu ketelinga namja unik tersebut
agar takterdengar oleh woohyun dan kedua temannya. Bodohnya sunggyu, tentu saja
takterdengar tapi itu cukup menimbulkan kecurigaan bagi woohyun yang sejak
taditak bisa dikatakan ‘calm down’ itu.
“Kau mau tidak ku jodohkan
dengan sahabatku yang kemarinaku kenalkan ke kalian, dia juga belum punya pacar
dan sepertinya diamenyukaimu”bisik sunggyu ketelinga dongwoo.
“Jeongmal?” Tanpa sadar dongwoo
menjawabbisikan sunggyu dengan suara lantang. Sontak itu membuat woohyun yang
sejaktadi memperhatikan ulah mereka berdua menjadi bertambah penasaran dan
PANAS.Namja unik itu tanpa sengaja menggenggam tangan sunggyu karena
sakingbahagianya. Woohyun makin menggeram dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.
“Tentu saja aku mauuu” jawab dongwoo jadi
berbisik setelahsadar bahwa ia menjadi tatapan teman-temannya.
Woohyun benar-benar sudah
di ujung tanduk, ia kianmengepalkan tangannya hingga buku tangannya memutih.
Melihat itu soeryong yangsejak tadi memperhatikan woohyun berinisiatif untuk
segera membawa dongwoopergi dari sini.
“Ah, sepertinyasudah sore.
Kita harus pulang sekarang. Kajja dongwoo-ah, jiae-ah” soeryong dengan
sengajaberdiri dari duduknya dan menyeret dongwoo untuk ikut pulang dengannya.
“Yak Hyuuung,kenapa pulang
sekarang? Aku masih ingin berbicara dengan sunggyu” begitu polosnya
dongwooberbicara ingin ‘berbicara dengan sunggyu’ tanpa menyadari aura iblis
dariwoohyun. soeryong melihat itu dan segera menarik dongwoo agar segera
keluardari apartemen woohyun.
“Lebih baik kitapulang,
kita sudah terlalu lama disini. Kajja jiae-ah” jiae pun bangkit
dari duduknya danmemandang soeryong bingung. “tadi katanya kita akan
disini sampai malam”batinnya.
“Hyun, kamipulang dulu ya.
Terima kasih sudah mengijinkan kami berkunjung di apartemenkalian”soeryong menepuk bahu
woohyun dan hanya dibalas anggukan saja dari woohyun.
“CamkkamanHyung”dongwoo melepaskan
cengkraman soeryong di pundaknya dan kembali menghampirisunggyu yang masih
duduk di sofa yang mereka duduki tadi. Dongwoo mengambilponselnya lalu
memberikannya pada sunggyu.
Sunggyu mengerutkan
keningnya, namun dongwoo cepatmenerangkan maksud tujuannya.
“Gyu berikannomor
ponselmu, kita masih harus bicara lebih banyak soal tadi” sebelum mengambil
ponseldongwoo, sunggyu tersenyum sebentar lalu mengetikkan nomor ponselnya
disana danmenyimpannya di nomor kontak dongwoo.
Setelah selesai ia
mengembalikannya lagi kepada dongwoo.Woohyun makin geram, soeryong semakin
cemas dengan keselamatan dongwoo. ‘bodohsekali pria itu! dimana otaknya’ batin
soeryong ketar-ketir sendiri melihatkepolosan dongwoo yang dapat membangkitkan
iblis dalam diri woohyun.
“aku akanmengirimimu
pesan, okey? Baiklah kalau begitu kami pulang dulu. Anyyeong” soeryong pun menarik
tangan dongwoo untuk segera keluardari sana. Setelah semua teman-temannya
pulang, woohyun segera menutup pintuapartemennya.
BLAM
Namja itu membalikkan
badannya dan menatap sunggyu yangmasih duduk santai di tempatnya tadi. Ia
mengusap wajahnya kasar. Aura iblisdalam dirinya belum sepenuhnya menguap,
bahkan sebagian sudah mengepulkanasapnya melalui tatapannya kearah sunggyu.
