Note : it's not mine but i like ! xD
When Best-Friend Becomes Lover |
1S | by member Kezia Carmelia
Author
: INSPIRIT-KYUramel
Cast
: Kim Sunggyu(24 tahun), Nam Woohyun(22
tahun)
tahun)
Genre
: Friendship, Bromance, Lemon
Nam
Woohyun
dan Kim Sunggyu adalah sepasang sahabat sejak mereka masih kecil. Mereka selalu
melakukan bersama-sama. Mereka menjalani masa-masa kecil mereka bersama-sama,
masa-masa remaja bersama-sama, dan sekarang, mereka menjalani masa-masa dewasa
mereka bersama-sama.
dan Kim Sunggyu adalah sepasang sahabat sejak mereka masih kecil. Mereka selalu
melakukan bersama-sama. Mereka menjalani masa-masa kecil mereka bersama-sama,
masa-masa remaja bersama-sama, dan sekarang, mereka menjalani masa-masa dewasa
mereka bersama-sama.
Meski
mereka sudah bersahabat selama lebih dari 15 tahun, tetapi mereka bukanlah
sahabat yang manis seperti orang-orang pikirkan. Mereka tidak seperti
kebanyakan sahabat yang biasanya saling bercanda, ataupun saling
bermanis-manisan bersama. Mereka berdua adalah pasangan sahabat yang paling aneh
yang pernah kalian temui. Bagaimana tidak aneh? Selama bersahabat lebih dari 15 tahun, yang
mereka lakukan hanyalah bertengkar yang kadang disertai dengan beberapa
tindakan kekerasan seperti menendang bokong, mencubit pipi, bokong, puting,
perut, pinggang, dan beberapa kekerasan lainnya yang tidak bisa dituliskan.
mereka sudah bersahabat selama lebih dari 15 tahun, tetapi mereka bukanlah
sahabat yang manis seperti orang-orang pikirkan. Mereka tidak seperti
kebanyakan sahabat yang biasanya saling bercanda, ataupun saling
bermanis-manisan bersama. Mereka berdua adalah pasangan sahabat yang paling aneh
yang pernah kalian temui. Bagaimana tidak aneh? Selama bersahabat lebih dari 15 tahun, yang
mereka lakukan hanyalah bertengkar yang kadang disertai dengan beberapa
tindakan kekerasan seperti menendang bokong, mencubit pipi, bokong, puting,
perut, pinggang, dan beberapa kekerasan lainnya yang tidak bisa dituliskan.
Hari
ini
hari Minggu. Woohyun datang ke rumah Sunggyu untuk belajar karena besok mereka akan menghadapi
ujian akhir
semester.
hari Minggu. Woohyun datang ke rumah Sunggyu untuk belajar karena besok mereka akan menghadapi
ujian akhir
semester.
Tapi,
itu hanyalah akal-akalan dari seorang namja
tampan bernama Nam Woohyun agar dirinya bisa pergi ke rumah Sunggyu tanpa
dimarahi oleh orang tuanya walaupun akan menghadapi ujian. Kedua orang tua Woohyun
sangat percaya dengan Sunggyu. Jadi jika Woohyun mengatakan akan pergi ke rumah
Sunggyu, orang tuanya pasti akan memberikan izin penuh padanya.
tampan bernama Nam Woohyun agar dirinya bisa pergi ke rumah Sunggyu tanpa
dimarahi oleh orang tuanya walaupun akan menghadapi ujian. Kedua orang tua Woohyun
sangat percaya dengan Sunggyu. Jadi jika Woohyun mengatakan akan pergi ke rumah
Sunggyu, orang tuanya pasti akan memberikan izin penuh padanya.
“Hyung
apa kau punya makanan?” tanya Woohyun saat dia
masuk ke kamar Sunggyu sambil meletakkan tasnya di sebelah tas Sunggyu.
masuk ke kamar Sunggyu sambil meletakkan tasnya di sebelah tas Sunggyu.
Ya,
seperti inilah persahabatan mereka. Woohyun
menganggap rumah Sunggyu seperti rumahnya sendiri. Begitu pun Sunggyu. Dia juga
menganggap rumah Woohyun seperti rumahnya sendiri. Mereka berdua juga
menganggap kedua orang tua masing-masing seperti orang tua mereka sendiri.
Karena itu, tak heran jika mereka berdua bisa seenaknya keluar masuk rumah
masing-masing tanpa harus permisi terlebih dahulu. Itu semua karena mereka
berdua sudah menganggap satu sama lain seperti keluarga sendiri.
menganggap rumah Sunggyu seperti rumahnya sendiri. Begitu pun Sunggyu. Dia juga
menganggap rumah Woohyun seperti rumahnya sendiri. Mereka berdua juga
menganggap kedua orang tua masing-masing seperti orang tua mereka sendiri.
Karena itu, tak heran jika mereka berdua bisa seenaknya keluar masuk rumah
masing-masing tanpa harus permisi terlebih dahulu. Itu semua karena mereka
berdua sudah menganggap satu sama lain seperti keluarga sendiri.
“Cari
saja sendiri di kulkas!” seru Sunggyu yang masih
tak berkutat dari buku pelajarannya. Sunggyu sangat tahu persis bagaimana sifat
sahabatnya itu. Sahabatnya selalu datang ke rumahnya 1 hari sebelum ujian untuk
memintanya, lebih tepatnya memaksanya untuk mengajari pelajaran yang akan
diujikan besok secara kilat.
tak berkutat dari buku pelajarannya. Sunggyu sangat tahu persis bagaimana sifat
sahabatnya itu. Sahabatnya selalu datang ke rumahnya 1 hari sebelum ujian untuk
memintanya, lebih tepatnya memaksanya untuk mengajari pelajaran yang akan
diujikan besok secara kilat.
Woohyun
keluar dari kamar Sunggyu, menuruni tangga dan
berjalan menuju kulkas untuk mencari makanan-makanan kecil sementara Sunggyu
masih di dalam kamarnya menghafal rumus-rumus matematika di buku catatannya.
berjalan menuju kulkas untuk mencari makanan-makanan kecil sementara Sunggyu
masih di dalam kamarnya menghafal rumus-rumus matematika di buku catatannya.
“Hai
eomma!” sapa Woohyun girang saat melihat eomma
Sunggyu yang sedang menonton TV di ruang tamu.
Sunggyu yang sedang menonton TV di ruang tamu.
“Ne,
Woohyunie..” eomma Sunggyu menyapa balik
sambil tersenyum ke arah Woohyun.
sambil tersenyum ke arah Woohyun.
“Eomma
aku mau makan.” pinta Woohyun dengan nada
merajuk.
merajuk.
“Ya
sudah kau ambil saja sana di kulkas. Eomma baru
saja memotong semangka dan membeli beberapa kue. Kau bawa saja ke atas untuk
camilanmu dan juga Gyuyie.” suruh eomma Sunggyu sambil menunjuk ke arah meja
makan dimana toples-toples kue ditata dengan rapi.
saja memotong semangka dan membeli beberapa kue. Kau bawa saja ke atas untuk
camilanmu dan juga Gyuyie.” suruh eomma Sunggyu sambil menunjuk ke arah meja
makan dimana toples-toples kue ditata dengan rapi.
“Wow!
Eomma kau yang terbaik!” seru Woohyun senang
sambil memilih kue yang dia sukai. “Eomma saranghae!!~” girang Woohyun sambil
menari-nari lincah.
sambil memilih kue yang dia sukai. “Eomma saranghae!!~” girang Woohyun sambil
menari-nari lincah.
Setelah
mengambil toples-toples berisi kue yang dia
sukai dan juga potongan-potongan semangka dengan nampan, Woohyun kembali ke
kamar Sunggyu dengan menaiki anak tangga.
sukai dan juga potongan-potongan semangka dengan nampan, Woohyun kembali ke
kamar Sunggyu dengan menaiki anak tangga.
“Hati-hati,
Hyunnie.. Jangan sampai jatuh!” eomma
Sunggyu memperingati Woohyun.
Sunggyu memperingati Woohyun.
“Ne
eomma!” angguk Woohyun seraya menaikki anak tangga
dengan hati-hati.
dengan hati-hati.
***
“Yuhuu~~
Lihat apa yang ku bawa!” seru Woohyun
senang sambil meletakkan makanan-makanan itu di hadapan Sunggyu.
senang sambil meletakkan makanan-makanan itu di hadapan Sunggyu.
Sekedar
informasi, Sunggyu belajar di lantai kamarnya
yang dihiasi karpet halus berwarna abu-abu. Kamar Sunggyu sangat sejuk. Dengan
dinding berwarna putih bersih, pengharum ruangan beraroma lemon, dan juga AC
yang sangat dingin membuat suasana belajar terasa enak dan nyaman. Tak heran
jika Sunggyu sangat suka belajar hingga menjadi salah satu mahasiswa terpintar
di universitasnya.
yang dihiasi karpet halus berwarna abu-abu. Kamar Sunggyu sangat sejuk. Dengan
dinding berwarna putih bersih, pengharum ruangan beraroma lemon, dan juga AC
yang sangat dingin membuat suasana belajar terasa enak dan nyaman. Tak heran
jika Sunggyu sangat suka belajar hingga menjadi salah satu mahasiswa terpintar
di universitasnya.
Sunggyu
menatap makanan-makanan yang dibawa Woohyun. “Eomma
membelikan makanan untuk kita??” tanya Sunggyu dengan mata membulat.
membelikan makanan untuk kita??” tanya Sunggyu dengan mata membulat.
Woohyun
mengangguk senang. “Yup!” tawanya senang. “Eomma
memang baik!” seru Woohyun gembira sambil membuka tutup toples yang berisi kue
putri salju.
memang baik!” seru Woohyun gembira sambil membuka tutup toples yang berisi kue
putri salju.
