Saturday, March 26, 2016

Review - My Lovely Fiance (Chapter 3)

My Lovely Fiance | part 3 | by member Initial R
Setelah makan, sunggyu dan dongwoo ikut berkumpul diruang TV bersama woohyun,soeryong dan juga jiae. Sunggyu duduk disebelahdongwoo, sedangkan woohyun duduk dengan jiae dan soeryong yang duduk di sofatunggal. Jiae sengaja duduk disebelah woohyun agar sunggyu tidak bisa dudukdisebelah namja itu. dengan sesekali menempelkan badan mereka yang takberjarak, jiae membuat seolah-olah mereka memang tak bisa membuat sedikit spacekarena sofa nya terlalu kecil. Ia ingin membuat sunggyu cemburu karenakedekatan duduknya dengan woohyun, akan tetapi yang dia lihat justru sunggyuyang biasa saja dan dapat ia lihat tatapan membunuh woohyun kearah dongwoo yangsejak tadi memperhatikan sunggyu dan dongwoo yang bercanda bersama.
Soeryong sedari tadi memperhatikan woohyun yang melihattak suka kearah dongwoo namun ia hanya diam dan terus memperhatikan.  dia sendiri menyadari tatapan cemburu yangdilayangkan woohyun kearah dongwoo dan sunggyu, tapi ia bukan type orang yangsuka ikut campur urusan orang lain kecuali ia dimintai bantuan dari orang itu.soeryong juga memperhatikan jiae yang terus saja menempel pada woohyun, diatahu jika selama ini jiae menyukai woohyun. bahkan dari  jaman-jaman mereka kuliah dulu, namunsepertinya woohyun tak terlalu menanggapi apa yang dilakukan jiae untuknyameski itu karena cinta sekalipun. Karena bagi namja nam itu, dirinya sudah dikutuk untuk terus menempel dan mencintai sunggyu seorang.
Soeryong menilai sunggyu sebagai gadis yang baik danpolos. Namun kadang juga menjengkelkan karena sifat manja dan kekanankannya.Tetapi ia rasa itu semua wajar di usianya yang masih belia, apalagi ia hidupjauh dari orang tuanya dan hanya bergantung pada woohyun. jadi pantas saja,jika sunggyu bersikap lebih manja dan kekanakan pada sahabatnya itu.
Menurutnya sikap sunggyu yang kekanakan dan manja inilahyang justru akan menghambat kelangsungan hubungannya dengan woohyun. jika iaboleh memberi saran, sunggyu seharusnya bisa menempatkan sifatnya yang manjahanya dihadapan woohyun saja dan selain itu ia harus bisa menyembunyikan ketidaksukaannyadengan apapun itu jika dihadapan orang banyak.
~oOo~
TITLE                         : MY LOVELY FIANCE  (CHAP 3)
CAST                          : NAM WOOHYUN (N) KIMSUNGGYU (Y) KIM KIBUM (Y) LEE HOWON (N) LE SUNGJONG (Y) JANG DONGWOO (N)
RATED                       : T+
GENRE                       : ROMANCE,SAD,GS
WARNING                  : INI ADALAH  REMAKE DARI FF KYUMIN DENGAN JUDUL YANG SAMAKARYA AUTHOR “CHO OCEAN” DI FFN. JADI KALAUPUN ADA YANG PERNAH BACA VERSIKYUMINNYA, JANGAN MENGHUJAT SAYA SEORANG PLAGIAT YA. SAYA SUDAH MEMINTA IJIN KE  AUTHORNYA UNTUK MEREMAKE INI MENJADI VERSI WOOGYU KOK. SATU LAGI INI MASIH SAHATAS HAK CIPTANYA AUTHOR ‘CHO OCEAN’ SAYA HANYA MEMINJAM CERITANYA UNTUKDIGANTI CAST WOOGYU.
~oOo~

“Oppa apa kausudah punya pacar?”sunggyu bertanya pada dongwoo yang membuat ketiga orang disana–woohyun,soeryong dan jiae- menatap kearahnya dengan tatapan bertanya.
“Belum” jawab dongwoo.
“Benarkah?” tanya sunggyu antusias.
“Ne, wae?” sunggyu mendekatkan duduknyakearah dongwoo dan membisikkan sesuatu ketelinga namja unik tersebut agar takterdengar oleh woohyun dan kedua temannya. Bodohnya sunggyu, tentu saja takterdengar tapi itu cukup menimbulkan kecurigaan bagi woohyun yang sejak taditak bisa dikatakan ‘calm down’ itu.