“Sudah puas!” sunggyu menatap
woohyunbingung. Ia mengedipkan matanya beberapa kali dengan kening mengerut.
“Huh? puas apa?” tanyanya polos.
Woohyunberdecih dan berkacak pinggang.
“Masih bertanyapuas apa?
Mengataiku tak peka tapi kau sendiri juga tak peka. Kau tak sadardengan
kelakuanmu tadi?”
“Apa yang kaukatakan?
Memangnya aku melakukan apa?” sunggyu masih marah dengan woohyun,ia
bahkan masih malas berbicara dengan namja itu. maka dengan acuhnya
iameninggalkan woohyun ke kamarnya. Sementara Woohyun sendiri menatap
sinispunggung sunggyu dan mengikuti gadis itu kekamarnya.
BRAK!
Woohyun membanting pintu
kamar sunggyu dengan kerashingga membuat sunggyu terkejut dan reflek membalikan
badannya. Gadis itumerasakan ada aura aneh disekeliling tunangannya.
Dengan takut ia memberanikan diri untukmenatap wajah woohyun.
“Sudah
puas,bermesra-mesraan dengan dongwoo heum?” sunggyu membulatkan
matanya saat tahumaksud woohyun.
“Aku
takbermesra-mesraan” sanggahsunggyu dengan lantang. Woohyun menghampiri sunggyu dan
mencengkeram keduabelah bahu sunggyu hingga membuat gadis itu meringis
kesakitan.
“Hyunsakiiiiitttt
lepaskaaaannn”sunggyu mulai merengek kesakitan, menyadari itu woohyun pun
melepaskancengkeramannya. “aku tak ada apa-apadengan dongwoo, Kenapa kau
mencurigainya yang merupakan sahabatmu sendiri huh?Seharusnya aku yang menaruh
curiga antara kau dan jiae! Kalian selalu dudukmenempel satu sama lain tanpa
memperdulikan perasaanku! Aku tak suka saat kaumengantarkannya kesana-sini
sedangkan kau menyuruhku yang merupakan tunanganmu untukpulang sendiri! Aku
tahu kau sangat menikmati kedekatanmu dengan jiae! Dan akumuak denganmu!” setetes
cairan bening merembes keluar dari kedua bola matasunggyu. gadis itu menangis.
Ia selalu heran kenapa woohyun yang merupakan tunangannyasendiri selalu saja
bisa membuatnya menangis. “Aku tak yakin jika kau memang mencintaiku,
seharusnya jika kau takmencintaiku kau tak perlu memintaku untuk menjadi
tunanganmu. Mungkin yangdikatakan jiae memang benar, kau salah memilih
tunangan” sambung sunggyudengan sesegukan dan mengelap kasar air
matanya dengan telapak tangannya.
Woohyun hanya bungkam dan
tak berani menyentuh sunggyumeski hanya untuk mengelus bahu gadis itu. ia
menyadari betapa bodohnya ia yangsudah mencemburui tunangan dan sahabatnya
sendiri. Bahkan ia juga tak tahu jikaselama ini sunggyu sangat sakit melihatnya
berdua dengan jiae.
“Aku lelah,sebaiknya kau
keluar” setelahitu sunggyu langsung membaringkan badannya di atas ranjang
dan membungkusseluruh badannya dengan selimut tebal miliknya. Woohyun membuang
nafasnya kasaria hanya bisa memandangi tubuh sunggyu yang terbungkus selimut
dengan pandanganlirih.
Dengan pelan woohyun
menghampiri sunggyu diatasranjangnya lalu duduk disebelah gadis itu. “Akuminta
maaf” ujarnya setengah berbisik. Namun ia yakin sunggyu
dapatmendengarnya. “Aku benar-benar mintamaaf. Maafkan aku”
SRET
Sunggyu membuka penutup
tubuhnya dan memandang woohyundengan pandangan penuh air mata.