“Hey
jangan makan dulu!” seru Sunggyu sambil mengambil
toples yang dipegang Woohyun, membuat Woohyun menatapnya dengan tatapan tidak
senang.
toples yang dipegang Woohyun, membuat Woohyun menatapnya dengan tatapan tidak
senang.
“Ya!
Berikan padaku!” pekik Woohyun sambil merebut
toples yang sekarang berada di tangan Sunggyu. “Aku mau makan!”
toples yang sekarang berada di tangan Sunggyu. “Aku mau makan!”
“Belajar
dulu baru makan!” seru Sunggyu tidak mau
kalah lalu merebut toplesnya lagi.
kalah lalu merebut toplesnya lagi.
“Aku
butuh tenaga untuk belajar!” protes Woohyun yang
kembali merebut toplesnya.
kembali merebut toplesnya.
“Tidak
boleh! Belajar dulu baru makan!” seru Sunggyu
lagi dan merebut kembali toplesnya.
lagi dan merebut kembali toplesnya.
“ANDWAE!!”
pekik Woohyun sambil mencubit pipi Sunggyu
keras hingga membuat kedua pipi gembul Sunggyu memerah.
keras hingga membuat kedua pipi gembul Sunggyu memerah.
“Apo!!!!”
seru Sunggyu kesakitan seraya mengusap kedua
pipinya yang memerah, membuat Woohyun dengan mudah merebut toplesnya kembali.
pipinya yang memerah, membuat Woohyun dengan mudah merebut toplesnya kembali.
“Yeee
dapat!” ejek Woohyun usil sambil menjulurkan
lidahnya ke arah Sunggyu yang sedang mengusap-usap pipinya.
lidahnya ke arah Sunggyu yang sedang mengusap-usap pipinya.
“Kau
menyebalkan!” pekik Sunggyu yang masih
mengusapkan pipinya dengan sebal sambil menunduk, menyembunyikan pipi merahnya
yang terasa sakit dan juga kedua iris kecilnya yang terlihat seperti ingin
menangis.
mengusapkan pipinya dengan sebal sambil menunduk, menyembunyikan pipi merahnya
yang terasa sakit dan juga kedua iris kecilnya yang terlihat seperti ingin
menangis.
“Aigo
cup cup cup.. Jangan menangis, ne?? Ini, oppa
kasih 1 buat Gyugyu..” goda Woohyun sambil merangkul Sunggyu dari samping dan
mengusap surai caramel halusnya sembari mengambil 1 kue putri salju dan
memberinya pada Sunggyu.
kasih 1 buat Gyugyu..” goda Woohyun sambil merangkul Sunggyu dari samping dan
mengusap surai caramel halusnya sembari mengambil 1 kue putri salju dan
memberinya pada Sunggyu.
“Andwae..”
tolak Sunggyu lirih, masih mengusap pipinya
dengan wajah tertunduk.
dengan wajah tertunduk.
“Aigo
mianhae Gyugyu!” seru Woohyun sambil menggenggam
kedua tangan Sunggyu yang masih mengusap pipi merahnya. Woohyun menatap kedua
iris mata Sunggyu yang setengah tertutup, lalu tersenyum manis. “Mianhae kalau aku
membuat pipimu memerah lagi. Aku kan hanya bercanda..” ucap Woohyun santai
sambil mengusapkan hidungnya dengan hidung Sunggyu, membuat namja berpipi
chubby itu mendesah sebal.
kedua tangan Sunggyu yang masih mengusap pipi merahnya. Woohyun menatap kedua
iris mata Sunggyu yang setengah tertutup, lalu tersenyum manis. “Mianhae kalau aku
membuat pipimu memerah lagi. Aku kan hanya bercanda..” ucap Woohyun santai
sambil mengusapkan hidungnya dengan hidung Sunggyu, membuat namja berpipi
chubby itu mendesah sebal.
“Ya
sudah kalau begitu belajar sekarang!” sentak
Sunggyu hingga membuat Woohyun ingin sekali lagi mencubit pipi gendut Sunggyu
hingga membuatnya benar-benar menangis, saking gemasnya dengan namja chubby
yang gila belajar itu.
Sunggyu hingga membuat Woohyun ingin sekali lagi mencubit pipi gendut Sunggyu
hingga membuatnya benar-benar menangis, saking gemasnya dengan namja chubby
yang gila belajar itu.
“Tidak
mau, ah! Malas!” seru Woohyun sambil melepas
genggamannya dari kedua tangan Sunggyu, lalu memakan kue putri salju yang
dipegangnya tadi.
genggamannya dari kedua tangan Sunggyu, lalu memakan kue putri salju yang
dipegangnya tadi.
“Ya!
Kalau kau tidak belajar bagaimana kau bisa
mengerjakan soal-soal ujian besok?!” pekik Sunggyu sambil menatap Woohyun
tajam.
mengerjakan soal-soal ujian besok?!” pekik Sunggyu sambil menatap Woohyun
tajam.
Woohyun
yang sedang mengunyah kuenya, dengan santai
menjawab, “Kan ada kau, hyung! :P”
menjawab, “Kan ada kau, hyung! :P”
“Aku
tidak mau memberitahumu!” seru Sunggyu sambil
kembali membaca buku catatannya.
kembali membaca buku catatannya.
“Ya
sudah kalau begitu aku remidi saja~” jawab Woohyun
sangat santai.
sangat santai.
“Kalau
kau remidi nilaimu hanya akan sebesar nilai
KKM.”
KKM.”
“Peduli?”
Woohyun menjulurkan lidahnya. “Yang penting
nilaiku tidak dibawah KKM dan aku bisa naik kelas!” seru Woohyun sambil
terkekeh riang.
nilaiku tidak dibawah KKM dan aku bisa naik kelas!” seru Woohyun sambil
terkekeh riang.
“Kau
ini benar-benar meremehkan pelajaran!” pekik
Sunggyu sambil menatap Woohyun dengan tatapan tajam. “Seharusnya kau
memperhatikan pelajaranmu juga!”
Sunggyu sambil menatap Woohyun dengan tatapan tajam. “Seharusnya kau
memperhatikan pelajaranmu juga!”
“Sudahlah
hyung tidak perlu pedulikan aku. Aku tidak
apa-apa kok jika mendapat nilai KKM.” ucap Woohyun sambil mengunyah kue putri
salju yang lain. “Yang penting kau dan aku bisa terus bersama-sama, hehe.”
kekeh Woohyun senang.
apa-apa kok jika mendapat nilai KKM.” ucap Woohyun sambil mengunyah kue putri
salju yang lain. “Yang penting kau dan aku bisa terus bersama-sama, hehe.”
kekeh Woohyun senang.
“Ehh??”
Sunggyu mengernyitkan dahinya. “Jangan
bercanda! Cepat belajar sekarang atau aku tidak mau mengajarimu lagi!” ancam
Sunggyu sambil membuka buku pelajaran lain.
bercanda! Cepat belajar sekarang atau aku tidak mau mengajarimu lagi!” ancam
Sunggyu sambil membuka buku pelajaran lain.
“Iya
hyung, iya! Aku akan belajar..” ucap Woohyun
malas sambil menutup toples putri saljunya. “Tapi ajari aku pelan-pelan, ne..”
pinta Woohyun sambil merajuk imut.
malas sambil menutup toples putri saljunya. “Tapi ajari aku pelan-pelan, ne..”
pinta Woohyun sambil merajuk imut.
“Ne.”
ucap Sunggyu cepat sambil mengambil catatan
matematikanya yang akan dia gunakan untuk mengajari Woohyun.
matematikanya yang akan dia gunakan untuk mengajari Woohyun.
“Dengan
lembut juga.”
“Ne.”
ucap Sunggyu lagi sambil memberikan catatannya
pada Woohyun. “Baca ini dulu.”
pada Woohyun. “Baca ini dulu.”
“Dengan
kasih sayang juga, ne?” pinta Woohyun lagi
tanpa mempedulikan buku catatan yang diberikan Sunggyu.
tanpa mempedulikan buku catatan yang diberikan Sunggyu.
“Hah?”
Sunggyu melongo bingung dengan ucapan Woohyun
sementara Woohyun hanya senyam-senyum tidak jelas seperti orang gila.
sementara Woohyun hanya senyam-senyum tidak jelas seperti orang gila.
Setelah
berpikir sejenak dan mengerti maksud ucapan
Woohyun, Sunggyu mengetuk kepala Woohyun dengan keras sambil mengomel. “Ya!
Jangan merayuku dan cepat pelajari catatanku!” omel Sunggyu dengan tatapan
tajamnya.
Woohyun, Sunggyu mengetuk kepala Woohyun dengan keras sambil mengomel. “Ya!
Jangan merayuku dan cepat pelajari catatanku!” omel Sunggyu dengan tatapan
tajamnya.
Woohyun
terkekeh geli dan segera membaca catatan
matematika yang Sunggyu berikan padanya. ‘Ya
ampun.. Ini apa?’ batin Woohyun dalam hati sambil menggaruk tengkuknya.
matematika yang Sunggyu berikan padanya. ‘Ya
ampun.. Ini apa?’ batin Woohyun dalam hati sambil menggaruk tengkuknya.
“Kalau
tidak mengerti, tanyakan saja padaku.” ucap
Sunggyu sambil membaca buku pelajaran Matematika
dari sumber yang lain.
Sunggyu sambil membaca buku pelajaran Matematika
dari sumber yang lain.
“Hyung
aku tidak mengerti.” ucap Woohyun sambil memutar-mutar
catatan Sunggyu di udara, mencoba mengerti apa yang ditulis Sunggyu di catatannya.
catatan Sunggyu di udara, mencoba mengerti apa yang ditulis Sunggyu di catatannya.