“Kau mau tidak ku jodohkan dengan sahabatku yang kemarinaku kenalkan ke kalian, dia juga belum punya pacar dan sepertinya diamenyukaimu”bisik sunggyu ketelinga dongwoo.
“Jeongmal?” Tanpa sadar dongwoo menjawabbisikan sunggyu dengan suara lantang. Sontak itu membuat woohyun yang sejaktadi memperhatikan ulah mereka berdua menjadi bertambah penasaran dan PANAS.Namja unik itu tanpa sengaja menggenggam tangan sunggyu karena sakingbahagianya. Woohyun makin menggeram dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.
“Tentu saja aku mauuu” jawab dongwoo jadi berbisik setelahsadar bahwa ia menjadi tatapan teman-temannya.
Woohyun benar-benar sudah di ujung tanduk, ia kianmengepalkan tangannya hingga buku tangannya memutih. Melihat itu soeryong yangsejak tadi memperhatikan woohyun berinisiatif untuk segera membawa dongwoopergi dari sini.
“Ah, sepertinyasudah sore. Kita harus pulang sekarang. Kajja dongwoo-ah, jiae-ah” soeryong dengan sengajaberdiri dari duduknya dan menyeret dongwoo untuk ikut pulang dengannya.
“Yak Hyuuung,kenapa pulang sekarang? Aku masih ingin berbicara dengan sunggyu” begitu polosnya dongwooberbicara ingin ‘berbicara dengan sunggyu’ tanpa menyadari aura iblis dariwoohyun. soeryong melihat itu dan segera menarik dongwoo agar segera keluardari apartemen woohyun.
“Lebih baik kitapulang, kita sudah terlalu lama disini. Kajja jiae-ah” jiae pun bangkit dari duduknya danmemandang soeryong bingung. “tadi katanya kita akan disini sampai malam”batinnya.
“Hyun, kamipulang dulu ya. Terima kasih sudah mengijinkan kami berkunjung di apartemenkalian”soeryong menepuk bahu woohyun dan hanya dibalas anggukan saja dari woohyun.
“CamkkamanHyung”dongwoo melepaskan cengkraman soeryong di pundaknya dan kembali menghampirisunggyu yang masih duduk di sofa yang mereka duduki tadi. Dongwoo mengambilponselnya lalu memberikannya pada sunggyu.
Sunggyu mengerutkan keningnya, namun dongwoo cepatmenerangkan maksud tujuannya.
“Gyu berikannomor ponselmu, kita masih harus bicara lebih banyak soal tadi” sebelum mengambil ponseldongwoo, sunggyu tersenyum sebentar lalu mengetikkan nomor ponselnya disana danmenyimpannya di nomor kontak dongwoo.
Setelah selesai ia mengembalikannya lagi kepada dongwoo.Woohyun makin geram, soeryong semakin cemas dengan keselamatan dongwoo. ‘bodohsekali pria itu! dimana otaknya’ batin soeryong ketar-ketir sendiri melihatkepolosan dongwoo yang dapat membangkitkan iblis dalam diri woohyun.
“aku akanmengirimimu pesan, okey? Baiklah kalau begitu kami pulang dulu. Anyyeong” soeryong pun  menarik tangan dongwoo untuk segera keluardari sana. Setelah semua teman-temannya pulang, woohyun segera menutup pintuapartemennya.
BLAM
Namja itu membalikkan badannya dan menatap sunggyu yangmasih duduk santai di tempatnya tadi. Ia mengusap wajahnya kasar. Aura iblisdalam dirinya belum sepenuhnya menguap, bahkan sebagian sudah mengepulkanasapnya melalui tatapannya kearah sunggyu.
“Sudah puas!” sunggyu menatap woohyunbingung. Ia mengedipkan matanya beberapa kali dengan kening mengerut.
“Huh? puas apa?” tanyanya polos. Woohyunberdecih dan berkacak pinggang.
“Masih bertanyapuas apa? Mengataiku tak peka tapi kau sendiri juga tak peka. Kau tak sadardengan kelakuanmu tadi?”
“Apa yang kaukatakan? Memangnya aku melakukan apa?” sunggyu masih marah dengan woohyun,ia bahkan masih malas berbicara dengan namja itu. maka dengan acuhnya iameninggalkan woohyun ke kamarnya. Sementara Woohyun sendiri menatap sinispunggung sunggyu dan mengikuti gadis itu kekamarnya.
BRAK!