“Aku tak yakinHyun, aku
tak yakin jika kau memang merasa bersalah. Justru kupikir kau lelahdenganku
yang kekanakan dan manja. Kau lelah karena ulahku yang memuakkan dan akutahu
kau lelah dengan anak ingusan sepertiku yang tak se-sexy jiae dan
takse-cahhhmmmmppphh” ucapansunggyu terhenti saat tiba-tiba woohyun membungkam mulutnya
dengan ciumannya.Jantung sunggyu berdetak lebih cepat, ini adalah ciuman
pertamanya sekaligusciuman pertama woohyun yang diberikan kepadanya setelah 1
tahun bertunangan.Tubuhnya melemas mendapatkan serangan yang menyenangkan di
setiap sekujurtubuhnya terlebih di area bibirnya yang secara tiba-tiba
dilakukan olehtunangannya sendiri. Bibir woohyun begitu lembut namun sedikit
kasar saatmenciumnya membuatnya merasakan sensasi hangat dan lembab disaat
yangbersamaan.
Setelah beberapa menit
mencium gadisnya, woohyunmelepaskan ciumannya pada bibir sunggyu. sejenak
mereka saling bertatapanmenyelami kedua manik masing-masing. Semburat merah
menguar begitu saja daripipi keduanya, woohyun cepat membuang tatapannya ke
arah lain setelah itu iaberlalu meninggalkan sunggyu yang memandang bingung ke
arahnya.
~oOo~
BLAM
Sunggyu baru tersadar jika
woohyun sudah tak ada dikamarnya saat mendengar bunyi pintu yang ditutup oleh
woohyun. meski bingung iasendiri juga merasakan bahagia yang luar biasa. Maka
ia tersenyum-senyumsendiri sore itu. saking senangnya sunggyu sampai
meloncat-loncat diatasranjangnya.
“Kyaaaa!!!!Woohyun
menciumku!!!!! Omoo!!! Ya Tuhaaaaannn!!! Aku bahagia
sekaliiiiii!!!!Kyaaaa” sunggyumenghempaskan begitu saja
tubuhnya keatas kasur yang secara otomatis membuattubuhnya membal beberapa
kali. Gadis itu lalu menendangkan kakinya ke udarakemudian meraih bantal dan
menggigit ujungnya dengan gemas. Ia menyembunyikan wajahnya di balik
bantalkarena malu sekaligus bahagia karena ciuman yang diberikan woohyun
barusan.
“Jongie harustahu!”ucapnya lalu segera
mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas mejabelajarnya. Dengan cepat ia
mendial nomor sungjong disana.
Tuuut~
Bunyi nada panggilan dari
sebrang sana mulai terdengardan sunggyu sungguh tak sabar untuk mendengar suara
sungjong.
“Halo?” terdengar suara
sungjong tak lama setelah nadapanggilan. Untuk sesaat gadis sipit itu belum
bisa mengontrol emosinya karenaterlalu senang. Dan di detik selanjutnya ia
mulai bisa menguasai dirinya. Iamembuang nafasnya dengan pelan lalu mulai
berucap.
“KyaaaJongieeee!!!”teriaknya yang menimbulkan
nada umpatana dari sungjong di sebrang sana.
“Yak! Yak! Jangan berteriak!
Aku belum mau tuli!”cibirsungjong, namun sunggyu tak terlalu peduli.
“Hihihi habisnyaAku senang
sekaliiiiiii!!!”
“Kau kenapa? Kau habis
dibelikan boneka mr.hammie yangbanyak dari woohyun ya?”tebak sungjong,
mengira-ngira gambaran atas kebahagiaan sunggyu. sunggyumenggeleng dan tentu
saja sungjong tak dapat melihatnya.
“Bukan ituuuu” rengeknya.