“Apa
yang tidak kau mengerti?” tanya Sunggyu sambil
meletakkan bukunya.
meletakkan bukunya.
“Semua.”
jawab Woohyun cepat, masih memutar-mutar
catatan Sunggyu.
catatan Sunggyu.
“Ya!
Kau bahkan belum membacanya!” omel Sunggyu dengan
nada yang 1 tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
nada yang 1 tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
“Ya
hyung! Jangan kasar!” seru Woohyun sambil mengusap
telinganya yang panas karena omelan Sunggyu. “Kau seharusnya mengajariku dengan
pelan-pelan, lembut, dan penuh kasih sayang!” protesnya sambil mempoutkan
bibirnya imut.
telinganya yang panas karena omelan Sunggyu. “Kau seharusnya mengajariku dengan
pelan-pelan, lembut, dan penuh kasih sayang!” protesnya sambil mempoutkan
bibirnya imut.
“Aigo..”
Sunggyu menepuk wajahnya sendiri. “Geurae,
geurae.. Sini, aku ajari kau pelan-pelan.” ucap Sunggyu sambil merubah
posisinya agar lebih nyaman untuk mengajari Woohyun.
geurae.. Sini, aku ajari kau pelan-pelan.” ucap Sunggyu sambil merubah
posisinya agar lebih nyaman untuk mengajari Woohyun.
Woohyun
tersenyum senang karena Sunggyu mau
mengajarinya dengan pelan-pelan sehingga dia tidak perlu memaksakan otaknya
untuk berpikir terlalu keras. Woohyun juga merubah posisinya agar lebih nyaman
untuk belajar.
mengajarinya dengan pelan-pelan sehingga dia tidak perlu memaksakan otaknya
untuk berpikir terlalu keras. Woohyun juga merubah posisinya agar lebih nyaman
untuk belajar.
“Pertama-tama
kita belajar tentang persamaan linier.
Untuk mencari x, kita harus bla bla bla bla..”
Untuk mencari x, kita harus bla bla bla bla..”
***
Tetes-tetes
air hujan mulai turun membasahi Seoul
malam itu. Semakin lama semakin deras, memberikan kesejukan alami untuk semua
makhluk ciptaan Tuhan. Woohyun menatap keluar jendela, melihat hujan yang turun
semakin deras.
malam itu. Semakin lama semakin deras, memberikan kesejukan alami untuk semua
makhluk ciptaan Tuhan. Woohyun menatap keluar jendela, melihat hujan yang turun
semakin deras.
Sunggyu
ikut menoleh keluar jendela untuk melihat hujan
yang turun dengan derasnya. “Apa kau mau menginap?” tanya Sunggyu pada Woohyun.
“Hujannya deras sekali.”
yang turun dengan derasnya. “Apa kau mau menginap?” tanya Sunggyu pada Woohyun.
“Hujannya deras sekali.”
Woohyun
menghela nafas sambil mengangguk pelan. “Ne..
Aku akan menginap.” ucapnya sambil tersenyum. “Tapi, bagaimana besok aku akan kuliah?
Aku tidak membawa baju ganti..” lirih Woohyun sambil menunduk.
Aku akan menginap.” ucapnya sambil tersenyum. “Tapi, bagaimana besok aku akan kuliah?
Aku tidak membawa baju ganti..” lirih Woohyun sambil menunduk.
Sunggyu
memutar manik matanya. “Tidak usah berakting. Ambil
saja baju-bajuku seperti yang biasa kau lakukan setiap menginap dirumahku.” sindir
Sunggyu malas.
saja baju-bajuku seperti yang biasa kau lakukan setiap menginap dirumahku.” sindir
Sunggyu malas.
Woohyun
terkekeh geli. “Kau benar-benar mengerti aku,
hyung!” serunya senang. “Dan sampai saat inipun aku tidak tahu sudah berapa
banyak baju-bajumu yang masih menumpuk di lemariku!” girangnya lalu tertawa
terbahak-bahak.
hyung!” serunya senang. “Dan sampai saat inipun aku tidak tahu sudah berapa
banyak baju-bajumu yang masih menumpuk di lemariku!” girangnya lalu tertawa
terbahak-bahak.
“Aku
pun juga tidak tahu.” ucap Sunggyu datar sambil
bersandar di tempat tidurnya. “Kau tahu, kau selalu membuatku membeli baju baru
setiap kali kau menginap di rumahku!” seru Sunggyu sebal sambil memejamkan
kedua matanya.
bersandar di tempat tidurnya. “Kau tahu, kau selalu membuatku membeli baju baru
setiap kali kau menginap di rumahku!” seru Sunggyu sebal sambil memejamkan
kedua matanya.
“Aigo
hyung! Jangan marah-marah ne! Kau jelek kalau
marah!” seru Woohyun sambil ikut duduk di sebelah Sunggyu.
marah!” seru Woohyun sambil ikut duduk di sebelah Sunggyu.
“Aku
tidak marah. Hanya sedikit kesal padamu karena
gara-gara kau uangku terbuang sia-sia.” sahut Sunggyu yang masih sebal dengan
Woohyun.
gara-gara kau uangku terbuang sia-sia.” sahut Sunggyu yang masih sebal dengan
Woohyun.
“Mianhae
hyung! Kapan-kapan akan kubawa baju-bajumu!”
seru Woohyun sambil menepuk bahu Sunggyu. “Kalau aku ingat! :p”
seru Woohyun sambil menepuk bahu Sunggyu. “Kalau aku ingat! :p”
“Halah
kalau kau ingat. Kalau kau tidak ingat, berapa
lama lagi baju-baju kerenku harus terperangkap di lemarimu?” tanya Sunggyu sinis.
lama lagi baju-baju kerenku harus terperangkap di lemarimu?” tanya Sunggyu sinis.
“Entahlah.
Tapi kau tenang saja, hyung! Aku merawat
baju-bajumu dengan baik! Hehe.” tawa Woohyun senang.
baju-bajumu dengan baik! Hehe.” tawa Woohyun senang.
“Baguslah
kalau begitu.” ucap Sunggyu datar. Sunggyu
bangkit dari duduknya, lalu berjalan hendak meninggalkan kamar. “Ayo kita makan
malam.” ajak Sunggyu sambil berjalan meninggalkan kamar.
bangkit dari duduknya, lalu berjalan hendak meninggalkan kamar. “Ayo kita makan
malam.” ajak Sunggyu sambil berjalan meninggalkan kamar.
Woohyun
bangkit dari duduknya lalu berlari mengikuti
Sunggyu untuk makan malam bersama-sama.
Sunggyu untuk makan malam bersama-sama.
***
Setelah
makan malam, Woohyun dan Sunggyu kembali ke
kamarnya. Makanan-makanan yang Woohyun bawa masih sisa setengah. Woohyun
mengambil potongan semangka yang tersisa 3 potong, lalu memakannya dengan
lahap.
kamarnya. Makanan-makanan yang Woohyun bawa masih sisa setengah. Woohyun
mengambil potongan semangka yang tersisa 3 potong, lalu memakannya dengan
lahap.
“Nyam,
nyam, nyam.. Segar!” serunya senang saat
melahap semangka itu.
melahap semangka itu.
“Wow.”
decak Sunggyu dengan mata yang membulat. “Apa
kau tidak kenyang?”
kau tidak kenyang?”
Woohyun
menggeleng pelan. “Semangka ini untuk pencuci
mulut.” jawabnya lalu melahap semangkanya lagi. “Kau tak mau makanan pencuci
mulut?” tawarnya sambil menunjuk 2 potong semangka lagi pada Sunggyu.
mulut.” jawabnya lalu melahap semangkanya lagi. “Kau tak mau makanan pencuci
mulut?” tawarnya sambil menunjuk 2 potong semangka lagi pada Sunggyu.
“Boleh
lah.” ucap Sunggyu lalu ikut melahap semangka
itu. “Nyam, nyam.”
itu. “Nyam, nyam.”
“Semangkanya
tinggal 1. Siapa yang mau makan?” tanya
Woohyun sambil menunjuk potongan semangka yang tersisa 1.
Woohyun sambil menunjuk potongan semangka yang tersisa 1.
“Kau
saja yang makan. Aku sudah kenyang.” ucap Sunggyu
sambil menepuk-nepuk perut gembulnya.
sambil menepuk-nepuk perut gembulnya.
“Hmmm
..” Woohyun mengusap dagunya. “Kita bagi 2 saja
hyung. Bagaimana?” tawar Woohyun sambil tersenyum senang.
hyung. Bagaimana?” tawar Woohyun sambil tersenyum senang.
“Bagi
2?” Sunggyu berpikir sejenak.
“Ne,
bagi
2. Aku dagingnya, hyung kulitnya! Haha!” tawa Woohyun geli sambil mencubit pipi
Sunggyu lagi.
2. Aku dagingnya, hyung kulitnya! Haha!” tawa Woohyun geli sambil mencubit pipi
Sunggyu lagi.
“Ya!
Kau
curang!” ringis Sunggyu sambil membalas cubitan Woohyun, membuat Woohyun ikut
meringis dan mengusap lengannya yang dicubit Sunggyu.
curang!” ringis Sunggyu sambil membalas cubitan Woohyun, membuat Woohyun ikut
meringis dan mengusap lengannya yang dicubit Sunggyu.
“Aigo,
aku
hanya bercanda hyung, hahah!” Woohyun masih tertawa.
hanya bercanda hyung, hahah!” Woohyun masih tertawa.
“Gwaenchanha.”
sahut Sunggyu sebal.
sahut Sunggyu sebal.