Woohyun membanting pintu kamar sunggyu dengan kerashingga membuat sunggyu terkejut dan reflek membalikan badannya. Gadis itumerasakan ada aura aneh disekeliling tunangannya.  Dengan takut ia memberanikan diri untukmenatap wajah woohyun.
“Sudah puas,bermesra-mesraan dengan dongwoo heum?” sunggyu membulatkan matanya saat tahumaksud woohyun.
“Aku takbermesra-mesraan” sanggahsunggyu dengan lantang. Woohyun menghampiri sunggyu dan mencengkeram keduabelah bahu sunggyu hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.
“Hyunsakiiiiitttt lepaskaaaannn”sunggyu mulai merengek kesakitan, menyadari itu woohyun pun melepaskancengkeramannya. “aku tak ada apa-apadengan dongwoo, Kenapa kau mencurigainya yang merupakan sahabatmu sendiri huh?Seharusnya aku yang menaruh curiga antara kau dan jiae! Kalian selalu dudukmenempel satu sama lain tanpa memperdulikan perasaanku! Aku tak suka saat kaumengantarkannya kesana-sini sedangkan kau menyuruhku yang merupakan tunanganmu untukpulang sendiri! Aku tahu kau sangat menikmati kedekatanmu dengan jiae! Dan akumuak denganmu!” setetes cairan bening merembes keluar dari kedua bola matasunggyu. gadis itu menangis. Ia selalu heran kenapa woohyun yang merupakan tunangannyasendiri selalu saja bisa membuatnya menangis. “Aku tak yakin jika kau memang mencintaiku, seharusnya jika kau takmencintaiku kau tak perlu memintaku untuk menjadi tunanganmu. Mungkin yangdikatakan jiae memang benar, kau salah memilih tunangan” sambung sunggyudengan sesegukan dan mengelap kasar air matanya dengan telapak tangannya.
Woohyun hanya bungkam dan tak berani menyentuh sunggyumeski hanya untuk mengelus bahu gadis itu. ia menyadari betapa bodohnya ia yangsudah mencemburui tunangan dan sahabatnya sendiri. Bahkan ia juga tak tahu jikaselama ini sunggyu sangat sakit melihatnya berdua dengan jiae.
“Aku lelah,sebaiknya kau keluar” setelahitu sunggyu langsung membaringkan badannya di atas ranjang dan membungkusseluruh badannya dengan selimut tebal miliknya. Woohyun membuang nafasnya kasaria hanya bisa memandangi tubuh sunggyu yang terbungkus selimut dengan pandanganlirih.
Dengan pelan woohyun menghampiri sunggyu diatasranjangnya lalu duduk disebelah gadis itu. “Akuminta maaf” ujarnya setengah berbisik. Namun ia yakin sunggyu dapatmendengarnya. “Aku benar-benar mintamaaf. Maafkan aku”
SRET
Sunggyu membuka penutup tubuhnya dan memandang woohyundengan pandangan penuh air mata.
“Aku tak yakinHyun, aku tak yakin jika kau memang merasa bersalah. Justru kupikir kau lelahdenganku yang kekanakan dan manja. Kau lelah karena ulahku yang memuakkan dan akutahu kau lelah dengan anak ingusan sepertiku yang tak se-sexy jiae dan takse-cahhhmmmmppphh” ucapansunggyu terhenti saat tiba-tiba woohyun membungkam mulutnya dengan ciumannya.Jantung sunggyu berdetak lebih cepat, ini adalah ciuman pertamanya sekaligusciuman pertama woohyun yang diberikan kepadanya setelah 1 tahun bertunangan.Tubuhnya melemas mendapatkan serangan yang menyenangkan di setiap sekujurtubuhnya terlebih di area bibirnya yang secara tiba-tiba dilakukan olehtunangannya sendiri. Bibir woohyun begitu lembut namun sedikit kasar saatmenciumnya membuatnya merasakan sensasi hangat dan lembab disaat yangbersamaan.
Setelah beberapa menit mencium gadisnya, woohyunmelepaskan ciumannya pada bibir sunggyu. sejenak mereka saling bertatapanmenyelami kedua manik masing-masing. Semburat merah menguar begitu saja daripipi keduanya, woohyun cepat membuang tatapannya ke arah lain setelah itu iaberlalu meninggalkan sunggyu yang memandang bingung ke arahnya.