“Woohyun mengajakmu kencan
?” sunggyu
menggeleng lagi danmenggigit ibu jarinya.
“Bukan jugaaa!”
“Dia memberimu permen
kapas yang besaaaar?”
“Bukaaaaan”
“Ah baiklah aku menyerah.
Lalu?” sunggyu tersenyum sebentardan merasakan darahnya menghangat
seketika saat ingatannya kembali ke insidenciuman tadi.
“Woohyunmenciumku! Kyaaa
aku maluuuu” ujarnyasebelum menyembunyikan wajahnya pada tangan kirinya karena
malu. Sesaat tak adarespon dari sungjong yang membuat sunggyu mengerinyit.
“Jong apa kaumasih
disana?”
“Kau bercandakan?” sunggyu
mengerucutkan bibirnya kesal.
“Tentu sajatidak! Woohyun
benar-benar menciumku di bibir dan bukan dipipi ataupun dikening. INI
BENAR-BENAR DI BIBIR!” gadis itu berujar menekankan kata-katanya pada
akhirkalimatnya.
“Benarkah? Kenapa bisa
begitu? Kau memaksanya ya?”
“Ishh aku tidakmemaksanya!
Tadi teman-teman woohyun datang kesini dan aku berbicara terusdengan dongwoo
oppa makanya dia cemburu terus dia marah-marah lalu akumemarahinya dan dia
menciumku”
“Kau berbicaradengan
dongwoo terus? apa kau menyukainya gyu?” ada nada kegelisahan dari
penuturansungjong kali ini. gadis itu berharap jika sunggyu tak menaruh hati
pada namjaunik teman woohyun yang kemarin ia kenal itu. sunggyu mendesah
sebentar danmembawa tubuhnya untuk bercermin di kaca gantung miliknya. Dapat ia
lihatpipinya yang masih merona karena terus mengingat moment menakjubkan tadi.
“Tentu saja tidak!Justru
dari tadi kami membicarakanmu!” sungjong tersedak di ujung
sana.
“Uhuk! Aku? Kenapa aku
yang kalian bicarakan? Kaumenjelek-jelekkan ku didepannya ya?”
“Bukan! Ishhh! Kauini!
selalu saja menuduhku yang bukan-bukan!” umpat sunggyu kesal
denganmengerucutkan bibirnya.
“Lalu?”
“Aku berniatmenjodohkanmu
dengannya, bagaimana apa kau mau? Kulihat dia juga menyukaimu” meski sunggyu tak
dapatmelihat ekspresi malu-malu dan bahagia dari sungjong tapi sunggyu tahu
jikasaat ini sungjong tengah berbunga-bunga karena ia tahu jika sahabatnya itu
jugamenyukai dongwoo. Sunggyu kian mengerucutkan bibirnya kala sungjong tak
lagimembalas ucapannya. “Bagaimana? Kau mautidak? Jika kau tak mau
katakan saja aku bi-...”
“Eh! A-aku m-mau...” jawab sungjong
dengan malu-malu. Sunggyuberteriak girang setelahnya.
“Bagus! Akuharap kalian
bisa cepat-cepat pacaran hehe. Ya sudah aku tutup dulu telponnya.Sampai bertemu
di sekolah”
“Iya”
PIP!
Setelah menutup telponnya
sunggyu langsung merebahkantubuhnya diatas kasur, terlentang menatap
langit-langit kamarnya sambil terussaja salah tingkah dengan menutup wajahnya
menggunakan bantal.
~oOo~
BLAM
Woohyun menutup pintu
kamarnya setelah masuk kedalamnya.Dia meraba dada sebelah kirinya yang
berdenyut kian cepat. Pipinya masihmemerah dengan nafas yang tersendat-sendat.
Ia tak pernah merencanakan akanmencium sunggyu, tadi dia emosi dan tak tahu
kenapa tiba-tiba saja tubuhnyasudah memanfaatkan emosinya untuk mencium
sunggyu.