“Ya
sudah.. Kau makan duluan hyung.” ucap Woohyun
sambil memberikan potongan semangka terakhir pada Sunggyu.
sambil memberikan potongan semangka terakhir pada Sunggyu.
“Kenapa
harus aku?” tanya Sunggyu sambil menunjuk
dirinya sendiri.
dirinya sendiri.
“Yang
tua duluan! :P.” jawab Woohyun sambil terkekeh senang.
“Aigo..
Menghina sekali!” ucap Sunggyu sambil menatap Woohyun
malas. “Oke, aku duluan.”
malas. “Oke, aku duluan.”
Sunggyu
melahap setengah potongan semangka itu.
Setelah itu, dia memberikannya pada Woohyun. Woohyun menerima potongan semangka
itu lalu melahapnya sampai habis. “Nyam, nyam, nyam.. Semangka yang ini paling
manis.” ucapnya sambil tersenyum senang.
Setelah itu, dia memberikannya pada Woohyun. Woohyun menerima potongan semangka
itu lalu melahapnya sampai habis. “Nyam, nyam, nyam.. Semangka yang ini paling
manis.” ucapnya sambil tersenyum senang.
“Apanya
yang paling manis? Sama saja bagiku.” ucap
Sunggyu sambil menatap Woohyun heran.
Sunggyu sambil menatap Woohyun heran.
“Ahhh
kau ini sama sekali tidak romantis.” sindir Woohyun
sambil mempoutkan bibirnya imut. “Maksudku, semangka ini manis karena kita
berbagi, hyung!” seru Woohyun menjelaskan.
sambil mempoutkan bibirnya imut. “Maksudku, semangka ini manis karena kita
berbagi, hyung!” seru Woohyun menjelaskan.
“Oh.”
sahut Sunggyu datar sementara Woohyun tersenyum
dengan senyuman yang tak dapat dimengerti.
dengan senyuman yang tak dapat dimengerti.
“Hyung
apa kau sudah mengantuk?” tanya Woohyun mengalihkan
pembicaraan.
pembicaraan.
Sunggyu
mengangguk pelan. “Ne.. Aku sudah mengantuk.”
ucap Sunggyu pelan.
ucap Sunggyu pelan.
“Ya
sudah. Kau cuci muka dan gosok gigi dulu. Setelah
itu kau langsung tidur ne?” suruh Woohyun perhatian.
itu kau langsung tidur ne?” suruh Woohyun perhatian.
“Huh?”
Sunggyu menatap Woohyun heran.
“Wae?”
“Ani.
Tumben sekali kau perhatian denganku? Biasanya
aku yang selalu memperhatikanmu.” ucap Sunggyu sambil bangkit dari duduknya.
aku yang selalu memperhatikanmu.” ucap Sunggyu sambil bangkit dari duduknya.
“Hahhaha.
Memang kenapa kalau aku perhatian dengan hyungku
sendiri? Ada yang salah?” goda Woohyun sambil menatap Sunggyu dengan tatapan
usil.
sendiri? Ada yang salah?” goda Woohyun sambil menatap Sunggyu dengan tatapan
usil.
“Tidak
ada, sih. Hanya saja, sejak tadi sikapmu aneh
sekali.” ungkap Sunggyu.
sekali.” ungkap Sunggyu.
“Ahh
jinjja?” tanya Woohyun, meminta kepastian
Sunggyu.
Sunggyu.
Sunggyu
mengangguk cepat. “Ne. Kau terlihat lebih
aktif dari biasanya.” ucap Sunggyu. “Ada apa denganmu?”
aktif dari biasanya.” ucap Sunggyu. “Ada apa denganmu?”
Woohyun
menggeleng. “Ani hyung.. Tidak ada apa-apa.”
jawab Woohyun sambil tersenyum senang. “Ya sudah, kau cepatlah cuci muka dan gosok
gigi. Aku juga sudah sangat mengantuk! Hoaam.” suruh Woohyun sambil menutup
mulutnya yang menguap.
jawab Woohyun sambil tersenyum senang. “Ya sudah, kau cepatlah cuci muka dan gosok
gigi. Aku juga sudah sangat mengantuk! Hoaam.” suruh Woohyun sambil menutup
mulutnya yang menguap.
“Hahaha
geurae, geurae..” ucap Sunggyu sambil berjalan
menuju kamar mandi.
menuju kamar mandi.
Sementara
Sunggyu berada di dalam kamar mandi, Woohyun
merapikan buku-buku pelajaran Sunggyu. Dia tahu Sunggyu sangat lelah. Karena
itu Woohyun membantu Sunggyu untuk merapikan buku-buku pelajarannya agar
Sunggyu bisa langsung tidur lelap setelah mencuci muka dan menggosok gigi.
merapikan buku-buku pelajaran Sunggyu. Dia tahu Sunggyu sangat lelah. Karena
itu Woohyun membantu Sunggyu untuk merapikan buku-buku pelajarannya agar
Sunggyu bisa langsung tidur lelap setelah mencuci muka dan menggosok gigi.
“Hyung, kau tak tahu apa-apa tentang
perasaanku.” gumam Woohyun sambil duduk bersandar di sandaran tempat tidur Sunggyu
setelah merapikan buku-buku pelajaran Sunggyu.
perasaanku.” gumam Woohyun sambil duduk bersandar di sandaran tempat tidur Sunggyu
setelah merapikan buku-buku pelajaran Sunggyu.
“Sebenarnya aku menyukaimu..”
“Tapi kau selalu menganggapku sebagai anak
menyebalkan yang suka mencari perhatian.” Woohyun menunduk sedih.
menyebalkan yang suka mencari perhatian.” Woohyun menunduk sedih.
“Tapi asal kau tahu, hyung..”
“Sebenarnya..”
“Sebenarnya aku menyebalkan karena aku
ingin mencari perhatianmu.”
ingin mencari perhatianmu.”
“Hanya kau, hyung! Bukan yang lain!”
“Pfffft.”
***
Woohyun
keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka
dan juga menggosok giginya. Sunggyu sudah tidur dengan lelap sambil memeluk
guling.
dan juga menggosok giginya. Sunggyu sudah tidur dengan lelap sambil memeluk
guling.
Woohyun
merebahkan tubuhnya perlahan di sebelah
Sunggyu agar Sunggyu tidak terbangun. Ditatapnya wajah polos Sunggyu yang
sedang tertidur. “Kau polos seperti anak
kecil.” ungkap Woohyun dalam hati sambil memandang kepolosan
wajah sahabatnya yang sudah terlelap. “Tapi sayang, kau galak. =_=”
Sunggyu agar Sunggyu tidak terbangun. Ditatapnya wajah polos Sunggyu yang
sedang tertidur. “Kau polos seperti anak
kecil.” ungkap Woohyun dalam hati sambil memandang kepolosan
wajah sahabatnya yang sudah terlelap. “Tapi sayang, kau galak. =_=”
Woohyun
memeluk guling yang saat itu sedang dipeluk
Sunggyu. Bukan, bukan karena tidak ada guling lain, tapi Woohyun sengaja
memeluk guling yang sama dengan guling yang dipeluk Sunggyu sehingga dia bisa
lebih dekat memandang wajah polos Sunggyu yang mungkin saat ini sedang bermimpi
indah.
Sunggyu. Bukan, bukan karena tidak ada guling lain, tapi Woohyun sengaja
memeluk guling yang sama dengan guling yang dipeluk Sunggyu sehingga dia bisa
lebih dekat memandang wajah polos Sunggyu yang mungkin saat ini sedang bermimpi
indah.
‘Hyung.. Aku juga ingin dipeluk!’ batin Woohyun sambil
memasang wajah
cemburu. Woohyun cemburu dengan guling itu. Guling itu dapat dengan polosnya
dipeluk oleh Sunggyu yang manis itu sementara dirinya yang jauh lebih polos
dari guling itu tidak mendapat pelukan apapun dari Sunggyu. Malah dibilang
menyebalkan oleh si manis Sunggyu.
cemburu. Woohyun cemburu dengan guling itu. Guling itu dapat dengan polosnya
dipeluk oleh Sunggyu yang manis itu sementara dirinya yang jauh lebih polos
dari guling itu tidak mendapat pelukan apapun dari Sunggyu. Malah dibilang
menyebalkan oleh si manis Sunggyu.
Woohyun
menarik guling itu perlahan ke bawah agar bisa
melihat bibir cherry tipis milik Sunggyu dengan jelas. Setelah berhasil menurunkan guling
itu, Woohyun kembali menatap keindahan karya Tuhan di depannya itu. Woohyun
tersenyum kecil menatap wajah polos Sunggyu yang tertidur dengan damai.
melihat bibir cherry tipis milik Sunggyu dengan jelas. Setelah berhasil menurunkan guling
itu, Woohyun kembali menatap keindahan karya Tuhan di depannya itu. Woohyun
tersenyum kecil menatap wajah polos Sunggyu yang tertidur dengan damai.
Mata
Woohyun kini tertuju pada bibir mungil tipis
berwarna merah cherry milik sahabatnya. Woohyun mendekatkan bibirnya pada bibir
merah Sunggyu. Dia ingin sekali mengecup bibir mungil cherry itu, tapi, dia
urungkan niatnya karena dia tidak mau merusak persahabatannya dengan Sunggyu
hanya karena dia mengecup bibir manis sahabatnya itu.
berwarna merah cherry milik sahabatnya. Woohyun mendekatkan bibirnya pada bibir
merah Sunggyu. Dia ingin sekali mengecup bibir mungil cherry itu, tapi, dia
urungkan niatnya karena dia tidak mau merusak persahabatannya dengan Sunggyu
hanya karena dia mengecup bibir manis sahabatnya itu.
Woohyun
mendekatkan bibirnya pada pipi bulat Sunggyu.