~oOo~
BLAM
Sunggyu baru tersadar jika woohyun sudah tak ada dikamarnya saat mendengar bunyi pintu yang ditutup oleh woohyun. meski bingung iasendiri juga merasakan bahagia yang luar biasa. Maka ia tersenyum-senyumsendiri sore itu. saking senangnya sunggyu sampai meloncat-loncat diatasranjangnya.
“Kyaaaa!!!!Woohyun menciumku!!!!! Omoo!!! Ya Tuhaaaaannn!!! Aku bahagia sekaliiiiii!!!!Kyaaaa” sunggyumenghempaskan begitu saja tubuhnya keatas kasur yang secara otomatis membuattubuhnya membal beberapa kali. Gadis itu lalu menendangkan kakinya ke udarakemudian meraih bantal dan menggigit ujungnya dengan gemas. Ia  menyembunyikan wajahnya di balik bantalkarena malu sekaligus bahagia karena ciuman yang diberikan woohyun barusan.
“Jongie harustahu!”ucapnya lalu segera mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas mejabelajarnya. Dengan cepat ia mendial nomor sungjong disana.
Tuuut~
Bunyi nada panggilan dari sebrang sana mulai terdengardan sunggyu sungguh tak sabar untuk mendengar suara sungjong.
“Halo?” terdengar suara sungjong tak lama setelah nadapanggilan. Untuk sesaat gadis sipit itu belum bisa mengontrol emosinya karenaterlalu senang. Dan di detik selanjutnya ia mulai bisa menguasai dirinya. Iamembuang nafasnya dengan pelan lalu mulai berucap.
“KyaaaJongieeee!!!”teriaknya yang menimbulkan nada umpatana dari sungjong di sebrang sana.
“Yak! Yak! Jangan berteriak! Aku belum mau tuli!”cibirsungjong, namun sunggyu tak terlalu peduli.
“Hihihi habisnyaAku senang sekaliiiiiii!!!”
“Kau kenapa? Kau habis dibelikan boneka mr.hammie yangbanyak dari woohyun ya?”tebak sungjong, mengira-ngira gambaran atas kebahagiaan sunggyu. sunggyumenggeleng dan tentu saja sungjong tak dapat melihatnya.
“Bukan ituuuu” rengeknya.
“Woohyun mengajakmu kencan ?” sunggyu menggeleng lagi danmenggigit ibu jarinya.
“Bukan jugaaa!”
“Dia memberimu permen kapas yang besaaaar?”
“Bukaaaaan”
“Ah baiklah aku menyerah. Lalu?” sunggyu tersenyum sebentardan merasakan darahnya menghangat seketika saat ingatannya kembali ke insidenciuman tadi.
“Woohyunmenciumku! Kyaaa aku maluuuu” ujarnyasebelum menyembunyikan wajahnya pada tangan kirinya karena malu. Sesaat tak adarespon dari sungjong yang membuat sunggyu mengerinyit.
“Jong apa kaumasih disana?”
“Kau bercandakan?” sunggyu mengerucutkan bibirnya kesal.
“Tentu sajatidak! Woohyun benar-benar menciumku di bibir dan bukan dipipi ataupun dikening. INI BENAR-BENAR DI BIBIR!” gadis itu berujar menekankan kata-katanya pada akhirkalimatnya.
“Benarkah? Kenapa bisa begitu? Kau memaksanya ya?”
“Ishh aku tidakmemaksanya! Tadi teman-teman woohyun datang kesini dan aku berbicara terusdengan dongwoo oppa makanya dia cemburu terus dia marah-marah lalu akumemarahinya dan dia menciumku”
“Kau berbicaradengan dongwoo terus? apa kau menyukainya gyu?” ada nada kegelisahan dari penuturansungjong kali ini. gadis itu berharap jika sunggyu tak menaruh hati pada namjaunik teman woohyun yang kemarin ia kenal itu. sunggyu mendesah sebentar danmembawa tubuhnya untuk bercermin di kaca gantung miliknya. Dapat ia lihatpipinya yang masih merona karena terus mengingat moment menakjubkan tadi.
“Tentu saja tidak!Justru dari tadi kami membicarakanmu!” sungjong tersedak di ujung sana.
“Uhuk! Aku? Kenapa aku yang kalian bicarakan? Kaumenjelek-jelekkan ku didepannya ya?”
“Bukan! Ishhh! Kauini! selalu saja menuduhku yang bukan-bukan!” umpat sunggyu kesal denganmengerucutkan bibirnya.
“Lalu?”