Tanpa sadar pria itu
meraba bibirnya sendiri sambiltersenyum salah tingkah.
“Aku masih bisamerasakannya” gumamnya.Woohyun berjalan
kearah kasur dan merebahkan dirinya lalu memejamkan matanyadan tak lama ia
tersenyum mengingat kejadian tadi, bagaimana saat bibirnyabergerak kasar diatas
bibir sunggyu lalu melumat bibir gadis itu yang bahkansangat lembut melebihi
kapas.”Aku inginmerasakannya lagi Aish!”umpatnya frustasi.
Woohyun
membukamatanya secara tiba-tiba, reflek ia mendudukkan badannya
danmenggeleng-gelengkan kepalanya keras.
“Tidak! Akutidak boleh
terus memikirkannya! Bisa-bisa aku menghamilinya sebelum menikah.Tidak! Itu
tidak boleh terjadi!” woohyun menggiring langkahnya untuk sampai ke mejakerjanya.
“Lebih baik akumengerjakan
pekerjaanku daripada terus dikuasai nafsuku” katanya seraya
menghidupkanlaptop miliknya.
Woohyun mengusap wajahnya
kasar kemudian mulaimemfokuskan pikirannya pada beberapa dokumen perusahaannya.
~oOo~
Seperti biasa, karena
sunggyu tidak pernah diijinkanwoohyun untuk menyalakan kompor apalagi sampai
memasak jadilah woohyun yangmemasak untuk sarapan mereka pagi ini. lelaki itu
sudah terbiasa jika harus hidupmandiri begini. Dulu sebelum ia tinggal bersama
sunggyu, dirinya juga sudahdiajarkan oleh kedua orang tuanya untuk hidup
mandiri hingga dirinya yangmerupakan seorang lelaki yang pada umumnya tidak
bisa memasak jadi pandaimemasak.
Suasana sarapan pagi itu
sangat canggung, dimana keduanyatak bersuara sedari tadi. Woohyun sesekali
melirik sunggyu yang sudahmenghabiskan sarapannya dengan mengutak-atik
ponselnya.
“Ehem!” woohyun berdehem
demimendapatkan perhatian sunggyu, namun gadis itu tidak bergeming dan tetap
memperhatikanlayar ponselnya.
“Sayang, apayang kau lihat
di layar ponselmu?” seketika ingatan tentang dongwoo yang berjanji akanmengirimi
sunggyu SMS kembali berputar di otaknya. woohyun melihat dengan wajahcuriga,
sementara sunggyu yang ditatap sedemikian rupa dari tunangannya menjadikikuk
sendiri.
“Tidak ada” balasnya singkat dan
kembalimenatap ponselnya.
“Lalu kenapapandanganmu
terus tertuju kesana?” tanya woohyun dengan curiga.
Sunggyu menggigit bibirnyasebeum menatap woohyun. ia cepat menyambar tas nya
dan berdiri.
“Jika sudahselesai aku
menunggumu dibawah. Kita berangkat bersama” sunggyu berlari kearah
pintudan meninggalkan woohyun yang masih bertanya-tanya akan perubahan
sikapgadisnya. Dengan helaan nafas berat woohyun menyusul sunggyu.
Keduanya diam saat dalam
perjalanan menuju sekolahsunggyu. woohyun melirik sunggyu yang hanya diam sambi
bertopang dagu melihatpemandangan diluar kemudian ia melihat jam nya yang
ternyata masih pukul 06.30 pagiitu artinya masih ada 30 menit lagi sebelum
sekolah sunggyu dimulai.
Woohyun menghentikan laju
mobilnya secara tiba-tiba yang membuatsunggyu menengok kearahnya dengan tatapan
bingung.
“Kenapa berhentidisini?”tanya gadis itu bingung.
Woohyun tidak menjawab dan melepas sabuk pengamannya.
“Kau marah ya?” tanya pria itu saat
sudahmelepasnya dan menatap sunggyu lekat-lekat. Sunggyu hanya mengerutkan
keningnyasebelum kembali berucap.
“Marah? Nugu?” balasnya yang masih
berupapertanyaan yang ia layangkan untuk woohyun disebelahnya.
“Kau” balas woohyun
singkat.
“Kenapa akuharus marah?
Bukankah kau sudah minta maaf kemarin?” tanya sunggyu sambil
memiringkankepalanya.
“Eummm bukanitu... I-ini
soal ciuman kemarin.. Aku kira kau marah” ujar woohyun gugup
danmengalihkan tatapannya kedepan seraya menempelkan kepalanya di jok mobilnya.
Sunggyu tersenyum sebentar
lalu menggenggam jemari kananwoohyun. sontak woohyun kembali menolehkan
kepalanya menghadap sunggyu.
“Kenapa akuharus marah?
Justru aku senang karena akhirnya kau menciumku. Setelah 8 tahunkita bersama
dan 1 tahun bertunangan kautak pernah menciumku. Pernahpun kau hanya
memberi ciuman di pipi dan kening,selama ini aku tak benar-benar merasakan jika
aku memang tunanganmu. Tapi sekarangaku senang karena kau membuatku merasa jika
aku memang benar-benar tunanganmukarena ciumanmu kemarin”aku sunggyu sambil
memainkan jari-jarinya yang membungkam jari besar woohyun.
“Jadi kau takmarah?” tanyawoohyun lagi
untuk memastikan sunggyu hanya menggeleng polos.
“Aku kira kaumarah karena
aku merebutnya secara paksa darimu, maaf”
“Tidak apa-apa,aku senang
kau melakukannya sudah lama aku menantikan itu tapi kau tak
kunjungmemberikannya padaku”
“Kupikir kau marah,saat
melihat tingkah gusarmu pagi tadi membuatku merasa bersalah”
“Gwencana” balas sunggyu dengan senyuman.
“Aku tidakmendengar suara
manjamu pagi ini, sudah berubah menjadi dewasa eoh?” kekeh woohyun pelan
sebeummengusap surai kelam sunggyu.
“Hyuuuuun!Menyebalkan
mengacaukan suasana saja!” umpat sunggyu sebal dan melemparkantangan woohyun dengan
kasar. Woohyun tertawa ringan melihat sunggyu yangmerengut.
“Heum tetaplahseperti ini,
jadilah kim sunggyu ku yang manja dan suka merengek”
“Apa enaknyamempunyai
tunangan yang manja dan suka merengek”
“Akumenyukainya” sunggyuberdecih sebentar
lalu kembali teringat oleh alasan woohyun marah padanyakemarin.
“Hyun sebenarnyakemarin
kau salah paham. Aku dan dongwoo oppa tidak bermesraan. Kami hanyamembicarakan
seputar dongwoo oppa dan sungjong” woohyun tak menjawab dan
tersenyum.Tangannya terulur untuk merapihkan poni sunggyu yang menutupi mata
gadis itu.
“kami sepakatuntuk
merencanakan perjodohan untuknya dan jongie, aku bersumpah!” sunggyu berujar
denganmengangkat kedua jari nya membentuk huruf ‘V’. Woohyun terkekeh pelan.
“Iya akupercaya”balas woohyun seraya terus
tersenyum hingga sunggyu ikut tersenyum.
“Syukurlah, akuharap kau
tak salah paham lagi dan mendukung mereka untuk bisa berpacaran danbertunangan
seperti kita”woohyun mengangguk melepaskan tangannya dan kembali memasang sabuk
pengamannyakemudian menstarter mesin mobilnya untuk mengantarkan sunggyu
sekolah. “Kajja kita berangkat, aku tak maumembuatmu dihukum karena
terlambat”
TBC
No comments:
Post a Comment