Dia tersenyum sekaligus gemas melihat pipi Sunggyu yang bulat sempurna,
membuatnya ingin sekali mencubit lalu mengecup pipi gendut Sunggyu penuh kasih
sayang. Woohyun mendekatkan bibirnya semakin dekat.
Dia tersenyum sekaligus gemas melihat pipi Sunggyu yang bulat sempurna,
membuatnya ingin sekali mencubit lalu mengecup pipi gendut Sunggyu penuh kasih
sayang. Woohyun mendekatkan bibirnya semakin dekat.
CHUU~
Woohyun
mengecup pipi bulat Sunggyu dengan penuh kasih
sayang. Dia tersenyum manis, sambil tangannya membelai lembut surai halus
Sunggyu yang berwarna caramel.
sayang. Dia tersenyum manis, sambil tangannya membelai lembut surai halus
Sunggyu yang berwarna caramel.
“Umm..”
Sunggyu melenguh saat merasa sesuatu yang kenyal
menyentuh pipinya serta tangan seseorang yang membelai lembut surai caramelnya.
menyentuh pipinya serta tangan seseorang yang membelai lembut surai caramelnya.
Woohyun
menghentikan kecupannya, lalu menatap Sunggyu
sambil masih membelai surai halus Sunggyu. “Kau terbangun?” tanya Woohyun
khawatir.
sambil masih membelai surai halus Sunggyu. “Kau terbangun?” tanya Woohyun
khawatir.
Sunggyu
mengangguk pelan. “Ne..” ucapnya lemah.
“Mianhae
hyung, aku membuatmu terbangun.” ucap Woohyun
meminta maaf sambil terus membelai surai Sunggyu.
meminta maaf sambil terus membelai surai Sunggyu.
Sunggyu
menyentuh pipinya, merasa sesuatu yang tadi
menyentuh pipinya.
menyentuh pipinya.
“Ada
apa?” tanya Woohyun, pura-pura tidak tahu.
“Ada
sesuatu yang kenyal mengecup pipiku..” jawab
Sunggyu dengan wajah bingung. “Apa kau mengecupku?” tanya Sunggyu sambil
menatap Woohyun datar.
Sunggyu dengan wajah bingung. “Apa kau mengecupku?” tanya Sunggyu sambil
menatap Woohyun datar.
Woohyun
mengangguk pelan. “N-nne.. Aku mengecupmu,
hyung.. Mianhae jika kecupanku membuatmu terbangun..” ucap Woohyun sambil
mencubit pelan pipi gembul Sunggyu.
hyung.. Mianhae jika kecupanku membuatmu terbangun..” ucap Woohyun sambil
mencubit pelan pipi gembul Sunggyu.
Sunggyu
meringis saat Woohyun mencubit pipinya. “Kenapa
kau mengecupku?” tanya Sunggyu penasaran.
kau mengecupku?” tanya Sunggyu penasaran.
Woohyun
terkekeh kecil sambil membawa Sunggyu masuk ke
dalam pelukannya yang hangat. “Memang kenapa jika aku mengecupmu? Bukankah
sejak kecil aku selalu mengecup pipi gendutmu itu?” tanya Woohyun sambil mengecup
pucuk kepala Sunggyu.
dalam pelukannya yang hangat. “Memang kenapa jika aku mengecupmu? Bukankah
sejak kecil aku selalu mengecup pipi gendutmu itu?” tanya Woohyun sambil mengecup
pucuk kepala Sunggyu.
Sunggyu
menggeleng pelan dalam pelukan Woohyun. “Ani,
tidak apa..” ucap Sunggyu pelan. “Hanya saja, kecupanmu berbeda dari biasanya.”
tidak apa..” ucap Sunggyu pelan. “Hanya saja, kecupanmu berbeda dari biasanya.”
“Hm?
Berbeda?” Woohyun menatap kedua iris kecil
Sunggyu. “Berbeda bagaimana?” tanya Woohyun bingung.
Sunggyu. “Berbeda bagaimana?” tanya Woohyun bingung.
“Kecupanmu
lebih lama dari biasanya..” jawab Sunggyu sambil
menatap Woohyun. “Itu lebih dari sebuah kecupan..” lanjut Sunggyu.
menatap Woohyun. “Itu lebih dari sebuah kecupan..” lanjut Sunggyu.
“Ehh?
L-lebih dari kecupan?? M-maksudmu??!” tanya
Woohyun gugup, bingung dengan ucapan Sunggyu.
Woohyun gugup, bingung dengan ucapan Sunggyu.
“Apa
kau.. Woohyunnie, apa kau menciumku?” tanya
Sunggyu dengan wajah polosnya.
Sunggyu dengan wajah polosnya.
Deg!
Woohyun
tertegun mendengar pertanyaan Sunggyu.
Bagaimana ini? Apa Woohyun harus jujur? Yang Woohyun lakukan tadi memang bukan
sekedar kecupan. Itu adalah ciuman! Ciuman penuh kasih sayang, ciuman penuh
cinta, dan bukanlah ciuman penuh nafsu.
Bagaimana ini? Apa Woohyun harus jujur? Yang Woohyun lakukan tadi memang bukan
sekedar kecupan. Itu adalah ciuman! Ciuman penuh kasih sayang, ciuman penuh
cinta, dan bukanlah ciuman penuh nafsu.
Woohyun
memilih untuk diam. Dia sangat takut untuk
menjawab. Dia takut jika Sunggyu marah dan tidak mau bersahabat dengannya lagi.
Dia takut kehilangan Sunggyu. Baginya, tidak apa jika Sunggyu tidak menjadi
miliknya. Yang penting adalah Sunggyu harus tetap terus bersama-sama dengannya
walaupun status mereka berdua hanyalah sebagai sahabat.
menjawab. Dia takut jika Sunggyu marah dan tidak mau bersahabat dengannya lagi.
Dia takut kehilangan Sunggyu. Baginya, tidak apa jika Sunggyu tidak menjadi
miliknya. Yang penting adalah Sunggyu harus tetap terus bersama-sama dengannya
walaupun status mereka berdua hanyalah sebagai sahabat.
“Woohyunie..”
panggil Sunggyu pelan.
“N-ne?”
sahut Woohyun gugup sambil menatap Sunggyu
yang masih berada dalam pelukannya.
yang masih berada dalam pelukannya.
“Kenapa
tidak menjawab?” tanyanya. “Jawab yang jujur.
Aku tidak akan marah.”
Aku tidak akan marah.”
“Umm,
itu..” Woohyun memeluk Sunggyu semakin erat.
“Itu
apa?” tanya Sunggyu datar.
Woohyun
menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya
perlahan. Woohyun mendekatkan wajahnya ke leher Sunggyu, menghirup aroma tubuh
dari namja chubby yang merupakan sahabat sekaligus namja yang dia sukai sejak
bertahun-tahun lalu.
perlahan. Woohyun mendekatkan wajahnya ke leher Sunggyu, menghirup aroma tubuh
dari namja chubby yang merupakan sahabat sekaligus namja yang dia sukai sejak
bertahun-tahun lalu.
“Hyunnie?”
panggil Sunggyu pelan, sedikit mendesah
karena tindakan Woohyun yang menghirup di daerah lehernya.
karena tindakan Woohyun yang menghirup di daerah lehernya.
“Ne,
Gyugyu.” sahut Woohyun yang masih menghirup aroma
tubuh Sunggyu.
tubuh Sunggyu.
“Apa
kau menciumku?” Sunggyu mengulang pertanyaannya.
Woohyun
terdiam sejenak. “Aku..” ucapnya menggantung.
“Katakan
saja, Hyunnie. Gyugyu tidak akan marah.” ucap
Sunggyu sambil tersenyum polos.
Sunggyu sambil tersenyum polos.
Woohyun
melonggarkan pelukannya untuk menatap wajah
Sunggyu yang tersenyum dengan polosnya. “Gyugyu aku..!!” Woohyun kembali
memeluk Sunggyu semakin erat. Rasanya berat sekali untuk mengatakan yang sesungguhnya.
Sunggyu yang tersenyum dengan polosnya. “Gyugyu aku..!!” Woohyun kembali
memeluk Sunggyu semakin erat. Rasanya berat sekali untuk mengatakan yang sesungguhnya.
“Hyunnie
tolong jawab jujur. Gyugyu tidak suka jika
Hyunnie berbohong..” pinta Sunggyu manja.
Hyunnie berbohong..” pinta Sunggyu manja.
Glek.
Woohyun
menelan salivanya. Pelukannya semakin erat,
ketakutannya akan kehilangan Sunggyu semakin bertambah. Woohyun menangis
perlahan dalam diam agar Sunggyu tidak mengetahuinya. Tapi lama kelamaan
Sunggyu mengetahui jika Woohyun menangis sambil memeluknya.
ketakutannya akan kehilangan Sunggyu semakin bertambah. Woohyun menangis
perlahan dalam diam agar Sunggyu tidak mengetahuinya. Tapi lama kelamaan
Sunggyu mengetahui jika Woohyun menangis sambil memeluknya.
“Hyunnie
kau menangis?” tanya Sunggyu sambil
menepuk-nepuk pelan kepala Woohyun.
menepuk-nepuk pelan kepala Woohyun.
Woohyun
menggeleng pelan. “A-ani!” bohongnya
ditengah-tengah isakannya.
ditengah-tengah isakannya.
“Mianhae,
Hyunnie.. Mianhae jika Gyugyu terlalu
memaksamu.” ucap Sunggyu sambil melepas pelukan Woohyun darinya.
memaksamu.” ucap Sunggyu sambil melepas pelukan Woohyun darinya.
Sunggyu
menyeka pelan air mata Woohyun dengan ibu
jarinya. “Kalau kau memang menciumku, bilang saja secara jujur. Aku tidak akan
marah. Karena aku ..” Sunggyu menggantung ucapannya.
jarinya. “Kalau kau memang menciumku, bilang saja secara jujur. Aku tidak akan
marah. Karena aku ..” Sunggyu menggantung ucapannya.
“K-karena
apa, Gyugyu?” tanya Woohyun penasaran sambil
menyeka kasar air matanya.
menyeka kasar air matanya.
Sunggyu
menutup wajahnya dengan guling. Woohyun
menarik perlahan guling itu agar tidak menutupi wajah manis Sunggyu. Sunggyu
menarik guling itu lagi, tidak ingin Woohyun melihat wajahnya yang memerah.
menarik perlahan guling itu agar tidak menutupi wajah manis Sunggyu. Sunggyu
menarik guling itu lagi, tidak ingin Woohyun melihat wajahnya yang memerah.
“Katakan
padaku.. Kau kenpa?” tanya Woohyun ingin tahu
sambil menahan guling agar Sunggyu tidak bisa menariknya.
sambil menahan guling agar Sunggyu tidak bisa menariknya.
Sunggyu
menggeleng kecil sambil menutup wajahnya
dengan kedua tangannya. “Gyugyu sayang Hyunnie..” ucap Sunggyu pelan, setengah
berbisik namun dapat terdengar oleh Woohyun.
dengan kedua tangannya. “Gyugyu sayang Hyunnie..” ucap Sunggyu pelan, setengah
berbisik namun dapat terdengar oleh Woohyun.
“Hyunnie
juga sayang Gyugyu..” ucap Woohyun sambil
tersenyum kecil, kecewa karena sudah pasti Sunggyu sayang padanya hanya sebatas
sahabat, sebatas hyung dan dongsaeng.
tersenyum kecil, kecewa karena sudah pasti Sunggyu sayang padanya hanya sebatas
sahabat, sebatas hyung dan dongsaeng.
“Tapi
Hyunnie.. Gyugyu sayang Hyunnie lebih dari yang
Hyunnie tahu..” ucap Sunggyu lagi dengan suara yang lebih kecil.
Hyunnie tahu..” ucap Sunggyu lagi dengan suara yang lebih kecil.
“Ehhh??!”
Woohyun membelalakan matanya. “A-apa maksudnya,
Gyugyu!” seru Woohyun penasaran dengan maksud ucapan Sunggyu.
Gyugyu!” seru Woohyun penasaran dengan maksud ucapan Sunggyu.
Sunggyu
menyingkirkan tangannya dari wajahnya. Wajah
Sunggyu memerah seperti kepiting rebus, tetap terlihat walau saat itu sudah
malam dan hanya diterangi dengan lampu tidur. “Gyugyu suka Hyunnie!” seru
Sunggyu malu-malu dan kembali menutupi wajahnya dengan guling.
Sunggyu memerah seperti kepiting rebus, tetap terlihat walau saat itu sudah
malam dan hanya diterangi dengan lampu tidur. “Gyugyu suka Hyunnie!” seru
Sunggyu malu-malu dan kembali menutupi wajahnya dengan guling.
Woohyun
terhenyak mendengar pengakuan Sunggyu. Tapi,
beberapa detik kemudian Woohyun tertawa gembira sambil menyingkirkan guling
yang menutupi wajah Sunggyu dan langsung membawa Sunggyu kembali ke dalam
pelukannya.
beberapa detik kemudian Woohyun tertawa gembira sambil menyingkirkan guling
yang menutupi wajah Sunggyu dan langsung membawa Sunggyu kembali ke dalam
pelukannya.
“Kalau
kau menyukaiku kenapa kau tak bilang sejak
awal, Kim Sunggyu!?” pekik Woohyun senang sambil tak henti-hentinya mengacak
surai halus milik Sunggyu yang berada dalam pelukannya yang hangat itu.
awal, Kim Sunggyu!?” pekik Woohyun senang sambil tak henti-hentinya mengacak
surai halus milik Sunggyu yang berada dalam pelukannya yang hangat itu.
“Kenapa
aku harus memberitahumu! Aku bisa saja merusak
persahabatan kita jika aku memberitahumu!” seru Sunggyu tak mau kalah sambil
merangkul leher Woohyun.
persahabatan kita jika aku memberitahumu!” seru Sunggyu tak mau kalah sambil
merangkul leher Woohyun.
“Kim
Sunggyu pabo!” ejek Woohyun sambil mengusap
hidungnya dengan hidung Sunggyu.
hidungnya dengan hidung Sunggyu.
“Nam
Woohyun deo pabo!” Sunggyu mengejek Woohyun balik
sambil tertawa terbahak-bahak.
sambil tertawa terbahak-bahak.
Woohyun
merubah posisinya menjadi posisi duduk, lalu
merebahkan tubuh Sunggyu di pahanya dengan posisi tengkurap.
merebahkan tubuh Sunggyu di pahanya dengan posisi tengkurap.
“Y-ya!
Nam Woohyun!” pekik Sunggyu saat Woohyun
menengkurapkan dirinya di pahanya. “Apa yang mau kau lakukan padaku?!” tanyanya
sambil menggeliat hendak kembali ke posisi tidurnya.
menengkurapkan dirinya di pahanya. “Apa yang mau kau lakukan padaku?!” tanyanya
sambil menggeliat hendak kembali ke posisi tidurnya.
“Sudah
jangan melawanku! Anak nakal harus dihukum!”
seru Woohyun sambil mengacak rambut Sunggyu lagi dan menepuk-nepuk bokong
Sunggyu dengan keras. “Aset yang bagus untuk dibully.” ucap Woohyun usil sambil
menepuk bokong Sunggyu lebih keras.
seru Woohyun sambil mengacak rambut Sunggyu lagi dan menepuk-nepuk bokong
Sunggyu dengan keras. “Aset yang bagus untuk dibully.” ucap Woohyun usil sambil
menepuk bokong Sunggyu lebih keras.
“Nam
Woohyun sakit!!” rintih Sunggyu sambil berusaha
menyingkirkan tangan Woohyun dari bokongnya.
menyingkirkan tangan Woohyun dari bokongnya.
“Andwae!”
tolak Woohyun sambil mengunci kedua tangan
Sunggyu dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya sibuk menepuk-nepuk
bokong chubby Sunggyu.
Sunggyu dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya sibuk menepuk-nepuk
bokong chubby Sunggyu.
Sunggyu
menggeliat lebih keras, berusaha agar bisa
terlepas dari Nam Woohyun untuk menyelamatkan bokongnya. Woohyun kasihan pada
Sunggyu yang memohon padanya untuk segera melepasnya.
terlepas dari Nam Woohyun untuk menyelamatkan bokongnya. Woohyun kasihan pada
Sunggyu yang memohon padanya untuk segera melepasnya.
“Geurae,
aku akan melepasmu..” ucap Woohyun sambil
melepas Sunggyu. Sunggyu menarik nafas lega sambil merebahkan tubuhnya di
tempat tidur seperti semula.
melepas Sunggyu. Sunggyu menarik nafas lega sambil merebahkan tubuhnya di
tempat tidur seperti semula.
Tapi,
Woohyun tidak mau melepas Sunggyu begitu saja. Woohyun
menyangga kedua tangannya di sebelah kiri dan kanan Sunggyu. Sunggyu menatap
Woohyun dengan tatapan takut.
menyangga kedua tangannya di sebelah kiri dan kanan Sunggyu. Sunggyu menatap
Woohyun dengan tatapan takut.
“N-Nam
Woohyun! Kau mau apa!” pekik Sunggyu ketakutan.
“Aku
mau dirimu, hyung..” jawab Woohyun sambil
tersenyum usil.
tersenyum usil.
“Ya!
Jangan macam-macam!” seru Sunggyu sambil
mendorong pelan tubuh Woohyun. “Aku masih polos!”
mendorong pelan tubuh Woohyun. “Aku masih polos!”
“Justru
karena kau polos, karena itulah aku ingin
menggodamu, hehehe.” tawa Woohyun sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Sunggyu.
menggodamu, hehehe.” tawa Woohyun sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Sunggyu.
Sunggyu
menelan salivanya, takut dengan Woohyun yang
siap memakannya kapan pun dia mau. “Ku mohon, Hyunnie.. biarkan aku tetap polos
seperti biasa!” pinta Sunggyu dengan wajah yang ingin menangis.
siap memakannya kapan pun dia mau. “Ku mohon, Hyunnie.. biarkan aku tetap polos
seperti biasa!” pinta Sunggyu dengan wajah yang ingin menangis.
Woohyun
tersenyum kecil. “Tidak akan sakit, chagiya..”
ucap Woohyun sambil mengecup bibir Sunggyu. “Percayalah padaku. Kalau kau
merasa sakit, ini..” Woohyun menepuk bahunya. “Gigitlah bahuku jika kau merasa
sakit.”
ucap Woohyun sambil mengecup bibir Sunggyu. “Percayalah padaku. Kalau kau
merasa sakit, ini..” Woohyun menepuk bahunya. “Gigitlah bahuku jika kau merasa
sakit.”
Sunggyu
terdiam, lalu menatap Woohyun dengan tatapan
seperti ingin mengatakan ‘Apa kau serius?’. Woohyun mengangguk cepat, seakan
mengerti dengan maksud tatapan Sunggyu.
seperti ingin mengatakan ‘Apa kau serius?’. Woohyun mengangguk cepat, seakan
mengerti dengan maksud tatapan Sunggyu.
Woohyun
mendekatkan bibirnya dengan bibir Sunggyu,
menciumnya dengan lembut sambil membelai lembut surai halus Sunggyu. Sunggyu
melingkarkan tangannya disekitar pinggang Woohyun, sementara Woohyun memperoleh
control penuh untuk menikmati tubuh
namja yang akan segera menjadi kekasihnya itu.
menciumnya dengan lembut sambil membelai lembut surai halus Sunggyu. Sunggyu
melingkarkan tangannya disekitar pinggang Woohyun, sementara Woohyun memperoleh
control penuh untuk menikmati tubuh
namja yang akan segera menjadi kekasihnya itu.
Woohyun
menjilat bibir tipis Sunggyu, meminta agar
Sunggyu membuka sedikit mulutnya untuk memberinya jalan untuk memasukki rongga
hangat Sunggyu. Sunggyu tidak membuka mulutnya. Bibir mungilnya masih terkatup
dan sedikit basah karena jilatan Woohyun.
Sunggyu membuka sedikit mulutnya untuk memberinya jalan untuk memasukki rongga
hangat Sunggyu. Sunggyu tidak membuka mulutnya. Bibir mungilnya masih terkatup
dan sedikit basah karena jilatan Woohyun.
Woohyun
tidak menyerah. Dia sedikit mempercepat
jilatannya, serta mulai memainkan bagian tubuh Sunggyu yang lain. Tangan kanan
Woohyun mulai meremas-remas bagian bawah Sunggyu yang masih tertutup boxer
putih Sunggyu.
jilatannya, serta mulai memainkan bagian tubuh Sunggyu yang lain. Tangan kanan
Woohyun mulai meremas-remas bagian bawah Sunggyu yang masih tertutup boxer
putih Sunggyu.
“Mmmhh..”
Sunggyu mendesah pelan saat juniornya
diremas lembut oleh Woohyun. “Hyunnie, apa kita akan benar-benar melakukan ini?”
tanya Sunggyu polos.
diremas lembut oleh Woohyun. “Hyunnie, apa kita akan benar-benar melakukan ini?”
tanya Sunggyu polos.
Woohyun
menatap Sunggyu sambil tersenyum senang. “Tentu.
Kita akan bersenang-senang untuk yang pertama kalinya, ne?”
Kita akan bersenang-senang untuk yang pertama kalinya, ne?”
Sunggyu
mengangguk pelan. “Geurae!” seru Sunggyu
senang.
senang.
Tidak
mau menyia-nyiakan kesempatan, Woohyun segera
melumat bibir bawah Sunggyu dengan sayang sambil tersenyum penuh kemenangan.
melumat bibir bawah Sunggyu dengan sayang sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Mmmh
ahh H-H-Hyunnie nappeunhhhh mmmhh..” desah
Sunggyu yang hanya bisa pasrah saat Woohyun berhasil mendapat jalan masuk ke
dalam rongga hangat Sunggyu.
Sunggyu yang hanya bisa pasrah saat Woohyun berhasil mendapat jalan masuk ke
dalam rongga hangat Sunggyu.
Sementara
bibir Woohyun mencium bibir Sunggyu, tangan
kanan Woohyun yang nakal mulai mencari junior Sunggyu yang sudah mengeras dan ingin
keluar dari tempatnya. Woohyun mengeluarkan junior Sunggyu, lalu mengocoknya
perlahan.
kanan Woohyun yang nakal mulai mencari junior Sunggyu yang sudah mengeras dan ingin
keluar dari tempatnya. Woohyun mengeluarkan junior Sunggyu, lalu mengocoknya
perlahan.
“Mmhh
nhhhh.. Ahhh ppaliiahhhh..” Sunggyu mendesah
saat Woohyun mengocok juniornya.
saat Woohyun mengocok juniornya.
Woohyun
tersenyum mesum, lalu mengocok junior Sunggyu
lebih cepat. Dan, dari sinilah, permainan yang sebenarnya dimulai. Permainan
yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang saling mencintai, permainan yang
akan memberikan sensasi yang luar biasa bagi pemainnya. Dan juga permainan yang
akan membuktikan seberapa tulusnya seseorang mencintai kekasihnya.
lebih cepat. Dan, dari sinilah, permainan yang sebenarnya dimulai. Permainan
yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang saling mencintai, permainan yang
akan memberikan sensasi yang luar biasa bagi pemainnya. Dan juga permainan yang
akan membuktikan seberapa tulusnya seseorang mencintai kekasihnya.
***
Keesokan
harinya.
Woohyun
menatap pantulan dirinya di cermin Sunggyu
setelah mandi. Dia sudah mengenakan kemeja putih Sunggyu dengan celana kain
hitam membuatnya terlihat sangat keren dan berkelas.
setelah mandi. Dia sudah mengenakan kemeja putih Sunggyu dengan celana kain
hitam membuatnya terlihat sangat keren dan berkelas.
Kriek.
Pintu
kamar mandi terbuka dan munculah Sunggyu yang
berjalan dengan sedikit mengangkang sambil menahan rasa sakit. Woohyun
tersenyum geli melihat sahabat, hyung, sekaligus kekasih(calon)nya yang
terlihat lucu dengan cara jalan yang seperti kingkong itu.
berjalan dengan sedikit mengangkang sambil menahan rasa sakit. Woohyun
tersenyum geli melihat sahabat, hyung, sekaligus kekasih(calon)nya yang
terlihat lucu dengan cara jalan yang seperti kingkong itu.
“Hahahah
kau imut sekali dengan cara jalanmu itu!”
ejek Woohyun sambil mentertawai Sunggyu yang berjalan menuju lemarinya sambil menahan
sakit.
ejek Woohyun sambil mentertawai Sunggyu yang berjalan menuju lemarinya sambil menahan
sakit.
“Jangan
tertawa!” pekik Sunggyu ketus. “Kau yang
membuatku seperti ini!” serunya sebal.
membuatku seperti ini!” serunya sebal.
“Aigo,
aigo..” decak Woohyun sambil berjalan mendekati
Sunggyu. “Aku tidak melakukan apa-apa!” godanya sambil memeluk Sunggyu dari
belakang.
Sunggyu. “Aku tidak melakukan apa-apa!” godanya sambil memeluk Sunggyu dari
belakang.
“Tidak
usah pura-pura tidak tahu!” ketus Sunggyu
sambil mengambil kaos hitam bergambar pria bertopi putih, celana jeansnya, dan
dalamannya.
sambil mengambil kaos hitam bergambar pria bertopi putih, celana jeansnya, dan
dalamannya.
Sunggyu
meletakkan kaos dan celananya di atas tempat
tidurnya dengan Woohyun yang masih memeluknya dari belakang. Sunggyu berjalan
menuju cermin besar di kamarnya, cermin yang digunakan untuk melihat
penampilannya secara jelas. Nampak bekas-bekas
keunguan memenuhi seluruh tubuh putih mulus Sunggyu.
tidurnya dengan Woohyun yang masih memeluknya dari belakang. Sunggyu berjalan
menuju cermin besar di kamarnya, cermin yang digunakan untuk melihat
penampilannya secara jelas. Nampak bekas-bekas
keunguan memenuhi seluruh tubuh putih mulus Sunggyu.
Woohyun
menatap bekas-bekas keunguan itu dengan tatapan senang. Dia tersenyum mesum,
lalu mencium cerucuk leher Sunggyu lagi sambil sedikit menghisapnya. “Mmmh.”
menatap bekas-bekas keunguan itu dengan tatapan senang. Dia tersenyum mesum,
lalu mencium cerucuk leher Sunggyu lagi sambil sedikit menghisapnya. “Mmmh.”
“Nam
Woohyun lepaskan aku!” perintah Sunggyu sambil
menarik tangan Woohyun dari pinggangnya dan
menggeliat agar Woohyun berhenti mencium lehernya.
menarik tangan Woohyun dari pinggangnya dan
menggeliat agar Woohyun berhenti mencium lehernya.
“Andwae!”
tolak Woohyun yang semakin mempererat
pelukannya dan mencium leher Sunggyu lagi.
pelukannya dan mencium leher Sunggyu lagi.
“Kalau
kau terus memeluk dan
menciumku, bagaimana
aku bisa memakai dalaman???”tanyanya ketus.
menciumku, bagaimana
aku bisa memakai dalaman???”tanyanya ketus.
“Ya
tinggal pakai saja. Begitu saja repot.” jawab
Woohyun santai, masih memeluk Sunggyu dengan manja dan memberikan kissmarknya lagi.
Woohyun santai, masih memeluk Sunggyu dengan manja dan memberikan kissmarknya lagi.
“Tidak
nyaman!” ketus Sunggyu. “Cepatlah kau
menyingkir! Kalau tidak aku akan melaporkan pada semuanya kalau kau telah
merobek selangkanga——”
menyingkir! Kalau tidak aku akan melaporkan pada semuanya kalau kau telah
merobek selangkanga——”
“YA!!”
potong Woohyun cepat sambil membekap mulut
Sunggyu, membuat namja polos itu tersentak kaget. “Hentikan!” pinta Woohyun
sambil melepas bekapannya.
Sunggyu, membuat namja polos itu tersentak kaget. “Hentikan!” pinta Woohyun
sambil melepas bekapannya.
Sunggyu
tersenyum penuh kemenangan, lalu melepas
handuk yang melilit pinggangnya perlahan. Tapi sebelum dia melepas handuknya,
dia menoleh ke arah Woohyun, memberi isyarat agar Woohyun menutup matanya.
handuk yang melilit pinggangnya perlahan. Tapi sebelum dia melepas handuknya,
dia menoleh ke arah Woohyun, memberi isyarat agar Woohyun menutup matanya.
“Apa?”
tanya Woohyun yang bingung saat mendapat
tatapan tajam dari Sunggyu.
tatapan tajam dari Sunggyu.
“Hadap
belakang.”
“Kenapa?”
“Aku
mau pakai celana dalam.”