“Aku berniatmenjodohkanmu dengannya, bagaimana apa kau mau? Kulihat dia juga menyukaimu” meski sunggyu tak dapatmelihat ekspresi malu-malu dan bahagia dari sungjong tapi sunggyu tahu jikasaat ini sungjong tengah berbunga-bunga karena ia tahu jika sahabatnya itu jugamenyukai dongwoo. Sunggyu kian mengerucutkan bibirnya kala sungjong tak lagimembalas ucapannya. “Bagaimana? Kau mautidak? Jika kau tak mau katakan saja aku bi-...”
“Eh! A-aku m-mau...” jawab sungjong dengan malu-malu. Sunggyuberteriak girang setelahnya.
“Bagus! Akuharap kalian bisa cepat-cepat pacaran hehe. Ya sudah aku tutup dulu telponnya.Sampai bertemu di sekolah”
“Iya”
PIP!
Setelah menutup telponnya sunggyu langsung merebahkantubuhnya diatas kasur, terlentang menatap langit-langit kamarnya sambil terussaja salah tingkah dengan menutup wajahnya menggunakan bantal.
~oOo~
BLAM
Woohyun menutup pintu kamarnya setelah masuk kedalamnya.Dia meraba dada sebelah kirinya yang berdenyut kian cepat. Pipinya masihmemerah dengan nafas yang tersendat-sendat. Ia tak pernah merencanakan akanmencium sunggyu, tadi dia emosi dan tak tahu kenapa tiba-tiba saja tubuhnyasudah memanfaatkan emosinya untuk mencium sunggyu.
Tanpa sadar pria itu meraba bibirnya sendiri sambiltersenyum salah tingkah.
“Aku masih bisamerasakannya” gumamnya.Woohyun berjalan kearah kasur dan merebahkan dirinya lalu memejamkan matanyadan tak lama ia tersenyum mengingat kejadian tadi, bagaimana saat bibirnyabergerak kasar diatas bibir sunggyu lalu melumat bibir gadis itu yang bahkansangat lembut melebihi kapas.”Aku inginmerasakannya lagi Aish!”umpatnya frustasi.
 Woohyun membukamatanya secara tiba-tiba, reflek ia mendudukkan badannya danmenggeleng-gelengkan kepalanya keras.
“Tidak! Akutidak boleh terus memikirkannya! Bisa-bisa aku menghamilinya sebelum menikah.Tidak! Itu tidak boleh terjadi!” woohyun menggiring langkahnya untuk sampai ke mejakerjanya.
“Lebih baik akumengerjakan pekerjaanku daripada terus dikuasai nafsuku” katanya seraya menghidupkanlaptop miliknya.
Woohyun mengusap wajahnya kasar kemudian mulaimemfokuskan pikirannya pada beberapa dokumen perusahaannya.
~oOo~
Seperti biasa, karena sunggyu tidak pernah diijinkanwoohyun untuk menyalakan kompor apalagi sampai memasak jadilah woohyun yangmemasak untuk sarapan mereka pagi ini. lelaki itu sudah terbiasa jika harus hidupmandiri begini. Dulu sebelum ia tinggal bersama sunggyu, dirinya juga sudahdiajarkan oleh kedua orang tuanya untuk hidup mandiri hingga dirinya yangmerupakan seorang lelaki yang pada umumnya tidak bisa memasak jadi pandaimemasak.
Suasana sarapan pagi itu sangat canggung, dimana keduanyatak bersuara sedari tadi. Woohyun sesekali melirik sunggyu yang sudahmenghabiskan sarapannya dengan mengutak-atik ponselnya.
“Ehem!” woohyun berdehem demimendapatkan perhatian sunggyu, namun gadis itu tidak bergeming dan tetap memperhatikanlayar ponselnya.
“Sayang, apayang kau lihat di layar ponselmu?” seketika ingatan tentang dongwoo yang berjanji akanmengirimi sunggyu SMS kembali berputar di otaknya. woohyun melihat dengan wajahcuriga, sementara sunggyu yang ditatap sedemikian rupa dari tunangannya menjadikikuk sendiri.
“Tidak ada” balasnya singkat dan kembalimenatap ponselnya.
“Lalu kenapapandanganmu terus tertuju kesana?” tanya woohyun dengan curiga. Sunggyu menggigit bibirnyasebeum menatap woohyun. ia cepat menyambar tas nya dan berdiri.
“Jika sudahselesai aku menunggumu dibawah. Kita berangkat bersama” sunggyu berlari kearah pintudan meninggalkan woohyun yang masih bertanya-tanya akan perubahan sikapgadisnya. Dengan helaan nafas berat woohyun menyusul sunggyu.