“Ya
sudah pakai saja.”
“Tutup
mata!”
“Tidak
mau. Lagipula untuk apa kau menyuruhku tutup
mata?” tanya Woohyun polos.
mata?” tanya Woohyun polos.
“Aku
malu pabo.”
“Untuk
apa malu? Aku kan sudah melihat juniormu semalam!”
goda Woohyun sambil tertawa geli.
goda Woohyun sambil tertawa geli.
“Sudah
tutup saja!” pekik Sunggyu dengan nada yang
lebih tinggi dari sebelumnya.
lebih tinggi dari sebelumnya.
“Geurae
geurae!” Woohyun mengalah, dan menutup matanya
dengan kedua tangannya.
dengan kedua tangannya.
Sunggyu
melepas handuknya, hendak memakai dalamannya. Tapi,
saat hendak menaikkan dalamannya, tiba-tiba Woohyun memeluknya dari belakang
dan memainkan junior Sunggyu di depan cermin hingga keduanya bisa melihat apa
yang sedang mereka berdua lakukan.
saat hendak menaikkan dalamannya, tiba-tiba Woohyun memeluknya dari belakang
dan memainkan junior Sunggyu di depan cermin hingga keduanya bisa melihat apa
yang sedang mereka berdua lakukan.
“Y-ya!
Nam Woohyun!” pekik Sunggyu sambil memukul
tangan Woohyun.
tangan Woohyun.
“Hahaha
hyung! Biarkan aku menggodamu pagi ini!” seru
Woohyun sambil memutar tubuh Sunggyu 90° dan mulai menghisap juniornya. Sunggyu
hanya bisa pasrah saat Woohyun menghisap juniornya. Sampai cairan putih Sunggyu
keluar, Woohyun berhenti menghisap junior Sunggyu sambil menelan setengah cairan
sperma Sunggyu dan setengahnya lagi Woohyun salurkan pada Sunggyu melalui
ciumannya sehingga namja manis itu dapat merasakan spermanya yang manis.
Woohyun sambil memutar tubuh Sunggyu 90° dan mulai menghisap juniornya. Sunggyu
hanya bisa pasrah saat Woohyun menghisap juniornya. Sampai cairan putih Sunggyu
keluar, Woohyun berhenti menghisap junior Sunggyu sambil menelan setengah cairan
sperma Sunggyu dan setengahnya lagi Woohyun salurkan pada Sunggyu melalui
ciumannya sehingga namja manis itu dapat merasakan spermanya yang manis.
“Ummhh..”
desah Woohyun lalu melepas ciumannya dengan
lembut. “Mianhae hyung, hanya sampai sini saja..” kekeh Woohyun sambil
menaikkan dalaman Sunggyu hingga menutupi juniornya.
lembut. “Mianhae hyung, hanya sampai sini saja..” kekeh Woohyun sambil
menaikkan dalaman Sunggyu hingga menutupi juniornya.
“Memangnya
kau mau sampai mana hah?!” seru Sunggyu
dengan wajah memerah membuat Woohyun terkekeh gemas.
dengan wajah memerah membuat Woohyun terkekeh gemas.
“Sampai
seperti kemarin, hyung..” kekeh Woohyun usil lalu mencubit lembut hidung mancung
Sunggyu.
“Dasar
mesum!” pekik Sunggyu sambil mengusap hidungnya dan mendapat kekehan geli dari
Woohyun. Sunggyu mengambil jeansnya yang dia letakkan di atas tempat tidurnya,
lalu memakainya. Setelah memakai celananya Sunggyu memakai kaos hitamnya.
mesum!” pekik Sunggyu sambil mengusap hidungnya dan mendapat kekehan geli dari
Woohyun. Sunggyu mengambil jeansnya yang dia letakkan di atas tempat tidurnya,
lalu memakainya. Setelah memakai celananya Sunggyu memakai kaos hitamnya.
“Ayo
turun.
Kita sarapan dulu.” ucap Sunggyu sambil meraih tasnya.
Kita sarapan dulu.” ucap Sunggyu sambil meraih tasnya.
Woohyun
menahan tangan Sunggyu sebelum Sunggyu menggendong tasnya, lalu mencium bibir
Sunggyu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
menahan tangan Sunggyu sebelum Sunggyu menggendong tasnya, lalu mencium bibir
Sunggyu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Mmmhhh..”
desah Woohyun lembut sambil mengusap lembut surai halus Sunggyu.
desah Woohyun lembut sambil mengusap lembut surai halus Sunggyu.
Woohyun
menghentikan ciumannya. “Kim Sunggyu hyung..” ucap Woohyun lembut sambil
mengelus pipi chubby Sunggyu.
menghentikan ciumannya. “Kim Sunggyu hyung..” ucap Woohyun lembut sambil
mengelus pipi chubby Sunggyu.
“Ne,
Nam Woohyun?”
sahut Sunggyu sambil tersenyum manis.
sahut Sunggyu sambil tersenyum manis.
“Naekkeo
haja?”
haja?”
…………
………………
…………………
“Ehhh????!”
pekik Sunggyu bingung.
pekik Sunggyu bingung.
“Wae???
Kenapa kau kaget?” tanya Woohyun heran.
Kenapa kau kaget?” tanya Woohyun heran.
“Ani.
Aku
pikir kita sudah berpacaran sejak tadi malam. Rupanya belum, eoh?” tutur
Sunggyu dengan senyum malunya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
pikir kita sudah berpacaran sejak tadi malam. Rupanya belum, eoh?” tutur
Sunggyu dengan senyum malunya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Ahh,
aku
juga berpikir seperti itu tadi. Tapi tiba-tiba aku sadar jika aku belum
menembakmu. Jadi…” Woohyun menggantungkan ucapannya.
juga berpikir seperti itu tadi. Tapi tiba-tiba aku sadar jika aku belum
menembakmu. Jadi…” Woohyun menggantungkan ucapannya.
“Ehemmm!”
Woohyun mengecheck suaranya.
Woohyun mengecheck suaranya.
“Kim
Sunggyu, maukah kau menjadi milikku hari ini, besok, dan selamanya?” ungkap
Woohyun sambil berlutut dan menggenggam kedua tangan Sunggyu dengan erat.
Sunggyu, maukah kau menjadi milikku hari ini, besok, dan selamanya?” ungkap
Woohyun sambil berlutut dan menggenggam kedua tangan Sunggyu dengan erat.
Sunggyu
tersipu malu, lalu mengangguk cepat. “Ne! Aku mau!” serunya sambil tersenyum
malu.
tersipu malu, lalu mengangguk cepat. “Ne! Aku mau!” serunya sambil tersenyum
malu.
“Jinjja??
Yes!!” Woohyun melompat dan langsung memeluk Sunggyu. Woohyun memeluk Sunggyu
sangat erat, seperti tidak ingin melepasnya.
Yes!!” Woohyun melompat dan langsung memeluk Sunggyu. Woohyun memeluk Sunggyu
sangat erat, seperti tidak ingin melepasnya.
Woohyun
menyingkirkan poni lurus Sunggyu yang mengganggu dahinya, lalu mengecup dahinya
dengan sayang. “Aku benar-benar mencintaimu, Gyu!” ungkap Woohyun sambil
menatap Sunggyu lekat-lekat. “Aku mencintaimu sejak lama!”
menyingkirkan poni lurus Sunggyu yang mengganggu dahinya, lalu mengecup dahinya
dengan sayang. “Aku benar-benar mencintaimu, Gyu!” ungkap Woohyun sambil
menatap Sunggyu lekat-lekat. “Aku mencintaimu sejak lama!”
Sunggyu
tersenyum mendengar ungkapan Woohyun, lalu dia menakup kedua pipi Woohyun dengan
tangannya. “Aku juga mencintaimu sejak lama, Hyunnie. Hanya saja, Gyugyu takut
jika nanti Gyugyu akan merusak persahabatan kita. Karena itu Gyugyu memilih
untuk diam dan menunggu waktu yang tepat.” ucap Sunggyu jujur, membuat pipi gembulnya memerah
lagi.
tersenyum mendengar ungkapan Woohyun, lalu dia menakup kedua pipi Woohyun dengan
tangannya. “Aku juga mencintaimu sejak lama, Hyunnie. Hanya saja, Gyugyu takut
jika nanti Gyugyu akan merusak persahabatan kita. Karena itu Gyugyu memilih
untuk diam dan menunggu waktu yang tepat.” ucap Sunggyu jujur, membuat pipi gembulnya memerah
lagi.
“Dan
sekarang inilah waktu yang tepat.” sahut Woohyun
sambil terkekeh, diikuti oleh Sunggyu yang ikut terkekeh.
sambil terkekeh, diikuti oleh Sunggyu yang ikut terkekeh.
“Aku
senang kita berdua bisa bersatu sebagai pasangan
kekasih.” ujar Sunggyu senang. “Long last untuk kita berdua, ne!”
kekasih.” ujar Sunggyu senang. “Long last untuk kita berdua, ne!”
“Ne!”
“Ayo
kita sarapan!” ajak Sunggyu sambil menggandeng tangan
Woohyun.
Woohyun.
“Gyugyu.”
panggil Woohyun.
“Ne?”
“Saranghae.”
“Nado
saranghae.”
CUP~~~~
Baru
pertama kali buat 1 shot ><
Author
butuh RCL-nya ya chingu, supaya ke depannya
bisa semakin lebih baik lagi ^^
bisa semakin lebih baik lagi ^^
Maaf
ne,
ngga ada Ncnya. Author masih belum berani buat yang sampai hot hot hot gitu
ahhh >//<
ngga ada Ncnya. Author masih belum berani buat yang sampai hot hot hot gitu
ahhh >//<
No comments:
Post a Comment