Keduanya diam saat dalam perjalanan menuju sekolahsunggyu. woohyun melirik sunggyu yang hanya diam sambi bertopang dagu melihatpemandangan diluar kemudian ia melihat jam nya yang ternyata masih pukul 06.30 pagiitu artinya masih ada 30 menit lagi sebelum sekolah sunggyu dimulai.
Woohyun menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba yang membuatsunggyu menengok kearahnya dengan tatapan bingung.
“Kenapa berhentidisini?”tanya gadis itu bingung. Woohyun tidak menjawab dan melepas sabuk pengamannya.
“Kau marah ya?” tanya pria itu saat sudahmelepasnya dan menatap sunggyu lekat-lekat. Sunggyu hanya mengerutkan keningnyasebelum kembali berucap.
“Marah? Nugu?” balasnya yang masih berupapertanyaan yang ia layangkan untuk woohyun disebelahnya.
“Kau” balas woohyun singkat.
“Kenapa akuharus marah? Bukankah kau sudah minta maaf kemarin?” tanya sunggyu sambil memiringkankepalanya.
“Eummm bukanitu... I-ini soal ciuman kemarin.. Aku kira kau marah” ujar woohyun gugup danmengalihkan tatapannya kedepan seraya menempelkan kepalanya di jok mobilnya.
Sunggyu tersenyum sebentar lalu menggenggam jemari kananwoohyun. sontak woohyun kembali menolehkan kepalanya menghadap sunggyu.
“Kenapa akuharus marah? Justru aku senang karena akhirnya kau menciumku. Setelah 8 tahunkita bersama dan  1 tahun bertunangan kautak pernah menciumku. Pernahpun kau hanya memberi ciuman di pipi dan kening,selama ini aku tak benar-benar merasakan jika aku memang tunanganmu. Tapi sekarangaku senang karena kau membuatku merasa jika aku memang benar-benar tunanganmukarena ciumanmu kemarin”aku sunggyu sambil memainkan jari-jarinya yang membungkam jari besar woohyun.
“Jadi kau takmarah?” tanyawoohyun lagi untuk memastikan sunggyu hanya menggeleng polos.
“Aku kira kaumarah karena aku merebutnya secara paksa darimu, maaf”
“Tidak apa-apa,aku senang kau melakukannya sudah lama aku menantikan itu tapi kau tak kunjungmemberikannya padaku”
“Kupikir kau marah,saat melihat tingkah gusarmu pagi tadi membuatku merasa bersalah”
“Gwencana” balas sunggyu dengan senyuman.
“Aku tidakmendengar suara manjamu pagi ini, sudah berubah menjadi dewasa eoh?” kekeh woohyun pelan sebeummengusap surai kelam sunggyu.
“Hyuuuuun!Menyebalkan mengacaukan suasana saja!” umpat sunggyu sebal dan melemparkantangan woohyun dengan kasar. Woohyun tertawa ringan melihat sunggyu yangmerengut.
“Heum tetaplahseperti ini, jadilah kim sunggyu ku yang manja dan suka merengek”
“Apa enaknyamempunyai tunangan yang manja dan suka merengek”
“Akumenyukainya” sunggyuberdecih sebentar lalu kembali teringat oleh alasan woohyun marah padanyakemarin.
“Hyun sebenarnyakemarin kau salah paham. Aku dan dongwoo oppa tidak bermesraan. Kami hanyamembicarakan seputar dongwoo oppa dan sungjong” woohyun tak menjawab dan tersenyum.Tangannya terulur untuk merapihkan poni sunggyu yang menutupi mata gadis itu.
“kami sepakatuntuk merencanakan perjodohan untuknya dan jongie, aku bersumpah!” sunggyu berujar denganmengangkat kedua jari nya membentuk huruf ‘V’. Woohyun terkekeh pelan.
“Iya akupercaya”balas woohyun seraya terus tersenyum hingga sunggyu ikut tersenyum.
“Syukurlah, akuharap kau tak salah paham lagi dan mendukung mereka untuk bisa berpacaran danbertunangan seperti kita”woohyun mengangguk melepaskan tangannya dan kembali memasang sabuk pengamannyakemudian menstarter mesin mobilnya untuk mengantarkan sunggyu sekolah. “Kajja kita berangkat, aku tak maumembuatmu dihukum karena terlambat”







TBC






No comments: